Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

 
1

KEBAIKAN MENENANGKAN, DOSA MENYESAKAN

Dari An-Nawwas bin Saman Al-Anshari Radhiyallahu Anhu, dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
Kebaikan adalah akhlak yang mulia, dan dosa adalah apa yang membuat sesak dadamu dan engkau tidak suka orang lain mengetahuinya.
HR. Muslim no. 2553



layanan Ambulance MBISC
24 Jam Gratis Dalam Kota Surabaya
Sidoarjo & Gresik
(Syarat & ketentuan berlaku)
https://mbisc.my.id/ambulance*whatapp">mbisc.my.id/ambulance*whatapp">https://mbisc.my.id/ambulance*whatapp

Instagram
https://mbisc.my.id/instagram">mbisc.my.id/instagram">https://mbisc.my.id/instagram

Whatapp Group Dakwah
https://mbisc.my.id/gdmbisc">mbisc.my.id/gdmbisc">https://mbisc.my.id/gdmbisc

eTiket System
https://mbisc.my.id/tiketinfo/">mbisc.my.id/tiketinfo/">https://mbisc.my.id/tiketinfo/

Join Member
https://mbisc.my.id/joinus">mbisc.my.id/joinus">https://mbisc.my.id/joinus

Info
mbisc.my.id">https://mbisc.my.id

3ff949780e8ca3e16d6acb388a74a123


[Forwarded from Maulana Aulia]
📖 SERIAL TAFSIR QURAN

📜 Surah An-Naziat 34

فَإِذَا جَآءَتِ ٱلطَّآمَّةُ ٱلْكُبْرَىٰ - ٣٤

Artinya :

34. Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang.

📝 Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah (Komite Fatwa Majelis Ulama KSA)

Setelah Allah menyebutkan berbagai kenikmatan dan keindahan dunia pada ayat-ayat sebelumnya, menjadi pertanyaan bagi kita, apakah semua itu akan terus berlanjut dan akan terus bertambah ataupun berkembang, apakah langit dan bumi akan terus ada ? tentunya tidak, sebagaimana yang Allah katakan pada ayat ini : { فَإِذَا جَاءَتِ الطَّامَّةُ الْكُبْرَىٰ } Dan apabila saatnya kiamat telah tiba, maka kehidupan dibumi ini akan berakhir, kiamat datang untuk menghancurkan segala-galanya, peristiwa yang sangat mengerikan yang belum pernah ada sebelumnya dan peristiwa inilah peristiwa kehancuran yang paling besar, semua yang ada dibumi akan musnah.

Referensi: Link

Telegram : @sahabatsunnahsmg
IG : @Linkarang X @thequran_path

7f9e2c53bb3401b69c9372efc235179c


✍🏻 Ibnu Abdil Bar rahimahullah menyatakan,

طلب الدنيا يمنع الإستفادة من العلم ، وأنه كلما ازداد المرء طلباً لها ازداد جهلاً وقل عمله

(Fokus hanya) mencari dunia dapat menghalangi untuk mengambil faidah ilmu (agama). Semakin seorang rakus dalam mencari dunia maka dia akan semakin bodoh terhadap agama dan semakin sedikit amalnya.

📚 At-Tamhid Lima fi al-Muwaththa` min al-Ma`ani wa al-Asanid (3/202)

Kata-kata Ibnu Abdil Bar rahimahullah ini memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Beliau menjelaskan bahwa ambisi untuk mengejar duniawi, tanpa keseimbangan dengan pencarian ilmu agama, dapat menyebabkan seseorang menjadi bodoh terhadap prinsip-prinsip agama dan memperkecil amal ibadahnya. Ini adalah peringatan penting agar kita tidak terjebak dalam kesibukan mengejar dunia yang sementara, melupakan ilmu yang akan bermanfaat di dunia dan akhirat.

Ilmu agama adalah landasan yang akan menuntun kita menuju kebahagiaan yang hakiki. Dunia ini memang penting, tetapi tidak boleh sampai menghalangi kita dari mencari ilmu yang dapat mendekatkan diri kepada Allah. Sebaliknya, ketika kita memperbanyak pencarian ilmu dan amal shaleh, dunia pun akan datang dengan sendirinya sebagai tambahan keberkahan.

Penting untuk menjaga keseimbangan dalam hidup: dunia perlu dicari dengan cara yang benar, namun ilmu agama dan amal saleh harus tetap menjadi prioritas utama.
Wallahu A'lam Bishawab

bd89e40192df61351de49f2337c3ddc3


QS. Al Hadid : 20

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

20. Ketahuilah (wahai manusia) bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan dan kesenangan, jasmani bermain-main dan hati bersenda gurau, perhiasan yang kalian berhias dengannya, kalian saling berbangga dengan harta kalian, kalian berlomba memperbanyak harta dan anak-anak, perumpamaannya seperti hujan yang tanamannya menakjubkan para petani, kemudian tanaman tersebut menua dan mengering, menguning setelah sebelumnya hijau, kemudian ia rontok dan hancur. Dan di akhirat ada azab yang berat bagi orang-orang kafir, dan ampunan dan ridha Allah bagi ahli iman. Kehidupan dunia ini bagi siapa yang beramal untuknya dan melupakan akhiratnya, hanyalah kesenangan yang memperdaya.

Referensi : Link

1071f312a81d998fbc5a0e0b53d8d76c


Kesalahan yang biasa terjadi telat dalam mengikuti Imam shalat

457382670c9f21284a95dc807a6a0f99


⤵️⤵️⤵️
TIDAK PANTAS

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin
rahimahullah berkata :

"Tidak sepantasnya seorang yang berakal sehat itu cenderung kepada dunia, tertipu dengannya, atau terpalingkan dari akhirat karenanya."

Sumber : Syarh Riyadhush Shalihin, 3/356
.
Follow : @positif reminds
.
Temen partner : @thequran
path
.

fce215ed3db8c4c6f6b68f228a3a2bc8


⚠️ HARTA ITU AKAN SIRNA, SEDANGKAN ILMU ITU AKAN ABADI

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah

من أفضل الأعمال نشر العلم؛ فإنه - أعني العلم - ليس كالمال؛ المال يفنى، والعلم يبقى.

"Diantara amalan yang paling utama, adalah menyebarkan ilmu. Karena sesungguhnya ilmu itu tidak sama dengan harta, harta itu akan sirna sedangkan ilmu itu akan abadi."

📚 Tafsir Al-Baqarah 2/269.

eebab942f9bbb8cfc95715e502cd28e9




Allah ﷻ berfirman,

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا ٱلْقُرْءَانَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?
(Al-Qamar:17)
--- ---

Tafsir:
Sungguh Kami telah memudahkan Al-Qur'an untuk dibaca, dihafal, dipahami maknanya bagi orang yang mau mengambil pelajaran dan ibrah. Adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
📖 Tafsir Al-Muyassar

89bba222dfba4e231212c1b945aa10bf


HARTA YANG BERMANFAAT

✍🏻 Umar bin Dzar rahimahullah mengisahkan,

قال الربيع بن أبي راشد، ورأى رجلاً مريضاً يتصدق بصدقة فقسمها بين جيرانه، فقال: الهدايا إمام الزيارة. فلم يلبث الرجل إلا أياماً حتى مات. فبكى عند ذلك الربيع وقال: أحسن والله بالموت وعلم أنه لا ينفعه من ماله إلا ما قدم بين يديه.

Rabi' bin Abi Rasyid melihat orang sakit yang bersedekah. Orang itu membagi-bagikan hartanya kepada para tetangganya. Rabi' bin Abi Rasyid pun berkata, "Hadiah adalah pembuka kedekatan sebelum kunjungan."

Setelah beberapa hari, orang yang sakit tersebut meninggal. Rabi' bin Abi Rasyid menangis karena hal itu.

Rabi' berkata, "Demi Allah, orang tersebut telah mempersiapkan bekal dengan baik menghadapi kematiannya. Orang itu juga mengetahui bahwa tidak ada harta yang bermanfaat untuknya selain yang ia sedekahkan."


📚 Shifatush Shafwah, hlm. 469
Wallahu A'lam Bishawab

f2d353ce980938c6a3de325f3e5918c9


🏡 Dengan berdiam di rumah, wanita juga bisa mendapatkan pahala jihad di jalan allah

Bukan berarti wanita tidak bisa melaksanakan aktifitas ibadah. Banyak ibadah yang bisa dilakukan di rumah seperti shalat, puasa, membaca Al Qur’an, berdizkir, dan ibadah-ibadah lainnya. Bahkan Sebaik-baik shalat bagi wanita adalah di rumahnya. Dari Ummu Salamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

خَيْرُ مَسَاجِدِ النِّسَاءِ قَعْرُ بُيُوتِهِنَّ

Sebaik-baik masjid bagi para wanita adalah diam di rumah-rumah mereka .” (HR. Ahmad 6/297. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan dengan berbagai penguatnya).

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

صَلاَةُ الْمَرْأَةِ فِى بَيْتِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلاَتِهَا فِى حُجْرَتِهَا وَصَلاَتُهَا فِى مَخْدَعِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلاَتِهَا فِى بَيْتِهَا

Shalat seorang wanita di rumahnya lebih utama baginya daripada shalatnya di pintu-pintu rumahnya, dan shalat seorang wanita di ruang kecil khusus untuknya lebih utama baginya daripada di bagian lain di rumahnya ” (HR. Abu Dawud 570. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Shalat wanita di rumah adalah pengamalan dari perintah Allah agar wanita diam di rumah. Namun demikian, jika wanita ingin melaksanakan shalat berjamaah di masjid selama memperhatikan aturan seperti menutupi aurat dan tidak memakai harum-haruman, maka janganlah dilarang. Dari Salim bin Abdullah bin Umar bahwasanya Abdullah bin ‘Umar berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لاَ تَمْنَعُوا نِسَاءَكُمُ الْمَسَاجِدَ إِذَا اسْتَأْذَنَّكُمْ إِلَيْهَا

Janganlah kalian menghalangi istri-istri kalian untuk ke masjid. Jika mereka meminta izin pada kalian maka izinkanlah dia ” (HR. Muslim 442).

Bahkan dengan tetap tinggal di rumahnya, wanita bisa mendapatkan pahala yang banyak Aktifitas hariannya di dalam rumah bisa bernilai pahala.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, dia mengatakan :

جئن النساء إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقلن: يا رسول الله، ذهب الرجال بالفضل والجهاد في سبيل الله تعالى، فما لنا عمل ندرك به عمل المجاهدين في سبيل الله؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “من قعد -أو كلمة نحوها -منكن في بيتها فإنها تدرك عمل المجاهدين في سبيل الله”.

Seorang wanita datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata : “Wahai Rasulullah, laki-laki memiliki keutamaan dan mereka juga berjihad di jalan Allah. Apakah bagi kami kaum wanita bisa mendapatkan amalan orang yang jihad di jalan Allah? Rasulullah bersabda : “ Brangsiapa di antara kalian yang tinggal di rumahnya maka dia mendapatkan pahala mujahid di jalan Allah .”

(Lihat
Tafsir Al Qur’an Al ‘Adzim_ surat Al Ahzab 33

Sumber:
Link

♻️ FREE SHARE..
📝 Mari bersama berdakwah! tebarkan manfaat! Jadikan media sosialmu, pemberat timbangan amal kebaikan di akherat kelak..
آمِيْن يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ ..

67de794aefc8b4a3abc521f2e0ad6099




Mmembaca surat Al Kahfi adalah suatu yang dianjurkan (mustahab) di hari Jum’at karena pahala yang begitu besar sebagaimana berita yang dikabarkan oleh orang yang benar dan membawa ajaran yang benar yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ

“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka’bah.” (HR. Ad Darimi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6471)

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. An Nasa’i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6470)

372988dd3bf2708d1823a38b7cbc939a


𝙒𝙖𝙨𝙥𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩 𝙥𝙚𝙧𝙠𝙖𝙧𝙖!

🍀 Empat perkara yang dapat memisahkan hubungan persaudaraan:
Harta, wanita, hasad dan kematian.

🍀 Empat perkara yang dapat merenggut harga dirimu dihadapan manusia:
Banyak berbicara, sering tertawa, berbohong dan mengadu domba.

🍀 Empat perkara yang dapat membuat istri menghancurkan rumah (tangganya):
Keras kepala, temperamental, (sering) ragu, dan (suka) meninggikan suara.

🍀 Empat perkara yang dapat membuat suami meruntuhkan rumah (tangganya):
Jauh (dari keluarga), (sering) melalaikan (tanggung jawab), kasar (perangainya), dan kikir.

📝 Ibn Zuhair

9a5285754fa5d6ff70ce9703bdde54f9


Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Wahai tuhan kami, sesungguhnya kami telah mendengar seorang penyeru, (yaitu nabiMU, Muhammad sholallohu alaihi wasallam), yang menyeru sekalian manusia untuk beriman kepadaMU dan mengakui keesaanMU, serta beramal mengerjakan syariatMU, lalu kami memenuhi seruan dakwahnya dan kami Imani risalahnya, maka ampunilah dosa-dosa kami dan tutupilah aib-aib kami dan kumpulkanlah kami bersama orang-orang shalih.

Referensi: Link

73033cb22484f1da532007a41c526cbd


Tips agar Benteng Pertahanan Terlindung dari Godaan Syaithan

Sebagian orang memiliki tabiat saat kondisi senang, seringkali ia menjadi lupa & lengah. Maka, berhati-hatilah karena saat itu bisikan syaithan datang.

Jagalah dzikir, ingatlah Allah subhanahu wa ta`ala dalam keseharian kita. Dzikir itu ibarat benteng, jika benteng pertahanan rapuh atau bahkan tidak ada, musuh akan lebih mudah untuk menyerang.

Mutiara Hikmah dari Kajian Riyaadhush Shaalihin
172. Takwa antara yang benar dan salah
Link

0c389bf1b0462306f13c2d0ff5bcb5dd


Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Wahai tuhan kami, sesungguhnya kami telah mendengar seorang penyeru, (yaitu nabiMU, Muhammad sholallohu alaihi wasallam), yang menyeru sekalian manusia untuk beriman kepadaMU dan mengakui keesaanMU, serta beramal mengerjakan syariatMU, lalu kami memenuhi seruan dakwahnya dan kami Imani risalahnya, maka ampunilah dosa-dosa kami dan tutupilah aib-aib kami dan kumpulkanlah kami bersama orang-orang shalih.

Referensi: Link

259c0277d4f4d47d9f52d6d7fca11f2e


SAFAR UNTUK ZIAROH KUBUR ORANG SHOLIH APAKAH TERMASUK IBADAH ?

Safar Mengunjungi Kuburan Wali
Kuburan para wali songo sangat tersohor sekali di negeri kita, sampai di Jawa Timur ada 5 kuburan mereka. Orang dari daerah yang jauh pun berjuang keras datang ke sana demi ziarah kubur.

Jika kita perhatikan dalam ajaran Islam, sebenarnya ziarah kubur seperti ini terlarang. Dalil larangannya ditunjukkan dalam hadits berikut ini.

Dalam hadits muttafaqun ‘alaih, dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ، وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ – صلى الله عليه وسلم – وَمَسْجِدِ الأَقْصَى

“Tidaklah pelana itu diikat –yaitu tidak boleh bersengaja melakukan perjalanan (dalam rangka ibadah ke suatu tempat)- kecuali ke tiga masjid: masjidil haram, masjid Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam- dan masjidil aqsho” (HR. Bukhari 1189 dan Muslim no. 1397).

Hadits di atas mencakup larangan untuk safar dalam rangka ibadah ke suatu tempat semata-mata karena tempat itu. Jadi, setiap safar yang dilakukan dalam rangka ibadah di suatu tempat tertentu adalah terlarang, kecuali ke tiga masjid tadi, yaitu masjidil harom, masjid nabawi dan masjidil aqsho.

Adapun jika bersafarnya karena silaturahim, berdagang, mencari ilmu, rekreasi dan kegiatan mubah lainnya, maka tidak ada masalah. Semisal kita menuntut ilmu ke suatu masjid di daerah Jogja dari Jawa Timur, maka ini tidaklah masalah. Karena maksud safar yang dilakukan adalah bukan mengunjungi masjid, namun yang dimaksud adalah menuntut ilmu.


Sumber Link

c088400c9acfdf829b67ec4b94826f8c


✋🏻⚠️📢🔗 KEDUDUKAN DOSA DI SISI SEORANG MUKMIN

✍🏻 Abdullah bin Mas’ud   radhiyallahu anhu memberikan nasihat,

إنَّ الْمُؤْمِنَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَأَنَّهُ قَاعِدٌ تَحْتَ جَبَلٍ يَخَافُ أنْ يَقَعَ عَلَيْهِ، وَإِنَّ الْفَاجِرَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَذُبَابٍ مَرَّ علَى أَنْفِهِ فَقَالَ بِهِ هَكَذَا

“Seorang mukmin melihat dosa-dosanya laksana dia duduk di bawah gunung dan selalu khawatir kalau gunung itu akan menimpanya. Adapun orang durhaka melihat dosa-dosanya seperti lalat yang hinggap di hidungnya lalu dia halau dengan tangannya (seraya mengibaskan tangannya di atas hidungnya).”

📚 Shahih al-Bukhari no. 6025

Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu anhu memberikan sebuah perumpamaan yang sangat mendalam tentang bagaimana seorang mukmin seharusnya memandang dosa-dosanya. Beliau berkata bahwa seorang mukmin melihat dosa-dosanya seperti seseorang yang duduk di bawah sebuah gunung besar, yang selalu khawatir gunung itu akan menimpanya. Artinya, seorang mukmin merasa sangat takut dan khawatir dengan dosa-dosanya. Setiap kali dia berbuat dosa, dia merasa beban yang berat dan segera ingin bertobat, tidak ingin terperangkap dalam akibat dosa tersebut.

Sebaliknya, orang yang durhaka atau fasiq melihat dosa-dosanya seakan-akan itu hanyalah masalah kecil, seperti lalat yang hinggap di hidungnya. Dia hanya mengibasnya dengan tangan tanpa merasa ada dampak atau bahaya dari perbuatannya. Inilah gambaran orang yang tidak peduli dengan dosa-dosanya, yang tidak merasa takut dan menanggapi dosa dengan enteng.

Kedudukan dosa di sisi seorang mukmin sangat penting. Seorang mukmin harus senantiasa merasa takut dan khawatir terhadap dosa-dosanya, karena dosa bisa mendekatkan kita pada kehancuran dan jauh dari rahmat Allah. Oleh karena itu, dalam pandangan seorang mukmin, setiap dosa harus dianggap serius, meski sekecil apapun. Hal ini mencerminkan keikhlasan dan keseriusan dalam menjalankan agama.

Sebaliknya, orang yang durhaka atau lalai terhadap dosa-dosanya, akan terus terjebak dalam kelalaian dan mungkin akan menganggap dosa itu bukanlah suatu masalah besar, sehingga mereka tidak segera bertaubat atau memperbaiki diri. Oleh karena itu, seorang mukmin harus selalu waspada terhadap dosa, menjaga hatinya, dan segera bertaubat setiap kali terjatuh dalam kesalahan, karena Allah Subhanahu wa Ta'ala sangat dekat dengan hamba-Nya yang bertobat dan kembali kepada-Nya.

Inilah yang seharusnya menjadi pandangan kita terhadap dosa—selalu khawatir, selalu merasa bahwa kita perlu memohon ampunan kepada Allah, dan tidak pernah merasa aman dari murka-Nya.
Wallahu A'lam Bishawab

65dbebede5201a9c5b9f2fbf010a12d0


⤵️⤵️⤵️
MUSLIM ITU
TIDAK EKSTRIM

Asy-Syaikh Mugbil bin Hadi Al-Wadii rahimahullah ta`ala mengatakan :

"Orang yang membiarkan jenggotnya, mengharamkan gambar, mengharamkan alat-alat musik dan mengingkari apa yang Allah ingkari, maka orang seperti ini tidak boleh dijuluki mutasyadid (keras, ekstrim, ed.)".

Sumber : Gharatul Asyrithah hal, 183
.
Follow @positif reminds
.
Temen partner : @thequran
path
.

522394349cf0804040f74b61c5c29546


▶️ JANGAN BERPUTUS ASA DALAM BERDOA

634419244b2542e6c6b75b32a16e182d


BERSEGERA DALAM MENUNAIKAN KETAATAN

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu `anhuma, Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda,

اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هِرَمِكَ ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ ، وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ.

"Manfaatkan lima perkara sebelum tiba lima perkara. Manfaatkan masa mudamu sebelum tiba masa tuamu, masa sehatmu sebelum tiba masa sakitmu, masa kayamu sebelum tiba masa fakirmu, masa luangmu sebelum tiba masa sibukmu dan masa hidupmu sebelum tiba masa kematianmu."

(HR. Al-Hakim, no. 7846. Lihat Shahih At-Targhib, no. 3355)

Manfaatkan masa muda untuk menunaikan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Selagi tenaga muda masih kuat untuk beribadah, tubuh muda masih kokoh menopang aktifitas kesalehan. Manfaat usia muda untuk menorehkan beragam kebajikan.

Begitu pun manfaatkan ketika fisik dan psikis masih sehat untuk menjalankan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Bila tubuh sakit, tentu akan terkendali menjalankan amal-amal saleh.

Saat masa kaya, manfaatkan kekayaan yang ada untuk di jalan Allah Ta`ala. Jangan sampai sesal setelah tiba kefakiran.

