Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

 
1

Munculnya Al-Mahdi

Telah menceritakan kepada kami Yunus bin Abdul A`la telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Idris As Syafi`i telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Khalid Al Janadi dari Aban bin Shalih dari Al Hasan dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah shallallahu `alaihi was salam bersabda, "Tidaklah urusan ini bertambah kecuali hanya kekerasan, dan tidaklah dunia ini juga bertambah kecuali akan semakin mundur, dan tidak pula manusia semakin bertambah melainkan akan semakin kikir, dan tidak akan terjadi hari kiamat kecuali pada seburuk-buruk manusia dan tidaklah muncul Al Mahdi kecuali muncul `Isa bin Maryam."
(HR. Ibnu Majah: 4029)



layanan Ambulance MBISC
24 Jam Gratis Dalam Kota Surabaya
Sidoarjo & Gresik
(Syarat & ketentuan berlaku)
https://mbisc.my.id/ambulance*whatapp">mbisc.my.id/ambulance*whatapp">https://mbisc.my.id/ambulance*whatapp

Instagram
https://mbisc.my.id/instagram">mbisc.my.id/instagram">https://mbisc.my.id/instagram

Whatapp Group Dakwah
https://mbisc.my.id/gdmbisc">mbisc.my.id/gdmbisc">https://mbisc.my.id/gdmbisc

eTiket System
https://mbisc.my.id/tiketinfo/">mbisc.my.id/tiketinfo/">https://mbisc.my.id/tiketinfo/

Join Member
https://mbisc.my.id/joinus">mbisc.my.id/joinus">https://mbisc.my.id/joinus

Info
mbisc.my.id">https://mbisc.my.id

JANGAN LUPAKAN DIRIMU, WAHAI PEMBERI NASEHAT!
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Yakni alangkah buruknya keadaan kamu mendorong orang lain mengerjakan kebaikan, namun kamu malah melupakan dirimu untuk memperoleh kebaikan yang besar yaitu Islam, padahal kamu membaca kitab Taurat yang di sana diterangkan sifat Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam dan kewajiban beriman kepadanya. Tidakkkah kamu menggunakan akal sehatmu?!

Ayat ini meskipun turun berkenaan tentang ulama bani Isra`il, namun ia umum kepada setiap orang yang menyuruh orang lain berbuat baik namun ia melupakan dirinya ibarat sebuah lilin yang menerangi orang lain, namun dirinya habis terbakar. Di dalam hadits disebutkan:

مَثَلُ الَّذِيْ يُعَلِّمُ النَّاسَ الْخَيْرَ وَ يَنْسَى نَفْسَهُ مَثَلُ الْفَتِيْلَةِ تُضِيء لِلنَّاسِ وَ تُحَرِّقُ نَفْسَهَا

“Perumpamaan orang yang mengajar kebaikan kepada manusia, namun ia melupakan dirinya sendiri adalah seperti sebuah sumbu, ia menerangi manusia sedangkan dirinya sendiri terbakar.” (HR. Thabrani dari Abu Barzah dan Jundab, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahihul Jaami’ no. 5837)

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur`an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, Link.I

Referensi: Link

632337eddba387d5d3ca02c5d8a48120


TIPS MEREDAM AMARAH
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

1. Membaca ta`awudz, meminta perlindungan pada Allah dari godaan setan,
2. Diam,
3. Berganti posisi (dari berdiri ke duduk, dari duduk ke berbaring),
4. Mengambil air wudu,
5. Ingat wasiat Nabi shallallahu `alaihi wa sallam dan janji beliau.

Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), "Jangan engkau marah,
maka bagimu surga."

(HR. Thabrani dalam Al-Kabir, shahih lighairihi).

Link


e72c42d81d5a6051c1f7db9e388522f7


🥩 Hukum aqiqah untuk bayi yang meninggal

a75573dad93ec33e563b5a27ecb1b7b8


KEUTAMAAN PUASA SYAWAL

✍🏻 Rasulullah shalallahu `alaihi wa sallam bersabda,


"Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian dia mengikutkannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti seorang yang berpuasa setahun penuh."

📚 HR. Muslim no. 1164 dari sahabat Abu Ayyub al-Anshari radhiyallahu `anhu


📷 @ruang faedah x @thequran path
♻️ silahkan Disebarluaskan

c10407b2582f758c6d73d5cb28e8e0f2


BAGI YANG GEMAR BERPUASA SUNNAH

Pada sebagian puasa Sunnah yang telah diperintahkan oleh Allah bagi hamba-Nya, terdapat beberapa keutamaan khusus yang akan didapatkan ketika kita menjalankannya. Namun, ada keutamaan yang akan didapatkan oleh para penggemar puasa sunnah secara garis besar jika ia ikhlas melaksanakannya karena Allah, dan bukan karena riya dan sebagainya. Rasulullah ﷺ bersabda,

الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَىْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِى فِيهِ ..

“Puasa dan Al Qur’an itu akan memberikan syafa’at kepada seorang hamba pada hari kiamat kelak. Puasa akan berkata, ’Wahai Rabbku, aku telah menahannya dari makan dan nafsu syahwat karenanya perkenankan aku untuk memberikan syafa’at kepadanya..”( HR. Ahmad 2: 174)

Begitu banyak nya keutamaan yang akan didapatkan oleh seorang Muslim jika berpuasa karena Allah, dan ini merupakan tabungan amal yang sangat luar biasa. Dan ada satu puncak keutamaan yang akan didapatkan oleh seorang Muslim yang gemar berpuasa kelak di akhirat. Rasulullah ﷺ bersabda,

فِى الْجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ ، فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ لاَ يَدْخُلُهُ إِلاَّ الصَّائِمُونَ

Surga memiliki delapan buah pintu. Di antara pintu tersebut ada yang dinamakan pintu Ar-Rayyan yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa.” (HR. Bukhari no. 3257).

Semoga Allah kuatkan kita menjadi orang-orang yang gemar berpuasa dan senantiasa memanfaatkan waktu untuk mengejar kebaikan setiap saat. Barakallahu fiikum

Allahu Ta’ala A’lam bishawab

7efa0437334cdd6de69036638254fc0c


Pangkal kegelisahan, kekecewaan dan kesempitan hidup itu ketika engkau menjauh dari Allah.

Dan sebaliknya, ketika engkau mendekat, berharap dan bersandar kepada Allah, maka ketenangan, kebaikan dan kebahagiaan akan kamu rasakan.

Sebab kebahagiaan sejati itu hanya ada ketika kamu berserah diri kepada Allah dan kamu percaya bahwa apa yang Allah berikan itu akan lebih baik di banding dengan apa yang kamu inginkan.

Karena jika kamu hanya bersandar bahwa kebahagiaan adalah semua yang ada di tanganmu, maka mudah sekali kebahagiaan itu akan berganti, hilang bahkan setiap orang bisa dengan mudah merampasnya darimu.

Namun berbeda, ketika kamu bersandar bahwa semua adalah millik Allah, maka engkau akan merasa tenang, sebab engkau yakin bahwa Allah sendirilah yang akan senantiasa menjaganya.

Dan karenan itulah mengapa kunci ketenangan hidup itu ada pada ketika engkau bertauhid kepada Allah.

Al-Imam ibnul Qayyim Al-Jauziyyah رحمه الله bertutur :

“Tauhid akan membuka pintu kebaikan, kebahagiaan, kelezatan, kegembiraan dan kesenangan bagi hamba.” [Zadul Ma`ad : 4/186]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah رحمه الله juga berkata,

Semakin kuat Tauhid dalam hati seorang hamba, maka semakin kuat pula keimanan, ketenangan, tawakal dan keyakinannya." [Majmu` Al Fatawa, 28/35]

Dengan mertauhid Allah akan menjadikan hidup kita lebih tenang, banyak bersyukur dan selalu yakin bahwa apa yang Allah takdir untuk kita adalah yang terbaik.

Maka apapun keadaanmu, bersandar dan berharap kepada Allah.

Karena jika engkau bersama Allah siapa yang bisa membahayakanmu ? Dan jika tanpa Allah apa yang bisa berguna bagimu ?

Tanpa Allah, ketakutan membesar, kecemasan melanda, kesedihan menghimpit.

Bersama Allah, ketakuan mengecil, kecemasan sirna, kesedihan terurai.

Karena itu orang yang beriman akan senantiasa memantapkan tauhidnya, karena ia yakin bahwa bersama Allah semua ujian akan menjadi kebaikan dan kebahagiaan.

✍ Habibie Quotes, 03/09/23
Ig - Link

f953400bf8576c5fcb2f8b06a6bbbedc


Perdalam Aqidah Dimasa Fitnah
Syaikh Al-'Allamah Muhammad Aman Al-Jami:

الإكثار من قراءة التوحيد وتمكين العقيدة من قلوب شبابنا أمر مطلوب لأننا نعيش في زمن الأهواء زمن الفتن زمن البلاء

"Memperbanyak kajian di seputar tauhid dan pengokohan aqidah dalam diri-diri pemuda adalah perkara yang amat dibutuhkan. Sebab kita hidup di masa hawa nafsu lebih dikedepankan, kita hidup di masa fitnah dan banyaknya cobaan." (Manhaj Ahlissunnah wal Jama'ah fid Da'wah Ilallaah)

Mengedepankan hawa nafsu dalam beragama yaitu mengukur salah benar, mengukur siapa kawan siapa lawan berdasarkan hawa nafsu kelompoknya. Dalil-dalil agama diterjemahkan menurut selera hawa nafsunya, bukan hawa nafsu yang ditundukkan kepada dalil Al-Qur'an was Sunnah.

Oleh sebab itu ahlul bid'ah juga disebut sebagai ahlul hawa, lantaran mengedepankan hawa nafsu bid'ahnya dalam beragama daripada ketaatan kepada sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Lantaran mengedepankan banyak orang daripada mengikuti satu orang yaitu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Mereka berang dengan orang-orang yang mendakwahkan tauhid dan sunnah lalu mencelanya dengan gelaran "talafi", "wahabi", "pemecah belah umat".

Al-Imam Abu Utsman Ash-Shobuni Asy-Syafii berkata:

وعلامات البدع على أهلها بادية ظاهرة، وأظهر آياتهم وعلاماتهم: شدة معاداتهم لحملة أخبار النبي واحتقارهم واستخفافهم بهم

"Dan ciri-ciri ahlul bid’ah itu sangat jelas ketara, diantara ciri yang paling nampak adalah kerasnya permusuhan mereka terhadap para pembawa hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, menghina mereka dan merendahkannya.” (Aqidatus Salafi Ash-habil Hadits 101)

✍🏻 Ustadz Fikri Abul Hasan حفظه الله

3d6e4200213e7171568b0d86d0a221e4


BERSEDEKAH DENGAN KEMAMPUAN MAKSIMAL
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Imam al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah berkata, “Hendaknya seorang memilih untuk bersedekah dengan kelebihan hartanya, dan menyisakan secukupnya untuk dirinya karena khawatir terhadap fitnah fakir (kemiskinan). Sebab, boleh jadi dia akan menyesal atas apa yang dia lakukan (dengan berinfak seluruh atau melebihi separuh harta) sehingga merusak pahala. Sedekah dan kecukupan hendaknya selalu eksis dalam diri manusia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengingkari Abu Bakar yang keluar dengan seluruh hartanya, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tahu persis kuatnya keyakinan Abu Bakar dan kebenaran tawakkalnya, sehingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak khawatir fitnah itu menimpanya sebagaimana Beliau khawatir terhadap selain Abu Bakar. Bersedekah dalam kondisi keluarga sangat butuh dan kekurangan, atau dalam keadaan menanggung banyak utang bukanlah sesuatu yang dikehendaki dari sedekah itu. Karena membayar utang dan memberi nafkah keluarga atau diri sendiri yang memang butuh adalah lebih utama. Kecuali jika memang dirinya sanggup untuk bersabar dan membiarkan dirinya mengalah meskipun sebenarnya membutuhkan sebagaimana yang dilakukan Abu Bakar dan itsar (mendahulukan orang lain) yang dilakukan kaum Anshar terhadap kaum muhajirin.”

Oleh karena itu, para ulama mensyaratkan bolehnya bersedekah dengan semua harta apabila orang yang bersedekah kuat, mampu berusaha, bersabar, tidak berutang dan tidak ada orang yang wajib dinafkahi di sisinya. Ketika syarat-syarat ini tidak ada, maka bersedekah ketika itu adalah makruh.


sumber : Link

c1d558e6aafec157201e5c3250ba2f25


Hukum Asal Touring dalam Islam
🎙 Ustadz Hermanto Abu Rozan
🎥 Link

📝 Touring secara hukum asal adalah mubah (boleh). Namun, perbuatan yang mubah bisa bernilai ibadah dan berpahala jika didasari dengan niat yang baik karena Allah Subhanahu wa Ta`ala. Mari luruskan niat dalam setiap perjalanan kita.


d1746bdf04db1cbaacb4f4ade6c4b49d


🌹🌸🌷💐 Berprasangka Baik

Qatadah rahimahullah berkata:

"Demi Allah, sungguh Allah telah mengagungkan kehormatan seorang muslim. Oleh karena itu, Allah melarangmu berprasangka kepada saudaramu kecuali dengan prasangka yang baik."
📚 At-Taubikh wa at-Tanbih hlm. 229

Perkataan penuh hikmah ini mengajarkan satu adab besar dalam Islam, yaitu husnuzhan — berprasangka baik kepada sesama muslim. Allah Ta'ala memuliakan kehormatan seorang mukmin, sehingga menjaga prasangka adalah bagian dari menjaga kehormatan itu.

Islam membangun masyarakatnya di atas landasan saling percaya, saling menghormati, dan saling memuliakan. Salah satu racun yang menghancurkan ukhuwah (persaudaraan) adalah su'uzhan — prasangka buruk. Karena itulah, Islam tegas melarangnya.

Allah berfirman:

"Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak dari prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa..."
📖 (QS. Al-Hujurat: 12)

Prasangka buruk tidak hanya mencemari hati, tetapi juga mendorong lidah untuk berkata buruk dan tangan untuk berbuat dzalim. Betapa banyak permusuhan, perpecahan, bahkan pertumpahan darah, bermula dari prasangka buruk.

Menegaskan bahwa Allah melarangmu berprasangka kepada saudaramu kecuali dengan prasangka yang baik. Ini artinya, kita diwajibkan untuk mencari alasan positif atas sikap saudara kita, tidak tergesa-gesa menuduh atau mencurigai.

🔹 Jika engkau melihat saudaramu lambat menunaikan hakmu, berprasangka baiklah bahwa ia mungkin sedang sibuk atau lupa.

🔹 Jika engkau mendengar kabar buruk tentang saudaramu, berprasangka baiklah bahwa itu mungkin fitnah atau salah paham.

🔹 Jika engkau melihat saudaramu melakukan sesuatu yang tampak salah, berprasangka baiklah bahwa ia punya alasan yang tidak kau ketahui.

📌 Mengapa Harus Husnuzhan?
Karena Allah memerintahkannya.
Berprasangka baik adalah wujud ketaatan kepada Allah.

Karena itu menjaga persaudaraan.
Tanpa husnuzhan, ukhuwah Islamiyyah akan rapuh dan mudah rusak.

Karena manusia punya kekurangan.
Kita semua punya aib dan kesalahan. Membuka pintu prasangka buruk berarti membuka pintu saling mencela dan membenci.

📌 Bagaimana Melatih Husnuzhan?
Sibukkan diri sendiri dengan introspeksi, bukan mencari-cari kesalahan orang lain.

Carilah alasan yang baik untuk setiap perilaku orang lain.

Jika mendengar berita buruk, tahan lisan dan tabayun (klarifikasi).

Ingatkan diri sendiri: sebagaimana aku ingin orang lain berprasangka baik kepadaku, aku juga wajib berprasangka baik kepada mereka.

📌 Perkataan ini sederhana tapi dalam maknanya. Ia mengajarkan kita untuk memelihara hati dari kotoran prasangka buruk dan mengisi hati dengan kasih sayang terhadap sesama muslim. Karena, menjaga prasangka baik bukan hanya menjaga hubungan antar manusia, tapi juga menjaga hubungan kita dengan Allah.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang bersih hati dan mulia akhlaknya, yang menjaga kehormatan saudaranya dengan prasangka baik.

Wallahu A'lam Bishawab

ddd2b94f061f6d15628f0914446b1f22


Taat Lampu Merah adalah Pahala
🎙️ Ustadz Subhan Bawazier
🎥 Link

📝 Berhenti di lampu merah bukan karena takut polisi, tapi karena taat kepada Ulil Amri adalah perintah Allah Subhanahu wa Ta`ala. Jadikan ketertiban di jalan sebagai tabungan amal sholeh kita.