
📎 Ilmumu Sudahkah Berbuah Akhlak?
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:
"Penuntut ilmu apabila tidak menghiasi dirinya dengan akhlak yang mulia maka menuntut ilmunya tidak ada faedahnya. Maka saya menganjurkan kepada diriku pribadi dan kepada kalian semua untuk berhias diri dengan akhlak yang mulia."
📘 (Syarh Hilyah Thalibil Ilmi hlm. 7)
📌 Renungan untuk Diri Kita
Ilmu itu cahaya, dan cahaya itu semestinya menerangi, bukan membakar atau menyilaukan. Maka ketika seseorang mempelajari ilmu agama — membaca kitab, menghadiri kajian, menghafal dalil — tetapi tidak berubah menjadi pribadi yang lebih rendah hati, lebih sabar, lebih jujur, lebih lembut dalam berkata dan bertindak, maka perlu dipertanyakan: Apakah ilmunya sudah benar-benar meresap dalam hatinya?
Seorang ulama besar yang dikenal dengan keluasan ilmunya, justru menekankan pentingnya akhlak. Ini menunjukkan bahwa ilmu bukan hanya diukur dari seberapa banyak hafalan, seberapa sering hadir di majelis, atau seberapa fasih menyampaikan dalil. Tapi sejauh mana ilmu itu memperbaiki hati dan amal.
🧠Ilmu yang tidak membuahkan akhlak adalah ilmu yang kering dan gersang.
Ia bisa jadi menambah hujjah atas pemiliknya pada hari kiamat. Sebab, ilmu yang diketahui akan dimintai pertanggungjawaban. Maka jangan sampai kita menjadi seperti yang disebut dalam hadits Nabi ï·º, yaitu orang yang paling keras siksanya adalah yang mengajarkan kebaikan tapi tidak mengamalkannya.
🌱 Ilmu yang berkah adalah ilmu yang menumbuhkan adab dan memperhalus budi pekerti.
Ia menjadikan pemiliknya lebih mudah memaafkan, lebih lembut lisannya, lebih sabar menghadapi ujian, dan lebih jujur dalam bermuamalah.
Akhlak yang mulia adalah buah dari keikhlasan dalam menuntut ilmu. Siapa yang belajar hanya untuk menang debat, merasa lebih hebat, atau agar dikagumi, maka biasanya ilmunya tidak akan membentuk akhlak. Tapi siapa yang menuntut ilmu karena ingin dekat kepada Allah dan memperbaiki diri, maka ilmunya akan membuahkan akhlak yang mulia.
🎯 Saudaraku...
Mari kita periksa kembali tujuan kita menuntut ilmu.
Apakah ia sudah mendekatkan kita kepada Allah dan membuat kita lebih baik di hadapan makhluk-Nya?
Jangan sampai kita sibuk belajar, tapi lupa memperbaiki akhlak.
Jangan sampai lisan kita fasih menyampaikan ilmu, tapi keras dan menyakitkan.
Jangan sampai kita semangat menasihati orang lain, tapi lalai memperbaiki diri sendiri.
Semoga Allah menjadikan ilmu kita bermanfaat, mengangkat derajat kita di dunia dan akhirat, serta menjadikan kita termasuk penuntut ilmu yang berhias dengan akhlak Rasulullah ï·º.
Aamiin.
Wallahu A'lam Bishawab
Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us