Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

 
1

Semua Karena Niat

Rasulullah shallallahu `alaihi was salam bersabda,
"Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan" (HR. Bukhari: 1)



layanan Ambulance MBISC
24 Jam Gratis Dalam Kota Surabaya
Sidoarjo & Gresik
(Syarat & ketentuan berlaku)
https://mbisc.my.id/ambulance*whatapp">mbisc.my.id/ambulance*whatapp">https://mbisc.my.id/ambulance*whatapp

Instagram
https://mbisc.my.id/instagram">mbisc.my.id/instagram">https://mbisc.my.id/instagram

Whatapp Group Dakwah
https://mbisc.my.id/gdmbisc">mbisc.my.id/gdmbisc">https://mbisc.my.id/gdmbisc

eTiket System
https://mbisc.my.id/tiketinfo/">mbisc.my.id/tiketinfo/">https://mbisc.my.id/tiketinfo/

Join Member
https://mbisc.my.id/joinus">mbisc.my.id/joinus">https://mbisc.my.id/joinus

Info
mbisc.my.id">https://mbisc.my.id

a0dc3490dc0b47d86df0332ca76ba5b6


📎 Tanpa Tauhid, Amal Ibadah Tidak Akan Bernilai

0ddadd16c7989057004a1eca434f0640


MENGAPA DINAMAKAN BULAN HARAM?
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Al Qodhi Abu Ya’la rahimahullah berkata, ”Dinamakan bulan haram karena dua makna:
1- Pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian.
2- Pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan itu. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan.” (Lihat Zaadul Masiir, tafsir surat At Taubah ayat 36)


Sumber Link

adca800edcc6489a2fc0b39e2fa6870a


📎 Ngambil Upah Usai Mengajarkan Ilmu

Imam An Nasai rahimahullah setelah membawakan hadits Abu Hurairah tentang larangan kencing di air yang tidak mengalir, beliau membawakan ucapan gurunya yaitu Ya'qub bin Ibrahim bahwa beliau tidak menceritakan hadits ini kecuali dengan upah satu dinar. (Sunan Nasa'i 1/49)

Bisa jadi beliau berpendapat bolehnya mengambil upah setelah meriwayatkan hadits yang merupakan masalah khilafiyyah/perbedaan pendapat di kalangan ulama.

📘 (Dzakhiratul Uqba fi Syarhil Mujtaba 2/38)

┈┉┅━━••••━━┅┉┈

a9fa37334754f2cbe5e354eac27185fb


Berdasarkan dalil-dalil di atas,ulama berbeda pendapat mengenai batasan aurat bagi wanita. Ulama Hanafi, Maliki dan salah satu pendapat dalam madzhab Syafi’i berpendapat seluruh tubuh wanita adalah aurat kecuali wajah dan telapak tangan. Sedangkan ulama Hambali salah satu pendapat dalam madzhab Syafi’i berpendapat bahwa seluruh tubuh wanita adalah aurat termasuk wajah dan telapak tangan.

Sehingga dari sini kita ketahui bahwa para ulama berpendapat kaki bagian bawah pun termasuk aurat yang wajib ditutup.

Wahai saudariku, jauhi sifat ini, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah memperingatkan:

Di antara perbuatan yang masuk kategori israf (berlebih-lebihan) adalah mengoleksi pakaian tanpa ada kebutuhan mendesak kebanyakan wanita zaman ini, saat muncul model pakaian baru, maka bergegas berupaya membelinya, sampai rumahnya penuh dengan berbagai jenis pakaian tanpa ada kebutuhan.

Syarah Riyadus Shalihin VI:550

c84fd8c691941076e9ea95904edcb442


ORANG YANG TIDAK SHOLAT KELAK AKAN DIKUMPULKAN BERSAMA EMPAT ORANG INI

Diriwayatkan dari `Abdullah bin `Amr bin Ash radhiyallahu `anhuma, dari Nabi shallallahu `alaihi wa sallam bahwasanya suatu hari Nabi menyebutkan tentang sholat, lalu beliau bersabda :
.
مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُورًا وَبُرْهَانًا وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا، لَمْ يَكُنْ لَهُ نُورٌ وَلَا بُرْهَانٌ وَلَا نَجَاةٌ، وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ قَارُونَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَأُبَيِّ بْنِ خَلَفٍ.
.
“Barangsiapa menjaga (sholat)-nya maka ia akan memiliki cahaya, bukti, dan keselamatan pada hari kiamat. Sedangkan siapa saja yang tidak menjaganya maka ia tidak akan memiliki cahaya, bukti, dan keselamatan pada hari kiamat. Pada hari kiamat ia akan dikumpulkan bersama Fir’aun, Qarun, Haman, dan Ubay bin Khalaf.” (HR. Ahmad dalam Musnadnya)

Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan : “Dikhususkannya penyebutan empat (4) orang ini, karena mereka adalah pentolan-pentolan kafir.
.
Ada catatan yang indah dalam hadits ini yaitu, orang yang meninggalkan sholat adakalanya karena disibukkan oleh harta, kekuasaan, jabatan, atau perniagaannya.

🔥 Oleh karenanya barangsiapa disibukkan oleh hartanya, ia akan dikumpulkan bersama Qarun.
🔥 Barangsiapa disibukkan oleh kekuasaannya, ia akan dikumpukan bersama Fir’aun.
🔥 Barangsiapa disibukkan oleh jabatannya, ia akan dikumpulkan bersama Haman.
🔥 Dan barangsiapa disibukkan oleh perniagaannya, ia akan dikumpulkan bersama Ubay bin Khalaf.”

(Kitab Ash-Sholah wa Hukmu Tarikiha, hal.46-47)

Semoga menjadi renungan bagi yang masih meninggalkan shalat.

__________

c307afee74d8eefa587f2b07bbbf4169


75. Serial Satu Surat Satu Faedah

"Bisyarah Untuk Memberi Kabar Yang Tidak Baik"

Lafadz bisyarah biasanya untuk memberi kabar gembira dan baik, tapi terkadang juga digunakan untuk memberi kabar yang tidak baik. Allah berfirman:

فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

Maka beri kabar gembiralah mereka dengan azab yang pedih. (QS. Al Insyiqaq: 24)

Ayat ini memberikan faedah bahwa kata Bisyarah yang biasa dalam bahasa Arab digunakan untuk memberi kabar gembira, terkadang digunakan juga untuk memberi kabar dengan hal-hal yang tidak baik. Dan ini juga banyak digunakan dalam sastra Arab. (Lihat Al Adzbu Namir Min Majalis Syinqithi fi Tafsir)

┈┉┅━━••••━━┅┉┈

21c139dbb69b33da55483fbe30e1ae55


CUKUPLAH KEMATIAN SEBAGAI PERINGATAN

💬 Imam as-Suyuthi rahimahullah berkata,

"Di dalam Tahdzib al-Mizzi disebutkan bahwa dahulu ukiran cincin Umar bin al-Khaththab bertuliskan,

                              كَفَى بِالمَوْتِ وَاعِظًا

'Cukuplah kematian sebagai peringatan'."

✍️ Tarikh Khulafa' hal. 174

6fc9e1c5cf0e5041d9035a89db98b54d


76. Serial Satu Surat Satu Faedah

"Kesuksesan Hakiki"

Allah berfirman:

اِنَّ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمۡ جَنّٰتٌ تَجۡرِىۡ مِنۡ تَحۡتِهَا الۡاَنۡهٰرُ ذٰلِكَ الۡفَوۡزُ الۡكَبِيۡرُؕ

Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, itulah kemenangan yang agung. (QS. Al Buruj: 24)

Ayat ini menunjukkan bahwa kesuksesan hakiki adalah kesuksesan di akhirat bukan kesuksesan dunia yang fana.

Syeikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin berkata: "Kesuksesan sejati bukanlah sukses meraih dunia. Namun sukses sejati adalah tatkala bisa selamat dari Neraka dan bisa masuk ke Surga".

(Syarh Shahih Bukhari 8/289).

8326bff033bbf077506c190021c2c3bb


📎 Terus Mengikuti Orang yang Salah Adalah Pengecut

Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah berkata:
"Demi Allah, sungguh saya benar-benar mengetahui ada orang-orang yang tahu bahwa si fulan ini salah, tetapi mereka tetap saja mengikuti kesalahan-kesalahannya. Yang semacam ini bukan orang yang taklid, melainkan pengecut."
📚 (Majmu'ur Rasail, jilid 13 hlm. 71)

Nasihat ini mengingatkan kita tentang pentingnya untuk selalu mencari dan mengikuti kebenaran, meskipun itu berarti harus melawan kebiasaan atau ketakutan untuk berbeda. Jika kita tahu bahwa seseorang atau suatu kelompok melakukan kesalahan, kita tidak boleh terus mengikuti mereka hanya karena ketakutan atau rasa malu.

Sebagaimana dikatakan oleh Rasulullah ﷺ:
"Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa."
📘 (HR. Al-Bukhari, no. 6094)

Kita dituntut untuk berpegang teguh pada kebenaran yang bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah, bukan mengikuti orang atau pandangan yang menyimpang, meskipun itu populer atau banyak diikuti oleh orang lain. Allah memberikan kita akal dan petunjuk, maka kita harus menggunakannya untuk membedakan antara yang benar dan salah.

Semoga Allah memberikan kita keberanian untuk mengikuti kebenaran dan menjauhkan kita dari mengikuti kesalahan atau kebathilan. Aamiin.
Wallahu A'lam Bishawab

941b85055d849034a6f68ad9ef3dff45


Tadabbur Surah Ali Imran ayat 193

9ea510537fd49cb4902395c74ee5f3bc


💬 Ucapan dan Perbuatan Adalah Cerminan Isi Hati

12d0b1b4f331840d1be18d8f50fb2da3


SIAPAKAH ORANG YANG BERDAKWAH KEPADA DIRINYA SENDIRI?

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata,

الذي يدعو إلى الله هو الذي لا يريد إلا أن يقوم دين الله، والذي يدعو إلى نفسه هو الذي يريد أن يكون قوله هو المقبول، حقاً كان أم باطلاً.

"Orang yang mendakwahkan agama Allah adalah yang tidak menginginkan kecuali agar agama Allah tegak. Sedangkan orang yang mengajak kepada dirinya sendiri adalah orang yang ingin agar ucapannya yang diterima, baik benar maupun batil."

📚 Al-Qaulul Mufid, I/139

0b6dd07513d0dbe5d363b461a8d5ff39


🥞 Doa Bila Diberi Rezeki Berupa Makanan

c94a272aeab3ecd9339af85270ff865e


📎 Jembatan Menuju Surga, Namun Terlempar Ke Neraka

Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata:

"Janganlah kamu menunjukkan manusia menuju Allah namun kamu sendiri malah kehilangan arah jalan. Berlindunglah selalu kepada Allah agar dirimu tidak menjadi jembatan menuju surga namun justru terlempar ke Neraka".

📘 (Siyar A`lam Nubala` 6/291)

┈┉┅━━••••━━┅┉┈

7c05311664c701084b87a9facb351d0a


📎 BERSEGERALAH DALAM KEBAIKAN DARI APA YANG ENGKAU MAMPU

👤 Ibrahim bin Adham rahimahullah berkata :

فمن لم يواسِ الناس : بماله ، وطعامه و شرابه ، فليواسهم ببسط الوجه، و الخلق الحسن

"Barang siapa yang belum bisa berbuat baik kepada orang lain dengan : Harta, Makanan dan minumannya, Maka berbuat baiklah kepada mereka dengan wajah yang gembira dan akhlak yang baik."

_________________________

📚 Hilyah Auliya 7/389

🌍 Web | Link

d7983d93933461672dbc928b3f355591


📎 Bahaya Niat dan Pemahaman yang Tidak Benar

Syaikh Rabi` bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah berkata:

"Apabila seseorang memiliki niat yang jelek disertai pemahaman yang buruk (dalam beragama), sungguh yang demikian itu (adalah tanda) Allah menginginkan (untuk menimpakan) pelakunya ke dalam berbagai macam kejelekan dan musibah yang besar."
📚 (Marhaban Ya Thalibal Ilmi, hlm. 36)

Pernyataan ini mengingatkan kita tentang bahaya memiliki niat yang salah dan pemahaman yang keliru, terutama dalam beragama. Niat yang buruk bisa merusak amal perbuatan, dan pemahaman yang salah dalam beragama bisa menyebabkan seseorang terjatuh dalam kesesatan. Ketika keduanya bersatu, maka seseorang akan terjerumus dalam berbagai kesalahan dan musibah, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat.

Allah Ta’ala berfirman:
"Dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Allah tidak akan mengurangi sedikit pun pahala amal kalian."
📘 (QS. Al-Ahzab: 71)

Namun, jika seseorang tidak memahami dengan benar apa yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya, ia bisa jatuh dalam kesesatan meskipun ia merasa beramal. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam menjaga niat dan pemahaman agama kita, serta berusaha untuk senantiasa merujuk kepada ilmu yang benar dan para ulama yang terpercaya.

Semoga Allah memberikan kita petunjuk yang benar, menjaga niat kita agar selalu ikhlas hanya karena-Nya, dan memberikan pemahaman yang tepat dalam menjalankan agama ini. Aamiin.
Wallahu A'lam Bishawab

0a5c54068bf86d2035755ea18f2f78e4


▶️ JANGAN ASAL BUANG DAHAK!

“Ditampakkan kepadaku amalan-amalan perbuatan umatku, baik yang buruk maupun yang baik. Maka kulihat di antara amalan baiknya adalah menyingkirkan sesuatu yang membahayakan dari jalan, sementara kulihat di antara amalan buruknya adalah berdahak di dalam masjid, namun ia tidak menimbunnya.” [HR. Ibnu Majah No. 3673]

48163bfb63b825c1a2da3c80cf39d19a


📖 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah
.
40.
وَجَزٰٓؤُا۟ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا
.
( Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa)
Yakni jika kamu membalas orang yang menzalimimu maka janganlah membalas lebih dari kadar kezalimannya kepadamu.
Mujahid dan as-Suddy mengatakan: balasan ini dalam tanggapan terhadap orang yang berkata buruk, jika orang itu berkata: “semoga Allah menghinakanmu” maka jika ia membalasnya maka harus dengan “semoga Allah menghinakanmu” tanpa menambahnya dengan ucapan buruk lain.
.
QS Asy-Syuara : 40

3930379b33027fd431189663e9c8b4d7


AKU TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA DENGAN MAHAR YANG DISEBUTKAN

Hanya dengan sebuah ucapan ia menjadi milikmu.
Dan kau menerimanya.
Menerima wanita itu dengan seutuhnya.
Dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Padahal..
Kamu tidak pernah turut andil dalam melahirkannya ke dunia ini.
Ibunya selama 9 bulan dengan penuh lemah di atas kelemahan.

Ya mengandung istrimu itu, kamu tidak pernah turut campur dalam membesarkan dan merawatnya.

Kamu juga tidak pernah merasakan suka duka dalam merawat wanita yang sekarang menjadi istrimu.

Dan tatkala kau datang untuk meminangnya, moment itu adalah masa yang cukup sulit dan berat bagi orang tua anak yang dibesarkan dengan cinta dan kasih sayang akan dilepas dari dekapan mereka. Diserahkan kepadamu, yang entah merekapun tidak dapat memastikan bagaimana kelak hidupnya bersamamu.

Namun karena perintah ilahi dan amaran Rabbi, dengan segala resiko yang harus diterima, kaupun dinikahkan Dengan satu harapan yang memenuhi rongga dada mereka.

Dirimu dapat menggantikan posisi keduanya dalam:
Merawatnya
Menjaganya
Memperbaikinya
Mencintainya
Dan membuatnya bahagia

- Ustadz Syafiq Riza Basalamah Hafidzahullah

a6c50c3452454788b602e3bbd9da6cad


BENSIN BISA DIBELI LAGI, TAPI WAKTU? ⏳

Bro, kalau di jalan bensin motor habis, kita tinggal mampir SPBU. Keluar duit dikit, tangki penuh lagi, perjalanan lanjut. Tapi kalau "Waktu" kita habis? Nggak ada toko yang jual refill-nya. Game over.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah mengingatkan kita:
"Waktu adalah kehidupan. Barang siapa menyia-nyiakan waktunya, berarti dia telah menyia-nyiakan hidupnya."

Setiap detik yang kita pakai buat hal nggak guna (maksiat/leha-leha), sama aja kita lagi membakar sisa jatah hidup kita sendiri. Jangan sampai nanti di garis finish (kematian), kita baru sadar kalau kita kalah telak.

"Orang yang menyia-nyiakan hidupnya, dia akan menyesal. Akan tetapi, penyesalan itu tidak berguna baginya."

Gaspol ibadahnya selagi jantung masih berdetak!

dcefb6cc3573747afcf9c8f6bc62844e


DUA KALIMAT RINGAN DI LISAN, BERAT DI TIMBANGAN

Sebuah dzikir yang mudah dirutinkan setiap saat, namun berat di timbangan amalan. Dzikir tersebut adalah bacaan “Subhanallah wa bi hamdih, subhanallahil ‘azhim”.

Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

“Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat ditimbangan, dan disukai Ar Rahman yaitu “Subhanallah wa bi hamdih, subhanallahil ‘azhim” (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung). (HR. Bukhari no. 6682 dan Muslim no. 2694)

Dalam Muqoddimah Al Fath (Fathul Bari), Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan keutamaan hadits tersebut sebagai berikut:

Maksud “dua kalimat” adalah untuk memotivasi berdzikir dengan kalimat yang ringan.

Maksud “dua kalimat yang dicintai” adalah untuk mendorong orang berdzikir karena kedua kalimat tersebut dicintai oleh Ar Rahman (Allah Yang Maha Pengasih).

Maksud “dua kalimat ringan” adalah untuk memotivasi untuk beramal (karena dua kalimat ini ringan dan mudah sekali diamalkan).

Maksud “dua kalimat yang berat di timbangan” adalah menunjukkan besarnya pahala.

Alur pembicaraan dalam hadits di atas sangat bagus sekali. Hadits tersebut  menunjukkan bahwa cinta Rabb mendahului hal itu, kemudian diikuti dengan dzikir dan ringannya dzikir pada lisan hamba. Setelah itu diikuti dengan balasan dua kalimat tadi pada hari kiamat. Makna dzikir tersebut disebutkan dalam akhir do’a penduduk surga yang disebutkan dalam firman Allah,

دَعْوَاهُمْ فِيهَا سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلَامٌ وَآَخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Do’a mereka di dalamnya adalah: “Subhanakallahumma”, dan salam penghormatan mereka adalah: “Salam”. Dan penutup doa mereka adalah: “Alhamdulilaahi Rabbil ‘aalamin”.” (QS. Yunus: 10)

Muqqodimah Al Fath, Ibnu Hajar Al Asqolani, hal. 474.

Sumber: Link

6d3294d1608f4c8639925bcd589bd3d6


Duhai Manusia,
"Siapa Kamu Tanpa Pertolongan Allah?"

lbnul Qoyim rahimahullah berkata,
"Manusia, mengertilah! Di saat orang-orang merasa takjub padamu, sebenarnya yang mereka kagumi adalah indahnya penghalang yang Allah berikan untuk menutupi segala 'aibmu."
(Madarijus Salikin, 2/293)


DI BALIK KEKAGUMANMU
Jangan terlalu kagum dengan kehidupan seseorang, karena sejatinya manusia memiliki dua wajah. Pastilah kalian tahu, "wajah mana" yang akan ditampilkan di muka umum!

92840508e94d4a0a0e283684efe0dc4e


Allah Ta`ala berfirman,
Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).
QS. Yasin ayat 12

0bbf17f56c12e590e0834e95bd70e612


💬 Syaikh 'Abdussalaam As-Suhaimi hafidzhahullaahu berkata,

"Dahulu para sahabat mengerjakan amalan sunnah karena amalan tersebut hukumnya sunnah (punya keutamaan), sedangkan kita meninggalkan mengerjakan amalan sunnah karena amalan tersebut hukumnya 'cuma sunnah'."

9693fde6dc2ec1d5ed8099c615ef79ce


📎Barang Langka Akhir Zaman

Al Auza`i rahimahullah berkata:

"Pernah dikatakan: Akan datang kepada manusia suatu zaman, di mana hal yang sangat langka pada zaman itu adalah sahabat yang menyenangkan, satu dirham yang diperoleh dengan cara yang halal serta suatu amalan yang dilakukan sesuai sunnah".

📘(Sifat Shafwah, Ibnul Jauzi 2/405)

Al-Auza`i rahimahullah menggambarkan suatu kondisi yang sangat mencemaskan tentang akhir zaman, di mana kebaikan dan amalan yang benar akan semakin langka. Pada zaman tersebut, tiga hal yang sangat sulit ditemukan adalah:

1. __Sahabat yang menyenangkan__: Pada masa itu, sangat sulit untuk menemukan teman sejati yang selalu mendukung dan memberi manfaat dalam kebaikan. Persahabatan yang tulus dan membawa kebahagiaan akan semakin sulit ditemukan.

