
📎 Hakekat Tawadhu`
Dikatakan kepada Fudhail bin `Iyadh rahimahullah: Apa itu tawadhu`? Beliau menjawab: Engkau tunduk kepada kebenaran.
📘 (Siyar A`lam Nubala` 8/434)
Hakekat tawadhu’ adalah sebuah sikap hati yang sangat penting dalam ajaran Islam. Tawadhu’ bukan sekadar sikap rendah hati atau merendahkan diri di hadapan orang lain, melainkan ia lebih dalam daripada itu. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Fudhail bin `Iyadh rahimahullah, tawadhu’ itu adalah "engkau tunduk kepada kebenaran."
Pernyataan beliau ini menggambarkan bahwa tawadhu’ yang sebenarnya adalah kesiapan untuk menerima dan mengikuti kebenaran, meskipun datangnya dari pihak yang lebih rendah kedudukannya atau dari orang yang tidak kita anggap memiliki status sosial yang lebih tinggi. Ketundukan terhadap kebenaran ini adalah bentuk kerendahan hati yang sejati, yang tidak melihat kedudukan, status, atau jabatan seseorang, tetapi lebih kepada kualitas dan kebenaran dari apa yang disampaikan.
Sifat tawadhu’ dalam Islam bukan hanya mengajarkan kita untuk rendah hati di hadapan sesama, tetapi juga untuk selalu membuka hati dan pikiran kita dalam menerima kebenaran, tanpa rasa malu atau sombong. Dalam hal ini, seseorang yang tawadhu’ tidak akan merasa superior atau lebih baik dari orang lain. Mereka akan menghargai dan mengakui kebenaran meskipun datang dari siapa pun, selama itu sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya.
Tawadhu’ juga mengajarkan kita untuk tidak merasa lebih tinggi dari orang lain karena amal perbuatan kita, ilmu yang kita miliki, atau kedudukan yang kita raih. Semua itu adalah anugerah dari Allah, dan kita tidak memiliki alasan untuk menyombongkan diri. Bahkan, Rasulullah ﷺ dalam sabdanya menyebutkan bahwa orang yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa, bukan yang paling kaya atau paling berkuasa.
Allah Subhanahu wa ta'ala dalam Al-Qur’an juga mengingatkan kita untuk menjauhi sifat sombong dan angkuh. Dalam Surah Luqman ayat 18, Allah berfirman "Dan janganlah engkau memalingkan wajahmu dari manusia karena sombong, dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri."
Ayat ini menunjukkan bahwa kerendahan hati adalah ciri orang yang diridhai Allah, sedangkan kesombongan adalah sifat yang dibenci-Nya.
Oleh karena itu, tawadhu’ bukan hanya untuk berperilaku rendah hati dalam pergaulan sosial, tetapi juga dalam sikap kita terhadap ilmu, kebenaran, dan agama. Dengan sikap tawadhu’, kita dapat lebih mudah menerima koreksi, belajar dari kesalahan, dan terus memperbaiki diri. Orang yang tawadhu’ tidak akan merasa malu untuk mengakui kesalahannya dan berusaha untuk memperbaikinya.
Dalam konteks ini, mengajarkan kita bahwa hakekat tawadhu’ adalah lebih daripada sekadar berbicara tentang kerendahan hati. Tawadhu’ sejati adalah tentang kesiapan untuk menerima dan mengamalkan kebenaran dalam hidup kita, meskipun itu sulit atau tidak sesuai dengan keinginan pribadi kita.
Dengan demikian, tawadhu’ adalah bagian dari akhlak yang mulia dalam Islam yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sikap ini akan membawa kita lebih dekat kepada Allah dan membantu menciptakan hubungan yang harmonis dengan sesama. Orang yang tawadhu’ tidak hanya akan mendapatkan kemuliaan di sisi Allah, tetapi juga dihormati dan dicintai oleh manusia karena keikhlasan dan kesetiaannya pada kebenaran.
Wallahu A'lam Bishawab
Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us