Menghancurkan Patung Orang Sholih

Ketika penaklukkan kota Mekkah, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri atau beliau mengutus utusannya untuk menghancurkan patung-patung di sekitar Ka’bah dan ketika itu ada 360 berhala. Sebagaimana disebutkan dalam hadits dari ‘Abdullah bin Mas’ud, ia berkata,

دَخَلَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – مَكَّةَ ، وَحَوْلَ الْكَعْبَةِ ثَلاَثُمِائَةٍ وَسِتُّونَ نُصُبًا فَجَعَلَ يَطْعَنُهَا بِعُودٍ فِى يَدِهِ وَجَعَلَ يَقُولُ ( جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ )

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika memasuki kota Mekkah (untuk penaklukkan), saat itu terdapat 360 berhala. Lalu beliau menghancurkan tongkat di tangannya sembari membacakan ayat (yang artinya), “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap.” (QS. Al Isra’: 81).” (HR. Bukhari no. 2478 dan Muslim no. 1781).

Dan dari perkataan Syaikh rahimahullah dikatakan bahwa yang dihancurkan adalah patung orang sholih. Namun apakah patung tersebut itulah yang dimaksud untuk disembah atau patung itu hanya sebagai perantara dalam do’a?

Sudah dimaklumi bahwa patung tersebut bukanlah yang dituju dalam ibadah. Sebenarnya yang dituju adalah ruh orang sholih tersebut, patung tadi hanya sebagai perantara. Dari arwah orang sholih inilah yang nanti akan menyampaikan ibadah orang musyrik tadi pada Allah. Sehingga dengan melakukan taqorrub atau pendekatan diri barulah mengantarkan pada ibadah mereka -orang musyrik- pada Allah. Itulah kesyirikan yang terjadi di masa silam di tengah-tengah orang musyrik. Lihat penjelasan Syaikh Sholih Alu Syaikh dalam Syarh Kasyfu Syubuhaat, hal. 53.

Jadi, jangan kira bahwa orang musyrik menyembah patung tersebut secara langsung. Tidak sama sekali. Yang dimaksud adalah mereka hanya menjadikan patung tersebut supaya sampai hajat mereka pada arwah orang sholih dan nanti disampaikan pada Allah.

Wallahu a’lam. Semoga Allah meluruskan terus akidah kita sesuai dengan pemahaman Al Qur’an dan Sunnah Shahihah. Hanya Allah yang memberi hidayah demi hidayah.

Sumber rumaysho.com/3561-bantahan-untuk-orang-musyrik-3-patung-orang-musyrik-hanya-sebagai-perantara.html

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian