Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

 
1

KABAR GEMBIRA BAGI ORANG YANG SHALAT BERJAMA`AH YANG RUMAHNYA JAUH DARI MASJID

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
"Orang yang paling jauh dari masjid paling besar pahalanya."
Shahih Sunan Abu Dawud, no. 565


➖➖➖➖➖➖➖➖➖
BAIK FEST 2026
MENEBAR KBAIKAN MENJADI INSPIRASI

Bazaar UMKM - Berbagai Lomba - Sharing Session - Ngaji Bareng
📅 Sabtu & Ahad, 22–23 Agustus 2026
📍 Marvell City Mall Surabaya
Jl. Ngagel No.123, Ngagel, Kec. Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur 60246

Informasi:
🔗 https://baikfest.my.id

📲 https://www.instagram.com/baikfest.id
JANGAN LUPA 👆🏻
UNTUK KOMEN DAN LIKE 👆🏻
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

layanan Ambulance MBISC
24 Jam Gratis Dalam Kota Surabaya
Sidoarjo & Gresik
(Syarat & ketentuan berlaku)
https://mbisc.my.id/ambulance*whatapp">mbisc.my.id/ambulance*whatapp">https://mbisc.my.id/ambulance*whatapp

Instagram
https://mbisc.my.id/instagram">mbisc.my.id/instagram">https://mbisc.my.id/instagram

Join Member
https://mbisc.my.id/joinus">mbisc.my.id/joinus">https://mbisc.my.id/joinus

Whatapp Group Dakwah
https://mbisc.my.id/gdmbisc">mbisc.my.id/gdmbisc">https://mbisc.my.id/gdmbisc

Info
mbisc.my.id">https://mbisc.my.id

8a6f407aae8644f75e2894715814cfda


Setiap orang memiliki masa lalu, entah itu baik atau buruk. Tapi, bukan itu yang menentukan nilainya di mata Allah. Yang terpenting adalah bagaimana seseorang itu memperbaiki dirinya & amalan yang dibawa hingga akhir hayat.

Maka, janganlah terburu-buru untuk menghakimi seseorang hanya karena masa lalunya. Siapa tahu, akhir hidupnya penuh dengan kebaikan yang diridhai Allah.

♻️ Silakan save dan share ke yang lain ya, supaya bisa dapat estafet pahala kebaikan ini, biidznillah.

Follow untuk dapat informasi lainnya
andyfahmihalimofficial

Barakallahu fiikuumm🙌

3d6e4200213e7171568b0d86d0a221e4


BERSEDEKAH DENGAN KEMAMPUAN MAKSIMAL
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Imam al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah berkata, “Hendaknya seorang memilih untuk bersedekah dengan kelebihan hartanya, dan menyisakan secukupnya untuk dirinya karena khawatir terhadap fitnah fakir (kemiskinan). Sebab, boleh jadi dia akan menyesal atas apa yang dia lakukan (dengan berinfak seluruh atau melebihi separuh harta) sehingga merusak pahala. Sedekah dan kecukupan hendaknya selalu eksis dalam diri manusia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengingkari Abu Bakar yang keluar dengan seluruh hartanya, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tahu persis kuatnya keyakinan Abu Bakar dan kebenaran tawakkalnya, sehingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak khawatir fitnah itu menimpanya sebagaimana Beliau khawatir terhadap selain Abu Bakar. Bersedekah dalam kondisi keluarga sangat butuh dan kekurangan, atau dalam keadaan menanggung banyak utang bukanlah sesuatu yang dikehendaki dari sedekah itu. Karena membayar utang dan memberi nafkah keluarga atau diri sendiri yang memang butuh adalah lebih utama. Kecuali jika memang dirinya sanggup untuk bersabar dan membiarkan dirinya mengalah meskipun sebenarnya membutuhkan sebagaimana yang dilakukan Abu Bakar dan itsar (mendahulukan orang lain) yang dilakukan kaum Anshar terhadap kaum muhajirin.”

Oleh karena itu, para ulama mensyaratkan bolehnya bersedekah dengan semua harta apabila orang yang bersedekah kuat, mampu berusaha, bersabar, tidak berutang dan tidak ada orang yang wajib dinafkahi di sisinya. Ketika syarat-syarat ini tidak ada, maka bersedekah ketika itu adalah makruh.


sumber : Link

97812e8b4817ea763556af748f0427aa


Rahasia Masuk Surga: Hidayah Melalui Sunnah
🎙️ Ustadz Moch. Danu Kurniadi, Link
🎥 Link

📝 Tujuan hidup seorang mukmin adalah meraih hidayah Allah Subhanahu wa Ta`ala. Dengan mengikuti Sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, Allah akan menambahkan petunjuk bagi kita sebagai modal utama masuk ke dalam surga-Nya.



0667beaca0c7bb2dd76a38df42aedcfd


SELALU BERGANTUNG KEPADA ALLAH

Dari Abu Dzar Al-Ghifari Radhiyallahu Anhu, dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam tentang hadits yang diriwayatkan dari Rabb-nya bahwa Dia berfirman,
Hai hamba-hamba-Ku! Sesungguhnya itu adalah amal-amal kalian yang Aku tulis untuk kalian kemudian Aku sempurnakan itu untuk kalian. Barangsiapa yang mendapati kebaikan hendaklah ia memuji Allah, dan barangsiapa yang mendapati selain itu janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri.
HR. Muslim no. 2557

409eb9042a7a5ba484c8d690faf49e94


📎 𝗔𝗗𝗔𝗕 𝗡𝗢𝗡𝗚𝗞𝗥𝗢𝗡𝗚 𝗱𝗶 𝗝𝗔𝗟𝗔𝗡

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu, Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam bersabda,

إِيَّاكُمْ وَالْجُلُوسَ عَلَى الطُّرُقَاتِ. فَقَالُوا مَا لَنَا بُدٌّ، إِنَّمَا هِيَ مَجَالِسُنَا نَتَحَدَّثُ فِيهَا. قَالَ فَإِذَا أَبَيْتُمْ إِلاَّ الْمَجَالِسَ فَأَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهَا قَالُوا وَمَا حَقُّ الطَّرِيقِ قَالَ غَضُّ الْبَصَرِ، وَكَفُّ الأَذَى، وَرَدُّ السَّلاَمِ، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ، وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ

“Janganlah kalian duduk-duduk di pinggir jalan.” Mereka bertanya, “Itu kebiasaan kami yang sudah biasa kami lakukan karena itu menjadi majelis tempat kami bercengkerama.” Beliau bersabda, “Jika kalian tidak mau meninggalkan majelis seperti itu maka tunaikanlah hak jalan tersebut.” Mereka bertanya, “Apa hak jalan itu?” Beliau menjawab, “Menundukkan pandangan, menyingkirkan gangguan di jalan, menjawab salam dan amar makruf nahi munkar.”

HR. Bukhari no. 2465.