Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

 
1

HIJRAH TERGANTUNG TUJUAN

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh Umar bin Khaththab Radhiyallahu Anhu berkata, Aku mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:
"Maka, barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa yang hijrahnya kepada dunia yang ingin diraih atau wanita yang ingin dinikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia berhijrah kepadanya."
HR. Al-Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907



layanan Ambulance MBISC
24 Jam Gratis Dalam Kota Surabaya
Sidoarjo & Gresik
(Syarat & ketentuan berlaku)
https://mbisc.my.id/ambulance*whatapp">mbisc.my.id/ambulance*whatapp">https://mbisc.my.id/ambulance*whatapp

Instagram
https://mbisc.my.id/instagram">mbisc.my.id/instagram">https://mbisc.my.id/instagram

Whatapp Group Dakwah
https://mbisc.my.id/gdmbisc">mbisc.my.id/gdmbisc">https://mbisc.my.id/gdmbisc

eTiket System
https://mbisc.my.id/tiketinfo/">mbisc.my.id/tiketinfo/">https://mbisc.my.id/tiketinfo/

Join Member
https://mbisc.my.id/joinus">mbisc.my.id/joinus">https://mbisc.my.id/joinus

Info
mbisc.my.id">https://mbisc.my.id

be12b86ac5b1a8ac5ad6d27045527d7a


“Berlalunya ramadhan tanda bahwa puasa wajib telah selesai, bukan tanda bahwa tilawah, doa, sholat itu juga ikut selesai, tidak! Ramadhan memang telah berlalu tapi jangan sampai ibadah hanya jadi masa lalu.”

- Ustadz Shumar bin Darwis Hafizhahullah

3ac8b4b6250d886c776c8410172c5cc5


SHALAT LIMA WAKTU BERJAMAAH DI MASJID

Rasulullah shallallahu `alaihi was salam bersabda,
Siapa yang berjalan menuju shalat wajib berjamaah, maka ia seperti berhaji. Siapa yang berjalan menuju shalat sunnah, maka ia seperti melakukan umrah yang sunnah.
(HR. Thabrani)

8aab13e0125ff74273ae2b5d5ac6e556


CELAKALAH ORANG YANG KIKIR

"Kala ia wafat hartanya menjadi milik orang, Namun hisabnya menjadi tanggungan ia sepenuhnya".

(Hamba Allah)

b934971a088eae8976b1b39522e22d0d


Menasehati atau mempermalukan?

8557c7f49a164786731a5e2bd23e438e


3️⃣ Golongan yang diharamkan surga

1ecf0307ebb2122e49659adeb5155f1b


✅ JIKA KAU INGIN HIDUP SESURGA DENGANKU

8809a54e03694f790d9a8114d88faee4


Yang mengejek dosanya lebih besar

2cb42de2fef50cfe75b76f0dcbd2faa6


tidaklah Allah subhanahu wa ta'ala menurunkan obat dari langit yang lebih mencakup, lebih bermanfaat, lebih agung, dan lebih manjur dalam mengangkat suatu penyakit daripada Al-Qur'an.
ad-Daa' wad Dawaa', hlm. 8

d338b4d990a59164387baeaf9673017f


بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

📑 TIGA PERKARA YANG MENYEMPURNAKAN AMAL
🖋 〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️

Al-Imam Ibnu Qudamah menyebutkan itu dalam Kitab Mukhtashar Minhajul Qashidin:

لا يتم المعروف إلا بثلاث ‏:‏ بتصغيره، وتعجيله، وستره

“Tidak sempurna amal kebaikan kecuali dengan tiga perkara; [pertama] tidak menganggap bahwa amal kita banyak, [kedua] segera melakukannya dan tidak menunda-nunda, [ketiga] menyembunyikannya/tidak memperlihatkan kepada manusia.”

1. MENYEGERAKAN AMALAN SHALIH

Sesungguhnya itu yang diperintahkan oleh Allah. Allah berfirman:

“Dan bersegeralah kalian kepada ampunan Rabb kalian…”

(QS. Ali ‘Imran[3]: 133)

2. MENYEMBUNYIKAN AMAL

Kita tidak perlu memperlihatkannya kepada manusia. Karena hati kita lemah, saudaraku. Sementara keikhlasan itu bukan sesuatu yang mudah, tapi sesuatu yang sulit.

3. TIDAK MENGANGGAP BANYAK AMAL SHALIH KITA

Kita tidak tahu berapa banyak amal shalih kita yang sudah diterima oleh Allah. Sebanyak apapun amal shalih kita, tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan karunia Allah yang Allah berikan kepada kita.

📖 Sumber : Link

709ed71b13b0b00efd3b3a3e8188f7d8


Link

NIAT
kajian 05 Oktober 2023


NIAT bukan sekedar ucapan lisan, "Saya berniat." Tapi, niat adalah dorongan hati yang merupakan ilham dari Allah. Niat ini kadang muncul dengan mudah tapi terkadang sulit. Orang yang hatinya dipenuhi dengan urusan akan mudah menghadirkan niat kebaikan dalam segala macam situasi. Hatinya telah condong pada pokok kebaikan. Maka, ia pun condong pada amalan-amalan cabangnya.

Sebaliknya, ketika hati telah dikuasai oleh dunia, menghadirkan niat akan terasa sulit baginya. Kewajiban- kewajiban akan dilaksanakan olehnya dengan susah payah.

Umar bin Khathab meriwayatkan dari Rasulullah bahwa "Sesungguhnya amalan-amalan itu bergantung pada niatnya, dan setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (bernilai sebagaimana) yang ia niatkan." (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Imam Asy-Syafi'i berkata, "Hadis ini sepertiga ilmu."

Adapun maksud sabda beliau, "Sesungguhnya amalan amalan itu bergantung kepada niatnya," yaitu baiknya amal perbuatan yang sesuai dengan ketentuan sunah, bergantung pada baiknya niat. Ini sama seperti sabda beliau, "Sesungguhnya amalan-amalan itu bergantung pada penutup-penutup(nya).

Maksud, Dan setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang ia niatkan," yaitu pahala yang didapatkan seseorang dari amal perbuatannya bergantung pada niatnya dalam melaksanakan amal tersebut.

Maksud, "Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (bernilai sebagaimana) yang ia niatkan adalah setelah mengokohkan pondasi pertama, Nabi menyebutkan contoh amal perbuatan yang bentuknya sama tapi diniatkan berbeda.

Tetapi, niat baik tidak bisa mengubah hakekat kemaksiatan. Keumuman sabda, "Sesungguhnya amalan-amalan itu ber- gantung kepada niatnya," jangan sampai dipahami bahwa kemaksiatan bisa menjadi ketaatan dengan niat. Sabda ini khusus berkenaan dengan amal ketaatan dan amal mubah, bukan kemaksiatan.

Ketaatan bisa berubah menjadi kemaksiatan karena niat. Amal mubah bisa berubah menjadi kemaksiatan atau ketaatan juga berdasarkan niat. Tetapi, kemaksiatan sama sekali tidak bisa berubah menjadi ketaatan karena niat. Tetapi justru ketika niat menyertai kemaksiatan, semakin beratlah petaka dan dosanya.

Pada dasarnya, segala amal ketaatan bergantung pada keabsahan niat, begitu pula dengan pelipat-gandaan balasannya. Sahnya suatu amal adalah ketika diniatkan sebagai ibadah untuk Allah semata. Sehingga, jika diniatkan untuk riya', amal ibadah justru berbalik menjadi kemaksiatan.

Selain itu, pahala suatu amal bisa dilipat gandakan dengan banyaknya niat baik yang menyertai amal tersebut. Adapun amalan mubah, secara keseluruhan bisa mengandung satu niat baik atau lebih. Niat baik ini bisa mengubahnya menjadi amal baik bernilai tinggi dan dibalas dengan derajat tinggi.

Keutamaan Niat

Umar bin Khaththab berkata, "Amalan terbaik adalah melaksanakan apa yang Allah wajibkan, menjaga diri dari apa yang Allah haramkan, dan berniat dengan tulus untuk mendapatkan pahala) di sisi Allah."

"Pada kemaluan seseorang di antara kalian terdapat sedekah Mereka (para sahabat) berkata, Wahai Rasulullah. Seseorang di antara kami menuntaskan syahwatnya, apakah perbuatan itu memberikan pahala baginya? Beliau balik bertanya, Katakan kepadaku jika ia (menuntaskan syahwatnya) secara haram (berzina), bukankah ia berdosa? Seperti itu juga jika ia (menuntaskan syahwatnya) secara halal (perbuatan tersebut) menjadi pahala baginya."

An-Nawawi menjelaskan, hadis ini menunjukkan bahwa amalan-amalan mubah berubah menjadi ketaatan dengan niat yang benar. Berhubungan badan menjadi ibadah manakala diniatkan untuk menunaikan hak istri dan menggauli istri dengan cara yang baik seperti yang Allah perintahkan, atau ingin mendapatkan anak saleh, menjaga diri, menjaga istri, mencegah suami ataupun istri dari pandangan-pandangan dan pikiran haram, atau niat-niat baik lainnya. Berikutnya nanti akan disebutkan atsar dari Mu'adz bin Jabal, "Sungguh, aku mengharap pahala dari tidurku, seperti aku mengharap pahala dari jagaku.

Seorang salaf berkata, "Bisa jadi amalan kecil menjadi besar karena niat, dan bisa jadi amalan besar menjadi ke karena niat,"




Diriwayatkan dari Yahya bin Abu Katsir, "Pelajarilah niat, karena ia lebih sempurna dari amal."

Diriwayatkan secara shahih bahwa suatu ketika saat Umar berihram, ia mendengar seseorang berkata, "Ya Allah! Aku ingin melaksanakan haji dan umrah." Umar pun berkata kepadanya, "Patutkah kau memberitahukan hal itu kepada orang-orang? Bukankah Allah mengetahui apa yang ada di dalam dirimu?"

la berkata demikian karena niat merupakan kehendak hati dan tidak harus dilafalkan dalam semua amal ibadah.

Seorang salaf berkata, "Bisa jadi amalan kecil menjadi besar karena niat, dan bisa jadi amalan besar menjadi kecil karena niat."



e266f76855e1f3c59a4aef80e98dbc1f


🖇️ Melihat wajah Allah

33ddca6a2df06fc0b4a0981cd5a794fa


بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

📑 TIGA PERKARA YANG MENYEMPURNAKAN AMAL
🖋 〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️

Al-Imam Ibnu Qudamah menyebutkan itu dalam Kitab Mukhtashar Minhajul Qashidin:

لا يتم المعروف إلا بثلاث ‏:‏ بتصغيره، وتعجيله، وستره

“Tidak sempurna amal kebaikan kecuali dengan tiga perkara; [pertama] tidak menganggap bahwa amal kita banyak, [kedua] segera melakukannya dan tidak menunda-nunda, [ketiga] menyembunyikannya/tidak memperlihatkan kepada manusia.”

1. MENYEGERAKAN AMALAN SHALIH

Sesungguhnya itu yang diperintahkan oleh Allah. Allah berfirman:

“Dan bersegeralah kalian kepada ampunan Rabb kalian…”

(QS. Ali ‘Imran[3]: 133)

2. MENYEMBUNYIKAN AMAL

Kita tidak perlu memperlihatkannya kepada manusia. Karena hati kita lemah, saudaraku. Sementara keikhlasan itu bukan sesuatu yang mudah, tapi sesuatu yang sulit.

3. TIDAK MENGANGGAP BANYAK AMAL SHALIH KITA

Kita tidak tahu berapa banyak amal shalih kita yang sudah diterima oleh Allah. Sebanyak apapun amal shalih kita, tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan karunia Allah yang Allah berikan kepada kita.

📖 Sumber : Link

8fc4b730cfc824dd3fb423e49b828fac


Yang Belum Puasa Syawal... Yuuk Semangat !!
Iringi Niat Puasa Syawal dengan Niat Puasa Sunnah Lainnya, Dapatkan Double bahkan Tripel Pahala
"Puasa Ayyamul bidh itu seperti puasa setahun." (HR Abu Daud no. 2449 dan An Nasai no.2434)
Dan puasa Ramadhan yang diikuti dgn puasa Syawal 6 hari seperti puasa setahun penuh (HR Muslim 1164)

8cb198e8f3c3a092b31b49924931d873


Sayang Anak, Kok Diizinkan Sepeda Motoran?

816a6d026310dab7bb2334b7521316e8


Apa saja Faedah Puasa Syawal?
1. Puasa Syawal akan menggenapkan ganjaran berpuasa setahun penuh.
2. Puasa Syawal seperti halnya shalat sunnah rawatib yang dapat menutup kekurangan dan menyempurnakan ibadah wajib.
3. Melakukan puasa Syawal merupakan tanda diterimanya amalan puasa Ramadan.
4. Melaksanakan puasa Syawal adalah sebagai bentuk syukur pada Allah.
5. Melaksanakan puasa Syawal menandakan bahwa ibadahnya kontinu dan bukan musiman saja.
Sumber: Link

b16f6d65e506d57c251379672fdb4133


[BISA DAPAT GABUNGAN DUA PAHALA PUASA]
➖➖➖➖➖➖➖

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid hafizhahullah ditanya, “Apakah puasa enam hari di bulan Syawal boleh dilakukan pada hari Senin dan Kamis lantas mendapatkan pahala puasa Senin dan Kamis?”

Jawab beliau, “Boleh seperti itu dan tidaklah masalah. Pahala yang diperoleh adalah pahala puasa Syawal enam hari dan puasa Senin Kamis.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,

” إِذَا اتَّفَقَ أَنْ يَكُوْنَ صِيَامُ هَذِهِ الأَيَّامِ السِّتَّةِ فِي يَوْمِ الاِثْنَيْنِ أَوِ الخَمِيْسِ فَإِنَّهُ يَحْصُلُ عَلَى أَجْرِ الاِثْنَيْنِ بِنِيَّةِ أَجْرِ الأَيَّامِ السِّتَّةِ ، وَبِنِيَّةِ أَجْرِ يَوْمِ الاِثْنَيْنِ أَوِ الخَمِيْسِ ، لِقَوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى)” انتهى.

“Jika puasa enam hari Syawal bertepatan dengan puasa Senin atau Kamis, maka puasa Syawal juga akan mendapatkan pahala puasa Senin, begitu pula puasa Senin atau Kamis akan mendapatkan ganjaran puasa Syawal. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niat dan setiap orang akan mendapatkan pahala yang ia niatkan.” Demikian fatwa dari Syaikh Ibnu ‘Utsaimin dalam Fatawa Islamiyyah, 2:154.”


Sumber Link

1619262bd0ed70687e5c51f374ba7f04


Jika seseorang sudah mau sholat, bukan berarti dia alim. Tapi harusnya sholat itu adalah aktivitas biasa dan normal jika seseorang mengaku dirinya seorang muslim.

Semoga dengan sholat, kita semua menjadi orang yang alim dan taat kepada Allah.

Semoga bermanfaat 🤍
akhyadis
_____

0cf2fed8e4466c13ee9c2aced531e1da


🌁 Agar bisa mendapatkan Istana di Surga

1878158affc69f39305afa21a5e7fcd2


📎 TERTIPU !
.
👤 Yahya bin Mu`adz rahimahullah berkata :
.
مِنْ أَعْظَمِ الْاِغْتِرَارِ عِنْدِي: التَّمَادِي فِي الذُّنُوْبِ عَلَى رَجَاءِ الْعَفْوِ مِنْ غَيْرِ نَدَامَةٍ، وَتَوَقُّعُ الْقُرْبِ مِنَ اللّٰهِ تَعَالَى بِغَيْرِ طَاعَةٍ، وَانْتِظَارُ زَرْعِ الْجَنَّةِ بِبَذْرِ النَّارِ، وَطَلَبُ دَامِ الْمُطِيْعِيْنَ بِالْمَعَاصِي، وَانْتِظَارُ الْجَزَءِ بِغَيْرِ عَمَلٍ، وَالتَّمَنِّي عَلَى اللّٰهِ عَزَّ وَجَلَّ مَعَ الإِفْرَاطِ
.
“Menurutku, ketertipuan yang terbesar adalah: terus-menerus berbuat dosa diiringi rasa harap mendapat ampunan Allah tanpa adanya penyesalan (telah berbuat dosa), mengharapkan untuk bisa dekat dengan Allah tanpa diiringi ketaatan (sesuai perintah syariat), menanti panen surga dengan benih neraka, ingin tinggal bersama orang-orang yang taat tapi dengan cara berbuat maksiat, menunggu-nunggu pahala tanpa berbuat amal, dan mengharapkan keridhaan Allah tapi pada saat yang sama melalaikan-Nya”
.
____
.
📚 Mau`izhat Al-Mu`minin: 114
.
🌏 Web | Link

46a1cbe092305ddcb72ed642102d9b5a


🌿 Sulitnya Mewujudkan Keikhlasan

1db523ae78f07addafbc782907f7d230


SEJARAH UCAPAN "ASSALAMU `ALAIKUM"

Link

Dari Abu Hurairah radhiyallahu `anhu, ia meriwayatkan bahwa Rosululloh ﷺ bersabda: " Setelah selesai menciptakan Adam, Allah berfirman kepadanya, `Pergilah dan ucapkan salam kepada malaikat yang sedang duduk, serta dengarkan dengan baik bagaimana mereka membalas salammu. Karena sesungguhnya balasan salam mereka itu merupakan penghormatan bagimu dan juga bagi keturunanmu.` Adam pun mengucapkan, `ASSALAAMU `ALAIKUM.` Para malaikat menjawab, `ASSALAAMU `ALAIKA WA RAHMATULLAAH,` dan mereka menambahnya dengan, `WA RAHMATULLAAH.`"

95228a6d22e62695f42c12368b6a869e


✅ AMBILLAH KESEMPATAN UNTUK MEMBACA AL QUR’AN

8b4ea40adf31f17a212f5733edf9bad7


📣 SEBELUM MINUM, DUDUK DULU YA
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📜 dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Janganlah sekali-kali salah seorang dari kalian minum dengan berdiri, jika lupa hendaklah ia memuntahkannya.
(HR Muslim)

🌐 Link

baarakallahu fiikum.. 🌱

6e0a137717d0012866530a48ac76dedc


▶️ JAGA BAIK-BAIK ORANG TUA KITA!

📡Link Youtube :
Link

864f5eb9003b76f0f872ba846cb46d22


📎 Santapan Hati

"Dzikir merupakan santapan hati dan ruh. Jika hati dan ruh kehilangan santapannya, maka sama dengan badan yang tidak mendapatkan santapannya".

📘(Dzikir Pagi Petang, hlm. 16 karya Ustadz Yazid Jawas rahimahullah)

┈┉┅━━••••━━┅┉┈

📲 Bergabung di Group WA - Ikhwan

Link

📲 Bergabung di Group WA - Akhwat

Link

┈┉┅━━••••━━┅┉┈

yau agama

19476c0bf7d1adb5f311724be6461092


📎 Tidak Tuma`ninah Dan Khusyuk Dalam Shalat

b2a4be7aa5570075ed628a50484c0eb2


📎 Teruslah Berdoa dan Jangan Putus Asa.

💬 Muarriq al-'Ijliy رحمه الله berkata :

سألت ربي حاجة عشرين سنة فما انقضت لي ولا يئست منها

" Aku memohon kepada Robbku selama dua puluh tahun agar memenuhi kebutuhanku. Namun kebutuhan tersebut belum terpenuhi untukku namun aku tidak pernah berputus asa (untuk terus berdoa)."

📚 [ Bahjatul Majalis 69 ]

64ccfd7206755b8b006c344f08ec9e79


HASAD ITU MEMBAKAR, BUKAN ORANG LAIN TAPI DIRIMU SENDIRI! 🔥🏍️

Bro, lihat visual di belakang rider itu. Ledakan dahsyat yang menghancurkan. Begitulah gambaran penyakit Hasad. Dia seperti api yang memakan kayu bakar; dia melahap habis amal kebaikan kita tanpa sisa.

Ibnu Aqil rahimahullah pernah berkata dengan sangat dalam:
"Aku kehilangan akhlak, ternyata yang paling parah bahayanya bagi pemiliknya adalah penyakit hasad."

Seringkali kita sibuk touring mencari ketenangan, tapi hati kita justru rusuh karena sibuk mikirin nikmat orang lain. Motor teman lebih bagus, kita panas. Karir teman naik, kita demam. Akhirnya? Akhlak kita hancur, hati kita sempit.

Padahal, rezeki itu sudah ada takarannya. Nggak bakal ketukar. Dinginkan hatimu dengan Qana'ah (merasa cukup). Jangan biarkan api hasad membakar mesin keimananmu sampai jebol.

c256402e8ab6daa2759d863121c9c535


INILAH HAKEKAT ORANG YANG KAYA

Nabi Muhammad shollallohu alaihi wa sallam pernah bersabda :

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

"Kekayaan itu bukanlah yang banyak hartanya, tetapi kekayaan (yang sebenarnya) itu adalah kekayaan hati (yakni orang yang kaya hatinya)."

(Hadits Muttafaq Alaihi , yakni yang disepakati Shohih-nya oleh Imam Al-Bukhori dan Imam Muslim, dari hadits Abu Huroiroh rodhiyallohu anhu)

Al-Imam Ibnu Baththol rohimahulloh menjelaskan :

"Makna hadits ini adalah : "Bahwa hakekat kekayaan itu bukanlah dengan banyaknya harta. Sebab, betapa banyaknya orang yang Alloh Azza wa Jalla berikan kepadanya kelapangan (kelebihan) harta , tetapi dia tidak merasa puas dengan apa yang telah diberikan kepadanya itu. Sehingga dia terus bersungguh-sungguh untuk menambah hartanya, tanpa peduli darimana dia memperolehnya. Maka seakan-akan dia tetap saja miskin, karena dia terlalu rakus (terhadap harta dunia itu).

Tetapi hakekat kekayaan itu adalah kekayaan jiwa, yaitu orang yang merasa cukup dengan apa yang telah diberikan (oleh Alloh) kepadanya. Maka dia merasa cukup dan ridho , dan tidak rakus untuk menambahnya, dan tidak pula memaksakan diri dalam mencarinya, sehingga dia seperti orang yang telah berkecukupan (yakni orang yang kaya, meskipun mungkin hartanya sedikit).”

📚 Fathul Bari (18/ 264), karya Al-Imam Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqolani rohimahulloh.

Subhanalloh .....

Semoga Alloh subhanahu wa ta'ala senantiasa memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita semua, agar selalu bersikap qona'ah (ridho dan menerima apapun yang telah Alloh berikan kepada kita, baik yang sedikit maupun yang banyak).

Sehingga kita benar-benar bisa menjadi orang yang selalu merasa kaya (cukup) dengan pemberian Alloh, meskipun mungkin sebenarnya kita sangat kekurangan ....

Nas-alulloha At-Taufiq wal Istiqomah .....

Surabaya , Senin pagi yg sejuk, 18 Shofar 1445 H / 4 September 2023 M

✍ Akhukum fillah, Abu Abdirrohman Yoyok WN Sby

Silahkan joint pada channel telegram kami :

Link

Atau, untuk materi dakwah BIMBINGAN MERAWAT JENASAH SESUAI SUNNAH , silahkan joint di telegram kami :

Link

Semoga bermanfaat bagi kita semuanya.

a6c50c3452454788b602e3bbd9da6cad


BENSIN BISA DIBELI LAGI, TAPI WAKTU? ⏳

Bro, kalau di jalan bensin motor habis, kita tinggal mampir SPBU. Keluar duit dikit, tangki penuh lagi, perjalanan lanjut. Tapi kalau "Waktu" kita habis? Nggak ada toko yang jual refill-nya. Game over.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah mengingatkan kita:
"Waktu adalah kehidupan. Barang siapa menyia-nyiakan waktunya, berarti dia telah menyia-nyiakan hidupnya."

Setiap detik yang kita pakai buat hal nggak guna (maksiat/leha-leha), sama aja kita lagi membakar sisa jatah hidup kita sendiri. Jangan sampai nanti di garis finish (kematian), kita baru sadar kalau kita kalah telak.

"Orang yang menyia-nyiakan hidupnya, dia akan menyesal. Akan tetapi, penyesalan itu tidak berguna baginya."

Gaspol ibadahnya selagi jantung masih berdetak!

80b0860d6ded586f99943d6281133a00


📖 Manfaat Ingat Mati: Membuat Hati Ridha dan Bijak

Umar bin Abdul Aziz rahimahullah berkata:

"Barang siapa yang sering ingat mati maka dia akan ridha dengan dunia walau hanya sedikit."
📘 (Siyar A'lam Nubala 5/133)

Ucapan singkat ini membawa pelajaran yang sangat dalam. Ingat mati bukanlah sekadar renungan kosong. Ia adalah obat hati, penyaring ambisi dunia, dan pengingat sejati tentang hakikat perjalanan hidup manusia. Seorang yang hatinya sering disirami dengan ingatan terhadap kematian, akan melihat dunia ini dengan pandangan yang lebih jernih dan benar.

📌 Dunia Itu Sementara
Allah mengingatkan dalam banyak ayat-Nya bahwa dunia hanyalah permainan dan senda gurau yang menipu. Dunia ini bukan tempat tinggal abadi, melainkan tempat persinggahan sementara. Sedangkan akhirat adalah tujuan utama dan kekal.

Ketika seseorang sadar bahwa kematian pasti datang, maka hatinya tidak akan terpaut pada tumpukan harta, kemewahan, atau ambisi duniawi yang melelahkan. Ia akan merasa cukup dengan sedikit nikmat dunia karena yang ia cari adalah kebahagiaan abadi di sisi Allah.

📌 Mengapa Ingat Mati Membuat Ridha?
Karena orang yang mengingat mati menyadari:

Harta sebanyak apapun tidak bisa dibawa ke kubur.

Jabatan setinggi apapun akan ditinggalkan.

Kehormatan duniawi akan lenyap bersama hembusan nafas terakhir.

Yang benar-benar menemani seseorang dalam kuburnya hanyalah amal shalih. Ini menjadikan hatinya ringan dari ambisi duniawi. Ia tidak iri dengan kemewahan orang lain. Ia tidak galau ketika rezekinya sedikit. Ia tidak mengejar dunia dengan rakus, tetapi mengambilnya sekadar sebagai bekal menuju akhirat.

📌 Buah Manis dari Ingat Mati
Ada beberapa buah keimanan yang lahir dari seringnya seseorang mengingat kematian:

Qana'ah (merasa cukup):
Tidak mudah mengeluh terhadap kesempitan rezeki atau kekurangan dunia.

Zuhud (tidak tergantung kepada dunia):
Dunia ada di tangan, bukan di hati. Ia gunakan dunia sebagai jalan ibadah, bukan tujuan hidup.

Semangat beramal shalih:
Karena sadar bahwa kesempatan beramal hanya sampai ajal menjemput.

Sabar dalam ujian:
Musibah dunia terasa ringan karena semuanya akan berakhir seiring kematian.

Ridha terhadap takdir Allah:
Ia yakin bahwa kebahagiaan hakiki bukan di dunia, melainkan di akhirat.

📌 Bagaimana Cara Membiasakan Ingat Mati?
Membaca dan merenungi ayat-ayat Al-Quran tentang kematian dan akhirat.

Menziarahi kubur, sebagaimana diajarkan Rasulullah ﷺ.

Menghadiri nasihat atau kajian tentang akhirat.

Berdoa agar Allah menjadikan hati kita selalu ingat kepada-Nya dan hari perjumpaan dengan-Nya.

📌 Saudaraku, dunia ini bukan tujuan, melainkan jalan menuju kehidupan yang sejati. Jadikanlah ingatan kepada kematian sebagai penyaring dari kesibukan dunia. Dengan itu, kita akan lebih mudah bersyukur, lebih ringan beramal, lebih ikhlas menjalani kehidupan, dan lebih siap bertemu dengan Allah dalam keadaan ridha dan diridhai.

🌿 "Seringlah ingat mati, maka dunia akan menjadi kecil di matamu, dan akhirat akan menjadi besar dalam hatimu."

Wallahu A'lam Bishawab

89035bd93ddb843ab09e0c0abb8651c7


Jilbab jangan dikalungkan ke leher

c5fe7f29ec28409d5ccc4fc4949bd58a


📎 Menanamkan Nilai-Nilai Tauhid Kepada Anak Sejak Kecil

Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

"Apabila anak sudah mulai bisa berbicara, hendaknya mereka diajari mengucapkan: LAA ILAAHA ILLALLAAH MUHAMMAD RASULULLAAH. Hendaknya yang pertama kali menancap di pendengaran mereka adalah mengenal dan menauhidkan Allah; meyakini bahwa Allah berada di atas Arsy-Nya, mengawasi mereka, mendengar semua ucapan mereka, dan bersama mereka di mana pun mereka berada."

📚 (Tuhfatul Maudud, 1/232)

Penting bagi setiap orangtua untuk menanamkan nilai-nilai tauhid sejak dini kepada anak-anak mereka. Di antara hal yang paling penting adalah mengenalkan mereka pada kalimat tauhid yang menjadi pondasi dari iman seorang muslim, yaitu "Laa ilaha illallah Muhammadur Rasulullah." Dengan mengajarkan kalimat ini, anak-anak akan mulai memahami dasar ajaran Islam dan tauhid yang harus diyakini oleh setiap muslim.

Ibnul Qayyim menekankan pentingnya mengajarkan anak-anak bahwa Allah adalah pencipta dan penguasa alam semesta yang berada di atas Arsy-Nya, mengawasi setiap gerak-gerik hamba-Nya, mendengar segala ucapan mereka, serta selalu bersama mereka di mana pun mereka berada. Ini adalah bentuk pendidikan tauhid yang sangat mendalam yang harus disampaikan dengan cara yang sesuai dengan usia mereka.

Tujuan utama dari pendidikan tauhid ini adalah agar anak-anak memiliki pemahaman yang kokoh tentang eksistensi Allah dan sifat-sifat-Nya yang mulia, yang akan menjadi dasar bagi segala tindakan dan keyakinan mereka dalam menjalani hidup. Hal ini juga menjadi landasan bagi mereka untuk selalu menjaga hubungan yang baik dengan Allah serta mengikuti ajaran-ajaran Rasulullah ﷺ dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan menanamkan nilai-nilai tauhid sejak dini, kita mempersiapkan generasi yang kuat dalam keimanan dan bertakwa kepada Allah, serta menjadikan mereka sebagai hamba yang selalu mengingat dan bergantung hanya kepada-Nya.

Wallahu A'lam Bishawab








26b07a3482fcdf45aeb2258eadf134e7


🌹🌻🌷💐 IMAM SHALAT TARAWIH HENDAKNYA TIDAK MEMBERATKAN KAUM MUSLIMIN

✍🏼 Abu Utsman an-Nahdy rahimahullah berkata,

دعا عمر القراء في رمضان فأمر أسرعهم قراءة أن يقرأ ثلاثين آية، والوسط خمسة وعشرين آية، والبطيء عشرين آية.

"Pada bulan Ramadhan, Umar memanggil para penghafal Al-Qur`an. Beliau menyuruh yang paling cepat bacaannya di antara mereka agar membaca 30 ayat (dalam setiap rakaat), yang bacaannya sedang agar membaca 25 ayat, dan yang bacaannya lambat agar membaca 20 ayat."

📚 Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, no. 7754

64ae168765f7cfabf56a40f5f5520e49


Manusia dalam hal dzikir terbagi menjadi empat tingkatan yang menggambarkan keadaan jiwa.mereka:

1. Pertama: Dzikir dengan hati yang khusyuk dan lisan yang senantiasa melantunkan, inilah keadaan yang paling luhur, puncak dari segala ketaatan yang diperintahkan.

2. Kedua: Dzikir dengan hati saja. Jika lisan tak sanggup berbicara, ini tetaplah kemuliaan. Namun jika lisan masih mampu bersuara namun dibiarkan terdiam, sungguh, ia telah melepaskan sesuatu yang lebih utama.

3. Ketiga: Dzikir dengan lisan saja, saat bibir terus bergerak menyebut nama Allah, meski hatinya mungkin tak sepenuhnya hadir. Lisan yang senantiasa basah oleh dzikir tetaplah lebih baik daripada diam tak berdzikir sama sekali.

4. Keempat: Mereka yang tak melibatkan hati maupun lisan dalam berdzikir, inilah golongan yang berada dalam kerugian yang nyata, terperosok dalam kelalaian yang memalingkan dari rahmat-Nya.

Dikutip dari Majmu’ al-Fatawa (Jilid 10, halaman 556).

Ustadz Abdurrahman Zahier, hafidzahullah


732ec703f64f7ebe614718e258e2ce5f


4️⃣ tanda-tanda munafik

54668443026e2f3697529ef41d0de69b


▶️ HAMPIR LANGIT TERBELAH ATAS PERKATAAN ALLAH PUNYA ANAK !

📡Link Youtube :
Link

Sungguh sangat-sangat keji dengan mengatakan bahwa Allah memiliki anak, sampai-sampai Allah membantah telak bagi seseorang yang mengatakan bahwa Allah mempunyai anak sebagaimana ucapan dari orang Nasrani yang menyatakan bahwa Isa sebagai putra Allah dan orang Yahudi menyatakan bahwa Uzair itu putera Allah. Sedangkan orang Musyrik menyatakan bahwa malaikat adalah anak perempuan Allah. Maha suci Allah atas apa yang mereka katakan. Allah Ta’ala berfirman,

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4

“Allah tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al-Ikhlas: 3-4)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,

قَالَ اللَّهُ كَذَّبَنِى ابْنُ آدَمَ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ ذَلِكَ، وَشَتَمَنِى وَلَمْ يَكُنْ لَهُ ذَلِكَ، فَأَمَّا تَكْذِيبُهُ إِيَّاىَ فَقَوْلُهُ لَنْ يُعِيدَنِى كَمَا بَدَأَنِى، وَلَيْسَ أَوَّلُ الْخَلْقِ بِأَهْوَنَ عَلَىَّ مِنْ إِعَادَتِهِ، وَأَمَّا شَتْمُهُ إِيَّاىَ فَقَوْلُهُ اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا، وَأَنَا الأَحَدُ الصَّمَدُ لَمْ أَلِدْ وَلَمْ أُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لِى كُفْأً أَحَدٌ

“Anak Adam telah mendustakan-Ku, dan tidak pantas baginya berbuat seperti itu. Dia mencela-Ku, dan tidak pantas baginya berbuat seperti itu. Adapun pendustaan nya, ia berkata, ‘Ia tidak akan kembali pada-Ku padahal dia telah diciptakan oleh-Ku.’ Jika dibandingkan penciptaannya pertama kali dengan pengembaliannya, sangat mudah untuk mengembalikannya. Adapun penjelasannya, ia berkata ‘Allah itu punya anak.’ Padahal, Aku adalah Al-Ahad (Maha Esa), Ash-Shamad (tempat bergantung setiap makhluk). Aku tidak beranak dan tidak diperanakkan. Tidak ada yang semisal dengan-Ku.” (HR. Bukhari, no. 4974)

Allahu Ta’ala a’lam bishawab
———————————————

5d65cd0cbb6792754f038ef572d72783


▶️ SEDEKAH TIDAK MENGURANGI HARTA!

📡 Link Youtube:
Link

Secara perhitungan dunia kita mengetahui pada saat kita mengeluarkan uang untuk bersedekah berarti mengurangi harta yang kita miliki. Namun, hal ini bertolak belakang dengan perhitungan Allah.

Allah dan Rasul-Nya telah menjamin tidak akan berkurang harta orang yang bersedekah, terutama yang bersedekah di jalan Allah, bahkan mengundang keberkahan yang besar terhadap harta dan kehidupan seorang hamba.

Allah Ta’ala berfirman,

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah [2]:261)”.

Hilangkan sifat Bakhil dan kecintaan yang berlebihan terhadap harta yang ada di dalam diri kita, karena harta yang disedekahkan di jalan Allah tidak akan pernah hilang, bahkan tersimpan di langit dan kelak akan Allah berikan balasannya di dunia dan terutama di Akhirat.

Allahu Ta’ala A’lam bisshowab

bb4cc6cebe6fcf79ec1de257f0ec3a39


Barometer Akhlak Laki-laki Ada pada Istrinya
🎙️ Ustadz Nor Kandir, ST., BA.
🎥 Link

📝 Laki-laki terbaik bukan yang dipuji teman kantor, tapi yang paling baik kepada istrinya. Menjaga sikap baik meskipun hati sedang jengkel adalah perjuangan akhlak yang tinggi. Barometer kebaikan seorang suami ada di rumahnya sendiri, sesuai sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.



37aa2edac26d91d33a1b976d47970ee5


Kalau lagi touring jarak jauh, kita pasti selektif milih teman konvoi.
Kita cari yang safety, yang paham rute, dan yang nggak egois di jalan.

Kenapa? Karena keselamatan kita di aspal tergantung siapa yang ada di depan dan samping kita.

​Begitu juga dalam perjalanan hidup, Bro.

Teman adalah cermin diri kita.
Kalau tongkrongan kita isinya orang yang lalai, pelan-pelan kita bakal ikut terseret arus kelalaian.
Tapi kalau lingkaran kita isinya orang yang menjaga sholat, menjaga lisan, dan takut sama dosa... insyaAllah kita bakal ketularan baiknya.

​Nabi ﷺ pernah bersabda:
`Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat siapa yang dia jadikan teman.` (HR. Abu Daud)

​Cari sahabat yang nggak cuma asik diajak gaspol di dunia, tapi juga bisa diajak barengan masuk Surga.

Karena persahabatan yang nggak didasari iman, kelak di akhirat bakal jadi permusuhan.

.

db9091af381811bc7c542abb83700b3e


RENUNGAN : SEMAKIN JAUH ATAUKAH SEMAKIN DEKAT? 👤

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata :

الأيام تمضي ولا أدري هل ازددت قرباً من الله أو بعداً من الله؟ هل نحاسب أنفسنا على هذا الأمر؟
"Hari-hari terus berlalu,
sementara saya tidak tahu, apakah saya semakin dekat kepada Allah atau semakin jauh. Sudahkah kita menghisab diri kita dalam perkara ini?!"
_____
📚 Al-Qaulul Mufid, jilid 1 hlm. 150