
KESABARAN DALAM BENANG TALI RAJUT PERNIKAHAN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Yaitu; sebaiknya bagi kalian para suami untuk mempertahankan para istri anda meskipun anda tidak menyukainya, karena yang demikian itu terdapat kebaikan yang banyak, di antaranya sebagai bentuk pengamalan dari perintah Allah, menerima wasiat-Nya yang mengandung kebahagiaan dunia akherat.
Memaksakan diri untuk mempertahankannya –meskipun ia tidak mencintainya- termasuk mujahadatus nafs (berjihad dengan dirinya sendiri) dan akhlak yang baik. Bisa jadi nantinya kebencian akan berubah sebagai rasa cinta seperti realita yang terjadi. Dan bisa jadi keduanya dikaruniai anak yang sholeh yang akan memberikan manfaat kepada kedua orang tuanya di dunia dan akhirat. Semua itu bisa terjadi kalau dia mempertahankannya tapi jika tidak ada sesuatu yang membahayakan.
Namun jika ternyata harus berpisah dan tidak mungkin dipertahankan lagi, maka mempertahankannya tidak lah menjadi suatu kewajiban. (Tafsir as Sa’di: 172).
Imam Muslim (1469) meriwayatkan dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu- berkata: Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
( لَا يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً ، إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ( .
“Tidaklah seorang mukmin laki-laki membenci mukmin perempuan, jika dia membencinya kareka akhlaknya maka dia akan menyetujuinya dari sisi yang lainnya”.
Imam Nawawi –rahimahullah- berkata:
“Bahwa sebaiknya hendaknya seorang suami tidak membencinya; karena jika dia mendapati akhlaknya yang dibenci, dia akan mendapatkan sisi akhlak yang lain yang diridhoinya, mungkin saja buruk akhlaknya tapi dia taat beragama, cantik, menjaga kehormatan dirinya, setia kepadanya atau yang lainnya”.
Baca selengkapnya
Sumber: islamqa.info/id/answers/220252/apakah-diwajibkan-untuk-menumbuhkan-rasa-cinta-antara-suami-istri
Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us