MENGGANTUNGKAN AYAT - AYAT AL QUR`AN DI DINDING
Oleh : Ustadz Abu Ghozie As Sundawie


Syaikh Fuad bin Abdul Aziz as Syalhub hafidzahullah berkata dalam Kitabul Adab halaman 37-38 :

انتشر في كثيرٍ من البيوتات تعليق بعض السور أو الآيات على جدران الغرف والممرات، منهم من علقها تبركاً ومنهم تجملاً . وبعضهم زيَّن بها محله (التجاري) وانتقى (مميليه) آيات تناسب المقام !، ومنهم من علقه في سيارته إما حرزاً أو تبركاً، وبعضهم يقول: تذكراً ! .

Banyak sekali kita lihat di beberapa rumah yang menggantungkan sebagian surat atau ayat-ayat Al Quran, baik di dinding, kamar, atau lorong-lorong rumah. Sebagian mereka melakukan itu karena Tabaruk dan sebagian lain hiasan. Bahkan sebagian orang melakukan itu karena menghiasi tokonya dan memilih beberapa ayat yang dianggap sesuai. Diantara orang menggantungkannya didalam mobilnya sebagai penolong dan tabarruk. Sebagian mereka berkata, “Ini untuk mengingatkan”.

أن في ذلك تعريض آيات الله للامتهان والأذى عند نقلها من مكان إلى مكان ونحو ذلك.

Bahwasanya menggantungkan ayat-ayat Al Quran akan membuat ayat itu terhina dan terganggu ketika kita memindahkannya dari suatu tempat ke tempat lain

ثم قالت اللجنة الدائمة: وبالجملة إغلاق باب الشر والسير على ما كان عليه أئمة الهدى في القرون الأولى التي شهد لها النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بالخيرية أسلم للمسلمين في عقائدهم وسائر أحكام دينهم من ابتداع بدع لا يدرى مدى ما تنتهي إليه من الشر

Kemudian al Lajnah ad Daaimah berkata, “Secara umum, menutup pintu keburukan dan meniti jalan yang telah ditempuh oleh para Imam yang mendapat petunjuk dimasa masa awal yang di rekomendasikan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam dengan kebaikan itu agar kaum muslimin lebih selamat dalam hal aqidah mereka dan seluruh hukum agama mereka dari perbuatan bd’ah yang dia tidak tahu sejauh mana bid’ah itu akan menuju keburukan. (Fatwa no 2078 jilid 4 hal. 30-33)



Baca selengkapnya di : abughozie.com/?p=1231

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian