www.youtube.com/live/0xaeNLnSvA8?si=JwtzdLmsEEUrl6Rv

Kajian Kitab Taisirul 'Allam Syarah 'Umdatul Ahkam oleh Ustadz Dr. Farid Al Bathoty حفظه الله تعالى

Ahad pekan pertama ba'da Maghrib, 15 Robi'ul Awwal 1445 H / 1 oktober 2023 m, di Masjid Ash Shiddiq

```Catatan :
Mushonif kitab adalah Syaikh Abdul Ghoni Al Maqdisy رحمه الله
Mu'alif kitab adalah Syaikh Abdulloh bin Abdurrohman Al Bassam رحمه الله```

Pembahasan masih tentang Keutamaan Sholat Jum'ah .

Hadits yang ke-133, akan dijelaskan berapa kali khutbah dalam sholat jum'ah dan posisi khotib bagaimana.
Dari sahabat Abdulloh Ibnu 'Umar رضي الله عنهما, beliau berkata adalah Rosulullah صلى الله عليه وسلم khutbah dengan dua kali khutbah sedangkan Nabi صلى الله عليه وسلم posisi berdiri (agar sahabat melihat dan memperhatikan Nabi dalam memberi nasihat kebaikan² yang harus dilakukan dan keburukan² yang harus ditinggalkan) Nabi صلى الله عليه وسلم memisahkan antara khutbah pertama dan kedua dengan duduk sejenak dan melanjutkan khutbah yang kedua (biasanya lanjutan dari khutbah pertama bukan do'a saja). (Hadits diriwayatkan Imam Bukhori رحمه الله dan Imam Muslim رحمه الله).

Faidah Hadits diantara nya adalah :
1. Wajib nya 2 khutbah dalam sholat jum'ah sebelum sholat. Khutbah yang pertama dan kedua adalah syarat sah nya sholat. Tidak pernah dinukil Nabi tidak khutbah dalam sholat jum'at. Dan kewajiban 2 khutbah adalah pendapat madzhab secara umum.
2. Anjuran untuk posisi khotib adalah berdiri.
3. Anjuran untuk duduk sejenak diantara khutbah pertama dan kedua. Sebagian Ulama' mewajibkan, tetapi jumhur mengatakan Sunnah (tidak wajib).

Faidah yang penting yakni Imam Ibnul Qoyyim رحمه الله mengatakan, Nabi صلى الله عليه وسلم menyampaikan dengan suara yang keras dan lantang (semangat) dan Nabi khutbah nya pendek (tidak panjang mungkin perkiraan sekitar ± 20 menitan) agar sholat nya panjang. (Ini merupakan tanda faqih nya seseorang dengan mengamalkan cara ini). Maka perpendek lah khutbah jum'ah dan perpanjang sholat nya. Akan tetapi sekarang terbalik yakni memperpanjang khutbah dan pendek sholat nya.
Disebut kan pula oleh Ibnul Qoyyim رحمه الله, memperbanyak dzikir dan mengucapkan kalimat yang pendek tapi luas cakupan makna nya (jawami'ul karim) dan Nabi صلى الله عليه وسلم memberikan isyarat dengan jari telunjuk saat menyebutkan Alloh تعالى dan berdo'a (bukan mengangkat tangan / kecuali saat Istisqo'), dan makmum mengaminkan.
Nabi صلى الله عليه وسلم memerintahkan untuk mendekat dan mendengarkan, dan melarang melangkahi orang-orang yang sudah berada di shof. Dan setelah selesai adzan Nabi صلى الله عليه وسلم segera berkhutbah.


Hadits berikut nya yang ke-134, menjelaskan pada kita tentang ancaman bagi orang yang berbicara saat khotib sedang berkhutbah di hari Jum'ah.
Dari sahabat Abu Huroiroh رضي الله عنه, beliau berkata Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda apabila kalian mengatakan kepada temanmu (orang yang disamping kalian) "diamlah" di hari jum'ah sedang Imam sedang khutbah maka kalian telah berkata/berbuat sia-sia. (Hadits riwayat kan Imam Bukhori رحمه الله dan Imam Muslim رحمه الله).
Bagaimana jika menegur nya?, yaitu dengan isyarat saja.
Syaikh Utsaimin رحمه الله mengatakan jika kalian mengatakan kepada teman mu beliau mengatakan barang siapa yang berbuat sia sia maka tidak ada sholat jum'ah bagi mu.

Faidah Hadits :
1. Wajib diam diri ketika khotib khutbah jum'at. Imam Abdil Barr رحمه الله mengatakan ini kesepakatan para Ulama'.
2. Diharamkan hukum nya berbicara ketika khotib berkhutbah. Walaupun dalam mencegah kemungkaran tidak boleh berbicara, begitu juga dengan mengucapkan salam.


Hadits berikut nya yang ke-135, menjelaskan pahala bagi orang yang bergegas melakukan sholat jum'ah.
Dari sahabat Abu Huroiroh رضي الله عنه, Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, barangsiapa yang mandi hari Jum'ah (niat menghadiri sholat Jum'ah, bukan karena mandi Jinabah) kemudian dia berangkat (setelah dhuhur ba'da dzawal) di jam yang pertama ( ada 5 waktu dalam sholat jum'ah mulai terbit matahari sampai sholat jum'ah dilaksanakan/khotib naik mimbar) maka seakan-akan dia bershodaqoh dan mendekat kan diri kepada Alloh dengan seekor Unta (kepada fakir dan miskin) dan diterima shodaqoh nya oleh Alloh تعالى, dan barangsiapa berangkat di jam yang kedua maka seakan-akan dia bershodaqoh dengan seekor Sapi, dan barangsiapa yang berangkat di jam yang ke-3 maka dia seakan-akan bershodaqoh dengan kambing yang bertanduk (sempurna), dan barangsiapa berangkat di jam yang ke-4 maka seakan-akan dia bershodaqoh dengan seekor Ayam, dan barangsiapa yang berangkat di jam yang ke-5 maka seakan-akan dia bershodaqoh dengan sebutir Telur. Apabila Imam naik Mimbar, maka Malaikat yang mencatat sudah selesai mencatat dan Malaikat ikut mendengar kan khutbah. (Hadits diriwayatkan Imam Bukhori رحمه الله dan Imam Muslim رحمه الله).

Sehingga menjadi saran bagi setiap takmir Masjid bagaimana agar kaum Muslimin yang bersemangat dalam bergegas datang diawal waktu tersebut yakni dengan membuka Masjid membuka sejak pagi mungkin setelah shubuh.
5 waktu inilah yang di maksud kan Nabi صلى الله عليه وسلم dan dengan mengumpulkan dengan yang pertama yakni Mandi Jum'ah.

Faidah Hadits :
1. Hadits ini menjelaskan tentang keutamaan sholat Jum'ah.
2. Menjelaskan tentang keutamaan orang yang bergegas diwaktu pagi (5 waktu tadi) dengan mendapatkan keutamaan yang setimpal. Dari urutan yang disebut kan tadi memperlihatkan urutan tertinggi adalah Unta dalam berqurban. Lalu pertanyaan bagaimana Bahimatul An'am yaitu Unta, Sapi dan Kambing. Sedangkan ayam bukan termasuk.
Shodaqoh akan diterima walaupun sedikit (telur) dalam hadits diatas. Maka Alloh تعالى akan menerima nya, walaupun separoh dari butir Kurma dengan dasar keikhlasan.
3. Al Hadyu / berqurban saat manasik (haji) yakni dari Bahimatul An'am (Unta, adapun ayam dan telur maka itu tidak mencukupi dan tidak bisa untuk dijadikan qurban (walau ayamnya banyak misal 100 atau 1.000)
4. Tentang keutamaan khutbah jum'ah dimana para malaikat juga ikut mendengarkan.

Pembahasan selanjutnya dengan 2 hadits sisa tentang sholat jum'at.

Sedikit faidah catatan Kajian oleh Ustadz Farid Al Bathoty حفظه الله تعالى di Masjid Ash Shiddiq
=======================================

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian