โ˜๐Ÿป๐Ÿ“Œ๐Ÿ’กโœ… Agar Tidak Tertipu dengan Dunia

Syaikh Zaid bin Muhammad al-Madkhali rahimahullah berkata:

"Hendaklah orang yang tertipu (dengan dunia) mengetahui secara yakin bahwa dia akan meninggalkan dunia ini, dan hubungan-hubungan semu antara dirinya dengan dunia akan terputus. Hal itu terjadi ketika nyawa telah sampai di kerongkongan. Orang-orang tercinta sedang menunggu, sementara Allah lebih dekat dengannya dibandingkan mereka, namun mereka tidak melihat."
๐Ÿ“š Syarh al-Qashidah al-Haaโ€™iyyah hlm. 28

Kalimat ini adalah peringatan yang sangat kuat bagi setiap orang yang tertipu dengan gemerlap dunia. Dunia, seindah apapun wujudnya, hanyalah fana dan sementara. Betapa banyak manusia yang mengejar dunia seakan mereka akan hidup selama-lamanya, padahal dunia itu pasti akan ditinggalkan.

Ketika nyawa telah mencapai kerongkongan, saat-saat terakhir manusia di dunia, maka segala yang ia banggakan dan cintai akan hilang manfaatnya. Harta yang dikumpulkan, jabatan yang dipertahankan mati-matian, popularitas, pengaruh, bahkan keluarga dan sahabat karib โ€” semuanya akan ditinggalkan. Tidak ada yang ikut bersamanya ke alam kubur selain amalnya.

Bahwa hubungan kita dengan dunia ini adalah hubungan semu. Dunia bersifat sementara dan menipu. Allah Ta'ala telah berfirman:

"Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu."
๐Ÿ“– (QS. Ali 'Imran: 185)

Betapa banyak manusia yang rela melalaikan shalat, menunda taubat, memutus silaturahmi, bahkan menzalimi orang lain hanya demi ambisi dunia. Tapi, pada akhirnya, ketika ruh telah sampai di kerongkongan, semua akan sadar: ternyata dunia tidak ada artinya.

Pada saat itu, kerabat dan sahabat hanya bisa menatap โ€” tak mampu berbuat apa-apa. Mereka berdiri menunggu, menangis, panik. Tapi yang paling dekat adalah Allah. Dialah yang mengutus malaikat-Nya untuk mencabut nyawa, menghisab amal, dan menentukan akhir kehidupan hamba-Nya.

Syaikh menyampaikan dengan sangat dalam: "Allah lebih dekat kepadanya daripada mereka, tetapi mereka tidak melihat." Inilah hakikat kematian yang sering kita lupakan. Kita merasa dunia ini nyata dan kekal, padahal yang paling nyata adalah akhirat.

๐Ÿ“Œ Maka, Apa Yang Harus Dilakukan?
Jangan tertipu oleh dunia. Gunakan nikmat dunia untuk mencari akhirat.

Ingat kematian, karena itu memotong angan-angan dan menahan syahwat.

Jaga hubungan dengan Allah lebih daripada hubungan dengan manusia.

Bangun amal shalih, karena hanya itu yang akan menemani kita saat sepi di kubur nanti.

๐Ÿ“Œ Perkataan Syaikh Zaid rahimahullah ini menyadarkan kita untuk segera kembali kepada Allah. Dunia hanyalah alat, bukan tujuan. Jangan sampai kita menjadi orang yang baru sadar saat ruh sudah di tenggorokan. Saat itu, penyesalan tidak berguna.

Karena itu, sebelum terlambat, marilah kita hidup dengan tujuan akhirat, bukan sekadar mengejar bayang-bayang dunia. Sebab dunia akan kita tinggalkan, dan hanya amal yang akan bersama kita selamanya.

Wallahu A'lam Bishawab

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian