Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

 
1

MENGINGAT AKHIRAT DENGAN ZIARAH KUBUR

Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Ziarahilah kuburan! Karena yang demikian dapat mengingatkan kalian kepada akhirat."
HR. Ibnu Majah, dinilai shahih oleh Imam al-Albani dalam Shahih Ibni Majah no 1285



➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Instagram
https://mbisc.my.id/instagram">mbisc.my.id/instagram">https://mbisc.my.id/instagram

Join Member
https://mbisc.my.id/joinus">mbisc.my.id/joinus">https://mbisc.my.id/joinus

Murotal
https://mbisc.my.id/quran/">mbisc.my.id/quran/">https://mbisc.my.id/quran/

Info
mbisc.my.id">https://mbisc.my.id

bec14440f19c293768cc702e403bf401


MAU DOSA SEPENUH BUMI TERHAPUSKAN

Di antara keutamaan orang yang mati dan bersih dari syirik adaah jika ia membawa dosa yang begitu banyak, maka itu bisa terhapus atau diampuni karena ketauhidan yang ia miliki. Jadi, syaratnya adalah asalkan ia bersih dari syirik.

Dalam hadits qudsi dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman:

يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِى بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِى لاَ تُشْرِكُ بِى شَيْئًا لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً

“Wahai anak Adam, jika engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi kemudian engkau tidak berbuat syirik pada-Ku dengan sesuatu apa pun, maka Aku akan mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi itu pula.” (HR. Tirmidzi no. 3540. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib. Sanad hadits ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Al Hafizh Abu Thohir)

Makna Hadits

Walau seseorang mendatangi Allah dengan dosa sepenuh bumi dan ia memenuhi syarat -walau terasa berat- yaitu berjumpa Allah dalam keadaan bersih dari dosa syirik, maka ia akan meraih ampunan. Syarat yang dimaksud adalah bersih dari syirik yang banyak atau pun yang sedikit, begitu pula selamat dari syirik yang kecil maupun yang besar.

Seseorang tidak bisa selamat dari syirik tersebut melainkan dengan keselamatan dari yang Allah berikan, yaitu menghadap Allah dalam keadaan hati yang bersih (selamat). Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ (88) إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (89)

“(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih” (QS. Asy Syu’araa’: 88-89).

Syaikh Sulaiman bin ‘Abdullah bin Muhammad At Tamimi berkata, “Hadits di atas menunjukkan pahala yang besar dari tauhid, juga menunjukkan luasnya karunia Allah. Karena dalam hadits dijanjikan bahwa siapa di antara hamba yang mendatangi Allah dengan dosa sepenuh bumi dan ia mati di atas tauhid, maka ia akan mendapatkan ampunan terhadap dosa sepenuh itu pula.” (Taisir Al ‘Azizil Hamid, 1: 248).

Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah berkata, “Mentauhidkan Allah (tidak berbuat syirik, -pen) adalah sebab utama mendapatkan ampunan. Siapa yang tidak mentauhidkan Allah (terjerumus dalam kesyirikan dan tidak bertaubat sampai mati, -pen), maka ia akan luput dari ampunan Allah.” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2: 416)



Sumber Link

50949728fef8f3b7c875d0a0fdc71122


🖇 Sampai Kapanpun Jangan Pernah Berhenti Ikut Kajian (Majelis Ilmu).

👤 Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan dalam kitabnya Miftahu Daris Sa'adah (1/122) bahwasanya Umar bin Khottob radhiyallahu anhu pernah berkata,

"Sesungguhnya ada seorang lelaki yang keluar dari rumahnya dengan membawa dosa sebesar gunung Tihamah, kemudian ia mendengar ilmu (yakni ilmu agama), ia pun menjadi takut dan bertaubat. la kembali ke rumahnya dalam keadaan tak ada lagi dosa yang tersisa. Maka dari itu, janganlah sampai kalian meninggalkan majelisnya para Ulama (yakni majelis ilmu)."

4a8d4275b72ac6e2f174cb357b2a3689


BALASAN BAGI ORANG YANG IKHLAS

Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata,

لا ينبغي للعاقل أن يعمل إلا لله تعالى، ولا يقول إلا لله، وأنه متى صحت نيته وأخلص عطف الله تعالى القلوب إليه، فحصل له أضعاف ما رجا من مدح الخلق.

"Tidak pantas bagi orang yang berakal untuk beramal kecuali untuk Allah dan berkata kecuali untuk Allah, dan sesungguhnya kapan saja niatnya benar dan ikhlas maka Allah Ta'ala akan menjadikan hati-hati manusia simpati kepadanya, sehingga dia akan meraih berkali lipat dari apa dia harapkan berupa pujian manusia."

📘 Shaidul Khathir, hlm. 533

8157a21e996f71812a9e59180e887300


📎 DIANTARA AMALAN YANG MEMBUAT MASUK SURGA
.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:
.
Diantara amalan orang yang akan menjadi penghuni Jannah adalah:
• Bicara jujur
• Menunaikan amanah
• Menepati janji
• Berbakti kepada kedua orangtua
• Menyambung tali silaturahim
• Berbuat baik kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan budak, serta hewan peliharaan".
.
📚 Majmu' Al-Fatawa 10/422

73a424ea772475a1f87be5cec9168c58


2 KUNCI AGAR TERHINDAR DARI SU'UL KHOTIMAH

"Bahwa suu'ul khotimah (kondisi meninggal yang buruk) tidak akan dialami oleh orang yang menjaga amalan-amalan zhohir dengan istiqomah dan memiliki hati yang bersih.."

(Abu Muhammad 'Abdul Haq hafizhohullah, At Tadzkirah 192-193)

2 kata kunci saudaraku....

1. Istiqomah
2. Kebeningan hati

Berjuanglah untuk akhir kehidupanmu dengan 2 kunci ini.

- Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah

344b39dd9e8a0cc6e1b3d318c63bb1c3


Khawatir soal rezeki? Buat apa? 🫵🏻

Rezeki itu sudah dijamin oleh Allah. Yang mesti kita khawatirkan adalah.. apakah kita akan dijamin masuk surga?

“Seandainya kamu tidak tahu di mana rezekimu berada, maka rezekimu tahu dimana kamu berada.”

Semoga kita diberikan taufiq oleh Allah untuk dapat memahami konsep rezeki. Baarakallaahu fiykum… ✨💫🤲🏻

671abf30b4a49d2891332dc3a4f7360a


KESABARAN KUNCI KEBERKAHAN DAN KESUKSESAN MENUNTUT ILMU
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Dihikayatkan dari Al-Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafii rahimahullah sebuah bait syair,

اصبر على مر الجفا من معلم ... فإن رسوب العلم في نفراته

"Bersabarlah atas pahitnya perangai kasar sang guru karena kegagalan menuntut ilmu disebabkan lari berpaling darinya.

ومن لم يذق مر التعلم ساعة ... تجرع ذل الجهل طول حياته

Barangsiapa belum mengecap pahitnya belajar walau sesaat kelak dia akan meneguk hinanya kebodohan sepanjang hidupnya." (Diwan al-Imam asy-Syafi`i)

- Kesabaran kunci sukses dalam thalabul ilmi.

- Sabar mempelajari ilmu setahap demi setahap, sabar memahami ilmu dengan ketekunan serta memohon kepada Allah.

- Sabar bermuamalah dengan sang guru, sehebat apapun ilmunya ia tetap manusia yang tidak ma`shum (terjaga dari kesalahan).
sumber : Link

618c6893c0db53e47a473a1e37c1421a


MINUS AKHLAK = MINUS AGAMA
____✒️

● Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan:

"Agama itu semuanya akhlak, maka siapa yang mengunggulimu dalam akhlak; dia mengunggulimu dalam agama".

📚 [Madarijus Salikin: 2/294]
------------

الدين كله خُلُق فمن زاد عليك في الخُلُق زاد عليك في الدِّين

──•●✿❀♻️❀✿●•──

🍃🍃

🖊 Ustadz Dr. Musyaffa' Ad Dariny, MA, حفظه الله تعالى
Dewan Pembina Yayasan Risalah islam

Dibagikan Oleh : Mutiara Risalah Islam

98c1f24991afac6ace873d2a55b0d666


🎥 HUKUM BERHUTANG AGAR BISA PERGI HAJI
.
👤 Syaikh Sa`ad bin Turki Al-Khotslan Hafidzahullah
.
➡️ Official Youtube ShahihFiqih : Link

6a26c42dbe13eb0801e4edf121b0941f


📜Surah An-Nasr
🎙Ustadz Abu Usaamah Hafizhahullah 🎥 @Linkufik x

052a1a6b485d6582e08763aa08f05c62


📎 Merendahkan Mukmin Lain

"Tidak halal bagi seorang mukmin untuk merendahkan mukmin yang lain, baik itu karena kemiskinannya, atau karena dosa yang ia lakukan, atau karena hal-hal lainnya."

👤 Imam Ibnu Jarir Ath-Thobari rahimahullah (Tafsir Thobari, Surat Al Hujurat ayat 11)

48bb526b7b64fafbe5e3293831de8f70


TIDAK TERGESA-GESA DALAM MENUNTUT ILMU
➖➖➖➖➖➖➖

Ilmu tidak bisa dikuasai sekaligus, sebab hati tidak akan sanggup. Ilmu itu berat bagaikan beratnya batu saat dibawa. Allah berfirman:

إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا

“Kami akan mewahyukan kepadamu perkataan yang berat.” (QS Al-Muzammil : 5)

Maksudnya adalah Alquran. Jika Allah menyifati Alquran dengan perkataan yang berat padahal telah dimudahkan, sebagaimana firman Allah ta’ala:

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ

“Dan sesungguhnya kami telah memudahkan al- quran untuk dihafal”. (QS Al-Qamar : 17)

Lalu bagaimanakah dengan ilmu lainnya?!

Inilah hikmah diturunkannya Alquran berangsur-angsur, berdasarkan keadaan dan kejadian yang dialami oleh Rasulullah ﷺ. Allah berfirman:

وقالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلا نُزِّلَ عَلَيْهِ القُرْآنُ جُمْلَةً واحِدَةً كَذَلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤادَكَ ورَتَّلْناهُ تَرْتِيلًا

“Orang – orang kafir berkata mengapa Alquran itu tidak diturunkan sekaligus, begitulah, karena Allah ingin meneguhkan hatimu, dan Kami membacakannya secara tartil (teratur dan benar).” (QS Al-Furqan : 32)

Ayat ini adalah dalil untuk tidak tidak tergesa-gesa ketika menuntut ilmu dan mempelajarinya secara bertahap, sebagaimana diungkapkan oleh Al-Khotib Al-Baghdady dalam kitabnya (Al-Faqih wal Mutafaqqih), begitu pula dengan Ar-Raghib Al-Ashfahany dalam kitabnya (Muqaddimah Jami’ Tafsir).

Diantara syair Ibnu Nahhas al-Halaby adalah:

Hari ini sedikit besokpun demikian
Dari intisari ilmu yang didapatkan
Dengan begitulah seseorang bisa meraih hikmah
Sejatinya kumpulan tetasan air adalah asal mula air bah

Tidak tergesa-gesa dan bertahap dalam mempelajari ilmu inilah yang mengharuskan seseorang memulai perjalanan ilmiyyahnya dengan matan-matan ringkas disetiap cabang ilmu, dalam bentuk hafalan dan mendengarkan penjelasan guru, dan tidak menyibukkan diri untuk menela’ah kitab-kitab tebal yang belum bisa dia pahami. Siapa yang membaca buku-buku tebal tersebut, maka dia telah mencelakai agamanya dan melanggar aturan ilmu itu sendiri, bahkan bisa jadi dia akan kehilangan ilmu tersebut.

Diantara perkataan penuh hikmah yang pernah dituturkan oleh Abdul Karim Ar-Rifa’iy – salah seorang ulama damaskus pada abad sebelumnya – adalah: Makanan orang dewasa adalah racun bagi anak bayi.

Baca selengkapnya: Link

2f87dcaed1275330dfec1f0ea2ea216a


Anak takut kepada siapa? 🤔

Ada dua cara mendidik anak agar patuh: membuatnya takut kepada orang tua atau menanamkan kesadaran bahwa Allah selalu mengawasinya.

📖 Luqman al-Hakim mengajarkan kepada putranya:
“Wahai anakku, jika ada (suatu perbuatan) seberat biji sawi, yang tersembunyi di dalam batu, di langit, atau di bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (untuk diberikan balasa).” (QS. Luqman: 16)

🤍 Pengawasan orang tua ada batasnya, tetapi Allah selalu mengetahui setiap perbuatan hamba-Nya.

Karena itu, jangan hanya mendidik anak agar takut kepada orang tua. Tanamkan kesadaran bahwa Allah selalu melihatnya, di mana pun dan kapan pun.

💬 Bagaimana cara Ayah/Bunda menanamkan kesadaran ini kepada anak?
📌 Simpan sebagai pengingat dan bagikan kepada orang tua lainnya.

6e7c5b94878217c9fd6c3f95ba2d484f


ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ ﴿٦﴾

"Tunjukilah kami jalan yang lurus,"

(Link Fatihah:6)
----------------------
📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Arab Saudi

Tunjukilah dan bimbinglah kami serta berilah Taufik bagi kami menuju jalan yang lurus, teguhkan lah kami di atasnya hingga kami bertemu dengan-Mu kelak.

Yaitu agama Islam yang merupakan Jalan yang jelas yang menyampaikan kepada keridhoan Allah dan kepada surga-Nya yang telah dibawakan oleh penutup para Rosul dan Para Nabi Allah, yaitu Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Maka tidak ada jalan menuju kebahagiaan bagi seorang hamba kecuali dengan Istiqomah di atas jalan tersebut.

Referensi : Link

f7ca6d5821be9d758f862c0ae5ee5d87


💐🌻🌷🌹 NASEHAT BAGI ORANG YANG INGIN SELAMAT

✍🏼 Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkat,

الفهم وعاء العلم، والعلم دليل العمل، والعمل قائد الخير، والهوى مركب المعاصي، والمال داء المنكرين، والدنيا سوق الآخرة، والويل كل الويل لمن قوي بنعم الله على معاصيه.

"Pemahaman adalah wadah ilmu, ilmu adalah petunjuk untuk beramal, amal adalah penuntun kebaikan. Sedangkan hawa nafsu adalah kendaraan maksiat, harta adalah penyakit orang-orang tidak bersyukur. Dunia adalah pasar untuk menyiapkan bekal akhirat. Dan kecelakaan besar bagi siapa saja yang menjadi kuat dengan nikmat-nikmat dari Allah untuk bermaksiat kepada-Nya."

📚 Adabul Hasan, hlm. 47

b6e1d7038956fb807d6faf87b3433c42


✋🏻⚠️❌⛔️ JANGAN TERTIPU

✍🏻 Syaikh Ibnu Baz rahimahullah mengatakan,  

وهذا يفيد المؤمنين الحذر، وألا يغتروا بأنهم مؤمنون، ولا يقولوا أن الله معنا وفقط، لا، بل هو معكم إِذَا استقمتم، وهو مع المؤمنين إذا استقاموا وأدوا الواجب واجتهدوا في الخير، وصبروا وصابروا، أَمَّا إِذَا فرّطوا أو فرط بعضهم، فعليهم الخطر.

"Ini memberi pelajaran kepada kaum mukminin agar berhati-hati dan tidak tertipu (hanya semata) dengan keadaan dirinya sebagai seorang mukmin. Jangan katakan bahwa Allah bersama kita, kemudian selesai. Tidak!

Allah bersama kalian jika kalian istiqamah. Ia bersama kaum mukminin jika mereka Istiqamah dan menunaikan kewajibannya.

Maka dari itu, bersungguh-sungguhlah dalam kebaikan, bersabarlah, dan berusaha teguh dalam kesabaran.

Namun, jika mereka atau sebagian mereka lalai, mereka dalam bahaya."

📚 Catatan kaki kitab Al-Amru bil Ma`ruf wan Nahyu `Anil Munkar, hlm. 32

Syaikh Ibnu Baz rahimahullah mengingatkan kita untuk tidak tertipu oleh status keimanan kita. Banyak orang yang merasa cukup hanya dengan menyebutkan bahwa.mereka adalah orang beriman dan yakin bahwa Allah selalu bersama mereka tanpa memperhatikan kewajiban yang harus dilaksanakan sebagai seorang Muslim. Padahal, Allah hanya akan bersama orang-orang yang istiqamah—yang tetap teguh menjalankan kewajiban agama, berusaha keras dalam kebaikan, serta bersabar dalam menghadapi ujian.

Syaikh Ibnu Baz mengingatkan bahwa tidak cukup hanya dengan klaim keimanan atau rasa nyaman karena merasa telah beriman. Allah akan bersama hamba-Nya yang berusaha istiqamah, yang benar-benar menjalankan agama dengan penuh komitmen dan kesungguhan. Jika seseorang lalai, bahkan hanya sedikit, maka mereka berisiko jatuh dalam bahaya.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus berusaha meningkatkan ibadah kita, berusaha untuk istiqamah dalam kebaikan, dan selalu waspada agar tidak tergelincir dalam kelalaian. Kita perlu menjaga hati dan niat, serta selalu berusaha agar amal kita sesuai dengan ajaran yang telah ditentukan oleh Allah dan Rasul-Nya. Kesadaran ini harus selalu kita tanamkan agar tidak terjebak dalam anggapan bahwa keimanan semata-mata cukup tanpa disertai dengan usaha yang sungguh-sungguh.
Wallahu A`lam Bishawab

537fe1103ebba2a232f30a44e8190dbe


▶️ SEHABIS SHALAT (FARDHU), JANGAN LANGSUNG KABUR. DZIKIR DULU DONG!

📡 Link Youtube:
Link

Sebagai manusia kita tidak akan pernah lepas dari yang namanya kesalahan dan dosa, oleh sebab itu kita diperintahkan agar selalu menjalankan sebab-sebab terampuninya dosa, salah satunya dengan berdzikir.

Banyak sekali ibadah-ibadah sunnah yang semestinya kita amalkan setiap hari, karena jika ibadah sunnah senantiasa kita jaga secara otomatis perkara yang lebih utama (wajib) akan lebih mudah untuk menjaganya.

Allahu Ta’ala A’lam bisshowab

0e4451089b0dcfff4b9568b496ac1ae8


📎 Ikhlas Itu Berat

Yusuf bin Husain rahimahullah berkata:

"Hal terberat di dunia ini adalah ikhlas. Betapa sering saya mengusir riya` dari hatiku, namun dia sekan muncul dengan corak baru lagi".

📘(Hilyatul Auliiya` 2/362)


13c6143a2bf9669ec709af4411dbe265


📎 Menahan Amarah

Dari Abu Hurairah Radhiallahu'anhu, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Orang kuat itu bukanlah orang yang pandai berkelahi, tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan amarahnya ketika sedang marah."
(HR. Bukhari, no. 6114 dan Muslim, no. 2609)

Hadis ini mengajarkan kita bahwa kekuatan sejati bukanlah terletak pada kemampuan fisik atau kekuatan tubuh dalam bertarung, tetapi pada kemampuan seseorang untuk mengendalikan dirinya saat marah. Marah adalah salah satu emosi yang bisa membawa seseorang ke dalam perbuatan yang merugikan, baik bagi dirinya maupun orang lain. Oleh karena itu, menahan amarah adalah salah satu bentuk kekuatan yang sesungguhnya.

Allah berfirman:
"Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain, dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik."
📘 (QS. Ali Imran: 134)

Menahan amarah bukan berarti menahan perasaan, tetapi lebih kepada memilih untuk tidak bertindak atau berbicara dengan cara yang bisa menimbulkan kerusakan. Sebagai umat Islam, kita diajarkan untuk menjaga lisan dan perbuatan, serta selalu bersabar dalam menghadapi ujian dan emosi. Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk menahan amarah dan bersikap sabar dalam segala keadaan. Aamiin.





e5674a3470b2af6cb5d24ed512ceb898


QS. Ar Rum : 47

📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

47. Hai Rasulullah, sungguh Kami telah mengutus para rasul sebelummu kepada kaum mereka untuk memberi petunjuk kepada kebenaran. Para rasul itu mendatangkan berbagai mukjizat yang besar kepada mereka, akan tetapi mayoritas dari mereka mengingkari mukjizat tersebut, sehingga Allah membinasakan mereka sebagai balasan atas pendustaan mereka.

Dan kebenaran yang pasti yang Kami wajibkan pada diri Kami bagi orang-orang beriman untuk menolong mereka dalam menghadapi musuh-musuh mereka sebagai bentuk karunia dari Kami.

Referensi : Link

c6c20a166f62d7911e0f69e7814fa609


Di mudahkan dalam ketaatan dan di berikan nikmat serta manisnya dalam ibadah adalah sebuah karunia besar dari Allah.

Bahkan rasa nikmat dan manisnya ibadah itu melebihi kenikmatan hidup yang penuh kemewahan dan fasilitas yang serba wah.

Karena itu jangan merasa diri kita sedang baik-baik saja, bila kita sudah mulai sering telat shalat, malas berdoa, lalai dari dzikir, berat membaca Al Qur'an dan mengerjakan amal sholeh lainnya.

Sebab bisa jadi itu merupakan bentuk hukuman dari Allah, meski kita merasa baik-baik saja, dalam keadaan aman, badan kita sehat dan rezeki kita lancar.

Ketahuilah bahwa hukuman dari Allah tidak senantiasa sesuatu yang mengerikan, seperti mendapat musibah, bencana, sakit, bangkrut, kematian, kecelakaan. Dsbnya.

Akan tetapi terhalangnya kita dalam melakukan ketaatan serta tidak memiliki rasa nikmat dan manisnya dalam ibadah juga merupakan sebuah hukuman.

Ibnu Jauzi rahimahullah berkata, "Di antara hukuman yang kebanyakan orang tidak menyadari sedang di hukum adalah dicabutnya rasa nikmat dalam ketaatan. (Dalam Shadul Khatir)

Dulu apabila kita sering shalat tepat waktu dan berjamaah di masjid, namun sekarang sudah mulai sering telat bahkan berat mengerjakan shalat, maka itu sudah cukup sebagai hukuman.

Dulu apabila kita rajin berdzikir, berdoa, membaca Al qur'an, namun sekarang sudah mulai malas bahkan lalai, maka itu sudah cukup sebagai hukuman.

Dulu apabila kita semangat menuntut ilmu, berpuasa, shalat malam, namun sekarang mulai jarang bahkan enggan, maka itu sudah cukup sebagai hukuman.

Sungguh tidak ada obat agar kita bisa kembali merasakan nikmatnya ibadah selain bertaubat kepada Allah dan senantiasa berusaha meninggalkan maksiat dan dosa.

Sebab bisa jadi orang yang bermaksiat ia tetap dapat melakukan sejumlah ritual ibadah dan tidak di hukum oleh Allah dengan sebuah musibah, namun dia akan di hukum oleh Allah dengan tidak bisa merasakan nikmat dan manisnya ibadah. Sehingga ibadah yang ia kerjakan tetap terasa hampa dan tak berpengaruh kepada ketenangan batin dan perubahan kebaikan perilaku.

Semoga Allah berikan kepada kita taufiq dalam ketaatan dan menjauhi kemaksiatan, sehingga dapat merasakan nikmat dan manisnya ibadah kepada Allah. Aamiin.

✍ Habibie quotes, 30/05/23


6b6a8bf0fa6bc79272c41acb597f82dd


📎 Doa Memohon Supaya Amap Ibadah Diterima...
__

DOA NABI IBRAHIM ALAIHISSALLAM DAN ISMAIL ALAIHISSALLAM AGAR ALLÂH SUBHANAHU WA TA’ALA MENERIMA AMAL MEREKA


رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ﴿١٢٧﴾

`Rabbanaa taqabbal minnaa innaka Antas Samii’ul Aliim`

Ya Rabb kami! Terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

🧾Referensi : Link

7e226e63c1fc6ff63db57e2935285f38


‎Tetaplah yakin pada tiga perkara ini :

‎1. Tidak ada yang lebih menyayangimu selain Rabb-mu.

‎2. Tidak ada yang lebih mengetahui gundah dan gelisahmu kecuali Rabb-mu

‎3. Dan tidak ada yang mampu mengangkat deritamu kecuali Rabb-mu.

‎- Syaikh Dr. Utsman Al Khamis حفظه الله تعالى -

1104dacd4aec4c8d132c9a69e919278a


SEBAB KUAT TERKABULNYA DOA

🎙️ Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah,

"‏الإلحاح على الله بتكرير ذكر ربوبيته ‏من أعظم ما يطلب به إجابة الدعاء."

"Permintaan dengan sungguh-sungguh kepada Allah ﷻ dengan mengulang-ulang penyebutan rububiyah-Nya (Yaa Robb), merupakan salah satu sebab terbesar terkabulnya do'a."

📓 Jami'ul 'ulum wal hikam 106

271de3ad2d70f89e51ff4c5c15d93f33


Ramadhan Waktu Perbaikan Diri

Di riwayatkan dari Abu Said Al-Khudry radhiallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Taala memiliki hamba-hamba yang di merdekakan dari Api Neraka, pada setiap hari dan malam -yakni di bulan Ramadhan-, dan sesungguhnya setiap muslim memiliki doa yang mustajab pada setiap harinya"
[HR. Al-Bazzar, Shahih Targhib hadits 1002 bab puasa]

Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, di dalamnya bertabur keridhaan Allah dan pahala dari-Nya. Mudah bagi seorang untuk berbuat kebaikan dan berebut pahala di bulan ini, maka tepatlah bila bulan ini kita jadikan acuan perbaikan diri.

Oleh Ustadz Abu Abd rahman bin Muhammad Suud Al-Atsary hafidzhahullah
generate by :Link

c73231d863236a0dc547de0dfbb93b9a


Nak, Yuk Belajar Sabar..

Rasulullah ﷺ bersabda, “Bukanlah yang disebut dengan kuat itu orang yang jago gulat.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, lalu siapakah yang disebut dengan orang yang kuat itu?” Beliau menjawab, “Yaitu orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR. Muslim: 4724)
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Link

9c10b95700de5b575f89ffc1c7185e33


📖 RENUNGKAN SURAH INI  🍂🍃🍂🍃
.
💬 Imam Asy Syafi'i rahimahullah berkata,
.
"Seandainya manusia merenungi kandungan makna di dalam surat al Ashr, hal itu sudah cukup bagi mereka. Allah memberitahukan hikmah di dalamnya, yaitu bahwa seluruh manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholih serta menasihati dalam perkara kebaikan dan kesabaran."
___
(📕 Mawaizh wa Aqwal Asy Syafi'i, him. 118)

67706fd5c7c37b3a7b7ae48d406cf417


Cara Tepat Aman di Tengah Godaan
(The Right Way to Stay Safe Amid Temptation)

Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahumullah-

Video Animasi dari Kajian Riyaadhus Shaalihiin No. 1884 “Tambah Takut, Tambah Dekat”


4d91adb8a059a8fcc7ea581d86e14920


MENGAPA KAMU TERUS MENERUS MENYAKITI SAUDARAMU ?

Al-Imam Al-Fudhoil bin Iyyadh rohimahulloh pernah berkata :

والله ما يحل لك أن تؤذي كلبا ولا خنزيرا بغير حق، فكيف تؤذي مسلما؟

"Demi Alloh, tidak halal bagimu menyakiti anjing dan babi tanpa alasan yang benar ! Lalu mengapa kamu menyakiti seorang muslim (yakni saudaramu sesama Muslim) ?"

📚 Makarimul Akhlak (hal. 135), karya Al-Khoro'ithy rohimahulloh.

Catatan :

1. Ya, menyakiti seorang Muslim tanpa alasan yang dibenarkan secara syar'i'at adalah perbuatan dosa yang besar.

Alloh subhanahu wa ta'ala berfirman :

وَٱلَّذِينَ يُؤْذُونَ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ بِغَيْرِ مَا ٱكْتَسَبُوا۟ فَقَدِ ٱحْتَمَلُوا۟ بُهْتَٰنًا وَإِثْمًا مُّبِينًا

"Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan mukmin perempuan tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata." (QS Al-Ahzab : 58)

Di dalam kitab Tafsir Al-Muyassar , yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Saudi Arabia dikatakan :

"Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang Mukmin laki-laki maupun Mukmin perempuan, dengan kata-kata maupun dengan perbuatan, tetapi bukan karena dosa yang mereka lakukan, maka mereka (orang yang menyakiti itu) telah melakukan kedustaan dan dosa yang paling buruk, dan melakukan dosa yang paling jahat, yang karenanya mereka berhak dihukum setimpal di akhirat nanti !"

( At-Tafsir Al-Muyassar , hal. 426)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rohimahulloh dalam tafsirnya juga menjelaskan :

"Setelah Alloh memerintahkan untuk menghormati Rasululloh, dan bershalawat dan salam untuknya (pada ayat sebelumnya), maka Alloh melarang menyakitinya dan Dia mengancam atas tindakan ini, seraya berfirman :

(“Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Alloh dan Rosul-Nya.”)

Ini menyakiti dalam bentuk ucapan atau perbuatan, berupa tindakan mencela dan memaki atau melecehkannya, atau melecehkan agamanya, atau apa saja yang dapat berakibat menyakitinya.

(“Alloh akan melaknatinya di dunia”) , yakni : mengusir dan menjauhkan mereka (dari rahmat Alloh).

Diantara laknat atau kutukan terhadap mereka di dunia adalah Dia memastikan terbunuhnya orang yang mencela Rasulullah dan menyakitinya.

(“Dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.”)

Sebagai balasan baginya atas perbuatan menyakiti Nabi adalah dia disakiti dengan azab yang sangat pedih.

Jadi, menyakiti Rosululloh itu tidak sama dengan menyakiti selain beliau, sebab seorang hamba itu belum beriman kepada Allah hingga beriman kepada Rosul-Nya, sedangkan beliau mempunyai hak untuk dihormati yang merupakan konsekuensi dari iman, di mana hal ini menuntut agar beliau tidak diperlakukan seperti selainnya, meskipun menyakiti orang-orang Mukmin pun merupakan perbuatan keji dan dosanya sangat besar.

Maka dari itu Alloh berfirman tentang hal ini :

(“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang Mukmin laki-laki dan Mukmin perempuan tanpa kesalahan yang mereka perbuat”) , maksudnya, tanpa perbuatan dosa dari mereka, yang mengharuskan untuk disakiti.

(“maka sesungguhnya mereka telah memikul”) , di punggung mereka berupa “kebohongan”, karena mereka telah menyakiti mereka tanpa sebab.

(“dan dosa yang nyata”) , karena mereka menzhalimi orang-orang beriman dan menodai kehormatan yang diperintahkan oleh Allah untuk dihormati.

Maka dari itu, mencela seorang yang beriman, mengharuskan (akan mengakibatkan) hukum dera (ta’zir) sesuai dengan kondisi orang Mukmin yang disakiti itu dan ketinggian kedudukannya.

Jadi, mendera orang yang mencaci sahabat itu lebih keras, dan mendera orang yang mencaci ulama atau ahli agama itu lebih besar daripada mencaci selain mereka."

( Taisir Al-Karimir Rohman fii Tafsir Al-Kalamil Mannan, hal. 644)

2. Dalil lainnya yang juga menunjukkan larangan dari menyakiti seorang Muslim, adalah firman Alloh subhanahu wa ta'ala :
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا لَا يَسۡخَرۡ قَوۡمٌ مِّنۡ قَوۡمٍ عَسٰٓى اَنۡ يَّكُوۡنُوۡا خَيۡرًا مِّنۡهُمۡ وَلَا نِسَآءٌ مِّنۡ نِّسَآءٍ عَسٰٓى اَنۡ يَّكُنَّ خَيۡرًا مِّنۡهُنَّ‌ۚ وَلَا تَلۡمِزُوۡۤا اَنۡفُسَكُمۡ وَلَا تَنَابَزُوۡا بِالۡاَلۡقَابِ‌ؕ بِئۡسَ الِاسۡمُ الۡفُسُوۡقُ بَعۡدَ الۡاِيۡمَانِ‌ ۚ وَمَنۡ لَّمۡ يَتُبۡ فَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوۡنَ

“Hai orang-orang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok). Dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita lain, (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada wanita (yang mengolok-olok). Dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri, dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman. Dan barangsiapa yang tidak bertaubat (dari perbuatan dosa tersebut), maka mereka itulah orang-orang yang dzalim.” (QS Al-Hujurat : 11)

Para ulama menjelaskan, maksud dari kalimat “janganlah mencela dirimu sendiri” , yakni mencela antara sesama mukmin/muslim, karena orang-orang mukmin/muslim itu seperti satu tubuh.

Hal ini ditegaskan oleh sabda Rasul ﷺ :

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ، وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

"Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lainnya, dia tidak menzaliminya dan tidak membiarkannya disakiti. Barangsiapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan membantu kebutuhannya. Barangsiapa yang menghilangkan satu kesusahan seorang muslim, maka Allah akan menghilangkan satu kesusahan baginya dari kesusahan-kesusahan di hari kiamat. Barangsiapa yang menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah akan menutupi (aibnya) pada hari kiamat.” (HR Al-Bukhari dan Muslim ).

Hadits yang mulia ini menegaskan, bahwa.menyakiti sesama muslim adalah dilarang, bahkan hal itu termasuk dosa yang besar.

3. Dalil lainnya yang juga menunjukkan larangan menyakiti kaum Muslimin adalah firman Alloh ta'ala :

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوا اجۡتَنِبُوۡا كَثِيۡرًا مِّنَ الظَّنِّ اِنَّ بَعۡضَ الظَّنِّ اِثۡمٌ‌ۖ وَّلَا تَجَسَّسُوۡا وَلَا يَغۡتَبْ بَّعۡضُكُمۡ بَعۡضًا‌ ؕ اَ يُحِبُّ اَحَدُكُمۡ اَنۡ يَّاۡكُلَ لَحۡمَ اَخِيۡهِ مَيۡتًا فَكَرِهۡتُمُوۡهُ‌ ؕ وَاتَّقُوا اللّٰهَ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيۡمٌ

"Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak dari prasangka (yakni prasangka jelek), sesungguhnya sebagian dari prasangka itu dosa ! Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain ! Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.” (QS: Al Hujurat:12)

Demikian juga Rasulullah ﷺ menegaskan agar setiap orang beriman tidak menyakiti saudara seiman lainnya.

Disebutkan dalam hadits yang shohih, dari Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata, seseorang bertanya :

“Wahai Rasulullah, ada seorang wanita yang rajin shalat malam dan puasa sunnah, tetapi tetangganya tersiksa/tersakiti karena lisannya.”

Maka beliau bersabda : “Dia tidak memiliki kebaikan sama sekali. Dia akan masuk neraka.”

( HR Al-Hakim , dan beliau menyatakan sebagai hadits yang shahih).

Demikianlah. Masih banyak sebenarnya dalil-dalil tentang larangan bagi seorang muslim menyakiti saudaranya sesama muslim yang lain, tanpa alasan yang dibenarkan dan dibolehkan untuk itu.

Lebih-lebih kalau dasarnya hanya sekedar karena berbeda pandangan dalam masalah fiqh, atau karena kebencian yang membara, atau karena hasad (iri hati), atau karena salah paham, atau karena berita gosip dan hoak saja, dan sebagainya ......
Semoga Alloh subhanahu wa ta'ala senantiasa memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita semua, agar selalu bisa menjadi saudara yang baik bagi saudara kita sesama muslim yang lainnya ....

Dan semoga Alloh ta'ala juga menjauhkan kita semua dari perbuatan yang jelek terhadap diri kita sendiri dan saudara kita .....

Nas-alulloha At-Taufiq wal Istiqomah .....

Surabaya , Kamis pagi yg sejuk, 28 Shofar 1445 H / 14 September 2023 M

✍ Akhukum fillah, Abu Abdirrohman Yoyok WN Sby

Silahkan joint pada channel telegram kami :

Link

Atau, untuk materi dakwah BIMBINGAN MERAWAT JENASAH SESUAI SUNNAH , silahkan joint di telegram kami :

Link

Semoga bermanfaat bagi kita semuanya.

5d65cd0cbb6792754f038ef572d72783


▶️ SEDEKAH TIDAK MENGURANGI HARTA!

📡 Link Youtube:
Link

Secara perhitungan dunia kita mengetahui pada saat kita mengeluarkan uang untuk bersedekah berarti mengurangi harta yang kita miliki. Namun, hal ini bertolak belakang dengan perhitungan Allah.

Allah dan Rasul-Nya telah menjamin tidak akan berkurang harta orang yang bersedekah, terutama yang bersedekah di jalan Allah, bahkan mengundang keberkahan yang besar terhadap harta dan kehidupan seorang hamba.

Allah Ta’ala berfirman,

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah [2]:261)”.

Hilangkan sifat Bakhil dan kecintaan yang berlebihan terhadap harta yang ada di dalam diri kita, karena harta yang disedekahkan di jalan Allah tidak akan pernah hilang, bahkan tersimpan di langit dan kelak akan Allah berikan balasannya di dunia dan terutama di Akhirat.

Allahu Ta’ala A’lam bisshowab

e2b743a9a2e7913e1964481de2310407


Trik Halus Setan Merusak Amal
🎙️ Al Ustadz Gemma Ilhamy, M. Pd.
🎥 Link

📝 Misi setan tidak berhenti ketika seorang hamba berhasil mengerjakan ketaatan. Jika gagal mencegah seseorang beribadah, setan akan berusaha merusak nilai ibadah tersebut melalui penyakit ujub (bangga diri), riya (ingin dilihat manusia), hingga kesombongan yang meremehkan amalan orang lain. Menjaga keikhlasan adalah perjuangan seumur hidup agar amalan tidak hangus dan sia-sia di hadapan Allah Subhanahu wa Ta`ala.



c8eb34ea94f35e4ab854d66f6f862afc


Bismillah
Dalam islam pemimpin dan perannya sangat diperhatikan. Bahkan doa terbaik sudah selayaknya ditujukan kepada pemimpin, tidak sedikit negeri yang makmur dan sejahtera karena diberikan anugrah pemimpin yang baik serta memiliki agama yang kuat.

Dari ‘Abdush Shomad bin Yazid Al Baghdadiy, ia berkata bahwa ia pernah mendengar Fudhail bin ‘Iyadh berkata,
“Seandainya aku memiliki doa yang mustajab, aku akan tujukan doa tersebut pada pemimpinku.”

Ada yang bertanya pada Fudhail, “Kenapa bisa begitu?” Ia menjawab, “Jika aku tujukan doa tersebut pada diriku saja, maka itu hanya bermanfaat untukku. Namun jika aku tujukan untuk pemimpinku, maka rakyat dan negara akan menjadi baik.” (Hilyatul Auliya’ karya Abu Nu’aim Al Ashfahaniy, 8: 77, Darul Ihya’ At Turots Al ‘Iroqiy)

Apa pun hasil dalam Pemilu nanti, maka tetaplah taat pada pemimpin tersebut.

“Kemaslahatan umum lebih didahulukan daripada kemaslahatan pribadi.” (Al-Muwafaqot 6: 123 karya Asy Syathibi)

Tugas kita adalah berdoa meminta kebaikan untuk pemimpin negeri ini. Dengan do’a, sangat mungkin Allah akan merubah keadaan seorang pemimpin dari buruk menjadi baik dan justru mendatangkan maslahat yang besar di kemudian hari.

Sebagaimana tanpa do’a, sangat mungkin Allah akan merubah keadaan seorang pemimpin yang kita idolakan dan harapkan, justru menjadi lebih buruk serta mendatangkan mudarat.

Sumber :
Link

Design :
dafhadlan

Barakallahu Fiikum

caead12b0fef47e5d7308be3f01991b3


𝕭𝖎𝖘𝖒𝖎𝖑𝖑𝖆𝖍
𝘼𝙡𝙝𝙖𝙢𝙙𝙪𝙡𝙞𝙡𝙡𝙖𝙝 𝙗𝙞𝙣𝙞`𝙢𝙖𝙩𝙞𝙝𝙞 𝙩𝙖𝙩𝙩𝙞𝙢𝙪𝙨𝙝𝙤𝙡𝙞𝙝𝙖𝙩

📎 𝗞𝗘𝗠𝗨𝗟𝗜𝗔𝗔𝗡 𝗔𝗧𝗔𝗨𝗞𝗔𝗛 𝗞𝗘𝗛𝗜𝗡𝗔𝗔𝗡

Abu Sulaiman Ad-Darani rahimahullah berkata,
“Dunia akan mencari orang yang berusaha lari meninggalkannya. Apabila dunia berhasil meraihnya, niscaya ia akan melukainya. Dan seandainya pencari dunia berhasil meraihnya (dunia), niscaya dunia akan membinasakan dirinya.”
(lihat At-Tahdzib Al-Maudhu’i li Hilyat Al-Auliya’, hal. 338)



6665d520aa68d3eb4e784de4823f20df


📝 CARILAH ILMU, Tinggalkan Perkara yang Tidak Berfaedah


✏️ Syaikh Shalih al-Fauzan berkata,

"Kami wasiatkan kepada semua kalangan agar mencari ilmu dan bersemangat (untuk meraihnya). Dan berpaling dari perkara-perkara yang tidak berfaedah (yang mengganggu dalam mencari ilmu).

Ayo share!