Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

 
1

SYUKURILAH YANG SEDIKIT

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :
Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.
HR. Ahmad 4/278, Hasan.



➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Instagram
https://mbisc.my.id/instagram">mbisc.my.id/instagram">https://mbisc.my.id/instagram

Join Member
https://mbisc.my.id/joinus">mbisc.my.id/joinus">https://mbisc.my.id/joinus



Info
mbisc.my.id">https://mbisc.my.id

Group Baik Putra
https://baikfest.my.id/baikfestmuslim

Group Baik Putri
https://baikfest.my.id/baikfestmuslimah

7dc6e8a0f1b646f2a7ca10b0e37ced29


Jika ibu Anda tidak mampu mengajarkan Anda Al-Qur’an bahkan tak mampu menuntun Anda menjadi penghafal Al-Qur'an, maka setidaknya mintalah ia berdo’a kepada Allah agar Anda menjadi penjaga wahyu baik penghafal Al-Qur’an maupun hadist.
Walaupun ia bisu dari ilmu karena keawamannya di masalalu, maka ketahuilah tidak begitu bagi hati dan lisannya yang tak akan bisu dari doa-doa.

⁃ Ustadz Yani Fahriasnsyah hafidzahullah

7f64889a5684d19d720037489edadb61


IKHLAS BAGAIKAN MINYAK KASTURI
-
Al-Allamah Ibnul Jauzi rahimahullah berkata,

"Ikhlas itu bagaikan minyak kasturi yang terlindung dalam genggaman hati, wanginya menyebar pada pembawanya, amalan adalah gambaran (wujudnya), dan keikhlasan adalah ruh, bila belum bisa mengikhlaskan (amalan), maka jangan pernah lelah (berusaha)."

📕 Al-Lathaif (hal. 10)

b7f6e8c9437c89f3c34ff93b93c1ab7d


Bismillah
📌 ARTIKEL ISLAM

Adab Masjid
DO`A YANG DIBACA KETIKA BERJALAN MENUJU MASJID
Oleh : Ustadz Abu Ghozie As Sundawie


Dianjurkan bagi orang yang berjalan menuju masjid untuk berdo’a dengan do’a yang diajarkan oleh Nabi.

Dan lafazh Abu Dawud, “Kemudian beliau keluar menuju masjid untuk shalat, seraya berdoa, Ya Allah, berikanlah cahaya di dalam hatiku, dan berikanlah cahaya pada lisanku, berikanlah cahaya pada pendengaranku, dan berikanlah cahaya pada penglihatanku, berikanlah cahaya di belakang dan di depanku, berikanlah cahaya di atas dan di bawahku, Ya Allah, terangkanlah cahaya itu bagiku.”
(HR. Muslim : 763)




Baca selengkapnya di : Link

77528b8826067688851395c878fa157b


Link

Kajian Kitab Taisirul 'Allam Syarah 'Umdatul Ahkam oleh Ustadz Dr. Farid Al Bathoty حفظه الله تعالى

Ahad pekan pertama ba'da Maghrib, 15 Robi'ul Awwal 1445 H / 1 oktober 2023 m, di Masjid Ash Shiddiq

```Catatan :
Mushonif kitab adalah Syaikh Abdul Ghoni Al Maqdisy رحمه الله
Mu'alif kitab adalah Syaikh Abdulloh bin Abdurrohman Al Bassam رحمه الله```

Pembahasan masih tentang Keutamaan Sholat Jum'ah .

Hadits yang ke-133, akan dijelaskan berapa kali khutbah dalam sholat jum'ah dan posisi khotib bagaimana.
Dari sahabat Abdulloh Ibnu 'Umar رضي الله عنهما, beliau berkata adalah Rosulullah صلى الله عليه وسلم khutbah dengan dua kali khutbah sedangkan Nabi صلى الله عليه وسلم posisi berdiri (agar sahabat melihat dan memperhatikan Nabi dalam memberi nasihat kebaikan² yang harus dilakukan dan keburukan² yang harus ditinggalkan) Nabi صلى الله عليه وسلم memisahkan antara khutbah pertama dan kedua dengan duduk sejenak dan melanjutkan khutbah yang kedua (biasanya lanjutan dari khutbah pertama bukan do'a saja). (Hadits diriwayatkan Imam Bukhori رحمه الله dan Imam Muslim رحمه الله).

Faidah Hadits diantara nya adalah :
1. Wajib nya 2 khutbah dalam sholat jum'ah sebelum sholat. Khutbah yang pertama dan kedua adalah syarat sah nya sholat. Tidak pernah dinukil Nabi tidak khutbah dalam sholat jum'at. Dan kewajiban 2 khutbah adalah pendapat madzhab secara umum.
2. Anjuran untuk posisi khotib adalah berdiri.
3. Anjuran untuk duduk sejenak diantara khutbah pertama dan kedua. Sebagian Ulama' mewajibkan, tetapi jumhur mengatakan Sunnah (tidak wajib).

Faidah yang penting yakni Imam Ibnul Qoyyim رحمه الله mengatakan, Nabi صلى الله عليه وسلم menyampaikan dengan suara yang keras dan lantang (semangat) dan Nabi khutbah nya pendek (tidak panjang mungkin perkiraan sekitar ± 20 menitan) agar sholat nya panjang. (Ini merupakan tanda faqih nya seseorang dengan mengamalkan cara ini). Maka perpendek lah khutbah jum'ah dan perpanjang sholat nya. Akan tetapi sekarang terbalik yakni memperpanjang khutbah dan pendek sholat nya.
Disebut kan pula oleh Ibnul Qoyyim رحمه الله, memperbanyak dzikir dan mengucapkan kalimat yang pendek tapi luas cakupan makna nya (jawami'ul karim) dan Nabi صلى الله عليه وسلم memberikan isyarat dengan jari telunjuk saat menyebutkan Alloh تعالى dan berdo'a (bukan mengangkat tangan / kecuali saat Istisqo'), dan makmum mengaminkan.
Nabi صلى الله عليه وسلم memerintahkan untuk mendekat dan mendengarkan, dan melarang melangkahi orang-orang yang sudah berada di shof. Dan setelah selesai adzan Nabi صلى الله عليه وسلم segera berkhutbah.


Hadits berikut nya yang ke-134, menjelaskan pada kita tentang ancaman bagi orang yang berbicara saat khotib sedang berkhutbah di hari Jum'ah.
Dari sahabat Abu Huroiroh رضي الله عنه, beliau berkata Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda apabila kalian mengatakan kepada temanmu (orang yang disamping kalian) "diamlah" di hari jum'ah sedang Imam sedang khutbah maka kalian telah berkata/berbuat sia-sia. (Hadits riwayat kan Imam Bukhori رحمه الله dan Imam Muslim رحمه الله).
Bagaimana jika menegur nya?, yaitu dengan isyarat saja.
Syaikh Utsaimin رحمه الله mengatakan jika kalian mengatakan kepada teman mu beliau mengatakan barang siapa yang berbuat sia sia maka tidak ada sholat jum'ah bagi mu.

Faidah Hadits :
1. Wajib diam diri ketika khotib khutbah jum'at. Imam Abdil Barr رحمه الله mengatakan ini kesepakatan para Ulama'.
2. Diharamkan hukum nya berbicara ketika khotib berkhutbah. Walaupun dalam mencegah kemungkaran tidak boleh berbicara, begitu juga dengan mengucapkan salam.


Hadits berikut nya yang ke-135, menjelaskan pahala bagi orang yang bergegas melakukan sholat jum'ah.
Dari sahabat Abu Huroiroh رضي الله عنه, Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, barangsiapa yang mandi hari Jum'ah (niat menghadiri sholat Jum'ah, bukan karena mandi Jinabah) kemudian dia berangkat (setelah dhuhur ba'da dzawal) di jam yang pertama ( ada 5 waktu dalam sholat jum'ah mulai terbit matahari sampai sholat jum'ah dilaksanakan/khotib naik mimbar) maka seakan-akan dia bershodaqoh dan mendekat kan diri kepada Alloh dengan seekor Unta (kepada fakir dan miskin) dan diterima shodaqoh nya oleh Alloh تعالى, dan barangsiapa berangkat di jam yang kedua maka seakan-akan dia bershodaqoh dengan seekor Sapi, dan barangsiapa yang berangkat di jam yang ke-3 maka dia seakan-akan bershodaqoh dengan kambing yang bertanduk (sempurna), dan barangsiapa berangkat di jam yang ke-4 maka seakan-akan dia bershodaqoh dengan seekor Ayam, dan barangsiapa yang berangkat di jam yang ke-5 maka seakan-akan dia bershodaqoh dengan sebutir Telur. Apabila Imam naik Mimbar, maka Malaikat yang mencatat sudah selesai mencatat dan Malaikat ikut mendengar kan khutbah. (Hadits diriwayatkan Imam Bukhori رحمه الله dan Imam Muslim رحمه الله).

Sehingga menjadi saran bagi setiap takmir Masjid bagaimana agar kaum Muslimin yang bersemangat dalam bergegas datang diawal waktu tersebut yakni dengan membuka Masjid membuka sejak pagi mungkin setelah shubuh.
5 waktu inilah yang di maksud kan Nabi صلى الله عليه وسلم dan dengan mengumpulkan dengan yang pertama yakni Mandi Jum'ah.

Faidah Hadits :
1. Hadits ini menjelaskan tentang keutamaan sholat Jum'ah.
2. Menjelaskan tentang keutamaan orang yang bergegas diwaktu pagi (5 waktu tadi) dengan mendapatkan keutamaan yang setimpal. Dari urutan yang disebut kan tadi memperlihatkan urutan tertinggi adalah Unta dalam berqurban. Lalu pertanyaan bagaimana Bahimatul An'am yaitu Unta, Sapi dan Kambing. Sedangkan ayam bukan termasuk.
Shodaqoh akan diterima walaupun sedikit (telur) dalam hadits diatas. Maka Alloh تعالى akan menerima nya, walaupun separoh dari butir Kurma dengan dasar keikhlasan.
3. Al Hadyu / berqurban saat manasik (haji) yakni dari Bahimatul An'am (Unta, adapun ayam dan telur maka itu tidak mencukupi dan tidak bisa untuk dijadikan qurban (walau ayamnya banyak misal 100 atau 1.000)
4. Tentang keutamaan khutbah jum'ah dimana para malaikat juga ikut mendengarkan.

Pembahasan selanjutnya dengan 2 hadits sisa tentang sholat jum'at.

Sedikit faidah catatan Kajian oleh Ustadz Farid Al Bathoty حفظه الله تعالى di Masjid Ash Shiddiq
=======================================

9866c40ecd375482c5710b7cf7906015


"Wanita yang kini menjadi istrimu adalah gadis kecil yang dulu sangat dicintai oleh ayahnya. Sesekali lihat dengan hati ketika istrimu sedang mengabdikan dirinya kepadamu. Ibunya melahirkannya dengan bertaruh nyawa. Ayahnya menafkahi dan mengurusnya hingga besar bahkan hingga lulus berpendidikan.

⁣Ketika ia dewasa, sang anak dengan ikhlas diserahkan kepadamu untuk kau jadikan istri. Bukan melayani orang yang pernah membesarkannya tapi justru mengabdikan dirinya di separuh sisa hidupnya kepadamu.

Lihat istrimu, dia bukan wanita yang lahir langsung besar dan dewasa. Dia lahir dan besar oleh perjuangan. Ada darah, keringat dan air mata.⁣ ⁣Lalu pantaskah engkau memakinya ketika ia melakukan kesalahan kecil?⁣"

Disalin dari postingan FB
Ustadz Yani Fahriansyah hafidzahullah
__

Baarakallaah fiikum

e545363dd44887cf2cdf82c22b96272b


SUAMI ISTRI SERING PAMER KEMESRAAN DI MEDSOS, AWAS KENA `AIN
➖➖➖➖➖➖

Sebab terjadinya penyakit ain
‘Ain terjadi karena adanya hasad (iri; dengki) terhadap nikmat yang ada pada orang lain. Orang yang memiliki hasad terhadap orang lain, lalu memandang orang tersebut dengan pandangan penuh rasa hasad, ini bisa menyebabkan penyakit ‘ain. Al Lajnah Ad Daimah menjelaskan:

وقد أمر الله نبيَّه محمَّداً صلى الله عليه وسلم بالاستعاذة من الحاسد ، فقال تعالى : ومن شر حاسد إذا حسد ، فكل عائن حاسد وليس كل حاسد عائنا

“Allah Ta’ala memerintahkan Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam untuk meminta perlindungan dari orang yang hasad. Dalam Al Qur’an: ” … dan dari keburukan orang yang hasad” (QS. Al Falaq: 5). Maka setiap orang yang menyebabkan penyakit ain mereka adalah orang yang hasad, namun tidak semua orang yang hasad itu menimbulkan ‘ain” (Fatawa Al Lajnah Ad Daimah, 1/271).


Sumber : Link
Copyright © 2024 Link

fecf286cc4d6cb224964a8407c71d4bd


"Wanita yang kini menjadi istrimu adalah gadis kecil yang dulu sangat dicintai oleh ayahnya. Sesekali lihat dengan hati ketika istrimu sedang mengabdikan dirinya kepadamu. Ibunya melahirkannya dengan bertaruh nyawa. Ayahnya menafkahi dan mengurusnya hingga besar bahkan hingga lulus berpendidikan.

⁣Ketika ia dewasa, sang anak dengan ikhlas diserahkan kepadamu untuk kau jadikan istri. Bukan melayani orang yang pernah membesarkannya tapi justru mengabdikan dirinya di separuh sisa hidupnya kepadamu.

Lihat istrimu, dia bukan wanita yang lahir langsung besar dan dewasa. Dia lahir dan besar oleh perjuangan. Ada darah, keringat dan air mata.⁣ ⁣Lalu pantaskah engkau memakinya ketika ia melakukan kesalahan kecil?⁣"

Disalin dari postingan FB
Ustadz Yani Fahriansyah hafidzahullah
__

Baarakallaah fiikum

fdad959159f3641e211c13e8df7df33d


KEUTAMAAN BERAKHLAK BAIK KEPADA ORANG LAIN TERUTAMA KEPADA ISTRI
____✒️

     عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُول اللَّه صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ : أَكْمَل الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ … رواه الترمذي وغيره

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan sebaik-sebaik kamu adalah orang yang paling baik kepada istrinya”

[HR. At-Tirmidzi, 3/466;  Ahmad, 2/250 dan Ibnu Hibban, 9/483. Hadits dinyatakan shahih oleh Imam at-Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Syaikh al-Albani.]


Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan berakhlak baik dalam sikap dan perbuatan, karena hal ini digandengkan dengan kesempurnaan iman. Ini berarti, akhlak yang baik merupakan konsekuensi iman yang benar.

[Lihat kitab Tuhfatul Ahwadzi, 4/273]


📌 Sebagaimana hadits ini juga menunjukkan bahwa sikap dan perbuatan baik ini lebih utama untuk ditujukan kepada keluarga dan orang-orang yang terdekat dengan kita,
[Lihat kitab Bahjatun Nâzhirîn, 1/363]
apalagi istri kita sendiri.

• Makna inilah yang ditunjukkan dalam firman Allâh Azza wa Jalla:

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

Dan pergaulilah istrimu dengan (akhlak yang) baik. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allâh menjadikan padanya kebaikan yang banyak.

[An-Nisâ’/4:19]


Berakhlak baik adalah termasuk sifat utama orang yang beriman dan bertakwa kepada Allâh.

[Lihat kitab Bahjatun Nâzhirîn, 1/363]


Semoga ini bermanfaat bagi kita semua.

📎 Link
__

🍃🍃

Dibagikan Oleh : Mutiara Risalah Islam

e81ceec1447d177db01b38e1bb01aa5f


🔰 Dahulu para salaf . 🍂🍃🍂🍃

▪️ Ibnu Jauzi رحمه الله berkata,
.
"Dahulu para salaf mereka menangis bersama ketaqwaan sedangkan engkau tertawa bersamaan itu engkau penuh dosa"
___
📕 (Al-Khowatim 245)

76ed7eb5858556aaad0c2cb5f8157bbb


Allah Ta’ala berfirman,

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah menyatakan bahwa ayat ini mewajibkan untuk berperang di jalan Allah. Sebelumnya orang-orang beriman tidak diperintahkan untuk berperang dikarenakan kelemahan dan ketidakmampuan mereka untuk berperang. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berhijrah ke Madinah dan kaum muslimin semakin banyak, Allah memerintahkan mereka untuk berperang. Hal ini tidak disukai mereka karena pasti akan merasakan letih, capek, penuh kekhawatiran, dan takut ada yang binasa. Padahal di balik itu ada kebaikan yang banyak. Di dalam jihad ada pahala yang besar. Juga dengan berjihad akan menyelamatkan dari siksa yang pedih. Dengan berjihad akan meraih kemenangan atas musuh dan juga akan mendapatkan ghanimah (harta rampasan perang). Boleh jadi yang kita suka, malah itu jelek bagi kita. Yaitu kita suka untuk tidak pergi berjihad dan ingin rehat. Padahal seperti itu akan mengakibatkan kehinaan, musuh akhirnya menguasai Islam, dan menindas kaum muslimin, juga kita akan luput dari pahala yang besar, serta mendapatkan hukuman yang pedih. (Tafsir As-Sa’di, hlm. 87)

Sumber Link

78613d71dd83280f49bbbfd514f1533c


Tidak ada suatu musibah menimpa seseorang, kecuali dengan izin Allah

aaf94426d6c8f47435ba99ae063942c8


FITROH MANUSIA MEYAKINI BAHWA ALLAH BERADA DI ATAS LANGIT

Fitroh manusia sebenarnya tidak dapat di dustakan, meskipun sebagian manusia itu sendiri berusaha mendustakannya

Yakni:
Meyakini bahwa Allah itu tinggi di atas langit sesuai dengan kebesaran-Nya.

Secara fitrah manusia mengakui bahwa Allah berada di atas langit, ada yang bercakap-cakap dengan mengatakan. Jodoh seseorang sudah di atur oleh Yang di Atas, (seraya sambil menunjukkan jarinya ke arah atas langit).

Tentu mereka TIDAK mengatakan jodoh telah di atur oleh yang dimana-mana. Patahlagi mengatakan jodoh telah di atur oleh yang tidak di atas, tidak di bawah, tidak di kiri, tidak di kanan, tidak di depan dan belakang mereka.!!

🎙 Terdapat hadits yang menyiratkan bahwa.memang jodoh telah diatur oleh YANG DI ATAS LANGIT.

Anas berkata: “Zainab membanggakan dirinya atas istri-istri Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang lain, ia berkata:

"Yang menikahkan kalian (dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) adalah keluarga-keluarga kalian, sedangkan yang menikahkan aku adalah Allah yang berada DI ATAS TUJUH LANGIT."
(HR. Tirmidzi)

f191b0b3d432f95d7c5ad4a7e0c5ec5d


FITROH MANUSIA MEYAKINI BAHWA ALLAH BERADA DI ATAS LANGIT

Fitroh manusia sebenarnya tidak dapat di dustakan, meskipun sebagian manusia itu sendiri berusaha mendustakannya

Yakni:
Meyakini bahwa Allah itu tinggi di atas langit sesuai dengan kebesaran-Nya.

Secara fitrah manusia mengakui bahwa Allah berada di atas langit, ada yang bercakap-cakap dengan mengatakan. Jodoh seseorang sudah di atur oleh Yang di Atas, (seraya sambil menunjukkan jarinya ke arah atas langit).

Tentu mereka TIDAK mengatakan jodoh telah di atur oleh yang dimana-mana. Patahlagi mengatakan jodoh telah di atur oleh yang tidak di atas, tidak di bawah, tidak di kiri, tidak di kanan, tidak di depan dan belakang mereka.!!

🎙 Terdapat hadits yang menyiratkan bahwa.memang jodoh telah diatur oleh YANG DI ATAS LANGIT.

Anas berkata: “Zainab membanggakan dirinya atas istri-istri Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang lain, ia berkata:

"Yang menikahkan kalian (dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) adalah keluarga-keluarga kalian, sedangkan yang menikahkan aku adalah Allah yang berada DI ATAS TUJUH LANGIT."
(HR. Tirmidzi)

5fc2cf6795c2ff482c34040414fad632


Cukup bagimu perbaiki hubunganmu dengan Allah ﷻ.

Engkau tak kan mampu menyenangkan semua orang, oleh sebab itu cukup bagimu memperbaiki hubunganmu dengan Allah, dan jangan terlalu peduli dengan penilaian manusia.

Ustadz Abdul Malik Al-Buthony hafizhahullah

d2fb1b6c1cb9c18c6d11563ca6dfb0ee


BERBUAT SAJA DULU, BARULAH TAUBAT?

“Jahat saja dulu, nanti tinggal taubat aja.”
“Ngejek saja dulu, nanti tinggal minta maaf saja.”
“Gembosi saja dulu, nanti kabur saja.”
“Lakukan saja dulu, nanti tinggal minta ampun ini…”

Dan ungkapan-ungkapan senada lainnya dengan itu mungkin sering terdengar atau terpikirkan di benak sebagian anda. Itu menunjukkan ketaqwaan belum benar-benar tertanam kuat pada diri. Ungkapan-ungkapan semisal itu persis sekali dengan perkataan saudaranya Nabi Yusuf ‘Alayhissalaam ketika hendak membuat makar terhadap Nabi Yusuf. Mari perhatikan ayat ini…,

اقْتُلُوا يُوسُفَ أَوِ اطْرَحُوهُ أَرْضًا يَخْلُ لَكُمْ وَجْهُ أَبِيكُمْ وَتَكُونُوا مِن بَعْدِهِ قَوْمًا صَالِحِينَ [يوسف : 9]

“Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu daerah (yang tak dikenal) supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja, dan SESUDAH ITU hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik". [Yusuf : 9]

Imam Al Baghawiy mengatakan, dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik, yakni,

تائبين ، أي : توبوا بعدما فعلتم هذا يعف الله عنكم .

“Orang-orang yang bertaubat. Yaitu: bertaubatlah kalian setelah melakukan itu, nanti pun Allah akan memaafkan kalian juga.” [Tafsir al Baghawiy]

Jadi sedari awal memang taqwa-nya tak terjaga di dirinya. Rasa takut pada Allah memang kurang di hatinya. Maka dengan mudahnya asal saja dalam berbuat, asal jeplak kalau bicara, asal komentar saja, asal tuduh saja, dan sebagainya tanpa difikirkan terlebih dahulu, tidak dimutaba’ah terlebih dahulu; yang penting diniatkan sesudah itu untuk taubat, minta maaf, kemudian “kabur” saja. Subhaanallah…

Semoga Allah hiasi kita dengan ketaqwaan diri, rasa takut pada-Nya, hingga tak bersikap seperti demikian. Aamiin.

—Abu Hazim Mochamad Teguh Azhar, M.A.—

Semoga bermanfaat.
Bārakallāhu fīkum.

62b556df938d5c974127e3119a8e6ab1


KONSENTRASIKAN HIDUPMU UNTUK MENUNTUT ILMU AGAMA !

قال فضيلة الشيخ يحيى الحجوري حفظه الله:

( "ننصح إخواننا أهل السنة جميعًا بالإقبال الكلي على طلب العلم، أينما كانوا، ولا تكن الدنيا حجر عثرة أمامهم" )

📓الكنز الثمين صـ٣٣٤

Guru kami yang mulia, Syaikh Yahya bin Ali Al-Hajury hafidzohulloh pernah berkata :

"Kami nasehatkan kepada saudara-saudara kami Ahlus Sunnah semuanya, hendaknya benar-benar mengkonsentrasikan seluruh jiwanya/waktu hidupnya untuk menuntut ilmu (agama), di mana pun mereka berada.

Janganlah menjadikan urusan dunia itu sebagai batu sandungan di depan mereka (yakni menjadi penghalang/penghambat dalam menuntut ilmu agama) !"

( Al-Kanzu Ats-Tsamin , hal. 334)

Ya, semoga Alloh subhanahu wa ta'ala senantiasa memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita semua, agar Istiqomah dalam menggunakan waktu hidup kita untuk terus bersemangat dalam menuntut ilmu-ilmu agama, dan Istiqomah pula dalam mengamalkannya .....

Semoga kita pun dijauhkan dari fitnah dunia, baik yang berupa harta, kedudukan ataupun keluarga, agar jangan menjadi penghalang kita dari sikap istiqomah dalam menuntut ilmu-ilmu agama ......

Nas-alulloha At-Taufiq wal Istiqomah ....

Surabaya , Rabu pagi yg sejuk, 13 Shofar 1445 H / 30 Agustus 2023 M

✍ Akhukum fillah, Abu Abdirrohman Yoyok WN Sby

Silahkan joint pada channel telegram kami :

Link

Atau, untuk materi dakwah BIMBINGAN MERAWAT JENASAH SESUAI SUNNAH , silahkan joint di telegram kami :

Link

Semoga bermanfaat bagi kita semuanya.

3d4ac1bd5b3659d03e073baf35eb858b


Modal Semangat Saja Gak Cukup

Syeikh Ibnu Utsaimin berkata:

"Seandainya agama itu hanya bermodal semangat saja, niscaya semua ahli bid`ah di atas kebenaran".

"Al Liqo` Syahri 11/33"

894662721460d89115f797d02660c206


📎 SELAMATKAN HATIMU !
.
👤Syaikh Prof. DR. Sulaiman bin Salimullah Ar-Ruhaily mengatakan:
.
"Bersemangatlah untuk menjaga keselamatan hatimu! Berhati-hatilah dari hasrat ingin menjadi satu-satunya (yang berjasa) atau yang paling terkenal, tapi (yang benar) berusahalah untuk menjadi orang yang bermanfaat dibidangmu semaksimal mungkin! Jangan pelit dan jangan malas!
.
Apabila dibidangmu ada orang yang terlihat memberikan manfaat untuk negeri atau umat tanpa ada penyimpangan, maka semangati dia apabila perannya lebih kecil darimu, namun apabila perannya lebih besar, maka ucapkan terima kasih kepadanya! Berbahagialah dengan banyaknya orang yang memberikan manfaat untuk manusia dalam kebaikan dan janganlah menjadi bagian dari orang-orang yang memiliki penyakit hasad dalam hatinya!"
.
______
.
📚 Link
.
🌏 Web | Link

46eb01e7a132de0fc0e41c1a7a2a30dd


BAHAYA SUMPAH PALSU
____✒️

❌ Haram hukumnya untuk bersumpah dalam kejahatan demi untuk mengambil harta saudaranya dengan tidak hak, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

مَنْ اقْتَطَعَ حَقَّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ بِيَمِينِهِ فَقَدْ أَوْجَبَ الله لَهُ النَّارَ، وَحَرَّمَ عَلَيْهِ الجَنَّةَ» فَقَالَ لَه رَجُلٌ: وَإنْ كَانَ شَيْئاً يَسِيراً يَا رَسُولَ الله قَالَ: «وَإنْ قَضِيباً مِنْ أَرَاكٍ». أخرجه مسلم.

“Barang siapa yang merampas hak seorang Muslim dengan sumpahnya, maka Allah telah mewajibkan atasnya neraka dan mengharamkan baginya surga” lalu seseorang bertanya: walaupun itu hanya sedikit ya Rasulullah? Beliau menjawab: “Walaupun itu hanya sebatang kayu siwak”

[HR. Muslim]



📌 Tidak boleh membagi sesuatu yang tidak bisa dibagi menjadi beberapa bagian kecuali dengan adanya mudhorot ataupun ganti rugi, terkecuali atas idzin dari seluruh mereka yang bersekutu dalam kepemilikan barang tersebut, dan tidak adanya kerugian serta ganti rugi dalam pembagiannya, apabila salah seorang dari mereka yang bersekutu meminta jatah bagiannya, maka yang lain dipaksa harus menyetujuinya, bagi tiap dari mereka untuk mengambil bagiannya sesuai dengan pilihan masing-masing, atau dengan cara bertanya kepada hakim tentang bagian serta hasil yang didapatnya sesuai dengan besar kecilnya kepemilikan dia, apabila mereka membagi diantara mereka sendiri ataupun dengan cara mengundi, maka tiap orang berhak atas bagiannya.

🔴 Ketetapan pengakuan:
Pengakuan atas sesuatu ditetapkan oleh salah satu dari perkara berikut:

- Iqrar (Pengakuan)
- Syahadah (Saksi)
- Yamin (Sumpah)
__

Link


🍃🍃

Dibagikan Oleh : Mutiara Risalah Islam
>>>>>>>>🌺🌺<<<<<<<<

f834ee38b4e78c12ffee1aa85bcbb098


Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah memperingatkan:

“Di antara perbuatan yang masuk kategori israf (berlebih-lebihan) adalah mengoleksi pakaian tanpa ada kebutuhan mendesak kebanyakan wanita zaman ini, saat muncul model pakaian baru, maka bergegas berupaya membelinya, sampai rumahnya penuh dengan berbagai jenis pakaian tanpa ada kebutuhan. Bahkan saat model baru keluar lagi walau sebenarnya hanya sedikit berbeda modifikasinya dengan model yang pertama, maka segera wanita itu membelinya pula. Lebih dari itu sebagian dari wanita tersebut -kita memohon hidayah kepada Allah- nekad memanfaatkan suaminya dengan membelinya dan menyia-nyiakan hartanya. Atas dasar ini, wajib bagi para suami memberikan peringatan sebagai penerapan bentuk tanggung jawabnya (sebagai kepala rumah tangga) untuk mencegah istrinya dari sikap israf”

(Syarah Riyadus Shalihin VI:550)

6fb031f392082c48352a3ca2a7ce53e4


Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah memperingatkan:

“Di antara perbuatan yang masuk kategori israf (berlebih-lebihan) adalah mengoleksi pakaian tanpa ada kebutuhan mendesak kebanyakan wanita zaman ini, saat muncul model pakaian baru, maka bergegas berupaya membelinya, sampai rumahnya penuh dengan berbagai jenis pakaian tanpa ada kebutuhan. Bahkan saat model baru keluar lagi walau sebenarnya hanya sedikit berbeda modifikasinya dengan model yang pertama, maka segera wanita itu membelinya pula. Lebih dari itu sebagian dari wanita tersebut -kita memohon hidayah kepada Allah- nekad memanfaatkan suaminya dengan membelinya dan menyia-nyiakan hartanya. Atas dasar ini, wajib bagi para suami memberikan peringatan sebagai penerapan bentuk tanggung jawabnya (sebagai kepala rumah tangga) untuk mencegah istrinya dari sikap israf”

(Syarah Riyadus Shalihin VI:550)

d40c7aa18d8588a11ceeed9a6d8a0c49


📖 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram
.
45. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya berada di dalam surga-surga dan mata air-mata air.
.
Surah Al-Hijr : 45
Sumber Tafsirweb

68725585f15f37f919c461794b9c309f


JANGAN KATAKAN INI
TAPI KATAKAN HAL YANG INI..

Berkata Syaikh Bin Baz rahimahullah

Jangan Engkau katakan : "Insya Allah Kita Bertemu Di Surga" tapi katakanlah : "Kita Memohon kepada Allah Semoga Dia mempertemukan kita di Surga"

(Maj'mu Al-Fatawa, 26/132)

5aaa92e14f3c98eecba88dedb841cf06


──────●❅๏᯽๏❅●──────


╭─────── •✧✿✧• ───────╮⁣⁣
⌚REMINDER DZIKIR PAGI
╰─────── •✧✿✧• ───────╯⁣⁣

: بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ


BACAAN DZIKIR PAGI

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

A'uudzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiim

"Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”

1. MEMBACA AYAT KURSI (1x)

اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْحَـيُّ الْقَيُّوْمُ ۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌ ۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَ رْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗۤ اِلَّا بِاِ ذْنِهٖ ۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖۤ اِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ ۚ وَلَا يَــئُوْدُهٗ حِفْظُهُمَا ۚ وَ هُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ


allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā takhużuhụ sinatuw wa lā naụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā biiżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyaiim min 'ilmihī illā bimā syā, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā yaụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm.

“Allah tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) melainkan Dia Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang (berada) dihadapan mereka, dan dibelakang mereka dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari Ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.” (Al-Baqarah: 255)

☘️ FADHILLAH
Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca ayat ini ketika pagi hari, maka ia dilindungi dari (gangguan) jin hingga sore hari. Dan barangsiapa mengucapkannya ketika sore hari, maka ia dilindungi dari (gangguan) jin hingga pagi hari.” [1]


2. MEMBACA SURAT AL-IKHLAS (3x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ , اللَّهُ الصَّمَدُ , لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ, وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

“Katakanlah, Dia-lah Allah Yang Maha Esa.
Allah adalah (Rabb) yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya.
Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.
Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya.”
[2]


3. MEMBACA SURAT AL-FALAQ (3x)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ,مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

"Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,
dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki". [3]

4. MEMBACA SURAT AN-NAS (3x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ

“Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia.
Raja manusia.
Sembahan (Ilah) manusia.
Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi.
Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada-dada manusia. Dari golongan jin dan manusia.”

☘️ FADHILLAH
“Barangsiapa membaca tiga surat tersebut setiap pagi dan sore hari, maka (tiga surat tersebut) cukup baginya dari segala sesuatu”. Yakni mencegahnya dari berbagai kejahatan.
[4]


5. DIBACA (1x) :

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ.

Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba’dahu, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba’dahu. Robbi a’udzu bika minal kasali wa su-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.

“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji hanya milik Allah. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabb, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan siksaan di kubur.” [5]

☘️ FADHILLAH
Meminta pada Allah kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya, juga agar terhindar dari kejelekan di hari ini dan kejelekan sesudahnya. Di dalamnya berisi pula permintaan agar terhindar dari rasa malas padahal mampu untuk beramal, juga agar terhindar dari kejelekan di masa tua. Di dalamnya juga berisi permintaan agar terselamatkan dari siksa kubur dan siksa neraka yang merupakan siksa terberat di hari kiamat kelak.


6. DIBACA (1x) :

اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

Allahumma bika ash-bahnaa wa bika amsaynaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.

“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan kehendak-Mu kami hidup dan dengan rahmat dan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).” [6]

7. MEMBACA SAYYIDUL ISTIGHFAR (1x)

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.

“Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau, Engkau-lah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan (apa) yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu (yang diberikan) kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.”

☘️ FADHILLAH
“Barangsiapa membacanya dengan penuh keyakinan di waktu pagi lalu ia meninggal sebelum masuk waktu sore, maka ia termasuk ahli Surga. Dan barangsiapa membacanya dengan yakin di waktu sore lalu ia meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk ahli Surga" [7]

8. DIBACA (3x) :

اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ

Allaahumma 'aafinii fii badanii, allaahumma 'aafinii fii sam'ii, allaahumma 'aafinii fii bashorii, laa ilaaha illaa anta. Allaahumma innii a'uudzu bika minal kufri wal faqr, wa a'uudzu bika min 'adzaabil qobr, laa ilaaha illaa anta.
“Ya Allah, selamatkanlah tubuhku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah penglihatanku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau.” [8]

9. DIBACA (1x) :

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahumah fadni min bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ughtala min tahtii.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tentramkan-lah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (aku berlindung dari dibenamkan ke dalam bumi).” [9]

☘️ FADHILLAH
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah meninggalkan do’a ini di pagi dan petang hari. Di dalamnya berisi perlindungan dan keselamatan pada agama, dunia, keluarga dan harta dari berbagai macam gangguan yang datang dari berbagai arah.

10. DIBACA (1x) :

اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْأَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurrohu ilaa muslim.

“Ya Allah Yang Mahamengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb atas segala sesuatu dan Yang Merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, syaitan dan ajakannya menyekutukan Allah (aku berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya.”

☘️ FADHILLAH
Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda kepada Abu Bakar ash-Shiddiq رضي الله عنه “Ucapkanlah pagi dan petang dan apabila engkau hendak tidur.”
[10]

11. DIBACA (3x) :

بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.

“Dengan Menyebut Nama Allah, yang dengan Nama-Nya tidak ada satupun yang membahayakan, baik di bumi maupun dilangit. Dia-lah Yang Mahamendengar dan Maha mengetahui.”

☘️ FADHILLAH
“Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakan dirinya.” [11]

12. DIBACA (3x) :

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا

Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama nabiyya.
“Aku rela (ridha) Allah sebagai Rabb-ku (untukku dan orang lain), Islam sebagai agamaku dan Muhammad صلي الله عليه وسلم sebagai Nabiku (yang diutus oleh Allah).”

☘️ FADHILLAH
“Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore, maka Allah memberikan keridhaan-Nya kepadanya pada hari Kiamat.” [12]

13. DIBACA (1x) :

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ

Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ain

“Wahai Rabb Yang Mahahidup, Wahai Rabb Yang Mahaberdiri sendiri (tidak butuh segala sesuatu) dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala keadaan dan urusanku dan jangan Engkau serahkan kepadaku meski sekejap mata sekalipun (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).” [13]

14. DIBACA (1x) :

أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Ash-bahnaa ‘ala fithrotil islaam wa ‘alaa kalimatil ikhlaash, wa ‘alaa diini nabiyyinaa Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam, wa ‘alaa millati abiina Ibraahiima haniifam muslimaaw wa maa kaana minal musyrikin

“Di waktu pagi kami berada diatas fitrah agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kami Muhammad صلي الله عليه وسلم dan agama ayah kami, Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.” [14]

15. DIBACA (10x atau 100x) :

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

“Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”

☘️ FADHILLAH
●Barangsiapa yang membaca dzikir tersebut di pagi hari sebanyak 10X,Allah akan mencatatkan baginya 10 kebaikan,menghapuskan baginya 10 kesalahan,ia juga mendapatkan kebaikan semisal memerdekakan 10 budak,Allah akan melindunginya dari gangguan setan hingga petang hari,siapa yang mengucapkannya di petang hari, ia akan mendapatkan keutamaan yang semisal itu pula.

●Barangsiapa membacanya sebanyak 100x dalam sehari, maka baginya (pahala) seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, mendapat perlindungan dari syaitan pada hari itu hingga sore hari. Tidaklah seseorang itu dapat mendatangkan yang lebih baik dari apa yang dibawanya kecuali ia melakukan lebih banyak lagi dari itu. [15],[16],[17]

16. DIBACA (3x) :

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

Subhanallah wa bi-hamdih, ‘adada kholqih wa ridhoo nafsih. wa zinata ‘arsyih, wa midaada kalimaatih.

“Mahasuci Allah, aku memuji-Nya sebanyak bilangan makhluk-Nya, Mahasuci Allah sesuai ke-ridhaan-Nya, Mahasuci seberat timbangan ‘Arsy-Nya, dan Mahasuci sebanyak tinta (yang menulis) kalimat-Nya.” [18]

☘️ FADHILLAH
Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa sallam mengatakan kepada Juwairiyyah bahwa dzikir di atas telah mengalahkan dzikir yang dibaca oleh Juwairiyyah dari selepas subuh sampai waktu dhuha.

17. DIBACA (1x Setelah Salam dari Shalat Subuh):

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.

“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amalan yang diterima.” [19]

18. MEMBACA TASBIH (100x) :

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

Subhanallah wa bi-hamdih.

“Mahasuci Allah, aku memuji-Nya.” [20]

19. MEMBACA ISTIGHFAR(100x pagi atau sore) :

أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astagh-firullah wa atuubu ilaih.
“Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.” [21]

_____

ᚎ Dinukil dari buku Doa Dan Wirid halaman 133- 155 yang disusun oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir jawas , Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafii

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وبركاته

──────●❅๏᯽๏❅●──────

4221db5b365b07a5cb0704473a1b93e2


.Apa Hukum Mengucapkan Anj y, Ch _ks, dll?

Bagaimana ya ajaran Islam dalam penggunaan kata-kata yang multi tafsir?

Multi tafsir disini yaitu kata-kata yang memiliki makna ganda, satunya mubah, dan satunya haram. Bagaimana ya hukumnya?

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman

﴿يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنوا لا تَقولوا راعِنا وَقولُوا انظُرنا﴾


Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu katakan, "Rāinā", tetapi katakanlah, "Unẓurnā"

[Al-Baqarah ayat 104]

Rāinā dan Unẓurnā memiliki arti sama, yaitu perhatikanlah kami.

Tetapi orang Yahudi mengucapkannya sedangkan yang mereka maksud ialah Ru`ūnah yang artinya bodoh sekali, sebagai ejekan kepada Rasulullah.

Maka dari itu Allah melarang umat Islam mengucapkan lafadz Ra'ina secara mutlak, meskipun tidak memiliki niatan buruk seperti kaum Yahudi.

Begitu pula Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَقُوْلَنَّ أَحَدُكُمْ: خَبُثَتْ نَفْسِيْ، وَلكِنْ لِيَقُلْ: لَقِسَتْ نَفْسِيْ.

"Janganlah salah seorang di antara kalian mengatakan, 'Khabutsat Nafsi (jiwaku jelek),' akan tetapi ucapkanlah, 'Laqisat nafsi (jiwaku tercela)'.

[HR. Bukhari]

Al-Imam Abu Sulaiman al-Khaththabi berkata:

"Laqisat" dan "Khabutsat" adalah satu makna, dan sesungguhnya kata "Khabutsat" dibenci disebabkan lafazh itu memliki arti kejelekan, dan tipu daya.

Maka dari itu Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan mereka adab dalam penggunaan kata-kata yang baik dan meninggalkan kata-kata yang jelek.

Lihatlah bagaimana Allah subhanahu wa ta'ala dan Rasul-Nya shallallahu alaihi wa sallam melarang penggunaan kata-kata yang tidak baik, maka dari itu tidak sepantasnya seorang yang beriman untuk menggunakan kata-kata yang tersebut.

Hendaknya diganti dengan ucapan-ucapan yang jelas membuat ridha Allah, seperti "Subhanallah" dan semisalnya.

Wallahu a'lam.

7caa40a5045b45419e40eeed2571d4aa


.QS. An-Nisa : 27

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dan Allah berkehendak menerima taubat kalian, dan memafkan kesalahan-kesalahan kalian. Sedangkan orang-orang yang mengikuti nafsu syahwat mereka dan kesenangan mereka berkeinginan supaya kalian melenceng dari agama kalian sejauh-jauhnya.

Referensi : Link

2c50fe3fc58f457f9538ce2bc7695bcb


🎥 BENARKAH IMAM ITU HARUS BANYAK HAFALANNYA?
.
👤 Syaikh Sa`ad bin Nashir Asy-Syatsri Hafidzahullah

f9386da652647d2551527f2c605b3060


Ketika anak kecanduan gadget

77d276d5a204a1d78e7a4e852526f1b8


MENDOAKAN KEBAIKAN UNTUK GURU


Al Imam Nawawi -Yahya bin Syaraf, wafat 676H- rahimahullahu ta’ala berkata:


وَقَدْ كَانَ بَعْضُ الْمُتَقَدِّمِيْنَ إِذَا ذَهَبَ إِلَى مُعَلِّمِهِ تَصَدَّقَ بِشَئْ وَقَال، اللَّهُمَّ اسْتُرْعَيْبَ مُعَلِّمِي عَنِّى وَلاَ تَذْهَبْ بَرَكَةَ عِلْمِهِ مِنِّى

“Sungguh sebagian para ulama terdahulu, ketika mereka pergi untuk belajar dari gurunya, maka ia bersedekah dengan sesuatu lalu berdo'a, 'Ya Allah, tutuplah aib guruku dan janganlah Engkau hilangkan keberkahan ilmunya dariku'.”

Sumber: al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab (jilid: 1/hal. 36)

1419860228cd18c351b914e5a609e5f2


📎 Jangan Lupa Doakan Orang Tuamu

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata:
"Saya anjurkan kepada saudara-saudara kami untuk sering mendoakan orang tua mereka, baik yang masih hidup atau yang sudah meninggal dunia, karena demikianlah kriteria anak-anak yang shalih."
📘 Fatawa Nur ‘Ala Darb 1/270

Setiap dari kita pasti tahu…
Betapa besar pengorbanan orang tua.
Mereka bersusah payah membesarkan kita, menahan lapar, begadang saat kita sakit, bahkan mengorbankan kebutuhannya demi melihat kita tumbuh.

Namun, tak semua anak mengingat jasa itu saat telah sibuk dengan urusan dunia.
Ada yang lupa…
Ada yang lalai…
Bahkan ada yang merasa tidak lagi perlu terikat setelah dewasa.

Padahal, bakti kepada orang tua tidak berhenti saat mereka meninggal dunia.
Bahkan, justru setelah wafatnya, doa anak shalih menjadi harapan terbesar mereka dalam kubur.

Inilah amalan yang tidak membutuhkan harta, tidak butuh banyak waktu, tapi bernilai sangat besar di sisi Allah.

Saudaraku…
Jika engkau ingin menjadi anak yang shalih, seperti yang diajarkan dalam Al-Qur’an dan sunnah dengan pemahaman salaf, mulailah dari hal ini: doakan orang tuamu.

Bukan hanya saat rindu.
Bukan hanya saat ada masalah.
Tapi jadikan itu rutinitas harian, sebagaimana engkau rutin mencari rezeki dan menjaga kesehatan.

Karena bisa jadi, doa itulah yang mengangkat derajat mereka di akhirat,
dan mengundang keberkahan dalam hidupmu di dunia.

Wallahu A'lam Bishawab

3b5bd3df467ea73794e9df03654e0887


Pembelaan Ulama Kepada Rasullah ﷺ

Yahya bin Ma`in رحمه الله berkata:

"Bila Ahli bid`ah yang menjadi musuhku kelak di hari kiamat jauh lebih kusenangi daripada Nabi yang menjadi musuhku, karena aku  tidak membela sunnahnya".

"Al Alamu Asy Syamikh 388"

__


Website : Link
Facebook: Link
YouTube : Link
Instagram: Link
Twit: Link
Telegram: Link
Ebook: Link

6e398e4bdf5e1236cad710ab99cb027a


Lebih Keras Dari Batu

✍🏻 Syaikh Shalih Al-Fauzan rahimahullah berkata:
"Hati bisa lebih keras dari batu bila berpaling dari mengingat Allah."
📘 Syarh Kitab Al-Kabair, hlm. 100

💔 Hati yang Mengeras
Hati manusia ibarat pusat kehidupan ruhani. Saat hati terisi dengan dzikir, iman, dan tadabbur ayat-ayat Allah, maka ia akan lembut dan hidup. Namun ketika hati berpaling dari mengingat Allah (dzikrullah), ia akan mulai mengeras. Bahkan, lebih keras dari batu, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur'an:

"Linkudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga seperti batu, bahkan lebih keras lagi..."
(QS. Al-Baqarah: 74)

⚠️ Tanda-Tanda Hati yang Keras
Tidak tersentuh saat mendengar ayat-ayat Al-Qur’an
Merasa berat untuk beribadah
Tidak menyesal ketika bermaksiat
Mudah sinis terhadap kebaikan dan para penyeru kebenaran

💡 Penyebab Kekerasan Hati
Lalai dari dzikrullah
Banyak maksiat tanpa taubat
Terlalu cinta dunia dan tenggelam dalam syahwat
Kurang tadabbur terhadap Al-Qur'an

🌧️ Cara Melembutkan Hati
Perbanyak dzikir dan istighfar
Dengarkan dan tadabburi Al-Qur'an
Perbanyak mengingat kematian dan akhirat
Duduk di majelis ilmu dan bersama orang-orang shalih
Lakukan amal shalih dengan ikhlas

📌 Hati adalah tempat iman dan hidayah. Jika ia mengeras, maka jalan hidayah akan tersumbat. Maka jagalah hati dengan dzikrullah—karena lupa mengingat Allah adalah awal dari kerasnya hati, bahkan lebih keras dari batu.

Wallahu A'lam Bishawab

516459daa34bf3e457c04362c10c1db3


🔥🔥🔥 MUDARAT PERKARA HARAM

✍️ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:

‏وكل ما حرمه الله ورسوله فضرره أعظم من نفعه.

‼️ Segala perkara yang diharamkan Allah dan rasul-Nya, maka mudaratnya lebih besar daripada manfaatnya.

Majmu` Al-Fatawa (35/171)

930a4144795ec4e8ac3476c2f7b37b9a


BERBUAT SAJA DULU, BARULAH TAUBAT?

“Jahat saja dulu, nanti tinggal taubat aja.”
“Ngejek saja dulu, nanti tinggal minta maaf saja.”
“Gembosi saja dulu, nanti kabur saja.”
“Lakukan saja dulu, nanti tinggal minta ampun ini…”

Dan ungkapan-ungkapan senada lainnya dengan itu mungkin sering terdengar atau terpikirkan di benak sebagian anda. Itu menunjukkan ketaqwaan belum benar-benar tertanam kuat pada diri. Ungkapan-ungkapan semisal itu persis sekali dengan perkataan saudaranya Nabi Yusuf ‘Alayhissalaam ketika hendak membuat makar terhadap Nabi Yusuf. Mari perhatikan ayat ini…,

اقْتُلُوا يُوسُفَ أَوِ اطْرَحُوهُ أَرْضًا يَخْلُ لَكُمْ وَجْهُ أَبِيكُمْ وَتَكُونُوا مِن بَعْدِهِ قَوْمًا صَالِحِينَ [يوسف : 9]

“Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu daerah (yang tak dikenal) supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja, dan SESUDAH ITU hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik". [Yusuf : 9]

Imam Al Baghawiy mengatakan, dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik, yakni,

تائبين ، أي : توبوا بعدما فعلتم هذا يعف الله عنكم .

“Orang-orang yang bertaubat. Yaitu: bertaubatlah kalian setelah melakukan itu, nanti pun Allah akan memaafkan kalian juga.” [Tafsir al Baghawiy]

Jadi sedari awal memang taqwa-nya tak terjaga di dirinya. Rasa takut pada Allah memang kurang di hatinya. Maka dengan mudahnya asal saja dalam berbuat, asal jeplak kalau bicara, asal komentar saja, asal tuduh saja, dan sebagainya tanpa difikirkan terlebih dahulu, tidak dimutaba’ah terlebih dahulu; yang penting diniatkan sesudah itu untuk taubat, minta maaf, kemudian “kabur” saja. Subhaanallah…

Semoga Allah hiasi kita dengan ketaqwaan diri, rasa takut pada-Nya, hingga tak bersikap seperti demikian. Aamiin.

—Abu Hazim Mochamad Teguh Azhar, M.A.—

Semoga bermanfaat.
Bārakallāhu fīkum.

cf4a9efbd8f550186782793fbf335b2e


Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

5. Hanya milik Allah kerajaan langit dan bumi, hanya kepada Allah tempat kembali segala urusan makhluk di Hari Kiamat, dan Allah akan membalas mereka atas amal perbuatan mereka.


Referensi : Link

ce4125b6eb5ed7f0a10618b3b21fe0d3


📌 JANGAN UCAPKAN PERKATAAN INI!

Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه berkata:

“Seandainya salah seorang di antara kalian menggigit bara apI sampai dingin (padam), atau menggenggamnya sampai dingin, maka itu lebih baik daripada dia berkata tentang sebuah perkara yang telah Allah takdirkan (untuk terjadi): ‘Seandainya ia tidak terjadi’.”

📚 Al-Mu’jam Al-Kabir no. 9171 oleh Ath-Thabrani رحمه الله

325d798f48547e0946ad4cfc83d22902


.Apa Hukum Mengucapkan Anj y, Ch _ks, dll?

Bagaimana ya ajaran Islam dalam penggunaan kata-kata yang multi tafsir?

Multi tafsir disini yaitu kata-kata yang memiliki makna ganda, satunya mubah, dan satunya haram. Bagaimana ya hukumnya?

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman

﴿يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنوا لا تَقولوا راعِنا وَقولُوا انظُرنا﴾


Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu katakan, "Rāinā", tetapi katakanlah, "Unẓurnā"

[Al-Baqarah ayat 104]

Rāinā dan Unẓurnā memiliki arti sama, yaitu perhatikanlah kami.

Tetapi orang Yahudi mengucapkannya sedangkan yang mereka maksud ialah Ru`ūnah yang artinya bodoh sekali, sebagai ejekan kepada Rasulullah.

Maka dari itu Allah melarang umat Islam mengucapkan lafadz Ra'ina secara mutlak, meskipun tidak memiliki niatan buruk seperti kaum Yahudi.

Begitu pula Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَقُوْلَنَّ أَحَدُكُمْ: خَبُثَتْ نَفْسِيْ، وَلكِنْ لِيَقُلْ: لَقِسَتْ نَفْسِيْ.

"Janganlah salah seorang di antara kalian mengatakan, 'Khabutsat Nafsi (jiwaku jelek),' akan tetapi ucapkanlah, 'Laqisat nafsi (jiwaku tercela)'.

[HR. Bukhari]

Al-Imam Abu Sulaiman al-Khaththabi berkata:

"Laqisat" dan "Khabutsat" adalah satu makna, dan sesungguhnya kata "Khabutsat" dibenci disebabkan lafazh itu memliki arti kejelekan, dan tipu daya.

Maka dari itu Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan mereka adab dalam penggunaan kata-kata yang baik dan meninggalkan kata-kata yang jelek.

Lihatlah bagaimana Allah subhanahu wa ta'ala dan Rasul-Nya shallallahu alaihi wa sallam melarang penggunaan kata-kata yang tidak baik, maka dari itu tidak sepantasnya seorang yang beriman untuk menggunakan kata-kata yang tersebut.

Hendaknya diganti dengan ucapan-ucapan yang jelas membuat ridha Allah, seperti "Subhanallah" dan semisalnya.

Wallahu a'lam.

054b19f7a43b8408f5c3b90aaa7fb95d


Doa Agar Amal Diterima

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

"Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".

Surat Al-Baqarah Ayat 127

📷 @garis nasihat x @thequran path
♻️ Silahkan Disebarluaskan

271de3ad2d70f89e51ff4c5c15d93f33


Ramadhan Waktu Perbaikan Diri

Di riwayatkan dari Abu Said Al-Khudry radhiallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Taala memiliki hamba-hamba yang di merdekakan dari Api Neraka, pada setiap hari dan malam -yakni di bulan Ramadhan-, dan sesungguhnya setiap muslim memiliki doa yang mustajab pada setiap harinya"
[HR. Al-Bazzar, Shahih Targhib hadits 1002 bab puasa]

Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, di dalamnya bertabur keridhaan Allah dan pahala dari-Nya. Mudah bagi seorang untuk berbuat kebaikan dan berebut pahala di bulan ini, maka tepatlah bila bulan ini kita jadikan acuan perbaikan diri.

Oleh Ustadz Abu Abd rahman bin Muhammad Suud Al-Atsary hafidzhahullah
generate by :Link

e8e81d8600b8e7bbc836f61b4971f2ac


KEMATIAN

Tidak menunggu kita siap
Tidak menunggu usia tua
Tidak menunggu urusan selesai

a1227088dfedf11beb9f859a3505d38e


BIARLAH HARI ITU BERLALU

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata

Yang telah berlalu tidaklah dihilangkan dengan bersedih hati akan tetapi dengan ridho, kerelaan, pujian kepada Allah, kesabaran, keimanan kepada takdir, Dan ucapan QODARALLAH WA MAA SYAA A FA`ALA (Semua ini takdir Allah, Allah melakukan apa yang dikehendaki-Nya.)

(Zaadul Ma`ad: 2/327)

48ef63825d218cf92edf82ad91b2e1db


AMBULANCE SIAP MENJALANKAN TUGAS !

Dengan Pelayanan Ambulance Gratis 24 Jam

Bagi masyarakat yang membutuhkan bisa langsung kontak Hotline 082177334455

Link">wa.me

InsyaaAllah 24 Jam Gratis Untuk wilayah Surabaya, Sidoarjo Kota dan Gresik Kota.

Agar layanan Ambulance Gratis ini terus di rasa manfaatnya oleh masyarakat. yuk mari saling mendukung dalam operasional ambulnce muslim biker indonesia Surabaya Chapter agar bermanfaat semakin luas.

gratis mbisurabaya

f08713e1834241d8f1cbb54490868a0b


Barometer Mengenal Seseorang Ala Umar bin Khattab
🎙️ Ustadz Gemma Ilhamy, Link.I
🎥 Link

📝 Umar bin Khattab Radallahu `anhu mengajarkan bahwa hakikat kepribadian dan akhlak seseorang baru benar-benar teruji melalui dua hal: pernah bersafar bersama dan bermuamalah dalam urusan harta. Berhati-hatilah dalam berutang-piutang agar tidak merusak ukhuwah dan menjerumuskan pada ghibah.



d4332ad8d9039f6b1a21fe51bbf9a23a


Sihir Dunia

Ibnul Jauzi rahimahullah berkata:

"Waspadalah dari dunia karena dia lebih menyihir dari Harut dan Marut. Kalau Harut Marut bisa memisahkan antara suami dan istri, namun dunia bisa memisahkan antara seorang hamba dengan Rabb-nya".

📘(Al Mudhisy hlm. 286)



03656761272b86dce99210ea36330ddc


“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, ‘Dan bagimu juga kebaikan yang sama.’” (HR. Muslim)

Dikutip dari : Link

09a1170f3c11b283505ac0f13f394874


TOURING JAUH KUAT TAPI KE MAJELIS ILMU KOK BERAT

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: waktu mudamu sebelum masa tuamu, waktu sehatmu sebelum waktu sakitmu, waktu kayamu sebelum waktu fakirmu, waktu luangmu sebelum waktu sibukmu, dan waktu hidupmu sebelum matimu.”
(HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrok, 4: 341. Hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim)

Hadis ini mengingatkan kita tentang pentingnya memanfaatkan waktu yang kita miliki sebelum kehilangan kesempatan tersebut. Terutama dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan kesibukan dan berbagai tantangan. Terkadang, kita merasa kuat dan semangat untuk melakukan hal-hal yang tidak terlalu bermanfaat, seperti touring jauh atau kegiatan yang tidak mengarah kepada kebaikan yang lebih besar. Namun, kita seringkali merasa berat untuk menghadiri majelis ilmu, meskipun itulah yang seharusnya kita prioritaskan.

Banyak dari kita yang cenderung menunda-nunda untuk mendalami ilmu agama, padahal majelis ilmu adalah tempat yang penuh berkah dan memiliki dampak yang besar dalam kehidupan kita, baik di dunia maupun di akhirat. Ketika kita masih muda, sehat, dan memiliki waktu luang, seharusnya kita memanfaatkannya untuk belajar dan meningkatkan pemahaman kita tentang agama, karena saat usia semakin menua, tubuh semakin lemah, dan kesibukan semakin bertambah, kesempatan untuk belajar akan semakin terbatas.

Hadis ini juga mengingatkan kita untuk tidak menunggu waktu yang "sempurna" untuk beribadah atau meningkatkan diri, karena waktu yang ada tidak menunggu kita. Terkadang kita beralasan, "Nanti saja kalau sudah ada waktu," atau "Nanti saja kalau sudah lebih kaya," namun waktu yang ada harus dimanfaatkan dengan bijaksana, terutama untuk hal-hal yang mendekatkan kita kepada Allah.

Waktu muda, sehat, kaya, luang, dan hidup adalah kesempatan yang tidak akan terulang, dan kita harus menggunakan waktu tersebut untuk hal-hal yang bermanfaat, terutama dalam hal memperdalam ilmu agama, beribadah, dan berbuat baik. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari ketika kesempatan itu sudah terlewat.

Semoga kita semua bisa lebih memanfaatkan waktu yang ada dengan bijaksana, terutama untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menambah ilmu yang bermanfaat. Aamiin.