
MEMBERI PETUNJUK (CONTOH/KETELADANAN) KEBAIKAN KEPADA ORANG LAIN
قال الشيخ العلّامة محمد بن عثيمين رحمه الله تعالى :
الـدلالـة على الخـير تنقـسم إلى قسمين :
(❶) دلالة بالـقول،
(❷) ودلالـة بالـفعل،
والـناس يقتدون بالـقول ويقتدون بالـفعل، وربما كان اقتداؤهم بالـفعل أكثر،
فمثلا :ً إذا اقتدىٰ بك إنسـان في الـتهجد باللـيل، أو في إعـانة الـضعيف، أو الـصدقة على فقير، اقتدىٰ بك وأنت لـم تقل ذلك، فـهذا يعتبر دلالة فعلية،
وكذلك من دل على ترك المحـظور وترك الـشر بنية صالحة وتركه غيره بهذه الـنية فلـه مثل أجر فاعلـه
📚 [ فتح ذي الجلال والإكرام (١٤٠/١٥) ]
Syaikh Al-'Allamah Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin rohimahulloh pernah berkata :
"Memberikan petunjuk kepada orang lain itu, bentuknya terbagi menjadi dua bagian :
1. Petunjuk dalam bentuk ucapan/perkataan.
2. Petunjuk dalam bentuk perbuatan/amalan.
Seseorang itu, akan meniru/meneladani orang lain, (terkadang) dalam bentuk ucapan, (terkadang) dalam bentuk perbuatan.
Dan terkadang (umumnya), mencontoh/meneladani orang lain dalam bentuk perbuatan itu, adalah lebih banyak (daripada dalam bentuk perkataan).
Contohnya, apabila ada seseorang mencontoh/meneladanimu dalam perkara sholat tahajjud di malam hari, atau dalam hal menolong/membantu orang-orang yang lemah, atau dalam hal bersedekah kepada orang yang miskin, maka dia mencontoh/meneladani perbuatanmu, padahal kamu tidak mengucapkan apapun tentang perkara tersebut (yakni tidak pernah menyuruh mereka mencontoh dirimu).
Maka hal ini dianggap sebagai memberikan petunjuk kepada orang lain dalam bentuk perbuatan !
Demikian pula orang yang menunjukkan (mengajari) orang lain untuk meninggalkan perkara yang dilarang/dibenci, dan juga meninggalkan suatu kejelekan, dengan niat yang benar (karena Alloh). Demikian pula (agar) meninggalkan kejelekan-kejelekan yang lainnya, juga dengan niat yang benar seperti itu.....
Maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukan perbuatan tersebut (yakni orang yang melakukan perbuatan seperti yang kamu tunjukkan/kamu ajarkan kepadanya) !"
( Fathu Dzil Jalali wal Ikrom, bi Syarhi Bulughil Marom , 15/140)
Catatan :
1. Ya, diantara dalil yang menunjukkan hal itu adalah, hadits Ibnu Mas'ud rodhiyallohu anhu, bahwa Nabi shollallohu alaihi wa sallam pernah bersabda :
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ, فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
"Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan (kepada orang lain), maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya (yakni melakukan perbuatan baik yang ditunjukkannya).” (HR. Muslim no. 1893)]
Dalil lainnya adalah, hadits dari Abu Huroiroh rodhiyallohu anhu, bahwa Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :
مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً، فَلَهُ أَجْرُهَا، وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ، وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ
"Barangsiapa memberi contoh/keteladanan dalam Islam dengan suatu contoh/keteladanan yang baik, maka dia akan mendapatkan pahalanya, dan pahala orang yang melakukannya setelahnya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun.
Dan barangsiapa memberi contoh/keteladanan dalam Islam dengan suatu contoh/keteladanan yang buruk, maka dia menanggung dosanya dan dosa orang yang mengerjakannya setelah dia, tanpa mengurangi dosa-dosa mereka sedikitpun." (HR. Muslim , no. 1017)
2. Nabi Muhammad shollallohu alaihi wa sallam juga pernah menjelaskan salah satu keutamaan yang sangat besar, bila kita bisa menjadi sebab bagi orang lain untuk mendapatkan hidayah/petunjuk dari Alloh ta'ala, karena usaha dakwah/ajakan yang kita lakukan !
Dalam hadits dari Sahl bin Sa'ad As-Sa'idy rodhiyallohu anhu, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam juga telah bersabda:
فَوَاللهِ لَأَنْ يَهْدِيَ اللهُ بِكَ رَجُلًا وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ يَكُونَ لَكَ حُمْرُ النَّعَمِ
"Demi Alloh, bila Alloh memberi petunjuk kepada satu orang melalui tanganmu (yakni melalui usaha dahwah/ajakanmu), maka hal itu lebih baik bagimu daripada (engkau mempunyai) unta-unta merah (yakni harta yang paling berharga di kalangan bangsa Arab ketika itu)." (HR. Al-Bukhâri, no. 3009, dan Muslim , no. 2406)
3. Demikianlah, masih banyak lagi dalil-dalil yang lainnya.
Hal itu semua menunjukkan, betapa besarnya keutamaan dan pahala yang sangat besar, yang akan diraih oleh orang-orang yang senantiasa memberikan petunjuk, tuntunan, bimbingan dan keteladanan yang baik bagi orang lain .....
Semoga Alloh subhanahu wa ta'ala senantiasa memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita semua, agar mudah mengikuti Al-Haq (kebenaran) dan selalu berpegangteguh dengannya, hingga akhir hayat kita nanti ......
Nas-alulloha At-Taufiq wal Istiqomah ....
Surabaya , Kamis pagi yg sejuk, 7 Shofar 1445 H / 24 Agustus 2023 M
✍ Akhukum fillah, Abu Abdirrohman Yoyok WN Sby
Silahkan joint pada channel telegram kami :
t.me/fawaidabuabdirrahman
Atau, untuk materi dakwah BIMBINGAN MERAWAT JENASAH SESUAI SUNNAH , silahkan joint di telegram kami :
t.me/joinchat/AAAAAEuSTvJlbMh4YnPPvw
Semoga bermanfaat bagi kita semuanya.
Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us