Lagi makan main Handphone, lagi kerja main Handphone, Mau tidur main Handphone,

Lagi bertamu main Handphone, lagi di toilet main Handphone, Lagi di jalan main Handphone.

Lagi di masjid main Handphone, lagi sekolah main Handphone, Di rumah sakit main Handphone.

Handphone, Handphone dan Handphone...

Sungguh disadari atau tidak, sesuatu yang sering membuat kita lalai adalah benda yang saat ini kita pegang.

Bahkan sampai² ada yang melalaikan perintah Allah karena Hand Phone.

Bayangkan jika kita membaca Al Qur`an seperti seringnya kita membaca pesan WA dan status di sosial media, Niscaya pasti tak akan lama kita mengkhatamkan Al-Qur`an dalam beberapa hari saja.

Bayangkan jika saja setiap kesempatan jari² ini kita sibuk untuk menghitung bilangan dzikir, seperti kita senantiasa sibuk berkomentar dan menulis status di Handphone kita, niscaya beratlah kelak timbangan mizan kita.

Bayangkan jika saja kita bersemangat shalat berjamaah di masjid seperti kita bersemangat mengisi baterai Handphone kita, niscaya kita akan banyak mendapat keberkahan, ampun dan pahala dari Allah Ta`ala.

Bayangkan jika saja kita bersedekah ratusan ribu secara rutin seperti kita rutin membeli pulsa dan kuota Handphone kita, niscaya kita akan mendapat banyak pahala sedekah jariyah setiap harinya.

Bayangkan jika saja kita memberi perhatian setiap waktu kepada anak istri dan suami, seperti kita memberi perhatikan kepada para teman² dan anggota grup di Handphone kita, niscaya keharmonisan dan kebahagiaan akan meliputi rumah tangga kita.

Sungguh begitu banyak waktu kita yang tersita untuk Handphone, sehingga banyak hal² baik yang utama seringkali terluput.

Dan ini tentunya renungan untuk diriku sendiri, karena aku adalah satu di antara hamba yang pelalai dan pelupa itu...

Ya Allah, beri kelembutan hati kami, perbaiki akhlak kami dan jauhkan kami dari hal² tidak bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat kami.

رب اغفر لي ...
رب اغفر لي ...

✍ Habibie Quote, 12/08/20

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian