c32afd905ddde5ffc12c05f41343804dDulu saya pernah ketika lagi asyik makan gorengan dan minum kopi, tiba² tetangga saya yang kerja di Bank berkata:
"Mas, jangan makan gorengan dan yang mengandung gula, itu tidak baik bagi kesehatan."
Saya jawab "terima kasih pak nasehatnya, insya Allah aman selama tidak berlebihan"..
Dia kemudian ia nyahut lagi "kalo saya tetap pilih menghindari yang namanya tepung² an, yg mengandung minyak dan gula"
Saya tersenyum sambil menjawab "subhanallah, hari ini banyak orang yang takut dan menjaga makanan dari asin, gula, minyak dan sebagainya, tapi anehnya dia tidak takut dari makanan yang haram, salah satunya penghasilan dari kerja dilembaga ribawi"
Seketika ia mengacungi jempol dan pergi 😄
Kesimpulan dan nasehat :
Hidup seorang muslim itu mudah dan gak ribet soal makanan, selagi makanan itu halal dan baik, ya kita nikmati saja selama tidak berlebihan.
Dan hari ini banyak kita temui, orang² yang sangat menjaga dan takut dari makanan yang halal dengan alasan ini itu, tapi anehnya dia tidak takut dari penghasilan yang haram, dan hal ini pulalah sebagaimana Abdullah ibn Syubrumah rahimahullah berkata:
عجبت للناس يحتمون من الطعام مخافة الداء، ولا يحتمون من الذنوب مخافة النار.
"Aku heran kepada manusia, mereka berhati-hati ketika mengkonsumsi makanan karena khawatir penyakit, namun mereka tidak berhati-hati dari dosa karena takut neraka." (Siyar A`lamin-Nubala`, jilid 6, hlm. 348)
Semoga menjadi renungan bagi kita semua.
Barakallahu fiikum.
Allah senantiasa ada untuk kita, tapi mengapa masih saja sering mengeluh di sosial media.
Padahal mengeluh kepada manusia justru hanya semakin merendahkan martabat dan kehormatan kita.
Mengeluh kepada manusia justru menandakan tentang lemahnya iman kita.
Mengeluh kepada manusia justru kadang malah dicerca dan ditertawakan.
Mengeluh kepada manusia justru kadang berakhir kecewa.
Mengeluh kepada manusia justru membuat senang orang yang benci kita dan akan membuat sedih orang-orang yang mencintai kita.
Sebab itulah hendaknya kita berpaling dari kebiasaan mengeluh di hadapan manusia dan berharap serta mengadukan segala permasalahan kita hanya kepada Allah ta`ala.
Dan hal Inilah yang juga telah di contohkan oleh Nabi dan orang-orang shalih.
Nabi Ya’qub ‘alaihis salam berkata,
إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ
“Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (
Linkuf : 86).
Al-Hafidz Ibnul Jauzi rahimahullah juga mengatakan,
وقد كان السَّلَفُ يكرهون الشَّكوَى إِلَى الخَلقِ، وَالشَّكوَى وَإِن كان فيها رَاحَةٌ إِلا أَنَّـهَا تَدُلُّ عَلَىٰ ضَـعـفٍ وَذُلٍّ؛ وَالصَّبرُ عنها دَلِيلٌ عَلَى قُـوَّةٍ وَعِزٍّ.
"Dahulu salaf tidak suka mengadu kepada manusia. Pengaduan meskipun bisa memberikan kenyamanan namun hal itu menunjukkan adanya kelemahan dan kehinaan. Sedangkan bersabar darinya menjadi bukti adanya kekuatan dan kemuliaan." (Ats-tsabaat `indal Mamaat 55)
Semoga Allah mengangkat segala kesusahan kita dan mari kita rubah dan tinggalkan kebiasakan mengeluh kepada manusia apalagi di sosial media, dan hendaknya kita tanamkan tauhid dalam diri kita bahwa hanya kepada Allah tempat kita memohon dan mengadukan segala permasalahan kita.
_
✍ Habibie Quotes, 01/11/21