Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

 
1

BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Rasulullah shallallahu `alaihi was salam bersabda:
Bertakwalah pada Allah dengan berbuat baik pada ibumu (karena bapak penanya sudah meninggal). Jika engkau berbuat baik padanya, maka statusnya adalah seperti berhaji, berumrah dan berjihad.
(HR. Ath-Thabrani)



layanan Ambulance MBISC
24 Jam Gratis Dalam Kota Surabaya
Sidoarjo & Gresik
(Syarat & ketentuan berlaku)
https://mbisc.my.id/ambulance*whatapp">mbisc.my.id/ambulance*whatapp">https://mbisc.my.id/ambulance*whatapp

Instagram
https://mbisc.my.id/instagram">mbisc.my.id/instagram">https://mbisc.my.id/instagram

Whatapp Group Dakwah
https://mbisc.my.id/gdmbisc">mbisc.my.id/gdmbisc">https://mbisc.my.id/gdmbisc

eTiket System
https://mbisc.my.id/tiketinfo/">mbisc.my.id/tiketinfo/">https://mbisc.my.id/tiketinfo/

Join Member
https://mbisc.my.id/joinus">mbisc.my.id/joinus">https://mbisc.my.id/joinus

Info
mbisc.my.id">https://mbisc.my.id

2fbd8022e4ca97a45ab27cb6bbd5d9c5


Aku melarangmu dari perbuatan mungkar sementara aku sendiri melakukannya
Dari Usamah bin Zaid Radhiyallahu anhu sesungguhnya ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Didatangkan seorang laki-laki di hari kiamat, lalu dilemparkan ke neraka, maka keluarlah isi perutnya dari rongganya di dalam neraka. Lalu ia berputar seperti berputarnya keledai dengan pemutar gandumnya. Maka penghuni neraka berkumpul atasnya seraya bertanya: "Wahai fulan, apa yang terjadi denganmu?. Bukankah engkau yang menyuruh kami berbuat ma'ruf dan melarang berbuat mungkar? Ia menjawab: "Aku menyuruh kalian berbuat yang ma'ruf namun aku sendiri tidak melakukannya, dan aku melarangmu dari perbuatan mungkar sementara aku sendiri melakukannya.'
(HR. al-Bukhari no. 3267, ini adalah lafazhnya, dan Muslim no. 2989)

e90a0e42d01e52894d09637ba81bd470


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

10. Katakanlah -wahai Rasul- kepada hamba-hamba-Ku yang beriman kepada-Ku dan kepada rasul-rasul-Ku, “Bertakwalah kalian kepada Rabb kalian dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Orang-orang yang membaguskan amal perbuatan di dunia akan mendapat balasan kebaikan di dunia berupa kemenangan, keselamatan dan harta kekayaan, dan di akhirat berupa surga. Bumi Allah itu luas, maka silahkan kalian berhijrah di sana sehingga kalian menemukan tempat yang baik untuk beribadah kepada Allah, tidak ada yang mengganggu kalian. Dan orang-orang yang sabar diberi balasan mereka pada hari Kiamat tanpa hitungan dan kadar, karena banyak dan bermacam-macam.”

Referensi : Link

d765ffaec729c4537f28151dc0dae9d6


POSISI SHALAT BERJAMAAH 2 ORANG

Cara shalat berjemaah yang dilakukan dua orang, satu imam dan satu makmum, dirinci sebagai berikut:
1. Sesama jenis, keduanya laki-laki atau keduanya wanita.
Posisi makmum tepat persis di samping kanan imam, dan tidak bergeser sedikit ke belakang. Ini sebagaimana hadits dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’ahuma, ia berkata:
“Saya pernah menginap di rumah bibiku, Maimunah (binti Al Harits, istri Rasulullah). Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat Isya (di masjid), kemudian beliau pulang, dan shalat 4 rakaat. Lalu beliau tidur. Kemudian beliau bangun malam. Akupun datang dan berdiri di sebelah kiri beliau. Lalu beliau memindahkanku ke sebelah kanannya. Beliau shalat 5 rakaat, kemudian shalat dua rakaat, lalu tidur kembali”
(HR. Bukhari no. 117, 697). ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Namun, perlu diketahui bahwa sebagian ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa makmum hendaklah berdiri agak ke belakang dari posisi imam, sebagaimana hal ini dipraktikkan di negeri kita. ㅤ
ㅤㅤㅤㅤㅤ
2. Lain jenis, imam laki-laki dan makmum wanita. Posisi makmum, tepat di belakang imam, dan tidak perlu serong, baik ke kiri maupun ke kanan.
Dalilnya adalah hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi pernah shalat bersama Anas,
“Beliau memosisikan diriku di sebelah kanan beliau, sementara ada seorang wanita yang menjadi makmum di belakang kami.”
(HR. Bukhari no. 727, dan Muslim no. 658). ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ

Catatan penting: Poin ke-2 di atas hanya khusus bagi suami-istri, adapun jika laki-laki mengimami wanita yang bukan mahram dan hanya berduaan, maka haram bagi si lelaki dan haram bagi si wanita.

Sumber: Link

3b74817ad678dae285f21728db4522d5



Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian. Dan dengan kejadian itu,seluruh makhluk akan kembali kepada tuhan mereka untuk memperhitungkan amal perbuatan mereka. Dan sesungguhnya kalian akan memperoleh balasan sempurna atas amal perbuatan kalian secara penuh, tanpa ada pengurangan pada hari kiamat. Maka barangsiapa telah dimuliakan oleh tuhannya dan Dia telah menyelamatkannya dari neraka, serta masukkannya ke dalam surga, sesungguhnya dia telah menggapai puncak apa yang diinginkannya. Dan tidaklah kehidupan dunia itu,melainkan kesenangan yang akan sirna, maka janganlah kalian tertipu dengannya.
Referensi : Link

d238b0c6d1c2a5c06acfe31e5a3e8092


Engkau tidak akan menjumpai manusia yang paling lelah daripada orang yang dunia menjadi keinginan terbesarnya, dan dia berambisi dengan mengerahkan segenap kemampuan untuk mendapatkan dunia.

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah dalam
Ighatsatul Lahfan, jilid 1, hlm. 36

3b87a77b4cc83559ccf782032599970c


Barang siapa mengerjakan shalat sunnah dalam sehari semalam sebanyak 12 raka’at,
maka karena sebab amalan tersebut, ia akan dibangunkan
sebuah rumah disurga.”

(HR. Muslim no 728)

b6b147c1c53a3ef32cd46fcea54469b3


K.E.N.A.N.G.A.N.

Selalu ada kenangan yang melintas di hari raya. Tentang kampung halaman, masjidnya, kemeriahannya, ibu bapak kita....

Seberapa sering kita ingat pada orang tua yang telah tiada? Coba ingat lagi, apa yang membuat kita terkenang pada mereka? Atau, apa yang membuat kita enggan mengingatnya?

Sebagai orang tua, tentu senang sekali jika kita bisa mendapat transfer kebaikan setelah kita meninggal dunia. Karena ada anak-anak shalih yang mendoakan kebaikan untuk kita.

Tapi, bagaimana jika ternyata harapan itu jauh dari realita? Bagaimana jika ternyata anak-anak lupa dan tidak peduli pada kita? Karena ternyata kita tak pernah menggores kesan indah dalam hati mereka? Atau justru menorehkan luka?

Bagaimana anak akan mendoakan kita jika mereka tidak tahu keutamaan berbakti pada orang tua?

Oleh karena itu, mari kita semai ilmu dalam dada anak-anak kita. Kita didik mereka untuk benar-benar taat pada Allah dan Rasul-Nya. Ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya niscaya akan mendorong mereka berbakti pada orang tuanya. Sebab, berbakti pada orang tua merupakan salah satu syariat yang agung dalam agama kita.

Di atas dasar ilmu, kenangan anak tentang orang tuanya akan lebih mudah berbunga. Di atas ilmu, kenangan anak kepada orang tua akan lebih dalam maknanya. Di atas ilmu, niscaya doa-doa anak untuk kita akan lebih mudah mengalir dari lisan mereka.

83989bd2be606a0d1806ba9e2e826373


🍁☘🍁﷽🍁☘🍁
------------------------
📚 Tafsir Juz `Amma / Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah (Komite Fatwa Majelis Ulama KSA)

Didunia kalian bebas melakukan apa saja yang kalian inginkan, kalian bersenang-senang melakukan kefasikan dan kalian mengira bahwa semua perbuatan itu akan pergi begitu saja bersamaan dengan berlalunya hari-hari, tapi sebenarnya kalian tidak mengetahui bahwa apa yang berlaku dalam keseharian kalian didunia semuanya tertulis dalam lembaran amalan khusus yang dicatat oleh malaikat yang diberikan amanah oleh Allah siang dan malam, mereka terus mengawsi perbuatan kalian sampai kalian mengembuskan nafas terakhir.

Referensi : Link

97d0a319cde7e933a8c4033db1fad315


📃 Aqidah AhlusSunnah wal Jamaah “DIMANAKAH ALLAH ??”


Sangat jelas dalam sebuah hadits di mana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada seorang budak,
أَيْنَ اللَّهُ
“Di manakah Allah?”

Lalu budak tersebut menjawab,
فِى السَّمَاءِ
“Di atas langit”

Perhatikan teks lengkap haditsnya berikut,
ﻋَﻦْ ﻣُﻌَﺎﻭِﻳَﺔَ ﺑْﻦِ ﺍْﻟﺤَﻜَﻢِ ﺃَﻧَّﻪُ ﻟَﻤَّﺎ ﺟَﺎﺀَ ﺑِﺘِﻠْﻚَ ﺍْﻟﺠَﺎﺭِﻳَﺔِ ﺍﻟﺴَّﻮْﺩَﺍﺀَ ﻗﺎَﻝَ ﻟَﻬَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺃَﻳْﻦَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻗَﺎﻟَﺖْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﻗَﺎﻝَ ﻣَﻦْ ﺃَﻧَﺎ ﻗَﺎﻟَﺖْ ﺃَﻧْﺖَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﺃَﻋْﺘِﻘْﻬَﺎ ﻓَﺈِﻧَّﻬَﺎ ﻣُﺆْﻣِﻨَﺔٌ

“Dari Mu’awiyah bin al-Hakam bahwasanya dia mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa seorang budak wanita hitam. Kemudian Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bertanya pada budak wanita tersebut: ’Di mana Allah?’ Budak itu menjawab, ’Di atas langit’. Rasul bertanya lagi, ’Siapakah aku?’ Budak itu menjawab, ’Engkau adalah utusan Allah’. Maka Rasul berkata: ’Merdekakanlah ia karena ia adalah mukminah (wanita beriman)”
[HR. Muslim dan lainnya]

Allâh Azza wa Jalla telah memberitakan tantang diri-Nya bahwa Dia istiwa’ (berada di atas) ‘arsy (singgasana) Nya di dalam al-Qur’an.

Allâh Azza wa Jalla berfirman:
الرَّحْمَٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَىٰ

Rabb yang Maha Pemurah  berada di atas ‘Arsy. [Thȃha/20: 5]

Adapun ayat-ayat yang lain adalah: surat Al-A’râf, ayat ke-54; surat Yûnus, ayat ke-3; surat ar-Ra’du, ayat ke-2; surat al-Furqân, ayat ke-59; surat as-Sajdah, ayat ke-4; Al-Hadîd, ayat ke-4.
[Sumber : almanhajorid]

Teruntuk yang mengatakan Allah ada dimana-mana, semoga Allah memberinya petunjuk kepada aqidah ahlu sunnah dengan pemahaman yang para shahabat dan para salaf diatasnya

Cukuplah salah satu dalil dari sekian banyak dalil yang menunjukkan bahwa Allah ada diatas langit bukan berarti Allah butuh kepada tempat, sebagaimana Allah menciptakan makhluk Allah dan Dia tidak butuh kepada makhluk

Tugas kita sebagai hamba adalah mengimani apa yang telah diberitakan oleh Allah melalui RasulNya Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam

الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا أَهْلَ الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِى السَّمَاءِ

Orang-orang yang penyayang akan disayang oleh Ar Rahman. Sayangilah penduduk bumi, niscaya (Rabb) yang berada di atas langit akan menyayangi kalian

HR. Abu Daud no. 4941 dan At Tirmidzi no. 1924. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih

Hanya Allah yang memberi taufik

a0c2246d7f3a3f2f4693c4e92d3e2932


51. Serial Satu Surat Satu Faedah

"Surga Untuk Mereka Yang Takut KepadaNya"

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ جَنَّتٰنِۚ

Dan bagi siapa yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga. (QS. Ar Rahman: 46)

Ayat mulia ini menunjukkan keutamaan orang yang takut kepada Allah dengan meninggalkan larangan, melaksanakan perintah, dan segera berlomba-lomba dalam kebaikan. Allah menjanjikan untuk mereka dua surga, surga karena melaksanakan perintah, dan surga karena meninggalkan larangan. Ada juga yang mengatakan, surga dunia dan surga akherat.

Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami rasa takut kepadaMu yang bisa menghalangi kami antara kami dan maksiat padaMu.

┈┉┅━━••••━━┅┉┈

60b7616ca9d931417be3f20b4985ca27


✅ ANAK INI MENYERET IBUNYA KE SURGA

06eec3c048799f3afb7c9e927b88bf55


📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

14-15 Katakanlah (wahai rasul) kepada manusia “sesungguhnya aku menyembah Allah semata yang tidak ada sekutu bagiNya dengan mengikhlaskan iabadah dan ketaatanku hanya untukNya” maka sembahlah oleh kalian (wahai orang-orang musyrik) apa yang kalian ingin sembah selain Allah berupa berhala-berhala, patung-patung dan makhluk-mahklukNya yang lain, hal itu tidak merugikanku sedikitpun. ini adalah ancaman keras terhadap siapa yang menyembah selain Allah dan mempersekutukannya dengan Allah. katakalnlah (wahai rasul), ”sesungguhnya orang-orang yang benar-benar merugi adalah orang-orang yang merugikan diri sendiri dan keluarga mereka di hari kiamat dan hal itu dengan menyesatkan mereka dan mengahalang-halangi mereka dari beriman di dunia.” ketahuilah, bahwa kerugian orang-orang musyrik itu pada diri dan keluarga mereka di hari kiamat adalah kerugian yang jelas dan nyata.”

Referensi : Link

c1372a64627241ec5b2d6d3c0e70476b


📎 Menggelari Orang Lain

Gelar terbagi tiga:

1. Jika tidak menunjukkan celaan dan orang yang digelari tidak membencinya maka hukumnya boleh, seperti Dzul Yadain.
2. Jika menunjukkan celaan dan bukan sifat fisik maka hukumnya haram.
3. Jika menunjukkan sifat fisik seperti Al A'masy, Al A'raj dll dan menjadi tanda untuknya dan dia ridho dengan gelar tersebut maka boleh. Namun jika dua kriteria tersebut tidak terpenuhi maka haram.

📘 (Nadhmul Faraid hlm. 419-421)

f15c7d178cd712cb4ded2cafefbd607d


▶️ TINGGALKAN YANG TIDAK BERMANFAAT

6fc80ada2256ad7df7cbeae6c850c0e5


𝙈𝙚𝙢𝙥𝙚𝙧𝙗𝙖𝙞𝙠𝙞 𝙋𝙧𝙞𝙗𝙖𝙙𝙞 𝙈𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙇𝙚𝙗𝙞𝙝 𝘽𝙖𝙞𝙠

Imam Ibnul Jauziy (Abul Faraj Abdurrahman Bin Ali Bin Muhammad al Jauziy al Baghdadiy, 597H) rahimahullah berkata,

انظر إلى حالك الذي أنت عليه، إن كان يصلح للموت والقبر، فاستمر عليه. وإن كان لا يصلح لهذين، فتب إلى الله منها، وارجع إلى ما يصلح

"Perhatikan kebiasaan yang sering engkau lakukan. Jika hal tersebut bermanfaat sebagai bekal kematian dan kelak di alam kubur, maka teruskanlah kebaikan tersebut. Namun jika tidak, maka bertaubatlah kepada Allah dan lakukanlah hal-hal yang lebih bermanfaat."

📚 Bustan al Wa`izhin, hlm. 192

bf54834d461d6467fff9a42736c53a02


Mustahil kita hidup bisa menyenangkan semua orang, Sebab di antara sunatullah kehidupan adalah sunnah tadaffu’ (sunah pertarungan).

Maka meski sebaik apa pun diri kita, baik dalam perilaku, tutur kata, berpendapat, atau tulisan, bahkan ketika diam pun tetap saja akan selalu ada orang yang tidak menyukai kita.

Dan bagaimana mungkin kita berharap hidup semua orang menyukai kita, sedangkan Allah ﷻ saja ada yang tidak menyukai bahkan dimusuhi, Padahal mereka adalah hambaNya, dan Dia adalah pencipta dan pemberi rezki bagi mereka.

Allah ﷻ berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ

Wahai orang-orang beriman, jangan kau jadikan musuhKu dan musuhmu sebagai auliya’ (pemimpin, penolong, pelindung, kawan dekat). (QS. Al Mumtahanah: 1)

Dan seluruh Nabi ‘Alaihimussalam pun memiliki musuh, padahal mereka hidup putih bersih dari alif sampai ya’ kehidupannya.

Allah ﷻ berfirman:

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ

Dan demikianlah Kami jadikan untuk setiap nabi, musuh dari goloangan syetannya manusia dan jin. (Qs. Al An’am: 112)

Oleh karena itu, Benar apa yang dikatakan Imam Nashirus Sunnah, Asy Syafi`iy Rahimahullah:

رضا النّاس غاية لا تدرك فعليك بما فيه صلاح نفسك فالزمه

(Mencari) ridhanya manusia adalah tujuan yang tidak pernah tercapai, maka hendaknya kamu mencari sesuatu bermanfaat bagimu dan peganglah baik-baik itu. (Nadhratun Na`im, 3/630)

lmam Sufyan Ats Tsauri Rahimahullah juga mengatakan:

رضا الناس غاية لا تدرك ، فأحمق الناس من طلب من لا يدرك

Ridha manusia adalah tujuan yang tidak bisa tercapai, dan majusia paling bodoh adalah orang yang mencari-cari sesuatu yang tidak pernah tercapai. (Qutul Qulub, 2/389)

Maka, berjalanlah di atas sunah kehidupan, dan memohonlah kepada Allah ﷻ pertolongan dan perlindungan dari kezaliman orang-orang yang tidak menyukai kita.

Wallahu A`lam wa Lillahil `Izzah

✍ Habibie Quotes, 04/05/18

bad85588d318ac537dcc88470d46bff9


Mereka Yang Beramal Karena Omongan Orang

Namun sadarkah kita, seringkali kita berbuat sesuatu atau meninggalkan sesuatu hanya karena omongan orang? Padahal bisa jadi sesuatu yang kita perbuat itu jelek dan sesuatu yang kita tinggalkan itu baik.

Ada orang tidak ke masjid, karena khawatir diomongin tetangga sok alim. Ada muslimah tidak pakai jilbab menutup aurat, karena ndak enak diomongin sok suci. Semua itu hanya karena takut omongan orang atau tidak enak dengan komentar orang.

Ketahuilah bahwa omongan orang itu tidak ada habisnya dan keridhaan mereka adalah sesuatu yang mustahil untuk diraih. Sebab apa yang disukai si A belum tentu disukai si B. Begitu pula sebaliknya. Lebih baik kita mencari ridha Allah yang sudah jelas pasti mungkin dicapai.

Saat Anda menjadi baik, orang yang jahat tidak akan suka. Sebaliknya ketika Anda menjadi jahat, orang yang baik juga tidak akan suka. Mendingan Anda menjadi orang baik.

Simak selengkapnya disini. Klik Link

8247267b92bbbf44a90f629d6c2ae0b8


🎥 MENOLEH KE KIRI BISA MEMBATALKAN SHOLAT?
.
👤 Syaikh Sulaiman bin Salimullah Ar-Ruhaily Hafidzahullah
.
➡️ Official Youtube ShahihFiqih : Link

ba3a5defdc74fbe84b20a77ee9effdb1


🔖 MANUSIA MASUK NERAKA DARI TIGA PINTU INI

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :

دخل الناس النار من ثلاثة أبواب:
باب شبهة أوْرَثَت شَكّاً في دين الله
وباب شهوة أوْرَثَت تقديمَ الهوى على طاعتهِ
وباب غضب أوْرَثَت العدوان على خَلْقِه.

Manusia itu memasuki neraka melalui tiga pintu :

▪️ Pintu syubhat yang mewariskan keragu-raguan dalam agama Allah.

▪️ Pintu syahwat yg mewariskan mengedepankan hawa nafsu daripada menaatiNya.

▪️Pintu marah yang mewariskan permusuhan dengan makhlukNya

📋 Al-Fawaid 1/58

8b1bddea9be27ab4fa8bb8d5f4b40d6d


💦💦💦
Bismillah
Barakallahu Fiik
Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat حفظه اللّٰه
🎥 Judul Vidio :
Kenali Agamamu Jangan Sekedar Ikut-Ikutan

Telegram:
Link

5f8b4f401cb044731a619d5d4f91358b


Simak Kajian Lengkapnya

1514. RASA MANISNYA IMAN TAK BISA DIKALAHKAN

di Youtube Channel “Muhammad Nuzul Dzikri”

Potongan dari Kajian Rutin Riyaadhush Shaalihin
Link

f7637064c754a3484a2608e60480bac3


Jika merasa berat untuk bertaubat dan melangkah menjadi lebih baik, ketahuilah bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala memang menginginkan agar kita berjuang tertatih-tatih ketika mengusahakannya karena akan nampak apakah seseorang itu bersungguh-sungguh atau tidak.

40. SEBUAH GERBANG DARI MAGRIB | Riyaadhushshaalihiin

Link

b6e1d7038956fb807d6faf87b3433c42


✋🏻⚠️❌⛔️ JANGAN TERTIPU

✍🏻 Syaikh Ibnu Baz rahimahullah mengatakan,  

وهذا يفيد المؤمنين الحذر، وألا يغتروا بأنهم مؤمنون، ولا يقولوا أن الله معنا وفقط، لا، بل هو معكم إِذَا استقمتم، وهو مع المؤمنين إذا استقاموا وأدوا الواجب واجتهدوا في الخير، وصبروا وصابروا، أَمَّا إِذَا فرّطوا أو فرط بعضهم، فعليهم الخطر.

"Ini memberi pelajaran kepada kaum mukminin agar berhati-hati dan tidak tertipu (hanya semata) dengan keadaan dirinya sebagai seorang mukmin. Jangan katakan bahwa Allah bersama kita, kemudian selesai. Tidak!

Allah bersama kalian jika kalian istiqamah. Ia bersama kaum mukminin jika mereka Istiqamah dan menunaikan kewajibannya.

Maka dari itu, bersungguh-sungguhlah dalam kebaikan, bersabarlah, dan berusaha teguh dalam kesabaran.

Namun, jika mereka atau sebagian mereka lalai, mereka dalam bahaya."

📚 Catatan kaki kitab Al-Amru bil Ma`ruf wan Nahyu `Anil Munkar, hlm. 32

Syaikh Ibnu Baz rahimahullah mengingatkan kita untuk tidak tertipu oleh status keimanan kita. Banyak orang yang merasa cukup hanya dengan menyebutkan bahwa.mereka adalah orang beriman dan yakin bahwa Allah selalu bersama mereka tanpa memperhatikan kewajiban yang harus dilaksanakan sebagai seorang Muslim. Padahal, Allah hanya akan bersama orang-orang yang istiqamah—yang tetap teguh menjalankan kewajiban agama, berusaha keras dalam kebaikan, serta bersabar dalam menghadapi ujian.

Syaikh Ibnu Baz mengingatkan bahwa tidak cukup hanya dengan klaim keimanan atau rasa nyaman karena merasa telah beriman. Allah akan bersama hamba-Nya yang berusaha istiqamah, yang benar-benar menjalankan agama dengan penuh komitmen dan kesungguhan. Jika seseorang lalai, bahkan hanya sedikit, maka mereka berisiko jatuh dalam bahaya.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus berusaha meningkatkan ibadah kita, berusaha untuk istiqamah dalam kebaikan, dan selalu waspada agar tidak tergelincir dalam kelalaian. Kita perlu menjaga hati dan niat, serta selalu berusaha agar amal kita sesuai dengan ajaran yang telah ditentukan oleh Allah dan Rasul-Nya. Kesadaran ini harus selalu kita tanamkan agar tidak terjebak dalam anggapan bahwa keimanan semata-mata cukup tanpa disertai dengan usaha yang sungguh-sungguh.
Wallahu A`lam Bishawab

3337b574a890caa5667b5fab874c0451


Simak Kajian Lengkapnya

1510. TAHUKAH ANDA, APA ITU SURGA DUNIA?

di Youtube Channel “Muhammad Nuzul Dzikri”

Potongan dari Kajian Rutin Riyaadhush Shaalihin
Link

e7658e45892e77c58d425ab8e6e1c2a5


TARGET KESUKSESANKU, BISA SELAMAT DARI API NERAKA

Sesungguhnya hakikat keberhasilan dan kesuksesan adalah diselamatkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga Allah ‘Azza wa Jalla. Allah Ta’ala berfirman:

…فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
“Siapa yang diselamatkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga sungguh ia telah sukses. Dan tidaklah kehidupan dunia kecuali kesenangan yang menipu.” (QS. Ali ‘Imran[3]: 185)

Allah mengingatkan bahwa kesuksesan itu bukan di dunia. Dunia hanyalah kehidupan yang sementara. Dunia adalah kesenangan yang menipu. Setiap manusia pasti akan merasakan kematian. Oleh karena itu Allah berfirman sebelumnya:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ…
“Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian.” (QS. Ali ‘Imran[3]: 185)

Allah menyebutkan:

…وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
“Tidaklah kehidupan dunia kecuali kesenangan yang menipu.” (QS. Al-Hadid[57]: 20)

Menipu dari Allah, menipu dari kehidupan akhirat, menipu dari tujuan sebetulnya kehidupan manusia. Bahwa manusia hidup di dunia untuk ibadah kepada Allah. Allah ciptakan dunia benar untuk manusia, tapi Allah tidak menciptakan manusia untuk dunia. Allah berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepadaKu saja.” (QS. Az-Zariyat[51]: 56)

Link

e17e53b4593b9237b4fdfe9a9ee80dae


"Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang berserah diri kepada-Mu, dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang berserah diri kepada-Mu. Tunjukkanlah kepada kami cara-cara ibadah kami, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Baqarah: 128)


55969b985536fc3790046f651f44422f


DOSA HUTANG TAKKAN TERAMPUNI, SEKALIPUN TELAH MATI SYAHID
➖➖➖➖➖➖

Dosa Hutang Tidak Akan Terampuni Walaupun Mati Syahid

Dari ‘Abdillah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلاَّ الدَّيْن

“Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang.” (HR. Muslim no. 1886) .


Oleh karena itu, seseorang hendaknya berpikir: “Mampukah saya melunasi hutang tersebut dan mendesakkah saya berhutang?” Karena ingatlah hutang pada manusia tidak bisa dilunasi hanya dengan istighfar.

Urusan Orang yang Berhutang Masih Menggantung .

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ .

“Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi no. 1078. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaiman Shohih wa Dho’if Sunan At Tirmidzi) .

Al ‘Iroqiy mengatakan, “Urusannya masih menggantung, tidak ada hukuman baginya yaitu tidak bisa ditentukan apakah dia selamat ataukah binasa, sampai dilihat bahwa hutangnya tersebut lunas atau tidak.” (Tuhfatul Ahwadzi, 3/142)

Sumber : Link .

bde50031e9011267d8584aa4b595d5c5


📌 JIKA ALLAH MENGHENDAKI KEBAIKAN PADA SEORANG HAMBA

Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah رحمه الله berkata,

إن الله إذا أراد بعبد خيرا، سلب رؤية أعماله الحسنة من قلبه والإخبار بها من لسانه، وشغله برؤية ذنبه.

"Sesungguhnya jika Allah menghendaki kebaikan untuk seorang hamba, Dia akan melenyapkan dari hatinya pandangan (kekaguman) terhadap amal-amalnya yang baik. Allah juga akan menghalanginya untuk menceritakan amal-amal tersebut kepada orang lain dengan lisannya. Allah juga akan menjadikannya sibuk memikirkan dosanya."

📚 Thariqul Hijratain, jilid 1 hlm. 172

Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah رحمه الله memberikan sebuah pelajaran penting tentang bagaimana Allah memberikan kebaikan kepada seorang hamba-Nya. Ketika Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, Dia akan menghilangkan rasa kagum terhadap amal perbuatannya yang baik. Hamba tersebut tidak akan merasa sombong atau riya terhadap amal kebaikannya, bahkan dia akan merasa bahwa dirinya belum cukup baik dan masih banyak kekurangan. Allah juga akan menjauhkan orang tersebut dari berbicara tentang amal perbuatannya, menghindarkannya dari rasa ingin dipuji atau dikenal karena amal baiknya.

Sebagai gantinya, Allah akan membuat hamba itu fokus pada dosa-dosanya. Dia akan terus merasa bersalah dan berusaha untuk memperbaiki diri, dengan penuh kesadaran akan kekurangannya. Hal ini mengarah pada sikap tawadhu dan kesadaran bahwa segala kebaikan yang dilakukan adalah karena pertolongan Allah semata, bukan karena kekuatan dirinya sendiri.

Melalui pandangan ini, kita diajarkan untuk selalu merendahkan hati, tidak merasa cukup dengan amal kita, dan terus-menerus meminta ampunan kepada Allah. Allah menginginkan kita untuk selalu introspeksi dan memperbaiki diri, serta menghindari rasa takabbur atau sombong atas amal kebaikan yang kita lakukan.
Wallahu A`lam Bishawab

951add9f11829eef9f3aa511f1c98293


Tidak semua rumah tangga dibangun di atas cinta. Betapa banyak rumah tangga yang dibangun di atas cinta akhirnya berujung pada perceraian. Rumah tangga yang awet sampai jannah-Nya itu adalah yang dibangun di atas ketaqwaan.

- Ustadz Syafiq Riza Basalamah Hafizhahullah

fbef63b4367a651b1499c15640bda182


Simak Kajian Lengkapnya

187. PENDAPAT PRIBADI

di Youtube Channel “Muhammad Nuzul Dzikri”

Potongan dari Kajian Rutin Tadzkiratus Saami’
Link

35d9b939935fa08f082b1df01bec877a


bagaimana nasip akhiratmu

d9817d5d2a3ab0516fc819587f29960d


📎 GEMPA SEJATINYA ADALAH PERINGATAN DARI ALLAH

👤 Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata :

أذن الله سبحانه لها –أي للأرض– في الأحيان بالتنفس، فتحدث فيها الزلازل العظام، فيحدث من ذلك لعباده الخوف والخشية والإنابة والإقلاع عن معاصيه والتضرع إليه والندم، كما قال بعض السلف وقد زلزلت الأرض: إن ربكم يستعتبكم.

"Allah Subhanahu wa Ta'ala mengizinkan untuknya maksudnya bumi kadang-kadang untuk bernafas, lalu muncullah gempa besar padanya, dari situ timbullah rasa takut, tobat, berhenti dari kemaksiatan, merendahkan diri kepada-Nya, dan penyesalan pada diri hamba-hamba-Nya, sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian ulama Salaf ketika terjadi gempa bumi, "Sesungguhnya Rabb kalian menginginkan agar kalian bertobat."

_____________

📚 Miftah Daaris Sa’adah, jilid 2 hlm. 630

a17a5606bce7d4f07bfae62df07cb71c


Semoga Allah Kabulkan 🤲🏻

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama mengajarkan kepada Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu,

اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

“Ya Allah berilah aku kecukupan dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu, sehingga aku tidak butuh dari selain-Mu.” (HR. Tirmidzi no. 3563 dan dihasankan oleh Syekh Al-Albani rahimahullahu)

✏️ Diantara referensi : Link

612d636b6adb16d0fd8f7dbbfa5fc279


Doa Meminta Perlindungan dari Jeleknya Pendengaran, Penglihatan, Lisan, Hati, Kemaluan

اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِي ، وَمِنْ شَرِّ بَصَرِي ، وَمِنْ شَرِّ لِسَانِي ، وَمِنْ شَرِّ قَلْبِي ، وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّيْ

ALLOHUMMA INNI A’UDZU BIKA MIN SYARRI SAM’II, WA MIN SYARRI BASHORII, WA MIN SYARRI LISAANII, WA MIN SYARRI QOLBII, WA MIN SYARRI MANIYYI

Artinya:
Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari kejelekan pada pendengaranku, dari kejelekan pada penglihatanku, dari kejelekan pada lisanku, dari kejelekan pada hatiku, serta dari kejelekan pada mani atau kemaluanku.

(HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Sumber Link

92db767cd0ee8a41740f659361fc4e37


WASPADA BUJUK RAYU SYETHON
Tipu daya syethon dengan membisikkan penyakit hati
kamulah orang yang paling baik Sedekahnya, Ilmunya, Ahlaknya. Dll
itulah tipu daya Syethon dengan menjerumuskan kita pada perbuatan Riya`



16843b36a05a6cb370465859abd8e55f


🎬 Jika Kita Tidak Sempat Berdzikir Di Waktu Pagi Karena Ada Keperluan
🎙 Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. حفظه الله


──────●❅๏᯽๏❅●──────


╭─────── •✧✿✧• ───────╮⁣⁣
⌚REMINDER DZIKIR PAGI
╰─────── •✧✿✧• ───────╯⁣⁣

: بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ


BACAAN DZIKIR PAGI

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

A'uudzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiim

"Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”

1. MEMBACA AYAT KURSI (1x)

اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْحَـيُّ الْقَيُّوْمُ ۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌ ۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَ رْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗۤ اِلَّا بِاِ ذْنِهٖ ۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖۤ اِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ ۚ وَلَا يَــئُوْدُهٗ حِفْظُهُمَا ۚ وَ هُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ


allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā takhużuhụ sinatuw wa lā naụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā biiżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyaiim min 'ilmihī illā bimā syā, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā yaụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm.

“Allah tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) melainkan Dia Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang (berada) dihadapan mereka, dan dibelakang mereka dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari Ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.” (Al-Baqarah: 255)

☘️ FADHILLAH
Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca ayat ini ketika pagi hari, maka ia dilindungi dari (gangguan) jin hingga sore hari. Dan barangsiapa mengucapkannya ketika sore hari, maka ia dilindungi dari (gangguan) jin hingga pagi hari.” [1]


2. MEMBACA SURAT AL-IKHLAS (3x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ , اللَّهُ الصَّمَدُ , لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ, وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

“Katakanlah, Dia-lah Allah Yang Maha Esa.
Allah adalah (Rabb) yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya.
Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.
Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya.”
[2]


3. MEMBACA SURAT AL-FALAQ (3x)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ,مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

"Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,
dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki". [3]

4. MEMBACA SURAT AN-NAS (3x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ

“Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia.
Raja manusia.
Sembahan (Ilah) manusia.
Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi.
Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada-dada manusia. Dari golongan jin dan manusia.”

☘️ FADHILLAH
“Barangsiapa membaca tiga surat tersebut setiap pagi dan sore hari, maka (tiga surat tersebut) cukup baginya dari segala sesuatu”. Yakni mencegahnya dari berbagai kejahatan.
[4]


5. DIBACA (1x) :

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ.

Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba’dahu, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba’dahu. Robbi a’udzu bika minal kasali wa su-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.

“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji hanya milik Allah. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabb, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan siksaan di kubur.” [5]

☘️ FADHILLAH
Meminta pada Allah kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya, juga agar terhindar dari kejelekan di hari ini dan kejelekan sesudahnya. Di dalamnya berisi pula permintaan agar terhindar dari rasa malas padahal mampu untuk beramal, juga agar terhindar dari kejelekan di masa tua. Di dalamnya juga berisi permintaan agar terselamatkan dari siksa kubur dan siksa neraka yang merupakan siksa terberat di hari kiamat kelak.


6. DIBACA (1x) :

اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

Allahumma bika ash-bahnaa wa bika amsaynaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.

“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan kehendak-Mu kami hidup dan dengan rahmat dan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).” [6]

7. MEMBACA SAYYIDUL ISTIGHFAR (1x)

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.

“Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau, Engkau-lah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan (apa) yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu (yang diberikan) kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.”

☘️ FADHILLAH
“Barangsiapa membacanya dengan penuh keyakinan di waktu pagi lalu ia meninggal sebelum masuk waktu sore, maka ia termasuk ahli Surga. Dan barangsiapa membacanya dengan yakin di waktu sore lalu ia meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk ahli Surga" [7]

8. DIBACA (3x) :

اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ

Allaahumma 'aafinii fii badanii, allaahumma 'aafinii fii sam'ii, allaahumma 'aafinii fii bashorii, laa ilaaha illaa anta. Allaahumma innii a'uudzu bika minal kufri wal faqr, wa a'uudzu bika min 'adzaabil qobr, laa ilaaha illaa anta.
“Ya Allah, selamatkanlah tubuhku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah penglihatanku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau.” [8]

9. DIBACA (1x) :

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahumah fadni min bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ughtala min tahtii.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tentramkan-lah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (aku berlindung dari dibenamkan ke dalam bumi).” [9]

☘️ FADHILLAH
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah meninggalkan do’a ini di pagi dan petang hari. Di dalamnya berisi perlindungan dan keselamatan pada agama, dunia, keluarga dan harta dari berbagai macam gangguan yang datang dari berbagai arah.

10. DIBACA (1x) :

اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْأَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurrohu ilaa muslim.

“Ya Allah Yang Mahamengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb atas segala sesuatu dan Yang Merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, syaitan dan ajakannya menyekutukan Allah (aku berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya.”

☘️ FADHILLAH
Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda kepada Abu Bakar ash-Shiddiq رضي الله عنه “Ucapkanlah pagi dan petang dan apabila engkau hendak tidur.”
[10]

11. DIBACA (3x) :

بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.

“Dengan Menyebut Nama Allah, yang dengan Nama-Nya tidak ada satupun yang membahayakan, baik di bumi maupun dilangit. Dia-lah Yang Mahamendengar dan Maha mengetahui.”

☘️ FADHILLAH
“Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakan dirinya.” [11]

12. DIBACA (3x) :

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا

Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama nabiyya.
“Aku rela (ridha) Allah sebagai Rabb-ku (untukku dan orang lain), Islam sebagai agamaku dan Muhammad صلي الله عليه وسلم sebagai Nabiku (yang diutus oleh Allah).”

☘️ FADHILLAH
“Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore, maka Allah memberikan keridhaan-Nya kepadanya pada hari Kiamat.” [12]

13. DIBACA (1x) :

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ

Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ain

“Wahai Rabb Yang Mahahidup, Wahai Rabb Yang Mahaberdiri sendiri (tidak butuh segala sesuatu) dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala keadaan dan urusanku dan jangan Engkau serahkan kepadaku meski sekejap mata sekalipun (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).” [13]

14. DIBACA (1x) :

أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Ash-bahnaa ‘ala fithrotil islaam wa ‘alaa kalimatil ikhlaash, wa ‘alaa diini nabiyyinaa Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam, wa ‘alaa millati abiina Ibraahiima haniifam muslimaaw wa maa kaana minal musyrikin

“Di waktu pagi kami berada diatas fitrah agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kami Muhammad صلي الله عليه وسلم dan agama ayah kami, Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.” [14]

15. DIBACA (10x atau 100x) :

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

“Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”

☘️ FADHILLAH
●Barangsiapa yang membaca dzikir tersebut di pagi hari sebanyak 10X,Allah akan mencatatkan baginya 10 kebaikan,menghapuskan baginya 10 kesalahan,ia juga mendapatkan kebaikan semisal memerdekakan 10 budak,Allah akan melindunginya dari gangguan setan hingga petang hari,siapa yang mengucapkannya di petang hari, ia akan mendapatkan keutamaan yang semisal itu pula.

●Barangsiapa membacanya sebanyak 100x dalam sehari, maka baginya (pahala) seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, mendapat perlindungan dari syaitan pada hari itu hingga sore hari. Tidaklah seseorang itu dapat mendatangkan yang lebih baik dari apa yang dibawanya kecuali ia melakukan lebih banyak lagi dari itu. [15],[16],[17]

16. DIBACA (3x) :

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

Subhanallah wa bi-hamdih, ‘adada kholqih wa ridhoo nafsih. wa zinata ‘arsyih, wa midaada kalimaatih.

“Mahasuci Allah, aku memuji-Nya sebanyak bilangan makhluk-Nya, Mahasuci Allah sesuai ke-ridhaan-Nya, Mahasuci seberat timbangan ‘Arsy-Nya, dan Mahasuci sebanyak tinta (yang menulis) kalimat-Nya.” [18]

☘️ FADHILLAH
Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa sallam mengatakan kepada Juwairiyyah bahwa dzikir di atas telah mengalahkan dzikir yang dibaca oleh Juwairiyyah dari selepas subuh sampai waktu dhuha.

17. DIBACA (1x Setelah Salam dari Shalat Subuh):

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.

“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amalan yang diterima.” [19]

18. MEMBACA TASBIH (100x) :

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

Subhanallah wa bi-hamdih.

“Mahasuci Allah, aku memuji-Nya.” [20]

19. MEMBACA ISTIGHFAR(100x pagi atau sore) :

أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astagh-firullah wa atuubu ilaih.
“Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.” [21]

_____

ᚎ Dinukil dari buku Doa Dan Wirid halaman 133- 155 yang disusun oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir jawas , Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafii

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وبركاته

──────●❅๏᯽๏❅●──────

7cd32ab5e00126c33d4f40de93fd2dbe


Bismillah,
3 UNIT AMBULANCE SIAP MENJALANKAN TUGAS !

Bagi masyarakat yang membutuhkan bisa langsung kontak WA Hotline
082177334455

InsyaaAllah 24 Jam Gratis Untuk wilayah Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.

Ambulance layanan gratis MBISC sejak 2021 telah melayani 3366 penggilan pengantaran pasien dan jenazah di wilayah Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.

Yuk manfaatkan peluang jariyah ini melalui kegiatan operasional Ambulance,
dengan berdonasi ke rekening BSI 9900234510
an Muslim Biker Indonesia Surabaya Chapter
Tambahkan kode 10 dibelakang nominal untuk operasional Ambulance
Contoh : Rp.1.000.010,-
Konfirmasi TR : Link">wa.me

Semoga support anda dalam operasional ambulance insyaaAllah akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bersama kami dalam melayani masyarakat yang membutuhkan.

"setiap manusia akan berada dibawah naungan sedekahnya, sampai perkara-perkara manusia diputuskan pada hari kiamat kelak" HR. Ahmad

75ed170b76bce0279d26b5ef0090fff8


📖 Sibuk Mencela, Lupa Memperbaiki Diri
Salah satu kebiasaan buruk yang sering menjangkiti jiwa manusia adalah terlalu mudah mencela dan menilai orang lain, padahal dirinya sendiri jauh dari sempurna. Dalam kalimat singkat namun sarat makna, Ibnu Hazm rahimahullah menasihati kita:

"Waspadalah dari mencela seseorang baik saat ada orangnya atau saat tidak ada orangnya. Cukuplah engkau sibuk memperbaiki dirimu sendiri."
📘 (Al Akhlak wa Siyar, hlm: 78)

Kalimat ini menjadi tamparan lembut bagi siapa pun yang terlalu fokus mengamati kesalahan orang lain. Terlalu semangat mencari cela dan aib, hingga lupa bahwa dirinya pun tak luput dari kekurangan dan dosa.

🔍 Mencela saat orangnya hadir, bisa menyakitkan dan menimbulkan permusuhan. Sementara mencela saat orangnya tidak ada, termasuk perbuatan ghibah yang diharamkan. Keduanya adalah bentuk penyakit hati yang timbul dari kesombongan dan merasa lebih baik dari orang lain.

Allah Ta'ala berfirman:

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka..."
📖 (QS. Al-Hujurat: 11)

Sering kali, celaan lahir dari hati yang lalai. Seseorang merasa "puas" saat membicarakan kekurangan orang lain, seolah itu membuat dirinya tampak lebih baik. Padahal, mengejek orang lain tidak akan mengangkat derajat kita. Justru akan mencoreng amal dan mengurangi pahala.

Yang lebih tragis, ketika seseorang sibuk memikirkan kesalahan orang, ia pun lupa dengan kesalahan dirinya. Ia tak sempat mengevaluasi niat, memperbaiki akhlak, atau menata amalnya. Hari-harinya habis hanya untuk mengamati hidup orang, bukan memperbaiki hidupnya sendiri.

Padahal, siapa pun yang mengaku ingin menjadi lebih baik, semestinya menundukkan pandangan dari aib orang lain dan mengarahkan hati untuk introspeksi. Karena setiap kita akan berdiri sendiri di hadapan Allah, mempertanggungjawabkan diri sendiri, bukan orang lain.

🛠 Kesibukan memperbaiki diri adalah pekerjaan sepanjang hayat. Tidak ada waktu luang untuk mencela orang lain, karena memperbaiki diri saja sudah cukup menyita waktu, tenaga, dan doa.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Beruntunglah orang yang disibukkan oleh aibnya sendiri sehingga ia tidak sempat memikirkan aib orang lain.”
📘 (HR. Al-Bazzar)

Maka dari itu, mari kita latih diri untuk lebih diam dan merenung. Jika kita melihat keburukan orang lain, jadikan itu sebagai pengingat agar kita tidak melakukan hal yang sama. Dan bila kita melihat kebaikan orang lain, maka tirulah.

📌 Ingatlah, setiap celaan yang kita lontarkan bisa menjadi bumerang di akhirat, kecuali jika memang kita menasihati dengan ikhlas dan cara yang baik. Tapi bila hanya ingin melampiaskan kedengkian atau ego, maka kita hanya sedang menumpuk dosa.

Cukuplah kesibukan memperbaiki diri menjadi pekerjaan utama kita. Karena hakikatnya, perjuangan memperbaiki diri adalah tanda keimanan dan bentuk rendah hati di hadapan Allah.

Wallahu A'lam Bishawab

01becedaf6165b7ea4b1d3b5a51ccd62


🎯✋🏻📜☀️ SELARAS DENGAN SUNNAH

✍🏻 Said bin Jubair rahimahullah mewejangkan,

"لا يقبل قول إلا بعمل، ولا يقبل قول وعمل إلا بنية، ولا يقبل  قول وعمل ونية إلا بموافقة السنة."


“Sebuah ucapan tidak akan diterima kecuali disertai dengan amalan. Ucapan dan amalan juga tidak akan diterima kecuali dengan niat yang benar. Sementara itu, ucapan, amalan, dan niat tidak akan diterima kecuali apabila sesuai dengan sunnah (tuntunan Nabi).”

📚 Al-Amru bil Ma’ruf, hlm. 78

5b32db7698168ce62e7f2e2cd99feec3


📎 Setajam Pedang

Sulaiman bin Dawud berkata kepada anaknya: Wahai putraku, waspadalah dari namimah (mengadu domba) karena ia lebih tajam dari pedang".

📘 (Raudhatul Uqala`, 176)

6f51f9148e2c326add8561f69dd596d9


KURAP, KUTIL, PANU, PENYAKIT KULIT, SERTA GILA, DENGAN DOA INI.

SEMOGA BERMANFAAT

Doa ini bagus sekali diamalkan agar kita bisa terhindar dari berbagai penyakit, terutama dari penyakit yang membuat orang lain menjauh dari kita seperti penyakit kulit dan kegilaan.

Hadits أَنَسٍ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – : أَنَّ النَّبِيَّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – كَانَ يَقُوْلُ : (( اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ ، وَالجُنُونِ ، والجُذَامِ ، وَسَيِّيءِ الأسْقَامِ )) . رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ بِإِسْنَادٍ صَحِيْحٍ.

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan, “ALLOOHUMMA INNII ‘AUUDZU BIKA MINAL BAROSHI WAL JUNUUNI WAL JUDZAAMI WA SAYYI-IL ASQOOM (artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit kulit, gila, lepra, dan dari penyakit yang jelek lainnya).” (HR. Abu Daud, no. 1554; Ahmad, 3: 192. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilaliy dalam Bahjah An-Nazhirin juga menyatakan bahwa sanad hadits ini sahih).

Keterangan hadits
Al-barash adalah penyakit yang sudah makruf, yaitu ada warna putih pada jasad yang akhirnya merubah bentuk dan penampilan.

Al-junun adalah hilangnya akal.

Al-judzam adalah penyakit kusta atau lepra.

Sayyi-il asqom adalah penyakit jelek.
Sumber Link

26b07a3482fcdf45aeb2258eadf134e7


🌹🌻🌷💐 IMAM SHALAT TARAWIH HENDAKNYA TIDAK MEMBERATKAN KAUM MUSLIMIN

✍🏼 Abu Utsman an-Nahdy rahimahullah berkata,

دعا عمر القراء في رمضان فأمر أسرعهم قراءة أن يقرأ ثلاثين آية، والوسط خمسة وعشرين آية، والبطيء عشرين آية.

"Pada bulan Ramadhan, Umar memanggil para penghafal Al-Qur`an. Beliau menyuruh yang paling cepat bacaannya di antara mereka agar membaca 30 ayat (dalam setiap rakaat), yang bacaannya sedang agar membaca 25 ayat, dan yang bacaannya lambat agar membaca 20 ayat."

📚 Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, no. 7754

ce879ec213443ea28981049752d07c45


CATAT KETIKA PUNYA UTANG
➖➖➖➖➖➖➖

Ada dua pendapat tentang masalah hukum pencatatan utang. Ulama salaf ada yang mewajibkan pencatatan seperti Ibnu ‘Abbas dan Ath-Thabari. Namun, kebanyakan ulama menganggap hukumnya istihbab (sunnah). Yang berpendapat sunnah adalah Asy-Sya’bi, Al-Hasan Al-Bashri, Malik, dan ulama lainnya. Alasan sunnahnya karena harta yang digunakan untuk dipinjamkan adalah milik yang punya. Ia punya hak menggugurkan utang itu, sebagaimana ia berhak untuk tidak mencatatnya. Namun, tentu mencatat utang dan mendatangkan saksi untuk perihal utang itu lebih menjaga hak, mencegah keraguan dan kelupaan. Lihat At-Tafsir wa Al-Bayan li Ahkam Al-Qur’an karya Syaikh ‘Abdul ‘Aziz Marzuq Ath-Tharifi, 1:560.

Kesimpulan: Jangan lupa untuk mencatat utang dan hadirkan saksi. Itu lebih mencegah terjadinya cekcok dan perselisihan di masa akan datang, apalagi utang itu besar. Silakan praktikkan surah Al-Baqarah ayat 282 dan rasakan bagaimana manfaat bila kita mengikuti syariat.

Coba Anda renungkan rusaknya zaman ini karena tak sedikit yang sengaja melupakan utang.

Semoga Allah memberi taufik dan hidayah kepada penulis dan semua yang membaca tulisan ini. Moga kita dapat kemudahan untuk mengatasi masalah utang.

Sumber Link


2fd7e4c4a97892317d1fba153bac491d


📌 ﷽ DZIKIR PAGI & PETANG MEMOHON RAHMAT & PERTOLONGAN ...

➡️ Pagi membaca:

اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

Allahumma bika ash-bahnaa wa bika amsaynaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.

🔎 Artinya:
“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk)."

➡️ Petang membaca:

اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ أَصْبَحْنَا،وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوتُ، وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ

Allahumma bika amsaynaa wa bika ash-bahnaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikal mashiir.

🔎 Artinya:
“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan pertolonganMu kami hidup dan dengan kehendakMu kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali (bagi semua makhluk).”

🔊Yuk dihafalkan ⤵️...

🔘 DZIKIR PAGI ;
Link

🔘 DZIKIR PETANG ;
Link

اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
ALLAHUMMA A’INNI ‘ALA DZIKRIKA WA SYUKRIKA WA HUSNI ‘IBADATIK
"[Ya Allah, tolonglah aku agar selalu berdzikir/mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memperbagus ibadah pada-Mu].” (HR. Abu Daud dan Ahmad, shahih)

e18141ec8485c02c1e4ee7a59892583f


📖 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah
.
وَاذْكُرُوا۟ اللهَ كَثِيرًا
.
(dan ingatlah Allah banyak-banyak) Yakni janganlah kalian lalai ketika sedang berjual beli untuk banyak-banyak mengingat Allah dengan bersyukur atas kebaikan yang diberikan kepada kalian baik itu kebaikan dunia maupun kebaikan akhirat.

لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
.
(supaya kamu beruntung)
Yakni agar kalian dapat meraih kebaikan dunia dan akhirat.
.
Surah An-Jumu`ah:10

b9abdca314a5f8d6886c18ffde6baaee


EFEK NEGATIF KEKENYANGAN

▪️ Berkata al-Imam Muhammad bin Idris asy-Syafi'i rahimahullah,

"ما شبعت منذ ست عشرة سنة لأن الشبع يثقل البدن ويقسى القلب ويزيل الفطنة ويجلب النوم ويضعف صاحبه عن العبادة".

"Aku tidak pernah kekenyangan sejak umur enam belas tahun. Karena kekenyangan itu membuat badan berat, hati menjadi keras, menghilangkan kecerdasan, membuat sering tidur, dan melemahkan semangat beribadah".

📚 Siyar A'lamin Nubala', 8/248.

0bbb71625bf57880814af9d3479cdaae


MEMUJI MAKANAN YANG DIMAKAN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

عن جابر رضي الله عنه : أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم سَأَلَ أَهْلَهُ الأُدُمَ، فقالوا: مَا عِنْدَنَا إِلَّا خَلٌّ، فَدَعَا بِهِ، فَجَعَلَ يَأْكُلُ، وَيَقُولُ: «نِعْمَ الأُدُمُ الخَلَّ، نِعْمَ الأُدُمُ الخَلَّ».
[صحيح] - [رواه مسلم]

Dari Jābir -raḍiyallāhu `anhu- bahwa Nabi -ṣallallāhu `alaihi wa sallam- pernah meminta lauk ‎kepada istri-istrinya. Mereka berkata, “Kami tidak memiliki apa-apa kecuali cuka, lalu beliau ‎memintanya untuk diambilkan dan kemudian makan dengan cuka tersebut seraya bersabda, ‌‎“Sebaik-baik lauk adalah cuka, sebaik-baiknya lauk adalah cuka.”‎
[Hadis sahih] - [Diriwayatkan oleh Muslim]

Uraian
Nabi -ṣallallāhu `alaihi wa sallam- meminta lauk dari istri-istrinya untuk dimakan ‎dengan roti, lalu mereka berkata, “Kami tidak memiliki apa-apa kecuali cuka”. Beliaupun ‎kemudian meminta agar diambilkan untuknya, maka diambilkanlah cuka tersebut dan ‎beliaupun makan dengannya seraya bersabda, “Sebaik-baik lauk adalah cuka, sebaik-baik lauk ‎adalah cuka”.‎ Ini adalah sanjungan terhadap cuka. Meskipun cuka itu adalah minuman yang ‎biasa diminum, namun ia juga disebut sebagai makanan; Allah –Ta`ālā- berfirman:,‌‎ “Siapa meminum airnya, bukanlah pengikutku. ‎Dan siapa tidak memakannya (meminumnya) maka dia adalah pengikutku”.‎ Disebut sebagai makanan karena memiliki rasa yang dapat dikonsumsi.‌‏

sumber: Link

ee0c6d749007c3daba7a3fb786797028


AMBULANCE SIAP MENJALANKAN TUGAS !

Dengan Pelayanan Ambulance Gratis 24 Jam

Bagi masyarakat yang membutuhkan bisa langsung kontak Hotline 082177334455

Link">wa.me

InsyaaAllah 24 Jam Gratis Untuk wilayah Surabaya, Sidoarjo Kota dan Gresik Kota.

Agar layanan Ambulance Gratis ini terus di rasa manfaatnya oleh masyarakat. yuk mari saling mendukung dalam operasional ambulnce muslim biker indonesia Surabaya Chapter agar bermanfaat semakin luas.

gratis mbisurabaya

d9819ad0ed981c6b0b2d1e176dbbc77c


Bakti Orang Tua Tanpa Validasi Sosial
🎙 Ustadz Lalu Mirwazi
🎥 Link

📝 Di zaman digital, keberhasilan sering diukur dari viralitas. Namun dalam Islam, nilai amal ada pada keridaan Allah Subhanahu wa Ta`ala. Berbakti kepada orang tua tidak butuh panggung atau publikasi. Inilah amalan tersembunyi yang mengetuk pintu surga.


8c01a88a9e1ef4aa7e11b20aaefd2135


✍🏻📚📢🌹 SEBAB-SEBAB MENDAPAT SYAFAAT

Marilah kita bersemangat untuk melakukan sebab mendapatkan syafaat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menerangkan kepada kita amalan-amalan yang bisa menjadi sebab mendapatkan syafaat.

Di antara yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sebutkan:

1. Perhatian dengan Al-Qur’an

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِه

“Bacalah al-Qur’an, karena al-Qur’an akan menjadi pemberi syafaat bagi yang membaca dan mengamalkannya pada hari kiamat nanti.” (HR . Muslim)

2. Berdoa setelah mendengar azan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa mendengar azan kemudian membaca,

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِى وَعَدْتَهُ

maka telah tetap syafaatku untuk dia di hari kiamat.” (HR. al-Bukhari no. 614)

3. Tinggal di Madinah dengan sabar hingga meninggal

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَصْبِرُ أَحَدٌ عَلَى لَأْوَائِهَا فَيَمُوتَ إِلاَّ كُنْتُ لَهُ شَفِيعًا أَوْ شَهِيدًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِذَا كَانَ مُسْلِمًا

“Tidaklah seorang bersabar dari kesulitan dan kelaparan di Madinah sampai meninggal, kecuali aku akan menjadi pemberi syafaat atau saksi baginya pada hari kiamat, jika dia seorang muslim.” (HR . Muslim no. 3405)

4. Dishalati oleh ahli tauhid

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُونَ رَجُلاً لاَ يُشْرِكُونَ بِا شَيْئًا إِلاَّ شَفَّعَهُمُ ا فِيهِ

“Tidaklah seorang muslim meninggal kemudian jenazahnya dishalati oleh empat puluh orang yang tidak menyekutukan Allah ‘azza wa jalla dengan sesuatupun, niscaya Allah ‘azza wa jalla menerima syafaat mereka pada orang tersebut.” (HR . Muslim no. 2242)

Semoga Allah ‘azza wa jalla memberi kemudahan kepada kita untuk mendapatkan syafaat di hari kiamat nanti.

🌎 Sumber || Link