Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

 
1

JANGAN SEPERTI DIA

Dari Sahabat Abdullah bin Amr bin al-Ash radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
"Wahai Abdullah, janganlah engkau seperti Fulan, dahulu dia mengerjakan shalat malam, lalu dia meninggalkannya."
HR. Al-Bukhari dan Muslim



➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Instagram
https://mbisc.my.id/instagram">mbisc.my.id/instagram">https://mbisc.my.id/instagram

Join Member
https://mbisc.my.id/joinus">mbisc.my.id/joinus">https://mbisc.my.id/joinus



Info
mbisc.my.id">https://mbisc.my.id

Group Baik Putra
https://baikfest.my.id/baikfestmuslim

Group Baik Putri
https://baikfest.my.id/baikfestmuslimah

739fad172523b2aba14550d5f23564c1


Kematian Itu Pasti Datang....

Telah menceritakan kepada kami Nashr bin Ali berkata, telah menceritakan kepada kami Abdullah Ibnu Az Zubair Abu Az Zubair berkata, telah menceritakan kepada kami Tsabit Al Bunani dari Anas bin Malik berkata, "Ketika Rasulullah ﷺ merasakan kerasnya sakaratul maut, Fatimah berkata, "Betapa sakitnya engkau wahai ayah! " lalu Rasulullah ﷺ pun bersabda, "Bapakmu tidak akan mendapatkan sakit setelah hari ini. Sungguh, telah datang kepada bapakmu sesuatu yang tidak akan pernah dilewatkan oleh seorang pun, kematian. "

(HR. Ibnu Majah: 1618) - Link

9f496016041a3edc3fdab2f47e13ddef


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةَ كَهَاتَيْنِ

“Jarak antara pengutusanku dan hari kiamat bagaikan dua jari ini.” [Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berisyarat dengan jari tengah dan jari telunjuk] (HR. Muslim no. 7597)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila berkhutbah matanya memerah, suaranya begitu keras, dan terlihat begitu marah sehingga seolah-olah beliau meneriaki pasukan. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jarak antara pengutusanku dan hari kiamat bagaikan dua jari ini.”

Al Qodhi mengatakan, ”Ini menunjukkan sangat dekatnya kiamat dan diutusnya Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam. Juga menunjukkan bahwa tidak ada jari di antara keduanya dan berarti tidak ada Nabi lagi antara diutusnya beliau shallallahu ’alaihi wa sallam dan hari kiamat. (Syarh Muslim, 3/247)

Dalam tafsir Al Baghowi (tafsir surat An Nahl : 2), Ibnu Abbas mengatakan, ”Diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan tanda datangnya hari kiamat. Tatkala Jibril ‘alaihis salam yang menjadi utusan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati penghuni langit. Para penghuni langit tersebut mengatakan, ”Allahu akbar, sebentar lagi terjadi kiamat.”

Sumber Link

Gambarannya, jari tengah itu adalah umur kehidupan di dunia ini hingga hari kiamat. Sedangkan jari telunjuk adalah lamanya waktu mulai dunia ini ada hingga pengutusan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun jarak pengutusan Nabi kita dengan hari kiamat adalah selisih antara jari tengah dan jari telunjuk. Bandingkanlah umur dunia ini hingga Nabi kita diutus dengan masa setelah Nabi diutus hingga hari kiamat! Jika kita bandingkan, waktu terjadinya kiamat itu sangatlah dekat dengan umat Muhammad.
Manusia mungkin merasakan kiamat itu masih sangat lama. Namun itulah pemikiran dan pandangan manusia yang dangkal. Rabb kita dan Rasul-Nya menganggap bahwa kiamat itu begitu dekat.

أَتَى أَمْرُ اللَّهِ فَلا تَسْتَعْجِلُوهُ

“Telah pasti datangnya ketetapan Allah maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang) nya.” (QS. An Nahl: 1)
 
وَمَا أَمْرُ السَّاعَةِ إِلا كَلَمْحِ الْبَصَرِ
 
“Tidak adalah kejadian kiamat itu, melainkan seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi).” (QS. An Nahl: 77)

Sumber Link

e5c15e09dcdf22cbe797a6e23fc177a4


📜 Banyak Orang Sakit Malah Berhenti Sholat

🔈 Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA hafidzahullah

ebfd4fc24d88b834de67d32503fcebc0


“KISAH ORANG YANG TERKENA `AIN”

Ustadz Abdurrahman Dani -hafizhahullah-
(Pembina WAG Moslem Next Generation)
(Link
〰〰〰〰〰〰〰
📱JOIN US
Whatsapp :
Pria (Ikhwan):
Link
Wanita (Akhwat) :
Link
Telegram :
Link
Kontak MNG
Link
📸Dipersilahkan join dengan channel FB/IG/YT/TG/TW abdurrahman dani
〰〰〰〰〰〰〰
📡 Disebarkan dan diedit oleh :
Grup📱WA • MNG•
(Moslem & Moslemah Next Generation)
مــــجموعــــة شـــباب الــــغد

3395b383a7f2e2163db65262ca3a84a3


KITA SEMUA BERGANTUNG KEPADA ALLAH

Syaikh ‘Abdurrazaq bin ‘Abdul Muhsin berkata, “Apabila seorang hamba telah mengetahui bahwa Allah tersifati dengan kesempurnaan dan kemuliaan, dan bahwasanya Allah Ta’ala tidak ada sesuatu pun yang berada di atas-Nya, tidak ada sesuatu pun yang dapat melemahkan-Nya, dan Allah adalah tempat bergantung dan berlindung semua makhluk, tidak ada tempat berlindung dan keselamatan, kecuali kepada-Nya, Dialah satu-satunya tempat manusia berlari, Dialah satu-satunya tempat bergantung semua makhluk dalam meminta kebutuhan dan keperluan mereka, maka wajib untuk dia tidak berlindung, kecuali kepada Allah saja, dan tidak meminta kebutuhan kecuali kepada-Nya, juga tidak bertawakal kecuali hanya kepada-Nya.

أَمَّن يُجِيبُ ٱلْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ ٱلسُّوٓءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَآءَ ٱلْأَرْضِ ۗ أَءِلَٰهٌ مَّعَ ٱللَّهِ ۚ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ

“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati-(Nya).” (QS. An-Naml: 62).” (Fiqh Al-Asma’ Al-Husna, hlm. 132)



Sumber Link

5bc2a472383845ba5e470d3a432585e6


KEUTAMAAN BESAR SEORANG MUSLIM TATKALA MENJENGUK ORANG SAKIT
➖➖➖➖➖➖

Dimintakan ampunan oleh para malaikat.

Ali radhiallahu ‘anhu berkata, Aku pernah mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُوْدُ مُسْلِمًا غُدْوَةً إِلاَّ صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ عَادَهُ عَشِيَّةً إِلاَّ صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ، وَكَانَ لَهُ خَرِيْفٌ فِي الْجَنَّةِ

“Tidaklah seorang muslim menjenguk muslim yang lain di pagi hari melainkan 70.000 malaikat bershalawat atasnya (memintakan ampun untuknya) hingga ia berada di sore hari. Dan jika ia menjenguknya di sore hari maka 70.000 malaikat bershalawat atasnya (memintakan ampun untuknya) hingga ia berada di pagi hari. Dan ia memiliki buah-buahan yang dipetik di dalam surga.” [HR. At-Tirmidzi no. 969, dishahihkan Al-Imam Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir no. 5767 dan Ash-Shahihah no. 1367]

sumber : Link



71c667a4d78a7d7f5cd4d47403cfe6e4


AWAS ! NABRAK KUCING SAMPAI MATI, JANGAN LANGSUNG PERGI
➖➖➖➖➖➖

Jika nabrak kucing ini di luar kesengajaan manusia, maka dia tidak menanggung resiko apapun. Kecuali jika hewan itu milik orang lain. Maka dia menanggung gati rugi ke pemiliknya.

Allah berfirman : “Tidak ada dosa bagi-mu untuk perbuatan yang kamu tidak senngaja, tetapi (yang ada dosa) apa yang disengaja oleh hatimu.” (QS. al-Ahzab: 5).

Sehingga tugas bagi mereka yang secara tidak sengaja menabrak kucing hingga mati adalah menguburnya, agar bangkai kucing ini tidak mengganggu orang lain.

Dr. Soleh al-Fauzan pernah ditanya tentang hukum menabrak kucing.

Jawaban beliau : Namun jika hal tersebut tidak memungkinkan lalu anda menelindasnya tanpa kesengajaan ingin menghabisi nyawanya karena anda tidak bisa menghentikan kendaraan secara mendadak maka anda tidak berdosa.

Anda berdosa karena membunuh hewan manakala anda dengan sengaja membunuhnya tanpa adanya alasan pembenar yang bisa dibenarkan karena hewan itu memiliki kehormatan dan dia tidak menyakiti anda.

Sumber : Link

984566591c4ab510b8fc26c1a8f99bda


"Makan Dan Minum Memakai Yang Haram Do`a Tidak Diterima, Apakah Shalat Juga?"

🎙Ustadz Khalid Basalamah MA حفظه الله

26e083f3d178abd7ae12bc39c19dbc50


.QS. An-Nisa : 27

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dan Allah berkehendak menerima taubat kalian, dan memafkan kesalahan-kesalahan kalian. Sedangkan orang-orang yang mengikuti nafsu syahwat mereka dan kesenangan mereka berkeinginan supaya kalian melenceng dari agama kalian sejauh-jauhnya.

Referensi : Link

c2c452bd1cb44848b3841e469e6b1936


PESAN BUAT ORANG" DI LUAR AGAMA ISLAM

``Kepada orang-orang diluar agama islam. Jika melihat wanita muslimah namun pakaian-nya ketat/terbuka aurat-nya dengan sengaja, maka ingat, itu bukan ajaran islam, islam berlepas diri dari itu, islam tidak ada membolehkan wanita muslimah-nya berpakaian seperti itu. Jadi jangan ada yang menganggap bahwa (oh, ternyata wanita muslimah pakaian-nya boleh seperti itu) tidak, sekali pun tiiiidak.``

🔴 Ketikkan seorang hamba Allah حفظه الله تعالى

75fcf9a0306bdf861271991cd6167d3f


SEMANGAT MENYEBARKAN SUNNAH

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata,

"Setiap kali ada kesempatan untuk menyebarkan sunnah maka sebarkanlah, sehingga engkau akan mendapat pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya sampai hari kiamat kelak."

Syarah Riyadhis Shalihin 4/215

134def0d0d515f27deaf55924389cbb0


JANGAN JADI PENGEMIS, MENDING MENATA MASA DEPAN DENGAN OPTIMIS
➖➖➖➖➖

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, ia berkata bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ حَتَّى يَأْتِىَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ فِى وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ

“Jika seseorang meminta-minta (mengemis) pada manusia, ia akan datang pada hari kiamat tanpa memiliki sekerat daging di wajahnya.” (HR. Bukhari no. 1474 dan Muslim no. 1040)

Dari Hubsyi bin Junadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَأَلَ مِنْ غَيْرِ فَقْرٍ فَكَأَنَّمَا يَأْكُلُ الْجَمْرَ

“Barangsiapa meminta-minta padahal dirinya tidaklah fakir, maka ia seakan-akan memakan bara api.” (HR. Ahmad 4/165. Syaikh Syu’aib Al Arnauth berkata bahwa hadits ini shahih dilihat dari jalur lain)

Dari Samuroh bin Jundub, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْمَسْأَلَةُ كَدٌّ يَكُدُّ بِهَا الرَّجُلُ وَجْهَهُ إِلَّا أَنْ يَسْأَلَ الرَّجُلُ سُلْطَانًا أَوْ فِي أَمْرٍ لَا بُدَّ مِنْهُ

“Meminta-minta adalah seperti seseorang mencakar wajahnya sendiri kecuali jika ia meminta-minta pada penguasa atau pada perkara yang benar-benar ia butuh.” (HR. An Nasai no. 2600, At Tirmidzi no. 681, dan Ahmad 5/19. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Sumber Link

==================


753d40363ef534121de43afd0284acea


Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Maka ketika kelompok itu kian pongah dan melewati batas ketentuan yang Allah larang mereka melakukannya, untuk tidak berburu ikan pada hari sabtu, Allah berfirman kepada mereka, ”jadilah kalian kera yang hina lagi dijauhkan dari setiap kebaiakan.” Maka jadilah mereka seperti hal tersebut.

Referensi : Link

c6ec2163e78f50b49790614f980d3264


KEBAIKAN DAN KEBURUKAN SESEORANG

قال أبو الدرداء رضي الله عنه :

( لَوْلاَ ثَلاَثٌ صَلُحَ النَّاسُ : شُحٌّ مُطَاعٌ، وَهَوًى مُتَّبَعٌ،
وَإِعْجَابُ كُلِّ ذِي رَأْيٍ بِرَأْيِهِ )

أحمد في الزهد (١٦٩)

Sahabat Nabi yang mulia, Abu Darda' rodhiyallohu anhu pernah berkata :

"Seandainya tidak ada tiga perkara, niscaya manusia akan berada dalam kebaikan, yaitu :

• Kekikiran/kebakhilan yang ditaati

• Hawa nafsu yang dituruti

• Setiap orang yang berpendapat, dia merasa bangga (terkagum-kagum) dengan pendapatnya sendiri !"

(Kitab Az-Zuhud (hal. 169), karya Al-Imam Ahmad bin Hambal rohimahulloh)

Catatan :

1. Ya benar. Seandainya saja tiga perkara tersebut di atas tidak ada pada diri seseorang, niscaya dia akan selalu dalam kebaikan.

Tetapi sayang, tiga perkara itulah yang justru banyak terdapat pada diri orang-orang, terutama yang hidup di saat ini .....

Dan justru dengan tiga perkara inilah, mereka akan menjadi binasa, terutama biasanya atau rusaknya agama mereka .......

2. Dalil yang menunjukkan hal itu adalah hadits yang shohih berikut ini :

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمِ: ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ، وَثَلَاثٌ مُنَجِّيَاتٌ، وَثَلَاثٌ كَفَّارَاتٌ، وَثَلَاثٌ دَرَجَاتٌ، فَأَمَّا الْمُهْلِكَاتُ: فَشُحٌّ مُطَاعٌ، وَهَوًى مُتَّبَعٌ، وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ، وَأَمَّا الْمُنَجِّيَاتُ: فَالْعَدْلُ فِي الرِّضَى وَالْغَضَبِ، وَالْقَصْدُ فِي الْفَقْرِ وَالْغِنَى، وَخَشْيَةُ اللَّهِ فِي السِّرِّ وَالْعَلَانِيَةِ، وَأَمَّا الْكَفَّارَاتُ: فَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ، وَإِسْبَاغُ الْوُضُوْءِ فِي السَّبَرَاتِ، وَنَقْلُ الْأَقْدَامِ إِلَى الْجَمَاعَاتِ، وَأَمَّا الدَّرَجَاتُ: فَإِطْعَامُ الطَّعَامِ، وَإِفْشَاءُ السَّلَامِ، وَالصَّلَاةُ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ

Dari Abdullah bin Umar rodhiyallohu ‘anhuma , dia berkata : Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Ada tiga perkara yang membinasakan, tiga perkara yang menyelamatkan, dan tiga kaffarat (penghapus dosa), dan tiga amalan peningkat derajat.

Adapun hal-hal yang membinasakan , yaitu :

(1) kekikiran yang ditaati.

(2) hawa nafsu yang diikuti.

(3) perasan ujub (bangga diri) seseorang terhadap dirinya sendiri.

Adapun hal-hal yang menyelamatkan , yaitu :

(1) sikap adil di kala ridho dan marah.

(2) sikap sederhana ketika dalam keadaan kekurangan dan berkecukupan.

(3) dan takut kepada Alloh ketika dalam keadaan sendirian dan ketika bersama orang lain.

Adapun hal-hal sebagai kaffaraat (amalan penghapus dosa) , yaitu :

(1) menunggu kehadiran sholat (berikutnya) setelah mengerjakan sholat.

(2) menyempurnakan wudhu dalam kondisi-kondisi yang tidak disukai (seperti, di musim yang sangat dingin dll)

(3) dan melangkahkan kaki menuju sholat-sholat berjama’ah (di masjid).

Adapun hal-hal yang akan meningkatkan derajat , yaitu :

(1) memberikan makan (terhadap orang yang membutuhkan).

(2) menebarkan salam.

(3) dan sholat malam (tahajjud) di kala manusia tengah tidur.”

(HR. Ath-Thobroni di dalam Al-Mu’jam Al-Ausath , no. 5754. Dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani rohimahulloh dalam Shohih Al-Jami’ no. 3039 dan 3045, dan Shohih At-Targhiib wa At-Tarhib no. 53)

3. Ya, perkara-perkara yang bisa menyebabkan kebinasaan/kerusakan bagi agama seseorang itu sangatlah banyak, diantaranya adalah seperti yang disebutkan di dalam hadits dan perkataan tersebut atas .....

Yang Pertama adalah : Kekikiran yang Ditaati !

Yakni, kekikiran atau kebakhilan yang ditaati oleh seseorang, sehingga mengakibatkan dirinya tidak menunaikan hak-hak yang harus dia tunaikan.

Ar-Raghib rohimahulloh mengatakan :

“Dikhususkannya dengan ungkapan “yang ditaati” di sini adalah untuk memberikan penjelasan, bahwa kekikiran dalam diri seseorang itu bukanlah termasuk perkara yang berhak untuk dicela, karena hal itu merupakan tabiat manusia, yakni dia kikir dengan hartanya.
Yang tercela itu adalah ketika seseorang tunduk kepada kekikirannya tersebut (yakni dengan terus memperturutkan keinginannya)." (lihat, Faidhul Qodiir, 3/405).

Contoh kekikiran yang ditaati itu adalah : misalnya, seorang suami bersikap kikir atau bakhil terhadap istri dan anak-anaknya , di mana dia tidak memberikan hak-hak istri dan anak-anaknya berupa nafkah yang cukup, padahal dia mampu untuk melakukannya.

Seperti juga misalnya, seorang diberikan oleh Allah harta yang melimpah, lalu dia enggan menunaikan hak-hak orang-orang fakir miskin berupa zakat dan sedekah. Perbuatan seperti ini merupakah perbuatan yang buruk.

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan buruknya sifat ini dalam sabda beliau :

شَرُّ مَا فِى الرَّجُلِ شُحٌّ هَالِعٌ وَجُبْنٌ خَالِعٌ

“Seburuk-buruk sifat yang ada pada seseorang adalah sifat kikir yang sangat kikir , dan sifat pengecut yang sangat pengecut.” ( Shahih Ibnu Hibban, no. 3250)

Perbuatan buruk semacam ini akan membinasakan pelakunya. Sebagaimana tercermin dalam firman Allah ta'ala :

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya, mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka . Apa saja (harta) yang mereka kikirkan itu, akan dikalungkan (di lehernya) pada hari Kiamat…” (QS Ali Imron : 180)

Dalam hadis, dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu , dia berkata, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَلَمْ يُؤَدِّ زَكَاتَهُ مُثِّلَ لَهُ مَالُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شُجَاعًا أَقْرَعَ لَهُ زَبِيْبَتَانِ يُطَوَّقُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ يَأْخُذُ بِلِهْزِمَتَيْهِ يَعْنِي بِشِدْقَيْهِ ثُمَّ يَقُولُ أَنَا مَالُكَ أَنَا كَنْزُكَ ثُمَّ تَلَا {لَا يَحْسِبَنَّ الَّذِيْنَ يَبْخَلُوْنَ} الْآيَةَ .

“Barangsiapa yang Alloh berikan kepadanya harta, lalu dia tidak menunaikan zakatnya, niscaya hartanya tersebut kelak pada hari Kiamat akan diserupakan dengan ular jantan yang rambutnya rontok karena banyak terdapat racun dan bertaring. Ular tersebut dikalungkan di lehernya pada hari Kiamat, kemudian ular tersebut memegang dengan kedua sudut mulutnya, seraya berkata : "aku adalah hartamu, aku adalah simpananmu."

Kemudian beliau membaca (ayat, yang artinya) : "Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil menyangka ..." (HR. Al-Bukhori )

Oleh kerena itu, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam telah mewanti-wanti umatnya dari hal buruk yang membinasakan pelakunya ini, sebagaimana dalam hadits :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ خَطَبَ رَسُوْلُ اللَّهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- فَقَالَ « إِيَّاكُمْ وَالشُّحَّ فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِالشُّحِّ أَمَرَهُمْ بِالْبُخْلِ فَبَخَلُوْا وَأَمَرَهُمْ بِالْقَطِيْعَةِ فَقَطَعُوْا وَأَمَرَهُمْ بِالْفُجُوْرِ فَفَجَرُوْا »

Dari Abdullah bin ‘Amr rodhiyallohu anhuma, dia berkata, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah berkhutbah, seraya bersabda :

“Jauhilah oleh kalian kekikiran, karena yang telah membuat orang-orang sebelum kalian binasa adalah karena kekikiran. Kekikiran itu memerintahkan mereka untuk terus bersikap bakhil, maka mereka pun berlaku bakhil. Dan, kekikiran itu pun memerintahkan mereka untuk memutus hubungan shilaturrahim, maka mereka pun melakukan pemutusan hubungan dengan orang-orang yang memiliki hubungan rahim. Dan, kekikiran diri itu pun memerintahkan mereka untuk melakukan kefajiran (perbuatan dosa), maka merekapun melakukannya.” (HR. Abu Dawud , no. 1700)

Oleh karena itu, waspadailah sifat kekikiran ini dalam diri Anda, wahai saudaraku kaum Muslimin ....

Peliharalah/jagalah diri Anda dari hal tersebut, niscaya Anda akan beruntung, selamat dari kebinasaan, baik di dunia maupun di akhirat.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

وَمَنْ يُّوْقَ شُحَّ نَفْسِهٖ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَۚ
“Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung …” (QS. Al-Hasyr : 9)

Terus, bagaimana caranya agar kita bisa terjaga/terpelihara dari Kekikiran diri kita sendiri ?!

Salah satu caranya adalah dengan berdoa kepada Alloh, agar Alloh melindungi kita semua dari sifat yang buruk ini.

Sebagaimana hal ini dicontohkan oleh seorang Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang mulia, yang bernama Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu, seorang yang sangat kaya lagi dermawan, yang terpelihara dirinya dari kekikiran.

Al-Imam Muhammad bin Jarir ath-Thobariy rohimahulloh menyebutkan di dalam kitab tafsirnya, sebuah kisah berikut ini :

عَنْ أَبِي الْهِيَاجِ اَلْأسْدِي، قَالَ: كُنْتُ أَطُوْفُ بِالْبَيْتِ، فَرَأَيْتُ رَجُلًا يَقُوْلُ: اَللَّهُمَّ قِنِي شُحَّ نَفْسِي، لَا يَزِيْدُ عَلَى ذَلِكَ، فَقُلْتُ لَهُ، فَقَالَ : إِنِّي إِذَا وُقِّيْتُ شُحَّ نَفْسِي لَمْ أُسْرِقُ، وَلَمْ أَزْنِ، وَلَمْ أَفْعَلْ شَيْئًا، وَإِذَا الرَّجُلُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ.

Dari Abul Hiyaj Al-Asdiy rohimahulloh, dia berkata :

“Aku pernah thowaf di Ka’bah. Aku melihat seorang laki-laki, dia berdoa : "Ya Alloh, peliharalah aku dari kekikiran diriku.” Dia tidak menambahkan doa yang lainnya.

Maka, aku pun katakan kepadanya (mengapa Anda melakukan hal itu) ?" Maka dia pun menjawab : ”Sungguh, apabila diriku terpelihara dari kekikiran diriku, niscaya aku tidak akan mencuri, tidak pula akan berzina, dan tidak pula bakal melakukan sesuatu (yang buruk)."

(Abu al-Hiyaj al-Asdiy berkata) : "Ternyata lelaki itu adalah Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu."

( Jami’ al-Bayan Fii Takwili al-Qur’an, 23/286)

Semoga Alloh ta'ala menjauhkan dan melindungi kita semua dari akhlak yang rendah seperti ini (yakni kikir/bakhil terhadap harta).

Yang Kedua : Hawa Nafsu yang diikuti

Sebagaimana halnya kekikiran merupakan hal yang buruk dan membinasakan, demikian pula halnya dengan “Hawa nafsu yang diikuti” , ini merupakan hal buruk dan akan mengantarkan pelakunya kepada kebinasaan.

Oleh karena itulah, Allah ‘Azza wa Jalla melarang tindakan mengikuti hawa nafsu ini, sebagaimana dinyatakan dalam firman-Nya :

وَلَا تَتَّبِعِ ٱلْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌۢ بِمَا نَسُوا۟ يَوْمَ ٱلْحِسَابِ

“Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu , karena akan menyesatkan kamu dari jalan Alloh. Sungguh, orang-orang yang sesat dari jalan Alloh akan mendapat azab yang berat, kerena mereka melupakan hari perhitungan.” (QS. Shood : 26)

Bahkan, tindakan “mengikuti hawa nafsu” itu merupakan kesesatan yang sangat parah.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِنَ اللَّهِ

“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya tanpa mendapat petunjuk dari Allah sedikit pun ? ..” (QS. Al-Qosshosh : 50)

Mengikuti hawa nafsu, termasuk penyakit hati yang sangat berbahaya, karena dia akan menjadi penghalang untuk mendapatkan hidayah dari Alloh ta'ala.

Sebaliknya, orang yang mampu menahan hawa nafsunya dan tidak menurutinya, Alloh akan memberikan balasan surga baginya, sebagaimana dinyatakan dalam firman-Nya :

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ، فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ

“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Robb-nya, dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, maka sungguh, surgalah tempat tinggal(nya).” (QS. An-Naazi’aat : 40-41)

Semoga Alloh ta'ala juga melindungi dan menjaga kita dari akhlak buruk semacam ini .....

Yang Ketiga : Perasaan Ujub (merasa bangga diri) seseorang kepada diri sendiri.

Hal ini juga termasuk perkara yang membinasakan pelakunya, sebagaimana halnya kekikiran yang ditaati, dan hawa nafsu yang diikuti.

Maka, barangsiapa yang dirinya terhinggapi oleh penyakit ini, sungguh berarti musibah besar sedang menimpa dirinya.

Mengapa begitu ? Ya, karena Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam merasa sangat kuatir, umatnya terjangkiti penyakit seperti ini.
Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini :

عَنْ أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : لَوْ لَمْ تَكُوْنُوْا تُذْنِبُوْنَ خَشِيْتُ عَلَيْكُمْ مَا هُوَ أَكْبَرُ مِنْ ذَلِكَ اَلْعُجْبَ اَلْعُجْبَ

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Jika kalian tidak berdosa (yakni tidak melakukan dosa sama sekali), maka aku takut kalian ditimpa dengan perkara yang lebih besar darinya, (yaitu) ujub..., Linkb !” (HR Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman no. 7255)

Hal itu karena, pelaku kemaksiatan/dosa itu boleh jadi dia akan mengakui kekurangannya, sehingga masih bisa diharapkan dia akan bertaubat nantinya dari kemaksiatannya.

