
โ๐ปโ ๏ธ๐ข๐ KEDUDUKAN DOSA DI SISI SEORANG MUKMIN
โ๐ป Abdullah bin Masโudย ย radhiyallahu anhu memberikan nasihat,
ุฅููู ุงููู
ูุคูู
ููู ููุฑูู ุฐููููุจููู ููุฃูููููู ููุงุนูุฏู ุชูุญูุชู ุฌูุจููู ููุฎูุงูู ุฃูู ููููุนู ุนูููููููุ ููุฅูููู ุงููููุงุฌูุฑู ููุฑูู ุฐููููุจููู ููุฐูุจูุงุจู ู
ูุฑูู ุนููู ุฃููููููู ููููุงูู ุจููู ููููุฐูุง
โSeorang mukmin melihat dosa-dosanya laksana dia duduk di bawah gunung dan selalu khawatir kalau gunung itu akan menimpanya. Adapun orang durhaka melihat dosa-dosanya seperti lalat yang hinggap di hidungnya lalu dia halau dengan tangannya (seraya mengibaskan tangannya di atas hidungnya).โ
๐ Shahih al-Bukhariย no. 6025
Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu anhu memberikan sebuah perumpamaan yang sangat mendalam tentang bagaimana seorang mukmin seharusnya memandang dosa-dosanya. Beliau berkata bahwa seorang mukmin melihat dosa-dosanya seperti seseorang yang duduk di bawah sebuah gunung besar, yang selalu khawatir gunung itu akan menimpanya. Artinya, seorang mukmin merasa sangat takut dan khawatir dengan dosa-dosanya. Setiap kali dia berbuat dosa, dia merasa beban yang berat dan segera ingin bertobat, tidak ingin terperangkap dalam akibat dosa tersebut.
Sebaliknya, orang yang durhaka atau fasiq melihat dosa-dosanya seakan-akan itu hanyalah masalah kecil, seperti lalat yang hinggap di hidungnya. Dia hanya mengibasnya dengan tangan tanpa merasa ada dampak atau bahaya dari perbuatannya. Inilah gambaran orang yang tidak peduli dengan dosa-dosanya, yang tidak merasa takut dan menanggapi dosa dengan enteng.
Kedudukan dosa di sisi seorang mukmin sangat penting. Seorang mukmin harus senantiasa merasa takut dan khawatir terhadap dosa-dosanya, karena dosa bisa mendekatkan kita pada kehancuran dan jauh dari rahmat Allah. Oleh karena itu, dalam pandangan seorang mukmin, setiap dosa harus dianggap serius, meski sekecil apapun. Hal ini mencerminkan keikhlasan dan keseriusan dalam menjalankan agama.
Sebaliknya, orang yang durhaka atau lalai terhadap dosa-dosanya, akan terus terjebak dalam kelalaian dan mungkin akan menganggap dosa itu bukanlah suatu masalah besar, sehingga mereka tidak segera bertaubat atau memperbaiki diri. Oleh karena itu, seorang mukmin harus selalu waspada terhadap dosa, menjaga hatinya, dan segera bertaubat setiap kali terjatuh dalam kesalahan, karena Allah Subhanahu wa Ta'ala sangat dekat dengan hamba-Nya yang bertobat dan kembali kepada-Nya.
Inilah yang seharusnya menjadi pandangan kita terhadap dosaโselalu khawatir, selalu merasa bahwa kita perlu memohon ampunan kepada Allah, dan tidak pernah merasa aman dari murka-Nya.
Wallahu A'lam Bishawab
Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us