
TIDAK TERGESA-GESA DALAM MENUNTUT ILMU
➖➖➖➖➖➖➖
Ilmu tidak bisa dikuasai sekaligus, sebab hati tidak akan sanggup. Ilmu itu berat bagaikan beratnya batu saat dibawa. Allah berfirman:
إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا
“Kami akan mewahyukan kepadamu perkataan yang berat.” (QS Al-Muzammil : 5)
Maksudnya adalah Alquran. Jika Allah menyifati Alquran dengan perkataan yang berat padahal telah dimudahkan, sebagaimana firman Allah ta’ala:
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ
“Dan sesungguhnya kami telah memudahkan al- quran untuk dihafal”. (QS Al-Qamar : 17)
Lalu bagaimanakah dengan ilmu lainnya?!
Inilah hikmah diturunkannya Alquran berangsur-angsur, berdasarkan keadaan dan kejadian yang dialami oleh Rasulullah ﷺ. Allah berfirman:
وقالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلا نُزِّلَ عَلَيْهِ القُرْآنُ جُمْلَةً واحِدَةً كَذَلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤادَكَ ورَتَّلْناهُ تَرْتِيلًا
“Orang – orang kafir berkata mengapa Alquran itu tidak diturunkan sekaligus, begitulah, karena Allah ingin meneguhkan hatimu, dan Kami membacakannya secara tartil (teratur dan benar).” (QS Al-Furqan : 32)
Ayat ini adalah dalil untuk tidak tidak tergesa-gesa ketika menuntut ilmu dan mempelajarinya secara bertahap, sebagaimana diungkapkan oleh Al-Khotib Al-Baghdady dalam kitabnya (Al-Faqih wal Mutafaqqih), begitu pula dengan Ar-Raghib Al-Ashfahany dalam kitabnya (Muqaddimah Jami’ Tafsir).
Diantara syair Ibnu Nahhas al-Halaby adalah:
Hari ini sedikit besokpun demikian
Dari intisari ilmu yang didapatkan
Dengan begitulah seseorang bisa meraih hikmah
Sejatinya kumpulan tetasan air adalah asal mula air bah
Tidak tergesa-gesa dan bertahap dalam mempelajari ilmu inilah yang mengharuskan seseorang memulai perjalanan ilmiyyahnya dengan matan-matan ringkas disetiap cabang ilmu, dalam bentuk hafalan dan mendengarkan penjelasan guru, dan tidak menyibukkan diri untuk menela’ah kitab-kitab tebal yang belum bisa dia pahami. Siapa yang membaca buku-buku tebal tersebut, maka dia telah mencelakai agamanya dan melanggar aturan ilmu itu sendiri, bahkan bisa jadi dia akan kehilangan ilmu tersebut.
Diantara perkataan penuh hikmah yang pernah dituturkan oleh Abdul Karim Ar-Rifa’iy – salah seorang ulama damaskus pada abad sebelumnya – adalah: Makanan orang dewasa adalah racun bagi anak bayi.
Baca selengkapnya: bimbinganislam.com/cara-belajar-islam-kiat-sukses-memahami-ilmu-bagian-3
Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us