Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

 
1

DOSA SEPENUH LANGIT AKAN DIAMPUNI

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, ia berkata:
aku mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, Hai anak Adam! Seandainya dosa-dosamu membumbung sepenuh langit, kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku, pasti Aku ampuni.
HR. At-Tirmidzi no. 3540 dan berkata, hadits hasan shahih.



layanan Ambulance MBISC
24 Jam Gratis Dalam Kota Surabaya
Sidoarjo & Gresik
(Syarat & ketentuan berlaku)
https://mbisc.my.id/ambulance*whatapp">mbisc.my.id/ambulance*whatapp">https://mbisc.my.id/ambulance*whatapp

Instagram
https://mbisc.my.id/instagram">mbisc.my.id/instagram">https://mbisc.my.id/instagram

Whatapp Group Dakwah
https://mbisc.my.id/gdmbisc">mbisc.my.id/gdmbisc">https://mbisc.my.id/gdmbisc

eTiket System
https://mbisc.my.id/tiketinfo/">mbisc.my.id/tiketinfo/">https://mbisc.my.id/tiketinfo/

Join Member
https://mbisc.my.id/joinus">mbisc.my.id/joinus">https://mbisc.my.id/joinus

Info
mbisc.my.id">https://mbisc.my.id

25f5803891af8b1d577f62e132abaa7e


GUNAKAN KATA-KATA YANG BAIK KETIKA MENASIHATI

Dalam menyampaikan nasehat hendaknya menggunakan kata-kata yang baik, yaitu kata-kata yang penuh kelembutan dan hikmah. Perhatikan bagaimana Allah Ta’ala perintahkan Nabi Musa dan Nabi Harun ‘alaihimassalam ketika akan memberi nasehat kepada Fir’aun, Allah berfirman:

فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ

“Hendaknya kalian berdua ucapkan perkataan yang lemah lembut, mudah-mudahan ia akan ingat atau takut kepada Allah” (QS. Thaha: 44).

Padahal Fir’aun jelas kekafirannya dan kezalimannya. Bahkan ia mengatakan: “Aku adalah Tuhan kalian yang Maha Tinggi”. Namun tetap diperintahkan untuk memberi nasehat yang lemah lembut. Maka bagaimana lagi jika yang dinasehati adalah seorang Muslim yang beriman kepada Allah?

Celaan dan hinaan tidak menjadi halal ketika memberi nasehat kepada orang yang jatuh pada kesalahan. Celaan dan kata-kata kotor bukanlah akhlak seorang Mukmin. Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ليسَ المؤمنُ بالطَّعَّانِ ولا اللَّعَّانِ ولا الفاحِشِ ولا البذَيُّ

“Seorang Mukmin bukanlah orang yang suka mencela, suka melaknat, suka bicara kotor dan suka bicara jorok” (HR. Tirmidzi no.1977, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah no.320).

Dan janganlah menganggap remeh perkataan yang buruk dan menyakiti hati orang lain. Karena bisa jadi perkataan itu bisa menyeret kita ke dalam neraka sangat dalam. Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

(إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالكَلِمَةِ لاَ يَرَى بِهَا بَأْسًا يَهْوِي بِهَا سَبْعِينَ خَرِيفًا فِي النَّارِ) وصححه الألباني في صحيح الترمذي .

“Sesungguhnya seorang hamba ketika berbicara dengan perkataan yang dianggap biasa, namun akan menyebabkan ia masuk neraka 70 tahun” (HR. Tirmidzi no. 2314, dishahihkan oleh Albani dalam Shahih At Tirmidzi).



© 2022 Link
Sumber: Link

0874c4e2722a33ccb8ab14243ea6d473


SALAH SATU PINTU REZEKI YANG SERING DI TUNDA-TUNDA
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullahu,

إذا أقمت الصلاة أتاك الرزق من حيث لا تحتسب

"Jika engkau menegakkan shalat maka rezeki akan datang kepadamu dari arah yang tidak pernah engkau sangka."

(Tafsir Ibnu Katsir, surah Thaha Ayat 132)

89bba222dfba4e231212c1b945aa10bf


HARTA YANG BERMANFAAT

✍🏻 Umar bin Dzar rahimahullah mengisahkan,

قال الربيع بن أبي راشد، ورأى رجلاً مريضاً يتصدق بصدقة فقسمها بين جيرانه، فقال: الهدايا إمام الزيارة. فلم يلبث الرجل إلا أياماً حتى مات. فبكى عند ذلك الربيع وقال: أحسن والله بالموت وعلم أنه لا ينفعه من ماله إلا ما قدم بين يديه.

Rabi' bin Abi Rasyid melihat orang sakit yang bersedekah. Orang itu membagi-bagikan hartanya kepada para tetangganya. Rabi' bin Abi Rasyid pun berkata, "Hadiah adalah pembuka kedekatan sebelum kunjungan."

Setelah beberapa hari, orang yang sakit tersebut meninggal. Rabi' bin Abi Rasyid menangis karena hal itu.

Rabi' berkata, "Demi Allah, orang tersebut telah mempersiapkan bekal dengan baik menghadapi kematiannya. Orang itu juga mengetahui bahwa tidak ada harta yang bermanfaat untuknya selain yang ia sedekahkan."


📚 Shifatush Shafwah, hlm. 469
Wallahu A'lam Bishawab

1293adffda8e4379f79c4b5cc11329b0


Perbanyaklah Istighfar di Waktu Sahur

959c9210abd341383cb5513edffe971f


بِسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

SAKIT HATI
____✒️

Sakit hati, mengapa terus dipelihara?
Tidakkah anda segera mengobatinya?

Tidak seperti ketika sakit di badannya, seringkali seseorang malah ‘memelihara’ sakit Linkahal harusnya dia bisa segera mengobati lara hatinya itu, sebagaimana dia bisa segera mengobati sakit badannya.

📌 Dan diantara obat PELIPUR LARA HATI yang paling ampuh adalah dengan MEMAAFKAN kesalahan orang yang menyakiti kita, karena itulah sumber dan sebab utama sakitnya hati kita.

Oleh karenanya ketika sumber sakitnya sudah teratasi, maka tentunya sakit hati kita akan hilang dengan sendirinya.

📌 Seringkali seseorang tidak mau, atau gengsi, atau merasa rugi untuk memaafkan orang lain, padahal sebenarnya dengan begitu dia akan rugi sendiri, karena hatinya akan sakit, tersiksa, dan TERBEBANI terus-menerus.

Seringkali seseorang TIDAK INGIN memaafkan kesalahan orang lain, kecuali bila orang tersebut yang meminta maaf kepadanya, padahal apakah dia akan melakukan hal yang sama saat badannya disakiti orang lain..?!

Apakah dia mau menunggu hingga orang lain mau mengobati sakit di badannya..?! Tentunya tidak.

Maafkanlah kesalahan orang lain… karena dia sama sekali tidak akan mampu mengubah TAKDIR Anda…

● Maafkanlah dia… karena Allah menjanjikan pahala yang tiada tara kepada Anda:

“Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya itu Allah (yang menentukannya)”

[QS. Asy-Syura: 40]
__

● Maafkanlah dia, karena Allah akan mengampuni dosa-dosa Anda:

“Maafkanlah, dan berlapang dadalah ! Tidakkah kalian ingin Allah mengampuni kalian ?!”

[QS. An-Nur: 22]
__

Maafkanlah dia…

Bersyukurlah kepada Allah, karena Dia telah menjadikan Anda lebih tinggi darinya…

Anda yang disalahi, bukan anda yang menyalahi…

Maafkanlah dia...

Agar sakit hati Anda segera hilang… Agar hati Anda menjadi lapang, ringan, dan bahagia…

🍃🍃

🖊 Ustadz Dr. Musyaffa' Ad Dariny, MA, حفظه الله تعالى
Dewan Pembina Yayasan Risalah islam

Dibagikan Oleh : Mutiara Risalah Islam

9b9ee39502e467d0ee2b2bbdfa8a15b0


▶️ JANGAN BALAS KEBURUKAN DENGAN KEBURUKAN!

📡Link Youtube :
Link

210dab90a2f90be983102174910d3d8b


CARA BERBUKA PUASA
➖➖➖➖➖➖➖

1. Baca Bismillah lalu berbuka dengan kurma atau air
2. Membaca doa buka puasa

. Dzahaba-zh zama’u, wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru in syaa Alloh
. telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, Insya Allah
(HR Abu Daud)


=============================================

5e3d7e52306b038a1dad80f1d6c7550f


Dampak Buruk Ria di Hari Kiamat
🎙 Ustadz Gemma Ilhami

Di hari kiamat kelak, Allah Subhanahu wa Ta`ala akan menyuruh orang-orang yang ria untuk meminta pahala kepada manusia yang dahulu mereka harapkan pujiannya. Tentu saja, manusia tidak akan mampu memberikan pahala sedikitpun. Inilah kerugian yang nyata.

link url : Link

c10c1d24df07bf9f673346397ec907aa


📎 RENUNGAN : SEMAKIN JAUH ATAUKAH SEMAKIN DEKAT?

👤 Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata :

الأيام تمضي ولا أدري هل ازددت قرباً من الله أو بعداً من الله؟ هل نحاسب أنفسنا على هذا الأمر؟

"Hari-hari terus berlalu, sementara saya tidak tahu, apakah saya semakin dekat kepada Allah atau semakin jauh. Sudahkah kita menghisab diri kita dalam perkara ini?!"

_____

📚 Al-Qaulul Mufid, jilid 1 hlm. 150

🌏 Web | Link

da3976e92bd7eb35f2cc1dc308f8cb5a


Kiamat Sudah Dekat, Kita Masih Lalai

Hisab Sudah Dekat, Manusia Masih Lalai

Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman bahwa waktu hisab telah dekat, namun manusia masih dalam kelalaian. Mari pelajari tanda-tanda kiamat sebagai penguat iman hari akhir agar kita tidak termasuk golongan yang merugi.

Link URL: Link


95748bad93062858c6cf49ddc7f7f85b


TATA CARA BERBUKA PUASA

Pas waktu buka puasa nanti, jangan maen sikat aja ya shobs. Tapi jangan lupa baca doa buka puasanya yess..

1. Membaca Bismillah lalu BERBUKA dengan kurma atau air
2. Kemudian baru membaca doa berbuka puasa (setelah membatalkan puasa)

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وَابْــتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَــبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Dzahabazh zhoma’u, wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal Ajru, Insya Allah

“Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki.”

Link

161a4b8f56be3d044709f821aaf08eb3


📎 ORANG YANG PALING LELAH DI DUNIA

👤 Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata :

“Engkau tidak akan menjumpai manusia yang paling lelah daripada orang yang dunia menjadi keinginan terbesarnya, dan dia berambisi dengan mengerahkan segenap kemampuan untuk mendapatkan dunia.”

_____________

📚 Ighatsatul Lahfan, jilid 1, hlm. 36

🌏 Web | Link

c088400c9acfdf829b67ec4b94826f8c


✋🏻⚠️📢🔗 KEDUDUKAN DOSA DI SISI SEORANG MUKMIN

✍🏻 Abdullah bin Mas’ud   radhiyallahu anhu memberikan nasihat,

إنَّ الْمُؤْمِنَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَأَنَّهُ قَاعِدٌ تَحْتَ جَبَلٍ يَخَافُ أنْ يَقَعَ عَلَيْهِ، وَإِنَّ الْفَاجِرَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَذُبَابٍ مَرَّ علَى أَنْفِهِ فَقَالَ بِهِ هَكَذَا

“Seorang mukmin melihat dosa-dosanya laksana dia duduk di bawah gunung dan selalu khawatir kalau gunung itu akan menimpanya. Adapun orang durhaka melihat dosa-dosanya seperti lalat yang hinggap di hidungnya lalu dia halau dengan tangannya (seraya mengibaskan tangannya di atas hidungnya).”

📚 Shahih al-Bukhari no. 6025

Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu anhu memberikan sebuah perumpamaan yang sangat mendalam tentang bagaimana seorang mukmin seharusnya memandang dosa-dosanya. Beliau berkata bahwa seorang mukmin melihat dosa-dosanya seperti seseorang yang duduk di bawah sebuah gunung besar, yang selalu khawatir gunung itu akan menimpanya. Artinya, seorang mukmin merasa sangat takut dan khawatir dengan dosa-dosanya. Setiap kali dia berbuat dosa, dia merasa beban yang berat dan segera ingin bertobat, tidak ingin terperangkap dalam akibat dosa tersebut.

Sebaliknya, orang yang durhaka atau fasiq melihat dosa-dosanya seakan-akan itu hanyalah masalah kecil, seperti lalat yang hinggap di hidungnya. Dia hanya mengibasnya dengan tangan tanpa merasa ada dampak atau bahaya dari perbuatannya. Inilah gambaran orang yang tidak peduli dengan dosa-dosanya, yang tidak merasa takut dan menanggapi dosa dengan enteng.

Kedudukan dosa di sisi seorang mukmin sangat penting. Seorang mukmin harus senantiasa merasa takut dan khawatir terhadap dosa-dosanya, karena dosa bisa mendekatkan kita pada kehancuran dan jauh dari rahmat Allah. Oleh karena itu, dalam pandangan seorang mukmin, setiap dosa harus dianggap serius, meski sekecil apapun. Hal ini mencerminkan keikhlasan dan keseriusan dalam menjalankan agama.

Sebaliknya, orang yang durhaka atau lalai terhadap dosa-dosanya, akan terus terjebak dalam kelalaian dan mungkin akan menganggap dosa itu bukanlah suatu masalah besar, sehingga mereka tidak segera bertaubat atau memperbaiki diri. Oleh karena itu, seorang mukmin harus selalu waspada terhadap dosa, menjaga hatinya, dan segera bertaubat setiap kali terjatuh dalam kesalahan, karena Allah Subhanahu wa Ta'ala sangat dekat dengan hamba-Nya yang bertobat dan kembali kepada-Nya.

Inilah yang seharusnya menjadi pandangan kita terhadap dosa—selalu khawatir, selalu merasa bahwa kita perlu memohon ampunan kepada Allah, dan tidak pernah merasa aman dari murka-Nya.
Wallahu A'lam Bishawab

f2f0d9cde63b8744b0d0010d4cce60b9


TIPS RAIH PAHALA BERLIPAT DI BULAN RAMADHAN

Nabi shallallahu `alaihi wa sallam sebutkan (yang artinya),

"Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga."

(HR. Tirmidzi)


"Linkgan memberi sesuap nasi, secangkir teh, secuil kurma atau snack yang menggiurkan, itu pun bisa menjadi ladang pahala. Maka sudah sepantasnya kesempatan tersebut tidak terlewatkan."

(Ustadz Abduh Tuasikal - Hafidzohulloh - )

c0ebb85fca17af9b3989419d0776b4e4


LEMBUT DALAM BERDAKWAH

🎙️ Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menegaskan,

"فعليك يا عبد الله أن ترفق في دعوتك، ولا تشق على الناس ولا تنفرهم من الدين، ولا تنفرهم بغلظتك ولا بجهلك."

"Wahai hamba Allah semestinya engkau lembut dalam berdakwah. Jangan memberatkan manusia dan jangan pula membuat mereka lari dari agama ini. Dan jangan membuat mereka menjauh dengan sikapmu yang kasar dan kebodohanmu."

📓 Majmu'ul Fataawa 1/346

920dad830e3cbacef9337016dc2f6c27




📚 Dalam kitab Shahih al-Bukhari disebutkan bahwa setiap kali bangun dari tidur, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam membaca do’a:⁣

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ⁣

Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang membangunkan kami setelah ditidurkan-Nya dan kepada-Nya kami dibangkitkan.” (Hadits Riwayat Bukhari no6325)⁣

Imam Bukhari rahimahullah memasukkan hadits di atas dalam judul bab “bacaan yang diucapkan di pagi hari”Ini berarti -kata Ibnu Batthol- bahwa dzikir yang diucapkan ketika pagi hari ini menjadi pembuka amalan dan menunjukkan bahwa dari pagi hari kita sudah memulai dengan berdzikir pada Allah sebagaimana pula saat hendak tidur ditutup pula dengan amalan dzikir pada Allah⁣

Bukannya malah membuka hari dengan bacaan di sosial media.⁣

Berarti pembuka catatan amalan kita adalah dzikir, penutupnya pun dzikirLalu diharapkan antara pembuka dan penutup tersebut ada pengampunan dosa.⁣

e08b45225b2b3e7f6e87d3bee3f61dc7


💐      Adzab Bagi Yang Berbuka Puasa (Dengan Sengaja) Sebelum Waktunya

Abu Umamah radhiallahu `anhu berkata: bahwa beliau mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 بينا أنا نائم إذ أتاني رجلان ، فأخذا بضبعي، فأتيا بي جبلا وعرا ، فقالا : اصعد ، فقلت : إني لا أطيقه ، فقالا : إنا سنسهله لك ، فصعدت حتى إذا كنت في سواء الجبل إذا بأصوات شديدة ، قلت : ما هذه الأصوات ؟ قالوا : هذا عواء أهل النار ، ثم انطلق بي ، فإذا أنا بقوم معلقين بعراقيبهم ، مشققة أشداقهم ، تسيل أشداقهم دما قال : قلت : من هؤلاء ؟ قال : هؤلاء الذين يفطرون قبل تحلة صومهم

”Ketika aku tidur, aku didatangi oleh dua orang laki-laki, lalu keduanya menarik lenganku dan membawaku ke gunung yang terjal. Keduanya berkata, ”Mendakilah”. Lalu kukatakan, ”Sesungguhnya aku tidak mampu.” Kemudian keduanya berkata,”Kami akan memudahkanmu”. Maka aku pun mendakinya sehingga ketika aku sampai di puncak gunung, tiba-tiba ada suara yang sangat keras. Lalu  aku bertanya, ”Suara apa itu?” Mereka menjawab, ”Itu adalah suara jeritan para penghuni neraka.” Kemudian dibawalah aku berjalan-jalan dan aku sudah bersama orang-orang yang bergantungan pada urat besar di atas tumit mereka, mulut mereka robek, dan dari robekan itu mengalirlah darah. Kemudian aku (Abu Umamah) bertanya: ”Siapakah mereka itu?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ”Mereka adalah orang-orang yang berbuka (membatalkan puasa) sebelum tiba waktunya.”
[HR. An-Nasa`i dalam shahihnya (1568). Dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shohihah (3951)]

Ini merupakan siksaan bagi orang yang berbuka sebelum tiba waktunya, Bagaimana dengan yang tidak berpuasa tanpa udzur??

cdcc2f710c2f8660c5405a7313347c84


__GUNUNG ITU TERSUSUN DARI BEBATUAN KECIL__

Ibnul Mu’taz rahimahullah berkata, __"Tinggalkanlah seluruh dosa, yang kecil dan yang besar, itulah takwa! Berbuatlah seperti orang yang berjalan di atas tanah yang penuh dengan duri sehingga dia benar-benar berhati-hati dengan penuh perhatian. Janganlah sekali-kali kamu meremehkan sebuah dosa kecil. Sungguh, gunung-gunung itu, tersusun dari bebatuan kecil."__

Kata-kata ini memberikan nasihat yang dalam mengenai pentingnya menjaga diri dari dosa, baik yang besar maupun yang kecil. Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita merasa bahwa dosa-dosa kecil itu tidak berbahaya dan bisa diabaikan, karena dianggap sepele dan tidak seberat dosa besar. Namun, kata-kata Ibnul Mu’taz mengingatkan kita untuk tidak meremehkan dosa sekecil apapun, karena setiap dosa, baik yang besar atau kecil, membawa dampak yang signifikan terhadap hati kita dan hubungan kita dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Ibnul Mu’taz menggambarkan takwa dengan sangat jelas, yaitu dengan meninggalkan semua jenis dosa, baik yang besar maupun yang kecil. Takwa bukan hanya tentang menjauhi dosa-dosa besar seperti membunuh, berzina, atau mencuri, tetapi juga tentang menjaga diri dari dosa kecil yang sering kali diabaikan, seperti berbohong, menggunjing, atau meremehkan orang lain. Inilah esensi dari takwa yang sesungguhnya: menjaga hati, menjaga lisan, dan menjaga seluruh perbuatan kita agar selalu sesuai dengan petunjuk Allah.

Di sisi lain, beliau juga memberikan perumpamaan yang sangat mendalam tentang bagaimana seharusnya kita menjalani hidup ini. Beliau menyamakan kita dengan seseorang yang berjalan di atas tanah yang penuh dengan duri. Orang tersebut harus berhati-hati dengan setiap langkah yang diambilnya, agar tidak terpeleset atau tertusuk duri. Begitu juga kita dalam kehidupan ini. Setiap langkah yang kita ambil, setiap keputusan yang kita buat, seharusnya selalu didasari dengan kehati-hatian. Setiap dosa, walaupun tampaknya kecil, harus kita waspadai karena ia bisa menjadi duri yang menyakitkan di hati kita.

Ibnul Mu’taz mengingatkan kita bahwa jangan sekali-kali meremehkan dosa kecil. Dosa kecil, jika dibiarkan tanpa taubat, akan mengumpul dan semakin membesar. Seperti halnya gunung yang tersusun dari bebatuan kecil, dosa kecil pun, jika dibiarkan menumpuk, akan menjadi sesuatu yang besar dan menghancurkan. Oleh karena itu, kita harus selalu menjaga diri kita agar tidak terjatuh dalam perangkap dosa-dosa kecil yang bisa merusak hati dan amal kita.

Dosa kecil yang sering kita anggap ringan sebenarnya bisa membawa dampak yang sangat besar. Setiap kali kita terjatuh dalam dosa kecil, kita harus segera bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Jangan pernah menunda-nunda taubat, karena kita tidak pernah tahu kapan ajal akan menjemput kita. Oleh karena itu, kesadaran akan pentingnya menjaga diri dari dosa kecil ini menjadi sangat krusial dalam kehidupan kita.

Dalam setiap langkah hidup kita, kita harus senantiasa berusaha untuk tidak terjatuh dalam dosa, meskipun sekecil apapun itu. Hal ini bukan berarti kita hidup dalam ketakutan yang berlebihan, tetapi lebih kepada kewaspadaan agar kita senantiasa menjaga kualitas iman dan takwa kita. Dengan demikian, kita dapat terus berusaha memperbaiki diri, menghindari kesalahan, dan menjaga hati serta amal perbuatan kita agar senantiasa dalam keridhaan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Dengan mempraktikkan apa yang diajarkan oleh Ibnul Mu’taz ini, kita akan semakin sadar bahwa setiap dosa, meskipun kecil, memiliki potensi untuk menghalangi kita dari rahmat Allah. Oleh karena itu, marilah kita selalu berusaha menjaga diri dari dosa-dosa kecil dan selalu memperbaiki diri dengan taubat yang tulus. Inilah jalan menuju takwa yang sejati, yaitu meninggalkan segala dosa, baik yang kecil maupun yang besar, demi meraih keridhaan Allah dan keselamatan di akhirat kelak.
Wallahu A'lam Bishawab


7d49babbc90ff166b86aab53bdb5b77e


“Ya Rabb kami, terimalah amal kami, sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.”

(QS. Al-Baqarah: 127)

1507c0ce70b265f811a7605e94f1708e


🌿 TEROBOS AJALAH, KAN MUMPUNG LAGI SEPI!

Tidak boleh melanggar peraturan lalu lintas, karena padanya terdapat bahaya, bermaksiat kepada pemerintah, membahayakan keselamatan orang lain.

📚 Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah

f15bdd8ccfdf7b4f0969d5c635fe4449


AL BASHIR ( Yang Maha Melihat)

MAKNA NAMA ALLAH AL BASHIR:
Allah Maha Melihat dengan penglihatan yang sempurna, tidak ada satu makhluk pun yang luput dari penglihatan Allah Ta’ala.

DALIL PENETEPAN NAMA AL BASHIR:
Disebutkan dalam Al Quran sebanyak 42 kali.

Diantaranya Allah Ta’ala berfirman:

لَيْسَ كَمِثْلِهِۦ شَىْءٌ ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

"Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat."
(Qs. Asy Syura: 11)

Al Bashir memiliki 2 makna:

1. Al Bashir: Allah memiliki penglihatan, dapat melihat segala sesuatu. Allah melihat langkah semut hitam diatas batu hitam di hitamnya gelap malam. Allah dapat melihat aliran tubuh manusia, Allah melihat segala apa yang ada didalam bumi dan apa yang ada diatas langit.

2. Al Bashirah: Allah melihat segala hal dengan sempurna, mengetahui watak, keadaan dan segala perbuatan.




fd423d09146873e19fa9f043df445dc0


📝 SERIAL SAHABAT

Beliau adalah generasi awal yang masuk islam disaat umurnya masih muda. Disebut nabi shallallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai tetangga di surga dan dinilai sebagai hawariyyun (Pengikut setia). Malaikat jibril pernah tampil dengan fisik Zubair bin Awwam di Perang Badar.

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Setiap Nabi itu punya seorang Hawariyyun (pengikut setia). Pengikut setiaku adalah Az-Zubair.” (HR. Bukhari, no. 2846)

Itulah sosok shahabat Zubair bin Awwam Radiyallahu `anhu.


Free for share
Semoga bermanfaat
Jazakallahukhairan

c8105f10733e7d01c330bf70044dd000


Dunia Ini Tidak Punya Masa Depan
🎙Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A

Kita sering sibuk merencanakan masa depan 2030 atau 2045, padahal hakikatnya dunia ini tidak punya masa depan. Masa depan dunia adalah kehancuran saat kiamat tiba. Masa depan yang sesungguhnya bagi setiap jiwa adalah apa yang telah ia siapkan untuk hari esok saat menghadap Allah Subhanahu wa Ta`ala.

link url : Link

aa16181bdbc90414ce55a5c08f297003


📎 Beribadah dengan Sunguh-sungguh Hingga Ajal Menjemput

Hasan al-Bashri rahimahullah berkata:
"Semoga Allah merahmati seorang hamba yang menjadikan hidupnya satu kehidupan saja. Dia makan seukuran yang menjaga kelangsungan hidupnya, memakai bajunya yang usang, dan menempelkan pipinya ke bumi, dalam keadaan bersungguh-sungguh beribadah kepada Rabbnya, hingga ajal menjemputnya dalam keadaan dia demikian."
📚 (Adab al-Hasan al-Bashri wa Zuhduhu wa Mawaizhuhu, hal. 78)

Pernyataan ini mengingatkan kita untuk tidak terlalu memfokuskan diri pada kehidupan dunia yang fana, tetapi lebih mengutamakan ibadah dan ketakwaan kepada Allah. Seorang hamba yang benar-benar bersungguh-sungguh dalam beribadah akan menjalani hidup dengan sederhana, tidak tergoda oleh kemewahan dunia, dan terus berusaha untuk taat kepada Allah hingga ajal menjemput.

Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku."
📘 (QS. Adh-Dhariyat: 56)

Bagi seorang Muslim, tujuan hidup yang sebenarnya adalah untuk beribadah kepada Allah dengan penuh ketulusan dan keikhlasan. Hidup yang sederhana dan penuh ibadah adalah kehidupan yang benar-benar memberi kebahagiaan yang hakiki, baik di dunia maupun akhirat.

Semoga kita diberikan kekuatan untuk menjalani hidup ini dengan penuh kesungguhan dalam beribadah, serta senantiasa mengingat akhirat dan meraih keberkahan dari-Nya. Aamiin.
Wallahu A'lam Bishawab

7bc4dc3ceeb2dbf56999c8744fff3c2f


💎 GHIBAH MENGOYAK PUASA
Mengoyak Puasa

596c7bd8e97289d3b9c8a9cc64b8a68b


Doa Keluar Rumah: Berlindung dari Kesesatan

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ


ALLAAHUMMA INNII A’UUDZU BIKA
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu



أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ

AN ADHILLA AU UDHALLA
Dari aku tersesat, atau aku menyesatkan



أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ

AU AZILLA AU UZALLA
Atau aku tergelincir, atau aku digelincirkan



أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ

AU AZHLIMA AU UZHLAMA
Atau aku mendhalimi, atau aku didhalimi



أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ

AU AJHALA AU YUJHALA ‘ALAYYA
Atau kebodohanku atau dibodohi



Artinya:

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari: aku tersesat, atau aku disesatkan,
atau aku tergelincir, atau aku digelincirkan, atau aku mendhalimi, atau aku didhalimi,
atau kebodohanku atau dibodohi.”

(HR. Abu Dawud)

271de3ad2d70f89e51ff4c5c15d93f33


Ramadhan Waktu Perbaikan Diri

Di riwayatkan dari Abu Said Al-Khudry radhiallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Taala memiliki hamba-hamba yang di merdekakan dari Api Neraka, pada setiap hari dan malam -yakni di bulan Ramadhan-, dan sesungguhnya setiap muslim memiliki doa yang mustajab pada setiap harinya"
[HR. Al-Bazzar, Shahih Targhib hadits 1002 bab puasa]

Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, di dalamnya bertabur keridhaan Allah dan pahala dari-Nya. Mudah bagi seorang untuk berbuat kebaikan dan berebut pahala di bulan ini, maka tepatlah bila bulan ini kita jadikan acuan perbaikan diri.

Oleh Ustadz Abu Abd rahman bin Muhammad Suud Al-Atsary hafidzhahullah
generate by :Link

c1231f777e6386a71b04197aa75f2868


PAKAILAH PENUTUP KEPALA KARENA IA KEBIASAAN ORANG SHALIH
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Syaikh Al-Albaniy rahimahullah berkata, "Tidak memakai tutup kepala bukan kebiasaan baik yang dikerjakan oleh para ulama salaf, baik ketika mereka berjalan di jalan maupun ketika memasuki tempat-tempat ibadah. Kebiasaan tidak memakai tutup kepala sebenarnya tradisi yang dikerjakan oleh orang-orang asing. Ide ini memang sengaja diselundupkan ke negara-negara muslim ketika mereka melancarkan kolonialisasi. Mereka mengerjakan kebiasaan buruk ini ; namun sayangnya malah diikuti oleh umat Islam. Mereka telah mengenyampingkan kepribadian dan tradisi keislaman mereka sendiri. Inilah sebenarnya pengaruh buruk yang dibungkus sangat halus yang tidak pantas untuk merusak tradisi umat islam dan juga tidak bisa dijadikan sebagai alasan untuk memperbolehkan shalat tanpa memakai tutup kepala.

Adapun argumentasi yang membolehkan membiarkan kepala tanpa tutup seperti yang dikemukakan oleh sebagian orang dari Jama’ah Anshorus Sunnah di Mesir adalah dengan mengkiaskannya kepada busana orang yang sedang memakai baju ihram ketika melaksanakan ibadah haji. Ini adalah usaha kias terburuk yang mereka lakukan. Bagaimana hal ini bisa terjadi, sedangkan tidak menutup kepala ketika ihram adalah syi’ar dalam agama dan termasuk dalam manasik, yang jelas tidak sama dengan aturan ibadah lainnya.

Seandainya kias yang mereka lakukan itu benar, pasti akan terbentur juga dengan pendapat yang mengatakan tentang kewajiban untuk membiarkan kepala agar tetap terbuka ketika ihram. Karena itu merupakan kewajiban dalam rangkaian ibadah haji. [Lihat Tamamul Minnah fit Ta’liq ‘ala Fiqhis Sunnah (hal. 164-165)].

Tidak pernah disebutkan sebuah riwayat yang menyatakan bahwa Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- tidak memakai tutup kepala ketika shalat kecuali hanya ketika ihram. Barangsiapa yang menyangka beliau pernah tidak memakai imamah ketika shalat -selain pada saat melakukan ihram-, maka dia harus bisa menunjukkan dalilnya. Yang benar itulah yang paling berhak untuk diikuti. [Lihat Ad-Dinul Khalish (3/214) dan Al-Ajwibah An-Nafi’ah an Al-Masa’il Al-Waqi’ah (hal.110)]


sumber: Link


31185d336384554cd171b55e5eed0393


JAUHILAH SEBAB-SEBAB PEMICU KEMARAHAN!
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

عن أبي هريرة رضي الله عنه:
أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَوْصِنِي، قَالَ: «لَا تَغْضَبْ» فَرَدَّدَ مِرَارًا قَالَ: «لَا تَغْضَبْ». 
[صحيح] - [رواه البخاري] - [صحيح البخاري: 6116]

Abu Hurairah -raḍiyallāhu `anhu- meriwayatkan,
Ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi ﷺ, "Berilah aku wasiat." Beliau bersabda, "Janganlah engkau marah!" Orang itu mengulangi permintaannya berkali-kali, tetapi beliau tetap bersabda, "Janganlah engkau marah!" 
[Sahih] - [HR. Bukhari] - [Sahih Bukhari - 6116]

Uraian
Salah seorang sahabat -raḍiallāhu `anhum- meminta kepada Nabi ﷺ agar ditunjukkan pada sesuatu yang akan berguna baginya. Beliau lantas memerintahkannya agar tidak marah. Maksudnya adalah agar dia menjauhi sebab-sebab yang dapat memicu amarahnya serta mengendalikan diri ketika dihinggapi amarah, yaitu dia tidak boleh terbawa amarahnya sampai membunuh, memukul, mencaci atau lain sebagainya.
Laki-laki tersebut mengulang permintaannya beberapa kali, tetapi beliau ﷺ tidak memberikannya wasiat lebih dari mengatakan "janganlah engkau marah." 

Faidah dari Hadis
1- Peringatan terhadap marah dan sebab-sebabnya; karena marah mengumpulkan semua keburukan, sedangkan menjaga diri dari marah mengumpulkan semua kebaikan.
2- Marah karena Allah seperti marah ketika larangan Allah dilanggar termasuk marah yang terpuji.
3- Mengulang-ulang perkataan ketika dibutuhkan supaya orang yang mendengar paham dan mengetahui urgensinya.
4- Keutamaan meminta wasiat pada orang berilmu.


sumber: Link

027abca64ea3949e4b703c763dc6e18d


Artinya : Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur`an) pada malam qadar.

2121a9a7a711d3a579bd176627abaac3


SEDANG LIBUR ATAU DI AKHIR PEKAN, YUK MANFAATKAN UNTUK SILATURAHIM

Ibnu Hajar dalam Al-Fath menjelaskan, “Silaturahim dimaksudkan untuk kerabat, yaitu yang punya hubungan nasab, baik saling mewarisi ataukah tidak, begitu pula masih ada hubungan mahrom ataukah tidak.”

Dari Abu Ayyub Al-Anshari, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang amalan yang dapat memasukkan ke dalam surga, lantas Rasul menjawab,

تَعْبُدُ اللَّهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا ، وَتُقِيمُ الصَّلاَةَ ، وَتُؤْتِى الزَّكَاةَ ، وَتَصِلُ الرَّحِمَ

“Sembahlah Allah, janganlah berbuat syirik kepada-Nya, dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan jalinlah tali silaturahim (dengan orang tua dan kerabat).” (HR. Bukhari, no. 5983)

Dari Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ تَعَالَى لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا – مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِى الآخِرَةِ – مِثْلُ الْبَغْىِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ

“Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk disegerakan balasannya bagi para pelakunya [di dunia ini] -berikut dosa yang disimpan untuknya [di akhirat]- daripada perbuatan melampaui batas (kezhaliman) dan memutus silaturahim (dengan orang tua dan kerabat).” (HR. Abu Daud, no. 4902; Tirmidzi, no. 2511; dan Ibnu Majah, no. 4211, shahih)

Abdullah bin ’Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ ، وَلَكِنِ الْوَاصِلُ الَّذِى إِذَا قَطَعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا

“Seorang yang menyambung silahturahmi bukanlah seorang yang membalas kebaikan seorang dengan kebaikan semisal. Akan tetapi seorang yang menyambung silahturahmi adalah orang yang berusaha kembali menyambung silaturahim setelah sebelumnya diputuskan oleh pihak lain.” (HR. Bukhari, no. 5991)



Sumber Link

40ed73cbb73c9583a3db83c26e101fc8


TIDAK MENJELEK - JELEKKAN MAKANAN YANG TIDAK DISUKAI

Dari Abu Hurairah, ia berkata,

‎مَا عَابَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – طَعَامًا قَطُّ ، إِنِ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ ، وَإِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ

“Tidaklah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencela suatu makanan sekali pun dan seandainya beliau menyukainya maka beliau memakannya dan bila tidak menyukainya beliau meninggalkannya (tidak memakannya).” (HR. Bukhari no. 5409)

Ibnu Baththol rahimahullah mengatakan, “Inilah adab yang baik kepada Allah Ta’ala. Karena jika seseorang telah menjelek-jelekkan makanan yang ia tidak sukai, maka seolah-olah dengan ucapan jeleknya itu, ia telah menolak rizki Allah.” (Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, Asy Syamilah, 18/93)

Sumber Link

eec6070021fbb9968dba44f5e9e02d93


ANTARA TEMAN & KERABAT

Al Hafidz Ibnu Rajab rahimahullah berkata:

"Bisa jadi orang asing lebih bermanfaat bagi mayit daripada keluarganya sendiri. Dahulu sebagian orang shalih berkata: Adakah yang semisal teman yang baik. Keluargamu saling berebut warisanmu sedangkan dia menyendiri karena sedih ditinggal olehmu, dia mendoakanmu saat engkau di bawah tumpukan tanah"

(Majmu` Rasail Ibnu Rajab 2/423)

5d65cd0cbb6792754f038ef572d72783


▶️ SEDEKAH TIDAK MENGURANGI HARTA!

📡 Link Youtube:
Link

Secara perhitungan dunia kita mengetahui pada saat kita mengeluarkan uang untuk bersedekah berarti mengurangi harta yang kita miliki. Namun, hal ini bertolak belakang dengan perhitungan Allah.

Allah dan Rasul-Nya telah menjamin tidak akan berkurang harta orang yang bersedekah, terutama yang bersedekah di jalan Allah, bahkan mengundang keberkahan yang besar terhadap harta dan kehidupan seorang hamba.

Allah Ta’ala berfirman,

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah [2]:261)”.

Hilangkan sifat Bakhil dan kecintaan yang berlebihan terhadap harta yang ada di dalam diri kita, karena harta yang disedekahkan di jalan Allah tidak akan pernah hilang, bahkan tersimpan di langit dan kelak akan Allah berikan balasannya di dunia dan terutama di Akhirat.

Allahu Ta’ala A’lam bisshowab

51f9f9006136a26f622ee15e0f70fd02


Nazar Ibadah Pakai Syarat? Itu Sifat Pelit
🎙️ Ustadz Abu Aslam
🎥 Link

📝 Ustadz Abu Aslam menjelaskan bahwa orang yang baru mau bersedekah atau beribadah jika keinginannya dikabulkan (nazar bersyarat) adalah tanda orang bakhil/pelit. Beribadahlah kepada Allah Subhanahu wa Ta`ala tanpa memberikan syarat.


cb1d034e16beca4d47e682748e4bca58


📖 Inilah Fungsi Punya Harta
Banyak manusia mendambakan harta. Mereka bekerja keras, berusaha siang dan malam, mengumpulkan kekayaan sebanyak-banyaknya. Namun, apa sebenarnya tujuan harta dalam pandangan Islam? Apakah sekadar untuk ditimbun? Atau dipamerkan? Atau dihambur-hamburkan dalam perkara sia-sia?

Sa'id bin Musayyib rahimahullah, memberikan nasihat yang sangat berharga:

"Tidak ada kebaikan pada harta seseorang yang tidak dia gunakan untuk menjaga kehormatannya, menyambung hubungan dengan kerabatnya, dan mencegahnya dari dosa-dosa."
📘 (Makarimul Akhlak, 136)

Kalimat ini menunjukkan bahwa harta adalah sarana, bukan tujuan. Harta yang diberkahi adalah harta yang digunakan untuk tiga hal penting:

1. Menjaga Kehormatan
Harta digunakan untuk menjaga kehormatan diri dari kehinaan meminta-minta, dari ketergantungan kepada makhluk, dan dari perbuatan yang merendahkan martabat. Dengan harta, seseorang bisa hidup terhormat, mandiri, dan tidak menjadi beban bagi orang lain. Rasulullah ﷺ bersabda:

"Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah."
📘 (HR. Bukhari dan Muslim)

Tangan di atas adalah tangan yang memberi, bukan meminta. Inilah kehormatan yang dijaga dengan harta.

2. Menyambung Hubungan dengan Kerabat
Harta juga berfungsi untuk menyambung silaturahmi. Memberi hadiah, membantu keluarga yang membutuhkan, membayar hutang saudara, atau sekadar mempererat hubungan dengan bantuan dan perhatian. Allah memerintahkan:

"Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (nama-Nya) kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturahmi."
📖 (QS. An-Nisa: 1)

Orang yang menggunakan hartanya untuk keluarganya, mempererat tali persaudaraan, maka hartanya menjadi wasilah kebaikan yang besar.

3. Mencegah Dosa
Harta juga menjadi benteng dari perbuatan dosa. Misalnya, seseorang yang memiliki harta bisa menikah dan menjaga dirinya dari perzinaan. Dengan harta, ia bisa menunaikan kewajiban, membayar zakat, bersedekah, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Sebaliknya, orang yang tidak menggunakan hartanya dalam jalan ketaatan justru bisa tergelincir dalam dosa: pelit, tamak, sombong, berfoya-foya dalam maksiat, atau terjebak dalam dunia yang melalaikan.

📌 Jadi, bukan banyaknya harta yang menjadi ukuran kemuliaan, tetapi bagaimana ia digunakan. Sebagaimana perkataan mulia dari Sa'id bin Musayyib ini, harta itu tidak berguna jika tidak dipakai untuk tiga fungsi mulia tersebut.

Maka, setiap kita yang Allah beri kelapangan rezeki, hendaknya selalu bertanya pada diri sendiri:

Apakah hartaku sudah membuatku lebih terhormat di sisi Allah?

Apakah hartaku mempererat hubunganku dengan keluarga dan saudara-saudaraku?

Apakah hartaku membantuku untuk menjauh dari dosa dan mendekatkan diri kepada Allah?

Jika jawabannya iya, maka bersyukurlah. Namun jika belum, maka segeralah perbaiki arah penggunaan harta kita, sebelum harta itu menjadi fitnah yang memberatkan hisab kita kelak di akhirat.

Wallahu A'lam Bishawab

fff29e85c6afdacb699ec2612b445e42


Agama Mewarnai, Bukan Merubah
🎙️ Ustadz Subhan Bawazier
🎥 Link

📝 Agama Islam tidak merubah hobi kita selama mubah, tapi mewarnainya agar sesuai syariat Allah Subhanahu wa Ta`ala. Tetaplah jadi beker yang fionable tapi taat aturan sesuai bimbingan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.