Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

 
1

BERBUAT BAIK KEPADA HEWAN

Dari Abu Hurairah radhiallahu`anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Dalam setiap perbuatan baik terhadap makhluk yang bernyawa (hewan) ada pahalanya"
(HR. Bukhari no.2234, Muslim no. 2244)



➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Instagram
https://mbisc.my.id/instagram">mbisc.my.id/instagram">https://mbisc.my.id/instagram

Join Member
https://mbisc.my.id/joinus">mbisc.my.id/joinus">https://mbisc.my.id/joinus



Info
mbisc.my.id">https://mbisc.my.id

Group Baik Putra
https://baikfest.my.id/baikfestmuslim

Group Baik Putri
https://baikfest.my.id/baikfestmuslimah

59bbeeee1835d0216100c0ba6e52c2a7


"Apakah Hidayah Itu Harus Dicari Atau Pasrah Pada Takdir Allah"

🎙 Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA Hafidzahullah

a35c78530bcdbe821b911cd753c5feed


📎 Bahaya Beramal Di Atas Kebodohan

Ibnu Abdil Barr rahimahullah berkata :

عن محمد بن سيرين رحمه الله تعالى قال : فوالذي لا إله غيره، ما عمل أحد عملا على جهل إلا كان يفسد أكثر مما يصلح

Dari Muhammad bin Sirin rahimahullahu ta’ala bahwa ia berkata: Demi Rabb yang tidak ada sesembahan yang berhak selain-Nya, tidaklah seseorang mengamalkan sebuah amalan di atas kejahilan kecuali kerusakan yang ditimbulkan pasti lebih besar daripada kebaikan yang diperoleh.

Al-Istidzkar 8/616

aaf94426d6c8f47435ba99ae063942c8


FITROH MANUSIA MEYAKINI BAHWA ALLAH BERADA DI ATAS LANGIT

Fitroh manusia sebenarnya tidak dapat di dustakan, meskipun sebagian manusia itu sendiri berusaha mendustakannya

Yakni:
Meyakini bahwa Allah itu tinggi di atas langit sesuai dengan kebesaran-Nya.

Secara fitrah manusia mengakui bahwa Allah berada di atas langit, ada yang bercakap-cakap dengan mengatakan. Jodoh seseorang sudah di atur oleh Yang di Atas, (seraya sambil menunjukkan jarinya ke arah atas langit).

Tentu mereka TIDAK mengatakan jodoh telah di atur oleh yang dimana-mana. Patahlagi mengatakan jodoh telah di atur oleh yang tidak di atas, tidak di bawah, tidak di kiri, tidak di kanan, tidak di depan dan belakang mereka.!!

🎙 Terdapat hadits yang menyiratkan bahwa.memang jodoh telah diatur oleh YANG DI ATAS LANGIT.

Anas berkata: “Zainab membanggakan dirinya atas istri-istri Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang lain, ia berkata:

"Yang menikahkan kalian (dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) adalah keluarga-keluarga kalian, sedangkan yang menikahkan aku adalah Allah yang berada DI ATAS TUJUH LANGIT."
(HR. Tirmidzi)

f398bcbbe145c4094b1aade1b278646f


Asy Syaikh Sholih Al Fauzan berkata,

"Bentuk hukuman terdahsyat yaitu engkau melihat suatu kebenaran namun Allah tidak memberikanmu taufik untuk menerimanya dan dia pun mengunci hatimu."

(Syarhu Kitab Ad Dala`il 8/6)

896319b11e19c94f7e9f86a59c48995e


HARI JUM`AT ADALAH HARI IBADAH

Ibnul Qayyim rahimahullahu mengatakan,

“Hari Jumat adalah hari ibadah. Kedudukannya di antara hari-hari yang ada sebagaimana kedudukan bulan Ramadan di antara bulan lainnya. Momen-momen dikabulkan doa di dalamnya, sebagaimana dikabulkannya doa ketika Lailatul Qadr.” (Zaad al Ma’ad 1/398)

fe7c9601dca6b4620e3af30550ddca26


Allah Subhanahu Wa Ta`ala berfirman:

إِنَّ بَطۡشَ رَبِّكَ لَشَدِيدٌ {١٢}

Sungguh, azab Tuhanmu sangat keras.

Indeed, the vengeance of your Lord is severe.

(Al-Buruj : Ayat 12)


📚 Tafsir as-Sa`di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa`di, pakar tafsir abad 14 H

Ayat 12
“Sesungguhnya azab Rabbmu benar-benar keras,” yakni hukumanNya untuk orang-orang berdosa besar amatlah keras. Allah mengintai orang-orang zhalim. Allah berfirman,
“Dan begitulah azab Rabbmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zhalim. Sesungguhnya azabNya itu adalah sangat pedih lagi keras.” (Hud: 102)

Referensi :
Link

fdad959159f3641e211c13e8df7df33d


KEUTAMAAN BERAKHLAK BAIK KEPADA ORANG LAIN TERUTAMA KEPADA ISTRI
____✒️

     عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُول اللَّه صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ : أَكْمَل الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ … رواه الترمذي وغيره

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan sebaik-sebaik kamu adalah orang yang paling baik kepada istrinya”

[HR. At-Tirmidzi, 3/466;  Ahmad, 2/250 dan Ibnu Hibban, 9/483. Hadits dinyatakan shahih oleh Imam at-Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Syaikh al-Albani.]


Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan berakhlak baik dalam sikap dan perbuatan, karena hal ini digandengkan dengan kesempurnaan iman. Ini berarti, akhlak yang baik merupakan konsekuensi iman yang benar.

[Lihat kitab Tuhfatul Ahwadzi, 4/273]


📌 Sebagaimana hadits ini juga menunjukkan bahwa sikap dan perbuatan baik ini lebih utama untuk ditujukan kepada keluarga dan orang-orang yang terdekat dengan kita,
[Lihat kitab Bahjatun Nâzhirîn, 1/363]
apalagi istri kita sendiri.

• Makna inilah yang ditunjukkan dalam firman Allâh Azza wa Jalla:

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

Dan pergaulilah istrimu dengan (akhlak yang) baik. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allâh menjadikan padanya kebaikan yang banyak.

[An-Nisâ’/4:19]


Berakhlak baik adalah termasuk sifat utama orang yang beriman dan bertakwa kepada Allâh.

[Lihat kitab Bahjatun Nâzhirîn, 1/363]


Semoga ini bermanfaat bagi kita semua.

📎 Link
__

🍃🍃

Dibagikan Oleh : Mutiara Risalah Islam

54668443026e2f3697529ef41d0de69b


▶️ HAMPIR LANGIT TERBELAH ATAS PERKATAAN ALLAH PUNYA ANAK !

📡Link Youtube :
Link

Sungguh sangat-sangat keji dengan mengatakan bahwa Allah memiliki anak, sampai-sampai Allah membantah telak bagi seseorang yang mengatakan bahwa Allah mempunyai anak sebagaimana ucapan dari orang Nasrani yang menyatakan bahwa Isa sebagai putra Allah dan orang Yahudi menyatakan bahwa Uzair itu putera Allah. Sedangkan orang Musyrik menyatakan bahwa malaikat adalah anak perempuan Allah. Maha suci Allah atas apa yang mereka katakan. Allah Ta’ala berfirman,

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4

“Allah tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al-Ikhlas: 3-4)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,

قَالَ اللَّهُ كَذَّبَنِى ابْنُ آدَمَ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ ذَلِكَ، وَشَتَمَنِى وَلَمْ يَكُنْ لَهُ ذَلِكَ، فَأَمَّا تَكْذِيبُهُ إِيَّاىَ فَقَوْلُهُ لَنْ يُعِيدَنِى كَمَا بَدَأَنِى، وَلَيْسَ أَوَّلُ الْخَلْقِ بِأَهْوَنَ عَلَىَّ مِنْ إِعَادَتِهِ، وَأَمَّا شَتْمُهُ إِيَّاىَ فَقَوْلُهُ اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا، وَأَنَا الأَحَدُ الصَّمَدُ لَمْ أَلِدْ وَلَمْ أُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لِى كُفْأً أَحَدٌ

“Anak Adam telah mendustakan-Ku, dan tidak pantas baginya berbuat seperti itu. Dia mencela-Ku, dan tidak pantas baginya berbuat seperti itu. Adapun pendustaan nya, ia berkata, ‘Ia tidak akan kembali pada-Ku padahal dia telah diciptakan oleh-Ku.’ Jika dibandingkan penciptaannya pertama kali dengan pengembaliannya, sangat mudah untuk mengembalikannya. Adapun penjelasannya, ia berkata ‘Allah itu punya anak.’ Padahal, Aku adalah Al-Ahad (Maha Esa), Ash-Shamad (tempat bergantung setiap makhluk). Aku tidak beranak dan tidak diperanakkan. Tidak ada yang semisal dengan-Ku.” (HR. Bukhari, no. 4974)

Allahu Ta’ala a’lam bishawab
———————————————

73eeeb9a27201aac73c9075ca024be87


Membaca Al Kahfi pada hari jumat

c8ce38114cc816ddf25838ea55fe8c57


Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Wahai tuhan kami, sesungguhnya kami mengakui dan bersaksi bahwa Engkau akan mengumpulkan seluruh manusia pada hari yang tidak ada keraguan sama sekali tentangnya, yaitu hari kiamat,sesungguhnya Engkau tidak memungkiri janji yang Engkau sampaikan kepada hamba-hambaMU.
Referensi : Link

5fc2cf6795c2ff482c34040414fad632


Cukup bagimu perbaiki hubunganmu dengan Allah ﷻ.

Engkau tak kan mampu menyenangkan semua orang, oleh sebab itu cukup bagimu memperbaiki hubunganmu dengan Allah, dan jangan terlalu peduli dengan penilaian manusia.

Ustadz Abdul Malik Al-Buthony hafizhahullah

f191b0b3d432f95d7c5ad4a7e0c5ec5d


FITROH MANUSIA MEYAKINI BAHWA ALLAH BERADA DI ATAS LANGIT

Fitroh manusia sebenarnya tidak dapat di dustakan, meskipun sebagian manusia itu sendiri berusaha mendustakannya

Yakni:
Meyakini bahwa Allah itu tinggi di atas langit sesuai dengan kebesaran-Nya.

Secara fitrah manusia mengakui bahwa Allah berada di atas langit, ada yang bercakap-cakap dengan mengatakan. Jodoh seseorang sudah di atur oleh Yang di Atas, (seraya sambil menunjukkan jarinya ke arah atas langit).

Tentu mereka TIDAK mengatakan jodoh telah di atur oleh yang dimana-mana. Patahlagi mengatakan jodoh telah di atur oleh yang tidak di atas, tidak di bawah, tidak di kiri, tidak di kanan, tidak di depan dan belakang mereka.!!

🎙 Terdapat hadits yang menyiratkan bahwa.memang jodoh telah diatur oleh YANG DI ATAS LANGIT.

Anas berkata: “Zainab membanggakan dirinya atas istri-istri Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang lain, ia berkata:

"Yang menikahkan kalian (dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) adalah keluarga-keluarga kalian, sedangkan yang menikahkan aku adalah Allah yang berada DI ATAS TUJUH LANGIT."
(HR. Tirmidzi)

9060e2406c7290cf2d717e5126bf11a1


INDAHNYA RUMAH YANG DIBACAKAN AL-QURAN DI DALAMNYA

Rasulullah shallallahu `alaihi wasallan bersabda,

" Sesungguhnya rumah yg dibacakan Al-Quran di dalamnya, maka penduduk langit (para malaikat) akan melihatnya seperti penduduk bumi melihat bintang-bintang di langit. "

As-Silsilah Ash-Shahihah 3112

d86b2847875aeab2acd25ef83128643c


SUDAH TAHU ADAB PADA HARI JUMAT SESUAI SUNNAH NABI?

Hari Jumat adalah hari yang mulia, dan kaum muslimin di seluruh penjuru dunia memuliakannya. Keutamaan yang besar tersebut menuntut umat Islam untuk mempelajari petunjuk Rasulullah dan sahabatnya, bagaimana seharusnya msenyambut hari tersebut agar amal kita tidak sia-sia dan mendapatkan pahala dari Allah ta’ala. Berikut ini beberapa adab yang harus diperhatikan bagi setiap muslim yang ingin menghidupkan syariat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari Jumat.

1. Memperbanyak Sholawat Nabi

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jumat, maka perbanyaklah sholawat kepadaku di dalamnya, karena sholawat kalian akan ditunjukkan kepadaku, para sahabat berkata: ‘Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?’ Nabi bersabda: ‘Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi.” (Shohih. HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa’i)

2. Mandi Jumat

Mandi pada hari Jumat wajib hukumnya bagi setiap muslim yang balig berdasarkan hadits Abu Sa’id Al Khudri, di mana Rasulullah bersabda yang artinya, “Mandi pada hari Jumat adalah wajib bagi setiap orang yang baligh.” (HR. Bukhori dan Muslim). Mandi Jumat ini diwajibkan bagi setiap muslim pria yang telah baligh, tetapi tidak wajib bagi anak-anak, wanita, orang sakit dan musafir. Sedangkan waktunya adalah sebelum berangkat sholat Jumat. Adapun tata cara mandi Jumat ini seperti halnya mandi janabah biasa. Rasulullah bersabda yang artinya, “Barang siapa mandi Jumat seperti mandi janabah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Menggunakan Minyak Wangi

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Barang siapa mandi pada hari Jumat dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak rambut atau minyak wangi kemudian berangkat ke masjid dan tidak memisahkan antara dua orang, lalu sholat sesuai yang ditentukan baginya dan ketika imam memulai khotbah, ia diam dan mendengarkannya maka akan diampuni dosanya mulai Jumat ini sampai Jumat berikutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Bersegera Untuk Berangkat ke Masjid

Anas bin Malik berkata, “Kami berpagi-pagi menuju sholat Jumat dan tidur siang setelah sholat Jumat.” (HR. Bukhari). Al Hafidz Ibnu Hajar berkata, “Makna hadits ini yaitu para sahabat memulai sholat Jumat pada awal waktu sebelum mereka tidur siang, berbeda dengan kebiasaan mereka pada sholat zuhur ketika panas, sesungguhnya para sahabat tidur terlebih dahulu, kemudian sholat ketika matahari telah rendah panasnya.” (Lihat Fathul Bari II/388)

5. Sholat Sunnah Ketika Menunggu Imam atau Khatib

Abu Huroiroh radhiallahu ‘anhu menuturkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa mandi kemudian datang untuk sholat Jumat, lalu ia sholat semampunya dan dia diam mendengarkan khotbah hingga selesai, kemudian sholat bersama imam maka akan diampuni dosanya mulai jum’at ini sampai jum’at berikutnya ditambah tiga hari.” (HR. Muslim)

6. Tidak Duduk dengan Memeluk Lutut Ketika Khatib Berkhotbah

“Sahl bin Mu’ad bin Anas mengatakan bahwa Rasulullah melarang Al Habwah (duduk sambil memegang lutut) pada saat sholat Jumat ketika imam sedang berkhotbah.” (Hasan. HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

7. Sholat Sunnah Setelah Sholat Jumat

Rasulullah bersabda yang artinya, “Apabila kalian telah selesai mengerjakan sholat Jumat, maka sholatlah empat rakaat.” Amr menambahkan dalam riwayatnya dari jalan Ibnu Idris, bahwa Suhail berkata, “Apabila engkau tergesa-gesa karena sesuatu, maka sholatlah dua rakaat di masjid dan dua rakaat apabila engkau pulang.” (HR. Muslim, Tirmidzi)

8. Membaca Surat Al Kahfi

Nabi bersabda yang artinya, “Barang siapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat maka Allah akan meneranginya di antara dua Jumat.” (HR. Imam Hakim dalam Mustadrok, dan beliau menshahihkannya)

Link

f834ee38b4e78c12ffee1aa85bcbb098


Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah memperingatkan:

“Di antara perbuatan yang masuk kategori israf (berlebih-lebihan) adalah mengoleksi pakaian tanpa ada kebutuhan mendesak kebanyakan wanita zaman ini, saat muncul model pakaian baru, maka bergegas berupaya membelinya, sampai rumahnya penuh dengan berbagai jenis pakaian tanpa ada kebutuhan. Bahkan saat model baru keluar lagi walau sebenarnya hanya sedikit berbeda modifikasinya dengan model yang pertama, maka segera wanita itu membelinya pula. Lebih dari itu sebagian dari wanita tersebut -kita memohon hidayah kepada Allah- nekad memanfaatkan suaminya dengan membelinya dan menyia-nyiakan hartanya. Atas dasar ini, wajib bagi para suami memberikan peringatan sebagai penerapan bentuk tanggung jawabnya (sebagai kepala rumah tangga) untuk mencegah istrinya dari sikap israf”

(Syarah Riyadus Shalihin VI:550)

24423f2bd77c1be8c8e0de8a1973f6b2


"Kembalilah Kepada Allah Agar Virus Cepat Hilang"

🎙Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA حفظه الله

7f64889a5684d19d720037489edadb61


IKHLAS BAGAIKAN MINYAK KASTURI
-
Al-Allamah Ibnul Jauzi rahimahullah berkata,

"Ikhlas itu bagaikan minyak kasturi yang terlindung dalam genggaman hati, wanginya menyebar pada pembawanya, amalan adalah gambaran (wujudnya), dan keikhlasan adalah ruh, bila belum bisa mengikhlaskan (amalan), maka jangan pernah lelah (berusaha)."

📕 Al-Lathaif (hal. 10)

7c079914e64f4677f1dd6c7535c05897


Keutamaan bershalawat di hari Jumat

“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.”
(HR. Baihaqi dalam Sunan Al Kubro. Hadits ini hasan ligoirihi –yaitu hasan dilihat dari jalur lainnya-)

Lebih lanjut buka : Link

📄 Q.S. Al Ahzab
🎙 Syaikh Wadi’ Al Yamani

7278c90a35585376783d05062ca3a7d6


Ada beberapa tempat atau waktu meminta perlindungan dari gangguan setan:

a- Ketika masuk kamar mandi

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ الْخَلاَءَ قَالَ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika memasuki jamban, beliau ucapkan: Allahumma inni a’udzu bika minal khubutsi wal khobaits (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan).” (HR. Bukhari no. 142 dan Muslim no. 375)

Untuk do’a “Allahumma inni a’udzu bika minal khubutsi wal khobaits”, boleh juga dibaca “Allahumma inni a’udzu bika minal khubtsi wal khobaits” (denga ba’ yang disukun). Bahkan cara baca khubtsi (dengan ba’ disukun) itu lebih banyak di kalangan para ulama hadits sebagaimana dikatakan oleh Al-Qadhi Iyadh rahimahullah. Sedangkan mengenai maknanya, ada ulama yang mengatakan bahwa makna khubtsi (dengan ba’ disukun) adalah gangguan setan, sedangkan khobaits adalah maksiat. (Syarh Shahih Muslim, 4: 71)

Jadi, cara baca dengan khubtsi (dengan ba’ disukun) dan khobaits itu lebih luas maknanya dibanding dengan makna yang di awal tadi karena makna kedua berarti meminta perlindungan dari segala gangguan setan dan maksiat

Sumber Link

930a4144795ec4e8ac3476c2f7b37b9a


BERBUAT SAJA DULU, BARULAH TAUBAT?

“Jahat saja dulu, nanti tinggal taubat aja.”
“Ngejek saja dulu, nanti tinggal minta maaf saja.”
“Gembosi saja dulu, nanti kabur saja.”
“Lakukan saja dulu, nanti tinggal minta ampun ini…”

Dan ungkapan-ungkapan senada lainnya dengan itu mungkin sering terdengar atau terpikirkan di benak sebagian anda. Itu menunjukkan ketaqwaan belum benar-benar tertanam kuat pada diri. Ungkapan-ungkapan semisal itu persis sekali dengan perkataan saudaranya Nabi Yusuf ‘Alayhissalaam ketika hendak membuat makar terhadap Nabi Yusuf. Mari perhatikan ayat ini…,

اقْتُلُوا يُوسُفَ أَوِ اطْرَحُوهُ أَرْضًا يَخْلُ لَكُمْ وَجْهُ أَبِيكُمْ وَتَكُونُوا مِن بَعْدِهِ قَوْمًا صَالِحِينَ [يوسف : 9]

“Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu daerah (yang tak dikenal) supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja, dan SESUDAH ITU hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik". [Yusuf : 9]

Imam Al Baghawiy mengatakan, dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik, yakni,

تائبين ، أي : توبوا بعدما فعلتم هذا يعف الله عنكم .

“Orang-orang yang bertaubat. Yaitu: bertaubatlah kalian setelah melakukan itu, nanti pun Allah akan memaafkan kalian juga.” [Tafsir al Baghawiy]

Jadi sedari awal memang taqwa-nya tak terjaga di dirinya. Rasa takut pada Allah memang kurang di hatinya. Maka dengan mudahnya asal saja dalam berbuat, asal jeplak kalau bicara, asal komentar saja, asal tuduh saja, dan sebagainya tanpa difikirkan terlebih dahulu, tidak dimutaba’ah terlebih dahulu; yang penting diniatkan sesudah itu untuk taubat, minta maaf, kemudian “kabur” saja. Subhaanallah…

Semoga Allah hiasi kita dengan ketaqwaan diri, rasa takut pada-Nya, hingga tak bersikap seperti demikian. Aamiin.

—Abu Hazim Mochamad Teguh Azhar, M.A.—

Semoga bermanfaat.
Bārakallāhu fīkum.

19a994f48faed85dc385b481ae057092


7. Menjawab Dengan Nama Jelas Jika Pemilik Rumah Bertanya “Siapa?”

Terkadang pemilik rumah ingin mengetahui dari dalam rumah siapakah tamu yang datang sehingga bertanya, “Siapa?” Maka hendaknya seorang tamu tidak menjawab dengan “saya” atau “aku” atau yang semacamnya, tetapi sebutkan nama dengan jelas. Sebagaimana terdapat dalam riwayat dari Jabir radhiallahu’anhu, dia berkata,

أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي دَيْنٍ كَانَ عَلَى أَبِي فَدَقَقْتُ الْبَابَ فَقَالَ مَنْ ذَا فَقُلْتُ أَنَا فَقَالَ أَنَا أَنَا كَأَنَّهُ كَرِهَهَا

“Aku mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka aku mengetuk pintu, lalu beliau bertanya, ‘Siapa?’ Maka Aku menjawab, ‘Saya.’ Lalu beliau bertanya, ‘Saya, saya?’ Sepertinya beliau tidak suka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Demikianlah beberapa adab bertamu dalam islam yang perlu kita perhatikan agar apa yang kita lakukan ketika bertamu pun sesuai dengan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dengan mengetahui adab-adab yang telah diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini juga membuat kita lebih lapang kepada saudara kita sebagai tuan rumah ketika ia menjalankan apa yang menjadi haknya sebagai pemilik rumah. Wallahu a’lam.

Maraji’:

• Majalah Al Furqon edisi 2 Tahun II 1423 H
• Terjemah Riyadush Shalihin, takhrij Syaikh M. Nashiruddin Al Albani jilid 2. Imam Nawawi. Cetakan Duta Ilmu. 2003
• Adabul Mufrod. Imam Bukhari. Maktabah Syamilah

© 2023 Link
Sumber: Link

2316f937c554162ded6557a38f5564eb


MENJUAL RAMBUT MANUSIA
____✒️

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh, misal ada orang yang dipotong rambutnya kemudian rambut tersebut dibeli oleh pemilik salon atau seseorang, tujuannya diolah untuk menjadi bulu mata, wig, dsb. Bagaimana hasil penjualan dari segi hukum Islam, terima kasih atas jawabannya.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Dar i: Fulan

Jawaban :

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh

Disebutkan dalam ensiklopedi fiqh kuwaitiyah:

واتّفق الفقهاء على عدم جواز الانتفاع بشعر الآدميّ بيعاً واستعمالاً، لأنّ الآدميّ مكرّم لقوله سبحانه وتعالى‏:‏ ‏{‏وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ‏}‌‏.‏
فلا يجوز أن يكون شيء من أجزائه مهاناً مبتذلاً

Para ulama sepakat, tidak boleh memanfaatkan rambut (menjual rambut) manusia, baik untuk diperjual belikan atau didaur ulang. Karena manusia itu dimuliakan sebagaimana firman Allah,

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ

“Sungguh kami telah memuliakan bani Adam.”

(QS. Al-Isra’: 70)

⚠️ Karena itu, tidak boleh ada sedikit pun bagian tubuhnya yang dihinakan atau direndahkan.

(Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah, vol. 26, Hal.102)

__
Link

🍃🍃

Dibagikan Oleh : Mutiara Risalah Islam
>>>>>>>>🌺🌺<<<<<<<<

023c9340ed6cb2c70173ae418b0c898a


"Nasehat Untuk Ikhwan dan Akhwat"

🎙Ustadz Harman Tajang, Lc. M.H.I حفظه الله

894662721460d89115f797d02660c206


📎 SELAMATKAN HATIMU !
.
👤Syaikh Prof. DR. Sulaiman bin Salimullah Ar-Ruhaily mengatakan:
.
"Bersemangatlah untuk menjaga keselamatan hatimu! Berhati-hatilah dari hasrat ingin menjadi satu-satunya (yang berjasa) atau yang paling terkenal, tapi (yang benar) berusahalah untuk menjadi orang yang bermanfaat dibidangmu semaksimal mungkin! Jangan pelit dan jangan malas!
.
Apabila dibidangmu ada orang yang terlihat memberikan manfaat untuk negeri atau umat tanpa ada penyimpangan, maka semangati dia apabila perannya lebih kecil darimu, namun apabila perannya lebih besar, maka ucapkan terima kasih kepadanya! Berbahagialah dengan banyaknya orang yang memberikan manfaat untuk manusia dalam kebaikan dan janganlah menjadi bagian dari orang-orang yang memiliki penyakit hasad dalam hatinya!"
.
______
.
📚 Link
.
🌏 Web | Link

78613d71dd83280f49bbbfd514f1533c


Tidak ada suatu musibah menimpa seseorang, kecuali dengan izin Allah

dad944d061d630d64d97a2d30f7ede97


Hari Jumat waktunya membaca Al-Kahfi

6fb031f392082c48352a3ca2a7ce53e4


Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah memperingatkan:

“Di antara perbuatan yang masuk kategori israf (berlebih-lebihan) adalah mengoleksi pakaian tanpa ada kebutuhan mendesak kebanyakan wanita zaman ini, saat muncul model pakaian baru, maka bergegas berupaya membelinya, sampai rumahnya penuh dengan berbagai jenis pakaian tanpa ada kebutuhan. Bahkan saat model baru keluar lagi walau sebenarnya hanya sedikit berbeda modifikasinya dengan model yang pertama, maka segera wanita itu membelinya pula. Lebih dari itu sebagian dari wanita tersebut -kita memohon hidayah kepada Allah- nekad memanfaatkan suaminya dengan membelinya dan menyia-nyiakan hartanya. Atas dasar ini, wajib bagi para suami memberikan peringatan sebagai penerapan bentuk tanggung jawabnya (sebagai kepala rumah tangga) untuk mencegah istrinya dari sikap israf”

(Syarah Riyadus Shalihin VI:550)

6050d62aa32743dc87e6d62dd3ace2e1


Faedah Hadits
Dikatakan tidak masuk surga, ini merupakan kalimat ancaman, bisa jadi ditafsirkan. Bisa jadi pula kalimat tersebut disebutkan apa adanya karena dikhawatirkan berbicara tentang Allah tanpa ilmu, dan ini lebih membuat seorang takut sehingga menjauhi larangan yang disebutkan. Jika kalimat “tidak masuk surga” ditafsirkan maknanya bukanlah tidak masuk surga sama sekali, namun yang dimaksud adalah tidak masuk surga untuk pertama kali karena mesti disiksa dahulu, setelah disiksa sesuai dengan dosanya barulah dimasukkan dalam surga. Karena orang yang memutus hubungan silaturahim bukan yang melakukan dosa kekafiran yang diharamkan masuk surga. Ada juga penjelasan bahwa setiap maksiat di bawah kesyirikan tergantung pada masyiah Allah (kehendak Allah). Jika Allah menghendaki, maka akan disiksa. Jika Allah menghendaki, maka akan diampuni.
Diharamkan memutuskan silaturahim, bahkan perbuatan ini termasuk dosa besar.


Sumber Link

d2fb1b6c1cb9c18c6d11563ca6dfb0ee


BERBUAT SAJA DULU, BARULAH TAUBAT?

“Jahat saja dulu, nanti tinggal taubat aja.”
“Ngejek saja dulu, nanti tinggal minta maaf saja.”
“Gembosi saja dulu, nanti kabur saja.”
“Lakukan saja dulu, nanti tinggal minta ampun ini…”

Dan ungkapan-ungkapan senada lainnya dengan itu mungkin sering terdengar atau terpikirkan di benak sebagian anda. Itu menunjukkan ketaqwaan belum benar-benar tertanam kuat pada diri. Ungkapan-ungkapan semisal itu persis sekali dengan perkataan saudaranya Nabi Yusuf ‘Alayhissalaam ketika hendak membuat makar terhadap Nabi Yusuf. Mari perhatikan ayat ini…,

اقْتُلُوا يُوسُفَ أَوِ اطْرَحُوهُ أَرْضًا يَخْلُ لَكُمْ وَجْهُ أَبِيكُمْ وَتَكُونُوا مِن بَعْدِهِ قَوْمًا صَالِحِينَ [يوسف : 9]

“Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu daerah (yang tak dikenal) supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja, dan SESUDAH ITU hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik". [Yusuf : 9]

Imam Al Baghawiy mengatakan, dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik, yakni,

تائبين ، أي : توبوا بعدما فعلتم هذا يعف الله عنكم .

“Orang-orang yang bertaubat. Yaitu: bertaubatlah kalian setelah melakukan itu, nanti pun Allah akan memaafkan kalian juga.” [Tafsir al Baghawiy]

Jadi sedari awal memang taqwa-nya tak terjaga di dirinya. Rasa takut pada Allah memang kurang di hatinya. Maka dengan mudahnya asal saja dalam berbuat, asal jeplak kalau bicara, asal komentar saja, asal tuduh saja, dan sebagainya tanpa difikirkan terlebih dahulu, tidak dimutaba’ah terlebih dahulu; yang penting diniatkan sesudah itu untuk taubat, minta maaf, kemudian “kabur” saja. Subhaanallah…

Semoga Allah hiasi kita dengan ketaqwaan diri, rasa takut pada-Nya, hingga tak bersikap seperti demikian. Aamiin.

—Abu Hazim Mochamad Teguh Azhar, M.A.—

Semoga bermanfaat.
Bārakallāhu fīkum.

6da01e6d233be6788b55a825686c2a65


Berapa Kali Bersholawat Di Hari Jumat

Rasulullah ﷺ membesarkan hati saat menjenguk Ummu ‘Alâ, bibi Hizâm bin Hakîm al-Anshâri yang sedang sakit dengan berkata:

“Bergembiralah, wahai Ummu ‘Alâ. Sesungguhnya Allah akan menggugurkan dosa-dosa orang yang sakit dengan penyakitnya, sebagaimana api menghilangkan kotoran-kotoran dari biji besi.”

(Hadits hasan riwayat Abu Dawud, Shahîh at-Targhîb, 3438)

4170aa995dca0641934e7b92ae2f20a5


NABI ISA DI SURGA?!
➖➖➖➖➖➖

Al-Hafidh Ibnu Hajar dalam kitabnya yang berjudul Fathul-Baari mengatakan : "Yang dimaksud dengan para Nabi tersebut adalah ruh mereka ; karena jasad mereka sudah dikebumikan di dunia. Berbeda dengan ‘Isa ‘alaihis-salaam yang jasadnya diangkat oleh Allah ke langit. Barangkali setelah diangkat ke langit oleh Allah, ‘Isa masih tetap hidup seperti para malaikat yang tidak membutuhkan makan, minum, dan lain sebagainya. Ia juga tidak mengenal usia. Kelak jika ‘Isa sudah turun kembali ke dunia, ia akan kembali pada kehidupannya seperti sebelum ia diangkat ke langit. Artinya, ia seperti manusia lainnya yang butuh makan, minum, dan lain sebagainya. Mengenai ucapan orang Nashrani bahwa ‘Isa ada di surga, maka itu adalah bohong. Berdasarkan apa yang telah dikemukakan dalam riwayat hadits shahih dan juga hadits-hadits lainnya yang menyatakan bahwa ia berada di langit yang kedua. Padahal surga itu berada di puncak ‘Illiyyin, yaitu di atas langit lapis ketujuh. Wallaahu a’lam.

[Jawaban diambil dari fatwa Syaikh Abdullah bin ‘Abdirrahman Al-Jibrin hafidhahullah dalam Fatawa wa Ahkaam fii Nabiyyillaah ‘Isa ‘alaihis-salaam (Edisi Indonesia : Saatnya Anda Tahu Siapa Nabi ‘Isa ? – Darul-Falah Cet. I Th. 2004/1425 H – halaman 55-56)].


sumber : Link

fad71e3506e84e919532178d5acfd5da


💦💦💦
Bismillah
Barakallahu fik
Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA حفظه اللّٰه
🎥 Judul vidio:
Pendosa Yang Ingin Berjumpa Rasulullah

Telegram:
Link

b50fc998ca410d516ee1cd45daff6a66


▶️ NASIHAT BAGI YANG TINGGAL DI KONTRAKAN

📡Link Youtube :
Link

7514df210a8116cbe29096c55411d41d


USAHAKAN MENDATANGI SHALAT BERJAMAAH SEBELUM IQAMAT

Sufyan bin Uyainah rahimahullah berkata :

إن من توقير الصلاة أن تأتي قبل الإقامة .

"Sesungguhnya diantara bentuk pengagungan terhadap shalat adalah engkau mendatangi shalat sebelum iqamat."

📑 Sifat Ash-Shafwah 2/230

68725585f15f37f919c461794b9c309f


JANGAN KATAKAN INI
TAPI KATAKAN HAL YANG INI..

Berkata Syaikh Bin Baz rahimahullah

Jangan Engkau katakan : "Insya Allah Kita Bertemu Di Surga" tapi katakanlah : "Kita Memohon kepada Allah Semoga Dia mempertemukan kita di Surga"

(Maj'mu Al-Fatawa, 26/132)

8f6ce1284579a11062f706396e7ec378


Bismillah

QS. Al-muzzammil : 20

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

Yakni maka bacalah apa yang ringan dan mudah bagi kalian tanpa terikat seberapa lama kalian mengerjakannya.
Ayat ini adalah ayat yang menghapus (menasakh) hukum tentang kewajiban mendirikan shalat malam bagi umat Islam.

Referensi : Link

3d4ac1bd5b3659d03e073baf35eb858b


Modal Semangat Saja Gak Cukup

Syeikh Ibnu Utsaimin berkata:

"Seandainya agama itu hanya bermodal semangat saja, niscaya semua ahli bid`ah di atas kebenaran".

"Al Liqo` Syahri 11/33"

22503071a4a4ca5c4276dee7107c35a8


DIANTARA AMALAN-AMALAN PADA HARI JUM’AT
_________
Linkbaca surah Al-Kahfi pada malam Jumat dan hari Jumat

Dalam hadits dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu disebutkan,

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ

“Barangsiapa yang membaca surah Al-Kahfi pada malam Jumat, dia akan disinari cahaya antara dia dan Kabah.” (HR. Ad-Darimi, 2:546. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih sebagaimana dalam Shahih Al-Jami’, no. 6471).

Juga dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

“Barangsiapa yang membaca surah Al-Kahfi pada hari Jumat, dia akan disinari cahaya di antara dua Jumat.” (HR. Al-Baihaqi dalam Al-Kubra, 3:249. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih sebagaimana dalam Shahih Al-Jami’, no. 6470).

afa1bbf83fe0819de77cde1b504adf9c


AMBULANCE SIAP MENJALANKAN TUGAS !

Dengan Pelayanan Ambulance Gratis 24 Jam

Bagi masyarakat yang membutuhkan bisa langsung kontak Hotline 082177334455

Link">wa.me

InsyaaAllah 24 Jam Gratis Untuk wilayah Surabaya, Sidoarjo Kota dan Gresik Kota.

Agar layanan Ambulance Gratis ini terus di rasa manfaatnya oleh masyarakat. yuk mari saling mendukung dalam operasional ambulnce muslim biker indonesia Surabaya Chapter agar bermanfaat semakin luas.

gratis mbisurabaya

acfca73535049b4827657bee245690ea


STOP, GEGABAH MENUDUH ZINA

Yusuf Abu Ubaidah As Sidawi

Di tengah tantangan teknologi modern, sering kali kita dihadapkan berita-berita infotainment yang berseliweran di medsos tentang issu-issu bahwa fulan atau fulanah melakukan skandal zina, mesum atau perselingkuhan.

Dengan hati yang tulus, kami ingatkan pada diri kami pribadi dan semua saudaraku dan saudariku di manapun berada, jangan gegabah menuduh orang lain tanpa bukti melakukan zina, selingkuh dan sejenisnya, karena itu adalah dosa besar yang mencoreng kehormatan saudaramu sendiri dan hukumannya sangat berat di dunia, dan lebih berat lagi ketika nanti di persidangan akhirat.

Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَأْتُوا بِأَرْبَعَةِ شُهَدَاءَ فَاجْلِدُوهُمْ ثَمَانِينَ جَلْدَةً وَلَا تَقْبَلُوا لَهُمْ شَهَادَةً أَبَدًا وَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-Nuur: 4)

Perhatikanlah hai saudaraku ayat mulia di atas, siapapun yang menuduh orang lain berzina tanpa 4 saksi, maka dia dihukum qazaf dengan 80 kali cambukan.

Dan perhatikan ayat yg mulia di atas, Allah menyebutkan bahwa penuduh zina harus mendatangkan empat saksi yang adil dan terpercaya, tidak boleh hanya sekedar foto, video, berita media dll karena semua itu bisa dimanipulasi, diedit, direkayasa dan sebagainya oleh orang2 yang menginginkan kerusakan dan mencoreng kehormatan.

Dan untuk mereka atau media yang ikut andil menyebarkan gosip2 murahan seperti itu, dengarkanlah firman Allah berikut:

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آَمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nuur: 19)

Semoga Allah menjaga kita dari fitnah akhir zaman dan menguatkan keimanan kita semua untuk menghadapinya dengan benteng yang kokoh sehingga selamat di dunia dan akherat.

┈┉┅━━••••━━┅┉┈

7caa40a5045b45419e40eeed2571d4aa


.QS. An-Nisa : 27

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dan Allah berkehendak menerima taubat kalian, dan memafkan kesalahan-kesalahan kalian. Sedangkan orang-orang yang mengikuti nafsu syahwat mereka dan kesenangan mereka berkeinginan supaya kalian melenceng dari agama kalian sejauh-jauhnya.

Referensi : Link

4911ec4999cda280a10eebe7f343c97a


▶️ DOA SAAT TERKENA MUSIBAH

📡Link Youtube :
Link

Dari Ummu Salamah Radhiyallahu `anha ia berkata,

سَمِعْتُ رَسولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ يقولُ: مَا مِنْ عَبْدٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا إِلاَّ أَجَرَهُ اللَّهُ فِى مُصِيبَتِهِ وَأَخْلَفَ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا قَالَتْ فَلَمَّا تُوُفِّىَ أَبُو سَلَمَةَ قُلْتُ كَمَا أَمَرَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم فَأَخْلَفَ اللَّهُ لِى خَيْرًا مِنْهُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم

"Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Tidak ada seorang hamba tertimpa musibah lalu ia berdoa: `Sesungguhnya kita ini milik Allah dan sungguh hanya kepada-Nya kita akan kembali. Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku ini dan berilah ganti yang lebih baik daripadanya.` Ummu Salamah berkata: Saat Abu Salamah wafat, aku berdoa sebagaimana yang diperintahkan Rasulullah kepadaku, lalu Allah memberi ganti untukku yang lebih baik darinya, yakni Rasulullah ﷺ.’” (HR. Muslim no. 918)

1cdb85e50892406f062400a19fe3364c


"Wahai Ahlussunnah! Berlemahlembutlah, ramahlah, semoga Allah merahmati kalian. Karena sungguh, kalian itu sedikit (minoritas dan dianggap asing)".
[al-Hasan al-Bashriy -rahimahullaah-]
(Syarh Ushuul I`tiqaad Ahlissunnah: 1/57, al-Laalikaa-iy)

Maka jangan jadikan tambah sedikit dan semakin terasing lagi gara-gara sikap kalian yang tidak berlemahlembut & tidak ramah (keras tanpa ilmu & tidak pada tempatnya).



b691a6cb91e05cc90993a1f01ef42569


Perisai Dari Syetan

Nabi bersabda:

« العبدُ لا يَنجو مِن الشيطانِ إلَّا بذكرِ اللّٰـه ».

"Seorang hamba tidak akan bisa selamat dari Syetan kecuali dengan dzikir kepada Allah". (Shahih Targhib wa Tarhib 1612

┈┉┅━━••••━━┅┉┈

1e1c509e5b2dc4da8447c19206a0b20d


Mencintai Saudara

“Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.”
(HR. Bukhari & Muslim)

a5432ee24f439c6c61348e72503aec3a


✋🏻💥‼☄ KARENA DOSA

Ada orang bilang, jangan kaitkan bencana dengan dosa. “Dosa tidak bisa dijadikan alat ukur terjadi bencana sebab ada orang atau komunitas lain yang lebih banyak dosanya, justru tidak mendapatkannya.”
“Jadi, adanya gempa bumi atau tsunami, itu adalah bencana dari peristiwa alam.”
“Bencana gempa bumi harus dilihat ilmu geologi. Mereka melihatnya dari sisi lempengan bumi menggerak. Di atas magma di dalam perut bumi. Ada yang ahli di bidang itu,”

Saudaraku, kalau yang mengucapkan kata-kata di atas adalah seorang ateis anti tuhan, akan kami katakan:
Maklumlah, tapi ketika yang mengatakannya adalah seorang muslim, apalagi kiyai, maka ucapannya membuat kita terheran-heran.

Sebagai orang beragama, terutama Islam, kita mengimani bahwa Allahlah Rabb sekalian alam, artinya, Dialah yang menciptakan alam, memilikinya dan mengaturnya.

Aktivitas langit, bumi dan segala sesuatu di alam ini adalah dengan pengaturan Allah, matahari terbit dari timur tenggelam di barat, semua dengan perintah Allah, oleh karenanya, kelak saat Allah perintahkan agar matahari terbit dari barat, iapun taat.

Api membakar, dengan perintah Allah, oleh karenanya, saat Allah perintahkan agar api tidak membakar, iapun taat sehingga tidak membakar Nabi Ibrahim.
Angin datang, angin pergi, menjadi manfaat atau bencana, semua dengan perintah Allah, sehingga ketika Allah perintahkan angin untuk menghancurkan kaum Aad, maka ia taat.

تُدَمِّرُ كُلَّ شَيْءٍ بِأَمْرِ رَبِّهَا فَأَصْبَحُوا لَا يُرَىٰ إِلَّا مَسَاكِنُهُمْ  كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْقَوْمَ الْمُجْرِمِينَ

“(Angin) yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa.” (Surat Al-Ahqaf, Ayat 25)

Kita tidak mengingkari kaitan sebab musabab, lempengan dalam tanah, tanah yang kandungan airnya banyak, dll dari teori-teori ilmu alam. Tapi, siapa yang mengatur sebab musabab tersebut, kalau anda seorang muslim tentu anda akan menjawab, 'Allah'.
Tentu beda dengan jawaban seorang ateis.

Mengapa Allah merubah aturan-Nya pada sebagian kondisi, ombak yang sebelumnya elok dipandang, berubah menjadi dahsyat dan mengerikan. Gunung yang sebelumnya terlihat menawan, berubah menjadi menyeramkan. Bumi yang damai dan tenang bagi penghuninya, berubah menjadi menakutkan. Tanah yang baik menjadi pijakan manusia, berubah, justru menelan mereka. Dulu makmur, kini hancur. Apa sebabnya? Allah telah memberikan jawabannya.

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ [الروم: 41]

"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Surat Ar-Rum, Ayat 41)

"Disebabkan karena perbuatan manusia," Maknanya dengan sebab apa yang manusia lakukan dari kemaksiatan dan kekafiran. [Tafsir Ibnu Juzai]

Setelah ayat diatas Allah mengatakan:

قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلُ ۚ كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُشْرِكِينَ

Katakanlah: "Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)." (Surat Ar-Rum, Ayat 42)

Ya, mereka diazab karena syirik. Andai manusia senantiasa beriman dan bertakwa kepada Allah, tentu Allah akan perintahkan alam dengan aturan yang membawa berkah, Allah berfirman:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (Surat Al-A'raf, Ayat 96)

Memang, kita tidak bisa menentukan dan memastikan, bahwa bencana ini sebabnya adalah dosa itu, dst. Akan tetapi, saat  kita melihat dengan nyata bahwa syirik besar banyak terjadi, penyembelihan hewan bukan karena Allah, sesajen itu dilarung ke laut, atau ditanam di tanah. Doa dipanjatkan kepada selain Allah. Rasa takut kepada selain Allah menghantui masyarakat sehingga mereka mendekatkan diri -dengan berbagai ritual- kepada sesuatu yang dianggap penunggu tempat tertentu. Maksiat pun merebak, zina dan segala yang terkait dengannya, LBGT, narkoba, penipuan, riba dan masih banyak lagi yang lain. Banyak pula orang yang melakukan dosa dalam keadaan tidak takut kepada Allah, dosa diremehkan, syariat dilecehkan. Saat itulah datang bencana, apakah kita akan mengatakan bencana itu tidak ada kaitannya dengan dosa?!. Beginikan ucapan seorang muslim yang beriman dengan ayat-ayat Allah?!.
Bukankan Allah berfirman:

فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

"Maka masing-masing Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri." (Surat Al-Ankabut, Ayat 40)

Seorang mukmin akan selalu berada dalam keadaan harap dan cemas, ia berharap agar dosa yang dilakukan diampuni, namun disaat yang sama, ia cemas, jangan-jangan dosanya telah menjadi sebab malapetaka. Maka seorang mukmin akan segera introspesi diri dan berbenah dengan bertobat kepada Allah, meninggalkan syirik dan maksiatnya agar tidak kembali terulang musibah tersebut.

Kalau dikatakan, “mengapa mereka yang maksiatnya lebih besar tidak mendapat musibah tersebut, atau bahkan mereka yang di negeri kafir, komunis, ateis tidak terkena musibah tersebut."!?
Perlu kita ingat, tidak selalu ketika seseorang atau suatu kaum berbuat maksiat lalu seketika itu Allah menghukumnya, ada yang Allah tunda, ada yang Allah segerakan, semua sesuai hikmah yang inginkan. Bukankah Allah berfirman:

"Maka serahkanlah (ya Muhammad) kepada-Ku (urusan) orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al Quran). Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui, dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat tangguh." (Surat Al-Qalam ayat 44-45)

Nabipun bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لَيُمْلِى لِلظَّالِمِ حَتَّى إِذَا أَخَذَهُ لَمْ يُفْلِتْهُ

“Sesungguhnya Allah benar-benar mengulur-ulur orang yang zhalim, hingga bila Allah mengazabnya Allah tidak kan melepaskannya.” (Sahih, HR al Bukhori)

Maka, kemakmuran orang kafir dan ahli maksiat tidak menunjukkan benarnya perbuatan mereka. Jangan pula dikatakan bencana yang menimpa umat islam bukan karena dosa mereka. Sebab, Allah timpakan bencana terhadap umat Islam, sebagai teguran bagi mereka agar mereka segera kembali kepada Allah dan meninggalkan maksiat. Dan musibah itu menjadi penghapus dosa-dosa mereka yang bertauhid dan beriman dengan benar, sehingga diakhirat mereka tidak lagi diazab.

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

أُمَّتِى هَذِهِ أُمَّةٌ مَرْحُومَةٌ لَيْسَ عَلَيْهَا عَذَابٌ فِى الآخِرَةِ عَذَابُهَا فِى الدُّنْيَا الْفِتَنُ وَالزَّلاَزِلُ وَالْقَتْلُ

“Umatku adalah umat yang disayangi, tidak akan manimpa umatku azab (berat) di akhhirat. Azabnya di dunia, ujian ujian, gempa-gempa bumi dan pembunuhan." (Sahih, HR Abu Dawud, disahihkan oleh Syaikh Al Albani)

Semoga Allah selamatkan kita dari murka-Nya

✍🏻 Ditulis Oleh: Qomar Zaenudin Abdullah Lc

🌏 Kunjungi || Link


0fd460ae408b6b915fad38cd0ef5c208


Ada beberapa tempat atau waktu meminta perlindungan dari gangguan setan:

a- Ketika masuk kamar mandi

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ الْخَلاَءَ قَالَ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika memasuki jamban, beliau ucapkan: Allahumma inni a’udzu bika minal khubutsi wal khobaits (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan).” (HR. Bukhari no. 142 dan Muslim no. 375)

Untuk do’a “Allahumma inni a’udzu bika minal khubutsi wal khobaits”, boleh juga dibaca “Allahumma inni a’udzu bika minal khubtsi wal khobaits” (denga ba’ yang disukun). Bahkan cara baca khubtsi (dengan ba’ disukun) itu lebih banyak di kalangan para ulama hadits sebagaimana dikatakan oleh Al-Qadhi Iyadh rahimahullah. Sedangkan mengenai maknanya, ada ulama yang mengatakan bahwa makna khubtsi (dengan ba’ disukun) adalah gangguan setan, sedangkan khobaits adalah maksiat. (Syarh Shahih Muslim, 4: 71)

Jadi, cara baca dengan khubtsi (dengan ba’ disukun) dan khobaits itu lebih luas maknanya dibanding dengan makna yang di awal tadi karena makna kedua berarti meminta perlindungan dari segala gangguan setan dan maksiat

Sumber Link

8c7c05b316bbb4c0d7350b061db2c398


BOLEHKAH DIBACA MALAM KEMUDIAN DILANJUT BESOKNYA?⁣⁣
⁣⁣
⁣⁣
Redaksi hadis-hadis tentang anjuran membaca surat Al Kahfi di hari Jumat, tidak menunjukkan harus dibaca rampung sekali duduk. Boleh dicicil, asalkan selama masih di hari Jumat, maka insyaallah ia telah menunaikan perintah di hadis itu. Karena yang dituju adalah membaca seluruh surat Al Kahfi di hari yang telah dikhususkan tersebut. Bahkan kalau seorang membacanya dalam sholat, juga boleh.⁣⁣
⁣⁣
JIKA TIDAK RAMPUNG APAKAH MENDAPAT KEUTAMAANNYA? ⁣⁣
⁣⁣
Wallahua’lam, berdasarkan keterangan dari teks (zhohir) hadis, keutamaan di atas hanya di dapat oleh mereka yang dapat membaca surat Al Kahfi dengan sempurna. Karena tidak dinamakan membaca surat kecuali bila seorang membacanya secara utuh.⁣⁣
⁣⁣
SUMBER: ⁣⁣
Link

4221db5b365b07a5cb0704473a1b93e2


.Apa Hukum Mengucapkan Anj y, Ch _ks, dll?

Bagaimana ya ajaran Islam dalam penggunaan kata-kata yang multi tafsir?

Multi tafsir disini yaitu kata-kata yang memiliki makna ganda, satunya mubah, dan satunya haram. Bagaimana ya hukumnya?

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman

﴿يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنوا لا تَقولوا راعِنا وَقولُوا انظُرنا﴾


Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu katakan, "Rāinā", tetapi katakanlah, "Unẓurnā"

[Al-Baqarah ayat 104]

Rāinā dan Unẓurnā memiliki arti sama, yaitu perhatikanlah kami.

Tetapi orang Yahudi mengucapkannya sedangkan yang mereka maksud ialah Ru`ūnah yang artinya bodoh sekali, sebagai ejekan kepada Rasulullah.

Maka dari itu Allah melarang umat Islam mengucapkan lafadz Ra'ina secara mutlak, meskipun tidak memiliki niatan buruk seperti kaum Yahudi.

Begitu pula Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَقُوْلَنَّ أَحَدُكُمْ: خَبُثَتْ نَفْسِيْ، وَلكِنْ لِيَقُلْ: لَقِسَتْ نَفْسِيْ.

"Janganlah salah seorang di antara kalian mengatakan, 'Khabutsat Nafsi (jiwaku jelek),' akan tetapi ucapkanlah, 'Laqisat nafsi (jiwaku tercela)'.

[HR. Bukhari]

Al-Imam Abu Sulaiman al-Khaththabi berkata:

"Laqisat" dan "Khabutsat" adalah satu makna, dan sesungguhnya kata "Khabutsat" dibenci disebabkan lafazh itu memliki arti kejelekan, dan tipu daya.

Maka dari itu Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan mereka adab dalam penggunaan kata-kata yang baik dan meninggalkan kata-kata yang jelek.

Lihatlah bagaimana Allah subhanahu wa ta'ala dan Rasul-Nya shallallahu alaihi wa sallam melarang penggunaan kata-kata yang tidak baik, maka dari itu tidak sepantasnya seorang yang beriman untuk menggunakan kata-kata yang tersebut.

Hendaknya diganti dengan ucapan-ucapan yang jelas membuat ridha Allah, seperti "Subhanallah" dan semisalnya.

Wallahu a'lam.

46e533b9dffd3d899a02cf030c22840e


📖 Beginilah Seharusnya Kita Bersikap
Salah satu adab agung dalam pergaulan dan menuntut ilmu adalah bersikap bijak terhadap perbedaan pendapat yang dilandasi dalil. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata:

"Seorang yang menyelisihimu karena dalil yang kuat menurutnya, bukan karena ngeyel, maka hendaknya engkau semakin bertambah cinta kepadanya."
📘 (Syarh Mumti' 4/159)

Ini adalah pelajaran besar tentang akhlak dalam berinteraksi sesama kaum muslimin, khususnya dalam ranah ilmu dan dakwah.

📌 Perbedaan Bukan Permusuhan
Dalam perjalanan menuntut ilmu dan mengamalkan agama, tidak jarang terjadi perbedaan pandangan. Terkadang seorang saudara kita berpendapat lain karena dia memahami dalil dengan cara yang berbeda, atau karena ijtihadnya dalam memahami nash syar'i.

Ketahuilah, selama perbedaan itu didasari dalil dan niat yang jujur, maka itu bukan sesuatu yang harus menyebabkan permusuhan atau kebencian. Bahkan, Syaikh Al-Utsaimin menasihati kita untuk menambah cinta kepada orang tersebut.

Mengapa? Karena dia menunjukkan sikap amanah terhadap ilmu — dia tidak mengikuti hawa nafsu, tetapi berpegang kepada apa yang dia yakini benar berdasarkan dalil.

📌 Cinta Karena Kebenaran
Mencintai seseorang karena Allah artinya mencintai dia karena ketaatannya, kejujurannya dalam mencari kebenaran, dan usahanya untuk menegakkan agama berdasarkan dalil, bukan karena fanatisme pribadi atau kelompok.

Allah berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara..."
📖 (QS. Al-Hujurat: 10)

Persaudaraan ini harus dijaga, termasuk dalam urusan perbedaan ijtihad.

Ulama Salaf rahimahumullah juga memberikan contoh bagaimana mereka tetap saling menghormati meskipun berbeda pendapat. Imam Syafi'i berkata:

"Pendapatku benar namun mengandung kemungkinan salah, dan pendapat orang lain salah namun mengandung kemungkinan benar."

Sikap ini memperlihatkan keluasan hati dan rendahnya hawa nafsu.

📌 Hindari Fanatisme Buta
Sebaliknya, jika seseorang membenci orang yang berbeda dengannya hanya karena fanatisme atau kesombongan, maka dia telah jatuh dalam akhlak tercela.

Benci tanpa sebab yang benar hanya akan memutuskan ukhuwah, menghilangkan keberkahan ilmu, dan menimbulkan permusuhan yang tidak diridhai Allah.

Maka waspadalah terhadap sikap:

Taklid buta tanpa mau memahami dalil.

Fanatik kelompok sehingga menganggap kelompoknya pasti benar.

Merendahkan orang lain yang sebenarnya memiliki hujjah.

📌 Memupuk Cinta Sesama Penuntut Kebenaran
Mari belajar untuk bersikap lapang dada. Jika ada saudara kita yang menyelisihi kita karena dalil yang dia yakini — bukan karena keras kepala atau hawa nafsu — maka kita harus menghormatinya, mendoakannya, bahkan semakin menyayanginya.

Karena di balik perbedaan itu, Allah ingin menguji kelapangan dada kita, kejujuran kita dalam mencintai saudara kita karena Allah, bukan karena kepentingan pribadi.

Wallahu A'lam Bishawab

325d798f48547e0946ad4cfc83d22902


.Apa Hukum Mengucapkan Anj y, Ch _ks, dll?

Bagaimana ya ajaran Islam dalam penggunaan kata-kata yang multi tafsir?

Multi tafsir disini yaitu kata-kata yang memiliki makna ganda, satunya mubah, dan satunya haram. Bagaimana ya hukumnya?

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman

﴿يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنوا لا تَقولوا راعِنا وَقولُوا انظُرنا﴾


Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu katakan, "Rāinā", tetapi katakanlah, "Unẓurnā"

[Al-Baqarah ayat 104]

Rāinā dan Unẓurnā memiliki arti sama, yaitu perhatikanlah kami.

Tetapi orang Yahudi mengucapkannya sedangkan yang mereka maksud ialah Ru`ūnah yang artinya bodoh sekali, sebagai ejekan kepada Rasulullah.

Maka dari itu Allah melarang umat Islam mengucapkan lafadz Ra'ina secara mutlak, meskipun tidak memiliki niatan buruk seperti kaum Yahudi.

Begitu pula Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَقُوْلَنَّ أَحَدُكُمْ: خَبُثَتْ نَفْسِيْ، وَلكِنْ لِيَقُلْ: لَقِسَتْ نَفْسِيْ.

"Janganlah salah seorang di antara kalian mengatakan, 'Khabutsat Nafsi (jiwaku jelek),' akan tetapi ucapkanlah, 'Laqisat nafsi (jiwaku tercela)'.

[HR. Bukhari]

Al-Imam Abu Sulaiman al-Khaththabi berkata:

"Laqisat" dan "Khabutsat" adalah satu makna, dan sesungguhnya kata "Khabutsat" dibenci disebabkan lafazh itu memliki arti kejelekan, dan tipu daya.

Maka dari itu Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan mereka adab dalam penggunaan kata-kata yang baik dan meninggalkan kata-kata yang jelek.

Lihatlah bagaimana Allah subhanahu wa ta'ala dan Rasul-Nya shallallahu alaihi wa sallam melarang penggunaan kata-kata yang tidak baik, maka dari itu tidak sepantasnya seorang yang beriman untuk menggunakan kata-kata yang tersebut.

Hendaknya diganti dengan ucapan-ucapan yang jelas membuat ridha Allah, seperti "Subhanallah" dan semisalnya.

Wallahu a'lam.

61d0bc747b9afb1691b563cc832a4e8d


💦💦💦
Bismillah
Barakallahu fiik
🎙 Ustadz Dr. Khalid Basalamah, MA حفظه الله

Judul Vidio :
"Do`a Yang Akan Menghilangkan Masalah Yang Paling Berat Dalam Kehidupan Seseorang"

26b07a3482fcdf45aeb2258eadf134e7


🌹🌻🌷💐 IMAM SHALAT TARAWIH HENDAKNYA TIDAK MEMBERATKAN KAUM MUSLIMIN

✍🏼 Abu Utsman an-Nahdy rahimahullah berkata,

دعا عمر القراء في رمضان فأمر أسرعهم قراءة أن يقرأ ثلاثين آية، والوسط خمسة وعشرين آية، والبطيء عشرين آية.

"Pada bulan Ramadhan, Umar memanggil para penghafal Al-Qur`an. Beliau menyuruh yang paling cepat bacaannya di antara mereka agar membaca 30 ayat (dalam setiap rakaat), yang bacaannya sedang agar membaca 25 ayat, dan yang bacaannya lambat agar membaca 20 ayat."

📚 Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, no. 7754

4c9da74f3288120271761ff6023bb70f


QS. Al Hasyr : 7

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

7. Apa yang Allah berikan kepada RasulNya sebagai fai’ dari harta para penghuni negeri yang musyrik tanpa mengerahkan kuda dan unta, maka ia adalah milik Allah dan RasulNya. Ia didistribusikan untuk kemaslahatan umum kaum Muslimin, untuk para kerabat Rasulullah, yaitu Bani Hasyim dan Bani al-Muthalib, juga untuk anak-anak yatim, yaitu anak-anak miskin yang ditinggal wafat bapak-bapak mereka saat belum baligh, juga orang-orang miskin, yaitu orang-orang yang membutuhkan dan tidak memiliki apa yang mencukupi dan memenuhi kebuutuhan mereka, dan juga ibnu sabil, yaitu musafir yang bekalnya habis dan terputus dari hartanya. Hal ini agar harta tidak hanya beredar di tangan orang-orang kaya saja dan dihalangi dari orang-orang fakir dan miskin. Apa yang Rasullullah berikan kepada kalian berupa harta, atau apa yang Rasulullah syariatkan, maka ambillah ia, dan apa yang Rasul larang kalian untuk mengambil dan melakukannya, maka hentikanlah. Dan bertakwalah kepada Allah dengan melaksanakan perintah-perintahNya dan meninggalkan laranganNya. Sesungguhnya Allah Mahakeras azabNya bagi siapa yang mendurhakaiNya dan menyelisihi perintah dan laranganNYa.
Ayat ini merupakan dasar dalam beramal sesuai dengan al-Quran dan as-Sunnah, baik perkataan, perbuatan, dan penetapan Nabi.

2eca7378df5bbc2f33f326c1fd234387


ORANG YANG BERAKAL TIDAK AKAN MENYEBARKAN FOTO ISTERI DAN ANAK PEREMPUANNYA DI SOSMED

Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahu,

إن العاقل يشتد عليه، أن الأجنبي يرى وجه زوجته وابنته

“SUNGGUH ORANG YANG BERAKAL ITU BERAT BAGINYA (CEMBURU) JIKA ORANG ASING (BUKAN MAHRAM) MELIHAT WAJAH ISTERI DAN PUTRINYA.”

📚 Fathul Bari  (12/245)

5af08d7c4c9257635b5ff7c01d5aa1f6


Konsep rezeki adalah...

fcb2abdf20c83c829bed8521f03cd5e4


AMBULANCE SIAP MENJALANKAN TUGAS !

Dengan Pelayanan Ambulance Gratis 24 Jam

Bagi masyarakat yang membutuhkan bisa langsung kontak Hotline 082177334455

Link">wa.me

InsyaaAllah 24 Jam Gratis Untuk wilayah Surabaya, Sidoarjo Kota dan Gresik Kota.

Agar layanan Ambulance Gratis ini terus di rasa manfaatnya oleh masyarakat. yuk mari saling mendukung dalam operasional ambulnce muslim biker indonesia Surabaya Chapter agar bermanfaat semakin luas.

gratis mbisurabaya

2110d1e7ebcb0aa3e45439f4cc3b6a3b


Amalan Puasa Paling Dicintai Allah
🎙️ Ustadz Dr. Farid Al Bathoty
🎥 Link

📝 Tahukah Anda apa puasa sunnah yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta`ala? Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda bahwa puasa sunnah yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta`ala adalah puasa Nabi Daud Alayhi as-Salam. Begitu pula dengan shalat sunnah yang paling dicintai-Nya adalah shalat Nabi Daud Alayhi as-Salam. Mari simak penjelasannya untuk meningkatkan kualitas ibadah sunnah kita.



07f7e5e7f9ebdbece4732735c7f01900


🖇 Takut Kalau Tauhid ku Dicabut

Dari Mujib bin Musa Al Asbahani berkata: Aku pernah menemani Sufyan Ats Tsauri ke Mekkah, beliau sering menangis di sana. Aku berkata kepadanya: Apakah nangismu ini karena takut dari dosa?
Beliau pun kemudian mengambil kayu dari barang bawaan lalu melemparnya seraya mengatakan: Dosa-dosaku lebih ringan bagiku daripana ini, namun aku khawatir bila dicabut Tauhid dariku".

📘(Akhbaru Asbahan, Abu Nuaim 1923)




88cfe477f593edbb1163a95cf1103c80


DIANGGAP BERUSAHA
➖➖➖➖➖➖➖

Padahal kan ga berhasil bukan berarti ga berusaha?

Kalau kemudian kita hanya bisa membawa setengah barang yang diperintahkan untuk dibawa atau membawanya pelan-pelan, maka itulah yang harus kita lakukan. 

Dikutip dari : Link


8d65793b53798d132a73684c333e0191


🌿KEJAMNYA RIBA❗️❗️

Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata,

اعْلَمْ أنَّ الرِّبا مِنَ المُهْلِكات وهو أخفى من دبِيب النَّمْل على الصَّفا في اللّيلة الظلماء، وأنَّ أدنى الرِّبا كالّذي يزني مع أمّه والزّنية مع الأمّ أعظَمُ ورزًا من سبعين زنية مع غيرها.

“Ketahuilah! Perbuatan riba itu termasuk penyebab kehancuran. Ia lebih samar daripada langkah semut di atas batu pada malam yang gelap. Riba terkecil saja bagaikan berzina dengan ibu. Sementara itu, berzina dengan ibu dosanya tujuh puluh kali lebih besar daripada berzina dengan selain ibu.”

📚 Bahru ad-Dumu’, hlm. 175

========================