Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

 
1

SETIAP YANG MEMABUKKAN HARAM

Dari Abu Burdah dari bapaknya yakni Abu Musa Al-Asyari Radhiyallahu Anhuma, bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam mengutusnya ke Yaman dan ia bertanya kepada beliau tentang minuman yang dibuat di Yaman. Beliau bertanya: Apa itu? Abu Musa berkata: Bitu dan Mizru. Ditanyakan kepada Abu Burdah: Apa itu Bitu? Dia menjawab: Saripati madu dan adapun Mizru adalah saripati gandum. Maka Rasulullah bersabda:
Semua yang memabukkan adalah haram.
HR. Al-Bukhari no. 4343



layanan Ambulance MBISC
24 Jam Gratis Dalam Kota Surabaya
Sidoarjo & Gresik
(Syarat & ketentuan berlaku)
https://mbisc.my.id/ambulance*whatapp">mbisc.my.id/ambulance*whatapp">https://mbisc.my.id/ambulance*whatapp

Instagram
https://mbisc.my.id/instagram">mbisc.my.id/instagram">https://mbisc.my.id/instagram

Whatapp Group Dakwah
https://mbisc.my.id/gdmbisc">mbisc.my.id/gdmbisc">https://mbisc.my.id/gdmbisc

eTiket System
https://mbisc.my.id/tiketinfo/">mbisc.my.id/tiketinfo/">https://mbisc.my.id/tiketinfo/

Join Member
https://mbisc.my.id/joinus">mbisc.my.id/joinus">https://mbisc.my.id/joinus

Info
mbisc.my.id">https://mbisc.my.id

c2ecb3dfb7fc7056fdccc45fc7bf46e1


Kemuliaan Seorang Mukmin

Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:
"Kemuliaan seorang mukmin adalah tatkala dia merasa cukup dari apa yang ada di tangan manusia."
📘 (At-Tahajjud, 2/36)

Nasihat ini mengandung pelajaran yang mendalam bagi seorang mukmin agar senantiasa menjaga kehormatan dirinya dengan sikap qana'ah (merasa cukup) terhadap rezeki yang Allah berikan. Seorang mukmin yang merasa cukup tidak akan menghinakan dirinya dengan meminta-minta atau bergantung pada apa yang dimiliki orang lain. Ia percaya bahwa semua rezeki telah Allah tetapkan sesuai dengan hikmah dan keadilan-Nya.

Hal ini juga sesuai dengan sabda Rasulullah ﷺ:
"Bukanlah kekayaan itu banyaknya harta benda, tetapi kekayaan adalah kaya hati."
📘 (HR. Al-Bukhari, no. 6446; Muslim, no. 1051)

Kemuliaan seorang mukmin terletak pada tawakalnya kepada Allah, usahanya menjaga kehormatan diri, dan keikhlasannya dalam menerima takdir. Dengan begitu, ia akan senantiasa merasa cukup dan mulia di hadapan Allah maupun manusia. Semoga kita senantiasa diberi hati yang penuh rasa syukur dan dijauhkan dari sifat tamak. Aamiin.
Wallahu A`lam Bishawab

1a322549fa449ded17de6c63b87a4471


PANJANG ANGAN-ANGAN AKAN MEMBUAT SESEORANG BURUK AMALANNYA
Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:
"Tidaklah ada seorang yang panjang angan-angan kecuali dia akan buruk amalannya."
(Syarh al-Kafiyah Asy-Syafiyah 4/379)

fd0b9401032c7bc68737f6513412628c


Jika kita sholat, maka sholatlah menggunakan sutrah jika ia sholat munfarid (sendirian).
Karena itu perintah Nabi ﷺ dan agar seseorang tidak melewati tempat sholat nya.

d7c6ff5f5af877a2c9f0c240cc36be4e


Kehinaan Dimasa Tua Akibat Durhaka Dimasa Muda
Al-Imam Ibnul Jauzy rahimahullah berkata:
"Terkadang orang yang tua renta dihinakan di masa tuanya hingga hati orang lain pun merasa iba, dan dia tidak sadar bahwa hal itu karena dia menelantarkan hak Allah Ta'ala di masa mudanya, jadi kapan saja engkau melihat seseorang dihukum maka ketahuilah bahwa itu disebabkan oleh dosa-dosa."
(Shaidul Khathir, hlm. 30)

a13cd7bd3f571ab2f6f7285909979a2f


Kemudian Rasulullah membaca ayat:
أَن تَقُولَ نَفْسُ يَا حَسْرَنَا عَلَى مَا فَرَّطْتُ فِي جَنبِ اللَّهُ
"Duhai, alangkah besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah" (QS. Az-Zumar: 56)"
HR. An Nasa'i dalam al-Kubra [11454], Ahmad [10652], dihasankan al-Albani dalam Silsilah ash-Shahihah [2034]).
t me/silsilahsahihah

75e7c2f7227b9701d234e40a66c4b1fd


Bismillah
📌 ARTIKEL ISLAM

Kiat Mendidik Anak Shalih
MEMBENTENGI DENGAN DZIKIR-DZIKIR
Oleh : Ustadz Abu Ghozie As Sundawie


Sebagaimana yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas, beliau mengatakan :

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَوِّذُ الحَسَنَ وَالحُسَيْنَ، وَيَقُولُ : إِنَّ أَبَاكُمَا كَانَ يُعَوِّذُ بِهَا إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ

Nabi terbiasa memintakan perlindungan kepada Allah untuk Al Hasan dan Al Husain : “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang telah sempurna dari godaan setan, binatang beracun dan dari pengaruh ‘ain yang buruk.” (HR. Bukhari no. 3371)




Baca selengkapnya di : Link

➖➖➖➖➖➖➖➖
📲 Abu Ghozie Official

5ad392118b0f9f5810211c2ee7990cf9


✋🏻✒️🎙️🍂 OBAT YANG AMPUH

✍🏻 Imam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

"إذا رأى أنّه لا ينشرحُ صدرُه، ولا يحصلُ له حلاوةُ الإيمانِ ونُورُ الهدايةِ؛ فَلْيُكثِر التّوبةَ والاستغفارَ، وليُلازِم الاجتهادَ بحسَبِ الإمْكانِ

"Jika seseorang merasakan dadanya tidak lapang, tidak mendapatkan manisnya iman dan cahaya hidayah, hendaknya dia memperbanyak tobat, istigfar, dan terus-menerus dalam kesungguhan semaksimal mungkin ...

وعليهِ بإقامةِ الفرائضِ ظاهراً و باطناً، ولُزُوم الصّراطِ المُستقيمِ

Hendaknya dia menegakkan amalan fardhu yang lahir dan batin, dan selalu menetapi shirathal mustaqim." (Al-Fatawa al-Kubra 5/62)

d3dd10fb264c2a92873e9f57b9a73c90


📎 Waktu Dzikir Pagi Terbaik

Imam An-Nawawi rahimahullah berkata:
"Ketahuilah bahwasanya waktu terbaik untuk dzikir pagi adalah setelah shalat Shubuh."
📘 (Al-Adzkar, 1/155)

Pernyataan ini menunjukkan bahwa waktu dzikir pagi yang paling utama adalah segera setelah menunaikan shalat Shubuh, ketika hati dan pikiran masih segar, serta kondisi lingkungan biasanya masih tenang. Dzikir pagi pada waktu tersebut lebih mendekatkan diri kepada Allah dan mendatangkan keberkahan sepanjang hari.

Dalil tentang dzikir pagi juga terdapat dalam firman Allah:
"Dan bertasbihlah dengan memuji Rabbmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya (matahari)."
📘 (QS. Thaha: 130)

Dzikir pagi mencakup bacaan seperti ayat kursi, Al-Mu’awwidzatain (Surah Al-Falaq dan An-Naas), Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, Allahu Akbar, dan doa lainnya yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ. Waktu pagi adalah momen strategis untuk memulai hari dengan mendekatkan diri kepada Allah, memohon perlindungan, dan mendapatkan pahala yang besar. Semoga kita dimudahkan untuk menghidupkan amalan ini setiap hari. Aamiin.


Wallahu A`lam Bishawab

0f8858dea3fb9f3fafbd5e42029dfd13


📎 SUNNAH MENINGGALKAN SHALAT RAWATIB KETIKA SAFAR

📝 Ibnul Qayyim mengatakan,

“Termasuk di antara petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika bersafar adalah mengqashar shalat fardhu dan beliau tidak mengerjakan shalat sunnah rawatib qabliyah dan ba’diyah. Yang biasa beliau tetap lakukan adalah mengerjakan shalat sunnah witir dan shalat sunnah qabliyah shubuh. Beliau tidak pernah meninggalkan kedua shalat ini baik ketika bermukim dan ketika bersafar” (Zaadul Ma’ad, 1: 456).

Adapun shalat malam (tahajud), shalat Dhuha, shalat tahiyyatul masjid dan shalat sunnah mutlak lainnya, masih boleh dilakukan ketika safar. Sebagaimana penjelasan Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin dalam Majmu’ Fatawanya (15: 258).

🌐 Sumber Link

9dd59bf82822f0b04c32363c857703f8


Berdakwahlah dengan mengajak kepada Allah


Syeikh Sholeh bin Fauzan al-Fauzan hafizhohullah berkata,

فبعضُ النَّاسِ إذا لَم يُمدَح ويُشجَّع تَرَكَ الدعوةَ، وهذا دليلٌ على أنه لا يدعو إلى اللّه، وإنما يدعو إلى نفسِه.

"Sebagian orang ada yang berhenti berdakwah ketika tidak ada yang memuji atau menyemangatinya, ini merupakan bukti bahwa ia bukan mengajak orang lain kepada Allah, sesungguhnya ia hanyalah mengajak orang lain kepada dirinya"

(I’anatul Mustafid, hlm. 136)

acdaabfe25d63f99723e510da0eb907f


67. Serial Satu Surat Satu Faedah

📎 "Aliran-Aliran Di Alam Jin"

وَّاَنَّا مِنَّا الصّٰلِحُوْنَ وَمِنَّا دُوْنَ ذٰلِكَۗ كُنَّا طَرَاۤىِٕقَ قِدَدًاۙ

"Dan sesungguhnya di antara kami (jin) ada yang saleh dan ada (pula) kebalikannya. Kami menempuh jalan yang berbeda-beda". (QS. Al Jin: 11)

As Suddi menjelaskan tentang makna ayat ini: Di alam Jin ada aliran-aliran seperti di alam manusia, ada Qodariyyah, Murjiah, Rafidhah, Khawarij, Syiah, Sunni dan sebagainya.

Imam Ibnu Katsir membawakan riwayat sebagai berikut: Diriwayatkan oleh Ahmad bin Sulaiman an Najjad dengan sanadnya dari A’masy. A’masy bercerita bahwa suatu ketika ada jin yang mendatangi beliau. Beliau lantas bertanya kepada jin tersebut, “Apa makanan yang paling kalian sukai”. “Nasi”, jawab jin tersebut. A’masy mengatakan, “Lantas kami bawakan nasi kepadanya. Lantas aku melihat suapan nasi terangkat tanpa melihat adanya sosok”. A’masy bertanya kepada jin tersebut, “Apakah di tengah-tengah kalian terdapat berbagai aliran sesat yang ada di dunia manusia?”. “Ada”, jawab jin tersebut. “Menurut kalian bagaimana status jin yang menganut keyakinan Rafidhah (baca: Syiah)?”, tanya A’masy. “Yang paling jahat di tengah-tengah kami”, jawab jin tersebut. Riwayat ini dinilai shahih sampai A’masy oleh al Hafizh Abul Hajjaj al Mizzi. (Tafsir Ibnu Katsir)

Ahmad bin Nashr berkata: Saya pernah mendapati seorang yang kesurupan jin, lalu saya bacakan ayat di telinganya, tiba-tiba jin wanita berkata kepadaku: Wahai Abu Abdillah, biarkanlah aku mencekiknya, karena dia mengatakan: Al-Quran makhluk!!!. (Thabaqat Hanabilah Ibnu Abi Ya`la 1/81)

Syeikh Abdul Aziz As Sadhan bercerita: Kisah di atas dibacakan kepada Syeikh Abdul Aziz bin Baz, lalu beliau berkomentar sambil bercanda "Ini Jin Ahli Sunnah". (Al Imam Ibnu Baz, Durusun wa `Ibar)

┈┉┅━━••••━━┅┉┈

98241a797bb7f77d3194178d0761e6ee


CINTA DI BALIK UJIAN

"Jika Allah mencintai suatu kaum maka mereka akan diuji."

HR. Ath-Thabrani Dalam Mu'jamul Ausath 3/303 Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam shahihul jami' no. 285

40fff6e295f509027361e2812e84bfa3


📎 SABAR DENGAN APA YANG KALIAN BENCI

👤 Hasan al-Bashri rahimahullah berkata :

"Kalian tak akan bisa meraih apa yang kalian sukai, kecuali dengan meninggalkan apa yang kalian inginkan. Kalian tidak akan meraih apa yang kalian angankan, kecuali dengan sabar terhadap apa yang kalian benci."

