Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

 
1

PERUSAK PAHALA PUASA

Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah rahimahullah berkata,
Puasa (yang hakiki) adalah puasanya seluruh anggota tubuh dari dosa-dosa dan puasanya perut dari minuman dan makanan. Sebagaimana makan dan minum itu memutus dan merusak (keabsahan) puasanya, maka demikian pula dosa-dosa. Ia akan memutus pahala puasa dan merusak buahnya, hingga membuat pelakunya (seolah-olah) seperti orang yang tidak berpuasa."
(Al-Wabil ash-Shayyib hlm. 43)



layanan Ambulance MBISC
24 Jam Gratis Dalam Kota Surabaya
Sidoarjo & Gresik
(Syarat & ketentuan berlaku)
https://mbisc.my.id/ambulance*whatapp">mbisc.my.id/ambulance*whatapp">https://mbisc.my.id/ambulance*whatapp

Instagram
https://mbisc.my.id/instagram">mbisc.my.id/instagram">https://mbisc.my.id/instagram

Whatapp Group Dakwah
https://mbisc.my.id/gdmbisc">mbisc.my.id/gdmbisc">https://mbisc.my.id/gdmbisc

eTiket System
https://mbisc.my.id/tiketinfo/">mbisc.my.id/tiketinfo/">https://mbisc.my.id/tiketinfo/

Join Member
https://mbisc.my.id/joinus">mbisc.my.id/joinus">https://mbisc.my.id/joinus

Info
mbisc.my.id">https://mbisc.my.id

156438d685278610121ea156d47680e1


Dosa Adalah Racun Bagi Hati
🎙 Ustadz Hermanto Abu Rozan

Ketahuilah bahwa dosa dan maksiat sangat berbahaya bagi hati, sebagaimana racun berbahaya bagi tubuh. Jika kita takut meminum kopi yang mengandung sianida, seharusnya kita lebih takut meracuni hati kita dengan perbuatan maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta`ala.

link url : Link

c99c42f8c5d1c0f80faa20e64896cb1f


MENGAPA KETINGGALAN SHOLAT BERJAMAAH?

Ibnu Asakir rahimahullah berkata:

"Tidaklah seseorang ketinggalan shalat berjama`ah kecuali karena dosa yang dia lakukan"

(Tarikh Dimsyaq 34/141)

76a718b1051d9a10b7418946ee66888a


Shalat malam adalah ibadah yang sangat utama dan menjadi kebiasaan orang-orang shalih. Allah menyebutkan dalam Al-Qur'an bahwa hamba-hamba-Nya yang bertakwa senantiasa bangun di sepertiga malam untuk bermunajat kepada-Nya. Rasulullah juga mencontohkan shalat malam sebagai kebiasaan yang tidak pernah beliau tinggalkan, bahkan saat beliau sedang dalam perjalanan.

Namun, tidak semua orang diberi kemudahan untuk menunaikannya. Ada orang yang begitu ringan bangun di malam hari untuk beribadah, tetapi ada pula yang merasa sangat berat, bahkan tidak mampu melakukannya meskipun telah berusaha. Hasan Al-Bashri memberikan penjelasan yang sangat mendalam tentang penyebabnya: dosa-dosa.

Dosa adalah penghalang terbesar antara seorang hamba dengan Tuhannya. Setiap dosa yang dilakukan akan semakin mengeraskan hati, melemahkan semangat beribadah, dan menutup pintu-pintu kebaikan. Seorang yang terbiasa melakukan dosa akan merasa malas untuk bangun malam, meskipun ia ingin melakukannya. Bahkan, ia bisa tertidur nyenyak tanpa ada sedikit pun keinginan untuk mendirikan shalat malam.

Begitu pula dengan puasa sunnah. Orang yang banyak melakukan dosa sering kali merasa berat untuk menahan lapar dan haus di siang hari. Padahal, puasa sunnah adalah salah satu amalan yang dapat mendekatkan seorang hamba kepada Allah dan membersihkan hati dari berbagai penyakit.

Maka, jika seseorang mendapati dirinya sulit untuk melakukan shalat malam atau puasa sunnah, hendaknya ia segera mengevaluasi diri. Bisa jadi ada dosa yang telah ia lakukan tanpa ia sadari. Oleh karena itu, cara terbaik untuk kembali mendapatkan kemudahan dalam ibadah adalah dengan memperbanyak istighfar, bertaubat dengan sungguh-sungguh, serta menjauhi maksiat sekecil apa pun.

Allah telah menjanjikan kemudahan bagi orang-orang yang berusaha mendekat kepada-Nya. Jika kita bersungguh-sungguh meninggalkan dosa, Allah akan mengganti kesulitan kita dengan kemudahan. Hati yang tadinya berat untuk bangun malam akan menjadi ringan, dan tubuh yang tadinya lemah untuk berpuasa akan menjadi kuat.

Sebagai hamba Allah, kita harus selalu berusaha menjaga hati agar tetap bersih dari noda dosa. Jangan biarkan maksiat menghalangi kita dari meraih kemuliaan ibadah. Karena sejatinya, kenikmatan terbesar dalam hidup ini bukanlah kesenangan dunia, melainkan ketenangan hati dalam beribadah kepada Allah.

Semoga kita semua diberi kemudahan untuk menegakkan shalat malam dan menjalankan puasa sunnah, serta dijauhkan dari segala dosa yang menghalangi kita dari kebaikan.

Wallahu A'lam Bishawab

efbd0659b85d3511002112d7df54645c


SIKSAAN MENGERIKAN BAGI YANG SENGAJA MENINGGALKAN PUASA RAMADHAN

Seseorang yang dengan sengaja meninggalkan puasa Ramadhan tanpa udzur syar’i akan mendapatkan ancaman siksa yang pedih dan mengerikan di akhirat jika ia tidak bertaubat sebelum meninggal dunia. Padahal sudah jelas bagi seorang Muslim bahwa ibadah puasa di bulan Ramadhan merupakan kewajiban bagi siapa saja setiap muslim yang bertemu di bulan Ramadhan. Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah [2]:183)

Dan dia juga telah meninggalkan salah satu dari rukun Islam yaitu berpuasa di bulan Ramadhan. Rasulullah ﷺ bersabda,

بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ
“Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah; menunaikan shalat; menunaikan zakat; menunaikan haji ke Baitullah; dan berpuasa Ramadhan.” (HR. Bukhari No. 8 & HR. Muslim No. 16)

Seorang muslim yang pernah meninggalkan puasa wajib di bulan Ramadhan dengan sengaja maka dia wajib untuk bertaubat dan mengqodho puasanya agar Allah ampuni dosanya dan terhindar dari siksaan yang pedih di akhirat akibat meniggalkan puasa Ramadhan. Ibnu AbdulBar rahimahullah berkata,
“Umat Islam sepakat dan semua telah menyatakan, bahwa siapa yang tidak berpuasa Ramadan dengan sengaja, sementara dia masih beriman bahwa puasa Ramadan adalah fardhu, tapi dia tinggalkan karena malas dan sengaja, kemudian dia bertaubat, maka dia wajib qadha.” (Al-Istizkar, 1/77)

Allahu Ta’ala a’lam bisshowab

4b6d7b1702581a9bb2180c09f86a8eac


Bismillah
📌 ARTIKEL ISLAM

Adab Safar
DIMAKRUHKAN BAGI SEORANG MUSAFIR PULANG MENJUMPAI KELUARGANYA DIMALAM HARI
Oleh : Ustadz Abu Ghozie As Sundawie


وَعِنْدَ مُسْلِمٍ : «إِذَا قَدِمَ أَحَدُكُمْ لَيْلًا، فَلَا يَأْتِيَنَّ أَهْلَهُ طُرُوقًا، حَتَّى تَسْتَحِدَّ الْمُغِيبَةُ، وَتَمْتَشِطَ الشَّعِثَةُ»

Pada riwayat Muslim : “Jika salah seorang dari kalian datang dari suatu perjalanan, janganlah mengetuk pintu rumah istrinya hingga istrinya tersebut telah merapikan dan menyisir rambutnya.”

وَعِنْدَهُ أيْضاً : «نَهَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَطْرُقَ الرَّجُلُ أَهْلَهُ لَيْلًا يَتَخَوَّنُهُمْ، أَوْ يَلْتَمِسُ عَثَرَاتِهِمْ» ([ . رواه البخاري(1801)، ومسلم(715) كتاب الامارة.]) .

Dalam riwayat Muslim lainnya : “Rasulullah melarang seorang laki-laki untuk mengetuk pintu rumah keluarganya pada malam hari, yang akan menyulitkan mereka atau mencari-cari kesalahan mereka”




Baca selengkapnya di : Link

ef9e3b01c0713bf9c04c647797fe26c2


HAL-HAL YANG DIPERBOLEHKAN SAAT PUASA

- Masuk Waktu Fajar dalam Keadaan Junub

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menemui waktu fajar dalam keadaan junub karena bersetubuh dengan istrinya. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi setelah fajar dan tetap berpuasa. ‘Aisyah dan Ummu Salamah radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menemui waktu fajar dalam keadaan junub karena bersetubuh dengan istrinya, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi dan tetap berpuasa.” (HR. Bukhari no. 1926)

- Bersiwak Ketika Berpuasa
Bersiwak adalah sesuatu yang dianjurkan secara syar’i sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Seandainya tidak memberatkan umatku niscaya akan kuperintahkan mereka untuk menyikat gigi (bersiwak) setiap kali berwudhu.” (HR. Bukhari no. 27)

Dari hadits di atas terlihat bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengkhususkan perintah bersiwak untuk orang yang berpuasa tanpa yang lainnya. Seandainya bersiwak adalah pembatal puasa, tentu saja hal ini akan dijelaskan oleh beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beritanya sampai kepada kita.

Catatan: Adapun menyikat gigi menggunakan pasta gigi yang -tentunya memiliki rasa (menyegarkan) dan beraroma-, maka sebaiknya tidak dilakukan ketika berpuasa karena siwak tentu saja berbeda dengan pasta gigi yang beraroma. (Majmu’ Fatawa wa Rosail Ibnu ‘Utsaimin, 17/261-262)

- Berkumur-kumur dan Memasukkan Air dalam Hidung

Ketika berpuasa diperbolehkan berkumur-kumur dan memasukkan air dalam hidung, namun tidak sampai berlebih-lebihan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sempurnakanlah wudhu dan basuhlah celah-celah jari. Bersungguh-sungguhlah dalam beristinsyaq (memasukkan air dalam hidung) kecuali jika engkau berpuasa.” (HR. Abu Daud no. 142, Tirmidzi no. 788, An Nasa’i no. 87, Ibnu Majah no. 407. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani)

- Bercumbu (Mubasyaroh) dan Mencium Istri Ketika Puasa Bagi Orang Yang Mampu Menahan Syahwatnya

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mencium dan mencumbu istrinya sedangkan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan berpuasa. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan demikian karena beliau adalah orang yang paling kuat menahan syahwatnya.” (HR. Bukhari no. 1927 dan Muslim no. 1106). Mubasyaroh adalah saling bersentuhnya kulit (bagian luar) antara suami istri selain jima’ (bersetubuh), seperti mencium. (Shohih Fiqih Sunnah, 2/111)

Catatan: Melakukan semacam ini tidak membatalkan puasa kecuali jika keluar air mani ketika bercumbu. (Syarh An Nawawi, 4/85)

- Bekam dan Donor Darah Jika Tidak Membuat Lemas

Abu Sa’id Al Khudri berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi keringanan (rukhsoh) bagi orang yang berpuasa untuk mencium istrinya dan berbekam.” (HR. Ad Daruquthni, An Nasa’i dalam Al Kubro, dan Ibnu Khuzaimah)

e7ff8fa3dccfa1b6ebb14dd6089adc36


PUASA RAMADHAN MENGHAPUS DOSA-DOSA
➖➖➖➖➖➖➖

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang puasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari [38, 1901, 2014] dan Muslim [760] dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu’anhu)

Yang dimaksud dengan iman di sini adalah meyakini wajibnya puasa yang dia lakukan. Sedangkan yang dimaksud dengan mengharapkan pahala/ihtisab adalah keinginan mendapatkan balasan pahala dari Allah ta’ala (Fath Al-Bari, 4/136)

An-Nawawi mengatakan bahwa pendapat yang populer di kalangan para ulama ahli fikih menyatakan bahwa dosa-dosa yang terampuni dengan melakukan puasa Ramadhan itu adalah dosa-dosa kecil bukan dosa-dosa besar (lihat Al-Minhaj, 4/76). Hal itu sebagaimana tercantum dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

“Shalat lima waktu. Ibadah Jum’at yang satu dengan ibadah jum’at berikutnya. Puasa Ramadhan yang satu dengan puasa Ramadhan berikutnya. Itu semua merupakan penghapus dosa antara keduanya, selama dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim [233])


Sumber: Link
Copyright © 2024 Link

30fb0bb6af5b0e9585e7221f5ee6343f


💐    EMPAT DOSA YANG HARUS DIHINDARI DI BULAN RAMADHAN
⁣⁣
⁣⁣
Ada empat dosa yang penting diwaspadai saat puasa:⁣⁣
⁣⁣
Pertama: Dosa pendengaran. Waspadai obrolan berisi gunjingan dll.⁣⁣
⁣⁣
Kedua: Dosa penglihatan. Waspadai tontonan di YouTube dll.⁣⁣
⁣⁣
Ketiga: Dosa lisan terutama dusta.⁣⁣
⁣⁣
Keempat: Dosa zalim semisal menyakiti bawahan. Orang yang berpuasa semestinya memiliki sikap tenang berwibawa yaitu tidak guyonan yang berlebihan, tidak teriak-teriak yang tidak perlu, tidak mengejek dan mengolok-olok dll⁣⁣
⁣⁣
Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Jabir bi Abdillah mengatakan:⁣⁣
⁣⁣
إِذَا صُمْتَ فَلْيَصُمْ سَمْعُكَ وَبَصَرُكَ وَلِسَانُكَ عَنْ الْكَذِبِ وَالْمَأْثَمِ وَدَعْ أَذَى الْخَادِمِ وَلْيَكُنْ عَلَيْكَ وَقَارٌ وَسَكِيْنَةٌ يَوْمَ صَوْمِكَ وَلَا تَجْعَلْ يَوْمَ فِطْرِكَ وَيَوْمَ صَوْمِكَ سَوَاءً⁣⁣
⁣⁣
“Jika anda berpuasa hendaknya pendengaran, penglihatan dan lisanmu juga berpuasa dari dusta dan dosa. Jangan sakiti budak. Hendaknya saat berpuasa anda memiliki sikap tenang berwibawa. Jangan sikapi hari berpuasa dan hari tidak berpuasa dengan sikap yang sama.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf 2/422 nomor 8852)⁣⁣
⁣⁣
Referensi: Link


44c705edd7bc5bd3497d3d58dde98ca2


Pandangan Mata dan Racun Hati
🎙 Ustadz Hermanto Abu Rozan

Saat melihat godaan di jalan raya, bisikkanlah pada jiwa bahwa itu adalah racun bagi hati. Menjaga pandangan adalah bentuk perlindungan diri agar hati tidak mati. Jika badan teracuni bisa mati, apalagi jika hati yang teracuni oleh kemaksiatan.

link url : Link

7efef31d2fe3909686e20509e02ebf48


14. Serial Satu Surat Satu Faedah

"Obat Penawar Kegundahan"

Allah berfirman:

وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ ﴿ ٩٧﴾ فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ ﴿ ٩٨﴾ وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ ﴿ ٩٩﴾

Dan Kami sungguh-sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat),
Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal). (QS. Al Hijr: 97-99)

Mari kita renungkan bersama ayat ini sebagai hiburan bagi kita tatkala dirundung masalah yang membuat kita sedih dan sesak dada dengan permasalahan hidup dan omongan orang. Saat itulah, hendaknya kita memperbanyak ibadah terutama shalat dan dzikir kepada Allah.

Ya, Saat kita gundah dengan ujian di dunia ini, maka hiburlah diri kita dengan menyibukkan diri beribadah kepadaNya. Curhatkan semua masalah kita kepada Allah, Dzat Yang Maha Kuat. Di situlah kita akan merasakan ketenangan dan kebahagiaan hati.

┈┉┅━━••••━━┅┉┈

fa1dd81a3c3d24b3f910df9b3f2100a2


⛔ Puasa Tapi Kok Gak Shalat

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah

Pertanyaa: “Apa hukum orang yang berpuasa namun meninggalkan shalat?”

Jawab: “Puasa yang dilakukan oleh orang yang meninggalkan shalat tidaklah diterima karena orang yang meninggalkan shalat adalah kafir dan murtad. Dalil bahwa.meninggalkan shalat termasuk bentuk kekafiran adalah firman Allah Ta’ala,

فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآَتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ وَنُفَصِّلُ الْآَيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

“Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.” (QS. At Taubah 9: 11)

Alasan lain adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ

“Pembatas antara seorang muslim dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.” [HR. Muslim no. 82]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

“Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah mengenai shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.” [HR. Ahmad, At Tirmidzi, An Nasa’i, Ibnu Majah. Dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani]

Pendapat yang mengatakan bahwa.meninggalkan shalat merupakan suatu kekafiran adalah pendapat mayoritas sahabat Nabi bahkan dapat dikatakan pendapat tersebut adalah ijma’ (kesepakatan) para sahabat.

‘Abdullah bin Syaqiq rahimahullah (seorang tabi’in yang sudah masyhur) mengatakan, “Para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah menganggap suatu amalan yang apabila seseorang meninggalkannya akan menyebabkan dia kafir selain perkara shalat.” (Perkataan ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari ‘Abdullah bin Syaqiq Al ‘Aqliy, seorang tabi’in. Hakim mengatakan bahwa hadits ini bersambung dengan menyebut Abu Hurairah di dalamnya. Dan sanad (periwayat) hadits ini adalah shahih. Lihat Ats Tsamar Al Mustathob fi Fiqhis Sunnah wal Kitab, hal. 52, -pen)

Oleh karena itu, apabila seseorang berpuasa namun dia meninggalkan shalat, "puasa yang dia lakukan tidaklah sah (tidak diterima). Amalan puasa yang dia lakukan tidaklah bermanfaat pada hari kiamat nanti. Oleh sebab itu, kami katakan, “Shalatlah kemudian tunaikanlah puasa.” Adapun jika engkau puasa namun tidak shalat, amalan puasamu akan tertolak karena orang kafir (karena sebab meninggalkan shalat) tidak diterima ibadah dari dirinya". (Sumber: Majmu’ Fatawa wa Rosa-il Ibnu ‘Utsaimin 17/62)

Link
__

4eb574e96af702dd669f227f7d120e33


📎 KESALAHAN FATAL CARA PANDANG KITA

👤 Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah berkata,

كان السلف يجتهدون في أعمال الخير ويعدون أنفسهم من المقصرين المفرطين المذنبين. ونحن مع إساءتنا نعد أنفسنا من المحسنين.

"Dahulu para salaf (orang-orang sholeh tardahulu) bersungguh-sungguh dalam melakukan amal-amal kebaikan. Namun, mereka menganggap diri mereka termasuk orang-orang yang melakukan kekurangan, menyia-nyiakan, dan banyak dosa. Sedangkan kita bersamaan dengan perbuatan buruk kita, kita menganggap diri kita termasuk orang-orang yang berbuat baik."

______________

📚 Majmu` Rasail Ibnu Rajab al-Hanbali, jilid 1 hlm. 254

b2384d2e124f9147b3cb1fb8fb86c9aa


🎥 VIDEO MENARIK
▶️ PEKERJA KERAS YANG TIDAK KAYA-KAYA

7d5cc9f83a238b567332fb1bb1ff20cc


📌 INGIN DIJAMIN SURGA? LAKUKAN INI

Abu Umamah berkata,
”Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اُكْفُلُوا لِي بِسِتٍ أَكْفُلْ لَكُمْ بِالْجَنَّةِ, إِذَا حَدَّثَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَكْذِبْ, وَ إِذَا اؤْتُمِنَ فَلاَ يَخُنْ, وَ إِذَا وَعَدَ فَلاَ يُخْلِفْ, غُضُّوْا أَبْصَارَكُمْ, وَكُفُّوْا أَيْدِيَكُمْ, وَاحْفَظُوْا فُرُوْجَكُمْ

`Berilah jaminan padaku enam perkara, maka aku jamin bagi kalian surga.
1️⃣ Jika salah seorang kalian berkata maka janganlah berdusta,
2️⃣ dan jika diberi amanah janganlah berkhianat,
3️⃣ dan jika dia berjanji janganlah menyelisihinya,
4️⃣ dan tundukkanlah pandangan kalian,
5️⃣ cegahlah tangan-tangan kalian (dari menyakiti orang lain),
6️⃣ dan jagalah kemaluan kalian.`”

📚 HR. Ath-Thabrani no:8018 dan Ibnu ‘Adi (Al-Kamil 6/2048) dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani (Ash-Shahihah no:1525) karena ada syahidnya dari hadits Ubadah bin Shamit

b11eb93d0a87e98733d5fdbdf35b84b1


DOA AGAR TIDAK MATI MENGERIKAN

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي وَالْهَدْمِ وَالْغَرَقِ وَالْحَرِيقِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِرًا وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ لَدِيغًا

ALLOOHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MINAT TARODDI WAL HADMI WAL GHOROQI WAL HARIIQI, WA A’UUDZU BIKA AN-YATAKHOBBATHONISY SYAITHOONU ‘INDAL MAUTI, WA A’UDZU BIKA AN AMUUTA FII SABIILIKA MUDBIRON, WA A’UDZU BIKA AN AMUUTA LADIIGHO.

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kebinasaan (terjatuh), kehancuran (tertimpa sesuatu), tenggelam, kebakaran, dan aku berlindung kepada-Mu dari dirasuki setan pada saat mati, dan aku berlindung kepada-Mu dari mati dalam keadaan berpaling dari jalan-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari mati dalam keadaan tersengat.

(HR. An-Nasa’i, no. 5531. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Sumber Link

a0a16bb2c41e206a11bc61392c9e31dd


📎 DOA MEMOHON AGAR TERHINDAR DARI COBAAN BERAT
.
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ وَ دَرَكِ الشَّقَاءِ وَ سُوْءِ الْقَضَاءِ وَ شَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ
.
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keadaan yang berat dan dari kesengsaraan, buruknya takdir, dan kegembiraan musuh atas bencana yang menimpaku.”
(HR. Bukhari 6347)

ccf72f2529892a808b8493b8998582c7


KEADAAN HATI ORANG YANG BERMAKSIAT

Ibnul Qoyyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata:

"Seseorang yang bermaksiat walaupun ia merasakan berbagai macam nikmat, namun sejatinya hatinya merasakan kegundahan, kehinaan, dan penyesalan yang mencabik-cabik hati."

Al-Jawabul Kafiy: 120



dae370b03a09c8f39b4f8b8020a026a5


PERBANYAKLAH DZIKIR DIMANAPUN ENGKAU
➖➖➖➖➖➖➖

👤 Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata (yang artinya) :

"Sungguh benar-benar akan ada seorang hamba yang datang pada hari kiamat dengan amal-amal keburukan yang besarnya seperti gunung-gunung, lalu dia dapati lisannya telah meluluh-lantakkannya dengan banyaknya dzikir kepada Allah"

📚 Adda` wad Dawa` 375


Link

3c8f195e877786459c34d9110848a29f


⚠️⛔️✋🏻📢 Kesalahan Lisan Menghalangi Keberkahan Ilmu

Imam al-Auza’i rahimahullah berkata:

“Apabila Allah hendak menghalangi hamba-Nya mendapatkan berkah ilmu, sungguh Dia akan meletakkan berbagai kesalahan pada lisannya. Saya benar-benar melihat mereka sebagai orang yang paling sedikit ilmunya.”
📚 Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, hlm. 172

Ucapan ini merupakan peringatan keras bagi siapa pun yang menuntut ilmu. Ilmu bukan sekadar hafalan dan retorika, tetapi sebuah amanah besar yang harus dijaga dengan adab, kejujuran, dan rasa takut kepada Allah. Keberkahan ilmu — yaitu manfaat yang terus mengalir dan membimbing kepada amal serta keselamatan — tidak otomatis diberikan hanya karena seseorang belajar dan menyampaikan.

Salah satu sebab terbesar hilangnya keberkahan ilmu adalah kesalahan lisan — berbicara tanpa ilmu, menyampaikan sesuatu yang tidak benar, tergesa-gesa dalam menjawab tanpa dalil, atau lebih parah lagi, berbicara dengan hawa nafsu dan kebodohan.

Imam al-Auza’i rahimahullah — seorang ulama besar dari kalangan tabi’ut tabi’in — menegaskan bahwa ketika Allah menghendaki untuk menghalangi hamba dari keberkahan ilmu, maka Allah timpakan padanya “al-maghalith”, yaitu berbagai kesalahan dalam ucapan. Lisannya menjadi tidak lurus, ucapannya membingungkan, bahkan menyesatkan. Ini adalah adzab sebelum adzab akhirat — yaitu terhalang dari cahaya ilmu yang seharusnya menuntunnya menuju Allah.

Perhatikan, al-Auza’i tidak mengatakan bahwa orang itu tidak memiliki ilmu sama sekali, tetapi ilmunya tidak berkah. Ia mungkin hafal banyak kitab, menguasai banyak istilah, namun ucapannya malah jadi sebab kerusakan: memecah umat, menyebarkan kebingungan, atau menjatuhkan kehormatan sesama penuntut ilmu. Maka beliau menyimpulkan: “Saya melihat mereka sebagai orang yang paling sedikit ilmunya”. Artinya, meski tampak berilmu, hakikatnya kosong dari ilmu yang bermanfaat.

📌 Apa Sebab Terjadinya Hal Ini?
Kurangnya rasa takut kepada Allah (taqwa). Ilmu yang tidak dibarengi rasa takut akan Allah akan menjadi sebab kesombongan dan kebinasaan.

Tidak menjaga lisan. Berbicara sembarangan tentang agama tanpa dalil dan adab adalah ciri orang yang Allah hinakan.

Menuntut ilmu hanya untuk kepentingan dunia, bukan untuk mencari wajah Allah.

📌 Bagaimana Menjaga Keberkahan Ilmu?
Perbaiki niat: Tuntut ilmu semata-mata untuk mencari ridha Allah dan memperbaiki diri.

Jaga lisan: Jangan berbicara kecuali dengan ilmu dan adab.

Tawadhu' dan takut salah: Jangan merasa paling benar, dan selalu rujuk pada ulama rabbani.

Perbanyak istighfar dan doa: Minta kepada Allah agar dilindungi dari ilmu yang tidak bermanfaat dan lisan yang menyesatkan.

📌 Keberkahan ilmu bukan diukur dari banyaknya ucapan, panjangnya ceramah, atau ramainya pengikut. Keberkahan ilmu terlihat dari kemanfaatannya bagi diri dan orang lain, dan kemampuannya membimbing kepada ketaatan kepada Allah. Maka, berhati-hatilah dengan lisan. Bisa jadi justru lisan itulah yang menutup pintu keberkahan ilmu yang kita cari dengan susah payah.

Wallahu A'lam Bishawab

68b9f8bf43d2a8a07adb9e8387ab5ccc


Katakan dan Lakukan Yang Terbaik
✍🏻 Rabi' bin Khaitsam rahimahullah berkata:

"Berkatalah yang baik. Lakukan yang baik. Niscaya kalian akan mendapatkan yang terbaik."
📘 Tarikh Ibnu Abi Khaitsamah, 1301

🌟 Dua Pilar Kebaikan: Ucapan dan Perbuatan
Dalam kehidupan seorang muslim, ucapan dan perbuatan adalah dua hal utama yang mencerminkan kualitas iman dan akhlaknya. Rabi' bin Khaitsam—seorang tabi'in yang dikenal dengan kezuhudan dan ketekunannya dalam ibadah—memberikan nasihat yang padat namun sangat dalam maknanya.

Ia tidak berkata panjang lebar, tapi setiap katanya mengandung pelajaran besar: ucapkan yang baik, lakukan yang baik, maka Allah akan membalas dengan yang terbaik.

🗣️ Berkatalah Yang Baik
Islam sangat memperhatikan lisan. Dalam hadits yang terkenal, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Setiap kata yang kita ucapkan akan dicatat oleh malaikat. Kata-kata bisa membangun hati, tapi bisa juga menghancurkan jiwa. Maka, pilihlah kata yang membawa manfaat, menyebar kebaikan, dan menjauhkan dari dosa.

🤝 Lakukan Yang Baik
Kebaikan tidak hanya diucapkan, tapi harus diwujudkan dalam perbuatan nyata.

Kebaikan yang paling kecil—senyuman, memberi jalan, menyingkirkan duri dari jalan—semuanya punya nilai besar di sisi Allah.

Bahkan amal kecil, jika dilakukan ikhlas karena Allah, bisa menjadi sebab masuk surga.

"Janganlah engkau meremehkan suatu kebaikan, meskipun hanya dengan bertemu saudaramu dengan wajah ceria."
(HR. Muslim)

🎁 Akan Datang Kebaikan Balasan dari Allah
Kunci terakhir dari nasihat ini adalah optimisme dalam janji Allah. Siapa yang menjaga lisan dan amalnya, Allah akan membalas dengan kebaikan:

Dalam hati: ketenangan dan kebersihan jiwa.

Dalam hidup: keberkahan rezeki dan persahabatan yang baik.

Di akhirat: pahala besar dan surga yang luas.

Allah ﷻ berfirman:

"Apabila kalian berbuat baik, maka sesungguhnya kalian berbuat baik untuk diri kalian sendiri..."
(QS. Al-Isra’: 7)

Nasihat ini sederhana, namun menjadi bekal hidup yang besar. Di zaman ketika lisan mudah tergelincir dan perbuatan baik semakin langka, nasihat adalah pengingat penting bagi kita semua.

✨ Mari berkata yang baik, lakukan yang baik, dan yakinlah—Allah akan membalas dengan yang terbaik.

Wallahu A'lam Bishawab

b37f7f517a18d2f5e1301717dbf8808b


Fasilitas Surga: Apapun Yang Diminta Ada
🎙 Ustadz Hermanto Abu Rozan

Di surga Allah Subhanahu wa Ta`ala, semua fasilitas disediakan. Apapun yang disenangi dan diminta oleh hamba-Nya akan dikabulkan. Ini adalah negeri penuh kelezatan yang menjadi kerinduan setiap mukmin yang bersabar di atas sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

link url : Link

7d73c0f5ca01a5f76ebb197f7d1cf688


BERSEMANGAT BERSEDEKAH DI BULAN RAMADHAN

Guru-guru dari Abu Bakr bin Maryam rahimahumullah pernah mengatakan,

“Jika tiba bulan Ramadhan, bersemangatlah untuk bersedekah. Karena bersedekah di bulan tersebut lebih berlipat pahalanya seperti seseorang sedekah di jalan Allah (fii sabilillah). Pahala bacaaan tasbih (berdzikir “subhanallah”) lebih afdhol dari seribu bacaan tasbih di bulan lainnya.”

(Lihat Lathaif Al-Ma’arif, hal. 270)

d887c9e97aa29422e643cc56c3ee4a2d


📎 Tenang Dengan Hidup Qana`ah

Syeikh Abdur Rahman bin Nashir As Sa`di rahimahullah berkata:

"Kapan saja seorang memiliki ketenangan hidup, qana`ah (merasa cukup) dan ridho dengan pemberian dari Allah, maka dia akan menggapai kehidupan yang bahagia".

📘 (Intisharul Haq, 29)

Syeikh Abdur Rahman bin Nashir As-Sa`di rahimahullah mengingatkan kita bahwa ketenangan hidup dan kebahagiaan sejati datang dari sifat qana`ah (merasa cukup) dan ridho terhadap apa yang diberikan oleh Allah. Ketika seseorang memiliki sikap ini, ia akan merasa tenang meskipun hidup tidak selalu berjalan sesuai harapan atau tanpa kemewahan duniawi.

Qana`ah mengajarkan kita untuk menerima dengan lapang dada segala ketentuan Allah, baik itu dalam hal rezeki, pekerjaan, maupun segala kondisi hidup lainnya. Dengan demikian, kita akan terbebas dari perasaan tidak puas, iri, atau ingin selalu lebih, yang hanya membawa kegelisahan dan ketidakbahagiaan.

Sifat ini juga menumbuhkan rasa syukur yang mendalam atas segala yang diberikan, baik yang besar maupun yang kecil. Ketika kita ridho dengan pemberian Allah, kita akan merasa cukup dan puas dengan apa yang ada, dan inilah yang membawa kebahagiaan sejati, karena kebahagiaan bukanlah tergantung pada banyaknya harta atau pencapaian duniawi, tetapi pada kedamaian hati yang berasal dari keyakinan dan rasa syukur kepada Allah.
Wallahu A'lam Bishawab

907f657cd29e642a69e3bb3d3167dfc5


Mutiara Ilmu:
📎Serial (9) "Satu Faedah Satu Surat"

"8 Golongan Penerima Zakat"

Abu Ubaidah As Sidawi

Allah berfirman:

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللهِ وَاللهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana. (QS at-Taubah [9]: 60)

Dalam ayat mulia ini ada beberapa faedah berharga yang perlu menjadi renungan kita bersama:

1. Allah membatasi golongan penerima zakat dalam ayat ini dengan lafazh « إنما » yang fungsinya adalah pembatasan, sehingga tidak boleh diberikan kepada selain yang tersebut di atas.

2. Allah membedakan antara 4 golongan pertama dengan menggunakan huruf « ل » yang berfungsi kepemilikan, berbeda dengan 4 golongan kedua yang menggunakan huruf « في » yang menunjukkan bahwa.mereka diberi sekadar kebutuhannya saja, jika lebih maka dikembalikan.

3. Islam sangat perhatian tentang alokasi harta zakat sehingga menjelaskannya secara langsung, sehingga syi’ar ini tidak dijadikan permainan oleh hawa nafsu manusia.

4. Tujuan inti zakat adalah memberantas kemiskinan. Karenanya, Allah mendahulukan fakir miskin. Dan tidak mungkin Allah mendahulukan mereka kecuali karena memang mereka yang paling membutuhkan.

5. Zakat disyari’atkan untuk kebutuhan Islam dan kaum muslimin seperti jihad fi sabilillah, dan membantu fakir miskin atau orang yang punya utang.

6. Ayat ini hanya menjelaskan tentang jenis golongan yang berhak menerima zakat, bukan berarti harta zakat harus dibagi kepada semuanya, melainkan boleh diberikan kepada salah satu atau sebagiannya saja seperti fakir miskin saja—misalnya—sebagaimana dalam hadits Mu’adz ibn Jabal Radhiallahu’anhu.

7. Jika seorang memberikan harta zakatnya kepada orang yang dia tahu bahwa dia tidak berhak mendapatkannya maka tidak boleh dan harus mengulanginya. Namun, jika dia sudah berusaha tetapi ternyata dia salah, maka zakatnya sah dan berpahala.

┈┉┅━━••••━━┅┉┈

32fb00d76f2d8c4b1850f5c64147a704


Doa Istikharah

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الغُيُوبِ، اللَّهُمَّ فَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ هَذَا الأَمْرَ

Lalu orang yang shalat menyebut perkara yang ia bingungkan, setelah itu melanjutkan doa istikhorohnya berikut :

خَيْرًا لِي فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ – قَالَ: أَوْ فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي – فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي، ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ، اللَّهُمَّ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّهُ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي – أَوْ قَالَ: فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ – فَاصْرِفْنِي عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِي الخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ رَضِّنِي بِهِ ”

Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro.

Lalu orang yang shalat menyebut perkara yang ia bingungkan, setelah itu melanjutkan doa istikhorohnya berikut :

Khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih.

Artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dari karunia-Mu. Sesungguhnya Engkau yang mampu dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini

baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, (atau baik bagi agama, kehidupan, dan akhir urusanku), maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, kehidupan, dan akhir urusanku (atau jelek bagiku dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku, dan palingkanlah aku darinya, dan takdirkanlah yang terbaik untukku apapun keadaannya dan jadikanlah aku ridha dengannya.

Link

271de3ad2d70f89e51ff4c5c15d93f33


Ramadhan Waktu Perbaikan Diri

Di riwayatkan dari Abu Said Al-Khudry radhiallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Taala memiliki hamba-hamba yang di merdekakan dari Api Neraka, pada setiap hari dan malam -yakni di bulan Ramadhan-, dan sesungguhnya setiap muslim memiliki doa yang mustajab pada setiap harinya"
[HR. Al-Bazzar, Shahih Targhib hadits 1002 bab puasa]

Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, di dalamnya bertabur keridhaan Allah dan pahala dari-Nya. Mudah bagi seorang untuk berbuat kebaikan dan berebut pahala di bulan ini, maka tepatlah bila bulan ini kita jadikan acuan perbaikan diri.

Oleh Ustadz Abu Abd rahman bin Muhammad Suud Al-Atsary hafidzhahullah
generate by :Link

2bad74363fa2ba2029f6f488a9d92a77


PERKARA YANG WAJIB DIPERHATIKAN OLEH IBU DALAM MENDIDIK ANAK-ANAKNYA
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

1. Menanamkan Aqidah Yang Bersih Yang Bersumber Dari Kitab Dan Sunnah Yang Shahih
2. Mengajari Mereka Shalat
3. Menanamkan Kecintaan Kepada Allah dan RasulNya dan
4. Mengajari Mereka Al Qur’an dan Menyuruh Mereka Menghafalnya
5. Membuat Mereka Cinta Kepada Sunnah Serta Menyuruh Mereka Menjaganya
6. Membuat Mereka Benci Kepada Bid’ah
7. Membuat Mereka Cinta Kepada Ilmu Syar’i dan Bersabar Dalam Mendapatkannya
8. Mengajari Anak Minta Izin
9. Menanamkan Kejujuran.
10. Menanamkan Sifat Sabar
11. Menyadarkan Mereka Tentang Berharganya Waktu
12. Menanamkan Sifat Pemberani
13. Bersikap Adil Diantara Anak-Anak.

Baca selengkapnya ditautan!
Referensi : Link


a6902a06a97bf37cad081678ece9baeb


SAUDARAKU! APA YANG MENGHALANGIMU UNTUK SHOLAT TAHIYATUL MASJID
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

عَنْ ‌أَبِي قَتَادَةَ السَّلَمِيِّ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
«إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ».
[صحيح] - [متفق عليه] - [صحيح البخاري: 444]

Abu Qatādah As-Salamiy -raḍiyallāhu `anhu- meriwayatkan, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
"Apabila salah seorang kalian masuk masjid, hendaklah ia salat dua rakaat sebelum duduk."
[Sahih] - [Muttafaq `alaihi] - [Sahih Bukhari - 444]

Uraian
Nabi ﷺ menganjurkan orang yang masuk ke dalam masjid di waktu kapan pun dan untuk tujuan apa saja, agar mengerjakan salat dua rakaat terlebih dahulu sebelum duduk, yaitu dua rakaat salat tahiyat masjid.

Faidah dari Hadis
1- Anjuran salat dua rakaat tahiyat masjid sebelum duduk.
2- Perintah ini untuk orang yang akan duduk, sehingga orang yang masuk masjid dan akan keluar sebelum duduk tidak masuk dalam perintah ini.
3- Apabila seseorang masuk ketika orang-orang sedang salat lalu ia ikut salat bersama mereka, hal itu telah cukup baginya untuk menggantikan dua rakaat tersebut.


sumber: Link

c505468424450611abf034ade7b99bb2


Syaikh Muhammad bin Shalih
al-Utsaimin rahimahullah berkata,

“Waktu adalah sesuatu yang paling berharga, akan tetapi sekarang menjadi hal yang murah di sisi kita. Betapa banyak waktu yang berlalu tanpa ada faidah yang bermanfaat bagi kita. Bahkan terkadang waktu berlalu dan menjadi madharat bagi kita.”

(Syarah Riyadhus Shalihin 1/345)

391447018a4ce72c6f10848451dbc1a2


✅ TERMASUK JIHAD FISABILILLAH ADALAH BELAJAR AGAMA DAN MENYEBARKANNYA




62cddeb482ed0d40ca2363911cbc9bae


BAGI YANG GEMAR BERPUASA SUNNAH

Pada sebagian puasa Sunnah yang telah diperintahkan oleh Allah bagi hamba-Nya, terdapat beberapa keutamaan khusus yang akan didapatkan ketika kita menjalankannya. Namun, ada keutamaan yang akan didapatkan oleh para penggemar puasa sunnah secara garis besar jika ia ikhlas melaksanakannya karena Allah, dan bukan karena riya dan sebagainya. Rasulullah ﷺ bersabda,

الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَىْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِى فِيهِ ..

“Puasa dan Al Qur’an itu akan memberikan syafa’at kepada seorang hamba pada hari kiamat kelak. Puasa akan berkata, ’Wahai Rabbku, aku telah menahannya dari makan dan nafsu syahwat karenanya perkenankan aku untuk memberikan syafa’at kepadanya..”( HR. Ahmad 2: 174)

Begitu banyak nya keutamaan yang akan didapatkan oleh seorang Muslim jika berpuasa karena Allah, dan ini merupakan tabungan amal yang sangat luar biasa. Dan ada satu puncak keutamaan yang akan didapatkan oleh seorang Muslim yang gemar berpuasa kelak di akhirat. Rasulullah ﷺ bersabda,

فِى الْجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ ، فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ لاَ يَدْخُلُهُ إِلاَّ الصَّائِمُونَ

Surga memiliki delapan buah pintu. Di antara pintu tersebut ada yang dinamakan pintu Ar-Rayyan yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa.” (HR. Bukhari no. 3257).

Semoga Allah kuatkan kita menjadi orang-orang yang gemar berpuasa dan senantiasa memanfaatkan waktu untuk mengejar kebaikan setiap saat. Barakallahu fiikum

Allahu Ta’ala A’lam bishawab

29c46d06bf1746a46c4930b32f259187


PENYESALANKU DI SORE HARI

Malu Itu
Usia bertambah
Amal tidak tambah

Makin tua
Makin tamak dunia

Semoga dimudahkan beramal dan membantu sesama

Merupakan penyesalan, usia bertambah tetapi amal tidak bertambah

Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata,

ﻣﺎ ﻧﺪﻣﺖ ﻋﻠﻰ ﺷﻲﺀ ﻧﺪﻣﻲ ﻋﻠﻰ ﻳﻮﻡ ﻏﺮﺑﺖ ﴰﺴﻪ ﻧﻘﺺ ﻓﻴﻪ ﺃﺟﻠﻲ ﻭﱂ ﻳﺰﺩ ﻓﻴﻪ ﻋﻤﻠﻲ.

“Tiada yang pernah kusesali selain keadaan ketika matahari tenggelam, ajalku berkurang (usia bertambah), namun amalanku tidak bertambah.” [1]

Makin tua seharusnya sudah siap-siap menghadapi kematian bukan semakin tamak dengan dunia. Tanda-tanda sudah ada:
-Rambut mulai memutih: tinggalkanlah dunia hitam jika digeluti selama ini
-Badan mulai membungkuk: Hentikan membusungkan dada dan mendongakkan kepala karena sombong
Kematian sudah hampir mendekat dan menghancurkan kelezatan dunia yang selama ini membuat lalai akan akhirat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺃَﻛْﺜِﺮُﻭﺍ ﺫِﻛْﺮَ ﻫَﺎﺫِﻡِ ﺍﻟﻠَّﺬَّﺍﺕِ ‏ ﻳَﻌْﻨِﻰ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕَ

“Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan”, yaitu kematian ”. [2]

Khusus bagi mereka yang sudah mendekati usia 60 tahun maka ada himbauan khusus.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺃَﻋْﺬَﺭَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻣْﺮِﺉٍ ﺃَﺧَّﺮَ ﺃَﺟَﻠَﻪُ ﺣَﺘَّﻰ ﺑَﻠَّﻐَﻪُ ﺳِﺘِّﻴﻦَ ﺳَﻨَﺔً

“Allah telah memberi udzur kepada seseorang yang Dia akhirkan ajalnya, hingga mencapai usia 60 tahun.”[3]

Maksudnya adalah umur 60 tahun seharusnya tidak bisa menjadi udzur lagi yaitu beralasan masih punya umur untuk menunda melakukan kebaikan dan menunda bertaubat, karena umur 60 tahun sudah sangat dekat dengan kematian.

Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan,

ﻭَﺍﻟْﻤَﻌْﻨَﻰ ﺃَﻧَّﻪُ ﻟَﻢْ ﻳَﺒْﻖَ ﻟَﻪُ ﺍﻋْﺘِﺬَﺍﺭٌ ﻛَﺄَﻥْ ﻳَﻘُﻮﻝَ ﻟَﻮْ ﻣُﺪَّ ﻟِﻲ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺟَﻞِ ﻟَﻔَﻌَﻠْﺖُ ﻣَﺎ ﺃُﻣِﺮْﺕُ ﺑِﻪ

“Makna hadits yaitu tidak tersisa lagi udzur/alasan  misalnya berkata, “Andai usiaku dipanjangkan, aku akan melakukan apa yang diperintahkan kepadaku.” [4]

Demikian semoga bermanfaat

@Markaz YPIA, Yogyakarta Tercinta
Penyusun: Raehanul Bahraen

ee8e53ae0fc35ac7d356c6b5feeaf7b5


HUKUM AQIQAH UNTUK BAYI YANG MENINGGAL
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Fatwa Lajnah Da-imah (Majelis Fatwa dan Ulama Senior Saudi Arabia) berkata,

إذا توفي الحمل بعد نفخ الروح فيه، وسقط من بطن أمه فإنه يغسل ويكفن ويصلى عليه ويدفن، ويستحب أن يسمى وأن يعق عنه وهو ما تسمونه الطلوعة، والسنة عن الذكر اثنتان وعن الأنثى واحدة من الغنم كل واحدة تجزئ في الأضحية. وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

“Jika janin meninggal setelah ditiupkan ruh, kemudian ibunya keguguran, maka janin itu dimandikan, dikafani dan disholatkan, kemudian dikuburkan. Disunnahkan diberi nama dan diaqiqahkan. Bagi anak laki-laki dua kambing, anak perempuan satu kambing, kriterianya adalah kambing yang sah untuk qurban. Semoga Allah memberikan taufiq, shalawat serta salam untuk Nabi kita Muhammad serta keluarga dan para sahabat beliau.” (Fatwa Lajnah Da-imah jilid 10 hal. 459-460)

Selain itu, bayi yang sudah ditiupkan ruh (yakni sejak umur 4 bulan di dalam kandungan), sudah dihukumi sebagai manusia. Yang kelak di hari kiamat akan dibangkitkan. Sehingga dianjurkan diaqiqahkan.

Link

5d65cd0cbb6792754f038ef572d72783


▶️ SEDEKAH TIDAK MENGURANGI HARTA!

📡 Link Youtube:
Link

Secara perhitungan dunia kita mengetahui pada saat kita mengeluarkan uang untuk bersedekah berarti mengurangi harta yang kita miliki. Namun, hal ini bertolak belakang dengan perhitungan Allah.

Allah dan Rasul-Nya telah menjamin tidak akan berkurang harta orang yang bersedekah, terutama yang bersedekah di jalan Allah, bahkan mengundang keberkahan yang besar terhadap harta dan kehidupan seorang hamba.

Allah Ta’ala berfirman,

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah [2]:261)”.

Hilangkan sifat Bakhil dan kecintaan yang berlebihan terhadap harta yang ada di dalam diri kita, karena harta yang disedekahkan di jalan Allah tidak akan pernah hilang, bahkan tersimpan di langit dan kelak akan Allah berikan balasannya di dunia dan terutama di Akhirat.

Allahu Ta’ala A’lam bisshowab

c5c30372408059a02f3adfbd565e5fe6


1300 Ayat Al-Quran Membahas Alam
🎙 Ustadz Hermanto Abu Rozan
🎥 Link

📝 Tahukah Anda? Sekitar 1300 ayat dalam Al-Quran membahas tentang alam semesta. Ini adalah pilihan Allah Subhanahu wa Ta`ala agar manusia senantiasa mengambil pelajaran (ibrah) dari ciptaan-Nya sepanjang masa sampai hari kiamat.


e3747bb60cba2028b8f08bebf2120f36


📎 Jangan Menunda Kebaikan

Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyyah rahimahullah berkata:

"Betapa sering pahala datang menghampirimu dan diapun menunggu depan pintu. Namun penjaga pintu bernama "nanti" dan "kelak" mengusirnya".

📘 (Al Fawaid hlm. 95)

Menunda kebaikan adalah salah satu jebakan terbesar yang sering menimpa manusia. Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah dengan indah menggambarkan bagaimana pahala datang menghampiri seseorang dan menunggu di depan pintu. Namun, justru penjaga pintu bernama "nanti" dan "kelak" mengusirnya, sehingga kesempatan itu hilang begitu saja.

Manusia sering berpikir bahwa masih ada hari esok untuk melakukan kebaikan. Ketika mendengar adzan, kita berkata, "Nanti shalat kalau sudah santai." Ketika melihat orang membutuhkan bantuan, kita berkata, "Besok saja kalau ada waktu." Ketika ingin membaca Al-Qur'an, kita berkata, "Nanti kalau tidak sibuk." Begitulah seterusnya, hingga tanpa disadari, waktu terus berlalu dan akhirnya kesempatan itu hilang.

Allah telah mengingatkan dalam Al-Qur'an:

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa."
(QS. Ali 'Imran: 133)

Perintah untuk bersegera menunjukkan bahwa kebaikan tidak boleh ditunda. Setiap kesempatan yang datang harus segera diambil, karena kita tidak tahu apakah besok kita masih hidup atau tidak.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

"Bersegeralah dalam melakukan amal shalih, sebelum datang fitnah seperti potongan malam yang gelap gulita. Di pagi hari seseorang beriman, namun di sore hari ia menjadi kafir, atau di sore hari ia beriman namun di pagi hari ia menjadi kafir. Dia menjual agamanya demi sedikit keuntungan dunia."
(HR. Muslim)

Dari hadits ini, kita memahami bahwa.menunda kebaikan bisa berbahaya. Bisa jadi hari ini kita masih semangat dalam kebaikan, namun jika kita terus menundanya, hati bisa menjadi keras dan akhirnya kita kehilangan kesempatan untuk melakukannya.

Orang-orang shalih terdahulu sangat memahami pentingnya tidak menunda kebaikan. Mereka segera shalat begitu mendengar adzan, segera bersedekah ketika memiliki rezeki, segera beristighfar ketika melakukan kesalahan, dan segera berdakwah ketika memiliki ilmu. Mereka tidak memberi ruang bagi "nanti" dan "kelak" dalam urusan akhirat.

Maka dari itu, mari kita ubah kebiasaan menunda. Jika ada peluang untuk bersedekah, lakukan sekarang. Jika ada waktu untuk membaca Al-Qur'an, bacalah sekarang. Jika ada kesempatan untuk shalat tepat waktu, jangan tunda. Jangan biarkan "nanti" dan "kelak" menjadi penghalang antara kita dan pahala yang sudah menunggu di depan pintu.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk selalu bersegera dalam kebaikan dan menjauhkan kita dari sifat menunda yang bisa merugikan diri sendiri.
Wallahu A'lam Bishawab

269d74a4c8d2f4657e72d54458f9817f


Biker Itu Harus Punya Prinsip
🎙️ Ustadz Subhan Bawazier
🎥 Link

📝 Biker MBI tak boleh takut miskin atau bersaing. Selama punya Allah, prinsip kita kuat: rezeki sudah diatur, tugas kita cuma bersyukur atau bersabar. Tunjukkan jiwa kelaki-lakianmu yang berlandaskan iman kepada Allah Subhanahu wa Ta`ala.