Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

 
1

DI ANTARA SUMBER KEBINASAAN: HOMOSEKSUAL DAN LESBIAN

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
Jika umatku telah menghalalkan lima hal, mereka akan mendapat kebinasaan: (1) jika sikap saling melaknat (dan mencela) telah tampak (dan tersebar), (2) meminum khamr, (3) para lelaki memakai sutra, (4) banyak memanfaatkan para penyanyi, serta (5) kaum lelaki merasa cukup dengan lelaki dan kaum wanita merasa cukup dengan wanita (merebaknya homoseksual dan lesbian, -pent.).
(HR. Baihaqi dalam Syuabul Iman no. 5086)



layanan Ambulance MBISC
24 Jam Gratis Dalam Kota Surabaya
Sidoarjo & Gresik
(Syarat & ketentuan berlaku)
https://mbisc.my.id/ambulance*whatapp">mbisc.my.id/ambulance*whatapp">https://mbisc.my.id/ambulance*whatapp

Instagram
https://mbisc.my.id/instagram">mbisc.my.id/instagram">https://mbisc.my.id/instagram

Whatapp Group Dakwah
https://mbisc.my.id/gdmbisc">mbisc.my.id/gdmbisc">https://mbisc.my.id/gdmbisc

eTiket System
https://mbisc.my.id/tiketinfo/">mbisc.my.id/tiketinfo/">https://mbisc.my.id/tiketinfo/

Join Member
https://mbisc.my.id/joinus">mbisc.my.id/joinus">https://mbisc.my.id/joinus

Info
mbisc.my.id">https://mbisc.my.id

45b0ac1fd785cf3b0b991d128745084d


📢✋🏻🌸🌷 Orang yang Lebih Mulia

Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata:

“Orang yang lebih tinggi kedudukannya adalah orang yang tidak memandang bahwa dirinya memiliki kedudukan, dan orang yang lebih mulia adalah orang yang tidak memandang bahwa dirinya memiliki kemuliaan.”
📚 Siyar A’lam an-Nubala 10/22

Ucapan ini mengandung pelajaran adab yang sangat agung: bahwa hakikat kemuliaan bukan terletak pada pengakuan terhadap diri sendiri, tetapi pada kerendahan hati di hadapan Allah dan manusia.

Banyak orang yang sibuk membanggakan kedudukannya, merasa dirinya lebih tinggi karena ilmu, keturunan, kekayaan, jabatan, atau prestasi duniawi lainnya. Namun, di sisi Allah, kemuliaan tidak diukur dengan itu semua. Yang Allah nilai adalah ketakwaan dan ketawadhu'an, bukan klaim dan kesombongan.

Imam Asy-Syafi’i, seorang ulama besar yang dihormati umat Islam hingga hari ini, justru mengajarkan bahwa orang yang paling tinggi derajatnya adalah orang yang tidak merasa dirinya tinggi. Ia tidak melihat dirinya lebih mulia daripada orang lain. Ia sibuk melihat kekurangan dirinya dan bersyukur atas nikmat Allah, tanpa merasa lebih baik dari siapa pun.

Inilah ciri sejati orang mulia:

Ia merendah, meskipun Allah tinggikan kedudukannya.

Ia merasa kecil di hadapan Allah, meskipun manusia memujinya.

Ia tidak terpedaya oleh pujian, dan tidak marah saat dicela.

📌 Kenapa Sikap Ini Sangat Penting?
Karena kesombongan adalah sumber kebinasaan, sebagaimana Iblis diusir dari rahmat Allah karena kesombongannya. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan walau seberat biji sawi.”
📚 HR. Muslim (91)

Kesombongan seringkali lahir dari merasa punya kedudukan dan kemuliaan. Maka, Imam Asy-Syafi’i mengajarkan, siapa yang ingin benar-benar tinggi di sisi Allah, hendaknya tidak melihat kelebihannya, melainkan terus merasa butuh kepada Allah dan rendah di hadapan-Nya.

📌 Buah dari Tawadhu' (Rendah Hati)
Dicintai Allah: Karena Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang rendah hati.”

Dicintai manusia: Orang yang tidak membanggakan dirinya akan disayangi dan dihormati orang lain.

Dijaga dari fitnah hati: Karena ia tidak tergoda dengan popularitas atau kemegahan dunia.

Sebaliknya, orang yang memandang dirinya lebih mulia daripada yang lain, akan jatuh ke dalam ujian besar:

Merendahkan orang lain,

Merasa paling benar,

Sulit menerima nasihat,

Dan terhalang dari keberkahan ilmu dan amal.

📌 Pelajaran dari Imam Asy-Syafi’i ini mengajarkan kepada kita bahwa kemuliaan bukan di mulut manusia, bukan pula di pujian dunia. Kemuliaan sejati adalah ketawadhu'an — merasa kecil di hadapan Allah, walau dunia mengangkat namamu.

Semakin Allah tinggikan dirimu, semakin engkau harus membungkuk dalam tawadhu'. Sebagaimana pepatah mengatakan: "Semakin berisi padi, semakin merunduk."

Maka, jangan sibuk memikirkan "seberapa tinggi aku?" Tetapi sibuklah bertanya, "Seberapa rendah hatiku di hadapan Allah?"

Wallahu A'lam Bishawab

49c6672277a84d66e58632e61a0d87bc


QS. Al-Kahf 18: Ayat 45

Allah Subhanahu Wa Ta`ala berfirman:

وَا ضْرِبْ لَهُمْ مَّثَلَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا كَمَآءٍ اَنْزَلْنٰهُ مِنَ السَّمَآءِ فَا خْتَلَطَ بِهٖ نَبَا تُ الْاَ رْضِ فَاَ صْبَحَ هَشِيْمًا تَذْرُوْهُ الرِّيٰحُ ۗ وَكَا نَ اللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ مُّقْتَدِرًا
wadhrib lahum masalal-hayaatid-dun-yaa kamaaa-in angzalnaahu minas-samaaa-i fakhtalatho bihii nabaatul-ardhi fa ashbaha hasyiimang tazruuhur-riyaah, wa kaanallohu `alaa kulli syai-im muqtadiroo

"Dan buatkanlah untuk mereka (manusia) perumpamaan kehidupan dunia ini, ibarat air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, sehingga menyuburkan tumbuh-tumbuhan di bumi, kemudian (tumbuh-tumbuhan) itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."


Via Al-Qur`an Indonesia Link