Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

 
1

PAHALA BESAR MENAFKAHI KELUARGA

Rasulullah shallallahu `alaihi was salam bersabda:
Tidaklah kalian bersedekah yang di dalamnya kalian berharap wajah Allah, kecuali Allah akan berikan balasan untukmu. Termasuk apa yang kau berikan kepada istrimu.
(HR. Bukhari 56)



layanan Ambulance MBISC
24 Jam Gratis Dalam Kota Surabaya
Sidoarjo & Gresik
(Syarat & ketentuan berlaku)
https://mbisc.my.id/ambulance*whatapp">mbisc.my.id/ambulance*whatapp">https://mbisc.my.id/ambulance*whatapp

Instagram
https://mbisc.my.id/instagram">mbisc.my.id/instagram">https://mbisc.my.id/instagram

Whatapp Group Dakwah
https://mbisc.my.id/gdmbisc">mbisc.my.id/gdmbisc">https://mbisc.my.id/gdmbisc

eTiket System
https://mbisc.my.id/tiketinfo/">mbisc.my.id/tiketinfo/">https://mbisc.my.id/tiketinfo/

Join Member
https://mbisc.my.id/joinus">mbisc.my.id/joinus">https://mbisc.my.id/joinus

Info
mbisc.my.id">https://mbisc.my.id

9798a5ec34b4f5e89f13d4ef1ee48742


﷽ BERSABARLAH DALAM DAKWAH

Syaikh Utsaimin rahimahullah berkata :

اصبر على ما يُقال فيك من استهزاء وسخرية لآن أعداء الدين كثيرون
"Bersabarlah atas hinaan dan olok-olokan kepadamu karena musuh agama ini sangatlah banyak."

📚 Syarh al Washithiyyah 150
.

706ef4d717134f1cbc399cd9d543b146


Infak: Sebab Kelapangan Rezeki
🎙Al Ustadz Abu Jundi
link url : Link

Ingin rezeki dilapangkan oleh Allah Subhanahu wa Ta`ala? Rahasianya adalah dengan berinfak. Allah berfirman dalam hadits qudsi, "Berinfaklah wahai anak cucu Adam, niscaya Aku akan menafkahimu." Pemberian Allah kepada hamba-Nya sebanding lurus dengan kadar kedermawanan hamba tersebut kepada sesama.

0d5bcddd6638d01d94af794011f3648d


fastabiqul khairat
Asy-Syaikh Nashir as-Sa'di rahimahullah berkata,
Barangsiapa terdepan didalam mengamalkan kebaikan didunia, dia adalah orang terdepan yang masuk ke dalam surga."
Tafsir al-Lathifil Mannan, halaman; 73

5642c1489f4ca2babfab16f06e28e151


📢✋🏻⛔️⚠️ TIDAK GEGABAH & TIDAK TERGESA-GESA

✍🏻 Ibnu Hibban rahimahullah mengatakan,

الواجب على العاقل لزوم الرفق في الأمور كلها وترك العجلة والخفة فيها، إذ الله تعالى يحب الرفق في الأمور كلها، ومن منع الرفق منع الخير، كما أن من أعطي الرفق أعطي الخير، ولا يكاد المرء يتمكن من بغيته في سلوك قصده في شيء من الأشياء على حسب الذي يحب إلا بمقارنة الرفق ومفارقة العجلة

"Seseorang yang berakal wajib senantiasa berhati-hati dan cermat dalam semua urusan, tidak boleh tergesa-gesa, dan tidak bertindak gegabah.
Sebab, Allah subhanahu wa ta`ala mencintai kehati-hatian dalam semua urusan.

Barang siapa tidak bisa bertindak hati-hati, dia akan terhalangi dari kebaikan. Adapun orang yang dianugerahi kecermatan, dia telah diberi kebaikan.

Seseorang hampir pasti tidak bisa menggapai tujuannya dalam satu urusan pun sesuai dengan keinginannya kecuali dengan disertai sikap cermat dan meninggalkan ketergesaan."

📚 Raudhatul Uqala wa Nuzhatul Fudhala hlm. 247




22334695864e3699a41e144f1ffe1ac6


TEMPAT YANG ALLAH BERKAHI

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

"Allah memuliakan kedudukan diri-NYa dan mengagungkan urusan-Nya karena kuasa-Nya untuk melakukan hal-hal yang tidak dapat diperbuat oleh siapapun selain-Nya; tiada Tuhan yang berhak disembah selain-Nya, dan tidak ada tuhan (penguasa alam) selain-Nya. Dialah yang menjalankan hamba-NYa, Muhammad di malam hari pada sebagian malamnya dengan jasad dan ruhnya dalam keadaan terjaga, bukan tidur, dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis yang Allah memberkahi sekelilingnya dari segi tanam-tanamannya, buah-buahannya dan lain sebagainya, dan Dia menjadikannya sebagai tempat hidup banyak nabi agar ia dapat menyaksikan keajaiban-keajaibab kuasa Allah dan petunjuk-petunjuk keesaan-Nya. Sesungguhnya Allah, Dia Mahamendengar semua ucapan para hamba-Nya lagi Mahamelihat semua perbuatan mereka. Maka DIa akan memberikah hak setiap orang di dunia dan di akhirat."

QS. Al-Isra' :1

Referensi : Link

86a1a92bd113836565b23f8eb396e5aa


💐    SIAPAKAH ORANG YANG JUJUR ?

Imam Ibnu Taimiyah رحمه الله berkata :

الصفة الفارقة بين المؤمن و المنافق هو الصدق

"Sifat yang membedakan antara mukmin dan munafik adalah sifat jujur" (Majmu`ul Fataawa XX/75)

Imam adz-Dzahabi رحمه الله berkata :

الصــادق يقلّ من الكــلام والأكـل والنــوم والمخالطــة ويُكثــر الأوراد والتواضــ؏ وذكر المـوت وقـول لا حـول ولا قوة إلا بالله

"Seseorang yang jujur itu akan sedikit bicara, makan, tidur serta berbaur dengan manusia, memperbanyak dzikir, tawadhu` (rendah hati), mengingat kematian dan mengucapkan laa haula wa laa quwwata illaa billaah" (Siyar A`laamin Nubalaa` 14/534)

Sebagian ulama telah berkata :
"Perbuatan baik bisa dilakukan oleh orang yang baik maupun orang yang jahat, namun tidak akan mampu meninggalkan maksiat kecuali orang yang jujur (imannya)" (Thariiqul Hijratain hal 598 oleh Imam Ibnul Qayyim)

Imam Ibnu Rajab رحمه الله berkata :
"Orang yang jujur (imannya) merasa takut kemunafikan ada pada dirinya dan khawatir meninggal dalam keadaan su-ul khatimah. Maka ia berada dalam kesibukan (beramal shalih), tidak peduli dengan pujian dan juga acungan jempol. Oleh karena itu, di antara tanda dari ilmu yang bermanfaat adalah ia pun tidak pernah memperhatikan keadaan dan kedudukan dirinya (di mata manusia). Hatinya tidak menyukai pujian manusia dan rekomendasi mereka, dan ia tidak sombong kepada siapapun" (Fadhlu ‘Ilmis Salaf hal 83)

Imam Abdul Aziz bin Baaz رحمه الله :

فـمن صـدق مع الله وأخـلص لله وفــقه الله، وأعـانه وبـارك في جـهوده وهدى به الأمـة، وجـعل له لـسان صـدق في الـعالمـين بسـبب صـدقه وإخـلاصه

"Barangsiapa yang jujur (imannya) kepada Allah dan juga mengikhlaskan untuk Allah, niscaya Allah akan memberikan taufik dan pertolongan kepadanya, keberkahan pada kesungguhannya, petunjuk kepada umat dengan sebab dirinya, serta Allah pun akan menjadikan untuknya ucapan yang benar di seluruh alam, disebabkan kejujuran serta keikhlasannya" (Majmuu` Al-Fatawa 27/24)

✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar Hafidahullah

Referensi : najmiumar official


Barakallahu fiikum
_🍃🌹

31365b4c66e4c1dde51261345cd87518


Linkbila Indonesia ingin menjadi negara yang penuh keberkahan (gemah ripa loh jinawi) gak perlu neko Linkup rakyatnya menTAUHIDKAN Alloh, ingat lho negeri Saudi Arabia tidak sekaya dan sesubur Indonesia, tapi kenapa disana aman, nyaman, damai, tentram, bahagia dan berkah? Sebab penduduknya MENTAUHIDKAN Linka jangan pernah setiap hari lupa untuk mengingatkan dakwah TAUHID sebagai prioritas utama nan Linkakallohu fiikum

c90832cef00d33cef52e9ad34ce41836


Istighfar Pelebur Dosa Besar
🎙Ustadz Khalid Basalamah
link url : Link

Ada satu lafadz istighfar yang sangat agung dibaca sebelum tidur: "Astaghfirullahal `adzim alladzi laa ilaha illa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaih" (3x). Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjamin bahwa siapa yang membacanya, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan atau meskipun ia pernah lari dari medan perang (salah satu dosa besar).

356b1219bcb3917c0ea5e3dcbffba023


DIBENCINYA SALAM KEPADA WANITA MUDA

💬 Ibnu Aqil rahimahullah menegaskan,

وَيُكْرَهُ السَّلَامُ عَلَى شَوَابِّ النِّسَاءِ فَإِنَّ ذَلِكَ يَجْلُبُ جَوَابَهُنَّ وَسمَاعَ أَصْوَاتِهِنَّ وَعَسَاهُ يَجْلُبُ الفِتْنَةَ، وَكَمْ مِنْ صَوْتٍ ‌جَرَّ هَوَىً وَعِشْقًا

"Dibenci mengucapkan salam kepada wanita muda. Karena sesungguhnya hal itu akan mengundang jawaban dan suara mereka. Dan barangkali akan mengundang fitnah. Betapa banyak suara yang membangkitkan hawa nafsu dan gairah cinta."

✍️ Fushulul Adab wa Makarimul Akhlak 40

e3d3c1fa48687400a1ae9640afc0ba84


Mengingatkan kembali,
BULAN DZULQA`DAH
.
Ibnu `Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa berkata,
“Allah menjadikan dosa di dalam bulan-bulan haram itu lebih besar serta menjadikan amalan saleh dan pahala juga lebih besar..”
.
[ Latho-if Al Ma’arif – 207 ]
.
Abu Qotadah rodhiyallahu ‘anhu berkata, “Kezhaliman di bulan-bulan haram lebih besar kesalahan dan dosanya dibandingkan kezhaliman pada bulan-bulan lainnya..”
.
Wallahu a’lam

b398f7900f0cdb1d0c588e7168e9736f


Sahabat, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
.
مَن مات وهو يعلمُ أن لا إله إلا اللهُ دخل الجنةَ
.
“Barangsiapa yang mati dalam keadaan mengilmui bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah, ia masuk surga.” (HR. Muslim no. 26)
.
Perhatikan di sini Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mengatakan يعلمُ “mengilmui”.
.
Maka tidak sekedar mengucapkan “laa ilaaha illallah” namun wajib mengilmu apa maknanya, apa syarat-syaratnya, apa rukun-rukunnya, apa konsekuensinya, apa pembatalnya dan semua tentangnya.
.
Al Hasan Al Bashri rahimahullah ketika ia ditanya: “Orang-orang mengatakan bahwa barangsiapa yang mengucapkan Laa ilaaha illallah pasti akan masuk surga.”
.
Al Hasan berkata:
.
من قال « لا إله إلا الله » فأدَّى حقها وفرضها دخل الجنة
.
“Barangsiapa yang mengucapkan Laa ilaaha illallah, lalu menunaikan hak dan kewajibannya, pasti akan masuk surga.“ (Diriwayatkan Al Asbahani dalam Al Hujjah fi Bayanil Mahajjah, 2/152. Dinukil dari Kalimatul Ikhlash Fadhluha wa Syurutuha, 502)
.
Al Hasan pernah berkata kepada Al Farazdaq, ketika ia menguburkan istrinya:
.
ما أعددتَ لهذا اليوم ؟ قال : شهادة أن لا إله إلا الله منذ سبعين سنة، فقال الحسن : “نعم العدة لكن لـِ « لا إله إلا الله » شروطاً ؛ فإياك وقذف المحصنات
.
“Apa yang engkau persiapkan untuk hari ini (hari kematianmu kelak)? Al Farazdaq berkata: syahadat Laa ilaaha illallah sejak 70 tahun yang lalu. Lalu Al Hasan berkata: iya benar, itulah bekal. Namun Laa ilaaha illallah memiliki syarat-syarat. Dan hendaknya engkau jauhi perbuatan menuduh zina wanita yang baik-baik.“ (Majmu’ Rasail Ibnu Rajab, 3/47)
.
So, teruslah belajar tauhid dan mendakwahkannya.
.
Semoga Allah senantiasa memberikan kita keistiqomahan di atas tauhid yang benar, yang menancap dalam sanubari kita.
.
✍🏼: rizqi_amirurrosyid

3db8d511d09dc5e0f88d2d88cf85790b


💎🌷﷽

SYUBHAT-SYUBHAT PENGHALAL MUSIK 🎼🚫

Musik telah jelas keharamannya dalam syariat Islam. Karena dalil-dalil dari Al-Qur’an, hadits, serta perkataan para salaf sangat tegas menyatakan keharamannya.

Demikian juga, para ulama 4 mazhab sepakat akan keharamannya. Yg tunduk kepada dalil dan tidak mengikuti hawa nafsu dan seleranya, tidak akan ragu akan keharaman musik.

Namun, orang-orang yg menghalalkan musik banyak sekali mengutarakan syubhat (kerancuan) untuk memunculkan keraguan di tengah masyarakat akan keharaman musik.

Berikut ini beberapa syubhat tsb dan jawaban ringkasnya.

➡️ Syubhat: “Tidak ada dalil yg melarang musik”
Dalil yg melarang musik sangat banyak sekali, dari Al-Qur’an, sunnah, dan ijma‘ ulama.

Di antaranya, Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an Al-Karim,

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

“Dan di antara manusia ada orang yg mempergunakan lahwal hadits untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yg menghinakan.”
(QS. Luqman: 6).

Mayoritas ahli tafsir menafsirkan lahwal hadits dalam ayat ini maknanya adalah al-ghina’ (nyanyian).
Ini merupakan tafsir Ibnu Abbas, Jabir bin Abdillah, Mujahid, dan Ikrimah. Namun, yg dimaksud nyanyian di sini adalah nyanyian yg diiringi alat musik.

Sebagaimana dikatakan oleh Mujahid,

عن مجاهد، قال: اللهو: الطبل

“Dari Mujahid, ia berkata, ‘Yg dimaksud al lahwu di sini adalah gendang.’”
(lihat Tafsir At-Thabari).

🎙️ Al-Imam Ibnu Katsir juga mengatakan,

نزلت هذه الآية في الغناء والمزامير

“Ayat ini turun terkait dgn nyanyian dan seruling.”
(lihat Tafsir Ibnu Katsir).

🎙️ Juga hadits dari Abu Malik Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الحِرَ والحريرَ والخَمْرَ والمَعَازِفَ

“Akan datang kaum dari umatku kelak yg menghalalkan zina, sutera, khamr, dan ma’azif (alat musik).”
(HR. Bukhari secara mu’allaq dgn shighah jazm, Ibnu Hibban no. 6754, Abu Daud no. 4039).

Hadits ini tegas menyatakan haramnya musik. Dalil-dalil lainnya sangat banyak yg tidak bisa kami sampaikan di sini karena tulisan ini hanya akan membahas dgn ringkas.

➡️ Syubhat: “Makna lahwal hadits adalah hal yg melalaikan, maka musik boleh selama tidak melalaikan”
Jumhur ulama tafsir menafsirkan “lahwal hadits” dgn al-ghina’ (nyanyian dgn musik).
Sebagian ulama, menafsirkan “lahwal hadits” dgn semua bentuk lahwun (kesia-siaan).

Ini Sebenarnya Bukan Ikhtilaf.

🎙️ Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan,

اختلاف التنوع معناه أنه يجمع بين القولين في الجنس ويختلفان في النوع، فيكون الجنس اتفق عليه القائلان ولكن النوع يختلف، وحينئذ لا يكون هذا اختلافاً؛ لأن كل واحد منهما ذكر نوعاً كأنه على سبيل التمثيل

“Ikhtilaf tanawwu’, maknanya adalah dua pendapat yg ada sebenarnya sama kategorinya, namun berbeda macamnya. Shg kedua ulama tafsir yg berbeda tadi, sebenarnya sependapat, hanya berbeda macam tafsirnya saja.

Dgn demikian, maka sejatinya ini bukan ikhtilaf. Karena masing-masing dari pendapat tsb menyebut salah satu macam (dari hal yg sama), seolah-olah untuk memberikan contohnya.”
(Syarah Muqaddimatut Tafsir, hal. 30).

Kalau kita paham penjelasan ini, maka cara memahami tafsir para ulama ttg ayat di atas dgn benar adalah bahwa ayat tsb melarang semua bentuk lahwun (kesia-siaan), dan salah satu contoh lahwun adalah musik. Shg dgn kata lain, ayat ini mengharamkan semua bentuk lahwun dan juga mengharamkan musik. Semua pendapat digabungkan, bukan dipilih-pilih seenaknya.

🌐 Selengkapnya: Link

✍️ Ustadz Yulian Purnama, Link حفظه الله

c1fca674181caf8bcea4883089f8df14


SEBAB ISLAM MENJADI TERPECAH BELAH •

👤 Ustadz Badrusalam, Lc
Hafidzhahullahu Ta`ala
.
Semoga Bermanfaat 🌻
.
بارك الله فينا واياكم اجمعين
.
♻ Free Save & Share

8308fea92ecc2b5016a8035424b7b675


KAYA BUKAN TANDA MULIA, MISKIN BUKAN TANDA HINA
____✒️

Karena orang kafir saja Allah beri rizki, begitu pula dengan orang yang bermaksiat pun Allah beri rizki. Jadi rizki tidak dibatasi pada orang beriman saja.

Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُمْ بِهِ مِنْ مَالٍ وَبَنِينَ نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ بَل لا يَشْعُرُونَ

“Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar.”

(QS. Al Mu’minun: 55-56)
_

Jika Allah menyempitkan rizki, ia merasa bahwa Allah menghinakannya. Sebenarnya tidaklah sebagaimana yang ia sangka. Tidaklah seperti itu sama sekali.
Allah memberi rizki itu bisa jadi pada orang yang Dia cintai atau pada yang tidak Dia cintai. Begitu pula Allah menyempitkan rizki pada pada orang yang Dia cintai atau pun tidak.

📌 Sebenarnya yang jadi patokan ketika seseorang dilapangkan dan disempitkan rizki adalah DILIHAT DARI KETAATANNYA pada Allah dalam dua keadaan tersebut.

Jika ia adalah seorang yang berkecukupan, lantas ia bersyukur pada Allah dengan nikmat tersebut, maka inilah yang benar. Begitu pula ketika ia serba kekurangan, ia pun bersabar.”

Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14/347.

Dibagikan Oleh : Mutiara Risalah Islam

7c1d008e673b7e18014953e6ec043c86


📎 Kesalahan Lisan Menghalangi Keberkahan Ilmu

Ilmu yang bermanfaat adalah salah satu nikmat terbesar yang diberikan oleh Allah kepada umat manusia. Namun, tidak hanya banyaknya ilmu yang kita pelajari yang menentukan manfaat dan berkah ilmu tersebut, tetapi juga bagaimana kita menjaganya, khususnya dalam hal menjaga lisan. Imam al-Auzai rahimahullah, seorang ulama besar, mengatakan: "Apabila Allah hendak menghalangi hamba-Nya mendapatkan berkah ilmu, sungguh Dia akan meletakkan berbagai kesalahan pada lisannya. Saya benar-benar melihat mereka sebagai orang yang paling sedikit ilmunya." (Jamiul `Ulum wal Hikam, hlm. 172)

Pernyataan ini mengingatkan kita bahwa kesalahan lisan, seperti berbicara tanpa ilmu, berbicara dengan sombong, menyebarkan kebohongan, atau menyampaikan informasi yang salah, bisa menghalangi seseorang dari keberkahan ilmu yang dia pelajari. Bahkan, lisan yang tidak terjaga bisa menyebabkan seseorang terhalang dari mendapatkan ilmu yang lebih bermanfaat. Sebab, ilmu yang sejati selalu disertai dengan kebijaksanaan dalam berbicara dan bertindak.

Rasulullah ﷺ pun mengingatkan umatnya tentang pentingnya menjaga lisan. Dalam sebuah hadis beliau bersabda:
"Sesungguhnya seseorang berbicara dengan kata-kata yang tidak dia perhatikan, sehingga dia jatuh ke dalam neraka lebih jauh dari jarak antara timur dan barat."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan betapa besarnya dampak dari ucapan yang tidak dijaga. Terkadang, sebuah perkataan yang terucap tanpa pertimbangan dapat menjerumuskan seseorang ke dalam kebinasaan yang besar, bahkan bisa menghalangi ilmu yang seharusnya memberi manfaat.

Selain itu, berbicara tanpa ilmu atau dengan maksud menyebarkan kebohongan, sangat berbahaya bagi seseorang yang sedang menuntut ilmu. Karena ilmu yang didapatkan melalui perkataan yang salah atau tidak sesuai dengan kebenaran tidak akan membawa berkah. Sebaliknya, ilmu yang disampaikan dengan bijaksana, yang dilandasi dengan ketulusan dan keikhlasan, akan memberikan manfaat yang luar biasa, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Dalam konteks ini, kita diajarkan oleh Rasulullah ﷺ untuk berbicara hanya dengan ilmu yang kita miliki dan selalu menjaga lisan agar tidak terjerumus ke dalam kebohongan atau ucapan yang tidak bermanfaat. Jika kita berbicara dengan bijaksana, ilmu yang kita miliki akan semakin bertambah dan diberkahi oleh Allah.

Sebagai umat yang beriman, kita harus senantiasa menjaga diri dari ucapan yang buruk dan memanfaatkan lisan kita untuk hal-hal yang bermanfaat. Dengan menjaga lisan, kita akan lebih mudah memahami dan mengamalkan ilmu yang kita pelajari, dan Allah akan menambah ilmu kita dengan keberkahan-Nya.

Semoga Allah selalu menjaga lisan kita dan memberikan kita ilmu yang bermanfaat, serta keberkahan dalam setiap langkah hidup kita. Aamiin.
Wallahu A'lam Bishawab


fa1319f531e1b423b7b386f6feaa8327


📎"Menikahlah Jika Sudah Siap Jangan SEKEDAR JANJI"
Jika sekiranya seseorang belum siap untuk menikah hendaknya ia menahan diri untuk tidak melangkah kepada seorang wanita. Betapa banyak janji-janji seperti ini menjadi perantara kemaksiatan dan juga membuahkan kekecewaan.

Kami nasehatkan bahwa bekal terbaik dalam pernikahan bukanlah harta, melainkan ilmu. Sebelum seseorang membangun rumah tangga hendaknya mempelajari bagaimana syariat Islam yang mulia mengajarkan pemeluknya dalam merajut rumah tangga sehingga terciptalah Baiti jannati (rumahku surgaku). Oleh sebab itu Islam sangat memperhatikan pribadi seorang yang melamar. Hendaknya ia seorang laki-laki shaleh dan berakhlak mulia. Sebab keduanya adalah hal yang paling penting bagi pribadi muslim.

Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

إِذَا جَاءَكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَأَنْكِحُوهُ، إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الأَرْضِ وَفَسَادٌ

“Jika datang kepada kalian seorang laki-laki (untuk melamar anak perempuan kalian) yang kalian ridhai agama dan akhlaknya maka nikahkanlah ia. Jika tidak maka akan menjadi musibah dan kerusakan dimuka bumi.” (HR. Tirmidzi: 1085)

Jadi, janganlah harta menjadi sebab ia menunda menikah. Selama seseorang mampu berusaha, ingatlah Allah Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rizki) yang akan memberikan kecukupan.

Link

5bd8d4e7173e8bd703a7e4888d89b202


📎 Beginilah Akibatnya

"Barangsiapa tidak menggunakan jiwa dan hartanya dalam ibadah kepada Allah maka mau tidak mau dia akan menggunakannya dalam ketaatan kepada Syetan".

📘 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Jami`ul Masail 8/228


0cfcf51f63360148a061affe7f780e11


Bismillah
📹 TAUSIYAH SINGKAT

BACA AL QUR`AN DI HP ATAU MUSHAF ?
Oleh : Ustadz Abu Ghozie As Sundawie


Orang - orang yang menjauhi terhadap Al Qur`an salah satunya adalah orang yang punya mushaf di rumah namun tidak pernah membacanya.

Banyak yang mempunyai Al Qur`an di rumah dengan berbagai macam model namun tidak dibaca.

Apalagi sekarang tersedia aplikasi Al Qur`an di HP.

Mushaf berbeda hukumnya dengan aplikasi Al Qur`an yang ada di HP. Contoh : mushaf tidak boleh dibawa ke toilet, apabila HP boleh.

Jadi, lebih afdhol membaca Al Qur`an dari mushaf.



Simak, like, dan subscribe juga di :
Link

➖➖➖➖➖➖➖➖
📲 Abu Ghozie Official

d16bf64829915afc656ba73d1e50798d


📑 DI SURGA TIDAK ADA YANG JOMBLO
🖋 〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️

Di Surga tidak ada yang Jomblo/Bujangan karena semuanya akan memiliki pasangannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وما في الجنة أعزب‏

“Dan di Surga tidak ada Bujangan/Jomblo”

📖 Sumber : [HR : Muslim]

0fc02b0ea46e41721aee8acdcd529fb8


Cara terbaik menyikapi syubhat adalah dengan meninggalkan nya

Apakah Abu Jahal, Abu Lahab cinta pada Nabi Ibrahim? -Cinta-; Nabi Ismail? -Cinta-. Apakah Abu Jahal, Abu Lahab merasa sedang mengamalkan ajaran Nabi Ibrahim, Nabi Ismail? -Al Jawab? Iya-; Tetapi penuh dengan SYUBHAT, syubhat yang luar biasa.

Ratusan tahun menurun syubhat itu diwariskan dan itu salah tetapi sudah ratusan tahun dipegang sebagai kebenaran. Rasulullah Muhammad Shallallahu `alaihi wa sallam datang membenarkan, membenarkan -salah antum yang benar seperti ini- tidak menerima mereka dan akhirnya perang; -inilah bahayanya syubhat-.

Kita harus mengambil pelajaran dari sini; JIKA ADA SESEORANG BAWA SYUBHAT; -TINGGALKAN!-. Hati-hati dengan syubhat, SEKALI MASUK SANGAT SULIT UNTUK KELUAR.

Maka jika ada seseorang berbicara dan bertanya dia memberikan syubhat; syubhat takfiri, khawarij, rofidhoh, jahmiyyah, mu`tazilah, qodariyyah, maturidiyyah, jabariyyah dan seterusnya -TINGGALKAN!- walaupun mengawali kajiannya dengan -Innal-hamda lillah-, walaupun bernampilan seperti kaum salaf, walaupun kitab yang dibahas sifat sholat Nabi, kitab tauhid; tapi BERHAT-HATI jauh lebih baik.

– Catatan faedah dari kajian kitab Ar-Risalah oleh Ustadz Muhtarom حفظه الله تعالى
Sumber : gigit sunnah com

2cb13ccb360d1822f324a51d602f2141


Kelembutan Dalam Hati

Imam Ibnu Qayyim rahimahullah berkata:

Jika Allah hendak merahmati seorang hamba, maka Allah menjadikan dalam hatinya kasih sayang dan kelembutan.

(Kitab Ar-Ruh Hal: 250)

dac2199fd8ee6fb78a47c608a2162636


Dzikir Pagi dan Sore itu Disyariatkan

Perlu diketahui bahwa di antara dzikir dan doa yang disyariatkan bagi seorang muslim dalam sehari semalam adalah dzikir pagi dan sore, bahkan dzikir jenis ini merupakan dzikir yang terikat dengan waktu yang paling banyak disebutkan dalam dalil-dalil, baik konteks dalil tersebut adalah mendorong seorang muslim mengucapkannya maupun konteksnya menyebutkan macam-macam dzikir yang diucapkan pada dua waktu yang utama ini (pagi dan sore).

Allah Ta’ala berfirman,

وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

“Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan sore.”

هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۚ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا

“Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman” (QS. Al-Ahzab: 42-43). Makna Al-Ashiil dalam ayat yang agung ini adalah waktu antara ashar sampai sebelum tenggelamnya matahari.

فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ

“Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu sore dan pagi” (QS. Ghafir: 55).

Makna Al-Ibkaar dalam ayat yang agung ini adalah awal hari (pagi), sedangkan makna Al-‘Asiyiyy adalah akhir hari (sore).

🌏 Link

d9e6488da963958ddc67c118882d267f


QS. Al Baqarah : 286

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

أَنتَ مَوْلَىٰنَا
(Engkaulah Penolong kami )
Yakni wali dan penolong kami, dan Engkau adalah Tuhan kami sedangkan kami adalah hamba-hamba-Mu.

فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِينَ
(maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir )
Karena salah satu hak atas Tuhan adalah menolong hamba-Nya.

Referensi : Link

c60e65db5f029a4a17a3ee7ebf047d8b


QS. Al Baqarah : 286

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

أَنتَ مَوْلَىٰنَا
(Engkaulah Penolong kami )
Yakni wali dan penolong kami, dan Engkau adalah Tuhan kami sedangkan kami adalah hamba-hamba-Mu.

فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِينَ
(maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir )
Karena salah satu hak atas Tuhan adalah menolong hamba-Nya.

Referensi : Link

ba3153cd0778414c9fcc3a7f4b7f8942


SEPERTI APA AKHLAK MULIA ITU?
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

1. Berbuat baik kepada orang lain
2. Menghindari sesuatu yang menyakitinya
3. Menahan diri ketika disakiti

Madarijus Salikin II/318-319

a4b1d2828bd9677e60a58f355532ad1b


TAHUKAH KALIAN? HINGGA 3 BULAN KEDEPAN, KITA BERADA DI BULAN HARAM
➖➖➖➖➖

Allah Ta’ala berfirman mengenai bulan haram,

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah menganiaya diri dalam bulan yang empat itu.” (QS. At-Taubah [9]: 36)

Empat bulan tersebut adalah bulan Muharam, Zulkaidah, Zulhijah, dan Rajab. Sebagaimana disebutkan dalam hadis, Nabi Shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah Ta’ala menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Zulkaidah, Zulhijah dan Muharam. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhar yang terletak antara Jumadilakhir dan Syakban” (HR. Bukhari dan Muslim).

