Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

 
1

KEUTAMAAN SALING MENCINTAI KARENA ALLAH

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda sebagaimana disebutkan dalam Shahih Muslim (2566),
Sesungguhnya pada hari kiamat nanti Allah akan berfirman, `Mana orang-orang yang saling mencintai karena kemuliaan-Ku?! Pada hari ini Aku akan menaungi mereka di bawah naungan-Ku, ketika tidak ada naungan selain naungan-Ku.



➖➖➖➖➖➖➖➖➖

layanan Ambulance MBISC
24 Jam Gratis Dalam Kota Surabaya
Sidoarjo & Gresik
(Syarat & ketentuan berlaku)
https://mbisc.my.id/ambulance*whatapp">mbisc.my.id/ambulance*whatapp">https://mbisc.my.id/ambulance*whatapp

Instagram
https://mbisc.my.id/instagram">mbisc.my.id/instagram">https://mbisc.my.id/instagram

Join Member
https://mbisc.my.id/joinus">mbisc.my.id/joinus">https://mbisc.my.id/joinus

Whatapp Group Dakwah
https://mbisc.my.id/gdmbisc">mbisc.my.id/gdmbisc">https://mbisc.my.id/gdmbisc

Info
mbisc.my.id">https://mbisc.my.id

7830cd348528936bdf7175dcbba0bd40


Tuma’ninah Dalam Shalat

Di antara kesalahan besar yang terjadi pada sebagian orang yang shalat: tidak tuma’ninah ketika shalat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menganggapnya sebagai pencuri yang paling buruk, sebagaimana disebutkan dalam Musnad Imam Ahmad dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda,

أَسْوَأُ النَّاسِ سَرِقَةً الَّذِي يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ، قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَكَيْفَ يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ؟ قَالَ: لاَ يُتِمُّ رُكُوْعُهَا وَلاَ سُجُوْدُهَا

“Sejahat-jahat pencuri adalah yang mencuri dari shalatnya”. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mencuri dari sholat?”. Rasulullah berkata, “Dia tidak sempurnakan ruku dan sujudnya” (HR Ahmad no 11532, dishahihkan oleh al Albani dalam Shahihul Jami’ 986)
Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menganggap perbuatan mencuri dalam shalat

90ec1881f1f08c6fc01d9c75d99a931f


📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Alangkah buruk kondisi kalian dan kondisi ulama kalian ketika kalian memerintahkan manusia untuk berbuat kebaikan-kebaikan, sedangkan kalian meninggalkan diri kalian sendiri. Maka kalian tidak memerintahkan diri kalian untuk berbuat kebaikan yang agung ini, yaitu  memeluk Islam padahal Kalian membaca taurot  yang didalamnya terdapat penjelasan tentang sifat-sifat Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dan kewajiban beriman kepadanya. Tidakkah kalian mempergunakan akal kalian dengan benar?.

Referensi : Link

fc5b580e71c3b296a7027a4ce084c659


Kesedihan Penghapus Dosa Seorang Muslim
🎙️ Ustadz Hermanto Abu Rozan
🎥 Link

📝 Tidaklah seorang muslim tertimpa keletihan atau kesedihan, bahkan duri yang menusuk sekalipun, melainkan dengan itu Allah Subhanahu wa Ta`ala akan menghapuskan dosa-dosanya. Sabar dalam kehilangan adalah peluang ampunan yang luas.



87fdd1fc9aa1a67c9d1cdc8d1781a85d


🔰 ADAB TERHADAP HEWAN
-
Seorang muslim beranggapan bahwa kebanyakan hewan adalah makhluk mulia, maka dari itu ia menyayanginya karena Allah sayang kepada mereka dan ia selalu berpegang teguh kepada etika dan adab berikut ini.

Memberinya makan dan minum apabila hewan itu lapar dan haus, sebab Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :
في كُلِّ كَبِدٍ رطبَةٍ أجرٌ

“Pada setiap yang mempunyai hati yang basah (hewan) itu terdapat pahala (dalam berbuat baik kepadaNya)” [HR Al-Bukhari : 2363]

مَن لا يَرحَمْ، لا يُرحَمْ

“Barangsiapa yang tidak belas kasih niscaya tidak dibelaskasihi” [HR Al-Bukhari ; 5997, Muslim : 2318]

ارْحَمُوا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ

“Kasihanilah siapa yang ada di bumi ini, niscaya kalian dikasihani oleh yang ada di langit” [HR At-Tirmdzi : 1924]

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang wanita pezina telah mendapatkan ampunan. Dia melewati seekor anjing yang menjulurkan lidahnya dipinggir sumur. Anjing ini hampir saja mati kehausan, (melihat ini) si wanita pelacur itu melepas sepatunya lalu mengikatnya dengan penutup kepalanya lalu dia mengambilkan air untuk anjing tersebut. Dengan sebab perbuatannya itu dia mendapatkan ampunan dari Allâh Azza wa Jalla. (HR. Bukhari, dalam kitab Shahih Bukhari) 📚
.
.
Referensi : Link

64f8c17d91db3989c74104a84c9c6f6f


Masyarakat yang baik dibangun di atas pergaulan dan rumah tangga yang baik. Sementara rumah tangga yang baik disokong oleh peran seorang istri yang shalihah. Terciptanya komplementer antara suami dan istri yang saling membantu untuk mendidik anak-anaknya sangatlah diperlukan.
.
Seorang ibu lebih banyak menyiapkan bekal pendidikan untuk putri-putrinya tentang akhlak yang luhur, menutup aurat, menanamkan rasa malu dan sejenisnya.
.
Adapun sang ayah harus menjadi "guru" bagi istri dan lebih banyak porsinya dalam mendidik putra-putranya terutama terkait hal kelaki-lakian, adab seorang laki-laki, dst. Hingga akhirnya ia tumbuh menjadi anak yang shalih nan bermanfaat bagi orang tua & masyarakat. Bi'idznillah.
.
Betapa banyak kita dapati, para ayah sibuk dengan dunianya, membanting tulang bekerja siang dan malam. Bahkan semangat berkumpul dengan temannya hanya untuk ngegosip hingga larut malam. Sedangkan para ibu sibuk berkeliaran di jalanan, seabrek-abrek jadwal meeting dengan dalih untuk belajar, penelitian atau pekerjaan.
.
Sementara sang anak dilemparkan (tanggung jawab pendidikan) kepada guru atau dimasukkan ke PAUD. Mereka tak ubahnya seperti anak-anak yatim, anak-anak jalanan yang tak mengenal siapa orangtuanya.
.
Duhai di manakah para ayah?
Di manakah para ibu?
Di manakah gerangan amanah yang dipikulkan di atas pundak-pundak kalian?
.
Saudara dan saudariku, bertakwalah kepada Allah!
.
🌐 Link

20a1b0d67b7344c635bef2a6dcc48b30




Tentang sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لَقَدْ سَأَلْتَنِي عَنْ عَظِيمٍ

“Sungguh, engkau bertanya tentang sesuatu yang besar.”

Masuk Surga dan selamat dari Neraka adalah sesuatu yang sangat agung, karena ia adalah kesuksesan yang hakiki.

Karenanya Allah Subhanahu Wa Ta`ala berfirman:

فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّا رِ وَاُ دْخِلَ الْجَـنَّةَ فَقَدْ فَا زَ..

"Linkang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan
ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan.."

• Syarah Arbain Nawawi | HR. Tirmidzi; QS. Ali `Imran: 185

aca940b4d25c1ee25f2a80144aa5c98f


CINTA ISTRI KEPADA SUAMINYA ADALAH NIKMAT ALLAH YANG HARUS DIJAGA

3a051a80928b4b056a7f04d1a816858f


Dunia Itu Terlaknat!
Kaum muslimin, mari bersama kita renungkan hadits berikut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

{ إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلَّا ذِكْرُ اللَّهِ وَمَا وَالَاهُ وَعَالِمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ }

“Dunia itu terlaknat dan segala yang terkandung di dalamnya pun terlaknat, kecuali orang yang berdzikir kepada Allah, yang melakukan ketaatan kepada-Nya, seorang ‘alim atau penuntut ilmu syar’i.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah. Dalam Shohihul Jami’, Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan)

Perlu kiranya kita merenungkan hadits ini dengan seksama, di golongan manakah diri kita berada, apakah kita termasuk golongan yang mendapat rahmat dan terjauh dari laknat ataukah sebaliknya diri kita justru termasuk orang-orang yang mendapat laknat, menjadi budak dunia dikarenakan sebagian besar aktivitas kita atau bahkan seluruhnya hanya bertujuan untuk meraih kenikmatan dunia yang fana ini. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat mencela orang-orang yang tunduk pada dunia dan semata-mata tujuannya adalah mencari dunia dalam sabda beliau:

تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ تَعِسَ عَبْدُ الدِّرْهَمِ تَعِسَ عَبْدُ الْخَمِيصَةِ تَعِسَ عَبْدُ الْخَمِيْلَةِ

“Celakalah budak dinar (uang emas), celakalah budak dirham (uang perak), celakalah budak khamishah (pakaian yang cantik) dan celakalah budak khamilah (ranjang yang empuk).” (HR. Bukhari)

Inilah celaan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada orang yang kesehariannya menjadi budak harta dan berbagai kesenangan dunia. Renungkanlah dengan penuh kejujuran dan jawablah di golongan manakah diri kita berada? Apakah kita termasuk orang yang menjadi budak dunia ataukah orang yang tujuan hidupnya adalah beribadah kepada Allah? Renungkanlah sekali lagi hal ini!

© 2023 Link
Sumber: Link

7d7b46af3040ec2de406baa3168bad72


WAKAF ILMU, WAKAF BUKU

Guru kami Shalih al-Fauzan berkata :

Aku mendengar Syaikh Muhammad bin Ibrahim -rahimahullah- berkata, "Sedekah jariyah bisa saja terputus tak lagi mengalir, sementara anak yang salih pun akan mati. Akan tetapi, ilmu yang bermanfaat akan senantiasa mengalir tanpa terputus, senantiasa berguna dimanfaatkan, dan pahalanya pun terus mengalir kepada shahib-nya. Inilah di antara hal yang membedakan ilmu dari amal salih lainnya."

(Syaikh Walid `Abd al-Mun`im hafizhahullah)

sumber facebook : Hendra Wibawa Wangsa Widjaja

📸 @faidahstory x @thesunnah_path
Click this link to register as a member : Link

483c2057aa8fef632bd42f284ee7d69a


Asal mula Riya yaitu cinta pujian.

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah | Al-Auliya karya ibnu abid dunya 1/69

6db113dd88eeddff280aa08034963c2c


NASEHAT UNTUKKU
___

Kebajikan itu tak akan pernah usang, dosa tak akan pernah dilupakan, sedangkan Allah azza wajalla senantiasa hidup untuk membalas setiap perbuatan hamba-Nya.

Ustadz Dr Syafiq Riza Basalamah MA hafidzahullah

5d0954cd4bedfe07e0f4cc5a29997d05


NASEHAT UNTUKKU
___

Pilihlah kekasih hatimu dengan hikmah
Karena tidaklah setiap hati itu layak dengan hati yang lainnya
Pilihkanlah untuk dirimu seseorang yang apabila hari harimu terasa sulit maka didalamnya terdapat harapan bagimu dan tidak mengecewakan

acd0744060a86e51fe147cb067f2df29


BISA JADI ORANG YANG KAU HINAKAN AKAN MENYALIPMU
➖➖➖➖➖

Hanya Tinggal Menunggu Waktu

Memang benar, korban tidak membalasnya ketika di dunia, tapi bisa jadi korban akan menuntutnya ketika di akhirat. Dan anda perlu yakini, bahwa Allah tidak akan pernah melupakan tindakan kedzaliman antar-sesama hamba-Nya. Allah berfirman,

وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ

“Janganlah sekali-kali kamu mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak karena melihat siksa. (QS. Ibrahim: 42).

Kedzaliman sering kita lupakan, padahal Allah selalu menghitungnya. Jika tidak selesai di dunia, berlanjut sampai akhirat. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bercerita tentang orang yang bangkrut,

Sumber : Link


d002a96a95bd9e1008938d6dc371d0d4


🎥 AMAL TERBAIK MERAIH RIDHO ALLAH
.
👤 Syaikh Sa`ad bin Nashir Asy-Syatsri Hafidzahullah
.
➡️ Official Youtube ShahihFiqih : Link

889cc4fc0c4669fbf3852ed5abd3a538


Tidak akan mencandaimu kecuali orang yang mencintaimu.

Ibrahim bin Yazid Al-Nakha'i rahimahullah | Raudhah Al- 'Uqala', jilid 1 hal 40

7448b0e5e0cd64eb68dfd1137ca9cfbc


ILMU YANG TIDAK BERNILAI

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata,

فمن فقد خشية الله ومراقبته فلا قيمة لعلمه.

"Barangsiapa yang kehilangan rasa takut kepada Allah dan tidak merasa diawasi oleh-Nya maka ilmunya tidak berharga."

📚 Majmu'ul Fatawa, IX/129

52e713865792bcdbc858a6d727f90a70


📎 Tips Kaya Dan Bahagia.

💬 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah رحمه الله mengatakan,

"وإذا حصل مع ‎التوحيد الإستغفار حصَل للعبد غِناه وسعادته وزال عنه ما يُعذّبه."            

"Apabila terwujud tauhid dan istighfar, maka seorang hamba akan mendapatkan kekayaan dan kebahagiaan serta akan hilang darinya segala hal yang menyiksanya."

📚 [ Majmu'ul Fataawa 1 / 56 ]

59c109833530801cc5cf4f25564418b0


WAKTU KOSONG JANGAN PAKAI BUAT NGEHALU!

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata,

"Barangsiapa yang memiliki waktu yang lapang, maka hendaknya ia memanfaatkannya dengan banyak membaca Al Qur`an agar ia memperoleh pahala yang banyak."

Mukhtashor Minhajul Qoshidin 1/52

42ee158b77a54e2fda067cacf8c0f934


Pak, Anak zaman sekarang makin kritis. Mereka lebih percaya apa yang mereka lihat daripada apa yang kita katakan.

Anak nggak butuh ayah yang sempurna.
Mereka butuh ayah yang hadir, jadi contoh, bukan cuma nyuruh.

Kalau kita terus abai, jangan salahkan anak kalau nanti dia lebih nurut orang lain daripada keluarganya sendiri.

4c2c323bd405cdc887bb425253b67bd8


Tertawalah di rumahmu dan berlemah lembutlah dengan istri dan keluargamu

Jadilah seperti sahabat Rosulullah صلى الله عليه وسلم

Tsabit bin Ubaid رحمه اللَّه berkata:

"adalah Zaid bin Tsabit رضي الله عنه termasuk orang Yang paling banyak bersenda gurau di rumahnya namun jika beliau keluar rumah maka beliau memperlihatkan dirinya sebagai laki laki sejati''

Syarhu Sunnah karya Al Baghowi 13/183

a572da91f721583eb7d9d1ac24291642


Sesungguhnya apabila badan sakit maka makan, minum, tidur dan istirahat tidak enak baginya. Begitu juga dengan hati, apabila ia cenderung kepada Dunia, maka nasehat-nasehat tidak lagi berguna baginya.

Malik Bin Dinar rahimahullah | Shifatush Shafwah 3:278

916a90862700010c9a1b9f7a73ddc21f


Do’a Berlindung dari Akhlak, Amal dan Hawa Nafsu yang Mungkar

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الأَخْلاَقِ وَالأَعْمَالِ وَالأَهْوَاءِ

“ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MIN MUNKAROTIL AKHLAAQI WAL A’MAALI WAL AHWAA’

Artinya:
Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari akhlaq, amal dan hawa nafsu yang mungkar.

(HR. Tirmidzi)

c88408bd51d4c319f5e116c7b6f4d653


📖 Mutiara Al-Qur'an

DOA MEMOHON AMPUNAN UNTUK DIRI, ORANG TUA DAN ORANG MUKMIN

•═════◦•◉✿◉•◦═════•

( رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ )

“Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).”

(QS. Ibrahim: 41)


c088400c9acfdf829b67ec4b94826f8c


✋🏻⚠️📢🔗 KEDUDUKAN DOSA DI SISI SEORANG MUKMIN

✍🏻 Abdullah bin Mas’ud   radhiyallahu anhu memberikan nasihat,

إنَّ الْمُؤْمِنَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَأَنَّهُ قَاعِدٌ تَحْتَ جَبَلٍ يَخَافُ أنْ يَقَعَ عَلَيْهِ، وَإِنَّ الْفَاجِرَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَذُبَابٍ مَرَّ علَى أَنْفِهِ فَقَالَ بِهِ هَكَذَا

“Seorang mukmin melihat dosa-dosanya laksana dia duduk di bawah gunung dan selalu khawatir kalau gunung itu akan menimpanya. Adapun orang durhaka melihat dosa-dosanya seperti lalat yang hinggap di hidungnya lalu dia halau dengan tangannya (seraya mengibaskan tangannya di atas hidungnya).”

📚 Shahih al-Bukhari no. 6025

Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu anhu memberikan sebuah perumpamaan yang sangat mendalam tentang bagaimana seorang mukmin seharusnya memandang dosa-dosanya. Beliau berkata bahwa seorang mukmin melihat dosa-dosanya seperti seseorang yang duduk di bawah sebuah gunung besar, yang selalu khawatir gunung itu akan menimpanya. Artinya, seorang mukmin merasa sangat takut dan khawatir dengan dosa-dosanya. Setiap kali dia berbuat dosa, dia merasa beban yang berat dan segera ingin bertobat, tidak ingin terperangkap dalam akibat dosa tersebut.

Sebaliknya, orang yang durhaka atau fasiq melihat dosa-dosanya seakan-akan itu hanyalah masalah kecil, seperti lalat yang hinggap di hidungnya. Dia hanya mengibasnya dengan tangan tanpa merasa ada dampak atau bahaya dari perbuatannya. Inilah gambaran orang yang tidak peduli dengan dosa-dosanya, yang tidak merasa takut dan menanggapi dosa dengan enteng.

Kedudukan dosa di sisi seorang mukmin sangat penting. Seorang mukmin harus senantiasa merasa takut dan khawatir terhadap dosa-dosanya, karena dosa bisa mendekatkan kita pada kehancuran dan jauh dari rahmat Allah. Oleh karena itu, dalam pandangan seorang mukmin, setiap dosa harus dianggap serius, meski sekecil apapun. Hal ini mencerminkan keikhlasan dan keseriusan dalam menjalankan agama.

Sebaliknya, orang yang durhaka atau lalai terhadap dosa-dosanya, akan terus terjebak dalam kelalaian dan mungkin akan menganggap dosa itu bukanlah suatu masalah besar, sehingga mereka tidak segera bertaubat atau memperbaiki diri. Oleh karena itu, seorang mukmin harus selalu waspada terhadap dosa, menjaga hatinya, dan segera bertaubat setiap kali terjatuh dalam kesalahan, karena Allah Subhanahu wa Ta'ala sangat dekat dengan hamba-Nya yang bertobat dan kembali kepada-Nya.

Inilah yang seharusnya menjadi pandangan kita terhadap dosa—selalu khawatir, selalu merasa bahwa kita perlu memohon ampunan kepada Allah, dan tidak pernah merasa aman dari murka-Nya.
Wallahu A'lam Bishawab

a8ca4c39ea3f448996a7eb6389fe5c07


@dakwah Link x @thesunnah path

Dua hitam yang ketika seorang mukmin melihatnya ia merasa gembira :

• Hitamnya kiswah ka`bah yang menutupinya
• Hitamnya pakaian syar`i seorang wanita muslimah yang menutupi badannya

(Syaikh Shalih al `Ushaimi حفظه الله ورعاه)


Link
dakwah

1fbc8d9a275d7289c101c43397cd9afb


📎 Ilmumu Sudahkah Berbuah Akhlak?

Syeikhu Masayikhina Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah berkata:
“Penuntut ilmu apabila tidak menghiasi dirinya dengan akhlak yang mulia maka menuntut ilmunya tidak ada faedahnya.
Maka saya menganjurkan kepada diriku pribadi dan kepada kalian semua untuk berhias diri dengan akhlak yang mulia”.
📘 (Syarh Hilyah Thalibil Ilmi hlm. 7)

f8fefabf4a0cba23c4cd54da16e1b009


📎 Ini Penyebab Galau

Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:

“Sesungguhnya seorang hamba yang beriman bila dia melakukan dosa maka dia akan galau.”
📘 (Hilyatul Auliya’ 2/158)

Perkataan ini menunjukkan bahwa kegelisahan hati seorang mukmin seringkali bukan tanpa sebab. Dosa yang dilakukan, baik disadari maupun tidak, dapat menimbulkan rasa sempit di dada, kegundahan, dan hilangnya ketenangan. Inilah tanda hidupnya hati—ia merasa tidak nyaman ketika menyelisihi perintah Allah.

Berbeda dengan hati yang telah keras, pelaku maksiat bisa saja tidak merasakan apa-apa. Namun bagi seorang mukmin, kegelisahan itu justru menjadi nikmat, karena mendorongnya untuk segera kembali kepada Allah. Rasa “galau” tersebut adalah alarm agar ia bertaubat, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada-Nya.


f8d7e39b6c82680b4861f0393fb449f6


Al-Hakam bin Utaibah rahimahullah berkata :

"Apabila dosa yang dilakukan seorang hamba begitu banyak dan dia tidak memiliki amalan untuk menghapusnya, maka Allah mengujinya dengan kesedihan untuk menghapus dosa tersebut."

📔 [At-Taubah Ibnu Abid Dunya, 130]

bc08ff72fd8828c6f85dc1cdbfb08146


SERIAL ADAB MAKAN MAKAN DARI SISI LUAR (PINGGIR), TIDAK DARI TENGAH

Dari Ibnu ‘Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْبَرَكَةَ تَنْزِلُ وَسَطَ الطَّعَامِ فَكُلُوا مِنْ حَافَتَيْهِ وَلاَ تَأْكُلُوا مِنْ وَسَطِهِ

“Barokah itu turun di tengah-tengah makanan, maka mulailah makan dari pinggirnya dan jangan memulai dari tengahnya.”[HR. Tirmidzi no. 1805 dan Ibnu Hibban no. 5245. Abu ‘Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih.]

Dari hadits Abu Juhaifah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَمَّا أَنَا فَلاَ آكُلُ مُتَّكِئًا

“Adapun saya tidak suka makan sambil bersandar.”[HR. Tirmidzi no. 1830 dan Ibnu Hibban no. 5240. Abu ‘Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih.]

Al Hafizh Ibnu Hajar menyatakan bahwa bersandar di sini sifatnya umum, tidak dikhususkan bentuk bersandar dengan sifat tertentu. [Tuhfatul Ahwadzi, Muhammad ‘Abdurrahman bin ‘Abdirrahim Al Mubarakfuri Abul ‘Alaa, Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah, Beirut, 5/454]



Sumber Link

b5c66a92934340a5426a01ca7e440369


"Aku telah berjanji kepada diriku sendiri bahwa aku kan selalu mendoakan kedua orang tuaku di setiap shalat. Allah berfirman: "dan bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang ibu-bapakmu..." (QS Lukman ayat 14)

Sufyan ibn Uyainah menuturkan: `siapa saja yang mendoakan kedua orang tuanya di penghujung shalat, ia telah -mengekpresikan salah satu bentuk- terimakasih kepada kedua orang tuanya.`"
____

Dr. Ahmad Isa al-Ma`sharawiy


173306658dc8d7d9ddc11d9be5eca1f8


📒 Tidak Akan Membahayakanmu

"Di antara hal bermanfaat untuk kamu ketahui, bahwa gangguan orang-orang terhadapmu -terkhusus dengan ucapan-ucapan yang buruk- tidak akan membahayakanmu, sebaliknya akan membahayakan diri mereka sendiri.

| Syekh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah

271de3ad2d70f89e51ff4c5c15d93f33


Ramadhan Waktu Perbaikan Diri

Di riwayatkan dari Abu Said Al-Khudry radhiallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Taala memiliki hamba-hamba yang di merdekakan dari Api Neraka, pada setiap hari dan malam -yakni di bulan Ramadhan-, dan sesungguhnya setiap muslim memiliki doa yang mustajab pada setiap harinya"
[HR. Al-Bazzar, Shahih Targhib hadits 1002 bab puasa]

Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, di dalamnya bertabur keridhaan Allah dan pahala dari-Nya. Mudah bagi seorang untuk berbuat kebaikan dan berebut pahala di bulan ini, maka tepatlah bila bulan ini kita jadikan acuan perbaikan diri.

Oleh Ustadz Abu Abd rahman bin Muhammad Suud Al-Atsary hafidzhahullah
generate by :Link

42c509b9b98b574f9e9b8c67a06ce9b5


HISABLAH AKU DENGAN RINGAN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Bahkan Semoga Masuk Surga Tanpa Dihisab

Dari Shafwan bin Muhriz bahwa seorang laki-laki pernah bertanya kepada Ibnu Umar, “Bagaimana Anda mendengar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang An Najwa (bisikan di hari kiamat)?” Ibnu Umar menjawab,

يَدْنُو أَحَدُكُمْ مِنْ رَبِّهِ حَتَّى يَضَعَ كَنَفَهُ عَلَيْهِ فَيَقُولُ عَمِلْتَ كَذَا وَكَذَا . فَيَقُولُ نَعَمْ . وَيَقُولُ عَمِلْتَ كَذَا وَكَذَا . فَيَقُولُ نَعَمْ . فَيُقَرِّرُهُ ثُمَّ يَقُولُ إِنِّى سَتَرْتُ عَلَيْكَ فِى الدُّنْيَا ، فَأَنَا أَغْفِرُهَا لَكَ الْيَوْمَ

“Yaitu salah seorang dari kalian akan mendekat kepada Rabb-nya. Kemudian Dia meletakkan naungan-Nya di atasnya. Kemudian Dia berfirman, “Apakah kamu telah berbuat ini dan ini?” Hamba itu menjawab, “Ya, benar.” Dia berfirman lagi, “Apakah kamu telah melakukan ini dan ini?” Hamba itu menjawab, “Ya, benar.” Dia pun mengulang-ulang pertanyannya, kemudian berfirman, “Sesungguhnya Aku telah menutupi dosa-dosa tadi (merahasiakannya) di dunia dan pada hari ini aku telah mengampuninya bagimu.”
(HR. Bukhari no. 6070.)

Sumber : Link

2eced79a6f33dccfbbb0e49f0fd44e74


Penghambaan kepada Allah ketika ditimpa musibah adalah dengan bersabar atas musibah tersebut; kemudian ridha, yang tingkatannya lebih tinggi dari bersabar; kemudian bersyukur, yang tingkatannya lebih tinggi dari ridha.

3ddb576a1ff23c35d2c2f67ae5541252


NIKAHILAH WANITA YANG JELAS AGAMANYA
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Imran bin Khiththan dahulunya adalah seorang tokoh ulama Sunnah, namun akhirnya berubah menjadi gembong Khawarij tulen. Kisahnya, dia punya saudari sepupu berpemahaman Khawarij bernama Hamnah. Karena kecantikannya, Imran jatuh cinta kepadanya dan hendak menikahinya.

Tatkala ditegur oleh sebagian temannya, Imran menjawab, “Saya ingin menikahinya untuk mengentaskannya dari cengkeraman paham Khawarij!” Namun, ternyata bukannya dia yang mengubah istrinya, malah dia yang diubah oleh istrinya sehingga menjadi Khawarij tulen!!

Diceritakan oleh al-Madaini bahwa Hamnah adalah wanita yang berparas cantik, sedangkan Imran memiliki rupa yang jelek. Suatu hari tatkala kecantikan istrinya membuat Imran kagum, maka sang istri berkomentar, “Saya dan kamu akan masuk surga, sebab engkau dapat nikmat lalu bersyukur (karena dapat istri cantik), dan saya terkena musibah lalu saya sabar (karena dapat suami jelek).” Siyar A’lāmin Nubalā’ adz-Dzahabi 4/214, Mīzānul I’tidāl adz-Dzahabi 5/286, Tahdzībut Tahdzīb Ibnu Hajar 8/127–129

Di antara faedah kisah ini adalah apa yang disebutkan oleh Syaikh Bakr Abu Zaid Rahimahullahu Ta’ala tatkala berkomentar tentang kisah ini, “Dengan demikian Anda mengetahui bahaya bergaul dan menikah dengan para ahli bid’ah dan aliran-aliran sesat. Tidaklah perubahan drastis Iraq dari mayoritas Ahli Sunnah menjadi mayoritas Syi’ah melainkan karena Ahli Sunnah menikah dengan Syi’ah, sebagaimana dalam al-Khuthūth al-’Arīdhah oleh Muhibbuddin al-Khathib.” an-Nazhā’ir hlm. 90–91

sumber: Link

fcb2abdf20c83c829bed8521f03cd5e4


AMBULANCE SIAP MENJALANKAN TUGAS !

Dengan Pelayanan Ambulance Gratis 24 Jam

Bagi masyarakat yang membutuhkan bisa langsung kontak Hotline 082177334455

Link">wa.me

InsyaaAllah 24 Jam Gratis Untuk wilayah Surabaya, Sidoarjo Kota dan Gresik Kota.

Agar layanan Ambulance Gratis ini terus di rasa manfaatnya oleh masyarakat. yuk mari saling mendukung dalam operasional ambulnce muslim biker indonesia Surabaya Chapter agar bermanfaat semakin luas.

gratis mbisurabaya

10ed0a2c47f0fe019d891c6e84e1e5b7


Sinyal Kematian yang Sering Kita Abaikan
🎙️ Al Ustadz Agung Cahyono
🎥 Link

📝 Imam Al-Qurtubi menjelaskan bahwa di antara pemberi peringatan (Nadzir) dalam Surah Fatir ayat 37 adalah tanda-tanda penuaan pada fisik kita. Uban yang mulai tumbuh dan fisik yang melemah adalah bukti kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta`ala agar kita segera bersiap membawa bekal akhirat.



a7c06b92710f98e6e50781e01bd4ed87


Ayah, Bunda, Ajarkan Anakmu Al-Fatihah

Semangatlah mengajarkan Al-Fatihah kepada anakmu, karena dia akan terus membacanya di setiap shalat selama hidupnya. Sungguh itu merupakan pahala besar yang banyak di lalaikan orangtua.

Ustadz Firanda Andirja حفظه الله

463548d13cf32f48cfc3c9c5b14b2f79


FAWAID

وقال ابن الجوزي: قد يكون الإنسان صحيحا ولا يكون متفرغا لشغله بالمعاش، وقد يكون مستغنيا ولا يكون صحيحا، فإذا اجتمعا فغلب عليه الكسل عن الطاعة فهو المغبون، وتمام ذلك أن الدنيا مزرعة الآخرة، وفيها التجارة التي يظهر ربحها في الآخرة، فمن استعمل فراغه وصحته في طاعة الله فهو المغبوط، ومن استعملهما في معصية الله فهو المغبون؛ لأن الفراغ يعقبه الشغل والصحة يعقبها السقم

Ibnul Jauzi mengatakan, ”Terkadang manusia berada dalam kondisi sehat, namun ia tidak memiliki waktu luang karena sibuk dengan urusan dunianya. Dan terkadang pula seseorang memiliki waktu luang, namun ia dalam kondisi tidak sehat. Apabila terkumpul pada manusia waktu luang dan nikmat sehat, sungguh akan datang rasa malas dalam melakukan amalan ketaatan. Itulah manusia yang telah tertipu (terperdaya).”

“Intinya, dunia adalah ladang beramal untuk menuai hasil di akhirat kelak. Dunia adalah tempat kita menjajakan barang dagangan, sedangkan keuntungannya akan diraih di akhirat nanti.