[Selalu Serahkan Urusanmu Kepada Allah]

🎙️ Syaikh Prof. Dr. Abdussalam Asy-Syuwai`ir hafizhahullahu ta`ala (Pengajar Tetap Masjidil Haram & Masjid Nabawi)

Diriwayatkan dalam sebuah kisah, pada suatu ketika Imam Al-Auza‘i rahimahullah sedang tawaf di Baitullah, lalu secara tidak sengaja beliau mendengar seorang Arab Badui berdoa:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ بِحَالِي، وَتَعْلَمُ مَا يُصْلِحُ حَالِي. اللَّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا ضَرَّنِي، وَتَعْلَمُ مَا يُصْلِحُ وَيُذْهِبُ ضُرِّي. اللَّهُمَّ إِنِّي أَكِلُ إِلَيْكَ أَمْرِي.

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui keadaanku dan apa yang dapat memperbaiki keadaanku. Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang membahayakanku dan mengetahui apa yang dapat memperbaiki keadaanku serta menghilangkan bahayaku. Ya Allah, aku serahkan urusanku kepada-Mu.”

Imam Al-Auza‘i pun berkata, “Aku kagum dengan doanya.”

Beliau kemudian memperhatikannya. Hingga ketika orang Badui itu keluar dari tempat tawaf, tiba-tiba seseorang datang kepadanya dan berkata, “Wahai fulan, kerabatmu, si fulan, telah meninggal dunia dan engkau mendapatkan warisan darinya.”

Maka orang Badui itu berkata, “Allah telah memenuhi kebutuhanku.”

Demikianlah, selalu serahkanlah segala urusan kepada Rabb-mu. Sering kali kita merasa tahu apa yang terbaik bagi diri kita. Kita menentukan bagaimana seharusnya sesuatu berjalan, kapan harus terjadi, bahkan seperti apa hasil yang kita inginkan. Ketika kenyataan tidak sesuai dengan harapan, kita pun kecewa dan bersedih.

Padahal, apa yang Allah pilihkan untuk kita bisa jadi jauh lebih baik daripada apa yang kita pilih untuk diri sendiri.

Allah berfirman:

وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)


Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian