
Yakinlah, bahwa rezeki kita sudah Allah jamin, Sebab selama kita masih hidup maka selama itu pula jatah rezeki kita akan tetap ada.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لو أن ابن آدم هرب من رزقه كما يهرب من الموت لأدركه رزقه كما يدركه الموت
“Kalaulah anak Adam lari dari rezekinya sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rezekinya akan mengejarnya sebagaimana kematian itu akan mengejarnya.” [As-Silsilah ash-Shahihah 952]
Allah yang memberikan rezeki kepada kita disaat sehat, dan Allah pula yang memberikan rezeki kepada kita disaat sakit.
"Lalu Apa yang membuat kita khawatir?"
Allah yang memberikan rezeki kepada kita disaat dalam kandungan, dan Allah pula yang memberikan rezeki kepada kita disaat dewasa.
"Lalu Apa yang membuat kita khawatir?"
Allah yang memberikan rezeki kepada kita sebelum menikah, dan Allah pula yang memberikan rezeki kepada kita setelah menikah.
"Lalu Apa yang membuat kita khawatir?"
Dikatakan kepada Salamah bin Dinar rahimahullah:
“Apakah engkau tidak melihat barang-barang telah mahal?”
Lalu beliau berkata:
“Apa yang membuat kalian khawatir? Sesungguhnya Zat yang memberikan rezeki kepada kita di saat barang-barang murah adalah Zat yang memberikan rezeki kepada kita di saat barang-barang mahal.” [Hilyatul Auliya 3/239]
Karena itu mari jadikan setiap keadaan yg telah Allah takdirkan sebagai ladang kebaikan, kita tidak perlu terlalu sedih dan khawatir soal rezeki. sebab kewajiban kita adalah beribadah kepada Allah, Dan Dia yang akan menjamin rezeki kita, sebagaimana yang telah Dia janjikan kepada setiap makhluknya.
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
“Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Allah kepadamu. Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang sudah dijamin untukmu. Karena rezeki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rezeki pasti datang. Jika Allah -dengan hikmahNya- berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti dengan rahmatNya membukan jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu. (Al Fawaid, hal. 94, terbitan Maktabah Ar Rusyd, tahqiq: Salim bin ‘Ied Al Hilali)
Barakallahu fiikum.
✍ Habibie Quotes, 28/03/22
Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us