
📈🔗🥀🍂 MUSAFIR YANG PANTAS DIKASIHANI
✍🏻 Imam Ibnul Qayyim rahimahullah pernah menuturkan,
العمل بغير إخلاص ولا اقتداء كالمسافر يملأ جرابه رملا يثقله ولا ينفعه
"Amalan tanpa keikhlasan dan tuntunan yang benar (sesuai bimbingan Nabi) layaknya seorang musafir yang memenuhi kantong bekalnya dengan pasir. Itu hanya akan membebaninya, tanpa ada manfaat yang ia dapat."
📖 Al-Fawaid hlm. 45
Dalam kehidupan ini, banyak di antara kita yang sibuk mencari kebahagiaan dan kesuksesan, namun sering kali lupa untuk memperhatikan amalan kita. Kita mungkin berusaha mencapai banyak hal, tetapi apakah kita sudah memastikan bahwa setiap langkah yang kita ambil sudah sesuai dengan tuntunan agama? Imam Ibnul Qayyim rahimahullah pernah mengatakan, "Amalan tanpa keikhlasan dan tuntunan yang benar layaknya seorang musafir yang memenuhi kantong bekalnya dengan pasir. Itu hanya akan membebaninya, tanpa ada manfaat yang ia dapat." Kalimat ini memberikan pelajaran yang sangat berharga, bahwa segala bentuk amalan tanpa niat yang tulus dan tanpa mengikuti sunnah Nabi ﷺ hanya akan menjadi beban bagi diri kita sendiri.
Ketika kita melakukan suatu pekerjaan atau amal, penting untuk memastikan bahwa kita melakukannya dengan niat yang benar, yaitu untuk mencari ridha Allah. Tanpa keikhlasan, segala amal yang kita lakukan akan sia-sia, sebagaimana seseorang yang berusaha membawa bekal, tetapi hanya membawa pasir yang tidak berguna. Keikhlasan adalah kunci dari setiap amal yang diterima oleh Allah ﷻ. Begitu juga, mengikuti tuntunan yang benar adalah hal yang sangat penting. Tanpa mengikuti petunjuk Nabi ﷺ, kita bisa jadi terjerumus ke dalam perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, meskipun kita merasa bahwa kita sedang melakukan sesuatu yang baik.
Salah satu cara untuk memastikan amalan kita diterima adalah dengan memahami dan mengamalkan sunnah Nabi ﷺ dengan sungguh-sungguh. Sunnah bukan hanya sebatas ibadah ritual seperti shalat dan puasa, tetapi juga mencakup bagaimana kita berinteraksi dengan sesama, bagaimana kita menjalani kehidupan sehari-hari, dan bagaimana kita menghadapi berbagai ujian dalam hidup. Dengan mengikuti sunnah Nabi ﷺ, kita bisa memastikan bahwa apa yang kita lakukan tidak hanya bermanfaat bagi diri kita sendiri, tetapi juga bisa memberi manfaat bagi orang lain.
Keikhlasan dan mengikuti sunnah bukanlah hal yang mudah, terutama di zaman sekarang yang penuh dengan godaan dan tantangan. Banyak di antara kita yang mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar, yang mungkin tidak selalu mendorong kita untuk berbuat baik atau mengikuti ajaran agama. Oleh karena itu, kita harus selalu berusaha untuk memperbaiki niat dan terus belajar untuk memahami ajaran Islam dengan benar. Tidak ada salahnya untuk mencari ilmu agama, mengikuti kajian, atau bertanya kepada orang yang lebih berilmu jika kita merasa ragu tentang suatu hal.
Pada akhirnya, kita semua adalah musafir dalam perjalanan hidup ini. Dunia ini hanyalah tempat persinggahan sementara, dan kita akan kembali kepada Allah ﷻ. Oleh karena itu, mari kita pastikan bahwa setiap langkah kita di dunia ini adalah langkah yang membawa kita lebih dekat kepada-Nya. Setiap amalan yang kita lakukan haruslah diiringi dengan keikhlasan, dan setiap amalan haruslah sesuai dengan tuntunan Nabi ﷺ. Dengan begitu, kita bisa meraih kebahagiaan dunia dan akhirat yang hakiki.
Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk selalu ikhlas dalam beramal dan senantiasa mengikuti sunnah Nabi ﷺ, agar setiap langkah kita menjadi bekal yang bermanfaat untuk kehidupan akhirat kita. Aamiin.
Wallahu A'lam Bishawab
Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us