Demikian juga, Syekh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah menjelaskan,

وهي‏:‏ رجب الفرد، وذو القعدة، وذو الحجة، والمحرم، وسميت حرما لزيادة حرمتها، وتحريم القتال فيها‏

“Yaitu bulan Rajab, Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharam. Dinamakan bulan Haram karena keharamannya bertambah, diharamkan membunuh pada bulan tersebut.” (Lihat Tafsir As-Sa’di)

Beberapa ulama menjelaskan mengenai keutamaan bulan Haram. Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan,

ثم اختص من ذلك أربعة أشهر فجعلهن حراما ، وعظم حرماتهن ، وجعل الذنب فيهن أعظم ، والعمل الصالح والأجر أعظم

“Allah mengkhususkan empat bulan tersebut dan menjadikannya bulan haram. Allah jadikan melakukan perbuatan dosa pada saat itu lebih besar, sedangkan beramal salih diberi pahala lebih besar juga.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir)
Musthafa bin Sa’ad Al-Hambali rahimahullah juga menjelaskan bahwa pahala dan dosa dilipatgandakan pada waktu mulia dan tempat yang mulia. Beliau rahimahullah berkata,

وتضاعف الحسنة والسيئة بمكان فاضل كمكة والمدينة وبيت المقدس وفي المساجد , وبزمان فاضل كيوم الجمعة , والأشهر الحرم ورمضان

“Kebaikan dan keburukan (dosa) dilipatgandakan pada tempat yang mulia seperti Mekkah, Madinah, Baitulmaqdis, dan di masjid. Pada waktu yang mulia seperti hari Jumat, bulan-bulan haram, dan Ramadan.” (Mathalib Ulin Nuha, 2: 385)

Referensi: Link

ac927d2b84545aa7a1d8f205a00e4784


📎"Mimpi Bertemu Mantan Pacar"
Ustadz, kenapa saya sering sekali bermimpi tentang mantan kekasih saya? Meski kadang gak jelas alur ceritanya, tapi dia jelas ada di mimpi saya, padahal saya sudah menikah dengan laki2 pilihan saya, dan saya sangat bahagia dan bersyukur menjadi istri dari suami saya ini karena dia seorang yang sholeh insyaAllah. Saya sudah tidak ada hati sama mantan saya dan tidak pula mengenangnya. Dan sebelum tidur saya selalu berdo’a. Kenapa ya Ustadz. ? Mohon dijawab Ustadz, syukron wa jazakallahukhair.

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Salah satu upaya setan untuk mengganggu manusia adalah mempermainkan mereka dalam mimpi. Karena itu, perlu kita yakini, sumber mimpi tidak selamanya datang dari Allah. Bisa juga karena bawaan perasaan atau permainan setan.

Demikian pula mimpi jorok, mimpi ini datang dari setan,

Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الرُّؤْيَا مِنَ اللَّهِ، وَالحُلْمُ مِنَ الشَّيْطَانِ

Mimpi baik itu dari Allah, dan mimpi buruk dan mimpi jorok itu dari setan. (HR. Bukhari 5747 dan Muslim 2261)

Untuk itulah, mayoritas ulama berpendapat, para nabi tidak pernah mengalami mimpi jorok, karena mimpi jorok dari setan.

Link

bdd156243db1dc5834e5c2f92df1c317


🍁☘🍁﷽🍁☘🍁
------------------------
JANGAN ENGKAU MERENDAHKAN ORANG LAIN.
-
🎙 Al-Allamah Al-Munawi rahimahullah mengatakan,

"فينبغي للإنسان أن لا يَحتقرَ أحداً؛ فرُبّما كان المُحتَقرُ أَطهرُ قلباً، وأزكى عملاً، وأخلصُ نيّةً

"Seseorang sepantasnya tidak merendahkan orang lain. Bisa jadi, orang yang direndahkan itu lebih bersih kalbunya, lebih suci amalannya, dan lebih ikhlas niatnya.

فإنّ احتقارَ عِباد الله يُورثُ الخُسران، ويورث الذُّلّ والهَوان"

Sungguh, merendahkan hamba-hamba Allah akan mewariskan kerugian, kerendahan, dan kehinaan."

📕 Faidhul Qadir 5/380
------------------------

d5d443124f3483422e3dcfa42b87fad0


📎 Agar Meraih Puncak Keimanan

Muadz bin Jabal radhiallahu `anhu berkata:
"Seorang hamba tidak akan sampai pada puncak keimanan hingga dia:

Lebih menyukai sifat rendah hati daripada ketenaran,
Lebih menyukai apa yang sedikit dari dunia daripada yang banyaknya,
Memperlakukan orang yang dia sukai dan yang dia benci, sama di hadapan kebenaran, dan
Menerapkan hukum terhadap manusia sebagaimana dia terapkan terhadap dirinya sendiri dan keluarganya."

📚 (Az-Zuhd, Ibnul Mubarak 2/52)
Pernyataan ini mengungkapkan bahwa puncak keimanan bukan hanya terletak pada banyaknya ibadah atau pengetahuan, tetapi juga pada penerapan sikap-sikap mulia dalam kehidupan sehari-hari. Seorang hamba yang benar-benar mencapai puncak keimanan adalah yang mampu menundukkan nafsunya, mengutamakan kebenaran dan keadilan di atas segalanya, dan menjalani hidup dengan penuh rasa rendah hati serta kesederhanaan.

1. Menyukai Sifat Rendah Hati daripada Ketenaran:
Keimanan yang tinggi akan membawa seseorang untuk lebih mencintai sifat rendah hati (tawadhu') daripada mengejar ketenaran atau pujian. Rasulullah ﷺ sendiri adalah contoh teladan yang sempurna dalam hal ini, meski beliau adalah sebaik-baiknya makhluk, namun beliau sangat rendah hati dan tidak mencari kemuliaan dunia.

2. Menyukai Apa yang Sedikit dari Dunia:
Orang yang telah mencapai puncak keimanan akan lebih memilih hidup sederhana dan merasa cukup dengan apa yang sedikit, daripada berlarut-larut dalam mengejar harta dan kekayaan dunia. Hal ini mencerminkan bahwa kebahagiaan sejati tidak ditemukan pada banyaknya harta, tetapi pada rasa syukur dan kepuasan dalam hati.

3. Memperlakukan Semua Orang dengan Sama di Hadapan Kebenaran:
Sifat yang luar biasa dari seorang mukmin sejati adalah kemampuan untuk memperlakukan orang yang dia sukai dan yang dia benci dengan adil dan sama di hadapan kebenaran. Tidak ada ruang bagi kesenjangan atau pilih kasih, yang ada hanyalah komitmen untuk menegakkan kebenaran tanpa pandang bulu.

4. Menerapkan Hukum pada Diri Sendiri dan Keluarga:
Keimanan yang sempurna menuntut agar seseorang berlaku adil, tidak hanya kepada orang lain, tetapi juga terhadap dirinya sendiri dan keluarganya. Dia akan memastikan bahwa hukum dan prinsip-prinsip Islam diterapkan secara konsisten, tanpa ada kepentingan pribadi yang menghalangi.

Puncak keimanan bukanlah tujuan yang mudah dicapai, namun dengan ketulusan dan kesungguhan untuk menerapkan ajaran Islam dalam setiap aspek kehidupan, insya Allah kita dapat mencapainya. Semoga Allah memberi kita kekuatan untuk menjadi hamba-Nya yang selalu rendah hati, adil, dan mencintai apa yang benar, serta menjauhkan kita dari godaan dunia yang dapat menyesatkan kita dari jalan-Nya. Aamiin.

Wallahu A'lam Bishawab


e542287061a9d29a8a68a8148dd56c44


▶️ JANGAN BURU-BURU DALAM MENILAI ORANG LAIN!

a36e960fd94f5e6b0abb6553488896d2


Surah ash-Shaff Ayat 3; Tafsir tentang Pendakwah yang Tak Amalkan Ilmunya

Agama Islam tidak mengenal istilah saints, holy men, servants of God dan sejenisnya. Karena manusia tercipta dari tanah, ‘kesucian’ adalah selama-lamanya sebuah proses menjadi lebih baik. Nabi Muhammad ﷺ saja pernah ditegur oleh Allah ﷻ karena tak acuh terhadap "Abdullah bin Ummi Maktum", seorang tunanetra yang mendatangai Nabi pas beliau sedang sibuk mendakwahi pejabat ring satu Quraisy. Teguran ini diabadikan di dalam al-Qur’an sebagai pengingat, bahwa kesempurnaan mutlak hanya milik Allah jalla wa ‘ala.

Lantas, apakah tepat jika kita menuntut setiap pendakwah, ustadz, penasehat untuk memiliki pribadi sempurna?

Selama ajakan dan nasehat itu baik, sejalan dengan cita-cita al-Qur’an dan sunnah, seyogianya kita dengarkan dan ambil manfaatnya.

Adapun jika ajakan tersebut bertentangan dengan kehendak Allah dan Rasul-Nya, datangnya dari seorang profesor doktor triple Ph.D sekalipun, maka kita abaikan dan tinggalkan. Sebagaimana bunyi sebuah riwayat profetik:

لا طاعة لمخلوق في معصية الخالق

“Tidak ada ketaatan dalam bermaksiat kepada Tuhan” (HR. Bukhari)

Dalam kasus pendakwah yang jarkoni (iso ujar, tapi ora iso nglakoni) alias menyampaikan dakwah tanpa pernah melakukan sendiri apa yang disampaikannya, biasanya pihak pendengar mengajukan kritik dengan mengutip surah ash-Shaff ayat 3:

كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللّٰهِ اَنْ تَقُوْلُوْا مَا لَا تَفْعَلُوْنَ

“Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan”.

Implikasi dari pembacaan skriptualistik pada ayat di atas adalah ‘menyurutnya’ jumlah individu yang pantas disebut guru, motivator, ustadz, pendakwah dan lain-lain –kalau tidak boleh mengatakan ‘tidak ada sama sekali’. Karena sebagaimana konsensus umat, satu-satunya manusia yang infallible, yang selalu selaras ide, ucapan dan perilakunya hanya Rasulullah ﷺ.

Maka sementara mufassir mencoba keluar dari pembacaan rigid tersebut dengan meninjau verba laa taf’alun yang merupakan bentuk mudhari’ (kata kerja keberlanjutan/kontinyu). Jadi penafsiran yang lebih tepat, “Allah benci jika kamu menasihati/mengajak kepada kebaikan, yang kamu sendiri enggan atau terus menerus melanggarnya”.

Menerima dakwah dan nasehat kebaikan dari siapapun sifatnya imperatif. Namun hipokrisi seorang agamawan pastinya akan berpengaruh pada tingkat penerimaan masyarakat dan impact-nya dalam sanubari.

Seorang penceramah boleh saja berapi-api mengajarkan sedekah, menjauhi kemewahan dan membenci dunia. Tapi apakah ajakan tersebut akan berbekas ketika para pendengarnya tau ia mengoleksi Harley Davidson dan Lamborghini?

🌐 Sumber: Link

eaf492cb7d556e227cb190b126592e26


▶️ KEUTAMAAN DICINTAI ALLAH DAN CARA MERAIHNYA

📡Link Youtube :
Link

Kita semua tentunya menginginkan dicintai oleh Rabbnya yaitu Allah ﷻ . Adapun keutamaan dicintai oleh Allah telah disebutkan dalam hadits qudsi berikut,

وَمَا يَزَالُ عَبْدِى يَتَقَرَّبُ إِلَىَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِى يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِى يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِى يَبْطُشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِى يَمْشِى بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِى لأُعْطِيَنَّهُ ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِى لأُعِيذَنَّهُ
“Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan memberi petunjuk pada pendengaran yang ia gunakan untuk mendengar, memberi petunjuk pada penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, memberi petunjuk pada tangannya yang ia gunakan untuk memegang, memberi petunjuk pada kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti Aku akan melindunginya.” (HR. Bukhari no. 2506).

Orang yang senantiasa melakukan amalan sunnah (mustahab) akan mendapatkan kecintaan Allah, lalu Allah akan memberi petunjuk pada pendengaran, penglihatan, tangan dan kakinya. Allah juga akan memberikan orang seperti ini keutamaan dengan mustajabnya (terkabulnya) do’a. (Faedah dari Fathul Qowil Matin, Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd Al Abad)

Kita juga harus mencintai Allah terlebih dahulu, jika kita mencintai Allah maka kita harus menjadi hamba-Nya yang beriman, bertakwa, melaksanakan yang wajib, menjauhi larangannya, serta beramal sholih dan tentunya mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ , Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
“Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Āli ‘Imrān[3] : 31)

Allahu Ta’ala A’lam bishawab

9ae443d7d3286edfd6eb837947eb30f0


💎🌷﷽

SYUBHAT-SYUBHAT PENGHALAL MUSIK 🎼🚫

Musik telah jelas keharamannya dalam syariat Islam. Karena dalil-dalil dari Al-Qur’an, hadits, serta perkataan para salaf sangat tegas menyatakan keharamannya.

Demikian juga, para ulama 4 mazhab sepakat akan keharamannya. Yg tunduk kepada dalil dan tidak mengikuti hawa nafsu dan seleranya, tidak akan ragu akan keharaman musik.

Namun, orang-orang yg menghalalkan musik banyak sekali mengutarakan syubhat (kerancuan) untuk memunculkan keraguan di tengah masyarakat akan keharaman musik.

Berikut ini beberapa syubhat tsb dan jawaban ringkasnya.

➡️ Syubhat: “Tidak ada dalil yg melarang musik”
Dalil yg melarang musik sangat banyak sekali, dari Al-Qur’an, sunnah, dan ijma‘ ulama.

Di antaranya, Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an Al-Karim,

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

“Dan di antara manusia ada orang yg mempergunakan lahwal hadits untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yg menghinakan.”
(QS. Luqman: 6).

Mayoritas ahli tafsir menafsirkan lahwal hadits dalam ayat ini maknanya adalah al-ghina’ (nyanyian).
Ini merupakan tafsir Ibnu Abbas, Jabir bin Abdillah, Mujahid, dan Ikrimah. Namun, yg dimaksud nyanyian di sini adalah nyanyian yg diiringi alat musik.

Sebagaimana dikatakan oleh Mujahid,

عن مجاهد، قال: اللهو: الطبل

“Dari Mujahid, ia berkata, ‘Yg dimaksud al lahwu di sini adalah gendang.’”
(lihat Tafsir At-Thabari).

🎙️ Al-Imam Ibnu Katsir juga mengatakan,

نزلت هذه الآية في الغناء والمزامير

“Ayat ini turun terkait dgn nyanyian dan seruling.”
(lihat Tafsir Ibnu Katsir).

🎙️ Juga hadits dari Abu Malik Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الحِرَ والحريرَ والخَمْرَ والمَعَازِفَ

“Akan datang kaum dari umatku kelak yg menghalalkan zina, sutera, khamr, dan ma’azif (alat musik).”
(HR. Bukhari secara mu’allaq dgn shighah jazm, Ibnu Hibban no. 6754, Abu Daud no. 4039).

Hadits ini tegas menyatakan haramnya musik. Dalil-dalil lainnya sangat banyak yg tidak bisa kami sampaikan di sini karena tulisan ini hanya akan membahas dgn ringkas.

➡️ Syubhat: “Makna lahwal hadits adalah hal yg melalaikan, maka musik boleh selama tidak melalaikan”
Jumhur ulama tafsir menafsirkan “lahwal hadits” dgn al-ghina’ (nyanyian dgn musik).
Sebagian ulama, menafsirkan “lahwal hadits” dgn semua bentuk lahwun (kesia-siaan).

Ini Sebenarnya Bukan Ikhtilaf.

🎙️ Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan,

اختلاف التنوع معناه أنه يجمع بين القولين في الجنس ويختلفان في النوع، فيكون الجنس اتفق عليه القائلان ولكن النوع يختلف، وحينئذ لا يكون هذا اختلافاً؛ لأن كل واحد منهما ذكر نوعاً كأنه على سبيل التمثيل

“Ikhtilaf tanawwu’, maknanya adalah dua pendapat yg ada sebenarnya sama kategorinya, namun berbeda macamnya. Shg kedua ulama tafsir yg berbeda tadi, sebenarnya sependapat, hanya berbeda macam tafsirnya saja.

Dgn demikian, maka sejatinya ini bukan ikhtilaf. Karena masing-masing dari pendapat tsb menyebut salah satu macam (dari hal yg sama), seolah-olah untuk memberikan contohnya.”
(Syarah Muqaddimatut Tafsir, hal. 30).

Kalau kita paham penjelasan ini, maka cara memahami tafsir para ulama ttg ayat di atas dgn benar adalah bahwa ayat tsb melarang semua bentuk lahwun (kesia-siaan), dan salah satu contoh lahwun adalah musik. Shg dgn kata lain, ayat ini mengharamkan semua bentuk lahwun dan juga mengharamkan musik. Semua pendapat digabungkan, bukan dipilih-pilih seenaknya.

🌐 Selengkapnya: Link

✍️ Ustadz Yulian Purnama, Link حفظه الله

2fe730e4c42b96516002a4b44a828b9d


📎 Buah Kesabaran

Ibnul Mubarak rahimahullah berkata:
"Barang siapa mau bersabar, sungguh betapa kecil kesabaran itu (dibandingkan dengan akibat baiknya). Barang siapa tidak bisa bersabar, sungguh betapa kecil kesenangan yang dia rasakan (dibandingkan dengan akibat buruknya)."
📚 (Jamiul Ulum wal Hikam, hlm. 237)

Kesabaran adalah salah satu sifat yang sangat mulia dalam Islam. Allah menyebutkan dalam banyak ayat-Nya bahwa orang-orang yang sabar akan diberi pahala yang besar, bahkan tanpa batas. Dalam kehidupan ini, banyak cobaan dan ujian yang datang untuk menguji kesabaran kita. Namun, jika kita mampu bersabar, hasil yang kita peroleh jauh lebih besar dan lebih indah daripada penderitaan yang kita alami sementara.

Ibnul Mubarak memberikan sebuah nasihat yang mendalam bahwa kesabaran, meskipun terasa sulit, sangat kecil jika dibandingkan dengan keberkahan dan balasan yang akan didapatkan. Sebaliknya, jika kita tidak bisa bersabar dan malah memilih jalan untuk tergesa-gesa atau merasa putus asa, maka kesenangan yang kita rasakan hanya sesaat dan tidak akan bertahan lama.

Kesabaran itu bukan hanya tentang menahan diri dari kesulitan, tetapi juga tentang tetap menjaga hati dan amal kita agar tidak terjatuh dalam perbuatan yang dilarang Allah. Setiap ujian yang datang adalah kesempatan bagi kita untuk mendekatkan diri kepada-Nya, memperbaiki diri, dan meraih pahala yang besar.

Mari kita berusaha untuk bersabar dalam menghadapi segala cobaan, yakinlah bahwa kesabaran kita akan membuahkan hasil yang sangat indah di dunia maupun akhirat. Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk terus bersabar dan menjalani hidup dengan penuh keteguhan hati. Aamiin.

Wallahu A'lam Bishawab







046da84d22929d98de8874dda5fd39b5


65. Serial Satu Surat Satu Faedah

📎 "Hukum Onani"

وَّالَّذِيْنَ هُمْ لِفُرُوْجِهِمْ حٰفِظُوْنَۙ. اِلَّا عَلٰٓى اَزْوَاجِهِمْ اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُهُمْ فَاِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُوْمِيْنَۚ. فَمَنِ ابْتَغٰى وَرَاۤءَ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْعٰدُوْنَۚ

Maka barangsiapa mencari di luar itu (seperti zina, homoseks dan lesbian), mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, sesungguhnya mereka tidak tercela. (QS. Al Ma`arij: 29-31)

Imam Ibnu Katsir menyebutkan bahwa Imam Syafi`i dan para ulama lainnya berdalil dengan ayat yang mulia ini tentang haramnya onani, karena yang dibolehkan oleh Allah dalam ayat ini hanya hubungan lewat jalur pernikahan dan perbudakan, selain itu tidak boleh, termasuk diantaranya adalah onani.

Kesimpulan tentang masalah onani adalah sebagai berikut:

Pertama: Apabila dengan tangan istrinya maka boleh dengan kesepatan ulama.

Kedua: Apabila dengan tangan wanita asing maka haram dengan kesepakatan ulama.

Ketiga: Apabila dengan tangan seorang lelaki sebagai ganti istrinya maka haram.

Keempat: Apabila untuk meredam syahwatnya maka haram menurut pendapat yang kuat. Adapun apabila untuk membendung homoseks dan zina maka boleh setelah dia berusaha puasa dan bertaqwa semampunya. (Lihat Ta`liq Syaikh Masyhur bin Hasan terhadap risalah Bulughul Muna fii Hukmil Istimna hlm. 7 oleh asy-Syaukani).

┈┉┅━━••••━━┅┉┈

209232e9679aac3a0b40b64ac0895153


CARA MENYEMPURNAKAN RAMADHAN DI BULAN SYAWWAL

Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah

Mutiara hikmah dari kajian Bulan Syawwal:
723. Perjuangan 6 Hari Di Bulan Syawwal"
Link

c8e5e8976e9bebfee4faea32af2f4ca5


☕️ DUDUK-DUDUK SAJA, TIDAK IKUT MINUM..
MASA TIDAK BOLEH ?
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah dia duduk di hadapan hidangan yang menyuguhkan minuman keras padanya”.
HR. Ahmad no: 14241.

=======================

🎫 Dapatkan info dan peluang kebaikan dalam seporsi makanan diakun instragram kita tercinta @makangeratis
🔗 Link


baarakallahu fiikum.. 🌱

c5421c4228986002757a155cc4ab04f8


JANGAN BIARKAN "JALANAN" UKHUWAH KITA LICIN KARENA PRASANGKA 🌧️🏍️

Bro, saat kita touring bareng menembus hujan dan jalanan basah, satu-satunya modal kita agar selamat sampai tujuan adalah KEPERCAYAAN. Kita percaya Road Captain di depan, kita percaya Sweeper di belakang. Kalau isinya cuma curiga, pasti bubar barisan.

Begitu juga dalam kehidupan sehari-hari. Imam Qatadah rahimahullah mengingatkan kita :
"Demi Allah, sungguh Allah telah mengagungkan kehormatan seorang muslim."

Allah saja menjaga kehormatan saudara kita, lalu siapa kita yang berani merusaknya dengan prasangka buruk tanpa bukti?

Buang jauh-jauh rasa curiga. Ganti dengan Prasangka Baik. Karena prasangka baik itu menenangkan hati, merekatkan barisan, dan mengundang ridho Ilahi.

Tetap rapatkan barisan, jaga hati tetap bersih!

3cb4da44f182fefcebd6fce4dfcdd54e


🎥 BAGAIMANA CARA MENJADI ORANG SUKSES?

👤 Syaikh Abdurrozzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr Hafidzahullah

➡️ Official Youtube ShahihFiqih : Link

3270bc041c6caaa411cf796874c93c3e


📲 JAGA ANAK ANAK DARI BAHAYA INTERNET

Asy Syeikh Sholih Al Fauzan hafidzohullah:

أحفظوا أولادكم حتى في بيوتكم، أحفظوهم مما معهم من وسائل الشر والتدمير من الانترنتات

Jagalah anak anak kalian walaupun di rumah kalian sendiri. Jagalah mereka dari hal hal yang bisa merusak mereka dan bisa menghancurkan mereka dari bahaya internet.

Link

3d6e4200213e7171568b0d86d0a221e4


BERSEDEKAH DENGAN KEMAMPUAN MAKSIMAL
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Imam al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah berkata, “Hendaknya seorang memilih untuk bersedekah dengan kelebihan hartanya, dan menyisakan secukupnya untuk dirinya karena khawatir terhadap fitnah fakir (kemiskinan). Sebab, boleh jadi dia akan menyesal atas apa yang dia lakukan (dengan berinfak seluruh atau melebihi separuh harta) sehingga merusak pahala. Sedekah dan kecukupan hendaknya selalu eksis dalam diri manusia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengingkari Abu Bakar yang keluar dengan seluruh hartanya, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tahu persis kuatnya keyakinan Abu Bakar dan kebenaran tawakkalnya, sehingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak khawatir fitnah itu menimpanya sebagaimana Beliau khawatir terhadap selain Abu Bakar. Bersedekah dalam kondisi keluarga sangat butuh dan kekurangan, atau dalam keadaan menanggung banyak utang bukanlah sesuatu yang dikehendaki dari sedekah itu. Karena membayar utang dan memberi nafkah keluarga atau diri sendiri yang memang butuh adalah lebih utama. Kecuali jika memang dirinya sanggup untuk bersabar dan membiarkan dirinya mengalah meskipun sebenarnya membutuhkan sebagaimana yang dilakukan Abu Bakar dan itsar (mendahulukan orang lain) yang dilakukan kaum Anshar terhadap kaum muhajirin.”

Oleh karena itu, para ulama mensyaratkan bolehnya bersedekah dengan semua harta apabila orang yang bersedekah kuat, mampu berusaha, bersabar, tidak berutang dan tidak ada orang yang wajib dinafkahi di sisinya. Ketika syarat-syarat ini tidak ada, maka bersedekah ketika itu adalah makruh.


sumber : Link

f25193aa9aa4e1cf7f8eee08f197bb7b


📎 Orang yang Bertakwa Tidak Akan Merasa Lebih Baik dari Siapapun

Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma berkata:
"Taqwa itu adalah engkau tidak menganggap dirimu lebih baik dibandingkan seorang pun."
📚 (Tafsir al-Baghawy, jilid 1 hlm. 55)

Taqwa.merupakan salah satu sifat mulia yang seharusnya dimiliki oleh setiap muslim. Taqwa bukan hanya sekadar takut kepada Allah, tetapi juga mencakup kesadaran untuk selalu berada dalam kebaikan, menghindari keburukan, dan menjaga diri agar selalu berada di jalan yang diridhai-Nya.

Salah satu ciri khas orang yang bertakwa adalah mereka tidak merasa lebih baik daripada orang lain. Mereka tidak menyombongkan diri atas amal perbuatan yang mereka lakukan, karena mereka tahu bahwa segala kebaikan yang ada pada diri mereka merupakan anugerah dan petunjuk dari Allah semata.

Ketika seseorang merasa lebih baik dari orang lain, ini bisa menumbuhkan sifat sombong dan takabur dalam hatinya. Padahal, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengingatkan kita untuk tidak menyombongkan diri, karena segala sesuatu yang kita miliki adalah dari-Nya. Tidak ada yang lebih mulia di sisi Allah kecuali yang paling bertakwa di antara kita.

Marilah kita berusaha untuk selalu merendahkan hati, tidak memandang rendah orang lain, dan menjaga hubungan baik dengan sesama. Dengan memiliki sifat rendah hati dan tidak merasa lebih baik dari orang lain, kita akan semakin dekat dengan Allah dan menjalani kehidupan yang penuh dengan keberkahan.
Wallahu A'lam Bishawab

928d947ab3c067de3cd1b31b1dd4ebb6


Ilmu Dinampakkan, Amal Disembunyikan

Sebagian ulama berkata:

‏"إخفاء العمل نجاةٌ وإخفاء العِلم هلكةَ"

"Merahasiakan amal adalah keselamatan dan menyembunyikan ilmu adalah kebinasaan".

"At Tamhid 8/479 oleh Ibnu Abdil Barr"

┈┉┅━━••••━━┅┉┈

0a7b8781a66e2e4a3ef801e13415705e


Di jalanan, kita gampang banget komentar soal cara bawa motor orang lain.

`Wah, itu orang sein kanan belok kiri.`
`Wah, itu orang jalannya lelet banget.`

Mata kita tajam banget kalau melihat kesalahan pengendara lain.

​Tapi anehnya... kita sering rabun saat melihat kesalahan diri sendiri.

​Bro, sadarlah.
Dari banyaknya manusia di dunia, yang paling pantas untuk terus kamu nasihati adalah dirimu sendiri.

​Kenapa?
Karena yang akan dimintai pertanggungjawaban atas hidupmu, bukan mereka. Tapi kamu.

Karena yang paling tahu aib-aib busukmu, bukan mereka. Tapi kamu.

​Jangan sibuk mengelap debu di kaca orang lain, sementara kacamata kita sendiri buram tertutup kotoran.

Sering-seringlah menengok ke `spion` hati. Lihat ke belakang, sudah seberapa banyak dosa yang kita tumpuk hari ini?
.

bb1d7b8626d44884f0c72bbb26e75651


──────●❅๏᯽๏❅●──────


╭─────── •✧✿✧• ───────╮⁣⁣
⌚REMINDER DZIKIR PAGI
╰─────── •✧✿✧• ───────╯⁣⁣

: بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ


BACAAN DZIKIR PAGI

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

A'uudzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiim

"Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”

1. MEMBACA AYAT KURSI (1x)

اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْحَـيُّ الْقَيُّوْمُ ۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌ ۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَ رْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗۤ اِلَّا بِاِ ذْنِهٖ ۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖۤ اِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ ۚ وَلَا يَــئُوْدُهٗ حِفْظُهُمَا ۚ وَ هُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ


allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā takhużuhụ sinatuw wa lā naụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā biiżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyaiim min 'ilmihī illā bimā syā, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā yaụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm.

“Allah tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) melainkan Dia Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang (berada) dihadapan mereka, dan dibelakang mereka dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari Ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.” (Al-Baqarah: 255)

☘️ FADHILLAH
Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca ayat ini ketika pagi hari, maka ia dilindungi dari (gangguan) jin hingga sore hari. Dan barangsiapa mengucapkannya ketika sore hari, maka ia dilindungi dari (gangguan) jin hingga pagi hari.” [1]


2. MEMBACA SURAT AL-IKHLAS (3x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ , اللَّهُ الصَّمَدُ , لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ, وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

“Katakanlah, Dia-lah Allah Yang Maha Esa.
Allah adalah (Rabb) yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya.
Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.
Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya.”
[2]


3. MEMBACA SURAT AL-FALAQ (3x)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ,مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

"Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,
dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki". [3]

4. MEMBACA SURAT AN-NAS (3x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ

“Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia.
Raja manusia.
Sembahan (Ilah) manusia.
Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi.
Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada-dada manusia. Dari golongan jin dan manusia.”

☘️ FADHILLAH
“Barangsiapa membaca tiga surat tersebut setiap pagi dan sore hari, maka (tiga surat tersebut) cukup baginya dari segala sesuatu”. Yakni mencegahnya dari berbagai kejahatan.
[4]


5. DIBACA (1x) :

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ.

Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba’dahu, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba’dahu. Robbi a’udzu bika minal kasali wa su-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.

“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji hanya milik Allah. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabb, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan siksaan di kubur.” [5]

☘️ FADHILLAH
Meminta pada Allah kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya, juga agar terhindar dari kejelekan di hari ini dan kejelekan sesudahnya. Di dalamnya berisi pula permintaan agar terhindar dari rasa malas padahal mampu untuk beramal, juga agar terhindar dari kejelekan di masa tua. Di dalamnya juga berisi permintaan agar terselamatkan dari siksa kubur dan siksa neraka yang merupakan siksa terberat di hari kiamat kelak.


6. DIBACA (1x) :

اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

Allahumma bika ash-bahnaa wa bika amsaynaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.

“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan kehendak-Mu kami hidup dan dengan rahmat dan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).” [6]

7. MEMBACA SAYYIDUL ISTIGHFAR (1x)

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.

“Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau, Engkau-lah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan (apa) yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu (yang diberikan) kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.”

☘️ FADHILLAH
“Barangsiapa membacanya dengan penuh keyakinan di waktu pagi lalu ia meninggal sebelum masuk waktu sore, maka ia termasuk ahli Surga. Dan barangsiapa membacanya dengan yakin di waktu sore lalu ia meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk ahli Surga" [7]

8. DIBACA (3x) :

اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ

Allaahumma 'aafinii fii badanii, allaahumma 'aafinii fii sam'ii, allaahumma 'aafinii fii bashorii, laa ilaaha illaa anta. Allaahumma innii a'uudzu bika minal kufri wal faqr, wa a'uudzu bika min 'adzaabil qobr, laa ilaaha illaa anta.
“Ya Allah, selamatkanlah tubuhku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah penglihatanku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau.” [8]

9. DIBACA (1x) :

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahumah fadni min bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ughtala min tahtii.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tentramkan-lah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (aku berlindung dari dibenamkan ke dalam bumi).” [9]

☘️ FADHILLAH
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah meninggalkan do’a ini di pagi dan petang hari. Di dalamnya berisi perlindungan dan keselamatan pada agama, dunia, keluarga dan harta dari berbagai macam gangguan yang datang dari berbagai arah.

10. DIBACA (1x) :

اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْأَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurrohu ilaa muslim.

“Ya Allah Yang Mahamengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb atas segala sesuatu dan Yang Merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, syaitan dan ajakannya menyekutukan Allah (aku berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya.”

☘️ FADHILLAH
Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda kepada Abu Bakar ash-Shiddiq رضي الله عنه “Ucapkanlah pagi dan petang dan apabila engkau hendak tidur.”
[10]

11. DIBACA (3x) :

بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.

“Dengan Menyebut Nama Allah, yang dengan Nama-Nya tidak ada satupun yang membahayakan, baik di bumi maupun dilangit. Dia-lah Yang Mahamendengar dan Maha mengetahui.”

☘️ FADHILLAH
“Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakan dirinya.” [11]

12. DIBACA (3x) :

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا

Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama nabiyya.
“Aku rela (ridha) Allah sebagai Rabb-ku (untukku dan orang lain), Islam sebagai agamaku dan Muhammad صلي الله عليه وسلم sebagai Nabiku (yang diutus oleh Allah).”

☘️ FADHILLAH
“Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore, maka Allah memberikan keridhaan-Nya kepadanya pada hari Kiamat.” [12]

13. DIBACA (1x) :

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ

Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ain

“Wahai Rabb Yang Mahahidup, Wahai Rabb Yang Mahaberdiri sendiri (tidak butuh segala sesuatu) dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala keadaan dan urusanku dan jangan Engkau serahkan kepadaku meski sekejap mata sekalipun (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).” [13]

14. DIBACA (1x) :

أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Ash-bahnaa ‘ala fithrotil islaam wa ‘alaa kalimatil ikhlaash, wa ‘alaa diini nabiyyinaa Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam, wa ‘alaa millati abiina Ibraahiima haniifam muslimaaw wa maa kaana minal musyrikin

“Di waktu pagi kami berada diatas fitrah agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kami Muhammad صلي الله عليه وسلم dan agama ayah kami, Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.” [14]

15. DIBACA (10x atau 100x) :

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

“Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”

☘️ FADHILLAH
●Barangsiapa yang membaca dzikir tersebut di pagi hari sebanyak 10X,Allah akan mencatatkan baginya 10 kebaikan,menghapuskan baginya 10 kesalahan,ia juga mendapatkan kebaikan semisal memerdekakan 10 budak,Allah akan melindunginya dari gangguan setan hingga petang hari,siapa yang mengucapkannya di petang hari, ia akan mendapatkan keutamaan yang semisal itu pula.

●Barangsiapa membacanya sebanyak 100x dalam sehari, maka baginya (pahala) seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, mendapat perlindungan dari syaitan pada hari itu hingga sore hari. Tidaklah seseorang itu dapat mendatangkan yang lebih baik dari apa yang dibawanya kecuali ia melakukan lebih banyak lagi dari itu. [15],[16],[17]

16. DIBACA (3x) :

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

Subhanallah wa bi-hamdih, ‘adada kholqih wa ridhoo nafsih. wa zinata ‘arsyih, wa midaada kalimaatih.

“Mahasuci Allah, aku memuji-Nya sebanyak bilangan makhluk-Nya, Mahasuci Allah sesuai ke-ridhaan-Nya, Mahasuci seberat timbangan ‘Arsy-Nya, dan Mahasuci sebanyak tinta (yang menulis) kalimat-Nya.” [18]

☘️ FADHILLAH
Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa sallam mengatakan kepada Juwairiyyah bahwa dzikir di atas telah mengalahkan dzikir yang dibaca oleh Juwairiyyah dari selepas subuh sampai waktu dhuha.

17. DIBACA (1x Setelah Salam dari Shalat Subuh):

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.

“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amalan yang diterima.” [19]

18. MEMBACA TASBIH (100x) :

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

Subhanallah wa bi-hamdih.

“Mahasuci Allah, aku memuji-Nya.” [20]

19. MEMBACA ISTIGHFAR(100x pagi atau sore) :

أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astagh-firullah wa atuubu ilaih.
“Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.” [21]

_____

ᚎ Dinukil dari buku Doa Dan Wirid halaman 133- 155 yang disusun oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir jawas , Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafii

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وبركاته

──────●❅๏᯽๏❅●──────

240fb19a79555d6c60165517fceced95



BERSABAR DALAM MELAKUKAN KETAATAN


Tidak ada satupun ketaatan yang ingin anda lakukan, pasti di sana anda akan mendapatkan rintangan, hambatan, halangan, dsb.

○ Anda ingin menuntut ilmu ? Pasti ada halangan dan rintangan. Entah itu rasa malas, ngantuk, berat meninggalkan urusan dunia seperti berdagang, dsb.

○ Anda ingin rajin sholat berjama'ah di masjid ? Pasti anda akan mendapatkan rintangan dan halangan.

○ Anda ingin berbakti kepada orang tua ? Pasti anda akan mendapat rintangan.

○ Seorang wanita muslimah ingin memakai busana muslimah yang syar'i, pasti dia akan mendapatkan rintangan.

○ Anda ingin melakukan puasa sunnah ? Anda akan mendapatkan rintangan.

√ Semua rintangan itu bisa dihadapi dengan kesabaran. Apabila anda bersabar, dan bersungguh sungguh dalam menjalankan ketaatan, maka Allah akan memberikan kebaikan yang banyak kepada anda.

Tetaplah bersabar karena anda sedang bermuamalah (berinteraksi) dengan Allah, dan muamalah dengan Allah butuh perjuangan dan pengorbanan. Pengorbanan itu bisa berupa harta, tenaga, pikiran sampai nyawa pun akan dikorbankan demi meraih surga Allah azza wa jalla.

Jujurlah kepada Allah, ingatlah bahwasannya surga itu diliputi dengan hal-hal yang tidak disukai oleh hawa nafsu.

❗️Jangan bilang anda tidak mampu,

Anda punya kesehatan, maka manfaatkan dengan baik (untuk beramal sholeh) sebelum datangnya penyakit.

Anda punya waktu luang, manfaatkan dengan baik, sebelum datang kesibukan, Allah telah memberi banyak kenikmatan kepada kita. Merupakan bentuk syukur terhadap sebuah kenikmatan, yaitu dengan menggunakan kenikmatan tersebut dalam hal yang diridhoi Allah.

✍ Penulis: Ustadz Budi Santoso Hafizhahullah

🌏 Sumber: Link

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

179f928bdbda519e4a979537622d53fd


Gas aja Dulu Curhat Belakangan

Berlomba-lomba dalam kebaikan



58ed37bcbcf505b47b48f5bafc4c03bf


📎 Merasakan Lezatnya Iman

Syeikh Shalih Al Fauzan berkata:

"Kelezatan Iman tidak dirasakan kecuali oleh seorang yang merasakan nikmatnya ibadah dan mencintainya serta membenci kemaksiatan sebagaimana dia benci dicampakkan di neraka".

📘 (Syarh Ushul Iman, hlm. 363)

🌿 Saudaraku, iman bukan sekadar ucapan di lisan, melainkan sesuatu yang tertanam di hati dan tercermin dalam amal. Seseorang baru akan merasakan manisnya iman ketika hatinya benar-benar condong kepada Allah, merasakan kenikmatan dalam ketaatan, dan menjadikan ibadah sebagai kebutuhan, bukan beban.

🔑 Tanda kelezatan iman itu adalah ketika hati tenang dengan shalat, lisan ringan untuk berdzikir, dan jiwa.merasa damai saat menjauhi maksiat. Bahkan, seorang mukmin sejati akan membenci dosa sebagaimana ia benci jika dirinya dilemparkan ke dalam api neraka.

💡 Mari kita introspeksi, apakah ibadah kita sudah menjadi sumber ketenangan dan kebahagiaan? Atau masih terasa berat, sekadar rutinitas tanpa ruh? Mintalah kepada Allah agar menjadikan hati kita mencintai ketaatan dan membenci kemaksiatan, karena itulah jalan untuk meraih manisnya iman.

🤲 Semoga Allah menanamkan dalam hati kita kecintaan kepada ibadah, menjauhkan kita dari maksiat, dan memberi kita kesempatan untuk merasakan indahnya iman hingga akhir hayat.

442e59f17e10fa50ee58a41c81b8ef61


Dzikir Rasulullah Sebelum Tidur, Sederhana Tapi Manfaatnya Luar Biasa

Dzikir Rasulullah ketika tidur ini begitu sederhana, mudah, dan bisa kita amalkan sehari-hari. Tentunya, meniru cara tidur dan dzikir Rasulullah akan menambah pahala buat kita.

Cerita tentang dzikir Rasulullah ketika tidur ini dinukil dari Kitab Mawaizh Usfuriyah karya Muhammad bin Abu Bakar, ulama abad ke-17.

Rasulullah bersabda, ❝ Barang siapa membaca kalimat dzikir ini:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْه

Astagfirullahal adzim, aladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyum, wa atubu ilaih.
[HR. Tirmidzi, Al Hakim, Abu Daud]

Artinya: "Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung. Tidak ada Tuhan selain Engkau yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri sendiri. Dan aku bertobat kepada-Nya."

Dzikir ini jika sebanyak tiga kali dibaca sebelum tidur, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya, walaupun dosa itu begitu banyak laiknya buih di air laut, atau sebanyak daun di pepohonan atau sebanyak tumpukan pasir (di gurun) atau sepanjang umur dunia ini.❞

Subhanallah. Dzikir sederhana dari Rasulullah begitu menyentuh, membayangkan jika dibaca malam hari ketika tidur —atau sebelumnya— pasti akan membuat hati kita tenang dan serasa lebih dekat dengan Allah dan Rasulnya.

🌐 Referensi: Link

26b07a3482fcdf45aeb2258eadf134e7


🌹🌻🌷💐 IMAM SHALAT TARAWIH HENDAKNYA TIDAK MEMBERATKAN KAUM MUSLIMIN

✍🏼 Abu Utsman an-Nahdy rahimahullah berkata,

دعا عمر القراء في رمضان فأمر أسرعهم قراءة أن يقرأ ثلاثين آية، والوسط خمسة وعشرين آية، والبطيء عشرين آية.

"Pada bulan Ramadhan, Umar memanggil para penghafal Al-Qur`an. Beliau menyuruh yang paling cepat bacaannya di antara mereka agar membaca 30 ayat (dalam setiap rakaat), yang bacaannya sedang agar membaca 25 ayat, dan yang bacaannya lambat agar membaca 20 ayat."

📚 Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, no. 7754

4490f8d7ee9bb3f60a63871e57fbb664


Bagaimana Masbuq Melakukan Shalat yang Tertinggal?
Apabila masbûq mendapatkan shalat berjamaah maka dia mengikuti imam dalam semua perbuatan shalat, lalu menyempurnakan yang terlewatkan, berdasarkan sabda Rasûlullâh Shallallahu ‘aliahi wa sallam:

إِذَا سَمِعْتُمُ الإِقَامَةَ، فَامْشُوا إِلَى الصَّلاَةِ وَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ وَالوَقَارِ، وَلاَ تُسْرِعُوا، فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا، وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا

Apabila kalian telah mendengar iqamah, maka berjalanlah menuju shalat dan hendaklah kalian berjalan dengan tenang dan santai dan jangan terburu-buru. Yang kalian dapati maka shalatlah dan yang terlewatkan maka sempurnakanlah [HR. Al-Bukhâri, no. 636]

Dengan demikian, orang yang mendapatkan imam yang telah memulai shalatnya dan masih dalam shalat, maka hendaknya dia langsung mengikuti imam setelah dia melakukan takbîratul ihram, walaupun imam sedang berada ditasyahhud akhir. Ini berdasarkan keumuman hadits di atas.

Referensi : Link

378ec2f6dd60fd720f2c2237160a2da3


MANUSIA YANG TERKENA LAKNAT
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَعَنَ اللَّهُ الْخَمْرَ وَشَارِبَهَا وَسَاقِيَهَا وَبَائِعَهَا وَمُبْتَاعَهَا وَعَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا وَحَامِلَهَا وَالْمَحْمُولَةَ إِلَيْهِ

“Allah melaknat khomr, orang yang meminumnya, orang yang menuangkannya, penjualnya, pembelinya, orang yang memerasnya, orang yang mengambil hasil perasannya, orang yang mengantarnya dan orang yang meminta diantarkan.” (HR. Ahmad 2: 97, Abu Daud no. 3674 dan Ibnu Majah no. 3380, dari Ibnu ‘Umar, dari ayahnya. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih karena ada berbagai penguatnya).

Yang dimaksud adalah Allah melaknat dzat khomr, agar setiap orang menjauhinya. Bisa pula yang dimaksudkan dengan “Allah melaknat khomr” adalah melaknat memakan hasil upah dari penjualan khomr. (Lihat ‘Aunul Ma’bud, 8: 174, Mawqi’ Al Islam). Ini menunjukkan penjualan miras itu haram.


sumber: Link


93d2b38a7c102777c22c6c6b3ef33d2c


Diantara misi penting dalam kehidupan kita yang sebentar ini adalah menunggu tibanya waktu shalat, menunggu tibanya waktu untuk dishalati.

“Wahai Rabb ku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Wahai Rabb kami, perkenankanlah doa kami.”
(QS. Ibrahim, 40)

7b6a541820ffc8df908d91286d4fe031


YUK RUTINKAN BACA TRI-QUL DI PAGI DAN SORE HARI

Dari Mu’adz bin Abdullah bin Khubaib, dari bapaknya ia berkata,

خَرَجْنَا فِى لَيْلَةِ مَطَرٍ وَظُلْمَةٍ شَدِيدَةٍ نَطْلُبُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لِيُصَلِّىَ لَنَا فَأَدْرَكْنَاهُ فَقَالَ « أَصَلَّيْتُمْ ». فَلَمْ أَقُلْ شَيْئًا فَقَالَ « قُلْ ». فَلَمْ أَقُلْ شَيْئًا ثُمَّ قَالَ « قُلْ ». فَلَمْ أَقُلْ شَيْئًا ثُمَّ قَالَ « قُلْ ». فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَقُولُ قَالَ « (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ) وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ حِينَ تُمْسِى وَحِينَ تُصْبِحُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَىْءٍ »

“Pada malam hujan lagi gelap gulita kami keluar mencari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk shalat bersama kami, lalu kami menemukannya. Beliau bersabda, “Apakah kalian telah shalat?” Namun, sedikit pun aku tidak berkata-kata. Beliau bersabda, “Katakanlah.” Namun sedikit pun aku tidak berkata-kata. Beliau bersabda, “Katakanlah.” Namun sedikit pun aku tidak berkata-kata. Kemudian beliau bersabda, “Katakanlah.” Hingga aku berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang harus aku katakan?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Katakanlah (bacalah surah) QUL HUWALLAHU AHAD (surah Al-Ikhlas) dan  al-mu’awwidzatain (surah Al-Falaq dan An-Naas) ketika sore dan pagi sebanyak tiga kali, maka dengan ayat-ayat ini akan mencukupkanmu (menjagamu) dari segala keburukan.” (HR. Abu Daud, no. 5082 dan An-Nasai, no. 5428. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).



Faedah dari hadits di atas:

Al-Mu’awwidzatain yang dimaksud dalam hadits adalah surah Al-Falaq dan surah An-Naas karena dua surat tersebut berisi meminta perlindungan kepada Allah dari kejelekan setiap makhluk, dari kejahatan di waktu malam, dari kejelekan tukang sihir, dari kejelekan orang yang hasad, dan dari kejelekan was-was setan.
Hadits di atas menunjukkan keutamaan tiga surah yaitu surah Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas.
Disunnahkan membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas pada Shubuh dan petang hari sebanyak tiga kali.
Siapa saja yang membaca tiga surah ini dan meminta perlindungan kepada Allah, maka akan diberikan kecukupan serta penjagaan.


Sumber wa.membaca-surat-al-ikhlas-al-falaq-an-naas.html">Link

4c2c44f16aaf1283f2865c2683f8f8e3


73 MANFAAT DZIKIR KEPADA ALLAH

92e37a88f63e9e16eac9293955fd0d4a


7 Manfaat Sedekah


Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan,

أنها تقي مصارع السوء وتدفع البلاء حتى إنها لتدفع عن الظالم وتطفئ الخطيئة وتحفظ المال وتجلب الرزق وتفرح القلب وتوجب الثقة بالله وحسن الظن به

“Sungguh bersedekah itu mencegah kematian yang jelek, mencegah bala’ sampai penggemar maksiat pun terjaga dari bala’ karena rajin bersedekah, menghapus dosa, menjaga harta, mendatangkan rezeki, membuat gembira hati dan menyebabkan hati yakin dan baik sangka kepada Allah.”

(Uddah ash-Shabirin hlm 490)

gratis mbisurabaya

2256e402df076a3c72f4eeaed1f55e5e


Hati Kita dalam Genggaman Allah
🎙️ Ustadz Nidlol Masyhud, Lc., Dpl.
🎥 Link

📝 Hati kita berada di antara dua jari Allah Subhanahu wa Ta`ala dan dibolak-balik sesuai kehendak-Nya. Jangan merasa aman meskipun sudah rajin mengaji. Selalulah berdoa `Ihdinash shirathal mustaqim` agar tetap istiqamah di jalan yang lurus sesuai Sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.



3f4bd52c902a32c26377321499ff622e


MINTA DOAIN ORANG TUA
➖➖➖➖➖➖➖➖

Imam Al-Munawi berkata, “[Doa orang tua kepada anaknya] diijabah karena rasa sayang orang tua yang tulus kepada anaknya, dan orang tua banyak mendahulukan anaknya daripada dirinya sendiri. Sehingga kita doa disertai rasa sayang yang tulus, mengakibatkan dikabulkan doanya.” (Faidhul Qadir, 3: 301)

Dikutip dari : Link


0a9c4a4d72ece9e909917618602bbd50


Selama sinyal masih menyala bisa bermaksiat
Ustadz Dr Firanda Andirja MA