✋🏻✅⚠️💦 Peringatan Keras dari Al-Hasan al-Bashri: Siapa yang Paling Menderita di Hari Kiamat?
✍🏻 Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata:

“Sesungguhnya manusia yang paling keras jeritannya pada hari kiamat adalah seseorang yang mengajarkan kesesatan, lalu dia diikuti; dan seorang hartawan yang menggunakan nikmat Allah untuk bermaksiat kepada-Nya.”

📚 At-Tadzkirah al-Hamduniyah, 8/102

🚨 Dua Golongan Paling Celaka di Hari Kiamat
Dalam kutipan ini, memberikan peringatan keras kepada umat. Ia menyebutkan dua tipe manusia yang akan mengalami penderitaan paling hebat dan jeritan paling mengerikan pada hari kiamat:

Orang yang mengajarkan kesesatan, lalu diikuti oleh orang lain.

Orang kaya yang menggunakan nikmat Allah untuk bermaksiat.

Mengapa dua golongan ini begitu celaka? Mari kita bahas satu per satu.

🛑 1. Menyeret Orang Lain ke Dalam Kesesatan
Orang pertama adalah penyeru kesesatan, baik dalam bentuk ajaran menyimpang, pendapat sesat, bid’ah, atau pemikiran yang bertentangan dengan wahyu. Celakanya, bukan hanya dia yang sesat, tetapi dia juga menjadi sebab tersesatnya banyak orang lainnya.

Allah Ta’ala berfirman:

“Agar mereka memikul dosa-dosa mereka sepenuhnya pada hari Kiamat, dan juga dosa-dosa orang-orang yang mereka sesatkan tanpa ilmu. Sungguh, amat buruklah dosa yang mereka pikul.”
(QS. An-Nahl: 25)

Bayangkan, setiap orang yang mengikuti kesesatannya, menambah beban dosa di pundaknya—walau ia telah wafat.

💰 2. Mengkhianati Nikmat Harta
Golongan kedua adalah orang kaya yang tidak bersyukur kepada Allah. Harta yang seharusnya menjadi sarana taat, justru ia gunakan untuk bermaksiat: foya-foya, zina, musik, bangga diri, atau mendukung hal-hal batil.

Allah berfirman:

“Kemudian kamu pasti akan ditanya pada hari itu tentang nikmat (yang diberikan kepadamu).”
(QS. At-Takatsur: 8)

Padahal, harta adalah ujian. Bukan untuk kesombongan atau menuruti hawa nafsu, tapi untuk menolong agama, memberi kepada fakir, dan menyambung silaturahmi.

📢 Peringatan Bagi Kita
Perkataan ini bukan hanya ancaman, tapi juga nasihat agar:

Kita berhati-hati dalam berdakwah, tidak menyebarkan pendapat atau amalan yang tidak berdasar dalil.

Kita memanfaatkan nikmat, khususnya harta, untuk jalan yang diridhai Allah.

Kita sadar bahwa setiap pengaruh kita akan dimintai pertanggungjawaban, terutama di era digital, di mana satu postingan bisa menyebar ke ribuan orang.

Jangan jadi sebab tersesatnya orang lain. Jangan pula menjadi orang yang menjadikan nikmat sebagai jalan menuju neraka. Mari kita tundukkan hati, manfaatkan nikmat, dan dakwahkan hanya yang haq. Karena jeritan paling keras di hari kiamat bukan dari orang biasa—melainkan dari mereka yang seharusnya tahu, tapi memilih menyesatkan dan bermaksiat.
Wallahu A'lam Bishawab

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian