📎 Apa Yang Telah Engkau Lakukan?

Abu Hurairah radiallahuanhu berkata:

"Bila seorang meninggal dunia maka Malaikat akan mengatakan: Apa yang telah dia lakukan berupa amalan?
Sedangkan manusia mengatakan: Apa yang telah dia tinggalkan (berupa harta)?".

📘 (Al Mushannaf karya Ibnu Abi Syaibah: 35851, Az Zuhud karya Abu Dawud: 282)


Kematian adalah suatu kepastian. Tidak ada satu pun manusia yang dapat menghindarinya, sebagaimana firman Allah:

"Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Maka barang siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh ia telah beruntung. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu."
(QS. Ali ‘Imran: 185)

Ketika seseorang meninggal dunia, dua jenis pertanyaan akan muncul. Malaikat akan bertanya, "Apa yang telah dia lakukan?"—yakni tentang amal ibadah dan kebaikan yang dia tinggalkan di dunia. Sedangkan manusia yang masih hidup akan bertanya, "Apa yang telah dia tinggalkan?"—yakni tentang harta, warisan, dan kekayaan yang ditinggalkan untuk ahli warisnya.

Hadis ini menggambarkan dengan jelas perbedaan cara pandang antara dunia dan akhirat. Manusia sering kali lebih fokus pada peninggalan materi seseorang setelah kematiannya—berapa banyak hartanya, siapa yang akan mewarisinya, atau bagaimana asetnya akan dikelola. Namun, bagi para malaikat, yang lebih penting adalah amalan yang telah dikerjakan oleh orang tersebut selama hidupnya.

Rasulullah ï·º bersabda:

"Apabila seorang manusia meninggal dunia, terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya."
(HR. Muslim)

Hadis ini mengingatkan kita bahwa setelah kematian, yang benar-benar bermanfaat bagi kita adalah amal-amal shalih yang telah kita lakukan. Kekayaan, jabatan, dan popularitas tidak akan menyelamatkan kita di akhirat kecuali jika telah digunakan dalam kebaikan.

Maka dari itu, selagi masih hidup, kita harus mempersiapkan jawaban atas pertanyaan malaikat:
✅ Apakah kita sudah menjaga shalat dengan khusyuk dan tepat waktu?
✅ Apakah kita sudah bersedekah dengan ikhlas?
✅ Apakah kita sudah berbakti kepada orang tua?
✅ Apakah kita sudah menjaga lisan dari ghibah dan fitnah?
✅ Apakah kita sudah memanfaatkan harta untuk jalan Allah?

Dunia hanyalah tempat persinggahan, sedangkan akhirat adalah tempat tinggal yang kekal. Maka, jangan sampai kita terlena dengan urusan dunia sehingga melupakan bekal untuk akhirat. Jangan sampai ketika kematian datang, kita baru menyadari bahwa kita terlalu sibuk mengumpulkan harta, sementara amalan shalih kita sedikit dan tidak cukup untuk menyelamatkan kita dari siksa Allah.

Mari kita tanyakan kepada diri kita sendiri sebelum ditanya oleh malaikat: "Apa yang telah aku lakukan untuk akhiratku?" Semoga Allah memberikan taufik kepada kita semua untuk selalu memperbanyak amal shalih sebelum ajal menjemput. Aamiin.
Wallahu A'lam Bishawab

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian