N.A.S.I.H.A.T.

by abun*nada
Pada umumnya, ketika kita menyampaikan nasihat, tujuan kita baik. Akan tetapi, apa yang kita pandang baik, belum tentu pasti diterima. Kenapa? 

Pertama, semua tergantung pada perkenan Allah Ta`ala. Allah yang membolak-balikkan hati hamba-Nya. Setelah itu, ada banyak sebabnya. Bisa karena pendekatan dan cara menyampaikan nasihat yang kurang tepat, bisa karena pesan yang kita sampaikan tidak tertangkap dengan baik, dan sebab-sebab lainnya. Termasuk karena kita tergesa ingin nasihat kita langsung diterima.

Kata Allah, manusia memang suka tergesa. Mereka meminta keburukan seperti halnya meminta kebaikan. (lihat QS. Al-Isra: 11) Apa yang diminta maunya langsung dikabulkan. Padahal, kalau Allah langsung kabulkan, niscaya mereka akan binasa. (lihat Tafsir Ibnu Katsir dan Al-Baghawi).

Banyak hal yang tidak kita ketahui hakikatnya. Kita sangka baik, ternyata buruk. Atau sebaliknya. Sedangkan Allah Maha Mengetahui segala-galanya. Oleh karena itu, ketika hendak melakukan ikhtiar apa pun, kita diajari untuk tawakal, menyandarkan urusan kepada Allah Ta`ala. 

Ketika kita menyandarkan ikhtiar pada perkenan Allah Ta`ala, maka sudah semestinya kita tempuh jalan yang diridhai-Nya. Sebab, segala sesuatu yang sejalan dengan perkenan Allah, pasti terdapat maslahat di dalamnya. 

Sebagaimana Nabi Musa ketika dikejar Fir`aun dan bala tentaranya. Beliau terjepit di tepi Laut Merah. Lalu, Allah suruh Nabi Musa memukulkan tongkat ke samudera. Jika kita yang berada di posisi Nabi Musa, mungkin kita akan menganalisa perintah itu dan mengkritisinya: "apa manfaatnya memukulkan tongkat ke samudera?"

Akan tetapi, Nabi Musa mendahulukan iman dan kepatuhannya pada Allah Ta`ala. Beliau pukulkan tongkatnya, dan terbukalah jalan keluar yang sama sekali tak terduga. 

Semoga kita bisa mengambil pelajaran. Tunduk pada petunjuk Allah adalah jalan kemenangan. Allahul Musta`an....

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian