TOURING JAUH KUAT TAPI KE MAJELIS ILMU KOK BERAT

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: waktu mudamu sebelum masa tuamu, waktu sehatmu sebelum waktu sakitmu, waktu kayamu sebelum waktu fakirmu, waktu luangmu sebelum waktu sibukmu, dan waktu hidupmu sebelum matimu.”
(HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrok, 4: 341. Hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim)

Hadis ini mengingatkan kita tentang pentingnya memanfaatkan waktu yang kita miliki sebelum kehilangan kesempatan tersebut. Terutama dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan kesibukan dan berbagai tantangan. Terkadang, kita merasa kuat dan semangat untuk melakukan hal-hal yang tidak terlalu bermanfaat, seperti touring jauh atau kegiatan yang tidak mengarah kepada kebaikan yang lebih besar. Namun, kita seringkali merasa berat untuk menghadiri majelis ilmu, meskipun itulah yang seharusnya kita prioritaskan.

Banyak dari kita yang cenderung menunda-nunda untuk mendalami ilmu agama, padahal majelis ilmu adalah tempat yang penuh berkah dan memiliki dampak yang besar dalam kehidupan kita, baik di dunia maupun di akhirat. Ketika kita masih muda, sehat, dan memiliki waktu luang, seharusnya kita memanfaatkannya untuk belajar dan meningkatkan pemahaman kita tentang agama, karena saat usia semakin menua, tubuh semakin lemah, dan kesibukan semakin bertambah, kesempatan untuk belajar akan semakin terbatas.

Hadis ini juga mengingatkan kita untuk tidak menunggu waktu yang "sempurna" untuk beribadah atau meningkatkan diri, karena waktu yang ada tidak menunggu kita. Terkadang kita beralasan, "Nanti saja kalau sudah ada waktu," atau "Nanti saja kalau sudah lebih kaya," namun waktu yang ada harus dimanfaatkan dengan bijaksana, terutama untuk hal-hal yang mendekatkan kita kepada Allah.

Waktu muda, sehat, kaya, luang, dan hidup adalah kesempatan yang tidak akan terulang, dan kita harus menggunakan waktu tersebut untuk hal-hal yang bermanfaat, terutama dalam hal memperdalam ilmu agama, beribadah, dan berbuat baik. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari ketika kesempatan itu sudah terlewat.

Semoga kita semua bisa lebih memanfaatkan waktu yang ada dengan bijaksana, terutama untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menambah ilmu yang bermanfaat. Aamiin.



Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian