
📖 Gotong Royong Dalam Kebaikan
Manusia tidak diciptakan untuk hidup sendiri. Sejak awal penciptaan, Allah ta’ala menciptakan pasangan untuk Nabi Adam ‘alaihis salam sebagai bentuk saling melengkapi dan saling membutuhkan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita membutuhkan bantuan, dukungan, serta kerja sama dari orang lain untuk bisa menjalani hidup dengan baik.
Ibnu Taimiyyah rahimahullah pernah berkata:
“Kehidupan anak Adam di dunia tidak akan sempurna kecuali dengan gotong royong antar sesama.”
📗 (Al-Fatawa Al-Kubra 3/364)
Perkataan ini mengajarkan bahwa kesempurnaan hidup manusia bergantung pada kerja sama, saling membantu, dan gotong royong, khususnya dalam perkara kebaikan. Tidak ada satu pun dari kita yang mampu memenuhi semua kebutuhan hidupnya sendiri. Kita butuh orang lain dalam hal ilmu, pekerjaan, urusan keluarga, ibadah, dan seterusnya.
🔑 Gotong royong dalam kebaikan bukan hanya tradisi sosial, tetapi bagian dari ajaran Islam. Bahkan Allah perintahkan dalam Al-Qur’an:
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan."
📘 (QS. Al-Ma’idah: 2)
Ini adalah prinsip dasar dalam bermasyarakat. Kita diperintahkan untuk saling membantu dalam hal ketaatan, amal shalih, dakwah, pendidikan, dan kemaslahatan umat. Gotong royong seperti inilah yang membuat kehidupan menjadi ringan dan penuh keberkahan.
Contoh sederhana: ketika membangun masjid, membuka lembaga pendidikan Islam, membantu tetangga yang kesulitan, atau bahkan mengajak seseorang kembali kepada kebenaran. Semua ini adalah bentuk gotong royong yang bernilai ibadah.
Nabi Muhammad ﷺ pun mencontohkan semangat ini. Beliau ikut serta dalam pembangunan Masjid Nabawi, mengangkat batu bersama para sahabat, tidak sekadar memerintah. Ini menunjukkan bahwa pemimpin sekalipun hendaknya turun tangan bersama rakyatnya dalam kebaikan.
Selain itu, gotong royong melahirkan ukhuwah (persaudaraan) yang kuat. Ketika satu sama lain saling mendukung, maka hati-hati menjadi dekat, hubungan menjadi hangat, dan rasa empati tumbuh subur. Inilah yang menjadikan umat Islam kuat dan kokoh, sebagaimana sabda Nabi ﷺ:
“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Jika satu bagian sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan demam dan tidak bisa tidur.”
📘 (HR. Bukhari dan Muslim)
Gotong royong dalam kebaikan juga menjadi tabungan akhirat. Setiap bantuan, sekecil apa pun, akan dihitung oleh Allah. Bahkan tersenyum kepada saudara seiman pun adalah sedekah, apalagi ikut meringankan beban mereka.
📌 Maka dari itu, jangan pernah ragu untuk turut serta dalam amal kebaikan, walau hanya dengan tenaga, pikiran, atau doa. Jangan tunggu diminta. Jadilah bagian dari solusi, bukan penonton.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang ringan tangan, ringan hati, dan aktif dalam bergotong royong untuk menyebarkan kebaikan dan takwa di tengah umat.
Wallahu A'lam Bishawab
Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us