
TENANGLAH WAHAI JIWA YANG LETIH! SURGA MENANTIMU
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Ketika sudah masuk kedalam surga maka sudah tiada lagi kematian, kesedihan, kegundahan, bahkan dikatakan oleh sebagian ulama, kalau ahlu surga tersebut tidak pernah tidur karena tidur termasuk saudara iparnya kematian, dan biasanya tidaklah seseorang itu tertidur melainkan setelah merasa kecapaian, sedangkan didalam surga tidak ada rasa letih dan lelah. Allah ta’ala berfirman:
وَقَالُواْ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِيٓ أَذۡهَبَ عَنَّا ٱلۡحَزَنَۖ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٞ شَكُورٌ ٣٤ ٱلَّذِيٓ أَحَلَّنَا دَارَ ٱلۡمُقَامَةِ مِن فَضۡلِهِۦ لَا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٞ وَلَا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٞ [ فاطر: 34-35]
“Dan mereka berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampum lagi Maha Mensyukuri. Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; didalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu”. [Faathir/35: 34-35].
Dalam shahih Muslim dibawakan sebuah hadits dari Abu Sa’id al-Khudri dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulallah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يُنَادِى مُنَادٍ إِنَّ لَكُمْ أَنْ تَصِحُّوا فَلاَ تَسْقَمُوا أَبَدًا وَإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَحْيَوْا فَلاَ تَمُوتُوا أَبَدًا وَإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَشِبُّوا فَلاَ تَهْرَمُوا أَبَدًا وَإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَنْعَمُوا فَلاَ تَبْتَئِسُوا أَبَدًا فَذَلِكَ قَوْلُهُ عَزَّ وَجَلَّ (وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ) [أخرجه مسلم]
“(kelak pada hari kiamat) ada seorang yang menyeru: ‘Sesungguhnya kalian selalu dalam keadaan sehat bugar tidak pernah terkena penyakit selama-lamanya. Sesungguhnya kalian akan hidup tanpa pernah mati selamanya. Sesungguhnya kalian akan menjadi muda dan tidak pernah tua selama-lamanya, dan sesungguhnya kalian akan diberi nikmat yang tidak pernah berhenti selama-lamanya, itulah maksud firman Allah ta’ala:
وَنُودُوٓاْ أَن تِلۡكُمُ ٱلۡجَنَّةُ أُورِثۡتُمُوهَا بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ [الأعراف : 43]
“Dan diserukan kepada mereka: “ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan”. (al-A’raaf/7: 43). [HR Muslim no: 2837].
Referensi : almanhaj.or.id/56697-menengok-indahnya-surga-dan-ngerinya-neraka.html
Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us