DUDUK BERSILA SAAT SHOLAT BAGI ORANG YANG SEDANG SAKIT
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

عن عائشة رضي الله عنها قالت: رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم يصلِّي متربِّعًا.
[صحيح] - [رواه النسائي]

Dari Aisyah -raḍiyallāhu `anhā- ia berkata, "Aku pernah melihat Rasulullah -ṣallallāhu `alaihi wa sallam- salat dengan duduk bersila."
[Hadis sahih] - [Diriwayatkan oleh Nasā`i]

Uraian
At-Tarabbu` (duduk bersila) adalah meletakkan bagian dalam telapak kaki kanan di bawah paha kiri dan bagian dalam telapak kaki kiri di bawah paha kanan, dan duduk di atas pantat. Nabi -ṣallallāhu `alaihi wa sallam- melakukan ini ketika beliau habis jatuh dari kuda dan telapak kaki beliau cidera. Apabila orang yang menunaikan salat wajib tidak mampu berdiri, ia dianjurkan (disunahkan) salat dengan duduk bersila. Kondisi duduknya seperti ini adalah menggantikan posisi berdiri. Adapun kondisi duduk di antara dua sujud dan duduk tasyahud, maka ia disunahkan duduk iftirasy di tasyahud awal, dan tawarruk di tasyahud akhir. Cara-cara ini merupakan sunah dan keutamaan. andai orang yang salat tidak menggunakan cara ini dan duduk dengan selain model yang telah disebutkan, itu sudah mencukupinya. Sebab, yang dituntut adalah duduk untuk tasyahud, sedang cara-cara ini di luar kewajiban.

Faedah Hadis:

1. Disunnahkan bagi orang yang tidak mampu berdiri dalam sholat untuk duduk bersila (mutarabbian).
2. Kemudahan dan keleluasaan dalam syariat Islam, karena siapa pun yang tidak mampu berdiri, maka ia boleh sholat dalam keadaan duduk. Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya.
3. Nabi ﷺ adalah manusia sebagaimana manusia lainnya, yang mengalami apa yang juga dialami oleh manusia lainnya, seperti kelelahan, kelemahan, dan sakit.


sumber: hadeethenc.com/id/browse/hadith/10929


Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian