INGIN DAPAT BIDADARI SURGA INI CARANYA!

Ada keutamaan bagi orang-orang yang bisa mengendalikan amarahnya sementara dia mampu untuk melampiaskannya.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنْفِذَهُ دَعَاهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى رُؤُوْسِ الْخَلاَئِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ اللهُ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ مَا شَاءَ.

“Barangsiapa yang menahan amarahnya sementara dia mampu untuk meluapkannya, maka dia akan dipanggil di hadapan para makhluk kemudian Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang diinginkannya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Ini pahala akhirat tentunya. Maka orang yang ingin meluapkan amarahnya hendaknya mengingat hal ini. Itulah keikhlasan, mengharapkan pahala di sisi Allah, bukan kekuasaan.

Terkadang seseorang meluapkan amarahnya untuk melampiaskan nafsunya. Dan tentunya kepuasan belum tentu membawa kebahagiaan. Banyak orang yang memuaskan nafsu makan ternyata ujung-ujungnya menyesal karena banyak penyakit. Demikian juga orang yang meluapkan amarah. Sepertinya dia merasa puas, tapi sejurus kemudian dia akan menyesal.

Maka mengoreksi keikhlasan itu penting. Apalagi di dalam bab mendidik anak. Mendidik anak itu adalah ibadah yang perlu keikhlasan. Orang tua yang tidak mengharapkan wajah Allah akan mudah marah, kecewa, kesel, ataupun jengkel. Karena ibadah yang namanya mendidik anak itu tidak mudah.

Keikhlasan itu akan membuat segala perkara menjadi ringan. Kalau kita mengerjakan ibadah puasa dengan ikhlas, maka puasa itu sangat ringan. Tapi kalau tidak ikhlas, maka rasanya sangat berat. Shalat malam juga berat. Tapi kalau kita lakukan dengan ikhlas maka akan menjadi ringan. Sedekah itu berat, apalagi tujuannya bukan lillah. Tapi ketika kita bersedekah dengan niat lillah, maka sedekah itu menjadi ringan. Karena keikhlasan itu akan meringankan perkara-perkara berat yang kita lakukan.

Kita tahu mendidik anak adalah tugas yang berat, dengan ikhlas kita akan bisa memikulnya dengan baik.

Sumber: rodja.id/3i4

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian