Fiqh Jum'at :
MANA YANG LEBIH DIUTAMAKAN, MEMBACA AL-QUR’AN ATAU MEMPERBANYAK SHOLAT SUNNAH MUTLAK, SAMBIL MENUNGGU DATANGNYA IMAM UNTUK KHUTBAH JUM'AT ?

Dalam masalah ini, As-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin rohimahulloh memberikan penjelasan berikut ini :

“Dalam pandangan kami, ada dua roka’at sholat sunnah yang seharusnya dilaksanakan, yaitu sholat Tahiyyatul Masjid (yakni sholat dua rakaat sebelum seseorang duduk di dalam masjid, dan ini lebih didahulukan, sebelum melakukan amalan yang lainnya).

Adapun untuk sholat sunnah yang lainnya, hendaknya seseorang itu memperhatikan, manakah yang lebih baik bagi dirinya.

Jika anda berada di suatu masjid yang penuh sesak dengan manusia, dan banyak orang yang berlalu lalang di depan anda, maka jelas sekali dalam kondisi seperti ini membaca Al-Qur’an adalah lebih khusyu’ bagi seseorang dan lebih bermanfaat.

Tetapi jika anda berada di suatu tempat yang bebas dari gangguan, maka tidak diragukan lagi bahwa sholat sunnah itu lebih utama dibandingkan dengan membaca Al-Qur’an.

Karena sholat itu menggabungkan antara membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdoa, berdiri, ruku’ dan sujud.

Jadi, sholat itu merupakan salah satu diantara taman-tamannya peribadatan kepada Alloh subhanahu wa ta’ala, sehingga dia itu lebih utama bila dibandingkan dengan ibadah yang lainnya.

Oleh karena itulah, ketika ditanya tentang salah satu permasalahan ilmu, Al-Imam Ahmad bin Hambal rohimahulloh menegaskan :

“Lihatlah, mana yang lebih bagus bagi hatimu, maka lakukanlah hal itu !”

Ini adalah merupakan kalimat yang agung. Namun juga tidak ada keraguan, bahwa maksud Imam Ahmad rohimahulloh dengan kalimat tersebut hanyalah ketika tidak ada dalil yang menunjukkan, mana yang lebih utama (dari dua atau lebih permasahan).

Adapun jika ada dalil yang menunjukkan suatu hal (yakni keutamaan suatu amal tertentu), maka bagaimanapun (keadaannya), yang menjadi pegangan (landasan suatu amalan) itu adalah Firman Alloh Azza wa Jalla, dan sabda Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam (yakni mengikuti dalil tersebut) !”

( As-Syarhul Mumti’ (5/104), karya Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin rohimahullh)

Semoga Alloh subhanahu wa ta'ala senantiasa memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita semua, untuk selalu melakukan ibadah kepada-Nya dengan penuh Istiqomah dan sesuai Sunnah Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam .....

Nas-alulloha At-Taufiq wal Istiqomah .....

Surabaya , Jum'at pagi yg sejuk, 20 Robi'ul Awal 1445 H / 6 Oktober 2023 M

✍ Akhukum fillah, Abu Abdirrohman Yoyok WN Sby

Silahkan joint pada channel telegram kami :

t.me/fawaidabuabdirrahman

Atau, untuk materi dakwah BIMBINGAN MERAWAT JENASAH SESUAI SUNNAH , silahkan joint di telegram kami :

t.me/joinchat/AAAAAEuSTvJlbMh4YnPPvw

Semoga bermanfaat bagi kita semuanya.

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian