WANITA KARIR DI LUAR RUMAH

Yusuf Abu Ubaidah As Sidawi


Pada dasarnya kaum wanita memiliki tugas dan pekerjaan mulia yang sudah cukup berat yaitu sebagai ibu rumah tangga. Oleh karenanya, istana wanita adalah di rumahnya.

Syeikh Sulaiman Ar Ruhaili berkata:
"Wanita shalihah apabila betah menetap di rumah, maka rumah akan terasa tentram".

Adapun kewajiban nafkah, merupakan tanggungjawab di pundak lelaki sebagai penghormatan kepada kaum wanita.

Sekalipun demikian Islam juga tidak melarang wanita untuk bekerja dan mencari nafkah untuk membantu keluarga atau suaminya jika kebutuhannya belum terpenuhi. Sebagaimana wanita juga diberi kebebasan dalam memilih pekerjaannya baik jual beli atau lainnya.

Hanya saja, Islam meletakkan beberapa rambu-rambu saat wanita kerja di luar rumah:

1. Hendaknya mengenakan jilbab dan tidak pamer aurat

2. Tidak kholwat (berdua-duan dengan yang bukan mahram) atau campur baur dengan lain jenis.

3. Aman dari fitnah

4. Mendapat izin dari walinya (orang tua atau suaminya)

5. Pekerjaannya sesuai dengan tabiat wanita

6. Tidak berkonsekwensi safar tanpa mahram

7. Bukan pekerjaan yang haram seperti kerja di Bank Riba atau penyanyi, penari, pabrik khomr dan sebagainya.

Semua rambu-rambu ini jika diperhatikan adalah demi kemaslahatan wanita itu sendiri, masyarakat dan negara segala kerusakan moral dan penyakit berbahaya.



Apabila syarat-syarat di atas tidak bisa terpenuhi dan malah menimbulkan mafsadat-mafsadat yang sulit dihindari, maka tidak boleh wanita bekerja di luar rumahnya. Wallahu A’lam. (Lihat masalah ini lebih detail dalam Hukmu Amalil Mar’ah fil Fiqhil Islami hlm. 215 karya ‘Adnan bin Dhoifullah, taqdim Syaikh Masyhur Hasan Salman).

┈┉┅━━••••━━┅┉┈

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian