πŸ’πŸŒ»πŸŒΉπŸŒ· Hakikat Bertetangga yang Baik

✍🏼 Imam Amir bin Syarahil asy-Sya'bi rahimahullah berkata:

"Bertetangga dengan baik bukan sebatas Anda tidak mengganggu tetangga. Akan tetapi, bertetangga yang baik adalah Anda bersabar terhadap gangguan tetangga."
πŸ“š Tahdzibul Kamal, jilid 14 hlm. 38

Perkataan ini membawa kita untuk memahami makna husnul jiwar β€” berbuat baik kepada tetangga β€” dari sudut pandang yang lebih dalam dan mulia. Sebagian orang mengira bahwa asal ia tidak mengganggu tetangganya, maka ia sudah termasuk tetangga yang baik. Padahal menurut salafus shalih, standar kebaikan kepada tetangga tidak cukup hanya dengan β€œtidak mengganggu”.

Bahwa hakikat bertetangga yang baik adalah bersabar atas gangguan tetangga. Ini adalah maqam yang lebih tinggi dari sekadar menahan lisan dan tangan dari menyakiti. Ia menunjukkan kelapangan dada, keteguhan iman, dan pengendalian diri yang luar biasa.

πŸ“Œ Realita Kehidupan Bertetangga
Hidup bertetangga pasti tidak lepas dari gesekan. Terkadang ada suara berisik, parkir sembarangan, anak-anak yang mengganggu, atau sikap yang tidak menyenangkan lainnya. Namun semua itu adalah bagian dari ujian dalam interaksi sosial. Maka, siapa yang ingin mendapatkan pahala dan kedudukan mulia di sisi Allah, hendaknya ia bersabar dan membalas gangguan dengan kebaikan.

Rasulullah ο·Ί bersabda:

"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya."
πŸ“– (HR. Bukhari dan Muslim)

Memuliakan tetangga tidak hanya dengan memberi hadiah atau sapaan hangat, tetapi juga dengan menahan diri dari membalas keburukannya, serta terus menunaikan hak-haknya.

πŸ“Œ Sabar Itu Kunci
Sabar terhadap gangguan tetangga bukan tanda kelemahan, tapi justru tanda kekuatan jiwa dan keutamaan akhlak. Allah mencintai orang-orang yang sabar, dan salah satu bentuk sabar itu adalah menahan diri dari marah dan dendam terhadap sesama manusia, khususnya mereka yang dekat dalam kehidupan, seperti tetangga.

"Orang yang paling agung kedudukannya di sisi Allah adalah yang paling banyak bersabar atas gangguan manusia."

Maka bersabarlah. Mungkin gangguan itu hanya sepele, tapi dengan sabar, kita dapat memadamkan api permusuhan dan menyalakan cahaya kasih sayang.

πŸ“Œ Hakikat bertetangga yang baik bukan hanya diam dan menjauhkan diri dari konflik, tetapi juga bersabar atas gangguan yang mungkin datang. Itulah ajaran Islam yang luhur dan penuh rahmat. Semoga Allah menghiasi hati kita dengan akhlak sabar dan menjadikan kita tetangga yang membawa ketentraman, bukan ketegangan.

Wallahu A'lam Bishawab

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian