
SETELAH BERWUDHU DENGAN AIR HANGAT DISAAT CUACA DINGIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Dalam kehidupan sehari-hari, ibadah berwudhu merupakan salah satu amalan yang sangat penting bagi setiap muslim. Wudhu tidak hanya menjadi syarat sahnya shalat, tetapi juga merupakan penyuci diri dari hadas kecil. Biasanya, kita melakukan wudhu dengan air dingin atau suhu normal. Namun, bagaimana jika cuaca sangat dingin? Bolehkah berwudhu dengan air hangat?
Terdapat kisah dari seorang sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang menunjukkan kebolehan berwudhu dengan air hangat. Yazid Maula Salamah rahimahullah mengisahkan,
أَنَّ سَلَمَةَ كَانَ يُسَخَّنُ لَهُ الْمَاءُ فَيَتَوَضَّأُ بِهِ
“Dahulu Salamah bin Al-akwa’ radhiyallahu ‘anhu pernah meminta dipanaskan air lalu beliau berwudhu dengan air tersebut (saat cuaca dingin).” Mushonnaf Ibni Abi Syaibah 1/31
Kisah ini menunjukkan bahwa dalam kondisi tertentu, seperti ketika cuaca sangat dingin, menggunakan air hangat untuk berwudhu dibolehkan. Salamah bin Al-Akwa’ radhiyallahu anhu, salah seorang sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, meminta air dipanaskan agar lebih nyaman ketika berwudhu di cuaca dingin. Hal ini menunjukkan bahwa syariat Islam memberikan kelonggaran kepada umatnya dalam beribadah sesuai kondisi yang ada.
Secara umum, syarat sahnya wudhu adalah menggunakan air yang suci dan menyucikan (air mutlak), seperti air hujan, air sumur, air sungai, air laut, atau air mata air. Tidak ada syarat yang mengharuskan air tersebut dingin. Oleh karena itu, air hangat yang tetap memenuhi kriteria air mutlak dapat digunakan sebagai sarana untuk berwudhu.
Para ulama sepakat bahwa berwudhu dengan air hangat diperbolehkan selama air tersebut tetap dianggap suci dan menyucikan. Dalam kondisi tertentu, menggunakan air hangat bahkan bisa menjadi lebih utama, seperti saat cuaca ekstrem atau ketika seseorang sakit dan tidak bisa tahan dengan air dingin
Lihat selengkapnya di: salafytemanggung.com/berwudhu-dengan-air-hangat/
Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us