
πΉπΈπ·π Berprasangka Baik
Qatadah rahimahullah berkata:
"Demi Allah, sungguh Allah telah mengagungkan kehormatan seorang muslim. Oleh karena itu, Allah melarangmu berprasangka kepada saudaramu kecuali dengan prasangka yang baik."
π At-Taubikh wa at-Tanbih hlm. 229
Perkataan penuh hikmah ini mengajarkan satu adab besar dalam Islam, yaitu husnuzhan β berprasangka baik kepada sesama muslim. Allah Ta'ala memuliakan kehormatan seorang mukmin, sehingga menjaga prasangka adalah bagian dari menjaga kehormatan itu.
Islam membangun masyarakatnya di atas landasan saling percaya, saling menghormati, dan saling memuliakan. Salah satu racun yang menghancurkan ukhuwah (persaudaraan) adalah su'uzhan β prasangka buruk. Karena itulah, Islam tegas melarangnya.
Allah berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak dari prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa..."
π (QS. Al-Hujurat: 12)
Prasangka buruk tidak hanya mencemari hati, tetapi juga mendorong lidah untuk berkata buruk dan tangan untuk berbuat dzalim. Betapa banyak permusuhan, perpecahan, bahkan pertumpahan darah, bermula dari prasangka buruk.
Menegaskan bahwa Allah melarangmu berprasangka kepada saudaramu kecuali dengan prasangka yang baik. Ini artinya, kita diwajibkan untuk mencari alasan positif atas sikap saudara kita, tidak tergesa-gesa menuduh atau mencurigai.
πΉ Jika engkau melihat saudaramu lambat menunaikan hakmu, berprasangka baiklah bahwa ia mungkin sedang sibuk atau lupa.
πΉ Jika engkau mendengar kabar buruk tentang saudaramu, berprasangka baiklah bahwa itu mungkin fitnah atau salah paham.
πΉ Jika engkau melihat saudaramu melakukan sesuatu yang tampak salah, berprasangka baiklah bahwa ia punya alasan yang tidak kau ketahui.
π Mengapa Harus Husnuzhan?
Karena Allah memerintahkannya.
Berprasangka baik adalah wujud ketaatan kepada Allah.
Karena itu menjaga persaudaraan.
Tanpa husnuzhan, ukhuwah Islamiyyah akan rapuh dan mudah rusak.
Karena manusia punya kekurangan.
Kita semua punya aib dan kesalahan. Membuka pintu prasangka buruk berarti membuka pintu saling mencela dan membenci.
π Bagaimana Melatih Husnuzhan?
Sibukkan diri sendiri dengan introspeksi, bukan mencari-cari kesalahan orang lain.
Carilah alasan yang baik untuk setiap perilaku orang lain.
Jika mendengar berita buruk, tahan lisan dan tabayun (klarifikasi).
Ingatkan diri sendiri: sebagaimana aku ingin orang lain berprasangka baik kepadaku, aku juga wajib berprasangka baik kepada mereka.
π Perkataan ini sederhana tapi dalam maknanya. Ia mengajarkan kita untuk memelihara hati dari kotoran prasangka buruk dan mengisi hati dengan kasih sayang terhadap sesama muslim. Karena, menjaga prasangka baik bukan hanya menjaga hubungan antar manusia, tapi juga menjaga hubungan kita dengan Allah.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang bersih hati dan mulia akhlaknya, yang menjaga kehormatan saudaranya dengan prasangka baik.
Wallahu A'lam Bishawab
Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us