MENGKHUSUSKAN PUASA DI HARI SABTU
****✒️

Dimakruhkan mengkhususkan berpuasa pada hari sabtu, berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Tirmizi, (744) dan Abu Daud, (2421) dan Ibnu Majah, (1726), dari Abdullah bin Busr dari saudarinya sesungguhnya Rasullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لا تَصُومُوا يَوْمَ السَّبْتِ إِلا فِيمَا افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ، فَإِنْ لَمْ يَجِدْ أَحَدُكُمْ إِلا لِحَاءَ عِنَبَةٍ ، أَوْ عُودَ شَجَرَةٍ فَلْيَمْضُغْهُ (صححه الألباني في الإرواء، رقم 960، وقَالَ أَبُو عِيسَى الترمذي : هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ)

“Janganlah kalian berpuasa pada hari sabtu kecuali yang telah Allah wajibkan kepada kalian. Jika kalian tidak mendapatkan (sesuatu untuk membatalkan puasa yang keliru tersebut) kecuali kulit buah anggur atau kayu pohon maka hendaknya dia menguyahnya.”

(Dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam kitab Irwa’ul Ghalil, no. 960. At-Tirmizi mengomentari, ‘Hadits ini hasan.’)

📌 Maksudnya dimakruhkan seseorang mengkhususkan puasa pada hari sabtu karena orang Yahudi mengagungkan hari sabtu.

Berdasarkan hadits Abu Hurairah dan Juwairiyah, “Kalau seseorang bertepatan berpuasa, maka tidak dimakruhkan.”

Maksud dari hatits Abu Hurairah adalah apa yang diriwayatkan oleh Bukhari, (1985) dan Muslim, (1144) dari Abu Hurairah radhiallahu anhu  berkata, saya mendengar Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda;

لا يَصُومَنَّ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِلا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَه

“Janganlah salah satu diantara kalian berpuasa pada hari Jumat kecuali dia berpuasa sehari sebelumnya atau sesudahnya."

• Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan,

“Perlu diketahui bahwa berpuasa pada hari sabtu itu ada beberapa kondisi:

Kondisi pertama:
Puasa wajib, seperti puasa Ramadan atau mengqadhanya, puasa kafarat, atau pengganti hadyu tamattu dan semisal itu.

Hal ini tidak mengapa, selagi dia tidak mengkhususkan dan berkeyakinan bahwa hari itu mempunyai keutamaan.

Kondisi kedua:
Berpuasa juga pada hari sebelumnya, yaitu hari Jumat, hal ini tidak mengapa.

Karena Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda kepada salah seorang istrinya yang berpuasa pada hari Jumat, “Apakah engkau kemarin berpuasa?’ dia menjawab, ‘Tidak.’
Beliau bertanya lagi, ‘Apakah engkau akan menunaikan puasa besok?’ dia menjawab, ‘Tidak.’
Maka beliau bersabda, ‘Kalau begitu, berbuka (jangan puasa).”

Ungkapan, “Apakah engkau akan berpuasa besok?” menunjukkan dibolehkan  berpuasa pada hari Sabtu jika bersamaan dengan hari Jumat.

Kondisi ketiga:
Puasanya bertepatan dengan hari-hari yang dianjurkan berpuasa seperti pada ayyamul biidh (tengah bulan), hari Arafah, hari Asyuro dan enam hari pada bulan Syawal bagi orang yang berpuasa Ramadhan, serta tanggal 9 Dzulhijjah, maka hal itu tidak mengapa. Karena dia berpuasa bukan karena hari sabtunya akan tetapi dia berpuasa karena bertepatan dengan hari-hari yang dianjurkan untuk berpuasa.

Kondisi keempat:
Bertepatan dengan hari kebiasaannya seperti biasanya berpuasa sehari dan berbuka sehari, maka ketika dia berpuasa dan hari puasanya bertepatan jatuh pada hari sabtu, maka hal ini tidak mengaa.

• Sebagaimana sabda Nabi sallallahu alaihi wa sallam ketika melarang berpuasa mendahului bulan Ramadhan sehari atau dia hari:

إلا رجلاً كان يصوم صوماً فليصمه

“Kecuai seseorang yang berpuasa bertepatan dengan puasa yang biasanya dia lakukan, maka dia boleh berpuasa.”

Kondisi kelima:
Mengkhususkan hari Sabtu untuk berpuasa sunah sehingga dia hanya berpuasa di hari itu. Ini puasa yang dilarang kalau hadits tentang larangan tersebut dianggap sahih.

Selesai dari Majmu Fatawa Wa Rasail Syekh Ibnu Utsaimin, (20/57).

Wallahu a’lam

📎 Islamqa.info

🍃🍃

Dibagikan Oleh : Mutiara Risalah Islam

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian