Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

 
1

ATAS DASAR APA SOMBONG?

Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu anhu berpetuah,
"Hati-hatilah kalian dari mengikuti hawa nafsu! Sungguh telah beruntung siapa yang dijaga (dilindungi) dari hawa nafsu, kerakusan, dan sifat marah. Hati-hatilah kalian dari kesombongan! Apa yang disombongkan oleh makhluk yang tercipta dari tanah lalu dikembalikan ke tanah, kemudian tubuhnya dilahap oleh cacing? Hari ini dia hidup, dan esok ia mati?!"
Tarikh al-Khulafa, hlm. 197



➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Instagram
https://mbisc.my.id/instagram">mbisc.my.id/instagram">https://mbisc.my.id/instagram

Join Member
https://mbisc.my.id/joinus">mbisc.my.id/joinus">https://mbisc.my.id/joinus

Murotal
https://mbisc.my.id/quran/">mbisc.my.id/quran/">https://mbisc.my.id/quran/

Info
mbisc.my.id">https://mbisc.my.id

2e4e94f0b49553cf3fa26b6859bedb74


Tetap Taat Pada Suamimu, Maka Bagimu Surga.

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا اُدْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

“Bila seorang istri telah mendirikan shalat lima waktu, berpuasa bulan Ramadan, menjaga kesucian dirinya, dan taat kepada suaminya, niscaya kelak akan dikatakan kepadanya, ‘Silakan engkau masuk ke surga dari pintu mana pun yang engkau suka.’”
(Hr. Ahmad dan lainnya)

Kebahagian hidup dan berumah tangga terletak pada (nikmat dari Allah, kemudian) genggaman tangan suami Anda. Pandai-pandailah membawa diri, sehingga suami Anda rela membentangkan kedua telapak tangannya, dan memberikan kebahagian berumah tangga kepada Anda.

Read more Link

85cc0b77a6ba712e5c6e27e486d399ab


NIKMAT MEMBAWA PETAKA

Setiap nikmat yang Allah beri patut disyukuri, meskipun nikmat tersebut remeh. Syukur nikmat adalah dengan terus mendekatkan diri pada Allah dengan nikmat tersebut, juga menjauhi setiap maksiat. Jika malah dengan nikmat semakin membuat jauh dari Allah, itu bukanlah jadi nikmat melainkan musibah.

Abu Hazim Salamah bin Dînâr Al-A'raj berkata,

كُلُّ نِعْمَةٍ لاَ تُقَرِّبُ مِنَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَهِيَ بَلِيَّةٌ.

“Setiap nikmat yang tidak digunakan untuk mendekatkan diri pada Allah, itu hanyalah musibah.” [Jaami’ul Ulum wal Hikam, 2: 82 dan ‘Iddatush Shobirin, hal. 159]

Al Hasan Al Bashri berkata,

إِنَّ اللهَ لَيُمَتِّعُ بِالنِّعْمَةِ مَا شَاءَ فَإِذَا لَمْ يُشْكَرْ عَلَيْهَا قَلَبَهَا عَذَابًا

“Sesungguhnya Allah memberikan nikmat pada siapa saja yang Dia kehendaki. Jika seseorang tidak bersyukur, nikmat tersebut malah berubah menjadi siksa." [Uddatush Shobirin, hal. 148]

Hakekat syukur nikmat adalah menjauhi maksiat.

Semoga Allah menjadikan kita sebagai hamba Allah yang pandai bersyukur atas berbagai nikmat.

Sumber Link

9d0b80e67ef9ca2f0e77df1f16cd4d2d


QS. Al A'raf : 47

📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Apabila pandangan mereka dialihkan} dipindah {ke arah} arah {penghuni neraka, mereka berkata,“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama kaum yang zalim itu.”

Referensi : Link

492c0f69b36b42666bc333a43760c0bb


KEADAAN KEBANYAKAN MANUSIA

Ibnu al-Qayyim rahimahullah berkata,

" وإذا تأملت حال أكثر الناس وجدتهم بضد ذلك، ينظرون في حقهم على الله، ولا ينظرون في حق الله عليهم "

"Jika engkau merenungi keadaan kebanyakan manusia, engkau akan mendapati mereka berada di kebalikannya: mereka memandang hak-hak mereka atas Allah, namun tidak memandang hak Allah atas mereka."

📚 Ighatsatul Lahfan (1/88)

4e7a8da621d1f4d19bccfd6327e08c5b


📎 MENGOREKSI AMAL SAAT SENDIRI

🎙️Ibnul Jauzi rahimahullah berkata,

ورأيت أقوامًا من المنتسبين إلى العلم أهملوا نظر الحق عز وجل إليهم في الخلوات، فمحا محاسن ذكرهم في الجلوات فكانوا موجودين كالمعدومين ،
لا حلاوة لرؤيتهم ، ولا قلب يحنُّ إلى لقائهم.

"Aku melihat beberapa kaum yang mengaku memiliki ilmu meremehkan pengawasan Allah `azza wa jalla saat mereka sendirian (sehingga mudah berbuat maksiat). Akibatnya, Allah menjadikan nama mereka tidak harum di tengah umat manusia. Mereka ada, tetapi seperti tidak ada.

Tidak ada rasa nikmat memandang mereka. Tidak ada hati yang rindu untuk bertemu mereka."

📖Shaidul Khathir, hlm. 43

📍Sumber:
Link

3f4bd52c902a32c26377321499ff622e


MINTA DOAIN ORANG TUA
➖➖➖➖➖➖➖➖

Imam Al-Munawi berkata, “[Doa orang tua kepada anaknya] diijabah karena rasa sayang orang tua yang tulus kepada anaknya, dan orang tua banyak mendahulukan anaknya daripada dirinya sendiri. Sehingga kita doa disertai rasa sayang yang tulus, mengakibatkan dikabulkan doanya.” (Faidhul Qadir, 3: 301)

Dikutip dari : Link


cf37b3bffbb0b00c22705a0302165de1


📎 PADAHAL FITRAHNYA "LANANG TULEN"

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita, begitu pula wanita yang menyerupai laki-laki” (HR. Ahmad no. 3151, 5: 243. Sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari).


f758cc2e6c590701fc85e8a4bbffc137


Doa Saat Terkena Musibah

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ
اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيْبَتِي
وَأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْهَا

INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI ROOJI’UUN ALLAAHUMMA’JURNII FII MUSHIIBATII WA AKHLIF LII KHOIRON MINHAA

Artinya:
“Sesungguhnya kita milik Allah, dan kita akan kembali kepada-Nya. Ya Allah, berilah aku pahala atas musibah yang menimpaku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik darinya.”

(HR. Muslim: 2/632.)

Sumber: Link

8522bfe08756ba4debe9889f805db49f


DIANTARA BENTUK DURHAKA KEPADA ORANG TUA YANG BANYAK DIREMEHKAN

Syaikh Dr. Ali bin Yahya al-Haddady hafizhahullah berkata,

"Diantara bentuk kedurhakaan yang diremehkan oleh banyak anak adalah jika ayah atau ibu meminta mereka untuk membantu, mereka menolaknya dengan menyampaikan alasan-alasan yang lemah, seperti sedang nonton pertandingan, ingin keluar sama teman, atau malas."

Sumber: Link

Dahsyatnya Ucapan Jazakallahu Khoiron

Umar bin al-Khattab mengatakan:

"Kalau sekiranya kalian mengetahui pahala yang ada pada ucapan seseorang kepada ‎ "جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا" saudaranya Jazakallahu khairan ‎ (semoga Allah membalas anda dengan kebaikan). Pasti kalian akan saling memperbanyak kalimat do'a tersebut kepada sebagian yang lain."

(Ibnu Abi Syaibah :1/436)

8d4387c016c14ad532af9b166829b81d


📖 Hati-Hati Dalam Berteman
Manusia adalah makhluk sosial, yang tidak bisa hidup sendiri. Dalam menjalani kehidupan, kita selalu membutuhkan orang lain: untuk bekerja sama, berbagi cerita, saling menasihati, bahkan dalam urusan ibadah. Namun, satu hal penting yang sering dilupakan adalah memilih siapa yang menjadi teman dekat kita.

Umar bin Khathab radhiyallahu ‘anhu pernah mengingatkan dengan tegas:

"Siapa yang berteman dengan orang yang rusak maka dia tidak akan selamat (dari pengaruhnya)."
📘 (Az-Zuhud, Ibnu Abi Ashim 1/49)

Ini bukan hanya sekadar nasihat biasa, tetapi sebuah peringatan serius dari salah satu sahabat terbaik Rasulullah ﷺ. Umar bin Khathab dikenal sebagai sosok yang tegas dan penuh hikmah. Dan dalam kalimat tersebut, beliau mengisyaratkan bahwa sifat, akhlak, dan kebiasaan teman dekat bisa menular dan membentuk karakter kita—sedikit demi sedikit, tanpa kita sadari.

📌 Dalam Islam, persahabatan bukan hanya urusan dunia, tetapi juga urusan akhirat. Teman bisa menjadi sebab keselamatan kita, atau sebaliknya, menjadi sebab kita terjatuh ke dalam keburukan. Itulah kenapa Rasulullah ﷺ bersabda:

“Seseorang itu tergantung pada agama temannya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat dengan siapa dia berteman.”
📘 (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, hasan)

Teman yang buruk akan mengajak kepada kelalaian, membisikkan kemaksiatan, dan membenarkan kebatilan. Ia bisa membuat hati kita keras, menunda-nunda taubat, bahkan membuat kita merasa nyaman dalam dosa. Dan sering kali, semuanya terjadi tanpa terasa—karena dia dekat, karena kita percaya, dan karena kita terbiasa.

Sebaliknya, teman yang shalih akan selalu mengingatkan kita pada kebaikan. Ia tidak hanya hadir saat senang, tapi juga menasihati saat kita salah. Ia tidak membenarkan kesalahan kita, tapi menegur dengan hikmah. Dia adalah cermin kebaikan yang akan membuat kita merasa malu jika berbuat dosa.

Bahkan dalam Al-Qur’an, Allah ta'ala menggambarkan penyesalan orang-orang di akhirat karena salah memilih teman:

“Kecelakaan besarlah bagiku! Seandainya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan sebagai teman akrab.”
📘 (QS. Al-Furqan: 28)

Penyesalan ini muncul karena teman buruk tidak hanya merusak di dunia, tapi juga bisa menyeret seseorang ke neraka di akhirat. Maka dari itu, memilih teman bukan perkara sepele—ia adalah bagian dari menjaga agama kita.

🔑 Prinsip dalam memilih teman:

Lihat agamanya – Apakah ia taat kepada Allah?

Lihat akhlaknya – Apakah ia jujur, amanah, dan beradab?

Lihat pengaruhnya – Apakah ia mengajak kepada kebaikan atau malah membuat lalai?

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang berhati-hati dalam berteman, dan dipertemukan dengan teman-teman shalih yang bisa membantu kita menuju surga. Dan semoga kita juga menjadi teman yang baik bagi orang lain, menjadi penyebab hidayah dan keselamatan bagi saudara kita.
Wallahu A'lam Bishawab


4edde3c3658611c790942658f8e62b0b


"Sungguh Benar Sabda Nabi"__

🎙 Ustadz Dr. Firanda Andirja MA__ Hafizhahullah

1957ea3cd109560a995184515fd6fb36


Ya Allah jadikanlah anak-anak kami penyejuk jiwa kami dan menjadi orang-orang yang bertakwa kepadamu

271de3ad2d70f89e51ff4c5c15d93f33


Ramadhan Waktu Perbaikan Diri

Di riwayatkan dari Abu Said Al-Khudry radhiallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Taala memiliki hamba-hamba yang di merdekakan dari Api Neraka, pada setiap hari dan malam -yakni di bulan Ramadhan-, dan sesungguhnya setiap muslim memiliki doa yang mustajab pada setiap harinya"
[HR. Al-Bazzar, Shahih Targhib hadits 1002 bab puasa]

Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, di dalamnya bertabur keridhaan Allah dan pahala dari-Nya. Mudah bagi seorang untuk berbuat kebaikan dan berebut pahala di bulan ini, maka tepatlah bila bulan ini kita jadikan acuan perbaikan diri.

Oleh Ustadz Abu Abd rahman bin Muhammad Suud Al-Atsary hafidzhahullah
generate by :Link

9525ee6f04b45895d676f45ad943c005


SELAGI MUDA, JADILAH MANUSIA SEPERTI INI

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya di antara manusia ada yang menjadi kunci kebaikan dan penutup kejelekan. Adapula manusia yang justru menjadi kunci kejelekan dan penutup pintu kebaikan. Maka sungguh beruntung bagi manusia yang Allah jadikan sebagai kunci pembuka kebaikan melalui kedua tangannya. Dan celakalah bagi orang-orang yang Allah jadikan sebagai kunci penutup kebaikan melalui kedua tangannya.”
(HR. Ibnu Majah)

6052bc47a16cf5e9e8b7adf14f2c69f4


Di-chat “p” sama doi langsung fast respon, dipanggil pakai toa masjid 5 kali sehari pura2 gak denger.

Emang sesekali perlu dikasih paham anak muda zaman now.

Tag temenmu yang susah diajak sholat!


9d7c823c6996b3839763808f499e2d16


WAHAI MUSLIM JANGAN SAMPAI TERTIPU !!!

Setiap muslim memiliki kesibukan masing-masing, ada yang sibuk untuk belajar, bekerja, sampai sibuk dengan urusan keluarganya sendiri. Maka modal utama untuk menyambung roda kehidupan adalah mempunyai tubuh yang sehat, dengan memiliki tubuh yang sehat, seseorang dapat produktif sehingga urusan-urusannya dapat diselesaikan.

Memiliki waktu luang sekaligus memiliki kesehatan adalah nikmat yang sangat besar. Namun, banyak orang tertipu dengan nikmat tersebut sebagaimana yang telah dikabarkan oleh Nabi kita. Rasulullah ﷺ bersabda,

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)

Jika Allah memberikan kita nikmat sehat dan waktu luang maka gunakanlah kenikmatan tersebut untuk menjalankan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang dapat mengantarkan kita ke dalam Surga-Nya. Jangan sampai setelah Allah beri kenikmatan tersebut, justru kita menggunakannya untuk yang tidak bermanfaat sampai melanggar perintah Allah dan Rasul-Nya. Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

إنِّي لَأَبْغَضُ الرَّجُلَ فَارِغًا لَا فِي عَمَلِ دُنْيَا وَلَا فِي عَمَلِ الْآخِرَةِ

“Aku sangat membenci orang yang menganggur, yaitu tidak punya amalan untuk penghidupan dunianya ataupun akhiratnya.” (Al Adabusy Syar’iyyah, Ibnu Muflih, 4/303, Mawqi’ Al Islam)

Allahu Ta’ala a’lam bishawab

b54f535fe778b94ea9ed2659b3e50da5


AMBULANCE SIAP MENJALANKAN TUGAS !

Dengan Pelayanan Ambulance Gratis 24 Jam

Bagi masyarakat yang membutuhkan bisa langsung kontak Hotline 082177334455

Link">wa.me

InsyaaAllah 24 Jam Gratis Untuk wilayah Surabaya, Sidoarjo Kota dan Gresik Kota.

Agar layanan Ambulance Gratis ini terus di rasa manfaatnya oleh masyarakat. yuk mari saling mendukung dalam operasional ambulnce muslim biker indonesia Surabaya Chapter agar bermanfaat semakin luas.

gratis mbisurabaya

24aa06a5fb3cd170d8c48ed7264e5c7b


Percikkan Air ke Wajah Pasangan Demi Shalat Malam
🎙️ Al Ustadz Abu Aslam
🎥 Link

📝 Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mendoakan curahan rahmat bagi suami yang bangun malam lalu membangunkan istrinya untuk tahajud, dan jika istrinya enggan maka dipercikkan air ke wajahnya. Demikian pula bagi seorang istri yang bangun malam lalu memercikkan air ke wajah suaminya agar terbangun shalat. Indahnya rumah tangga muslim yang saling bahu-membahu dalam ketaatan beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta`ala.



460714f5f93141d579939535e0bce899


📖 Ujian Saat Membaca Al-Qur'an

Al-Qur’an adalah kalamullah yang menjadi petunjuk dan cahaya bagi setiap hamba yang ingin meniti jalan lurus menuju Allah. Namun, setan tidak akan pernah tinggal diam melihat seorang hamba mendekat kepada Rabb-nya. Karenanya, saat seseorang mulai membuka mushaf dan membaca Al-Qur’an, ia akan diuji dengan berbagai gangguan dan godaan. Di antara bentuk ujian tersebut adalah kemalasan dan tidak menghayati isi bacaan, sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah:

"Seorang manusia saat membaca Al-Qur’an biasanya diuji dengan dua hal:

Kemalasan

Tidak menghayati
Namun jika dia memohon perlindungan kepada Allah dari godaan syetan maka Allah menjaga dari dua hal tersebut sehingga dia akan semangat membaca dan menghayati."

Kedua hal ini adalah penyakit ruhani yang sering kali menghalangi seseorang dari menikmati dan mengambil manfaat dari bacaan Al-Qur’an. Kemalasan adalah penyakit hati yang menjadikan seseorang enggan membuka mushaf, merasa berat untuk menghafal atau mempelajari tafsir, atau merasa waktu lebih baik dihabiskan untuk aktivitas duniawi. Sedangkan tidak menghayati adalah kondisi di mana seseorang membaca ayat-ayat Al-Qur’an, tetapi hatinya lalai, pikirannya melayang, dan makna ayat tidak menyentuh hatinya.

Padahal, tujuan utama membaca Al-Qur’an bukan hanya sekadar melafalkan huruf-hurufnya, tetapi lebih dari itu: untuk merenungi isinya, mengambil pelajaran, dan mengamalkannya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

"Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka mentadabburi ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran."
(QS. Shad: 29)

Maka, bila seseorang merasa berat untuk membaca atau tidak bisa khusyuk dalam bacaan, hendaknya segera memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan. Allah telah memerintahkan hal ini secara khusus dalam Al-Qur’an:

"Apabila kamu membaca Al-Qur’an, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk."
(QS. An-Nahl: 98)

Memulai bacaan dengan ta’awwudz bukanlah sekadar formalitas, melainkan bentuk kesadaran bahwa setan akan selalu berusaha merusak hubungan seorang hamba dengan Al-Qur’an. Ia akan membisikkan rasa malas, membuat hati gelisah, membuyarkan fokus, bahkan memunculkan perasaan bosan saat membaca.

Namun, ketika seorang hamba sadar akan gangguan ini dan berdoa serta memohon pertolongan Allah, maka Allah akan bukakan pintu-pintu taufik. Ia akan merasakan nikmat dalam setiap bacaan, hati pun menjadi tenang, dan makna ayat seolah berbicara langsung kepadanya. Inilah kelezatan yang tidak bisa dirasakan oleh orang-orang yang membaca Al-Qur’an sekadar lewat saja tanpa perenungan.

Oleh karena itu, marilah kita lawan rasa malas dengan tekad yang kuat, dan hadirkan hati saat membaca firman Allah. Jadikan ta’awwudz sebagai tameng, dan niatkan membaca Al-Qur’an untuk mencari ridha Allah, bukan sekadar menggugurkan kewajiban. Semoga Allah menjadikan kita sebagai ahli Al-Qur’an, yang membaca, memahami, dan mengamalkannya dengan penuh semangat dan ketulusan.
Wallahu A'lam Bishawab

208fd0f24deb8f50008102b764c411d1


KOTORNYA HATI
•
Kotornya hati karena dua hal, yaitu lalai dan dosa. Adapun membersihkannya dengan dua hal, yakni istighfar dan dzikir (mengingat Allah).
-Ibnul Qoyyim rahimahullah-
📖(Al Fawaaid hal. 92)


c9e84991db1af38d16448df6f7578562


Jangan sedih, baca doa ini


اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ


Telah menceritakan kepada kami Hasyim telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz yaitu Ibnu Abu Salamah dari Amru bin Abu Amru dari Anas berkata, Sering-sering Nabi ﷺ berdoa, "Ya Allah, saya berlindung kepadamu dari kecemasan, kesedihan, kelemahan, kemalasan, kebakhilan, ketakutan, jeratan utang dan penindasan orang." (HR. Ahmad: 12886) - Link