✋🏻📢⚠️❌ BAHAYA ORANG YANG SUKA MENGADU DOMBA

✍🏼 Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

وليحذر الإنسان من النمام، فإن من نقل كلام الناس فيك إليك، فإنه سينقل كلامك في الناس إليهم.

"Hendaklah seseorang mewaspadai orang yang suka mengadu domba. Sebab, orang yang suka menyampaikan kepadamu celaan orang lain terhadapmu, sungguh dia juga akan menyampaikan kepada mereka celaanmu terhadap mereka."

📚 Adh-Dhiya` al-Lami’, hlm. 293

Mengadu domba adalah salah satu sikap yang sangat berbahaya dalam masyarakat, yang bisa memicu perpecahan dan konflik. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah mengingatkan kita untuk berhati-hati terhadap orang yang suka mengadu domba. Beliau berkata, "Hendaklah seseorang mewaspadai orang yang suka mengadu domba. Sebab, orang yang suka menyampaikan kepadamu celaan orang lain terhadapmu, sungguh dia juga akan menyampaikan kepada mereka celaanmu terhadap mereka."

Mengadu domba adalah kebiasaan yang dapat merusak hubungan baik antar sesama. Orang yang suka mengadu domba sering kali menjadi penghubung antara dua pihak yang tidak saling berkomunikasi secara langsung. Mereka membawa perkataan atau keluhan satu pihak kepada pihak lainnya, yang sering kali mengarah pada fitnah dan kesalahpahaman. Tanpa disadari, orang yang terlibat dalam adu domba tersebut mungkin merasa tersinggung atau bahkan terbawa emosi, yang akhirnya dapat merusak hubungan mereka dengan orang lain.

Hal ini menjadi semakin berbahaya karena orang yang suka mengadu domba biasanya menyembunyikan niat buruk mereka dengan berpura-pura menjadi pembawa kabar atau perantara yang baik. Mereka sering kali menggunakan kata-kata yang tampak netral, namun tujuannya adalah untuk menebar kebencian atau menciptakan konflik. Ketika kita mendengar kabar buruk atau celaan tentang orang lain, sebaiknya kita tidak langsung mempercayainya tanpa klarifikasi. Kita perlu memeriksa kebenaran informasi tersebut dan tidak terjebak dalam permainan orang yang memiliki niat jahat.

Islam mengajarkan kita untuk menjaga hubungan yang baik antar sesama. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an, "Hai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu dengan membawa berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya." (QS. Al-Hujurat: 6). Ayat ini mengingatkan kita untuk selalu berhati-hati dalam menerima informasi dan tidak mudah terjebak dalam perbuatan mengadu domba.

Selain itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga mengajarkan kita untuk menjaga lisan dan tidak menyebarkan keburukan orang lain. Beliau bersabda, "Tidaklah seseorang yang mengadu domba itu akan masuk surga." (HR. Muslim). Hadis ini menunjukkan betapa seriusnya peringatan terhadap perbuatan mengadu domba dalam Islam. Orang yang suka menyebarkan keburukan dan memecah belah umat tidak akan mendapatkan tempat di surga.

Menghindari orang yang suka mengadu domba adalah langkah yang bijak. Kita harus menjaga diri agar tidak terjebak dalam permainan mereka. Jika kita merasa ada masalah atau perselisihan dengan orang lain, sebaiknya kita menyelesaikannya langsung dengan orang tersebut dengan cara yang baik dan bijaksana. Komunikasi yang jujur dan terbuka adalah kunci untuk menghindari fitnah dan menjaga keharmonisan dalam hubungan.

Selain itu, kita juga perlu memperbaiki diri kita sendiri dengan menjaga lisan kita. Hindari menyebarkan perkataan buruk atau menggosip tentang orang lain. Setiap kata yang keluar dari mulut kita bisa memberikan dampak besar, baik itu positif maupun negatif. Oleh karena itu, menjaga lisan adalah salah satu cara untuk menghindari kerusakan hubungan dan menjaga persatuan di antara umat.

Sebagai umat Islam, kita diajarkan untuk saling mencintai dan menjaga persaudaraan. Mengadu domba adalah salah satu perbuatan yang bisa merusak ikatan tersebut. Oleh karena itu, mari kita waspada terhadap orang yang suka mengadu domba dan berusaha untuk menjaga hubungan baik dengan sesama. Semoga kita semua bisa terhindar dari fitnah dan senantiasa menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
Wallahu A'lam Bishawab

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian