05cbf5db582c71f07e458ae68acbecbb SEBAB TERBESAR AGAR HATI BISA ISTIQOMAH قال الشيخ العلامة محمد بن صالح العثيمن رحمه الله تعالى :
ومن أكبر الأسباب لاستقامة القلب وسلامته كثرة قراءة القرآن [ نور على الدرب، 12/20]
Syaikh Al-'Allamah Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin rohimahulloh ta'ala pernah berkata :
"Dan diantara sebab terbesar untuk istiqomahnya hati dan keselamatannya adalah (dengan) memperbanyak membaca Al-Qur'an." [
NUR 'ALAD DARBI , 12/20]
Catatan : 1. Ya, benarlah apa yang beliau sampaikan. Bahwa dengan memperbanyak membaca Al-Qur'an, insya Alloh akan membantu kita agar bisa istiqomah di atas agama Islam ini.
2. Ya, bagaimana tidak ? Sumber semua kebaikan dan keberkahan hidup itu, ada di dalam Al-Qur'an.
Alloh subhanahu wa ta'ala berfirman :
كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ
“Ini adalah sebuah Kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah, supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya Ulul Albab (orang-orang yang berakal) mendapat pengajaran." (QS. Shaad [38] : 29).
Tentang ayat ini, dijelaskan oleh
Al Imam Ibnu Katsir rohimahulloh dlm tafsirnya, dgn berkata :
"Yaitu orang-orang yang berakal, (karena) al-albab itu adalah bentuk jamak dari kata "lub", yang artinya akal. Al-Imam Al-Hasan Al-Basri rohimahulloh mengatakan :
"Demi Alloh, bukanlah cara mengambil pelajaran dari Al-Qur'an itu dengan (sekedar) menghafal huruf-hurufnya, tetapi menyia-nyiakan batasan-batasannya, (tidak, tidak seperti itu !). Sehingga seseorang dari mereka (orang yang tidak mengindahkan batasan-batasannya tersebut) akan mengatakan : "Aku telah membaca seluruh Al-Qur'an", tetapi pada dirinya tidak ada ajaran Al-Qur'an yang disandangnya, baik pada akhlaknya ataupun pada amal perbuatannya." [
Tafsir Al-Qur'anil Adzim , 4/44]
Ya,
Al-Qur'an itu akan memberikan manfaat dan keberkahan serta kebaikan hidup, bagi orang yang mau mengambil pelajaran darinya. Jika tdk mau, atau bahkan dia berpaling dari petunjuk Al-Qur'an, sungguh dia akan merugi dan sengsara.
Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam pernah bersabda :
وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ
“Al-Qur’an itu akan menjadi hujjah yang membelamu atau yang akan menuntutmu” (HR.
Imam Muslim no. 223).
Tentang makna hadits ini, dijelaskan oleh para ulama sebagai berikut :
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rohimahulloh menjelaskan :
”Al Qur’an itu bisa menjadi pembelamu, jika engkau melaksanakan nasehat terhadap Al-Qur’an. Dan Al-Qur'an itu bisa menjadi penuntut atasmu apabila engkau tidak melaksanakan nasehat terhadap Al-Qur'an.” [
Asy-Syarhul Kabir 'ala Al-Arba'in An-Nawawiyyah , hal. 316, penjelasan hadits no. 23]
Kemudian beliau juga menjelaskan tentang makna dan bentuk-bentuk
"nasehat kepada Al-Qur'an" , diantaranya adalah mengandung beberapa perkara, yaitu :
Pertama : Membela Al Qur’an dari penyelewengan Ahlul Bathil (orang-orang yang menyimpang/menyeleweng), dan menjelaskan tentang penyimpangan/penyelewengannya tersebut.
Kedua : Betul-betul membenarkan berita-berita yang ada di dalamnya, tanpa ada keraguan sedikit pun.
Orang yang mendustakan dan ragu terhadap berita-berita yang ada di dalamnya, maka dia bukanlah orang yang memberi nasehat terhadap Al Qur’an.
Ketiga : Melaksanakan perintah yang terdapat dalam Kitabulloh (Al-Qur'an)
Jika tidak melaksanakannya, berarti tidak dikatakan memberi nasehat terhadap Al Qur’an.
Keempat : Menjauhi segala yang dilarang. Jika tidak menjauhi larangan yang ada dalam Al Qur’an, maka tidak dikatakan sebagai orang yang memberi nasehat terhadap Al Qur’an.
Kelima : Mengimani bahwa setiap hukum yang ada dalam Al-Qur’an itu adalah sebaik-baik hukum. Dan tidak ada hukum yang lebih baik dari hukum-hukum yang terdapat dalam Al Qur’an Al Karim.
Keenam : Mengimani bahwa Al-Qur’an itu adalah Kalamullah (firman Alloh ta'ala dan bukan makhluk), baik huruf-hurufnya maupun maknanya.
Alloh betul-betul telah berfirman/berbicara. Lalu disampaikan Malaikat Jibril dari Allah ‘azza wa jalla, dan diturunkan kepada hati Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam, dengan tujuan agar Al-Qur’an itu menjadi peringatan dengan bahasa Arab yang jelas."
[
Asy-Syarhul Kabir 'ala Al-Arba'in An-Nawawiyyah , hal. 176, penjelasan hadits no. 7]
Adapun
Syaikh Abdurrohman bin Nashir As-Sa'di rohimahulloh menjelaskan, bahwa nasehat terhadap Kitabulloh, bisa terwujud dengan melakukan amalan sebagai berikut :
"Dengan menghapalkannya, mentadaburinya (memikirkan dan merenungkan makna-maknanya), mempelajari lafadz-lafadznya dan makna-maknanya, dan bersungguh-sungguh dalam mengamalkannya untuk dirinya dan mengajarkannya kepada orang lain." [
Bahjatu Qulubil Abror wa Qurrotu 'Uyunil Akhyar fii Syarh Jawami'il Akhbar (hal. 13), karya Syaikh Abdurrohman As-Sa'di rohimahulloh]
3. Demikianlah ! Dengan berpegang teguh dengan Al-Qur'an, yakni dengan selalu memperbanyak membaca dan mentadaburi ayat-ayatnya, memahami hukum-hukum dan nasehat-nasehat yang terkandung di dalamnya, lalu berusaha mengamalkan semampunya, insya Alloh hal seperti inilah yang akan menolong dan membantu kita untuk bisa istiqomah di atas Iman, Islam dan di atas Al-Haq.
Semoga Alloh subhanahu wa ta'ala memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita untuk mencintai Al-Qur'an dan senang untuk selalu membacanya dan mengambil banyak faedah/manfaat darinya....
Wallohu Waliyyut Taufiq.... Semoga nasehat ini bermanfaat bagi kita semuanya.
Allohu yubaarik fiikum.... Surabaya , Senin pagi yg sejuk, 4 Shofar 1445 H / 21 Agustus 2023 M
✍ Akhukum fillah,
Abu Abdirrohman Yoyok WN Sby Silahkan joint pada channel telegram kami :
Link Atau, untuk materi dakwah
BIMBINGAN MERAWAT JENASAH SESUAI SUNNAH , silahkan joint di telegram kami :
Link Semoga bermanfaat bagi kita semuanya.