
✋🏻⚠️⛔️📢 HATI-HATI DARI TEMAN YANG BURUK
✍🏻 Syaikh Abdullah bin Abdurrahim al-Bukhari hafizhahullah berkata, dalam menyampaikan wasiat dari:
Al-Khaththab bin Al-Mu'alla Al-Makhzumi kepada putranya:
"Seseorang dikenali dari temannya. Berhati-hatilah engkau dari teman-teman yang buruk. Sesungguhnya mereka mengkhianati orang yang bersama mereka, membuat sedih orang berteman dengan mereka. Dekat dengan mereka lebih menular daripada penyakit kudis. Menjauhi mereka termasuk menyempurnakan adab."
📚 Raudhatul 'Uqala, hlm. 201
🔍 Teman: Cermin Dirimu
Seorang bijak pernah berkata, “Tunjukkan padaku siapa temanmu, maka aku akan tunjukkan siapa dirimu.” Itu bukan sekadar pepatah kosong. Kenyataannya, pergaulan membentuk kepribadian. Teman-teman yang kita pilih akan mempengaruhi akhlak, pemikiran, dan bahkan nasib akhir kita—baik di dunia maupun di akhirat.
Al-Khaththab bin Al-Mu'alla menasihati putranya dengan nasihat emas yang abadi: berhati-hatilah terhadap teman yang buruk.
🧨 Bahaya Teman Buruk
Mengapa teman buruk begitu berbahaya?
Mereka mengkhianati orang yang menemani mereka.
Mereka tidak mengenal kesetiaan. Persahabatan bagi mereka adalah alat, bukan amanah.
Mereka menyedihkan hati sahabatnya.
Karena dari lisan dan sikap mereka keluar kata-kata yang menusuk, mengajak kepada dosa, dan menjauhkan dari kebaikan.
Kedekatan dengan mereka menular lebih cepat dari penyakit kudis.
Ini bukan perumpamaan sembarangan. Kudis adalah penyakit kulit yang menular—dan teman buruk menularkan akhlak yang rusak jauh lebih cepat dari itu.
Menjauh dari mereka adalah bagian dari kesempurnaan adab.
Orang yang tahu adab akan memilih teman dengan hati-hati. Menjauhi orang buruk adalah bentuk penjagaan terhadap akhlak dan iman.
🛡️ Pilih Teman Dengan Ilmu dan Taqwa
Agama ini mengajarkan untuk memilih qarin (teman dekat) yang saleh. Rasulullah ﷺ bersabda:
"Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu parfum, atau kamu membeli darinya, atau kamu mencium bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi bajumu terbakar, atau kamu mencium bau tak sedap darinya."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Bersahabat dengan orang baik bisa menambah imanmu, menyemangatimu untuk ibadah, dan menolongmu saat terjatuh. Sebaliknya, berteman dengan pelaku maksiat hanya akan menyeretmu—sedikit demi sedikit—ke dalam kelalaian dan dosa.
Waspadalah dan Selektiflah
Hari ini, pengaruh teman bukan hanya dari mereka yang duduk di sebelah kita. Teman “dunia maya” juga sama bahayanya. Siapa yang kamu ikuti di media sosial? Siapa yang kamu jadikan panutan di TikTok, Instagram, YouTube?
Semua itu adalah “teman virtual” yang bisa membentuk cara berpikirmu, selera humormu, dan sikapmu terhadap agama.
Maka, jaga pertemananmu seperti kamu menjaga akidahmu. Karena bila salah pilih, bukan hanya dunia yang celaka—akhirat pun bisa melayang.
Wallahu A'lam Bishawab
Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us