
Apakah Sah Shalat di Masjid yang Ada Kubur di Dalamnya
.
dirinci:
.
1. Jika maksud shalat di sana karena mengagungkan kubur atau berkeyakinan kubur itu ada pengaruh istimewa, maka TIDAK sah shalat di situ
Karena ini termasuk kesyirikan dan amal syirik tidak sah
.
Termasuk dalam hal ini adalah membangun masjid di atas kuburan (kuburan dahulu ada baru dibangun masjid di atasnya atau di dalamnya, dengan keyakinan tertentu)
.
Maka TIDAK sah shalat di masjid ini, bahkan masjid tersebut harus dihancurkan karena dibangun dengan niat kesyirikan dan niat tidak baik, sebagaimana masjid dhirar yang dihancurkan di zaman Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan turun Al-Quran tentangnya. Silahkan baca pembahasannya [3]
.
2. Jika tidak ada pengagungan kubur atau keyakinan seperti itu
.
Ini juga dirinci:
.
a) Jika shalat menghadap langsung ke kubur maka TIDAK sah
Karena ada larangan langsung dan termasuk dalam zat shalat (terkait shalat), sebagaimana dalam hadits [4]
.
Jika termasuk dalam larangan shalat maka tidak sah [5]
.
Kecuali jika antara kubur yang depan masjid dan masjid ada tembok atau jalan pemisah, maka shalatnya sah [6]
.
b) Jika shalat tidak menghadap kubur
Ulama juga berselisih pendapat apakah sah atau tidak, yang lebih rajih adalah shalatnya SAH TETAPI MENDAPAT DOSA karena sudah shalat dalam masjid yang ada kuburnya
.
Karena hal ini tidak termasuk dalam zat rukun dan syarat sah shalat, maka tidak mempengaruhi sah atau tidaknya shalat, sebagaimana dalam kaidah fikh [7]
.
Inilah yang dijelaskan ulama bahwa jika masjidnya lebih dahulu dibangun daripada kuburan dan tidak berada di arah kiblat, maka shalatnya sah tetapi ia berdosa shalat di situ [8]
.
BACA Selengkapnya ا:
muslimafiyah.com/apakah-sah-shalat-di-masjid-yang-ada-kubur-di-dalamnya.html
Penyusun: Raehanul Bahraen
Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us