BERSIN TAPI TIDAK MENGUCAPKAN "ALHAMDULILLAH"
➖➖➖➖➖

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, dia berkata,

عطس رجلان عند النبي صلى الله عليه وسلم فشمت أحدهما ولم يشمت الآخر فقال شمت هذا ولم تشمتني قال إن هذا حمد الله ولم تحمده

“Ada dua orang yang bersin di sisi Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Salah satunya didoakan, sementara yang lainnya tidak didoakan. Orang yang tidak didoakan itu bertanya, ‘Wahai Rasulullah, mengapa engkau mendoakan dia tetapi tidak mendoakan aku?’ Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, ‘Orang ini memuji Allah (mengucapkan Alhamdulillah), sedangkan engkau tidak memuji Allah.`” (HR. Bukhari)

Di sini, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan penjelasan kepada orang yang bersin namun tidak didoakan. Ini mengajarkan kita pentingnya memberi penjelasan dalam kondisi yang mungkin menimbulkan kesalahpahaman atau prasangka buruk. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjelaskan bahwa orang yang memuji Allah setelah bersin didoakan, sedangkan yang tidak memuji Allah tidak didoakan.

Permasalahannya sekarang, jika seseorang bersin tetapi tidak mengucapkan “Alhamdulillah,” apa yang harus dilakukan? Apakah orang tersebut perlu diingatkan? Para ulama memiliki dua pendapat. Pendapat pertama mengatakan bahwa tidak perlu mengingatkan, sebagaimana Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak mengingatkan orang yang bersin tetapi tidak memuji Allah dalam hadits tersebut. Pendapat kedua menyatakan bahwa orang tersebut perlu diingatkan, terutama jika dia tidak pernah diajari untuk mengucapkan “Alhamdulillah” setelah bersin. Misalnya, dia dibesarkan dalam lingkungan yang tidak menanamkan kebiasaan ini. Jika orang tersebut lupa, maka tidak perlu diingatkan secara langsung, agar dia dapat menyadari sendiri.


sumber : www.radiorodja.com/54489-bersin-namun-tidak-mengucapkan-alhamdulillah/

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian