Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

 
1

Datangnya Hari Kiamat

**"Rasulullah shallallahu `alaihi was salam bersabda, "Aku diutus dengan datangnya kiamat seperti dekatnya dua ini." Beliau menggabungkan kedua jari-jarinya. (HR. Ibnu Majah: 4030) -**



layanan Ambulance MBISC
24 Jam Gratis Dalam Kota Surabaya
Sidoarjo & Gresik
(Syarat & ketentuan berlaku)
https://mbisc.my.id/ambulance*whatapp">mbisc.my.id/ambulance*whatapp">https://mbisc.my.id/ambulance*whatapp

Instagram
https://mbisc.my.id/instagram">mbisc.my.id/instagram">https://mbisc.my.id/instagram

Whatapp Group Dakwah
https://mbisc.my.id/gdmbisc">mbisc.my.id/gdmbisc">https://mbisc.my.id/gdmbisc

eTiket System
https://mbisc.my.id/tiketinfo/">mbisc.my.id/tiketinfo/">https://mbisc.my.id/tiketinfo/

Join Member
https://mbisc.my.id/joinus">mbisc.my.id/joinus">https://mbisc.my.id/joinus

Info
mbisc.my.id">https://mbisc.my.id

071f939fc3d583eacf49bd900539f663


Ada Apa Dengan Bulan Sya`ban?

عَنْ أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ قَالَ : قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ, لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنْ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ, قَالَ : ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ, وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ, فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Dari Usamah bin Zaid berkata: Saya bertanya: Wahai Rasulullah, saya tidak melihatmu berpuasa di bulan seperti engkau berpuasa di bulan Syaban (karena seringnya), beliau menjawab: Bulan itu banyak manusia lalai, yaitu antara Rojab dan Ramadhan, bulan diangkat amal-amal kepada Robb semesta alam, dan saya ingin untuk diangkat amalku dalam keadaan puasa. (HR. Nasai 4/4201, Ahmad 5/201 dan dihasankan Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah 4/1898).

34ecf0b442bda1cfa6c884e38c00b643


PERBANYAKLAH DZIKIR DIMANAPUN ENGKAU
➖➖➖➖➖➖➖

👤 Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata (yang artinya) :

"Sungguh benar-benar akan ada seorang hamba yang datang pada hari kiamat dengan amal-amal keburukan yang besarnya seperti gunung-gunung, lalu dia dapati lisannya telah meluluh-lantakkannya dengan banyaknya dzikir kepada Allah"

📚 Adda` wad Dawa` 375


Link

016518385dcfcd2758c817e5abc76099


📎 JANGAN BERHARAP MEMANEN TANPA MENANAM!

👤 Yahya bin Mu’adz ar-Razy rahimahullah berkata,

عمل كالسراب وقلب من التقوى خراب، وذنوب بعدد الرمل والتراب، ثم تطمع في الكواعب الأتراب؟!
هيهات! أنت سكران بغير شراب، ‌‎ما أكملك لو بادرت أملك،
ما أجلَّك لو بادرت أجلك، ما أقواك لو خالفت هواك.

"Amal seperti fatamorgana, hati kosong dari takwa, dosa-dosa sebanyak pasir dan debunya, lalu engkau ingin mendapatkan bidadari-bidadari yang menawan dan sebaya?! Alangkah jauhnya hal itu, karena engkau seperti orang yang mabuk tanpa minum khamr. Alangkah bagusnya jika engkau segera beramal untuk menyusul angan-anganmu. Alangkah mulianya jika engkau bersegera beramal sebelum tiba ajalmu. Dan alangkah kuatnya jika engkau menyelisihi hawa nafsumu."

📚 Shifatus Shafwah, jilid 4 hlm. 337


Nasihat dari Yahya bin Mu’adz ar-Razy ini sangat menggugah hati kita. Ia menggambarkan bahwa amal tanpa dasar takwa dan kesungguhan ibarat fatamorgana, sebuah ilusi yang tak pernah bisa dijangkau. Dalam kehidupan ini, banyak orang yang terjebak dalam angan-angan dan harapan besar tanpa mempersiapkan diri dengan amal yang baik. Ia menyebutkan betapa banyaknya dosa yang menumpuk, sebanding dengan pasir dan debu yang ada di dunia ini, sementara kita terus berharap mendapatkan balasan yang sempurna seperti bidadari-bidadari surga.

Namun, Yahya bin Mu’adz dengan bijaksana mengingatkan kita bahwa harapan semacam itu tidak akan terwujud tanpa usaha yang sungguh-sungguh. Kita seperti orang yang sedang mabuk, bukan karena minuman khamr, tetapi karena terlarut dalam dunia dan hawa nafsu yang menipu. Untuk itu, ia menegaskan betapa pentingnya bersegera dalam beramal, untuk menyusul angan-angan yang kita punya, dan untuk mempersiapkan diri sebelum ajal datang menjemput.

Setiap amal yang kita lakukan harus berlandaskan pada ketulusan dan takwa. Tanpa takwa, hati kita akan kosong, dan amal yang kita lakukan tidak akan memiliki nilai di sisi Allah. Takwa adalah inti dari segala amal baik yang kita lakukan. Oleh karena itu, jangan menunda-nunda untuk melakukan kebaikan. Waktu terus berjalan, dan kesempatan untuk beramal pun tak akan pernah kembali.

Ketika kita menghadapi hidup ini, kita harus bisa melawan hawa nafsu yang seringkali menghalangi kita untuk berbuat kebaikan. Sifat malas, egois, dan lemah iman seringkali menjadi penghalang dalam beramal. Tetapi, Yahya bin Mu’adz mengingatkan kita bahwa jika kita mampu menyelisihi hawa nafsu dan bersegera melakukan kebaikan, kita akan menjadi orang yang kuat, mulia, dan siap menghadapi akhirat dengan bekal amal yang telah kita kumpulkan.

Ingatlah, kita tidak bisa memanen hasil yang baik tanpa menanamnya terlebih dahulu. Kita harus bekerja keras dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk meraih apa yang kita impikan, baik itu kebahagiaan dunia maupun akhirat. Tidak ada jalan pintas untuk mendapatkan keberkahan dan surga. Semua itu memerlukan usaha dan ketekunan dalam beramal. Jadi, mari kita mulai beramal dengan ikhlas dan sesuai dengan tuntunan agama, agar kita mendapatkan hasil yang baik di dunia dan akhirat.

Wallahu A'lam Bishawab

a75573dad93ec33e563b5a27ecb1b7b8


KEUTAMAAN PUASA SYAWAL

✍🏻 Rasulullah shalallahu `alaihi wa sallam bersabda,


"Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian dia mengikutkannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti seorang yang berpuasa setahun penuh."

📚 HR. Muslim no. 1164 dari sahabat Abu Ayyub al-Anshari radhiyallahu `anhu


📷 @ruang faedah x @thequran path
♻️ silahkan Disebarluaskan

1bc7f3511b85cc384fea2d07d1d6a40b


BERHIJRAH MELUANGKAN REZEKI!

b22470dc5cf4983a5a461a8233e6d8f6


Surga Karena Separuh Kurma
🎙Al Ustadz Abu Jundi
link url : Link

Jangan pernah remehkan amalan kecil. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Jagalah dirimu dari api neraka walau hanya dengan separuh kurma." Amalan yang dilakukan dengan tulus dan ikhlas, meski secara materi terlihat kecil, bisa menjadi penghalang besar antara dirimu dan azab neraka.

3aad7600363ea7085aedd314f3808b6d


✅ KETELADANAN NABI DALAM DAKWAH

2ee1d492a9946340988303233cd5b1ae


💐     Tauhid adalah Rizki


Syeikh Muhammad Amman Al Jami rahimahullah berkata,

"Barangsiapa yang ingin Allah lapangkan hatinya, hendaknya ia meminta kepada Tuhannya untuk memberikannya rizki berupa tauhid."

📚 (At-Ta`liq `ala Zadil Ma`ad)

d7de354c17433110f8dcf063b76c5a8d


MEMBACA SHALAWAT KETIKA BERDOA

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata :

"Membaca shalawat atas Nabi shallallahu alaihi wa sallam sebelum berdoa, di tengah doa, dan di akhir doa, termasuk sebab terkuat yang diharapkan dengannya akan terkabul seluruh doa."

(Iqtidha` ash-Shirath, jilid 2, hlm. 249)

c9512df4d571033f7fa15e82a0e85073


Jangan Ujub

Syekh al-`Utsaimin rahimahullahu berwasiat :

"Janganlah ujub dengan amalanmu. Seusai beramal mohonlah kepada Allah agar amalanmu diterima. Saat memulai mohonlah kepadaNya keikhlasan!"

(At-Ta`liq `ala Shahih Muslim, jilid 1, hal. 258)

bbd724e23445befdc2f82f15437d74fb


Mengubah Tidur Menjadi Pahala
🎙Ustadz Khalid Basalamah
link url : Link

Tidur adalah perkara mubah, tapi seorang muslim yang cerdas bisa mengubahnya menjadi ibadah dengan pahala yang mengalir. Caranya? Niatkan tidurmu untuk memberikan hak jasad agar kuat beribadah keesokan harinya, dan ikutilah sunnah-sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sebelum memejamkan mata. Jangan biarkan istirahatmu lewat begitu saja tanpa nilai di sisi Allah Subhanahu wa Ta`ala.

e1938fea7e9e0f81b4ff638b341e61f8


"Semangat dalam hal yang bermanfaat"

23d44c1809217dec00f0481c802372fe


KETERBATASAN UMUR MANUSIA

Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata,

«عمر الإنسان أيام معدودة، فما دمت معافا في بدنك وفي أمن واستقرار فسارع إلى الاشتغال بالطاعات»

"Umur manusia hanyalah hari-hari yang bisa dihitung. Maka, selama engkau diberi kesehatan badan dan dalam keadaan aman dan tenang, bersegeralah untuk menyibukkan diri dengan ketaatan."

Syarh Kitab al-Kabair, hlm. 565

Keterbatasan umur manusia adalah sebuah kenyataan yang harus kita sadari. Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah menegaskan bahwa umur kita ini sangat singkat dan terbatas, hanya beberapa hari yang bisa dihitung. Oleh karena itu, selama kita masih diberi kesempatan oleh Allah, yaitu dalam keadaan sehat dan aman, kita harus segera memanfaatkannya untuk beribadah dan berbuat kebaikan.

Saat kita masih diberikan tubuh yang sehat dan hidup dalam keadaan aman, itu adalah karunia besar dari Allah yang seharusnya kita syukuri. Terkadang, manusia sering kali merasa bahwa waktu masih panjang dan ada banyak kesempatan untuk memperbaiki diri atau melaksanakan amal shalih di kemudian hari. Padahal, siapa yang tahu berapa banyak waktu yang tersisa untuk kita? Sehingga, Syaikh al-Fauzan mengingatkan kita agar tidak menunda-nunda kebaikan.

Bersegeralah untuk menyibukkan diri dengan ketaatan kepada Allah. Entah itu dengan mendekatkan diri melalui shalat, membaca Al-Qur'an, menuntut ilmu, atau beramal baik lainnya. Jangan biarkan waktu yang terbatas ini berlalu begitu saja tanpa ada bekal amal yang baik untuk kehidupan akhirat. Mengingat bahwa dunia ini hanya sementara dan kehidupan akhirat adalah abadi, maka hendaknya kita memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk mempersiapkan diri.

Bagi setiap Muslim, beramal dan beribadah adalah tujuan hidup yang utama. Hidup yang penuh dengan ketaatan adalah kehidupan yang diberkahi, dan itu akan memberikan ketenangan jiwa serta kebahagiaan sejati. Jika kita benar-benar memahami betapa singkatnya umur ini, tentu kita akan lebih termotivasi untuk menyibukkan diri dengan segala amal yang mendekatkan kita kepada Allah.

Jangan sampai kita terlena dengan kenikmatan dunia yang sementara ini dan lupa bahwa waktu kita sangat terbatas. Manfaatkan setiap detik yang ada dengan penuh kesungguhan, agar nanti kita tidak menyesal ketika ajal datang menjemput. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ yang mengingatkan kita untuk memanfaatkan lima hal sebelum datang lima hal lainnya, yaitu waktu luang sebelum datang kesibukan, hidup sebelum mati, muda sebelum datang usia tua, kaya sebelum miskin, dan sehat sebelum datang penyakit.

Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, beramal shalih, dan senantiasa berada dalam ketaatan kepada Allah.
Wallahu A'lam Bishawab

b8ad82d9fa91c76342dd6e6561ec1a70


SYAFAAT BAGI PARA PEMBACA AL-QUR`AN

Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:

Puasa dan Al-Qur`an akan memberi syafaat bagi hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: "Wahai Rabb, ia telah menahan makan dan syahwatnya pada siang hari karena aku, izinkan aku memberi syafaat kepadanya. Al-Qur`an berkata: "Ia telah terjaga pada malam hari karena aku, izinkan aku memberi syafaat kepadanya." Maka puasa dan Al-Qur`an memberi syafaat kepadanya."

(HR. Ahmad: 6589)

c5c069eab3d1c35ed3326c0643b7feb9


DOA KELUAR MASJID

بِسْمِ اللَّهِ، وَالسَّلَامُ عَلَىٰ رَسُولِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

BISMILLAH, WASSALAMU ‘ALA RASULILLAH ALLAHUMMA INNI AS’ALUKA MIN FADLIK

Artinya:
Dengan nama Allah, semoga keselamatan tercurah kepada Rasulullah. Ya Allah, aku memohon karunia-Mu

(HR. Ahmad dan Muslim)

Faedah doa:
Bismillah: Diucapkan untuk memohon pertolongan Allah dalam setiap aktivitas, baik duniawi maupun ukhrawi.
Wassalamu ‘ala Rasulillah: Ucapan ini adalah bentuk penghormatan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Allahumma inni as’aluka min fadlik: Bagian ini adalah permohonan kepada Allah untuk diberikan karunia setelah keluar dari masjid, terutama karunia rezeki.

Sumber: Link

f02eb11cf0c902ad866f14935dd58246


Berlindung dari bahaya apapun yang berpotensi mengancam..

Allahlah satu-satunya Dzat yang mampu memberikan manfaat dan menghilangkan mudharat dari diri kita. Maka hanya kepada Allah lah tempat kita memohon pertolongan dan tempat meminta perlindungan.

Barangsiapa yang bergantungnya kepada selain Allah, maka dia akan ditelantarkan, sebab hanya kepada Dia satu-satunya tempat meminta perlindungan, meminta keselamatan, dan tempat segala harapan.

Semua yang dapat bermanfaat dan menjauhkan mudhorot berada di tanganNya.





a452278a8c4b1c3a986aa1a830d44210


Trauma Masa Lalu Menjadi Kekuatan
🎙Ust Muhammad Nuzul Dzikri
link url : Link

Jangan biarkan masa lalu atau dosa orang tua menghancurkan masa depanmu. Jadikanlah rasa sakit saat didzalimi sebagai kekuatan untuk tidak melakukan hal serupa kepada orang lain. Bangunlah nilai dan standar hidup yang tinggi di atas landasan iman dan tauhid, serta carilah lingkungan yang shalihah untuk terus bertumbuh.

fe96a11cb65039f5ed261873d9dfe863


📎 Hakekat Tawadhu`

Dikatakan kepada Fudhail bin `Iyadh rahimahullah: Apa itu tawadhu`? Beliau menjawab: Engkau tunduk kepada kebenaran.

📘 (Siyar A`lam Nubala` 8/434)

Hakekat tawadhu’ adalah sebuah sikap hati yang sangat penting dalam ajaran Islam. Tawadhu’ bukan sekadar sikap rendah hati atau merendahkan diri di hadapan orang lain, melainkan ia lebih dalam daripada itu. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Fudhail bin `Iyadh rahimahullah, tawadhu’ itu adalah "engkau tunduk kepada kebenaran."

Pernyataan beliau ini menggambarkan bahwa tawadhu’ yang sebenarnya adalah kesiapan untuk menerima dan mengikuti kebenaran, meskipun datangnya dari pihak yang lebih rendah kedudukannya atau dari orang yang tidak kita anggap memiliki status sosial yang lebih tinggi. Ketundukan terhadap kebenaran ini adalah bentuk kerendahan hati yang sejati, yang tidak melihat kedudukan, status, atau jabatan seseorang, tetapi lebih kepada kualitas dan kebenaran dari apa yang disampaikan.

Sifat tawadhu’ dalam Islam bukan hanya mengajarkan kita untuk rendah hati di hadapan sesama, tetapi juga untuk selalu membuka hati dan pikiran kita dalam menerima kebenaran, tanpa rasa malu atau sombong. Dalam hal ini, seseorang yang tawadhu’ tidak akan merasa superior atau lebih baik dari orang lain. Mereka akan menghargai dan mengakui kebenaran meskipun datang dari siapa pun, selama itu sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya.

Tawadhu’ juga mengajarkan kita untuk tidak merasa lebih tinggi dari orang lain karena amal perbuatan kita, ilmu yang kita miliki, atau kedudukan yang kita raih. Semua itu adalah anugerah dari Allah, dan kita tidak memiliki alasan untuk menyombongkan diri. Bahkan, Rasulullah ﷺ dalam sabdanya menyebutkan bahwa orang yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa, bukan yang paling kaya atau paling berkuasa.

Allah Subhanahu wa ta'ala dalam Al-Qur’an juga mengingatkan kita untuk menjauhi sifat sombong dan angkuh. Dalam Surah Luqman ayat 18, Allah berfirman "Dan janganlah engkau memalingkan wajahmu dari manusia karena sombong, dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri."

Ayat ini menunjukkan bahwa kerendahan hati adalah ciri orang yang diridhai Allah, sedangkan kesombongan adalah sifat yang dibenci-Nya.

Oleh karena itu, tawadhu’ bukan hanya untuk berperilaku rendah hati dalam pergaulan sosial, tetapi juga dalam sikap kita terhadap ilmu, kebenaran, dan agama. Dengan sikap tawadhu’, kita dapat lebih mudah menerima koreksi, belajar dari kesalahan, dan terus memperbaiki diri. Orang yang tawadhu’ tidak akan merasa malu untuk mengakui kesalahannya dan berusaha untuk memperbaikinya.

Dalam konteks ini, mengajarkan kita bahwa hakekat tawadhu’ adalah lebih daripada sekadar berbicara tentang kerendahan hati. Tawadhu’ sejati adalah tentang kesiapan untuk menerima dan mengamalkan kebenaran dalam hidup kita, meskipun itu sulit atau tidak sesuai dengan keinginan pribadi kita.

Dengan demikian, tawadhu’ adalah bagian dari akhlak yang mulia dalam Islam yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sikap ini akan membawa kita lebih dekat kepada Allah dan membantu menciptakan hubungan yang harmonis dengan sesama. Orang yang tawadhu’ tidak hanya akan mendapatkan kemuliaan di sisi Allah, tetapi juga dihormati dan dicintai oleh manusia karena keikhlasan dan kesetiaannya pada kebenaran.
Wallahu A'lam Bishawab

f64c10a46a18f9d2c3502aad06d05be2


DZIKIR INI RINGAN DI LISAN, NAMUN BERAT DI TIMBANGAN KEBAIKAN

Sebuah dzikir yang mudah dirutinkan setiap saat, namun berat di timbangan amalan. Dzikir tersebut adalah bacaan “Subhanallah wa bi hamdih, subhanallahil ‘azhim”.

Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

“Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat ditimbangan, dan disukai Ar Rahman yaitu “Subhanallah wa bi hamdih, subhanallahil ‘azhim” (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung). (HR. Bukhari no. 6682 dan Muslim no. 2694)

Dalam Muqoddimah Al Fath (Fathul Bari), Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan keutamaan hadits tersebut sebagai berikut:

Maksud “dua kalimat” adalah untuk memotivasi berdzikir dengan kalimat yang ringan.

Maksud “dua kalimat yang dicintai” adalah untuk mendorong orang berdzikir karena kedua kalimat tersebut dicintai oleh Ar Rahman (Allah Yang Maha Pengasih).

Maksud “dua kalimat ringan” adalah untuk memotivasi untuk beramal (karena dua kalimat ini ringan dan mudah sekali diamalkan).

Maksud “dua kalimat yang berat di timbangan” adalah menunjukkan besarnya pahala.

Alur pembicaraan dalam hadits di atas sangat bagus sekali. Hadits tersebut  menunjukkan bahwa cinta Rabb mendahului hal itu, kemudian diikuti dengan dzikir dan ringannya dzikir pada lisan hamba. Setelah itu diikuti dengan balasan dua kalimat tadi pada hari kiamat. Makna dzikir tersebut disebutkan dalam akhir do’a penduduk surga yang disebutkan dalam firman Allah,

دَعْوَاهُمْ فِيهَا سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلَامٌ وَآَخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Do’a mereka di dalamnya adalah: “Subhanakallahumma”, dan salam penghormatan mereka adalah: “Salam”. Dan penutup doa mereka adalah: “Alhamdulilaahi Rabbil ‘aalamin”.” (QS. Yunus: 10)

Sumber: Muqqodimah Al Fath, Ibnu Hajar Al Asqolani, hal. 474.



Sumber Link

118abd07dc71d2676a79554c4836af07


Berkata Syaikh Ibnu Utsaimin rohimahulloh:

“Dunia.,
Jangan memanjangkan angan-angan di dalamnya
betapa banyak orang yang berangan-angan sangat
panjang ternyata ajal datang mengagetkannya."

(Syarah Riyadushsholihin 3/437).

b7f9a06850b9a55836a73bbf138bd6f2


📎 Teman Terbaik

Yahya bin Abi Katsir rahimahullah berkata:

"Dahulu para ulama mengatakan: Sebaik-baik teman adalah yang mengatakan kepada temannya: "Ayo kita shalat dan puasa sebelum kita mati".

📘 (Riyadhul Muta'allimin 305 karya Ibnu Sunni)

Dalam kehidupan, setiap orang pasti memiliki teman. Namun, tidak semua teman itu baik dan membawa manfaat bagi kita, terutama dalam urusan akhirat. Yahya bin Abi Katsir rahimahullah mengingatkan bahwa sebaik-baik teman adalah yang selalu mengajak kita kepada kebaikan, yang mengingatkan kita untuk shalat, berpuasa, dan beribadah sebelum ajal menjemput.

Sering kali manusia terlena dengan dunia. Kesibukan mencari nafkah, mengejar kesenangan, atau bahkan terjerumus dalam kelalaian membuat seseorang lupa akan tujuan hidupnya yang sebenarnya, yaitu beribadah kepada Allah. Dalam kondisi seperti ini, memiliki teman yang shalih sangatlah berharga. Teman yang shalih akan menjadi pengingat di saat kita lupa, penyemangat di saat kita lemah, dan penguat di saat kita hampir terjatuh.

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Seseorang itu mengikuti agama sahabat karibnya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian memperhatikan siapa yang menjadi sahabatnya."
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Teman yang baik bukan hanya menemani dalam kesenangan, tetapi juga dalam ibadah. Ia tidak akan membiarkan kita lalai, tetapi akan selalu mengajak kepada kebaikan. Sebaliknya, teman yang buruk justru akan menjauhkan kita dari ketaatan dan menjerumuskan ke dalam kebinasaan.

Allah telah memperingatkan tentang penyesalan orang-orang yang salah memilih teman di akhirat nanti:

"Wahai celakalah aku! Sekiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan sebagai teman akrabku. Sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Al-Qur'an) setelah (peringatan itu) datang kepadaku."
(QS. Al-Furqan: 28-29)

Oleh karena itu, hendaknya kita memilih teman dengan bijak. Carilah teman yang mengajak kita kepada shalat, mengingatkan kita untuk berpuasa, dan selalu menasihati dalam kebaikan. Jika kita telah memiliki teman seperti ini, maka pertahankanlah persahabatan tersebut karena itu adalah anugerah besar dari Allah.

Sebaliknya, jika kita masih dikelilingi oleh teman-teman yang lalai, maka berusahalah untuk menjadi teman terbaik bagi mereka. Ajak mereka kepada kebaikan, ingatkan mereka tentang pentingnya beribadah, dan doakan mereka agar mendapat hidayah.

Semoga Allah memberikan kita teman-teman yang shalih dan menjadikan kita termasuk orang yang selalu mengajak kepada kebaikan sebelum ajal menjemput.
Wallahu A'lam Bishawab


7eb3fc6935f92095c2653654df4f21e4


LUASNYA REZEKI ITU BUKAN DENGAN BANYAKNYA HARTA NAMUN DENGAN KEBERKAHANPADANYA

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata:

"Bukanlah luasnya rezeki dan amal itu dengan banyaknya. Dan bukanlah panjang umur itu dengan banyaknya bulan dan tahun. Akan tetapi luasnya rezeki dan panjangnya umur adalah dengan keberkahan padanya."

(Al Jawabul Kaafi)

0a7b8781a66e2e4a3ef801e13415705e


Di jalanan, kita gampang banget komentar soal cara bawa motor orang lain.

`Wah, itu orang sein kanan belok kiri.`
`Wah, itu orang jalannya lelet banget.`

Mata kita tajam banget kalau melihat kesalahan pengendara lain.

​Tapi anehnya... kita sering rabun saat melihat kesalahan diri sendiri.

​Bro, sadarlah.
Dari banyaknya manusia di dunia, yang paling pantas untuk terus kamu nasihati adalah dirimu sendiri.

​Kenapa?
Karena yang akan dimintai pertanggungjawaban atas hidupmu, bukan mereka. Tapi kamu.

Karena yang paling tahu aib-aib busukmu, bukan mereka. Tapi kamu.

​Jangan sibuk mengelap debu di kaca orang lain, sementara kacamata kita sendiri buram tertutup kotoran.

Sering-seringlah menengok ke `spion` hati. Lihat ke belakang, sudah seberapa banyak dosa yang kita tumpuk hari ini?
.

2f6c5a560c1bfd62aadd7df8c619c5fe


Pacaran Adalah Kamuflase dan Kepalsuan
🎙️ Ustadz Ahmad Sabiq, Lc.
🎥 Link

📝 Hindari pacaran karena ia hanyalah ajang untuk saling menampakkan kepalsuan. Dalam pacaran, segala kekurangan ditutup-tutupi, sementara dalam pernikahan, semua karakter asli akan terlihat. Syariat Islam mengajarkan nikah dulu baru cinta (mawaddah warahmah), bukan sebaliknya yang hanya mengumbar syahwat tanpa keberkahan dari Allah Subhanahu wa Ta`ala.



f2a64d991b6404cb96bc02ff5aaa3f41


“Siapa yang pernah menzalimi saudaranya berupa menodai kehormatan atau mengambil sesuatu yang menjadi miliknya, hendaknya ia meminta kehalalannya dari kezaliman tersebut hari ini. Sebelum tiba hari kiamat yang tidak akan bermanfaat lagi dinar dan dirham. Pada saat itu bila ia mempunyai amal shalih maka akan diambil seukiran kezaliman yang ia perbuat. Bila tidak memiliki amal kebaikan, maka keburukan saudaranya akan diambil kemudia dibebankan kepadanya.” (HR. Bukhari no. 2449)

Dari hadis ini mereka menyimpulkan, ghibah adalah dosa yang berkaitan dengan hak manusia. Maka dosa tersebut tidak bisa gugur kecuali dengan meminta kehalalan dari orang yang telah ia zalimi.

Olehnya itu jangan penrah Ghibahi orang lain, selain karena dosa besar, engkau pun akan kesulitan meminta maaf.

bfb9104112aada974063f8e74efc4eb3


SETAN LARI DARI RUMAH DENGAN AMALAN INI
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Manfaat Membaca Surah Al-Baqarah di Rumah: Setan Tak Berani Mendekat

Membaca Surah Al-Baqarah di rumah memiliki keutamaan yang besar dalam Islam, salah satunya adalah mengusir setan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan bahwa setan akan lari dari rumah yang dibacakan Surah Al-Baqarah, menjadikan rumah tersebut penuh berkah dan perlindungan.

Faedah hadits
- Larangan bagi orang hidup untuk menyerupai orang yang telah mati, karena orang mati tidak dapat mengambil manfaat, hukum-hukum, peringatan yang terkandung di dalam surah Al-Baqarah.
- Setan lari dari rumah yang dibacakan padanya surah Al-Baqarah, ia tidak akan mendekatinya malam itu.
- Penjelasan mengenai keutamaan surah Al-Baqarah.
- Shalat di pekuburan diharamkan.
Tidak boleh menguburkan mayat di dalam rumah secara mutlak, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang menjadikan rumah sebagai kuburan. Adapun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dikuburkan di rumah Aisyah adalah kekhususan syariat untuk beliau saja.


Membaca Surah Al-Baqarah di rumah bukan hanya menjadi sumber keberkahan, tetapi juga menjadi benteng perlindungan dari gangguan setan. Sebagai seorang Muslim, menjaga amalan ini dapat menjadikan rumah kita senantiasa diberkahi dan terhindar dari segala keburukan.

Semoga kita semua dapat istiqamah dalam mengamalkannya, sehingga rumah kita selalu dipenuhi dengan cahaya iman dan ketenangan.


Sumber Link

3279195ebd11de6770627cf8e4763af4


DUHAI, SEKIRANYA AKU BERADA PADA POSISINYA!
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
«لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَمُرَّ الرَّجُلُ بِقَبْرِ الرَّجُلِ فَيَقُولُ: يَا لَيْتَنِي مَكَانَهُ».
[صحيح] - [متفق عليه] - [صحيح البخاري: 7115]

Abu Hurairah -raḍiyallāhu `anhu- meriwayatkan dari Nabi ﷺ, bahwa beliau bersabda,
"Tidak akan terjadi hari Kiamat sampai seseorang melewati kuburan orang lain lalu berkata, `Duhai, sekiranya aku berada pada posisinya.`"
[Sahih] - [Muttafaq `alaihi] - [Sahih Bukhari - 7115]

Uraian
Nabi ﷺ mengabarkan bahwa Kiamat tidak akan terjadi sampai seseorang melewati suatu kubur lalu ia berangan-angan seandainya ia pun mati di posisinya. Penyebabnya ialah karena dia khawatir kehilangan agamanya disebabkan oleh dominasi kebatilan dan pelakunya serta merebaknya fitnah, maksiat dan kemungkaran.

Faidah dari Hadis
1- Isyarat tentang dominasi kemaksiatan dan berbagai fitnah di akhir zaman.
2- Anjuran untuk berjaga-jaga serta mempersiapkan diri menyambut kematian dengan keimanan, amal saleh, dan menjauhi tempat-tempat fitnah dan ujian.


sumber: Link

e6f5807d1b617ca3f35980c9896fe408


Hisab Itu Masing-masing
🎙Ust Muhammad Nuzul Dzikri
link url : Link

Tenang saja, setiap manusia akan dihisap masing-masing di hadapan Rabb yang Maha Bijak. Suami dihisap sendiri, anak dihisap sendiri, orang tua pun demikian. Tugas kita hanyalah tetap berbakti dan menjalankan syariat sesuai porsi kita. Jangan pusing dengan hisab orang lain, pastikan saja diri kita selamat di hadapan Allah Subhanahu wa Ta`ala.

93e99b2525d173896a3c939d6832143b


Jika memang belum sanggup beli Mobil, udah naik motor aja, jangan maksain Leasing.

Jika memang belum sanggup beli Rumah, udah ngontrak aja, jangan maksain KPR.

Jika memang belum sanggup mengadakan pesta, udah akad nikah aja, jangan maksain utang kesana kesini.

Kadang kita itu stres, susah, pusing, tertekan, tidak bahagia bukan karena masalah dari orang lain. Tapi dari diri kita sendirilah yg membuat hidup menjadi susah.

Dan salah satunya penyebabnya adalah karena kita terlilit hutang demi memaksakan diri menuruti gaya hidup.

Padahal jika kita mau menyadari sesunguhnya hidup sederhana tanpa hutang itu jauh lebih menentramkan, dari pada terlihat mewah namun banyak hutang.

Sebab seseorang yang memiliki banyak utang tentu hidupnya tidak akan tenang. Ia akan lebih sering merasa gelisah, stres, cemas dan tertekan. Dan keadaan ini sebagaimana hadis dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

لا تُخِيفوا أنفُسَكم بعْدَ أَمْنِها. قالوا: وما ذاكَ يا رسولَ اللهِ؟ قال: الدَّيْنُ

“Jangan kalian membuat takut (meneror) diri kalian sendiri padahal sebelumnya kalian dalam keadaan aman.”

Para sahabat bertanya: “Apakah itu wahai Rasulullah?”

Rasulullah menjawab: “Itulah utang!” (HR. Ahmad, Silsilah Ash Shahihah no. 2420)

Karena itu hendaknya kita mengingat, bahwa sejatinya sekecil apapun yg Allah berikan kepada kita pasti akan cukup jika kita pergunakan untuk hidup, tapi sebanyak apapun yg kita miliki tidak akan pernah cukup jika kita pergunakan untuk memenuhi gaya hidup.

Maka dengan demikian hendaknya kita banyak bersyukur, bersifat qonaah dan menjalanin hidup sesuai dengan kemampuanmu, jangan memaksakan diri demi gaya hidup dan sibuk dengan penilaian orang lain.

Semoga Allah jadikan kita termasuk orang2 yg memiliki sifat qonaah dan mari kita banyak membaca doa berlindung dari sifat suka berutang:

اللّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الهَمِّ وَ الحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegundahan dan kesedihan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan utang dan penindasan orang.” (HR. Bukhari no. 6363].



✍ Habibiequotes, 05/09/23
Ig - Link