______________

📚 al-Bayan wa at-Tabyin, jilid 3, hlm. 163

🌏 Web | Link

3995fd21bb57b61e5c268bde86a7884b


📌OBAT JATUH CINTA ADALAH MENIKAH

Tidak ada obat yang lebih indah dan berfaidah bagi yang sedang jatuh cinta kepada ajnabi atau ajnabiyah, kecuali menikah.

Jika belum siap menikah, menjauhlah dari pintu-pintu fitnah, sebelum luka hatimu bertambah parah dan kian berdarah-darah

Al Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary

390390859b6813ee744ac6312b9c5bce


BISA JADI INI PENYEBAB MERASA BERAT MELAKUKAN KETAATAN

Fudhail bin lyyadh rahimahullah berkata

"Jika engkau tidak mampu melakukan shalat malam dan puasa di siang hari, maka ketahuilah bahwasanya engkau terhalangi dan terbelenggu, dosa-dosamulah yang telah membelenggumu."

(al-Muntazham Fii Taarikhil Muluuk wal Umam, 9/148)

c8377bfb5030175c5e40e4db5b1d9387


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

29. Dan tidaklah kalian mampu berkehendak untuk istikamah atau berkehendak lainnya kecuali bila Allah -Rabb segala makhluk- berkehendak demikian.


Referensi : Link

d825268b97038804860647e1b6810201


📎 Introspeksi dari Dosa

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:
"Dahulu seorang salaf, apabila dia tertusuk duri saja, maka dia mengatakan: Sungguh aku tahu bahwa engkau adalah karena dosa, karena Rabbku tidak mungkin berbuat dzalim kepadaku."
📘 (Az-Zuhud, 1647, karya Ahmad)

Nasihat ini mengajarkan kepada kita pentingnya introspeksi diri (muhasabah) saat mengalami musibah, sekecil apa pun itu. Para salafush shalih senantiasa mengaitkan ujian yang menimpa mereka dengan dosa-dosa yang telah mereka lakukan, karena mereka memahami bahwa musibah adalah bentuk peringatan atau teguran dari Allah agar seorang hamba kembali bertaubat.

Allah Ta’ala berfirman:
"Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu)."
📘 (QS. Asy-Syura: 30)

Hal ini juga sejalan dengan hadits Rasulullah ﷺ:
"Tidaklah seorang mukmin ditimpa kelelahan, penyakit, kekhawatiran, kesedihan, gangguan, atau kesusahan, bahkan hingga duri yang menusuknya, kecuali Allah menghapus dosa-dosanya dengan hal itu."
📘 (HR. Al-Bukhari, no. 5641; Muslim, no. 2573)

Musibah bukanlah bentuk kezaliman dari Allah, melainkan wujud kasih sayang-Nya agar kita sadar, bertaubat, dan memperbaiki diri. Seorang mukmin sejati akan memanfaatkan setiap ujian sebagai peluang untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak istighfar, dan menguatkan keimanan.

Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, memberikan keteguhan dalam menghadapi ujian, dan menjadikan kita hamba yang senantiasa introspeksi diri. Aamiin.


Wallahu A`lam Bishawab

f1852f94bfbd5d52ea1f4a009efdeec0


UNTUKMU YANG MEMBELI KARENA INGIN MENOLONG
____✒️

"Termasuk amalan yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukan ke dalam hati saudaramu."

(At-Thabaroni dalam Mu'jam Al-Kabir no. 13.646)

5fad8fc55af9987c5b85697730d56635


Yang Berbahaya Bagi Hamba
Ibnul Jauzi rahimahullahu mengatakan
"Tidak ada sesuatu yang lebih membahayakan bagi hamba selain dua perkara: Kelalaiannya dari berzikir kepada Allah, dan penyelisihannya terhadap perintah Allah."
(At-Tadzkiroh fil-Wa'azh 102)

2cb377593f8642deb5709217f7deedda


JANGAN BENTAK ISTRIMU MESKIPUN DIA BERSALAH

Ketahuilah wahai seorang suami..
Wanita yang kini menjadi istrimu, adalah gadis kecil yang dulu sangat dicintai oleh ayahnya.

Sesekali lihatlah dengan hatimu, ketika istrimu sedang mengabdikan dirinya kepadamu.

Ibunya melahirkannya dengan bertaruh nyawa. Ayahnya menafkahi dan mengurusnya hingga besar bahkan hingga lulus berpendidikan.

⁣Ketika ia dewasa, sang anak dengan ikhlas diserahkan kepadamu untuk kau jadikan istri. Bukan melayani orang yang pernah membesarkannya yakni orang Linki justru mengabdikan dirinya diseparuh sisa hidupnya kepadamu.

Lihat istrimu, dia bukan wanita yang lahir langsung besar dan dewasa. Dia lahir dan besar oleh perjuangan. Ada darah, keringat dan air mata.⁣

⁣Lalu pantaskah engkau memakinya atau bahkan menghardiknya dengan tangan ketika ia melakukan kesalahan kecil ???

Ust Fandris Nabu

5d52492600a68dbec7c48005aae53e12


TANDA BAHWA ANDA AHLI AKHIRAT
Syeikh Utsaimin Rahimahullah mengatakan :
"Engkau akan mendapati orang-orang yang ahli akhirat tidak memikirkan (harta) dunia yang hilang dari mereka. Jika dunia itu datang; mereka menerimanya, dan jika dunia itu hilang, mereka tidak memikirkannya"
(Syarah Riyadhus shalihin 3/48)

2fbd8022e4ca97a45ab27cb6bbd5d9c5


Aku melarangmu dari perbuatan mungkar sementara aku sendiri melakukannya
Dari Usamah bin Zaid Radhiyallahu anhu sesungguhnya ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Didatangkan seorang laki-laki di hari kiamat, lalu dilemparkan ke neraka, maka keluarlah isi perutnya dari rongganya di dalam neraka. Lalu ia berputar seperti berputarnya keledai dengan pemutar gandumnya. Maka penghuni neraka berkumpul atasnya seraya bertanya: "Wahai fulan, apa yang terjadi denganmu?. Bukankah engkau yang menyuruh kami berbuat ma'ruf dan melarang berbuat mungkar? Ia menjawab: "Aku menyuruh kalian berbuat yang ma'ruf namun aku sendiri tidak melakukannya, dan aku melarangmu dari perbuatan mungkar sementara aku sendiri melakukannya.'
(HR. al-Bukhari no. 3267, ini adalah lafazhnya, dan Muslim no. 2989)

df3d56271d09d5a96d30fcc9ff573da3


📎 Bahaya Menghalalkan Apa Yang Diharamkan Allah

Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

"Sesungguhnya orang yang menghalalkan sesuatu yang haram lebih besar dosanya daripada orang yang sekadar melakukannya semata (tapi tidak mengharamkan)".

📘 (Majmu Fatawa 20/280)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah memberikan nasihat yang sangat penting dalam hal ini. Beliau menegaskan bahwa.menghalalkan sesuatu yang jelas-jelas diharamkan oleh Allah Ta'ala, baik dengan alasan apapun, merupakan dosa yang lebih besar daripada sekadar melakukan perbuatan haram tersebut tanpa menganggapnya halal.

Menghalalkan yang haram berarti merubah ketetapan Allah, yang merupakan tindakan yang sangat berbahaya dan bisa mengarah pada kesesatan dalam beragama. Ini tidak hanya berbahaya bagi diri pelakunya, tetapi juga bisa merusak pemahaman orang lain terhadap hukum-hukum Allah.

Misalnya, seseorang yang menganggap bahwa perbuatan yang sudah jelas diharamkan dalam Islam (seperti riba, zina, atau meminum khamar) bisa dibenarkan dengan berbagai alasan yang tidak sesuai dengan syariat. Tindakan seperti ini dapat merusak aqidah dan mengancam keselamatan agama, baik untuk diri sendiri maupun bagi masyarakat.

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk selalu berpegang teguh pada wahyu Allah yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Sunnah serta mengikuti pemahaman para ulama salaf yang benar agar tidak terjerumus dalam kesalahan tersebut.
Wallahu A`lam Bishawab

f9a32af9afdf66a35dc3ab84f49050ac


POSISI SHALAT BERJAMAAH 2 ORANG

Cara shalat berjemaah yang dilakukan dua orang, satu imam dan satu makmum, dirinci sebagai berikut:
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
1. Sesama jenis, keduanya laki-laki atau keduanya wanita. Posisi makmum tepat persis di samping kanan imam, dan tidak bergeser sedikit ke belakang. Ini sebagaimana hadits dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’ahuma, ia berkata: “Saya pernah menginap di rumah bibiku, Maimunah (binti Al Harits, istri Rasulullah). Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat Isya (di masjid), kemudian beliau pulang, dan shalat 4 rakaat. Lalu beliau tidur. Kemudian beliau bangun malam. Akupun datang dan berdiri di sebelah kiri beliau. Lalu beliau memindahkanku ke sebelah kanannya. Beliau shalat 5 rakaat, kemudian shalat dua rakaat, lalu tidur kembali” (HR. Bukhari no. 117, 697).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Namun, perlu diketahui bahwa sebagian ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa makmum hendaklah berdiri agak ke belakang dari posisi imam, sebagaimana hal ini dipraktikkan di negeri kita.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
2. Lain jenis, imam laki-laki dan makmum wanita. Posisi makmum, tepat di belakang imam, dan tidak perlu serong, baik ke kiri maupun ke kanan. Dalilnya adalah hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi pernah shalat bersama Anas, “Beliau memosisikan diriku di sebelah kanan beliau, sementara ada seorang wanita yang menjadi makmum di belakang kami.” (HR. Bukhari no. 727, dan Muslim no. 658).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Catatan penting: Poin ke-2 di atas hanya khusus bagi suami-istri, adapun jika laki-laki mengimami wanita yang bukan mahram dan hanya berduaan, maka haram bagi si lelaki dan haram bagi si wanita.


Sumber: Linkㅤㅤㅤㅤ

3b87a77b4cc83559ccf782032599970c


Barang siapa mengerjakan shalat sunnah dalam sehari semalam sebanyak 12 raka’at,
maka karena sebab amalan tersebut, ia akan dibangunkan
sebuah rumah disurga.”

(HR. Muslim no 728)

9354d4387bb1c5d72de7cc2a99be62a7


💦💦💦
Bismillah
Barakallahu Fiik
Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA حفظه اللّٰه
🎥 Judul Vidio :
Sudah Capek Beramal Tapi Tetap Tidak Diterima

Telegram:
Link

3b74817ad678dae285f21728db4522d5



Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian. Dan dengan kejadian itu,seluruh makhluk akan kembali kepada tuhan mereka untuk memperhitungkan amal perbuatan mereka. Dan sesungguhnya kalian akan memperoleh balasan sempurna atas amal perbuatan kalian secara penuh, tanpa ada pengurangan pada hari kiamat. Maka barangsiapa telah dimuliakan oleh tuhannya dan Dia telah menyelamatkannya dari neraka, serta masukkannya ke dalam surga, sesungguhnya dia telah menggapai puncak apa yang diinginkannya. Dan tidaklah kehidupan dunia itu,melainkan kesenangan yang akan sirna, maka janganlah kalian tertipu dengannya.
Referensi : Link

83989bd2be606a0d1806ba9e2e826373


🍁☘🍁﷽🍁☘🍁
------------------------
📚 Tafsir Juz `Amma / Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah (Komite Fatwa Majelis Ulama KSA)

Didunia kalian bebas melakukan apa saja yang kalian inginkan, kalian bersenang-senang melakukan kefasikan dan kalian mengira bahwa semua perbuatan itu akan pergi begitu saja bersamaan dengan berlalunya hari-hari, tapi sebenarnya kalian tidak mengetahui bahwa apa yang berlaku dalam keseharian kalian didunia semuanya tertulis dalam lembaran amalan khusus yang dicatat oleh malaikat yang diberikan amanah oleh Allah siang dan malam, mereka terus mengawsi perbuatan kalian sampai kalian mengembuskan nafas terakhir.

Referensi : Link

8720eb241e7e4d2534912a7a1f80dd12


📎 Akibat Semakin Jauh Dari Sunnah

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

"Setiap orang yang semakin jauh dari sunnah maka akan semakin banyak nyeleneh dengan ucapan dan perbuatan yang bathil".

📘 (Majmu` Fatawa 5/137)

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam Majmu' Fatawa menjelaskan bahwa semakin seseorang menjauh dari sunnah Nabi ﷺ, semakin banyak pula penyimpangan dalam ucapan dan perbuatannya. Hal ini karena sunnah adalah jalan yang jelas dan lurus yang mengarah kepada kebenaran, sedangkan selain sunnah sering kali mengarah pada jalan yang penuh dengan kesesatan dan kebathilan.

Ketika seseorang meninggalkan sunnah atau tidak berusaha mengikuti petunjuk Nabi ﷺ, ia akan lebih mudah terjerumus dalam pendapat-pendapat yang tidak sesuai dengan ajaran Islam yang asli. Tanpa berpegang teguh pada sunnah, seseorang akan terpengaruh oleh kebudayaan, pemikiran, atau ideologi yang bisa merusak aqidah dan amalannya.

Oleh karena itu, bagi setiap Muslim, sangat penting untuk terus berusaha mendekatkan diri kepada sunnah, baik dalam pemahaman, ucapan, maupun tindakan. Dengan demikian, ia akan tetap berada di jalan yang benar dan terhindar dari kesesatan yang bisa merusak iman dan amalannya.
Wallahu A`lam Bishawab

cb45e07e364b22029948b23e949451ff


Akibat Jika Wanita Tidak Mengetahui Ilmu Agama

Syaikh Muhammad Al-Basyir Al-ibrahimiy rahimahullah berkata :

إذا جهلت المرأة علوم الدين، أتبعت الزوج، وأفسدت" الأولاد، وأهلكت الأمت

"Apabila Seorang wanita tidak mengetahui ilmu-ilmu agama, niscaya ia membuat letih/menyusahkan suami, merusak anak-anak, dan membinasakan umat". (Atsar Al-ibraahiymiy: 4/49)

Link
_

d009fe8afee45a0b9c0a5765a4d7a1d5


TAKWA TIDAK AKAN MENGKHIANATI HASIL
Allah Ta'ala berfirman:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ, وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya."
(Quran Surah Ath Tholaq: 2-3)

2859b0be5701ae5adc77a7bf6a0b3f7d


TEPIS PERASANGKA MUSIBAHKU TIADA BERKESUDAHAN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ». [رواه البخاري : 5645]
Abu Hurairah -raḍiyallāhu `anhu- meriwayatkan: Rasulullah ﷺ bersabda,
"Siapa yang Allah kehendaki (mendapat) kebaikan, maka Dia akan memberinya musibah." [HR. Bukhari no. 5645]

Uraian
Nabi ﷺ mengabarkan bahwa ketika Allah menginginkan kebaikan bagi salah seorang hamba-Nya yang beriman, Dia memberikan mereka ujian terkait diri, harta dan keluarga mereka, karena hal itu akan membuat seorang mukmin kembali kepada Allah Ta`ala melalui doa, demikian juga pengampunan kesalahan dan pengangkatan derajat mereka.

Faidah dari Hadis
1- Orang beriman riskan terhadap berbagai macam ujian.
2- Ujian bisa menjadi tanda cinta Allah kepada hamba-Nya untuk mengangkat derajatnya, meninggikan kedudukannya dan mengampuni kesalahannya.
3- Anjuran untuk bersabar dan tidak berkeluh kesah ketika ditimpa musibah.


sumber : Link

67e7b3ebed9ca94f9ca3cec93680dda7


📎 Kasih Sayang Ahlu Sunnah

"Ahlu Sunnah adalah golongan yang paling mengetahui kebenaran dan paling penyayang terhadap makhluk".

📘 (Minhaj Sunnah 5/157)

Dalam kitab Minhaj Sunnah , Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menjelaskan bahwa Ahlu Sunnah adalah golongan yang paling mengetahui kebenaran karena mereka berpegang teguh pada ajaran Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya. Mereka berusaha memahami dan mengamalkan Islam sesuai dengan pemahaman yang benar, tanpa berlebihan dan tanpa kekurangan.

Namun, yang juga sangat penting untuk diperhatikan adalah sifat kasih sayang yang dimiliki oleh Ahlu Sunnah terhadap sesama makhluk. Ahlu Sunnah tidak hanya mencintai kebenaran, tetapi mereka juga menunjukkan kasih sayang yang besar terhadap sesama, termasuk terhadap orang-orang yang belum mengenal kebenaran, dengan cara yang bijaksana dan penuh hikmah.

Kasih sayang ini mencakup berbagai aspek, baik dalam hubungan sesama umat Islam maupun dengan non-Muslim. Mereka berusaha untuk membantu, memberikan nasihat dengan cara yang lembut, dan mengajak orang lain kepada kebaikan, selalu dengan penuh kelembutan dan kesabaran. Ahlu Sunnah tidak pernah memaksakan pandangannya, tetapi tetap mengedepankan kasih sayang dalam menyebarkan ilmu dan dakwah.

Inilah salah satu ciri khas yang membedakan mereka, yaitu menggabungkan pengetahuan yang mendalam tentang kebenaran dengan sikap penyayang terhadap sesama, karena mereka meyakini bahwa kasih sayang adalah salah satu jalan yang ditempuh untuk menyampaikan kebaikan dan dakwah yang benar.
Wallahu A`lam Bishawab

82221430dbb0b164586ccc4845422aba


🎥 BEGINI CARA MENASIHATI ANAK DI DEPAN UMUM

👤 Syaikh Abdurrozzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr Hafidzahullah

➡️ Official Youtube ShahihFiqih : Link

94399c6905cced2cfdab24d671057959


KITA TIDAK BISA LARI DARI KEMATIAN
➖➖➖➖➖➖➖

Hendaknya kita memperbanyak mengingat kematian dan langsung teringat dengan kehidupan akhirat, lalu kita berusaha mempersiapkannya dan tidak lalai. Mau tidak mau, kita pasti akan mengingat kematian, karena kita semua pasti akan mati.

Allah Ta’ala berfirman,

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh dia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan” (QS. Ali ‘Imran: 185).

Dan kita tidak akan bisa lari dari kematian.

Allah Ta’ala berfirman,

ﻗُﻞْ ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺗَﻔِﺮُّﻭﻥَ ﻣِﻨْﻪُ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻣُﻼَﻗِﻴﻜُﻢ

“Katakanlah, ‘Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu’” (QS. Al-Jumu’ah: 8).

Semoga kita termasuk orang yang banyak mengingat kematian dan menyiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.

KITA TIDAK BISA LARI DARI KEMATIAN
➖➖➖➖➖➖➖

Hendaknya kita memperbanyak mengingat kematian dan langsung teringat dengan kehidupan akhirat, lalu kita berusaha mempersiapkannya dan tidak lalai. Mau tidak mau, kita pasti akan mengingat kematian, karena kita semua pasti akan mati.

Allah Ta’ala berfirman,

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh dia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan” (QS. Ali ‘Imran: 185).

Dan kita tidak akan bisa lari dari kematian.

Allah Ta’ala berfirman,

ﻗُﻞْ ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺗَﻔِﺮُّﻭﻥَ ﻣِﻨْﻪُ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻣُﻼَﻗِﻴﻜُﻢ

“Katakanlah, ‘Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu’” (QS. Al-Jumu’ah: 8).

Semoga kita termasuk orang yang banyak mengingat kematian dan menyiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.


Sumber: Link
Sumber: Link

d887c9e97aa29422e643cc56c3ee4a2d


📎 Tenang Dengan Hidup Qana`ah

Syeikh Abdur Rahman bin Nashir As Sa`di rahimahullah berkata:

"Kapan saja seorang memiliki ketenangan hidup, qana`ah (merasa cukup) dan ridho dengan pemberian dari Allah, maka dia akan menggapai kehidupan yang bahagia".

📘 (Intisharul Haq, 29)

Syeikh Abdur Rahman bin Nashir As-Sa`di rahimahullah mengingatkan kita bahwa ketenangan hidup dan kebahagiaan sejati datang dari sifat qana`ah (merasa cukup) dan ridho terhadap apa yang diberikan oleh Allah. Ketika seseorang memiliki sikap ini, ia akan merasa tenang meskipun hidup tidak selalu berjalan sesuai harapan atau tanpa kemewahan duniawi.

Qana`ah mengajarkan kita untuk menerima dengan lapang dada segala ketentuan Allah, baik itu dalam hal rezeki, pekerjaan, maupun segala kondisi hidup lainnya. Dengan demikian, kita akan terbebas dari perasaan tidak puas, iri, atau ingin selalu lebih, yang hanya membawa kegelisahan dan ketidakbahagiaan.

Sifat ini juga menumbuhkan rasa syukur yang mendalam atas segala yang diberikan, baik yang besar maupun yang kecil. Ketika kita ridho dengan pemberian Allah, kita akan merasa cukup dan puas dengan apa yang ada, dan inilah yang membawa kebahagiaan sejati, karena kebahagiaan bukanlah tergantung pada banyaknya harta atau pencapaian duniawi, tetapi pada kedamaian hati yang berasal dari keyakinan dan rasa syukur kepada Allah.
Wallahu A'lam Bishawab

cbe9dd33feffd828610332d4a36be9de


📎 DOA BERLINDUNG DARI TUJUH PERKARA

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, sifat pengecut, pikun, dan sifat kikir (bakhil). Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian.”

📚 HR. Muslim 4879, Syarh shahih muslim 2706

9fc1e7186e3fe9c84b4e8bcdd5843b5d


DOA MEMOHON RAHMAT DAN DIPERBAIKI SEGALA URUSAN

b12a122352a487c3bcc0df228ea3093d


📎 Berniatlah

Sa’id bin Musayyib rahimahullah berkata:

“Barang siapa bertekad untuk menunaikan shalat, puasa, umrah, haji atau amal kebaikan lainnya, lalu dia tidak jadi melakukannya maka dia mendapatkan pahala apa yang dia niatkan.”
📘 (Hilyatul Auliya’ 8/56)

Perkataan ini menunjukkan luasnya rahmat Allah dan betapa besar nilai niat dalam Islam. Seorang mukmin yang telah memiliki tekad kuat untuk beramal kebaikan, namun terhalang oleh uzur seperti sakit, kesibukan yang tidak terhindarkan, atau sebab lainnya, tetap mendapatkan pahala sesuai dengan niatnya.

Ini menjadi kabar gembira bagi orang-orang yang hatinya selalu ingin berbuat baik. Niat yang tulus adalah amal hati yang memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah. Bahkan, dalam banyak keadaan, niat bisa mendahului amal dan menjadi sebab datangnya pahala.

Namun, hal ini bukan menjadi alasan untuk bermalas-malasan. Seorang mukmin tetap berusaha mewujudkan niatnya dalam bentuk amal nyata.

098404a3738d0893a565671071e7b3a1


Tercukupi Disaat Malam Hari

Disebutkan dalam hadits dari Abu Mas’ud Al-Badri radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada malam hari, maka ia akan diberi kecukupan.” (HR. Bukhari no. 5009 dan Muslim no. 808)

Hadits di atas menunjukkan tentang keutamaan dua ayat terakhir surat Al-Baqarah.

Para ulama menyebutkan bahwa siapa yang membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah, maka Allah akan memberikan kecukupan baginya untuk urusan dunia dan akhiratnya, juga ia akan dijauhkan dari kejelekan. Ada juga ulama yang mengatakan bahwa dengan membaca ayat tersebut imannya akan diperbaharui karena di dalam ayat tersebut ada sikap pasrah kepada Allah Ta’ala.

Ada juga ulama yang mengatakan bahwa ayat tersebut bisa sebagai pengganti dari berbagai dzikir karena di dalamnya sudah terdapat do’a untuk meminta kebaikan dunia dan akhirat. Lihat bahasan Prof. Dr. Musthafa Al-Bugha dalam Nuzhah Al-Muttaqin, hal. 400-401.

Link

a85afc598e9cc8e11a6745221f0d0dc0


⛳️🌻🌃🚀 KALIMAT TAUHID AKAN BERMANFAAT, JIKA...

✍🏻 Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah mengatakan,

فلا يؤلف القلوب، ويجمع الكلمة؛ سوى كلمة التوحيد، إذا عرف معناها، وعمل بمقتضاها ظاهرا و باطنا، لا بمجرد النطق بها مع مخالفة ما تدل عليه؛ فإنها حينئذ لا تنفع.

"Tidak ada yang bisa menghimpun hati manusia dan menyatukan kata, selain kalimat tauhid. Itu pun apabila maknanya dipahami (dengan benar) dan kandungannya direalisasikan secara lahir dan batin. Bukan mengucapkan dengan lisan tetapi pada saat yang sama dia menyelisihi kandungannya. Kalau seperti ini, tidak ada gunanya."

📚 Al-Ajwibah al-Mufidah hlm. 225

Kalimat tauhid, yaitu "La ilaha illallah" (Tidak ada Tuhan selain Allah), merupakan kalimat yang sangat mulia dalam Islam. Kalimat ini mengandung makna yang dalam dan fundamental dalam aqidah Islam. Namun, sebagaimana yang dijelaskan oleh Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah, kalimat tauhid akan memberikan manfaat yang besar jika dipahami dengan benar dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik secara lahir maupun batin.

Syaikh Shalih bin Fauzan menegaskan bahwa kalimat tauhid adalah sesuatu yang dapat menghimpun hati dan menyatukan umat. Namun, ini hanya akan terjadi apabila makna tauhid itu dipahami dengan benar dan diterjemahkan dalam bentuk amalan yang sesuai dengan ajaran Islam. Bukan hanya sekadar ucapan lisan tanpa diikuti dengan perbuatan yang sesuai dengan kandungan kalimat tauhid tersebut.

Tauhid bukan sekadar mengucapkan "La ilaha illallah", tetapi ia adalah pengakuan dan penerimaan bahwa hanya Allah yang berhak disembah, diikuti, dan ditaati. Oleh karena itu, setiap ucapan dan perbuatan kita harus sejalan dengan keyakinan ini. Jika seseorang mengucapkan kalimat tauhid tetapi tidak mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya, seperti melakukan syirik atau menduakan Allah, maka kalimat tersebut tidak akan membawa manfaat bagi orang tersebut. Bahkan, ucapan tersebut akan menjadi kosong tanpa makna dan tidak memberikan pengaruh apapun.

Dalam konteks ini, penting bagi setiap Muslim untuk memahami dengan benar apa yang dimaksud dengan tauhid dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan. Tauhid adalah pokok ajaran Islam yang menjadi dasar segala ibadah dan amalan. Jika seseorang benar-benar meyakini bahwa hanya Allah yang berhak disembah, maka segala tindakan dan pilihannya dalam hidup harus mencerminkan keyakinan ini.

Syaikh Shalih bin Fauzan juga mengingatkan bahwa kalimat tauhid tidak hanya berbicara tentang pengakuan lisan, tetapi juga tentang kesungguhan hati dan konsistensi dalam tindakan. Misalnya, jika kita mengucapkan tauhid tetapi dalam kehidupan sehari-hari kita lebih mengutamakan kepentingan duniawi, atau bahkan terjebak dalam praktik-praktik syirik seperti berdoa kepada selain Allah atau mengandalkan makhluk-Nya lebih dari Allah, maka kalimat tauhid kita menjadi sia-sia.

Oleh karena itu, kalimat tauhid akan memberi manfaat yang besar jika kita benar-benar memahaminya, mengamalkannya, dan menjadikannya pedoman hidup. Ketika setiap individu dalam masyarakat memahami dan menghidupkan makna tauhid, maka hubungan antar sesama akan lebih kuat, hati-hati akan lebih tenteram, dan ukhuwah Islamiyah akan terwujud dengan indah. Inilah yang menjadi kunci untuk menjaga persatuan dan keharmonisan umat Islam.
Wallahu A'lam Bishawab

72022138619ef8716000732d2a301d52


BERTAKWALAH KEPADA ALLAH DI SEGALA KEADAAN

Pemikiran bahwasanya jikalau kita berhijrah maka kita akan menjadi miskin, dijauhi orang-orang, tidak memiliki pekerjaan, itu merupakan pemikiran yang salah, bahkan seseorang yang berhijrah maka mereka tentu akan memiliki kehidupan yang lebih baik.

Allah ‘azza wa jalla berfirman,

{ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا } { وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ }

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (Ath-Thalaq [65]: 2-3)”

Juga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَتِ الآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ غِنَاهُ فِى قَلْبِهِ وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِىَ رَاغِمَةٌ وَمَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهَ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ مَا قُدِّرَ لَهُ

“Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, Dia akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai, dunia pun akan dia peroleh dan tunduk hina padanya. Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai dunia, maka Allah akan menjadikan dia tidak pernah merasa cukup, akan mencerai beraikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya.” (HR. Tirmidzi no. 2465.)

Bertakwalah kepadanya! Sesungguhnya pertolongan Allah itu pasti datang.
Wallahu A'lam Bishawab

aefbbd163269650c916365321585c44d


📎 Sumber Kegagalan

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

“Malas dan rebahan adalah kunci kegagalan dan keterpurukan.”
📘 (Haadil Arwah, hlm. 49)

Perkataan ini menjadi peringatan bahwa kemalasan adalah penghalang besar dalam meraih kebaikan, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Sifat malas membuat seseorang menunda-nunda amal, meremehkan waktu, dan kehilangan banyak kesempatan berharga. Padahal, waktu adalah nikmat yang sangat mahal dan tidak akan kembali.

Seorang mukmin dituntut untuk memiliki semangat dalam beramal, bersungguh-sungguh dalam ketaatan, dan tidak tenggelam dalam kenyamanan yang melalaikan. Rebahan tanpa kebutuhan, berlebihan dalam istirahat, dan menuruti hawa nafsu hanya akan melemahkan tekad dan menjauhkan dari keberhasilan.

Sebaliknya, kesungguhan, disiplin, dan pemanfaatan waktu akan membuka pintu-pintu keberkahan. Bahkan amalan kecil jika dilakukan terus-menerus lebih dicintai oleh Allah daripada amalan besar yang terputus-putus.


271de3ad2d70f89e51ff4c5c15d93f33


Ramadhan Waktu Perbaikan Diri

Di riwayatkan dari Abu Said Al-Khudry radhiallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Taala memiliki hamba-hamba yang di merdekakan dari Api Neraka, pada setiap hari dan malam -yakni di bulan Ramadhan-, dan sesungguhnya setiap muslim memiliki doa yang mustajab pada setiap harinya"
[HR. Al-Bazzar, Shahih Targhib hadits 1002 bab puasa]

Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, di dalamnya bertabur keridhaan Allah dan pahala dari-Nya. Mudah bagi seorang untuk berbuat kebaikan dan berebut pahala di bulan ini, maka tepatlah bila bulan ini kita jadikan acuan perbaikan diri.

Oleh Ustadz Abu Abd rahman bin Muhammad Suud Al-Atsary hafidzhahullah
generate by :Link

b8f8827ef96470c4f662205031dfdfc5


CIKAL BAKAL SUAP
➖➖➖➖➖➖➖➖

Allah ta`ala berfirman (yang artinya), "Kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang- orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan harta as-Suht. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu. (QS. al-Maidah: 62)

Makna kata as-Suht adalah sogok. (Zadul Masir, 2/234)

Dikutip dari Buku Fiqh ASN dan Karyawan


7a742b7c8f088595282817ad6a3349cb


pertama yang perlu dilakukan agar terhindar dari penyakit ‘ain adalah menghindari sikap suka pamer, dan berhias diri dengan sifat tawadhu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَإِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لَا يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلَا يَبْغِ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ

“Sungguh Allah mewahyukan kepadaku agar kalian saling merendah diri agar tidak ada seorang pun yang berbangga diri pada yang lain dan agar tidak seorang pun berlaku zalim pada yang lain” (HR. Muslim no. 2865).

Sebisa mungkin hindari menyebut-nyebut kekayaan, kesuksesan usaha, kebahagiaan keluarga, juga memamerkan foto anak, foto diri, foto istri/suami, dan hal-hal lain yang bisa menimbulkan iri-dengki dari orang yang melihatnya. Atau juga yang bisa menyebabkan kekaguman berlebihan dari orang yang melihatnya. Karena pandangan kagum juga bisa menyebabkan ‘ain, sebagaimana sudah disebutkan.

Kemudian di antara upaya pencegahan penyakit ‘ain adalah dengan menjaga dan memelihara semua kewajiban dan menjauhi segala larangan, taubat dari segala macam kesalahan dan dosa, juga membentengi diri dengan beberapa dzikir, doa, dan ta’awudz (doa perlindungan) yang disyariatkan.

Sumber: Link
Copyright © 2024 Link

fcd54d97a5af50667086f9df2b4dabde


Pengaruh Lingkungan Pergaulan

🍀Suasana adalah suatu yang sangat menakjubkan.
🍀Segalanya bisa berubah dengan sebab suasana.
🍀Minimal ada dua fenomena yang membuktikan hal tersebut.
🍀Saat bulan Ramadhan tiba, semua orang larut dalam suasana Ramadhan.
🍀Yang biasanya tidak pernah bangun malam tiba-tiba bisa bangun malam untuk makan sahur atau aktivitas yang lain.
🍀Yang biasanya tidak pernah pergi ke masjid berubah rajin ke masjid.
🍀Yang umumnya tidak pernah puasa, secara drastis kuat puasa berhari-hari.
🍀Yang semula jarang membaca al Qur’an pun berubah menjadi sangat rajin membaca al Qur’an.
🍀Apa sebab yang melatarbelakangi itu semua? Jawabannya adalah karena kekuatan suasana
Fenomena yang kedua adalah ketika menunaikan ibadah haji.

Saat berada di dekat rumah Allah, Ka’bah semua manusia mengalami perubahan yang sangat kontras.
Yang belum pernah berlinangan air mata karena terkenang dengan dosa dan merasa takut dengan siksaNya tiba-tiba bisa menangis tersedu-tersedu di depan Ka’bah.
Berjalan kaki cukup jauh bahkan bisa sampai berkilo-kilo pun dijalani demi shalat di masjid padahal di tanah air boleh jadi rumahnya berada di sebelah masjid namun hati belum tergerak untuk mendatanginya.
Mengapa ini semua bisa terjadi? Jawabannya adalah karena kekuatan suasana dan lingkungan.
Orang yang tidak biasa berbuat baik bisa berubah sangat rajin berbuat baik ketika dia berada di lingkungan orang-orang yang suka berbuat baik. Sebaliknya orang yang pada mulanya rajin berbuat baik bisa berubah total ketika berada di lingkungan orang-orang yang malas berbuat baik.


Sesungguhnya ketika kita hidup di suatu komunitas hanya ada dua kemungkinan yang terjadi yaitu mempengaruhi atau dipengaruhi. Jika kita tidak mempengaruhi lingkungan sekitar kita maka pasti kitalah yang akan terpengaruh oleh lingkungan yang ada. Tidak ada pilihan lain dalam hal ini. Artinya tidak mungkin ada seorang yang berada di suatu lingkungan dan dia tidak mempengaruhi dan tidak dipengaruhi.

Tidak ada pilihan bagi seorang muslim kecuali berusaha mempengaruhi lingkungan tempat dia tinggal dan beraktivitas karena umat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam yang baik adalah yang berjiwa pendakwah di manapun dia berada.
قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي

Yang artinya, “Katakanlah, ‘Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata’) (QS Yusuf:108).


🌐 Sumber :Link
📝 Penulis : Ustadz Aris Munandar ,S.S.,M.P.I

3d24e135008e7d24aafcec8ac1c974b9


💐 PERINTAH JUJUR DAN LARANGAN DUSTA

Rasulullah bersabda:
"Wajib atas kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Hati-hatilah (jauhilah) kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta."
[HR. Bukhari, no. 6094 dan Muslim, no. 2607]

92e37a88f63e9e16eac9293955fd0d4a


7 Manfaat Sedekah


Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan,

أنها تقي مصارع السوء وتدفع البلاء حتى إنها لتدفع عن الظالم وتطفئ الخطيئة وتحفظ المال وتجلب الرزق وتفرح القلب وتوجب الثقة بالله وحسن الظن به

“Sungguh bersedekah itu mencegah kematian yang jelek, mencegah bala’ sampai penggemar maksiat pun terjaga dari bala’ karena rajin bersedekah, menghapus dosa, menjaga harta, mendatangkan rezeki, membuat gembira hati dan menyebabkan hati yakin dan baik sangka kepada Allah.”

(Uddah ash-Shabirin hlm 490)

gratis mbisurabaya

09d09053c92f08246eb9fe7dc0312936


Pintu Surga Paling Tengah
🎙 Ustadz Lalu Mirwazi
🎥 Link

📝 Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda bahwa orang tua adalah pintu surga paling tengah. Mengapa tengah? Karena ia paling mudah dimasuki. Banyak yang mengejar Umrah berkali-kali namun melupakan pintu surga yang ada di depan mata: orang tua mereka.



7cd32ab5e00126c33d4f40de93fd2dbe


Bismillah,
3 UNIT AMBULANCE SIAP MENJALANKAN TUGAS !

Bagi masyarakat yang membutuhkan bisa langsung kontak WA Hotline
082177334455

InsyaaAllah 24 Jam Gratis Untuk wilayah Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.

Ambulance layanan gratis MBISC sejak 2021 telah melayani 3366 penggilan pengantaran pasien dan jenazah di wilayah Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.

Yuk manfaatkan peluang jariyah ini melalui kegiatan operasional Ambulance,
dengan berdonasi ke rekening BSI 9900234510
an Muslim Biker Indonesia Surabaya Chapter
Tambahkan kode 10 dibelakang nominal untuk operasional Ambulance
Contoh : Rp.1.000.010,-
Konfirmasi TR : Link">wa.me

Semoga support anda dalam operasional ambulance insyaaAllah akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bersama kami dalam melayani masyarakat yang membutuhkan.

"setiap manusia akan berada dibawah naungan sedekahnya, sampai perkara-perkara manusia diputuskan pada hari kiamat kelak" HR. Ahmad

8b533db9672f684d94a457cd219e1e56


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,
beliau berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ النَّذْرَ لاَ يُقَرِّبُ مِنِ ابْنِ آدَمَ شَيْئًا لَمْ يَكُنِ اللَّهُ قَدَّرَهُ لَهُ وَلَكِنِ النَّذْرُ يُوَافِقُ الْقَدَرَ فَيُخْرَجُ بِذَلِكَ مِنَ الْبَخِيلِ مَا لَمْ يَكُنِ الْبَخِيلُ يُرِيدُ أَنْ يُخْرِجَ

“Sungguh nazar tidaklah membuat dekat pada seseorang apa yang tidak Allah takdirkan. Hasil nazar itulah yang Allah takdirkan. Nazar hanyalah dikeluarkan oleh orang yang pelit. Orang yang bernazar tersebut mengeluarkan harta yang sebenarnya tidak ia inginkan untuk dikeluarkan. ” (HR. Bukhari no. 6694 dan Muslim no. 1640) Namun, bila seseorang telah melakukan nadzar dengan sesuatu yang boleh/mubah maka menjadi keharusan baginya untuk menjalankannya, di antaranya apa yang disebutkan di atas. Selama tidak ada kemaksiatan dengan apa yang dinadzarkan, misalnya nadzar puasa, nadzar akan melakukan shadaqah dan sebagainya dari amal ketaatan, maka ia harus menjalankannya.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ

“Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka.
” (QS. Al Hajj: 29)

Baca selengkapnya: Link