Sedangkan orang yang ujub , dia tertipu dengan amalannya, sehingga taubatnya jauh dari harapan (yakni, tidak mungkin dia akan pernah bertobat, karena merasa dirinya dalam sebaik-baik amalan, kecuali orang yang dirahmati oleh Alloh ta'ala).

Allah ta’ala berfirman :

وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا

“Sedangkan mereka mengira telah berbuat yang sebaik-baiknya..” (Qs. Al-Kahfi : 104)

( Faidhul Qadiir Syarh Al-Jami’ Ash-Shoghir, 5/331)

Karena itulah, Al-Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh pernah berkata :

“Tidak ada suatu perkara yang lebih merusak amalan, daripada perasaan ujub dan terlalu memandang jasa diri sendiri…” ( Al-Fawa’id , hal. 147)

Demikianlah penjelasan ringkas tentang tiga penyakit berbahaya ini, yang mana jika penyakit-penyakit seperti ini ada pada diri seseorang, hal itu akan bisa membinasakan dirinya sendiri .....

Nas-alulloha As-Salamah minal Fitan .....

Akhirnya, hanya kepada Alloh ta'ala sajalah kita memohon pertolongan dan perlindungan dari semua keburukan .....

Dan semoga Alloh ta'ala senantiasa memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita semua, agar selalu memiliki akhlak yang mulia, dan dijauhkan dari akhlak yang rendah dan hina .......

Nas-alulloha At-Taufiq wal Istiqomah ....

Surabaya , Kamis pagi yg sejuk, 5 Robi'ul Awal 1445 H / 21 September 2023 M

✍ Akhukum fillah, Abu Abdirrohman Yoyok WN Sby

Silahkan joint pada channel telegram kami :

Link

Atau, untuk materi dakwah BIMBINGAN MERAWAT JENASAH SESUAI SUNNAH , silahkan joint di telegram kami :

Link

Semoga bermanfaat bagi kita semuanya.

24591685d83817c706591d1c7b98ddbf


Selama bukan Allah yang hilang dalam dirimu, insyaAllah engkau akan baik-baik saja. Bukankah semua perkaramu itu ada di tangan Allah?

Demi dzat yang setiap jiwa ada dalam genggaman-Nya. Jadi tenangkanlah hatimu.

Tulisan seseorang, semoga Allah menjaganya

6c2141c88eeb1de422bfb3af8b428b0d


"5 Kiat Ampuh Untuk Menahan Nafsu Syahwat"

🎙️Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin

60bde1da33f34147c959a25490025e76


KEBIASAAN BERUTANG, MEMBUAT TIDAK TENANG & TERHINA

Kebiasaan suka berutang membuat seseorang tidak tenang hidupnya, bahkan bisa jadi akan terhina di mata manusia. Apalagi utang tersebut ternyata tidak digunakan untuk hal yang benar-benar darurat, melainkan hanya untuk bersenang-senang atau untuk kebutuhan tersier saja. Sebelumnya hidupnya aman dan tenteram karena qanaah dan menerima apa yang telah Allah rezekikan berdasarkan usahanya, tetapi setelah ia mudah berutang, hidupnya tidak tenang dan membuat takut (meneror) dirinya sendiri.

Kita sepakat, seseorang yang memiliki banyak utang tentu hidupnya tidak tenang. Dia hanya senang sesaat saja ketika memegang uang tersebut, setelah itu ia akan merasa tidak tenang karena masih memiliki beban tanggung jawab. Belum lagi ia akan ditagih bahkan dikejar-kejar oleh orang yang menagih atau dikejar rentenir. Ia pun akan hina kedudukannya di hadapan manusia, ia akan diremehkan dan tidak punya harga diri. Ia akan mudah dibentak, dihinakan, dan dijatuhkan.

Inilah pesan dari Umar bin Abdul Aziz, beliau berkata, “Aku wasiatkan kepada kalian agar tidak berutang, meskipun kalian merasakan kesulitan, karena sesungguhnya utang adalah kehinaan di siang hari, dan kesengsaraan di malam hari. Tinggalkanlah ia, niscaya martabat dan harga diri kalian akan selamat, dan masih tersisa kemuliaan bagi kalian di tengah-tengah manusia selama kalian hidup.” (Umar bin Abdul Aziz Ma’alim Al Ishlah wa At Tajdid, 2/71).

Orang yang punya kebiasaan berutang maka akan mudah terjerumus dalam kebiasaan berbohong dan berdusta, bahkan sering tidak menunaikan amanah. Bisa jadi ia berjanji akan melunasi bulan depan, tetapi ia berbohong dan tidak berniat melunasi bulan depan. Begitu pun seterusnya.

Semoga nasihat ini bisa menjadi perhatian kita bersama agar tidak mudah berutang.

Penulis: Ustadz Raehanul Bahraen
Artikel: Link

---

Simak bahasan lengkapnya lewat tautan berikut:
Link

f849d8678dc716a845f53fe89f9079fe


TINGGALKAN

Broo.. Subhat setiap hari membayang-bayangi kita
Ada yang kita sadari dan menjauh darinya
Ada pula yang kita gak sadar kemudian terjerumus didalamnya
Maka jalan untuk mengetahuinya adalah dengan mencari ilmu.

Sebenarnya fitrah kita sebagai manusia, selalu sadar tentang hal-hal buruk dan yang baik.
maka ketika kita dihadapkan dengan dua hal itu, ingatlah sabda nabi Alaihisholatuwassalam :

"Diantara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat"
(HR. Tirmidzi no 2317, Ibnu Majah no.3976)

Yuk.. tinggalkan semua yang tidak membawa manfaat,
baik untuk kita sendiri apalagi untuk orang lain.

Allahu`alam.
Baarokallahu Fiikum.


5d2ca55b4380917f8e9b4e032e8e12fa


📎 JANGAN MENYIMPAN HARTA TANPA MENSEDEKAHKANNYA

Dari Asma' Binti Abu Bakr, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda padaku,
.
"Janganlah engkau menyimpan harta (tanpa mensedekahkannya). Jika tidak, maka Allah akan menahan rizki untukmu."
.
📚 Riyadush Shalihin pada bab "Kemuliaan, Berderma dan Berinfaq", hadist no. 559 (60/16)

cb981706afe176b33e4036c6774c5709


PERINTAH TERBERAT DALAM ISLAM
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata,

مَا نَزَلَ عَلَى رَسُولِ اللهِ – صَلى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – آَيَةً هِيَ أَشَدُّ وَلَا أَشَقُّ مِنْ هَذِهِ الآيَةِ عَلَيِهِ
“Tidak ada satu ayat pun yang turun kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang lebih memberatkan dan menyulitkan beliau, melainkan ayat ini.”

(Lihat Tafsir Al-Qurthubiy surah Hud ayat 112 dan Tafsir Al-Baghawiy dalam ayat yang sama)

Di antara tips yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam agar tetap istiqomah yaitu, tetaplah beramal walaupun sedikit. Karena yang terpenting adalah bukan banyaknya amal,

namun yang terpenting adalah tetap beramal. Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda,
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
“Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah yang konsisten, walaupun sedikit.” (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari no. 5523 dan Muslim no. 783. Dan ini lafaz Imam Muslim)



: Link

b7d6fb7245960b8b43b31ef7a988e084


🎥 MANFAAT KURMA UNTUK KESHOLIHAN HATI
.
👤 Syaikh Sulaiman bin Salimullah Ar-Ruhaily Hafidzahullah
.
➡️ Official Youtube ShahihFiqih : Link

6d0f5adefb1a9d65f0160776a776f152


.🍁 Anda Tertipu Oleh Iblis.

Ibnul Jauzi rahimahullah menyatakan,

«اعلم أن أول تلبيس إبليس على الناس صدهم عن العلم؛ لأن العلم نور فإذا أطفأ مصابيحهم خبطهم في الظلام كيف شاء».

"Ketahuilah bahwa tipu daya Iblis yang pertama kali terhadap manusia adalah menghalangi mereka dari ilmu agama. Karena ilmu adalah cahaya sehingga jika Iblis telah berhasil memadamkan cahaya lampu manusia, dia pun akan menjerumuskan mereka dalam kegelapan sekehendaknya."

📚 (Talbis Iblis 1/289)

ea1476036e56a79c04b831fcdc13ee17


Semoga Allah mengundang kita menjadi tamu-Nya bersama orang-orang tercinta 🤲

bahagia

485c94c87fd7a4b95334cf689d5c7757


📎 DIHUKUM KARENA MENGABAIKAN KESEMPATAN BERAMAL

Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

أَنَّ الرَّجُلَ إِذَا حَضَرَتْ لَهُ فُرْصَةُ الْقُرْبَةِ وَالطَّاعَةِ؛ فَالْحَزْمُ كُلُّ الْحَزْمِ فِي انْتِهَازِهَا وَالْمُبَادَرَةِ إِلَيْهَا ، وَالْعَجْزُ فِي تَأْخِيرِهَا وَالتَّسْوِيفِ بِهَا وَلَا سِيَّمَا إِذَا لَمْ يَثِقْ بِقُدْرَتِهِ وَتَمَكُّنِهِ مِنْ أَسْبَابِ تَحْصِيلِهَا فَإِنَّ الْعَزَائِمَ وَالْهِمَمَ سَرِيعَةُ الِانْتِقَاضِ قَلَّمَا ثَبَتَتْ.

“Bahwasanya seseorang apabila datang kesempatan untuk mendekatkan diri dan taat kepada Allah, hendaknya ia ambil kesempatan itu dan segera melakukannya.
Adapun seorang yang lemah, ia akan mengakhirkan dan menundanya. Terlebih apabila dia tidak merasa yakin terhadap kekuatan dan kemampuannya untuk mengerjakannya. Sebab, tekad dan cita-cita akan cepat hilang jika tidak kokoh menancap dalam jiwa.

وَاللَّهُ سُبْحَانَهُ يُعَاقِبُ مَنْ فَتَحَ لَهُ بَابًا مِنَ الْخَيْرِ فَلَمْ يَنْتَهِزْهُ ، بِأَنْ يَحُولَ بَيْنَ قَلْبِهِ وَإِرَادَتِهِ ، فَلَا يُمْكِنُهُ بَعْدُ مِنْ إِرَادَتِهِ عُقُوبَةً لَه

(Karena) Allah ta'ala akan memberi hukuman bagi orang yang tidak memanfaatkan kesempatan saat Dia membuka pintu kebaikan, dengan memberi penghalang antara hati dan keinginannya. Setelah itu, Allah tidak menganugerahkan keinginan untuk beramal sebagai hukuman baginya.

فَمَنْ لَمْ يَسْتَجِبْ لِلَّهِ وَرَسُولِهِ إِذَا دَعَاهُ حَالَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ قَلْبِهِ وَإِرَادَتِهِ ، فَلَا يُمْكِنُهُ الِاسْتِجَابَةُ بَعْدَ ذَلِكَ

Barang siapa tidak memenuhi panggilan Allah dan Rasul-Nya, Allah akan memberi penghalang antara hati dan keinginannya, sehingga Dia tidak memberi kemampuan pada dirinya untuk memenuhi panggilan-Nya setelah itu.

📖 Zadul Ma'ad, 3/501

3d14d2bc88032328ee5d2ec118f7094e


Doa Untuk Orang yang Tertindas

"Ya Allah selamatkanlah orang-orang yang tertindas dari orang-orang mukmin..."
HR. Muslim: 1083

307c7c09b27452c67e3c51f6a42f9fd2


DOA UNTUK MENGHILANGKAN KEGUNDAHAN DAN GALAU HATI


🎙️ Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:


🔊 Apabila di antara kalian tertimpa kegundahan dan kesulitan

maka katakanlah:

"Allah Allah Robbii Laa Usyriku Bihi Syaiaa"

(Allah Allah adalah Rabbku yang aku tidak akan mempersekutukan-Nya dengan segala sesuatu)


📚 Shahihul Jami'(2755)


b07ab3b3ac2b370e862cc0aee844625a


Sudahkah Kita Sedih Karena Dosa?

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

"Seorang mukmin sejati tidak merasakan kelezatan dengan dosa selama-lamanya, bahkan tidaklah dia melakukan dosa kecuali kesedihan terasa di hatinya.
Dan bila mana hatimu telah kehilangan kesedihan karena sebab dosa ini maka tangisilah atas kematian hatimu".

📘 (Madarij Salikin 1/180)



40839780a66c4daa05fa31bee0faa03b


✋🏻📢🌓🌹 DI ANTARA ZIKIR PENGHAPUS DOSA

✍🏻 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِى يَوْم مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

“Barang siapa mengucapkan, ‘Subhaanallahu wa bihamdihi’ (Mahasuci Allah dan aku memuji-Nya) dalam sehari seratus kali, akan dihapuskan dosa-dosanya meski sebanyak buih di lautan.”

📚 (HR. Muslim no. 2691, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

🌎 Kunjungi || Link

ed56c3db30c610cb1d55777e2c9fb605


ILMU BUKAN UNTUK MENGARI KEDUDUKAN DUNIAWI

Ibnu Rajab al-Hambali rahimahullah menjelaskan,
"Mencari jabatan dan kedudukan di hadapan manusia dengan menggunakan agama, seperti ilmu syar'i, amal saleh, dan sifat zuhud, hal ini lebih buruk daripada jenis orang yang mencari pengaruh dan kemuliaan dengan kepemimpinan. Bahkan, mencari dunia dengan agama jauh lebih jelek dan berbahaya. Sebab, seharusnya ilmu, amal saleh, dan sikap zuhud dilakukan demi mendapatkan apa yang ada di sisi Allah, berupa derajat yang tinggi, kenikmatan yang kekal abadi, dan kedekatan di sisi Allah."
Majmu'ah ar-Rasail al-Muniriyah (3/9)

Ibnu Rajab al-Hambali rahimahullah memberikan sebuah penjelasan yang sangat mendalam tentang bagaimana seharusnya seorang Muslim memandang ilmu dan amal ibadah. Menurut beliau, seseorang yang menggunakan agama, seperti ilmu syar'i, amal saleh, dan sifat zuhud, hanya untuk mendapatkan kedudukan duniawi dan pengaruh di hadapan manusia adalah tindakan yang lebih buruk daripada seseorang yang mencari pengaruh melalui kepemimpinan duniawi.

Menggunakan agama untuk mendapatkan kedudukan atau kehormatan di dunia ini sangat berbahaya karena ini bisa mengaburkan niat sejati dalam beribadah kepada Allah. Ilmu dan amal saleh seharusnya dilakukan semata-mata untuk meraih ridha Allah, bukan untuk kepentingan dunia atau penghargaan manusia. Sebab, ilmu dan amal saleh adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, mendapatkan derajat yang tinggi di sisi-Nya, serta kenikmatan yang kekal abadi di akhirat.

Mencari dunia dengan agama bukan hanya merusak niat, tetapi juga membawa seseorang jauh dari tujuan sebenarnya dalam menjalani kehidupan ini. Sebagai umat Muslim, kita harus senantiasa mengingat bahwa tujuan hidup kita adalah untuk beribadah kepada Allah dan mencari keridhaan-Nya. Dunia ini hanyalah sarana sementara, dan tidak ada kedudukan duniawi yang sebanding dengan nilai yang Allah janjikan di akhirat.

Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk selalu memurnikan niat dalam setiap langkah hidupnya, apakah dalam mencari ilmu, beramal, atau menjalani kehidupan sehari-hari. Niatkan semuanya hanya untuk mencari keridhaan Allah, bukan untuk mencari kedudukan atau pengaruh di dunia.
Wallahu A'lam Bishawab

2db07001c11a9e2afe1987d25c11106e


ALLAH TIDAK LUPA BANGUNIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Allah buat dia lupa terhadap hal yang manfaat baginya, lupa terhadap hal yang manfaat bagi kehidupan akhiratnya. Sehingga dia hanya disibukkan perbuatan yang kurang manfaat, atau bahkan yang merugikan dirinya.

(al-Jawab al-Kafi, Ibnul Qoyim, hlm. 47)

Dikutip dari : Link

fc1d0470c60f86da50a19d82e01e4edf


Hina Dengan Dosa

Tidaklah seorang hamba melakukan keta'atan kepada Allah, melainkan ia telah memuliakan dirinya, dan tidaklah seseorang melakukan kemaksiatan kepada Allah, melainkan ia telah menghinakan dirinya sendiri.

Yahya Ibnu Katsir rahimahullah | Kitab At-Taubah Ibnu Abi Dunya, hal 52

f43b629132a4da5e40ab7956caa8a2e1


📎 Tanda Cinta dan Benci

Imam Ibnu Abdil Barr rahimahullah berkata:
"Barang siapa yang mencintaimu maka dia akan melarangmu.
Dan barang siapa yang membencimu maka dia akan menipumu."
📘 (Al-Adab Asy-Syar’iyyah, Ibnu Muflih, 1/85)

Nasihat ini menunjukkan tanda cinta dan benci yang sejati. Orang yang benar-benar mencintai kita akan selalu menginginkan kebaikan bagi kita. Ketika melihat kita melakukan kesalahan atau berada di jalan yang salah, ia tidak akan segan untuk menegur atau melarang kita demi kebaikan. Sebaliknya, orang yang membenci kita tidak akan peduli pada keadaan kita dan bahkan bisa menipu atau membiarkan kita terus berada dalam kesalahan demi kehancuran kita.

Ini sesuai dengan sabda Rasulullah ﷺ:
"Agama adalah nasihat."
Para sahabat bertanya, "Untuk siapa, wahai Rasulullah?"
Beliau menjawab, "Untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, pemimpin kaum muslimin, dan seluruh kaum muslimin."
📘 (HR. Muslim, no. 55)

Orang yang mencintai karena Allah akan selalu memberikan nasihat yang tulus, meskipun terkadang terasa berat atau menyakitkan. Sedangkan orang yang membenci, biasanya bersikap pura-pura baik atau malah membiarkan seseorang terjerumus ke dalam keburukan.
Wallahu A'lam Bishawab



c10e48e248b4ad51c2fa7fa79a3d0970


📎 DOA MEMOHON AGAR TERHINDAR DARI COBAAN BERAT
.
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ وَ دَرَكِ الشَّقَاءِ وَ سُوْءِ الْقَضَاءِ وَ شَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ
.
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keadaan yang berat dan dari kesengsaraan, buruknya takdir, dan kegembiraan musuh atas bencana yang menimpaku.”
(HR. Bukhari 6347)

271de3ad2d70f89e51ff4c5c15d93f33


Ramadhan Waktu Perbaikan Diri

Di riwayatkan dari Abu Said Al-Khudry radhiallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Taala memiliki hamba-hamba yang di merdekakan dari Api Neraka, pada setiap hari dan malam -yakni di bulan Ramadhan-, dan sesungguhnya setiap muslim memiliki doa yang mustajab pada setiap harinya"
[HR. Al-Bazzar, Shahih Targhib hadits 1002 bab puasa]

Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, di dalamnya bertabur keridhaan Allah dan pahala dari-Nya. Mudah bagi seorang untuk berbuat kebaikan dan berebut pahala di bulan ini, maka tepatlah bila bulan ini kita jadikan acuan perbaikan diri.

Oleh Ustadz Abu Abd rahman bin Muhammad Suud Al-Atsary hafidzhahullah
generate by :Link

326d0d4e69577ad687e2132271e3ee78


SOLUSI KETIKA RAGU SUDAH WUDHU ATAU BELUM
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Harus yakin, sudah wudhu atau belum wudhu. Pilih salah satunya.

Kaedah ushul fikih, “Keyakinan tidak bisa dihilangkan dengan keraguan.” Memiliki banyak sumber dalil kaedahnya.

Allah Ta’ala berfirman,
وَمَا يَتَّبِعُ أَكْثَرُهُمْ إِلَّا ظَنًّا إِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِي مِنَ الْحَقِّ شَيْئًا
“Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (QS. Yunus: 36)

Sumber : Link

256f14774c8ba8c13399565fb85a30ed


Boleh kah istri mengecek HP suami karena cemburu

Cemburu antara suami istri adalah fenomena yang biasa, bahkan perasaan ini bisa menjadi bukti cinta antara mereka berdua. Apalagi pada wanita, sifat cemburu menjadi salah satu tabiat mereka, siapapun orangnya dan bagaimanapun keadaannya. Sebagai seorang suami, dia perlu memaklumi tabiat tersebut. Gelagat aneh yang dilakukan oleh suaminya tidak akan luput dari perhatiannya, pasti ditanyakan dan dicari tahu. Jawab saja dan puaskan saja rasa ingin tahu istri.

Namun yang perlu menjadi perhatian, hendaknya perasaan cemburu ini dikendalikan sedemikian rupa agar tidak berlebihan. Cemburu yang berlebihan pada wanita bisa memancing munculnya su’uzhan dan seringkali berujung pada tuduhan tanpa dasar. Segala hal yang dilakukan oleh suami selalu dipertanyakan olehnya. Hape suaminya pun tidak luput dari pengawasannya.

Lantas, bagaimana hukum seorang istri mengecek HP suaminya?

Pada dasarnya HP adalah barang pribadi seseorang, tidak boleh ada seorang pun yang mengambil dan membuka isinya tanpa seizin pemiliknya. Boleh jadi di HP tersebut terdapat rahasia dan urusan pribadi dengan saudaranya atau kawannya yang tidak suka apabila didengar atau diketahui oleh orang lain. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنِ اسْتَمَعَ إِلَى حَدِيْثِ قَوْمٍ وَهُمْ لَهُ كَارِهُوْنَ صُبَّ فِيْ أُذُنَيْهِ اْلآنِكُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Barangsiapa mendengarkan pembicaraan suatu kaum sedang mereka membenci hal itu, niscaya akan dituangkan di kedua telinganya timah mendidih pada hari Kiamat.” (HR Bukhari, no. 7042)

Termasuk juga seorang istri tidak boleh sembarangan membuka HP suaminya dengan alasan cemburu, takut suaminya selingkuh dan aneh-aneh padahal tak ada indikasi yang kuat, karena tindakan tersebut bisa jadi termasuk tajassus yang diharamkan oleh syariat. Allah berfirman,

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain.” (QS. Al-Hujurat: 12)Kesimpulannya tentang mengecek HP suami adalah:

Jika suami tegas melarangnya, maka istri tidak boleh sama sekali mengeceknya;
Jika suami mengizinkannya, maka istri boleh mengeceknya selama di dalamnya tidak ada rahasia yang dititipkan oleh orang lain kepada suaminya;
Jika suami diam, maka bukan berarti suami otomatis mengizinkannya.
(Disarikan dari link artikel Linko/ar/answers/374Adapun sikap yang baik adalah mengedepankan saling percaya dan husnuzhan (berbaik sangka) di antara pasangan. Tahan keinginan untuk membuka HP pasangan demi menjaga rahasia dan kehormatan kawan atau kerabatnya yang diamanahkan kepadanya. Doakan pasangan agar dijauhkan dari dosa dan maksiat serta Allah memberikan kesetiaan dan keharmonisan pada keluarganya.

Artikel Link
(Asuhan Ustadz dr. Raehanul Bahraen, Link., Sp. PK, Alumnus Ma’had Al Ilmi Yogyakarta)

c9fb587fe9087c8cbc092edc534f6b33


NERAKA MERESPON ORANG YANG BERDOA AGAR
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

3 Catatan Ketika Minta Selamat Dari Api Neraka

1. Tidak ada teks doa khusus, sehingga anda bisa meminta surga dengan kalimat permohonan surga apapun. Bisa juga dengan bahasa yang kita pahami: Ya Allah, aku memohon surga, atau Ya Allah, lindungilah aku dari neraka.

2. Tidak ada batasan waktu dan tempat, sehingga kita bisa membacanya kapanpun dan dimanapun.

3. Disebutkan batasan angka, yaitu 3 kali. Artinya untuk mendapatkan keutamaan itu, kita baca minimal sebanyak 3 kali, dan maksimal tanpa hitungan.

Sumber : Link


2e9d279b2013c62ac2455784e2d30b44


AMBULANCE SIAP MENJALANKAN TUGAS !

Dengan Pelayanan Ambulance Gratis 24 Jam

Bagi masyarakat yang membutuhkan bisa langsung kontak Hotline 082177334455

Link">wa.me

InsyaaAllah 24 Jam Gratis Untuk wilayah Surabaya, Sidoarjo Kota dan Gresik Kota.

Agar layanan Ambulance Gratis ini terus di rasa manfaatnya oleh masyarakat. yuk mari saling mendukung dalam operasional ambulnce muslim biker indonesia Surabaya Chapter agar bermanfaat semakin luas.

gratis mbisurabaya

353ed49f2ce20ff9ea63ce9380614b8f


Jangan Biarkan Rezekimu Terhalang Dosa
🎙️ Ustadz Subhan Bawazier
🎥 Link

📝 Seseorang bisa terhalang dari rezekinya karena kemaksiatan yang dia rutinkan. Mari kita bersihkan diri dari dosa dan maksiat agar pintu keberkahan dan rezeki dari Allah Subhanahu wa Ta`ala senantiasa terbuka lebar untuk kita dan keluarga.


bb22e39f05b674b2ee182b1924499627


🖇️ Kunci Keselamatan

Al Auzai rahimahullah berkata:

"Keselamatan itu ada sepuluh bagian. Sembilan bagiannya adalah diam dan satu bagian lagi adalah menghindar dari manusia".

📘 (Sifat Shafwah 2/405)



a95c22a6988df2ce41e210ee7904b4e2


📎 TERSENYUMLAH KAWAN

💠 Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

“Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu“

📚HR at-Tirmidzi (no. 1956), Ibnu Hibban (no. 474 dan 529) dll, dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, dan dinyatakan hasan oleh at-Tirmidzi dan syaikh al-Albani dalam “ash-Shahihah” (no. 572).

Menampakkan wajah manis di hadapan seorang muslim akan meyebabkan hatinya merasa senang dan bahagia, dan melakukan perbuatan yang menyebabkan bahagianya hati seorang muslim adalah suatu kebaikan dan keutamaan

© 2022 Link
Sumber: Link
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


e79e18ed19af096ddd89f6b1c5e7e8d4


Telah menceritakan kepadaku Malik dari Ibnu Syihab dari Sa`id bin Musayyab dari Abu Hurairah berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda,

"Orang yang kuat bukanlah kuat dalam perkelahian. Namun orang yang kuat adalah orang yang dapat mengendalikan jiwanya ketika marah."

(HR. Malik: 1409)
Link