Jangan sia-siakan waktu-waktu luangmu. Sebab, setelah kesibukan menjerat, seseorang akan sulit melepaskan diri. Saat memiliki waktu luang, gunakan untuk selalu menuntut ilmu, mendekatkan diri kepada-Nya dan menjalankan berbagai kesalehan.

Ketika umur masih ada. Manfaat masa hidup untuk beramal saleh. Jangan sampai, sesal kemudian tiada arti.

Semoga Allah Ta`ala menjaga dan melindungi kita semua dari berbagai fitnah yang tampak maupun yang tersembunyi.

🍃💧🍃💧🍃💧🍃💧🍃

ditulis oleh:
Al Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin hafizhahullah

0f0edbcabff9d151ab03bf38f30cdcdf


💐   HIKMAH DARI SABAR


بلغنا والله أعلم أن أكثر ما يجد المؤمن يوم القيامة في كتابه من الحسنات الهم والحزن

"Kami mendengar riwayat bahwa pahala terbanyak yang diperoleh orang beriman dalam catatan amalnya di hari kiamat adalah pahala dari kesusahan dan kesedihan yang dialaminya."
[Sufyan ats-Tsaury, al-Hilyah 7/50]

NB: pahala diperoleh dengan catatan jika kesusahan dan kesedihan itu diiringi dengan kesabaran.

Referensi : Belajar Tauhid

f1487858dd5211de9e0ffe0287728b8c


Postinganku Nasehat untukku, Sebelum dirimu

Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata,
Wahai manusia, sesungguhnya aku tengah menasehati kalian, dan bukan berarti aku orang yang terbaik di antara kalian, bukan pula orang yang paling shaleh, di antara kalian. Andaikata seorang Muslim tidak memberi nasehat kepada saudaranya kecuali setelah dirinya sempurna niscaya tidak akan ada pemberi nasehat.
Mawa'izh lil imam Al-Hasan Al-Bashri, 185)

03bb78b13437e5d792249ff3c7a939a2


INILAH DIANTARA KEUTAMAAN ILMU DAN ORANG BERILMU

Faedah kajian "Dari Mana Engkau Mengambil Ilmu" Ustadz Mubarak Bamualim, Link


1. Allah menempatkan orang-orang yang berilmu bersama para malaikat dalam memberikan kesaksian akan ke-Esaan Allah.
Linku merupakan nikmat terbesar setelah iman
3. Ilmu adalah warisan para Ambiya.
4. Ilmu dan amal menjadi pembeda antara orang muslim.
5. Ilmu adalah jalan menuju syurga
6. Allah memerintahkan Nabi untuk meminta penambahan ilmu. Bukan harta atau yang lain
7. Ilmu mendorong seorang hamba lebih takut dan bertaqwa kepada Allah
8. Ilmu sebagai isyarat Allah menghendaki kebaikan pada hambaNya
9. Dengan ilmu orang bisa mengetahui yang haq dan yang bathil
10. Orang yang belajar dan  mengajarkan ilmu berpahala haji
11. Seluruh penduduk langit dan bumi bahkan ikan dilaut memohonkan ampunan kepada Allah untuk orang yang mengajarkan ilmu.

Faedah kajian "Dari Mana Engkau Mengambil Ilmu" Ustadz Mubarak Bamualim, Link

Selengkapnya baca disini :
Link

24d8b5d3a6c51fcc39294f2e60fcdd3e


Terlalu banyak gerak dalam sholat ❌

كثرة الحركة في الصلاة ❌

fdb957ababe62bf9e4e2402541c2ac35


💐     Orang Yang Paling Cinta Terhadap Dunia

Diriwayatkan dari Wahb bin Munabbih -rahimahullah- bahwa Isa -`alaihi as-salam- berkata:

أشدكم جزعاً على المصيبة، أشدّكم حباً للدنيا

"Orang yang paling banyak mengeluh atas musibah di antara kalian adalah orang yang paling cinta terhadap dunia."
[Siyar A`lam an-Nubala 4/551]

860fc5cad558b71165e8800f0dc2e81d


Rezeki Sudah Ditakar, Tidak Akan Tertukar

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى sudah menentukkan rezeki semua orang dan tidak akan tertukar dengan siapapun.

Sedemikian rupa Allah sudah mengatur Rezeki seseorang dan Allah menjamin tidak akan tertukar Rejeki tersebut dengan makhluk Allah lainnya.

Semua makhluk Allah sudah dipastikan rezeki nya, bahkan tidak akan tertukar rezekinya dengan rezeki orang lain.

4c32fbae6ff20c4209966b6ef6029118


⚠️📢✋🏻🔗 MENGOREKSI AMAL SAAT SENDIRI

✍🏻 Ibnul Jauzi rahimahullah berkata,

ورأيت أقوامًا من المنتسبين إلى العلم أهملوا نظر الحق عز وجل إليهم في الخلوات، فمحا محاسن ذكرهم في الجلوات فكانوا موجودين كالمعدومين ،
لا حلاوة لرؤيتهم ، ولا قلب يحنُّ إلى لقائهم.

Aku melihat beberapa kaum yang mengaku memiliki ilmu meremehkan pengawasan Allah `azza wa jalla saat mereka sendirian (sehingga mudah berbuat maksiat).

Akibatnya, Allah menjadikan nama mereka tidak harum di tengah umat manusia.

Mereka ada, tetapi seperti tidak ada.

Tidak ada rasa nikmat memandang mereka. Tidak ada hati yang rindu untuk bertemu mereka.

📚 Shaidul Khathir, hlm. 43

Pernahkah kita merenung, bahwa amalan yang kita lakukan bukan hanya dilihat oleh manusia, tetapi yang paling utama adalah pengawasan dari Allah ﷻ? Sebagai umat Muslim, kita diajarkan untuk selalu menjaga diri dalam setiap keadaan, baik di depan umum maupun saat kita berada sendirian. Sebagaimana yang disampaikan oleh Ibnul Jauzi rahimahullah, beliau menyaksikan bagaimana sebagian orang yang mengaku memiliki ilmu justru mengabaikan pengawasan Allah saat sendirian. Mereka cenderung terjerumus dalam perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran agama, seakan-akan tidak ada yang melihat.

Ibnul Jauzi menyatakan, akibat dari kelalaian mereka dalam menjaga diri di hadapan Allah, nama mereka di mata umat manusia pun menjadi tidak harum. Walaupun secara fisik mereka ada, namun dalam pandangan orang lain, mereka seperti tidak ada. Tidak ada keindahan dalam pandangan mereka, tidak ada kerinduan untuk bertemu dengan mereka. Inilah dampak buruk dari amalan yang tidak dijaga dengan baik, terutama saat kita tidak berada di hadapan orang banyak.

Hal ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga amal, terutama saat sendirian. Jangan biarkan kita terjebak dalam dosa atau maksiat hanya karena merasa tidak ada yang mengawasi. Padahal, Allah selalu melihat dan mengetahui apa yang kita lakukan, bahkan ketika kita sedang sendirian di tempat yang jauh dari jangkauan pandangan manusia. Dalam setiap langkah dan perbuatan kita, niat yang tulus untuk Allah haruslah selalu ada, karena hanya dengan keikhlasan dan ketulusan itulah amalan kita menjadi bermakna dan diterima di sisi-Nya.

Merenung akan hal ini, kita pun seharusnya bisa lebih berhati-hati dengan sikap kita dalam kehidupan sehari-hari. Jangan hanya fokus untuk mendapatkan pengakuan dan pujian dari manusia, tetapi ingatlah bahwa yang paling penting adalah bagaimana amal kita diterima oleh Allah. Jika kita menjaga amal kita dengan ikhlas dan sesuai dengan tuntunan-Nya, insyaAllah kita akan mendapatkan keberkahan dalam setiap aspek kehidupan, baik dunia maupun akhirat.

Selain itu, dengan menjaga diri di hadapan Allah, kita juga akan mendapatkan penghormatan dan cinta dari orang lain. Orang yang selalu berusaha menjalani hidupnya sesuai dengan prinsip agama dan menjaga akhlak yang baik, meskipun tidak selalu terlihat, pada akhirnya akan mendapatkan kemuliaan di mata manusia. Tidak ada yang lebih indah daripada mendapatkan cinta dan penghormatan dari Allah serta dari sesama karena amal perbuatan kita yang ikhlas.

Semoga kita bisa selalu mengingat pengawasan Allah dan menjaga diri dari perbuatan yang tidak baik, baik ketika bersama orang lain maupun saat sendirian. Dengan begitu, amal kita akan selalu dihiasi dengan keikhlasan, dan nama kita akan selalu harum di dunia dan akhirat. Aamiin.

Wallahu A'lam Bishawab


7e21a7e3d583879d5f66b2da3b33b380


SETIAP ORANG PASTI ADA YANG MENCINTAI & MEMBENCI
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

“Setiap orang pasti ada yang mencintai dan ada yang membenci. Hal tersebut pasti terjadi, maka hendaklah selalu bersama orang-orang yang taat kepada Allah.”

Imam Asy-Syafi’i rahimahullah
Mawa’idh Imam Syafi’i

Link

8c6e7607a0a0867a3bbe86600e7d70ac


✋🏻⚠️🔗📢 ISTIDRAJ

✍🏻 Rasulullah  shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا رَأَيْتَ اللَّهَ يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا عَلَى مَعَاصِيهِ مَا يُحِبُّ فَإِنَّمَا هُوَ اسْتِدْرَاجٌ.

“Jika engkau melihat Allah terus memberi hamba sebagian nikmat dunia yang dia senangi, sementara dia tetap tenggelam dalam kemaksiatan kepada-Nya, ketahuilah sesungguhnya itu merupakan istidraj (nikmat yang menyebabkan hamba semakin jauh dari Allah).”

Kemudian, Rasulullah membaca ayat (yang artinya),

فَلَمَّا نَسُواْ مَا ذُكِّرُواْ بِهِۦ فَتَحۡنَا عَلَيۡهِمۡ أَبۡوَٰبَ كُلِّ شَيۡءٍ حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُواْ بِمَآ أُوتُوٓاْ أَخَذۡنَٰهُم بَغۡتَةً فَإِذَا هُم مُّبۡلِسُونَ

“Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; hingga apabila mereka telah larut dalam kegembiraan dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun mengazab mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (al-An’am: 44) 

📚 HR. Ahmad no. 17311. Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah no. 413

Istidraj adalah sebuah kondisi yang berbahaya bagi seorang hamba, di mana Allah memberikan nikmat dunia yang terus-menerus meskipun hamba tersebut terus-menerus bermaksiat kepada-Nya. Rasulullah ﷺ menjelaskan hal ini dengan sabdanya, "Jika engkau melihat Allah terus memberi hamba sebagian nikmat dunia yang dia senangi, sementara dia tetap tenggelam dalam kemaksiatan kepada-Nya, ketahuilah sesungguhnya itu merupakan istidraj."

Istidraj adalah sebuah ujian yang sangat halus, di mana seseorang diberikan kenikmatan duniawi yang membuatnya merasa aman dan terlena. Padahal, hal ini bisa jadi menjadi tanda bahwa Allah sedang menguji hamba tersebut, bukan memberikan kasih sayang. Nikmat yang datang secara terus-menerus ini bisa saja membuat seseorang semakin jauh dari Allah, karena ia merasa tidak ada konsekuensi dari dosa-dosanya.

Rasulullah ﷺ kemudian mengingatkan dengan membaca ayat Al-Qur'an, "Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; hingga apabila mereka telah larut dalam kegembiraan dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun mengazab mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa." (Al-An'am: 44). Ayat ini menjelaskan bahwa ketika seseorang terus diberi kenikmatan tanpa peringatan atau rasa takut, dia akan semakin tenggelam dalam kesenangan dunia, dan pada akhirnya, azab datang dengan tiba-tiba.

Sebagai umat yang beriman, kita harus selalu berhati-hati terhadap nikmat dunia yang datang dengan mudah, karena bisa jadi itu adalah bentuk istidraj yang menyebabkan kita semakin jauh dari Allah. Maka, setiap nikmat yang kita terima harus disyukuri dan dijaga dengan ketaatan kepada Allah. Jangan sampai nikmat tersebut justru menjauhkan kita dari jalan-Nya. Kita harus selalu ingat bahwa dunia ini hanyalah sementara, dan segala kenikmatan yang ada di dalamnya adalah ujian dari Allah.

Rasulullah ﷺ mengingatkan kita untuk tidak terlena dengan kenikmatan dunia yang kita nikmati, karena itu bisa jadi merupakan ujian yang membuat kita semakin terjerumus dalam kemaksiatan. Sebaliknya, kita harus terus berusaha untuk menjaga ketaatan kepada Allah dan tetap bersyukur atas segala nikmat-Nya.
Wallahu A'lam Bishawab

96a76d40c56b90b5f34a78c94a96d62e


🎥 4 KEUNTUNGAN MENJADI ORANG BERIMAN
.
👤 Syaikh Sa`ad bin Nashir Asy-Syatsri Hafidzahullah
.
➡️ Official Youtube ShahihFiqih : Link

92aeff77f624ed309d465a089e9d6dce



Ingat kata bapak🥺,

a13cd7bd3f571ab2f6f7285909979a2f


Kemudian Rasulullah membaca ayat:
أَن تَقُولَ نَفْسُ يَا حَسْرَنَا عَلَى مَا فَرَّطْتُ فِي جَنبِ اللَّهُ
"Duhai, alangkah besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah" (QS. Az-Zumar: 56)"
HR. An Nasa'i dalam al-Kubra [11454], Ahmad [10652], dihasankan al-Albani dalam Silsilah ash-Shahihah [2034]).
t me/silsilahsahihah

b1963cd4fae2994f35fc16bbb9594cd8


DOA MEMINTA JODOH & PEKERJAAN ‼️

Untuk setiap orang yang membutuhkan pekerjaan dan pernikahan

Syaikh Abdurrozak Al Badr hafizhahullah berkata:
Seorang pemuda yang membutuhkan perkerjaan dan membutuhkan pernikahan yang layak (istri yang sholihah ) maka ia selalu mengulang ulang doa yang mulia ini

رَبِّ إِنِّيْ لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيْرٌ

ROBBI INNII LIMAA ANZALTA ILAYYA MIN KHOIRIN FAQIIRUN
“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat membutuhkan setiap kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.”
(QS. Al-Qashas: 24)

(Syarhu Al Wabilush Shoyib)

31646ea430c0357e469e967db23eb644


🍀🍃🌾💐 SABAR ADALAH BAGIAN DARI IMAN

✍🏻 Ali bin Abi Thalib radhiyallahu `anhu mengatakan,

إن الصبر من الإيمان، بمنزلة الرأس من الجسد.

“Sesungguhnya kedudukan sabar dalam iman, layaknya kepala bagi jasad."

Kemudian beliau meninggikan suaranya, dan mengatakan,

ألا إنه لا إيمان لمن لا صبر له

“Ketahuilah sesungguhnya tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki kesabaran.“

📚 Fathul Majid hlm. 419

Sabar adalah salah satu bagian yang sangat esensial dalam kehidupan seorang Muslim. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu `anhu menggambarkan sabar sebagai bagian yang tak terpisahkan dari iman, seperti kepala yang tak bisa dipisahkan dari tubuh. Dalam ungkapan beliau, sabar menjadi penentu kuat atau tidaknya iman seseorang. Tanpa sabar, iman seorang hamba tidak sempurna.

Sabar bukan hanya tentang menahan diri dari hal-hal yang tidak diinginkan, tetapi juga tentang keteguhan hati dalam menghadapi berbagai ujian hidup, baik itu dalam bentuk kesulitan, kehilangan, atau cobaan lainnya. Dalam hadis dan ajaran Islam, sabar selalu dikaitkan dengan keteguhan dalam beribadah dan menjaga amal baik meskipun ada tantangan.

Imam Ali menekankan bahwa seseorang yang tidak sabar, baik dalam menghadapi kesulitan hidup maupun dalam berbuat kebaikan, sebenarnya belum mencaplok makna sejati dari iman itu sendiri. Karena sabar bukan sekadar menunggu dengan pasrah, tetapi juga mencerminkan sikap tawakal kepada Allah dan berharap akan pahala-Nya.

Sabar ini juga berarti istiqamah, konsisten dalam beribadah dan menjalankan kebaikan meski hidup tidak selalu mulus. Tanpa sabar, iman akan mudah goyah di tengah berbagai ujian. Oleh karena itu, sabar merupakan penopang yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim, karena dengan sabar, seorang hamba dapat tetap berada di jalan yang benar dan memperbaiki diri di hadapan Allah.
Wallahu A'lam Bishawab

d12e1275f42332e637de6e3beba47249


Jarang Dzikir Mudah Gelisah...

ea4eb1df0bd8e8902bebcdeaea8e3627


CEMAS DENGAN RIZKI ?

Perharikan bagaimana janji Allah ini
"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya."
(Qs. Ath-Talaq : 2-3)

.

f391699af338f0b89359ce58d4c3deda


TERUSLAH BERBUAT BAIK

Tidak ada yang terlalu buruk untuk memulai hal baik.
Sehingga seburuk apapun manusia, tetap berhak untuk melakukan perintah-Nya.
Yaitu melakukan hal baik kepada sesama. Maka seburuk apapun keadaan, jangan pernah menyerah untuk memulai kebaikan. Karena sekecil apapun kebaikan, Allah pasti memberi ganjaran.

Tidak ada yang terlalu baik tuk berhenti dari berkebaikan.
Karena kebaikan itu mulia. Dampaknya bisa selamanya.
Membuat pelaku dan sekitarnya bahagia. Dalam kebaikan, jangan pernah merasa diri sudah baik sehingga kita lengah lalu berhenti darinya. Semoga dalam hal kebaikan, kita senantiasa diberi semangat untuk berusaha. Semoga kita semua diberi kekuatan untuk teguh di jalan kebaikan.
Karena kebaikan pula, berkah dan rahmat Allah turun tak terhingga.

Tidak ada yang terlalu buruk untuk memulai hal baik. Tidak ada yang terlalu baik untuk berhenti dari kebaikan. Maka teruslah berbuat baik

Perhatikan Sabda Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

Dari Abu Huraira RA, ia berkata : “Rasulullah SAW bersabda:
-“Siapa yang bersedekah dengan sebiji korma yang berasal dari usahanya yang halal lagi baik (Allah tidak menerima kecuali dari yang halal lagi baik), maka sesungguhnya Allah menerima sedekah tersebut dengan tangan kanan-Nya kemudian Allah menjaga dan memeliharanya untuk pemiliknya seperti seseorang di antara kalian yang menjaga dan memelihara anak kudanya. Hingga sedekah tersebut menjadi sebesar gunung."_
-Muttafaq’alaih-

Allahu'alam

3f0512ca60cffbc0f149f0dc3cb309af


﷽ WASPADALAH DARI SANKSI YANG TAK TERASA…❗️

Ada seseorang yang bertanya kepada gurunya,
“Kita banyak berbuat maksiat, tapi jarang sekali Allah memberi sanksi?!"

Lalu Sang guru menjawab:
Bukankah kamu pernah tidak merasakan nikmat saat bermunajat kepada-Nya?

Bukankah pernah lewat hari-harimu sementara kamu tidak mampu membaca Al-Qur’an?
Atau kamu membaca Al-Qur’an tetapi hatimu tidak khusyu’ dan tidak menikmatinya?
Padahal jika Al-Qur’an diturunkan kepada gunung, maka gunung tsb akan menjadi takut.

Bukankah pernah lewat malam-malammu dan kamu merasa berat untuk sholat malam?

Bukankah pernah lewat waktu-waktu utama untuk berpuasa,
Lalu kamu tidak semangat melakukannya?

Bukankah pernah lisanmu terasa kering untuk berdzikir kepada-Nya?
Dan bukankah banyak waktumu lewat tanpa mengingat-Nya?

Bukankah pernah surga terasa tidak menggiurkan lagi di hatimu?
Bukankah pernah siksa akhirat dan neraka tidak menakutkan lagi di hatimu?
Dan bukankah pernah semangat dalam beramal sholih dan kebaikan tidak lagi berkobar di dadamu?

Bukankah pernah engkau mendapati dirimu tidak bersemangat mengumpulkan bekal akhirat agar bisa selamat dan bisa berkumpul dengan Rasulullah dan Para Sahabat Beliau?

Bukankah pernah engkau melihat dirimu tidak bersegera menuju surga Allah dan menggapai wajah-Nya?
Dan bukankah sering kamu dapati hatimu keras, kotor, buruk dan jauh dari keshalihan?

Adakah hukuman yang lebih besar daripada itu semua??!

Bukankah kamu sering melewatkan waktumu untuk hal-hal yang kurang bermanfaat,
Bukankah terkadang dijadikan keinginan terbesarmu adalah dunia..
Sementara akhirat sering kamu kesampingkan?

Adakah hukuman atas maksiat terdahulumu yang lebih besar daripada itu semua??!

Sadarilah..
Wahai anakku..
Karena hukuman yang tidak terasa dan tidak disadari itu...
Jauh lebih berbahaya dari hukuman yang kita rasakan...

✍🏻 Ditulis oleh:
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

🌐 Sumber:
Link

نسأل الله السلامة والعافية
(kita memohon kepada ALLAH keselamatan dan kebaikan)

271de3ad2d70f89e51ff4c5c15d93f33


Ramadhan Waktu Perbaikan Diri

Di riwayatkan dari Abu Said Al-Khudry radhiallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Taala memiliki hamba-hamba yang di merdekakan dari Api Neraka, pada setiap hari dan malam -yakni di bulan Ramadhan-, dan sesungguhnya setiap muslim memiliki doa yang mustajab pada setiap harinya"
[HR. Al-Bazzar, Shahih Targhib hadits 1002 bab puasa]

Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, di dalamnya bertabur keridhaan Allah dan pahala dari-Nya. Mudah bagi seorang untuk berbuat kebaikan dan berebut pahala di bulan ini, maka tepatlah bila bulan ini kita jadikan acuan perbaikan diri.

Oleh Ustadz Abu Abd rahman bin Muhammad Suud Al-Atsary hafidzhahullah
generate by :Link

d57a7471279658628d1250b52925aff8


STOP NORMALISASI TREND UMBAR AIB
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Sahabat, kita sedang menyaksikan fenomena yang memilukan. Di media sosial, muncul tren memamerkan dosa bahkan sampai mengunggah foto yang memberi kode seberapa sering berzina. Ini bukan hal biasa, ini musibah moral!

Padahal Allah ﷻ telah memperingatkan dalam firman-Nya:

وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk” (QS Al-Isra`[17]: 32)

Dosa seperti zina adalah hal yang seharusnya disesali dan ditutupi, bukan malah dipublikasikan seakan-akan itu kebanggaan. Generasi sebelumnya menangis karena dosa, tapi mengapa hari ini justru memamerkannya?

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Setiap umatku dimaafkan kecuali orang yang terang-terangan dalam bermaksiat. Yaitu seseorang yang telah berbuat dosa di malam hari lantas di pagi harinya ia berkata bahwa ia telah berbuat dosa ini dan itu padahal Allah telah menutupi dosanya. Pada malam harinya, Allah telah menutupi aibnya, namun di pagi harinya ia membuka sendiri aib yang telah Allah tutupi.” (HR Bukhari: 6069 dan Muslim: 2990)

Jika Allah ﷻ sudah tutupi, mengapa kita bongkar? Jika Allah ﷻ beri waktu untuk tobat, kenapa justru menjadikannya konten?

Zina bukan tren. Tobat bukan tontonan. Mari jaga diri, jaga kehormatan, dan bantu hentikan normalisasi maksiat.

sumber instagram Al-Ustadz @khalidbasalamahofficial


ba6d4216b14ceb29bfdd55b2c84e2a4b


Amal Sia-Sia

Ibnul Qayyim Al Jauziyyah berkata:

"Beramal tanpa keikhlasan dan tanpa mengikuti tuntunan Nabi bagaikan orang musafir yang memenuhi tas nya dengan pasir, hanya memberatkan dirinya dan tidak bermanfaat baginya".

"Al Fawaid hlm. 67"

Supported By Amala Skin

711c698d6c459cab50c1972be3aebc2e


Peringatan Bagi Yang Menyelisihi Sunnah Nabi

🎙 Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Ibrahim Az-Zahim hafizhahullahu ta’ala (pengajar tetap Masjid Nabawi)

Dari Ummul Mukminin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

‎مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” [HR. Bukhari, no. 20 dan Muslim, no. 1718]

Allah ta’ala berfirman,

‎اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu.” (QS. Al-Maidah: ayat 3)

Imam Darul Hijrah, al-Imam Malik rahimahullahu ta’ala berkata,

‎لَنْ يَصْلُحَ آخرُ هَذِهِ الْأُمَّةِ إِلَّا بِمَا صَلُحَ بِهِ أَوَّلهُاَ؛ فَمَا لَمْ يَكُنْ يَوْمَئِذٍ دِيْنًا، لَا يَكُوْنُ الْيَوْمَ دِيْنًا

“Umat yang akhir ini tidak akan menjadi baik kecuali dengan apa yang dapat menjadikan umat yang awal itu baik. Maka yang pada saat itu tidak menjadi (ajaran) agama, pada hari ini pun bukan merupakan agama.”

Sumber Link

2f31265f5fa0a05a759e1f02a53dc57d


BESARNYA PAHALA IKUT SHOLAT JENAZAH DAN MENGANTAR HINGGA KE KUBUR
➖➖➖➖➖➖

Keutamaan Shalat Jenazah

Pertama: Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ شَهِدَ الْجَنَازَةَ حَتَّى يُصَلِّىَ عَلَيْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ ، وَمَنْ شَهِدَ حَتَّى تُدْفَنَ كَانَ لَهُ قِيرَاطَانِ . قِيلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ مِثْلُ الْجَبَلَيْنِ الْعَظِيمَيْنِ

“Barangsiapa yang menyaksikan jenazah sampai ia menyolatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka baginya dua qiroth.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud dua qiroth?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Dua qiroth itu semisal dua gunung yang besar.” (HR. Bukhari no. 1325 dan Muslim no. 945)

Dalam riwayat Muslim disebutkan,

« مَنْ صَلَّى عَلَى جَنَازَةٍ وَلَمْ يَتْبَعْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ فَإِنْ تَبِعَهَا فَلَهُ قِيرَاطَانِ ». قِيلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ « أَصْغَرُهُمَا مِثْلُ أُحُدٍ ».

“Barangsiapa shalat jenazah dan tidak ikut mengiringi jenazahnya, maka baginya (pahala) satu qiroth. Jika ia sampai mengikuti jenazahnya, maka baginya (pahala) dua qiroth.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud dua qiroth?” “Ukuran paling kecil dari dua qiroth adalah semisal gunung Uhud”, jawab beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Muslim no. 945)

Sumber : Link

5d65cd0cbb6792754f038ef572d72783


▶️ SEDEKAH TIDAK MENGURANGI HARTA!

📡 Link Youtube:
Link

Secara perhitungan dunia kita mengetahui pada saat kita mengeluarkan uang untuk bersedekah berarti mengurangi harta yang kita miliki. Namun, hal ini bertolak belakang dengan perhitungan Allah.

Allah dan Rasul-Nya telah menjamin tidak akan berkurang harta orang yang bersedekah, terutama yang bersedekah di jalan Allah, bahkan mengundang keberkahan yang besar terhadap harta dan kehidupan seorang hamba.

Allah Ta’ala berfirman,

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah [2]:261)”.

Hilangkan sifat Bakhil dan kecintaan yang berlebihan terhadap harta yang ada di dalam diri kita, karena harta yang disedekahkan di jalan Allah tidak akan pernah hilang, bahkan tersimpan di langit dan kelak akan Allah berikan balasannya di dunia dan terutama di Akhirat.

Allahu Ta’ala A’lam bisshowab

bc2bde766081d44201ec03a5b52442a0


Rahasia Doa Tak Dikabulkan
🎙️ Ustadz Abdurrahman Dani
🎥 Link

📝 Bagaimana doa akan dikabulkan jika makanan, minuman, dan pakaian berasal dari yang haram? Perhatikanlah apa yang masuk ke dalam tubuh kita. Pastikan semuanya halal agar keberkahan Allah Subhanahu wa Ta`ala senantiasa menyertai kita.


8ffbaac5d1563efe7dc326d4a28610e2


📖 Membantu Tanpa Menunggu
Dalam kehidupan ini, setiap manusia pasti menghadapi ujian, kesulitan, dan kebutuhan yang berbeda-beda. Dan salah satu bentuk keutamaan akhlak dalam Islam adalah menjadi pribadi yang ringan tangan, cepat tanggap, dan tidak menunggu diminta untuk membantu.

Abdullah bin Ja’far rahimahullah mengatakan:

"Dermawan itu bukan yang memberimu setelah diminta, namun dermawan itu yang memulai memberi (tanpa menunggu diminta dulu)."
📗 (Qadhā’ul Ḥawāij, Ibnu Abi Dunya, 47)

Perkataan ini menunjukkan bahwa hakikat kedermawanan yang sejati adalah kepekaan dan inisiatif dalam memberi, bukan hanya sekadar menunggu permintaan. Karena membantu setelah diminta itu biasa. Namun, membantu sebelum diminta, itulah bukti dari hati yang hidup, penuh kasih sayang, dan bersih dari sifat kikir.

Islam sangat menekankan pentingnya memudahkan urusan orang lain. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah akan melapangkan darinya satu kesusahan di hari kiamat…”
📘 (HR. Muslim)

Coba bayangkan, bagaimana perasaan seseorang yang dibantu tanpa harus membuka aibnya, tanpa harus merendahkan diri dengan meminta? Betapa lega dan terhormat ia akan merasa. Dan betapa besar pahala serta cinta Allah bagi orang yang mampu membahagiakan orang lain tanpa menunggu isyarat.

Membantu sebelum diminta juga berarti seseorang memiliki kepekaan sosial dan mata hati yang tajam. Ia mampu membaca kebutuhan orang lain, dan hadir tepat saat diperlukan, bahkan sebelum diminta. Ini adalah bentuk kasih sayang sejati, dan cermin dari pribadi yang mulia.

🔑 Maka dari itu, yuk kita ubah mindset kita. Jangan hanya menunggu orang minta tolong, baru kita bergerak. Latih diri untuk menjadi peka terhadap kebutuhan saudara, tetangga, teman, bahkan orang asing. Jadilah tangan pertama yang bergerak, langkah pertama yang datang, dan hati pertama yang tergerak.

Allah mencintai hamba yang menjadi jalan kebaikan bagi orang lain. Bahkan, dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Allah akan menolong hamba-Nya, selama hamba itu menolong saudaranya.

Selain itu, memberi sebelum diminta juga menjauhkan kita dari riya’, karena kita memberi bukan untuk mendapat pujian setelah diminta, tapi benar-benar karena ikhlas ingin membantu dan meringankan beban sesama.

Sebaliknya, orang yang menunggu permintaan kadang baru memberi ketika merasa kasihan atau malu—dan ini bisa mengurangi nilai ketulusan.

📌 Jadi, mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan tanpa menunggu aba-aba. Jadilah pribadi yang dikenal oleh langit karena kegemaran menolong, bukan sekadar dikenal oleh manusia karena kekayaan.

Karena bisa jadi satu bantuan kecil dari kita, menjadi sebab seseorang tetap bertahan, tersenyum, dan kuat dalam iman. Dan siapa tahu, itu menjadi jalan bagi kita menuju surga-Nya.
Wallahu A'lam Bishawab

176ceede097e6abeae3bb5abb14c3b74


Mencela Pemerintah, Ciri Khas Kelompok Khawarij


Mencela pemimpin merupakan ciri khas manhaj yang ditempuh oleh kaum khawarij. Awalnya hanya sekedar mengkritik dan membeberkan aib pemimpin di atas mimbar, seminar, koran dan medsos, kecuali memberontak pemimpin.

Jelas kiranya, metode ini menyelisihi petunjuk Nabi dalam mengingkari penguasa dan merupakan sumber segala fitnah/kerusakan sepanjang sejarah sebagaimana dikatakan imam Ibnu Qayyim dalam I’lam Muwaqqi’in 3/7.

Sebagai bukti bahwa.metode seperti itu adalah metode yang diterapkan kaum khawarij adalah riwayat imam Tirmidzi dan selainnya dari Ziyad bin Kusaib Al-Adawi, katanya: “Saya pernah bersama Abu Bakrah di bawah mimbar Ibnu Amir yang sedang berkhutbah sambil mengenakan pakaian tipis. Abu Bilal berkata: Lihatlah pemimipin kita, dia mengenakan pakaian orang-orang fasiq. Abu Bakrah menegurnya seraya berkata: Diamlah, saya mendengar Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang menghina pemimpin di muka bumi, niscaya Allah akan menghinakannya“. (Lihat Shahih Sunan Tirmdzi: 1812 oleh Al-Albani)

Imam Dzahabi berkata: “Abu Bilal namanya adalah Mirdas bin Udiyyah, seorang khawarij tulen. Karena kejahilannya, maka dia menganggap pakaian tipis bagi kaum pria adalah pakaiannya orang fasiq”. (Siyar A’lam Nubala’ 14/508 oleh imam Dzahabi)

Demikianlah khawarij sepanjang zaman, mereka salah kaprah dalam metode mengingkari dan jahil akan hal yang diingkari.

Satu hal lagi yang perlu sekali saya sampaikan di sini, bahwa hanya sekedar menghujat pemimpin muslim -sekalipun fasiq- merupakan ciri khas manhaj khawarij, sebab manusia tidak akan memberontak pemimipin tanpa ada yang menyalakan api kebencian di hati mereka walau dengan dalih menegakkan pilar amar ma’ruf nahi mungkar.

Oleh karenanya, para ulama menilai bahwa para penggerak pemberontakan, pengkritik dan pencela pemimpin adalah khawarij sekalipun sepanjang sejarah mereka tidak pernah memberontak. Dalam kitab sejarah dan firaq (kelompok dan golongan) mereka disebut Al-Qa’adiyyah.

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata mensifati sebagian jenis khawarij: “Dan kaum Al-Qa’adiyyah yaitu kelompok yang melicinkan pemberontakan terhadap pemerintah sekalipun tidak langsung membrontak”.

Bahkan, kadang-kadang orang yang mengompori untuk berontak lebih jelek daripada yang langsung memberontak, sebagaimana diriwayatkan Abu Dawud dalam Masail Ahmad hal. 271 dar Abdullah bin Muhammad berkata: “Khawarij jenis Al-Qa’adiyyah adalah sejelek-jeleknya kelompok khawarij!”

Para ulama masa kini juga telah membendung dan memerangi pemikiran-pemikiran khawarij model Al-Qa’adiyyah ini.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin berkata tatkala menjelaskan hadits Dzil Huwaishiroh: “Hadits ini merupakan dalil yang sangat mendasar bahwa berontak pada pemimpin bukan hanya dengan pedang semata, tapi bisa juga dengan perkataan dan ucapan. Perhatikanlah, orang ini (Dzul Huwaishrah), dia tidak mengangkat pedang guna membunuh Nabi tapi dia hanya mengingkarinya (dengan terang-terangan). Apabila dijumpai dalam sebagian kitab ahli sunnah yang menyatakan bahwa berontak itu adalah dengan pedang, maka maksudnya adalah puncak pemberontakan”. (Lihat Fatawa Ulama Al-Akabir hal. 94-96 dan Madarik An Nadhar hal. 272-275 oleh Syaikh Abdul Malik Ramadhani)

✍🏻 Oleh Ustadz Abu Ubaidah As Sidawi hafidzhahullah