Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

 
1

NASEHAT UNTUK MUSLIMAH

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, Raslullh Shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
Ada dua golongan penghuni Neraka, yang belum pernah aku lihat, yaitu (1) Suatu kaum yang memegang cambuk seperti ekor sapi. Mereka mencambuk manusia dengannya. Dan (2) wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, ia berjalan berlenggak-lenggok menggoyangkan (bahu dan punggungnya) dan rambutnya (disasak) seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk Surga dan tidak akan mencium aroma Surga, padahal sesungguhnya aroma (bau) Surga itu tercium sejauh perjalanan sekian dan sekian.
(HR. Muslim no. 2128)



layanan Ambulance MBISC
24 Jam Gratis Dalam Kota Surabaya
Sidoarjo & Gresik
(Syarat & ketentuan berlaku)
https://mbisc.my.id/ambulance*whatapp">mbisc.my.id/ambulance*whatapp">https://mbisc.my.id/ambulance*whatapp

Instagram
https://mbisc.my.id/instagram">mbisc.my.id/instagram">https://mbisc.my.id/instagram

Join Member
https://mbisc.my.id/joinus">mbisc.my.id/joinus">https://mbisc.my.id/joinus

Whatapp Group Dakwah
https://mbisc.my.id/gdmbisc">mbisc.my.id/gdmbisc">https://mbisc.my.id/gdmbisc

Info
mbisc.my.id">https://mbisc.my.id

f3ebecc1655e031c9289d9be0a1905e8


📃 KETIKA AMALAN KURANG, NAMUN TETAP MENDAPATKAN KETINGGIAN DERAJAT, KARENA SABAR.


Rasulullah ﷺ bersabda:

"إن العبد إذا سبقتْ له من اللهِ منزلةٌ لم يبلغهَا بعملهِ ابتلاهُ اللهٌ في جسدِهِ أو في مالهِ أو في ولدِهِ ثم صبَّرهُ على ذلكَ حتى يبلغهُ المنزلة التي سبقتْ لهُ من اللهِ تعالى"
صحيح أبي داود 3090

"Sesungguhnya bila seorang hamba telah ditetapkan akan mendapatkan kedudukan (khusus) di sisi Allah, namun amalan hamba itu tidak cukup untuk mencapai kedudukan tersebut; maka Allah akan memberinya ujian pada badannya, atau pada hartanya, Atau Pada Anaknya; kemudian Allah menjadikannya bersabar atas semua itu sehingga ia dapat mencapai kedudukan (khusus) yang telah Allah tetapkan itu baginya."
(HR. Shahih Abu Dawud, 3090)

Semoga Allah mencurahkan limpahan keteguhan hati untuk semua Kaum Mukminin yang mendapatkan ujian, teguhkanlah mereka, ampunilah mereka, tinggikanlah derajat mereka.

f6b948ffb912f221834787ab4b624339


TEMAN YANG BURUK AGAMANYA BISA MENGHALANGI HIDAYAH

Bergaul dengan teman yang buruk agamanya

Dengan siapa kita berteman diatur dalam agama Islam. Karena teman dapat menyeret dan menarik seseorang untuk condong dan mengikutinya. Sebagaimana pepatah Arab mengatakan, shohib sahib, sahabat itu menyeret.

Teman yang tidak baik akan mengajak kepada yang tidak baik pula. Sebaliknya, berteman dengan orang saleh akan menularkan kebaikannya kepada kita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi bisa jadi akan memberimu minyak wangi, atau engkau membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau akan dapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak, engkau akan dapatkan bau asap yang tidak sedap.” (HR. Bukhari no. 5534 dan Muslim no. 2628)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

المرءُ على دينِ خليلِه فلينظرْ أحدُكم مَن يُخاللُ

“Agama seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya, maka perhatikanlah dengan siapa engkau berteman.” (HR. Abu Daud no. 4833, Ahmad no. 8398, dan Tirmidzi no. 2378, hadis sahih)

Abu Thalib telah mengajarkan kita bagaimana bukti nyata sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tersebut. Abu Thalib menjadi korban atas pertemanannya bersama Abu Jahl dan Abdullah bin Abi Umayyah. Walaupun mereka orang-orang yang terpandang dan tinggi derajatnya di sisi manusia, namun mereka bukan teman yang baik dalam hal agama, sehingga pertemanan tersebut tidak mendatangkan manfaat agama.

Sumber: Link

5cac724ec64b80f9492943a37f6199ee



Jangan Pernah Putus Asa Dengan Berdoa

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran."

(Surah Al-Baqarah Ayat 186)
SALIN &TEMPEL
FREE SHARE
@penebarkebaikansunnah X

9709b99fa8434561386077292c3bb182


📌Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Ajaran agama Allah itu mudah,tidak ada unsur kesulitan di dalamnya. Allah tidak menuntut dari hamba-hambanya sesuatu yang tidak mereka sanggupi. Barangsiapa yang mengerjakan kebajikan, maka akan memperoleh ganjaran baik, dan barangsiapa yang berbuat keburukan, maka akan memperoleh balasan yang buruk. Wahai tuhan kami, jangan Engkau menyiksa kami jika kami lupa terhadap sesuatu yang Engkau wajibkan atas kami atau kami berbuat salah dengan melakukan sesuatu yang Engkau larang untuk dikerjakan. Wahai tuhan kami janganlah Engkau bebani kami dengan amalan-amalan yang berat yang telah Engkau bebankan kepada umat-umat yang berbuat maksiat sebelum kami sebagai hukuman bagi mereka. Wahai tuhan kami, janganlah Engkau membebankan kepada kami perkara yang kami tidak mampu memikulnya, baik dalam bentuk bentuk perintah-perintah syariat dan musibah musibah. Dan hapuskanlah dosa-dosa kami dan tutuplah kekurangan-kekurangan kami dan sudilah berbuat baik kepada kami. Engkau adalah penguasa urusan kami dan pengaturnya. maka tolonglah kami menghadapi orang orang yang mengingkari agamaMU dan mengingkari keesanMU serta mendustakan nabiMU,Muhammad sholallohu alaihi wasallam, dan jadikanlah kesudahan yang baik bagi kami di hadapan mereka di dunia dan akhirat.

Referensi: Link

7c079914e64f4677f1dd6c7535c05897


Keutamaan bershalawat di hari Jumat

“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.”
(HR. Baihaqi dalam Sunan Al Kubro. Hadits ini hasan ligoirihi –yaitu hasan dilihat dari jalur lainnya-)

Lebih lanjut buka : Link

📄 Q.S. Al Ahzab
🎙 Syaikh Wadi’ Al Yamani

27b78180e5b9f589347ed29eb8ff66e6


NASEHAT UNTUKKU
____

🔰 Jangan Berhenti Meminta Ampunan


▪️Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata :

"Allah pasti akan mengampuni siapa saja yang bertobat kepada-Nya, walaupun dosa-dosanya mencapai bilangan ombak lautan, kerikil, debu, dan pasir. Sesungguhnya Rabb kita Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri."

📒 (Uddatush Shabirin, hlm. 430)

c537a83d5cd17d25c4f181f4e4ed72b1


AHLUL QUR`AN

Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah ta`ala:

"Ahlul Qur`an adalah orang-orang yang mengilmuinya, beramal dengan apa yang ada di dalamnya sekalipun mereka tidak menghapalkannya di dalam dadanya, adapun orang yang menghapalkannya namun dia tidak memahaminya, tidak beramal dengan apa yang ada di dalamnya, maka dia bukanlah termasuk ahlul Qur`an, sekalipun dia menegakkan huruf-hurufnya seperti menegakkan anak panah".

Zaadul Ma`ad (1/327).
----------------
قال ابن القيم رحمه الله تعالى

أهل القرآن هم العالمون به، العاملون بما فيه وإن لم يحفظوه عن ظهر قلب، وأما من حفظه ولم يفهمه، ولم يعمل بما فيه، فليس من أهله، وإن أقام حروفه إقامة السهم

زاد المعاد || 327/1

Link

e9568d9108c837cee5fe8b6d994af460


Seandainya sholat memiliki gaji

fa3f9e0599ed65eb8b8abf516f87bf46


Saudariku
Selfie dan Hijab/Cadar
Bagai air dan api
Takkan bisa bersatu

Hijab/cadar untuk menutupi
Selfie untuk menampakkan
Mendakwahkannya dengan ilmu
Amal shalih & akhlak mulia
Dari engkau yang berhijab
Bukan engkau tampil/selfie
Dengan dalih berdakwah

Terlebih Jika wajah-mu terlihat
Foto selfie wajah yang sangat jelas
Sulit bagi laki-laki menundukan pandangan
Di dunia nyata laki-laki tidak berani
Jangankan melihat, mencuri pandang saja Takut ketahuan
Tapi foto selfie-mu bebas dilihat dan disimpan, dipandang sepuasnya maupun di-zoom.

Wanita tetap saja fitnah terbesar bagi laki-laki, Yang tertutup atau hanya muncul mata lentik lebih membuat penasaran, bahkan bisa jadi fantasi bagi yang jiwanya sakit.

Renungkanlah penjelasan berikut :
1. Fitnah (ujian) terbesar laki-laki adalah wanita.
2. Fitnah wanita bisa langsung menghilangkan akal laki-laki yang sebelumnya kokoh dan istiqamah beragama
3. Laki-laki lemah terhadap godaan wanita
4. Godaan wanita lebih dahsyat daripada godaan setan

Allah ta’ala berfirman :
“sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.” [An-Nisa’:76]
“Sesungguhnya tipu daya kalian para wanita adalah besar/adzim”[Yusuf:28]

Penyusun : Raehanul Bahraen

28ed323dc1862a7113aa5acf4936affc


3️⃣💐✅ TIGA CINTA YANG BERMANFAAT

🎙️ Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan,

"المحبة النافعة ثلاثة أنواع محبة الله ومحبة في الله ومحبة ما يعين على طاعة الله واجتناب معصيته."

"Cinta yang bermanfaat itu ada tiga macam yaitu,
cinta kepada Allah Ta'ala, cinta karena Allah Ta'ala dan mencintai semua yang mendukung ketaatan kepada Allah dan menjauhkan dari kemaksiatan terhadap-Nya."

📓 Ighotsatul Lahfan 2/140

0f34c4e16f904383dfeab9d21b3ec92a


🌼 Wanita yang cantik kulitnya akan takut terbakar oleh matahari,

Sedangkan wanita yang cantik akhlaknya akan takut terbakar api neraka.

✏️ Ustadz Dr. Firanda Andirja, Hafizhahullah

50b66506044fc3b0cb8bbbff8238aa24


[Tiada Alasan Untuk Mengeluh. Bukankah Musibah Adalah Pelebur Dosa?!]

"Andaikan kita mau jujur membandingkan antara kenikmatan yang Allah karuniakan dengan musibah yang Allah timpakan pada kita, niscaya akan kita temukan bahwa musibah tersebut jauh lebih sedikit"

📝 Ustadz Abdullah Zein hafidzhahullah

75563cc05b8472949b5f1ccedc006cc4


📎 DOA MEMOHON AGAR DIAMPUNI DOSA-DOSA KITA SEBELUM TIDUR
.
Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda : “Barangsiapa yang membaca ketika ia menuju tempat tidurnya :
.
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهَ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ وَلاَ إِلَهَ إلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
.
“Tidak ada Illah yang berhak disembah selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah segala kerajaan dan pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan upaya, kecuali dengan pertolongan Allah. Maha Suci Allah, segala puji bagi-Nya. Tidak ada IIlah yang berhak disembah selain Allah. Allah Maha Besar”

Maka ia akan diampuni dosa-dosa oleh Allah, walaupun dosa-dosanya itu seperti buih lautan” (HR. Ibnu Hibban no. 5528. Dishahihkan oleh Al-Albani rahimahullah dalam Ash-Shahihah no. 3414)

64a6d161c21155554b5f46c4067986ac


JANGAN JADI SUAMI DAYYUTS⁣

Contohnya:⁣

- Suami tidak cemburu jika istrinya berpakaian ketat dan membuka aurat. Kecantikannya dinikmati oleh semua mata laki-laki. Ia membiarkannya dan tidak menasehati serta memperbaiki istrinya⁣

- Ayah membiarkan putrinya pacaran dan dibawa ke mana saja dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Padahal kehormatan putrinya harus ia jaga sampai diserahkan pada suami yang bertanggung jawab kelak. Ia membiarkan putrinya terjerumus dalam zina dan tidak menasehatinya.⁣

- Suami membiarkan istrinya foto selfie dengan gaya centil (apalagi membuka aurat) dan bisa menjadi fitnah/ujian bagi laki-laki yang melihatnya. Ia tidak cemburu jika ada laki-laki yang puas memandang, bisa dengan bebas “stalking” akun istrinya karena banyak foto-foto. Bahkan bisa jadi ada laki-laki lain yang menyimpan dan mengkoleksi foto istrinya⁣

- Secara umum membiarkan terjadi maksiat dalam keluarga tanggung jawabnya dan ia tidak cemburu ataupun terusik sedikitpun⁣
Inilah suami dayyuts yang diancam dengan diharamkan surga baginya. dalam hadits,⁣

ﺛَﻼَﺛَﺔٌ ﺣَﺮَّﻡَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺗَﺒَﺎﺭَﻙَ ﻭَﺗَﻌَﺎﻟﻰَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻣُﺪْﻣِﻦُ ﺍﻟْﺨَﻤْﺮِ ﻭَﺍﻟْﻌَﺎﻕُ ﻭَﺍﻟﺪَّﻳُّﻮْﺙُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳُﻘِﺮُّ ﺍﻟْﺨَﺒَﺚَ ﻓِﻲ ﺃَﻫْﻠِﻪِ⁣

“Tiga golongan yang Allah mengharamkan surga atas mereka, pecandu bir, anak yang durhaka kepada orang tuanya, dan dayyuts yang membiarkan kemaksiatan pada istrinya (keluarganya).” (Shahih At-Targhib wat Tarhib no 2512)⁣

Dayyuts adalah membiarkan maksiat terjadi dan tidak ada rasa mengingkarinya. Dalam fatawa Asy-syabakiyah⁣

ﻓﺎﻟﺪﻳﻮﺙ : ﻫﻮ ﺍﻟﺬﻱ ﻻ ﻳﻐﺎﺭ ﻋﻠﻰ ﺃﻫﻠﻪ ﻭﻣﺤﺎﺭﻣﻪ ﻭﻳﺮﺿﻰ ﺑﺎﻟﻤﻌﺼﻴﺔ ﻭﺍﻟﻔﺎﺣﺸﺔ⁣

“Dayyuts adalah suami yang tidak cemburu (tidak risih/membiarkan) anggota keluarganya melakukan keharaman dan ia ridha dengan maksiat tersebut (tidak ada rasa tidak senang).” (Fatawa Asy-Syabakiyah no. 84151)⁣

Selengkapnya: Link

f6545c76a0a9fbda62e3b8a5b72768e0


Saat Sendirian, Ujian Sesungguhnya

Ibnul Jauzi berkata:

"Bila engkau taat kepada Allah saat sendirian, niscaya Allah akan memperbaiki hatimu, mau atau tidak mau".

" Shifatu Shafwah 2/413"

┈┉┅━━••••━━┅┉┈

8d91c8fcd94b1f50dd5a93865a375029


Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

14. Dan Kami telah mewasiatkan kepada manusia agar menaati kedua orang tuanya dan berbakti kepada keduanya dalam urusan yang bukan maksiat terhadap Allah. Ibunya telah mengandungnya di dalam perutnya dengan berbagai kesusahan yang terus menerus, kemudian menyapihnya dari penyusuan setelah dua tahun. Dan Kami katakan kepadanya, “Bersyukurlah kepada Allah atas kenikmatan yang telah Dia berikan kepadamu, kemudian berterima kasihlah kepada kedua orang tuamu atas pendidikan dan perhatian yang telah mereka berikan kepadamu, hanya kepada-Ku sajalah tempat kembali kalian, kemudian masing-masing Aku beri balasan sesuai dengan haknya.

Referensi: Link

11f058fdeece5df9fd32b5e071329182


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

8. Kemudian sungguh Allah akan bertanya kepada kalian pada Hari itu tentang nikmat sehat, kekayaan dan lainnya yang telah diberikan kepada kalian.

Referensi : Link

69ef1e85e0207974b1ac369ab492f38b


Sedih & Bahagia


قال عكرمة : ليس أحد إلا وهو يفرح ويحزن ولكن اجعلوا الفرح شكرا والحزن صبرا

Ikrimah rahimahullah berkata,

Tak ada seorang pun yang hidup di dunia ini kecuali ia akan merasakan kebahagiaan dan kesedihan. Meskipun begitu, bersyukurlah ketika kalian bahagia dan bersabarlah ketika kalian dilanda kesedihan."

(Tafsir Baghowi Surat Al-Hadid : 23)

b849e14d3ba5f6ccd0d8f7287f3d58b9


📎📎Tentang Dunia📎📎

Dikatakan kepada Sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu'anhu;


"Wahai Abul Hasan, sifatkan kepada kami tentang dunia.

Beliau pun menjawab:

"Yang Halal darinya akan dihisab, dan yang haram darinya balasannya an-naar."


📑 Az-Zuhud, Ibnu Abi Dunya hal. 29


📢 Mari berbagi kebaikan, gunakan sosial media kita untuk melakukan hal yang bermanfaat, semoga amal kita diterimah disisi Allah ﷻ. Aamiin Allahumma Aaminn.

2a63b160bcbcb156fe1418c6c74692a1


Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dan carilah pahala negeri akhirat pada apa yang Allah berikan kepadamu berupa harta benda, dengan mengamalkan ketaatan kepada Allah melalui harta itu di dunia ini. Dan janganlah kamu lupakan bagianmu dari dunia dengan jalan bersenang-senang di dunia ini dengan hal-hal yang halal, tanpa berlebihan. Dan berbuat baiklah kepada orang-orang dengan memberikan sedekah, sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dengan (memberikan) harta yang banyak. Dan janganlah kamu mencari apa yang diharamkan oleh Allah berupa tindakan berbuat kerusakan di muka bumi dan penganiayaan terhadap kaummu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan dan Dia akan membalas mereka atas amal perbuatan buruk mereka.”

Referensi: Link

1de7d47b2cb6817bdc5dd54291bbbe2a


Lebih baik tidak tahu...

🍂 Sedikit mengetahui rahasia atau aib orang lain itu merupakan nikmat.

🥀 Kita tak pernah tahu kapan lisan kita akan terpeleset mengucapkan salah satu dari kedua hal tersebut.

🍁 Jika hal itu rahasia, sungguh kita tak lagi amanah.

🍃 Jika hal itu aib, bukankah itu termasuk ghibah ?
-
-
✍🏻 Ustadz Boris Tanesia hafidzahullah

91a2b266e918d70ff197e272e6fa3d2f


SUJUD SAHWI DILAKUKAN KETIKA APA

Shidiq Hasan Khon rahimahullah berkata, “Hadits-hadits tegas yang menjelaskan mengenai sujud sahwi kadang menyebutkan bahwa sujud sahwi terletak sebelum salam dan kadang pula sesudah salam. Hal ini menunjukkan bahwa boleh melakukannya sebelum ataukah sesudah salam. Akan tetapi lebih bagus jika melakukannya mengikuti cara yang telah dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.  Jika ada dalil yang menjelaskan bahwa sujud sahwi ketika itu sebelum salam, maka hendaklah dilakukan sebelum salam. Begitu pula jika ada dalil yang menjelaskan bahwa sujud sahwi ketika itu sesudah salam, maka hendaklah dilakukan sesudah salam. Selain hal ini, maka di situ ada pilihan. Akan tetapi, memilih melakukannya sebelum atau sesudah salam itu hanya sunnah (tidak sampai wajib, pen).”[1]

Adapun penjelasan mengenai letak sujud sahwi sebelum ataukah sesudah salam dapat dilihat pada rincian berikut.

1. Jika terdapat kekurangan pada shalat –seperti kekurangan tasyahud awal-, ini berarti kekurangan tadi butuh ditambal, maka menutupinya tentu saja dengan sujud sahwi sebelum salam untuk menyempurnakan shalat. Karena jika seseorang sudah mengucapkan salam, berarti ia sudah selesai dari shalat.

2. Jika terdapat kelebihan dalam shalat –seperti terdapat penambahan satu raka’aat-, maka hendaklah sujud sahwi dilakukan sesudah salam. Karena sujud sahwi ketika itu untuk menghinakan setan.

3. Jika seseorang terlanjur salam, namun ternyata masih memiliki kekurangan raka’at, maka hendaklah ia menyempurnakan kekurangan raka’at tadi. Pada saat ini, sujud sahwinya adalah sesudah salam dengan tujuan untuk menghinakan setan.

4. Jika terdapat keragu-raguan dalam shalat, lalu ia mengingatnya dan bisa memilih yang yakin, maka hendaklah ia sujud sahwi sesudah salam untuk menghinakan setan.

5. Jika terdapat keragu-raguan dalam shalat, lalu tidak nampak baginya keadaan yang yakin. Semisal ia ragu apakah shalatnya empat atau lima raka’at. Jika ternyata shalatnya benar lima raka’at, maka tambahan sujud tadi untuk menggenapkan shalatnya tersebut. Jadi seakan-akan ia shalat enam raka’at, bukan lima raka’at. Pada saat ini sujud sahwinya adalah sebelum salam karena shalatnya ketika itu seakan-akan perlu ditambal disebabkan masih ada yang kurang yaitu yang belum ia yakini.


© 2023 Link
Sumber: Link

fd3e79b93feb8d87ad9dc2cd4a135855


Saya Akan Mewarnainya setelah menikah nanti.

Syaikh Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata :

Kita tidak dibebani dengan masa depan, karena masa depan sesuatu yang tidak diketahui.

Bisa jadi engkau menikahinya karena mengharapkan agar Allah memberinya hidayah melalui dirimu, tetapi yang terjadi justru dia mengubah dirimu kepada keadaannya. Akibatnya, engkau yang celaka gara-gara dirinya.

📖 Asy-Syarhul Mumti' 12/13

88f840377a585b2d8e1c18ae7cb25055


Bismillah..

🌷🌻📌Agar istri selalu terlihat cantik

Yang pasti bukan karena perawatannya atau asal ada dananya. Semua berasal dari suami yang menjaga pandangannya.

Karena Meski istri bolak balik ke salon 3x sehari seperti minum obat, tidak akan
terlihat cantik di mata suami yang tidak bisa untuk menjaga pandangannya.

Ustadz Badru Salam hafizahulah

07b195dd2bba1ff95fb3fc01b1a9288d


RIYA', UJIAN BAGI ORANG-ORANG SHOLIH

Cara setan menggoda seorang hamba sangatlah beragam. Beda jenis dan beda bidang, beda pula cara menggoda dan menghasutnya. Hamba yang berprofesi sebagai pedagang, maka dihasut untuk memakan harta riba. Kaum hawa digoda agar mengenakan perhiasan yang diharamkan. Begitu pula dengan hamba yang saleh, maka setan akan menggoda mereka melalui pintu riya’.

Imam At-Tayyibi rahimahullah mengatakan tentang riya’, ”Ia merupakan tipuan hawa nafsu dan intrik kejahatan yang paling berbahaya, ujian bagi para ulama, ahli ibadah, dan mereka yang antusias bersemangat meniti jalan akhirat.”

Bahkan, Nabi kita yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam khawatir bila riya’ ini akan menimpa para sahabatnya. Di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Said Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Maukah kalian kuberitahu tentang sesuatu yang menurutku lebih aku khawatirkan terhadap kalian daripada (fitnah) Al-Masih Ad-Dajjal?” (Abu Said) berkata, “Para sahabat berkata, ‘Tentu saja.'” Beliau bersabda, “Syirik khafi (yang tersembunyi), yaitu ketika seseorang berdiri mengerjakan shalat, kemudian dia memperbagus shalatnya karena mengetahui ada orang lain yang memperhatikannya.” (HR. Ibnu Majah no. 3408. Dihasankan oleh Syekh Albani).

Namun, bukan termasuk dari riya’ apabila seorang mukmin melakukan amal saleh, kemudian Allah Ta’ala jadikan kaum mukminin lainnya memujinya dengan pujian yang baik sedang ia sama sekali tidak menduganya, lalu timbullah kebahagiaan di hatinya karena keutamaan Allah Ta’ala yang ia dapatkan ini.

Hal semacam ini tidak akan membahayakannya dan bukan termasuk dari riya’. Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam perihal seseorang yang melakukan sebuah amal kebaikan lalu manusia mulai memujinya karena amalannya tersebut, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun menjawab, “Itu adalah kabar gembira yang disegerakan untuk seorang Mukmin.” (HR. Muslim no. 2642).

Adapun jika seseorang yang sedari awal memperbagus amalnya agar dipuji manusia, maka inilah yang disebut riya’.

Penulis: Ustaz Muhammad Idris hafizhahullah
Artikel: Link

Simak bahasan lengkapnya lewat tautan berikut:
Link

Semoga bermanfaat.

486420621533e319929b4d96a400fb2e


Sedekah tidaklah mungkin mengurangi harta … Yakinlah!
--
Dari Asma’ binti Abi Bakr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padaku,

لاَ تُوكِي فَيُوكى عَلَيْكِ

“Janganlah engkau menyimpan harta (tanpa mensedekahkannya). Jika tidak, maka Allah akan menahan rizki untukmu.”

Dalam riwayat lain disebutkan,

أنفقي أَوِ انْفَحِي ، أَوْ انْضَحِي ، وَلاَ تُحصي فَيُحْصِي اللهُ عَلَيْكِ ، وَلاَ تُوعي فَيُوعي اللهُ عَلَيْكِ

“Infaqkanlah hartamu. Janganlah engkau menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau mensedekahkan). Jika tidak, maka Allah akan menghilangkan barokah rizki tersebut[1]. Janganlah menghalangi anugerah Allah untukmu. Jika tidak, maka Allah akan menahan anugerah dan kemurahan untukmu.”[2]

Hadits ini dibawakan oleh Yahya bin Syarf An Nawawi dalam Riyadhus Shalihin pada Bab “Kemuliaan, berderma dan berinfaq”, hadits no. 559 (60/16).

d8fdf7b065d5e70b9b0ec203c0735a8c


Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Musa berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku telah menzhalimi diriku sendiri dengan membunuh jiwa yang Engkau tidak memerintahkan aku untuk membunuhnya. Maka ampunilah dosaku itu.” Maka Allah mengampuninya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dosa-dosa hamba-hambaNya, juga Maha Penyayang terhadap mereka.

Referensi: Link

38db13c94d66895cb60b3637942d376a


📎 Dua Nafas

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata:

"Hendaknya seorang hamba menjadikan seluruh nafasnya berputar antara dua hal: Satu nafas untuk memuji Rabbnya dan satu nafas lagi untuk memohon ampun dari dosanya".

📚 "Jami`ul Masail 1/161"

┈┉┅━━••••━━┅┉┈

1742c39abdbab8583a2e53e626c1f5a6


Agar Rasa Hasad Hilang

Hatim al-Asham rahimahullah mengatakan,

"Aku melihat orang-orang saling hasad, maka aku pun merenungi firman Allah ta’ala:

نَحۡنُ قَسَمۡنَا بَیۡنَهُم مَّعِیشَتَهُمۡ فِی ٱلۡحَیَوٰةِ ٱلدُّنۡیَاۚ

“Kamilah yang membagi-bagi penghidupan untuk mereka dalam kehidupan dunia..” (QS az-Zukhruf [43]: 32)

Maka, aku pun meninggalkan hasad, karena hasad adalah bentuk protes terhadap pembagian Allah."

📖 Ibnu Qudamah al-Maqdisi, Mukhtashar Minhajil Qashidin, hlm 28.

f05468d30a32574caf2a51b12eeb76f8


Keutamaan Shalat Shubuh

Jika kita perhatikan kondisi masjid-masjid, akan terasa sepi di waktu Shubuh. Lihat saja berapa banyak di antara teman-teman atau tetangga-tetangga kita yang sering meninggalkan shalat Shubuh. Ada yang sangat keterlaluan sampai-sampai merangkapnya dengan shalat Dhuha karena dilakukan setelah matahari meninggi. Padahal shalat shubuh adalah shalat yang amat utama. Shalat shubuh adalah yang terasa berat bagi orang-orang munafik.

Dari Jundab bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang shalat subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu, janganlah menyakiti orang yang shalat Shubuh tanpa jalan yang benar.  Jika tidak, Allah akan menyiksanya dengan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 657)

Ada beberapa faedah dari hadits di atas:

Pertama: Menunjukkan agungnya shalat fajar (shalat shubuh) di sisi Allah Ta’ala.

Kedua: Barangsiapa yang shalat Shubuh, maka ia mendapat jaminan dan rasa aman dari Allah. Jaminan ini adalah tambahan setelah seseorang berislam dengan mengakui “laa ilaha illallah”, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah.

Ketiga: Secara tekstual menunjukkan bahwa orang yang shalat shubuh secara berjamaah atau sendirian akan mendapatkan jaminan Allah tadi.

Sumber Link

a02f6a6b5c589cbab4b9dc51b8873e26


Akhlak Orang Sekitar Itu Bisa Menular

👤 Ibnu Qudamah al-Maqdisi rahimahullah berkata:

"Terkadang akhlak yang baik itu didapatkan dikarenakan sebab berteman dengan orang-orang baik. Karena kebiasaan itu adalah pencuri yang dapat mencuri kebaikan maupun keburukan.

____

📚 Mukhtashar Munhajul Qashidin, hal. 153

14b2b2e6d3bf214d7bc867f2bd7e0ad4


🎥 TELAT SHOLAT JUMAT GANTI SHALAT DHUHUR?
.
👤 Syaikh Sa`ad bin Nashir Asy-Syatsri Hafidzahullah
.
➡️ Official Youtube ShahihFiqih : Link

e516f722dc217ea03b365c5f281cb91b


Dianggap biasa...

"Gua biasa aja tuh kalo ngeliat wanita berpakaian seksi, elo aja kali yang otaknya ngeres."

Bukan, bukan dia yang otaknya ngeres. Namun hatimu yang sudah kelam sehingga kemaksiatan kau anggap biasa....
-
-
✍🏻 Ustadz Boris Tanesia hafidzahullah

11e6a7da586cc615c1e59513d158329f


Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dan teruslah kalian -wahai orang-orang Mukmin-, menginfakkan harta demi membela agama Allah dan jihad di jalan Nya. Dan janganlah kalian menjerumuskan diri-diri kalian ke dalam tempat-tempat kebinasaan dengan tidak berjihad dijalan Allah dan meninggalkan infak padanya. Dan berbuat baiklah kalian dalam berinfak dan taat kepada Allah, dan jadikanlah amal shalih kalian seluruhnya murni karena mengharap wajah Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang ikhlas dan berbuat baik.

Referensi: Link

d5ecfd6582855ce8482bf8242564e156


NASEHAT UNTUKKU
____


Rasa Syukur adalah Anugrah

Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata,

"Di antara anugerah terbesar bulan ramadan adalah perjumpaan dengan waktu mustajabnya doa. Seorang hamba berdoa memohon surga dan memohon keselamatan dari api neraka, kemudian dikabulkan permintaannya itu, maka dia telah berjaya dengan memperoleh kebahagiaan yang abadi.

Allah taala berfirman (yang artinya),

'Barang siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan' (Q.S. Ali Imran: 185)."

Lathaif al-Ma'arif, hlm. 216;

1eead9cbc20f3825008de7941101eb0e


SUAMI YANG LEMBUT DILUAR RUMAH TAPI KERAS DENGAN ANAK DAN ISTRINYA

Salah satu sifat suami yang baik adalah berwibawa, disegani dan bisa diandalkan di luar rumah, baik itu ketika bekerja atau bermuamalah. Di dalam rumahnya, seorang suami ramah, akrab dan bermain-main dengan istri dan anak-anaknya. Inilah yang dicontohkan oleh Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Perhatikan riwayat berikut,
.
Dari Tsabit bin Ubaid, “Aku belum pernah melihat seorang yang demikian berwibawa saat duduk bersama kawan-kawan namun demikian akrab dan kocak saat berada di rumah melebihi Zaid bin Tsabit”[1]
.
Karenanya ada perumpamaan bagi suami,
“Singa di luar rumah dan kucing di dalam rumah”
.
Seorang suami layaknya singa di luar rumah, berwibawa, disegani dan dapat diandalkan, sedangkan di dalam rumah, ia akrab dan bermain-main dengan keluarganya sebagaimana anak kucing yang memainkan pintalan benang.
.
Janganlah terbalik, suami di luar rumah tidak berwibawa dan terlalu sering melucu yang bisa menurunkan kewibawaan dan tidak disegani orang, akan tetapi di dalam rumah ia bagaikan singa yang mudah mengaum, mudah marah dan mengamuk, istri dan anak-anaknya sangat takut padanya serta tidak adanya rasa kasih sayang, ia membuat suasana rumah menjadi tegang dan menakutkan. Tentu ini bukanlah sifat suami yang baik.
.
Perhatikan hadits berikut yang menjelaskan bahwa semua permainan itu bisa melalaikan, akan tetapi ada pengecualiannya yaitu bermainnya suami bersama anggota keluarganya. Hal ini justru bermanfaat dan dianjurkan oleh agama.
.
”Segala sesuatu yang dijadikan permainan oleh seseorang adalah batil, kecuali tiga perkara, melepaskan panah dari busurnya, latihan berkuda, dan senda gurau (mula’abah) bersama keluarganya, karena itu adalah hak bagi mereka.”[2]
.
BACA SELENGKAPNYA:

Link

Penulis: Raehanul Bahraen

6cbf2ab557a4c15a203c90cc37ba29ca


Ucapkan doa ini saat hantaman pertama

d3d4d465af4e62fda704d0e0fb1a24a2


TAUBATI DOSA DAN PILIH LINGKUNGAN YANG BAIK

Kita juga diperintahkan untuk mencari lingkungan dan pertemanan yang baik sebagaimana nasehat seorang ulama di masa umat sebelum kita ketika menasehati seorang yang memiliki setumpuk dosa karena telah membunuh seratus orang yang tidak berdosa.

انْطَلِقْ إِلَى أَرْضِ كَذَا وَكَذَا فَإِنَّ بِهَا أُنَاسًا يَعْبُدُونَ اللَّهَ فَاعْبُدِ اللَّهَ مَعَهُمْ وَلاَ تَرْجِعْ إِلَى أَرْضِكَ فَإِنَّهَا أَرْضُ سَوْءٍ

“Pergilah ke kampung itu karena di sana terdapat orang-orang yang beribadah kepada Allah. Beribadahlah kepada Allah bersama mereka. Jangan pernah kembali ke kampungmu karena kampungmu adalah lingkungan yang buruk.”

(HR. Muslim, no. 2766, dari sahabat Abu Sa’id Al Khudri).

Sumber instagram bimbingan_islam

7aac24b67a0f796927892b25231d0f16


📎 Pahala Terus Mengalir

Ibnul Jauzi berkata:

"Barangsiapa yang ingin agar amalnya tidak terputus setelah kematiannya maka hendaknya dia menyebarkan ilmu".

📚 "At Tadzkirah 55"

┈┉┅━━••••━━┅┉┈

d3072c0e9e97dc2bd3b61511aef5d3a3


Agar Hati Bercahaya

Imam Asy Syafi`i berkata:

"Menjauhi kemaksiatan dan meninggalkan hal yang tidak bermanfaat bisa membuat hati bercahaya".

"Siyar A`lam Nubala` 10/98"

┈┉┅━━••••━━┅┉┈

c5421c4228986002757a155cc4ab04f8


JANGAN BIARKAN "JALANAN" UKHUWAH KITA LICIN KARENA PRASANGKA 🌧️🏍️

Bro, saat kita touring bareng menembus hujan dan jalanan basah, satu-satunya modal kita agar selamat sampai tujuan adalah KEPERCAYAAN. Kita percaya Road Captain di depan, kita percaya Sweeper di belakang. Kalau isinya cuma curiga, pasti bubar barisan.

Begitu juga dalam kehidupan sehari-hari. Imam Qatadah rahimahullah mengingatkan kita :
"Demi Allah, sungguh Allah telah mengagungkan kehormatan seorang muslim."

Allah saja menjaga kehormatan saudara kita, lalu siapa kita yang berani merusaknya dengan prasangka buruk tanpa bukti?

Buang jauh-jauh rasa curiga. Ganti dengan Prasangka Baik. Karena prasangka baik itu menenangkan hati, merekatkan barisan, dan mengundang ridho Ilahi.

Tetap rapatkan barisan, jaga hati tetap bersih!

4cbad5d8c4e353c3eb77b53f5274c1e3


🌅 @sunnahstori x @thesunnah_path


JAUHI BURUK SANGKA DAN SUKA MENDUGA-DUGA!

💬 Syaikh Muhammad bin Nashirudin al-Albani rahimahullah menyatakan,

”كثيراً ما تقع المقاطعة والمصارمة مما يخطر في بال الإنسان من الظنون والأوهام تجاه أخيه المسلم”

"Kebanyakan putusnya hubungan dan perseteruan adalah karena mengikuti apa yang terbesit dalam benak seseorang dari berbagai prasangka dan dugaan (tanpa dasar) terhadap saudaranya sesama muslim."

✍️ Silsilah al-Huda wa an-nuur kaset 23


🖥 KajianIslamTemanggung

Bantu Subscribe
Link

Media Official @sunnahstori
👇

🖥 Youtube : Link
🌐 Telegram : Link
📱 Instagram : Link
💻 Facebook : Link

3a882923bc76ab607b5616c151e08256


SEGERAKAN MEMINTA MAAF

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barang siapa yang pernah berbuat zalim terhadap kehormatan saudaranya atau mengambil sesuatu darinya, hendaknya segera meminta maaf dan kehalalannya (di dunia ini) sebelum tiba hari di mana dinar dan dirham tak lagi bermanfaat. Jika tidak, maka pada hari kiamat, amal salehnya akan diambil sebanding dengan kezaliman yang telah diperbuat. Jika ia tidak lagi memiliki kebaikan, maka keburukan orang yang pernah ia zalimi akan dipindahkan kepadanya.”

(HR. Bukhari, no. 2449)


13dd0bae8ead5bc084bb657a6f1d9ad5


📎 Ketaatan Dalam Kesepian

Ibnu Rajab berkata:

"Ketaatan seorang hamba kepada Rabbnya saat sendirian merupakan bukti kuatnya keimanan dan keikhlasannya kepada Rabbnya".

📚 "Majmu` Rosail 752"

┈┉┅━━••••━━┅┉┈

e4ff2186c8bf85f4925085c059ef3633


✋🏻📢⛔️⚠️ Petaka Riba: Dosa yang Menghancurkan

✍🏻 Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata:

"Ketahuilah! Perbuatan riba itu termasuk penyebab kehancuran. Ia lebih samar daripada langkah semut di atas batu pada malam yang gelap. Riba terkecil saja bagaikan berzina dengan ibu. Sementara itu, berzina dengan ibu dosanya tujuh puluh kali lebih besar daripada berzina dengan selain ibu."
📚 Bahru ad-Dumu', hlm. 175

Ucapan ini menggambarkan betapa mengerikannya dosa riba, baik dari sisi efeknya terhadap pelaku maupun dari sisi kerusakan sosial yang ditimbulkan. Riba bukanlah dosa kecil atau sepele yang bisa dianggap biasa, bahkan dosa riba memiliki tingkatan keburukan yang sangat besar dan menjijikkan dalam pandangan syariat.

📌 Riba: Dosa yang Samar Namun Mematikan
Imam Ibnul Jauzi menggambarkan riba sebagai lebih halus daripada jejak semut yang berjalan di atas batu licin di malam gelap gulita. Artinya, riba seringkali hadir dalam bentuk yang tidak terasa atau tidak disadari. Banyak orang tergelincir ke dalamnya tanpa sadar, karena wujud riba telah bercampur dengan berbagai bentuk transaksi dunia modern.

Hal ini menjadi peringatan keras agar kaum Muslimin lebih berhati-hati dalam bermuamalah, terutama dalam urusan utang-piutang, investasi, dan perbankan. Jangan sampai kita terjerumus ke dalam riba hanya karena kelalaian atau ketidaktahuan.

📌 Riba: Dosa yang Berat dan Keji
Perkataan Imam Ibnul Jauzi yang menyamakan riba terkecil dengan zina terhadap ibu adalah bentuk tasybih (penyerupaan) untuk menggambarkan betapa busuk dan keji dosa riba. Berzina dengan ibu adalah puncak kekejian dan kemaksiatan, namun dosa riba dalam timbangan Allah bahkan lebih berat dari itu. Rasulullah ﷺ juga pernah menyatakan bahwa satu dirham dari hasil riba lebih besar dosanya daripada berzina sebanyak 36 kali.

Ini menunjukkan bahwa riba bukan hanya merusak harta dan kehidupan dunia, tetapi juga mengundang murka Allah dan ancaman adzab yang pedih di akhirat.

📌 Menghindari Riba: Wajib Bagi Setiap Muslim
Dalam Al-Qur'an, Allah Ta'ala menyatakan bahwa orang yang terus mengambil riba setelah datang kepadanya peringatan dari Allah, maka dia termasuk penghuni neraka, kekal di dalamnya (QS. Al-Baqarah: 275). Allah bahkan mengumumkan perang terhadap pelaku riba (QS. Al-Baqarah: 279). Maka siapa yang berakal dan beriman, hendaknya segera menjauhi segala bentuk riba, baik sebagai pemberi, penerima, penulis, atau saksinya.

📌 Riba adalah dosa yang mengundang kehancuran, baik kehancuran harta, keberkahan, maupun kehidupan. Ucapan tajam Imam Ibnul Jauzi bukan untuk menakut-nakuti tanpa alasan, tapi sebagai peringatan tegas agar kita menjauhi riba dalam bentuk apapun.

Semoga Allah melindungi kita dari segala bentuk riba dan menjadikan kita termasuk hamba yang bersih dari harta haram dan hidup dalam keberkahan.

Wallahu A'lam Bishawab

77b51ccadacd8aedb305333f2797f087


📎 SEBAB SULIT MEMAHAMI AL-QURAN

👤 Ibnu Qudamah rahimahullah berkata:

من موانع فهم القرآن والتلذذ به أن يكون التالي:
١. مُصرًا على ذنب،
٢. أو متصفًا بكبر،
٣. أو مبتلى بهوى مطاع

“Di antara faktor penghalang seseorang memahami Al-Qur’an dan merasakan kelezatan (memahami dan mengamalkan) Al-Qur’an adalah:
1. Terus menerus berbuat dosa.
2. Memiliki sifat sombong.
3. Diuji dengan hawa nafsu yang diperturutkan.”

_____

📚 Mukhtashar Minhaj al-Qashidin: 45

🌍 Web | Link

b16062b9d4ed9fff7a34e0f48fdd8c63


AL-MAJID (Yang Maha Luas Kemuliaan-Nya)

Makna Nama Allah Al-Majid

قال تعالى: وَهُوَ الْغَفُورُ الْوَدُودُ ذُو الْعَرْشِ الْمَجِيدُ [البروج: 14، 15]

Artinya:
“Dialah Allah Yang Maha Pengampun Maha Mencintai, pemilik Arsy dan Yang Maha Mulia”.
(AlBuruj: 14-15).

قال ابن القيم رحمه الله: وصف- الله تعالى – نفسه بالمجيد وهو المتضمن لكثرة صفات كماله وسعتها وعدم إحصاء الخلق لها وسعة أفعاله وكثرة خيره ودوامه….. (التبيان في أقسام القرآن لابن القيم – ص 94)

Berkata Ibnu Qayyim:
“ Allah mensifatkan Diri-Nya dengan “al-majid (keagungan)” yang maksudnya terkandung dalam nama tersebut semua makna kesempurnaan dan keluasan sifat Allah, juga tidak mampu makhluk menghitungnya, maha luasnya perbuatan-Nya serta banyak dan terus menerus kebaikan-Nya kepada makhluk."
(Lihat: Tibyan fi aqsam Al-quran karya Ibnu Qayyim, hal:94)

Al-Majid adalah salah satu asmaul husna yang memiliki beberapa sifat. Ia tidak hanya mengandung satu makna saja. Maknanya adalah Dzat yang luas dan agung sifat-Nya, banyak dan mulia sifat-Nya.
(lihat: Ensiklopedia Asmaul Husna karya Syaikh Abdurrazaq, hal:464).

Beribadah dengan Nama Allah Al-Majid

Dengan cara mengagungkan dan memuliakan apa saja yang Allah muliakan. Diantaranya, Allah menamai Al-Quran kitab-Nya dengan Al-Majid, maka wajib bagi memuliakan kitab-Nya. Dengan cara banyak membacanya, memahaminya, mengamalkan dan mendakwahkannya.

Berdo’a dengan nama Allah Al-Majid

Berdoa dengan nama ini yaitu dengan cara banyak bersholawat kepada Nabi Muhammad Shalallah alaihi wasalam. Karena diakhir sholawat tersebut ditutup dengan bacaan:

إنك حميد مجيد

“Engkau adalah Maha Terpuji dan Maha Mulia”.

Allahu'alam..

e1e79b70a58f58c5b043251aae32a956


Dosa Jariyah, Setelah Mati Dosa Terus Mengalir
.
Jika kita tidak punya amal jariyah maka pastikanlah kita tidak punya dosa jariyah setelah kematian. Sangat rugi, jika kita mati membawa dosa jariyah, dosa terus mengalir sampai hari kiamat
.
Contohnya:
-Pernah share video porno, itu tersebar setelah kamatiannya dan ia belum bertaubat
.
-Pernah share foto membuka aurat di media sosial dan tersebar serta dilihat oleh laki-laki
.
-Pernah mengajarkan keburukan dan memberi contoh, ia belum bertaubat dan belum memperbaiki dan membenarkan ajaran yang tersebar tersebut
.
Jika ia bertaubat dan ikhlas, berusaha menghilangkan dosa yang yang ia ajarkan dan ia sebar, akan diampuni oleh Allah
.
Berikut beberapa dalil adanya dosa jariyah

Sebagaimana ada amal jariyah maka ada juga dosa jariyah sebagaimana dalam hadita berikut:
.
“Barangsiapa yang mencontohkan melakukan suatu perbuatan yang buruk, maka baginya dosanya dan DOSA ORANG YANG MELAKUKAN SESUDAHNYA, tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.”[1]
.
Demikian juga Allah berfirman bahwa orang yang mengajarkan atau mencontohkan perbuatan dosa, ia akan menanggung dosa orang yang mengikutinya.
.
"Mereka akan memikul dosa-dosanya dengan penuh pada Hari Kiamat, dan MEMIKUL DOSA-DOSA ORANG YANG MEREKA SESATKAN, yang tidak mengetahui sedikit pun (bahwa.mereka disesatkan). (QS. an-Nahl: 25)
.
Mujahid menafsirkan ayat ini, beliau berkata:
.
"Mereka menanggung dosa mereka sendiri dan dosa orang lain yang mengikuti mereka. Mereka sama sekali tidak diberi keringanan azab karena dosa orang yang mengikutinya.[2]
.
Cara bertaubat dari dosa jariyah

.
BACA SELENGKAPNYA:
Link

Penyusun: Raehanul Bahraen حَفِظَهُ الله

5eddcfd00f786586628607e2eff07e63


Sering dilupakan meski sudah hafal, Padahal doa ini bisa melindungi dari gangguan jin dan setan dan juga bisa melindungi dari perbuatan dosa tersembunyi (onani) di WC..❗

-Save, share dan follow Kajian Syaikh agar kalian tidak ketinggalan mengetahui doa-doa shahih dari Nabi ﷺ.

26b07a3482fcdf45aeb2258eadf134e7


🌹🌻🌷💐 IMAM SHALAT TARAWIH HENDAKNYA TIDAK MEMBERATKAN KAUM MUSLIMIN

✍🏼 Abu Utsman an-Nahdy rahimahullah berkata,

دعا عمر القراء في رمضان فأمر أسرعهم قراءة أن يقرأ ثلاثين آية، والوسط خمسة وعشرين آية، والبطيء عشرين آية.

"Pada bulan Ramadhan, Umar memanggil para penghafal Al-Qur`an. Beliau menyuruh yang paling cepat bacaannya di antara mereka agar membaca 30 ayat (dalam setiap rakaat), yang bacaannya sedang agar membaca 25 ayat, dan yang bacaannya lambat agar membaca 20 ayat."

📚 Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, no. 7754

2fad467778b3b205d071a24f7b29bde2


PARAMETER KEBAIKAN
➖➖➖➖➖➖➖

Di antara tujuan utama diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, selain untuk menegakkan tauhid di muka bumi, adalah dalam rangka menyempurnakan akhlak umat manusia. Sebagaimana dijelaskan dengan gamblang dalam sabda beliau,

“بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلاَقِ”

“Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (H.R. Al-Hakim dan dinilai sahih oleh beliau, adz-Dzahabi dan al-Albani).

Sedemikian besar perhatiannya terhadap perealisasian akhlak, Islam tidak hanya menjelaskan hal ini secara global, namun juga menerangkannya secara terperinci. Bagaimanakah akhlak seorang muslim kepada Rabb-nya, keluarganya, tetangganya, bahkan kepada hewan dan tetumbuhan sekalipun!

Di antara hal yang tidak terlepas dari sorotannya ialah penjelasan tentang barometer akhlak mulia. Yakni, kapankah seseorang itu berhak dinilai memiliki akhlak mulia. Atau dengan kata lain: sisi apakah yang bisa dijadikan ‘jaminan’ bahwa seseorang itu akan berakhlak mulia pada seluruh sisi kehidupannya apabila ia telah berakhlak mulia pada sisi yang satu itu?

Panutan kita Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan permasalahan di atas dalam sabdanya,

“خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي”

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. Dan akulah yang paling baik di antara kalian dalam bermuamalah dengan keluargaku.” (H.R. Tirmidzi dan beliau mengomentari bahwa hadits ini hasan gharib sahih. Ibnu Hibban dan al-Albani menilai hadits tersebut sahih).

Hadits di atas terdiri dari dua bagian. Pertama, penjelasan tentang barometer akhlak mulia. Kedua, tentang siapakah yang pantas dijadikan panutan dalam hal tersebut.



Sumber: Link
Copyright © 2023 Link


b860a09b1ce5a562206ba98d4d70abc1


DIANTARA CIRI-CIRI ORANG YANG PALING JAUH DARI AGAMA ISLAM

Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin rohimahulloh pernah berkata :

تجد أبعد الناس عن الإيمان والإسلام هم الذين اغتروا بمظاهر الكفار وتشبهوا بهم.

“Engkau akan menjumpai bahwa orang yang paling jauh dari Iman dan Islam itu adalah orang-orang yang tertipu dengan penampilan orang-orang kafir, dan suka menyerupai mereka.”

📚 Syarh Iqtidho’ Shirothil Mustaqim , hal. 218.

Catatan :

1. Artinya, akan ada diantara umat Islam ini, orang-orang yang suka membebek dan mengekor orang-orang kafir, dalam sebagian amal perbuatan mereka. Apakah itu akhlaknya, gaya penampilannya, cara berpakaiannya, bahkan pada sebagian ibadahnya, dan lain-lain.

Dan itulah orang-orang Islam, tetapi mereka sangat jauh dari tuntunan agama Islam itu sendiri.

2. Dan ketahuilah wahai saudaraku kaum Muslimin .....

Di dalam hadits-hadits yang shohih, banyak dijelaskan oleh Nabi Muhammad shollallohu alaihi wa sallam, bahwa umat Islam ini suatu saat akan suka "membebek/mengekor" terhadap orang-orang kafir, dalam sebagian perilaku dan keyakinan mereka !

Diantara dalil yang menunjukkan hal itu, diantaranya adalah hadits dari Abu Hurairah rodhiyallohu anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِى بِأَخْذِ الْقُرُونِ قَبْلَهَا ، شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ . فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَفَارِسَ وَالرُّومِ . فَقَالَ وَمَنِ النَّاسُ إِلاَّ أُولَئِكَ

“Kiamat tidak akan terjadi, hingga umatku mengikuti jalan generasi sebelumnya, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.”

Lalu ada yang menanyakan pada Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam : “Apakah mereka (umat Islam) itu akan mengikuti seperti Persia dan Romawi ?”

Beliau menjawab, “Siapa lagi kalau bukan mereka ?“ (HR. Al-Bukhari no. 7319)

Kemudian, dalam hadits dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, dia berkata bahwa Rosululloh shllallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ , قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ : فَمَنْ

“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (lobang yang sempit di dalam tanah, milik hewan sejenis biawak), pasti kalian pun akan mengikutinya.

Kami (para sahabat) berkata : “Wahai Rosulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani ?” Beliau menjawab : “Lantas siapa lagi kalau bukan mereka ?” (HR. Muslim no. 2669).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahulloh menjelaskan :

"Tidak diragukan lagi, bahwa umat Islam itu kelak akan ada yang mengikuti jejak Yahudi dan Nashrani dalam sebagian perkara !" ( Majmu’ Al Fatawa , 27/286)

Beliau juga menerangkan, bahwa dalam shalat ketika membaca surat Al-Fatihah, kita selalu meminta pada Allah agar diselamatkan dari jalan orang yang dimurkai dan jalan orang-orang yang sesat , yaitu jalannya Yahudi dan Nashrani.

Dan sebagian umat Islam ada yang sudah terjerumus mengikuti jejak kedua golongan tersebut ! ( Majmu’ Al-Fatawa, 1/65)

Imam An-Nawawi rohimahulloh, ketika menjelaskan hadits di atas mengatakan:

“Yang dimaksud dengan syibr (sejengkal) dan dziroo’ (hasta) serta lubang dhob (yakni lubang sempit milik hewan yang hidup di dalam tanah), adalah suatu permisalan bahwa tingkah laku kaum muslimin sangat mirip sekali dengan tingkah laku orang-orang Yahudi dan Nashrani.

Yaitu kaum muslimin mencocoki mereka dalam kemaksiatan dan berbagai penyimpangan mereka, bukan dalam hal-hal kekafiran mereka yang diikuti.

Perkataan beliau ini adalah suatu mukjizat bagi beliau, karena apa yang beliau katakan telah terjadi pada saat-saat ini.” ( Syarh Shohih Muslim , 16/219)
Demikianlah, jadi perbuatan sebagian kaum muslimin yang selalu mengikuti tingkah laku orang-orang kafir, sudah banyak diberitakan oleh Nabi Muhammad shollallohu alaihi wa sallam di dalam hadits-hadits beliau yang shohih.

Hadits-hadits tersebut di atas, meskipun lafadznya berupa berita (kabar), tetapi maknanya adalah berupa larangan, yakni larangan dari Tasyabbuh (meniru atau mengikuti) mereka !

3. Ya, meskipun hal itu berupa kabar/berita, dan itu juga berarti suatu Sunnatulloh (takdir Alloh) yang pasti akan terjadi, tetapi hal itu bukan berarti bahwa perbuatan tersebut adalah boleh. Sekali-kali tidak seperti itu, tetap TIDAK BOLEH !

Bahkan secara umum kita dilarang menyerupai mereka dalam hal yang menjadi kekhususan mereka. Penyerupaan ini dikenal dengan istilah TASYABBUH !

Lebih-lebih, banyak sekali hadits lainnya yang sangat tegas melarang dari perbuatan Tasyabbuh tersebut !

Diantara dalil yang menunjukkan itu, adalah sebuah hadits dari Ibnu ‘Umar rodhiyallohu anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa menyerupai suatu kaum , maka dia adalah termasuk bagian dari mereka.”

(HR. Ahmad (2/50), dan Abu Daud no. 4031. Syaikhul Islam dalam Iqtidho‘ (1/269) mengatakan, bahwa sanad hadits ini jayyid/bagus. Syaikh Al-Albani rohimahulloh juga mengatakan bahwa hadits ini shohih, sebagaimana dalam Irwa’ul Gholil no. 1269)

Dalil lainnya, hadits dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا

“Bukan termasuk golongan kita, siapa saja orang yang menyerupai orang selain kita.”

(HR. AT-Tirmidzi no. 2695. Syaikh Al-Albani rohimahulloh mengatakan, bahwa hadits ini hasan).

Dan masih banyak lagi dalil yang lainnya.

4. Mungkin ada yang bertanya, mengapa kita dilarang meniru-niru orang kafir secara lahiriyah ?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahulloh menjelaskan :

أَنَّ الْمُشَابَهَةَ فِي الْأُمُورِ الظَّاهِرَةِ تُورِثُ تَنَاسُبًا وَتَشَابُهًا فِي الْأَخْلَاقِ وَالْأَعْمَالِ وَلِهَذَا نُهِينَا عَنْ مُشَابَهَةِ الْكُفَّارِ

“Sesunghuhnya keserupaan dalam perkara lahiriyah (secara fisik), bisa berpengaruh pada keserupaan dalam hal akhlak dan amalan. Oleh karena itu, kita dilarang tasyabbuh (meniru/menyerupai ) dengan orang-orang kafir.” ( Majmu’ Al-Fatawa , 22/154).

Dalam kitab Majmu’ Al-Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahulloh juga berkata :

فَإِذَا كَانَ هَذَا فِي التَّشَبُّهِ بِهِمْ وَإِنْ كَانَ مِنْ الْعَادَاتِ فَكَيْفَ التَّشَبُّهُ بِهِمْ فِيمَا هُوَ أَبْلَغُ مِنْ ذَلِكَ ؟!

“Jika dalam perkara adat (kebiasaan) saja, kita dilarang tasyabbuh dengan mereka, bagaimana lagi dalam perkara yang lebih dari itu ?!” ( Majmu’ Al-Fatawa, 25/332)

Demikianlah, intinya adalah :

• Perbuatan Tasyabbuh dengan orang-orang kafir itu adalah dilarang dan haram hukumnya !

• Akan tetapi sangat disayangkan, banyak diantara kaum Muslimin yang justru melakukan perkara yang dilarang tersebut !

Dan hal itu akan menjadikan mereka sebagai orang-orang yang sangat jauh dan paling jauh dari tuntunan agamanya sendiri.

Kita memohon kepada Alloh ta'ala, agar senantiasa memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita semua, agar Istiqomah di atas tuntunan syari'at agama Islam yang mulia ini, sampai akhir hayat kita nanti.

Dan dijauhkan dari semua bentuk kesesatan dan penyimpangan dalam beragama. Aamiin ......

Nas-alulloha At-Taufiq wal Istiqomah ....

Surabaya , Rabu pagi yg sejuk, 6 Shofar 1445 H / 23 Agustus 2023 M

✍ Akhukum fillah, Abu Abdirrohman Yoyok WN Sby

Silahkan joint pada channel telegram kami :

Link

Atau, untuk materi dakwah BIMBINGAN MERAWAT JENASAH SESUAI SUNNAH , silahkan joint di telegram kami :

Link

Semoga bermanfaat bagi kita semuanya.

d3e52e1e6b02c7b1f17c85282d761d9e


🖋️INGAT ALLAH DALAM SUKA DAN DUKA

Berkata Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullahu Ta’ala,

"Tunaikanlah hak Allah dikala engkau dalam keadaan lapang, sehat, dan berkecukupan. Niscaya Allah akan mengenalimu disaat engkau susah, disaat kesehatan dan kecukupan mulai menghilang, dan kebutuhan mulai mendesak."

(Syarah Arbain Nawawi 1/203)

68c090b05c884a91414a34de30e1c11b


🔰 Penuntut Ilmu Tidak Boleh Futur!


Seorang penuntut ilmu tidak boleh futur dalam usahanya untuk memperoleh dan mengamalkan ilmu. Futur yaitu rasa malas, enggan, dan lamban dimana sebelumnya ia rajin, bersungguh-sungguh, dan penuh semangat.

Futur adalah satu penyakit yang sering menyerang sebagian ahli ibadah, para da’i, dan penuntut ilmu. Sehingga seseorang menjadi lemah dan malas, bahkan terkadang berhenti sama sekali dari melakukan aktivitas kebaikan.

Orang yang terkena penyakit futur ini berada pada tiga golongan, yaitu:

1. Golongan yang berhenti sama sekali dari aktivitasnya dengan sebab futur, dan golongan ini banyak
2. Golongan yang terus dalam kemalasan dan patah semangat, namun tidak sampai berhenti sama sekali dari aktivitasnya, dan golongan ini lebih banyak lagi.
3. Golongan yang kembali pada keadaan semula, dan golongan ini sangat sedikit (al-Futur Mazhaahiruhu wa Asbaabuhu wal ‘Ilaaj, hal. 22)

Futur memiliki banyak dan bermacam-macam sebab. Apabila seorang muslim selamat dari sebagiannya, maka sedikit sekali kemungkinan selamat dari yang lainnya. Sebab-sebab ini sebagiannya ada yang bersifat umum dan ada yang bersifat khusus.

Di antara sebab-sebab itu adalah:
1. Hilangnya keikhlasan.
2. Lemahnya ilmu syar’i.
3. Ketergantungan hati kepada dunia dan melupakan akhirat
4. Fitnah (cobaan) berupa isteri dan anak.
5. Hidup di tengah masyarakat yang rusak.
6. Berteman dengan orang-orang yang memiliki keinginan yang lemah dan cita-cita duniawi.
7. Melakukan dosa dan maksiat serta memakan yang haram
8. Tidak mempunyai tujuan yang jelas (baik dalam menuntut ilmu maupun berdakwah).
9. Lemahnya iman.
10. Menyendiri (tidak mau berjama’ah).
11. Lemahnya pendidikan (al-Futur Mazhaahiruhu wa Asbaabuhu wal ‘Ilaaj, hal. 43-71)

Futur adalah penyakit yang sangat ganas, namun tidaklah Allah menurunkan penyakit melainkan Dia pun menurunkan obatnya. Akan mengetahuinya orang-orang yang mau mengetahuinya, dan tidak akan mengetahuinya orang-orang yang enggan mengetahuinya.

Diantara obat penyakit futur adalah:

1. Memperbaharui keimanan. Yaitu dengan mentauhidkan Allah dan memohon kepada-Nya agar ditambah keimanan, serta memperbanyak ibadah, menjaga shalat wajib yang lima waktu dengan berjama’ah, mengerjakan shalat-shalat sunnah rawatib, melakukan shalat Tahajjud dan Witir. Begitu juga dengan bersedekah, silaturahmi, birrul walidain, dan selainnya dari amal-amal ketaatan.
2. Merasa selalu diawasi Allah Ta’ala dan banyak berdzikir kepada-Nya.
3. Ikhlas dan takwa.
4. Mensucikan hati (dari kotoran syirik, bid’ah dan maksiat).
5. Menuntut ilmu, tekun menghadiri pelajaran, majelis taklim, muhadharah ilmiyyah, dan daurah-daurah syar’iyyah.
6. Mengatur waktu dan mengintrospeksi diri.
7. Mencari teman yang baik (shalih).
8. Memperbanyak mengingat kematian dan takut terhadap su-ul khatimah (akhir kehidupan yang jelek).
9. Sabar dan belajar untuk sabar.
10. Berdo’a dan memohon pertolongan Allah (al-Futur Mazhaahiruhu wa Asbaabuhu wal ‘Ilaaj, hal. 88-119)

✍️ Ustazd Yazid bin Abdil Qodir Jawas hafidzhahullah

b54f535fe778b94ea9ed2659b3e50da5


AMBULANCE SIAP MENJALANKAN TUGAS !

Dengan Pelayanan Ambulance Gratis 24 Jam

Bagi masyarakat yang membutuhkan bisa langsung kontak Hotline 082177334455

Link">wa.me

InsyaaAllah 24 Jam Gratis Untuk wilayah Surabaya, Sidoarjo Kota dan Gresik Kota.

Agar layanan Ambulance Gratis ini terus di rasa manfaatnya oleh masyarakat. yuk mari saling mendukung dalam operasional ambulnce muslim biker indonesia Surabaya Chapter agar bermanfaat semakin luas.

gratis mbisurabaya

2e239867e0ce4f18f2fb7351c5e86e70


Waspada Dosa Syahwat
🎙 Ustadz Hermanto Abu Rozan
🎥 Link

📝 Di zaman fitnah ini, dosa syahwat sangat nyata di depan mata. Jangan biarkan iman digerogoti oleh dosa-dosa yang dianggap lumrah. Mari berjuang menjaga pandangan dan hati di atas jalan hidayah Allah Subhanahu wa Ta`ala.


b30a12c6eab0fd58329feefbd8cf95e1


JANGAN BANYAK TERTAWA

Rasulullahu shallallahu`alahi wa sallam bersabda,
"Janganlah kalian banyak tertawa karena sungguh banyak tertawa dapat mematikan hati."
(Hadits Riwayat Imam Al-Bukhori Rahimahullah dalam kitab adabul mufrod nomor : 98 dan dihasankan oleh Asy-Syaikh Muqbil Rahimahullah dalam Shahihul Musnad)




f691714c7e25e6f4b1439c53121b377a


🔹Jadikan Mereka Anak yang Sholeh 🔹

Silahkan disimak, Semoga Allah mudahkan dalam memahami ilmu agama..

Sesungguhnya orang yang cerdas adalah orang yang mempersiapkan bekal di dunia untuk kehidupan akhirat..

___________
👤 Pemateri : Ustadz Subhan Bawazier Hafidzhahullah