2. __Rezeki yang diperoleh dengan cara yang halal__: Di zaman tersebut, mencari nafkah yang halal akan menjadi hal yang langka dan sulit. Banyak yang terjebak dalam jalan yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip agama untuk memperoleh rezeki.

3. __Amalan yang dilakukan sesuai sunnah__: Amalan yang dilakukan dengan mengikuti sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan benar dan ikhlas juga akan sangat jarang ditemukan. Banyak orang akan terpengaruh oleh kebiasaan yang tidak sesuai dengan petunjuk Islam.

Hal ini menjadi peringatan bagi kita untuk selalu berusaha menjaga diri dari godaan dan kerusakan zaman. Kita harus berusaha untuk tetap istiqamah dalam menjalankan sunnah, mencari sahabat yang baik, dan selalu memastikan bahwa setiap rezeki yang kita peroleh berasal dari jalan yang halal. Semoga kita diberikan kekuatan dan keistiqamahan untuk tetap berada di jalan yang benar meski banyak tantangan dan godaan di sekitar kita.
Wallahu A'lam Bishawab

d9eee068146cee03f98efacb50ce957a


📚 Tabungan Hari Kiamat


Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan, “Sungguh, pada hari kiamat seorang hamba akan saaaaaangat berbahagia dengan pahala yang diterimanya lantaran kezaliman orang lain terhadap dirinya dalam banyak hak; harta, jiwa dan kehormatan. Orang yang cerdas akan menganggapnya sebagai tabungan untuk menghadapi hari kiamat yang ia akan sangat membutuhkannya. Ia tidak akan menggugurkan pahala itu dengan membalas dendam yang tidak akan memberikan sedikitpun manfaat untuknya.” (Madarijus Salikin, 3/2227)

Link

📷 @mthilyatunnisa x @thesunnah_path

Klik to join, follow & share
Link
.

Sumber :
🇮🇩🇸🇦 ICC DAMMAM KSA
Channel Telegram: Link

dcd0b7bd34a6b84c35f32ff7bb3b768a


𝐒𝐄𝐁𝐄𝐋𝐔𝐌 𝐁𝐄𝐑𝐀𝐊𝐓𝐈𝐕𝐈𝐓𝐀𝐒, 𝐏𝐀𝐒𝐓𝐈𝐊𝐀𝐍 𝐊𝐀𝐌𝐔 𝐒𝐔𝐃𝐀𝐇 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐀𝐂𝐀 𝐃𝐙𝐈𝐊𝐈𝐑 𝐏𝐀𝐆𝐈-𝐏𝐄𝐓𝐀𝐍𝐆 ⏰

Perlu diketahui bahwa di antara dzikir dan doa yang disyariatkan bagi seorang muslim dalam sehari semalam adalah dzikir pagi dan sore, bahkan dzikir jenis ini merupakan dzikir yang terikat dengan waktu yang paling banyak disebutkan dalam dalil-dalil, baik konteks dalil tersebut adalah mendorong seorang muslim mengucapkannya maupun konteksnya menyebutkan macam-macam dzikir yang diucapkan pada dua waktu yang utama ini (pagi dan sore).

📖 Allah Ta’ala berfirman,

وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

“Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan sore.” (QS. Al-Ahzab: 42)

KEUTAMAAN DZIKIR PAGI-PETANG🌤️

👤 Al Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,
"Dzikir pagi & petang seperti baju besi, semakin bertambah ketebalannya maka pemiliknya semakin tidak terkenai (oleh bahaya). Bahkan kekuatan baju besi itu bisa sampai memantulkan kembali anak panah sehingga mengenai pemanahnya sendiri." (Al-Wabil Ash Shayyib, 71)

👥 Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikrullah Ta’ala mulai dari (waktu) sholat shubuh hingga terbit matahari lebih aku cintai daripada memerdekakan empat orang budak dari putra Nabi Isma’il. Dan aku duduk bersama orang-orang yang berdzikrullah mulai dari (waktu) sholat Ashar sampai terbenam matahari lebih aku cintai daripada memerdekakan empat orang budak” (HR. Abu Dawud: 3667, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani).

Wallahu ta'ala 'alam.

Sumber:
🖇️ Link
🖇️ Link

84fb024514bba7b1d25f7d621cbf7df8


📎Meredam Bara Api

Dahulu pernah dikatakan:

"Bila sampai kepadamu tentang saudaramu apa yang engkau benci maka balaslah dengan apa yang dia senangi karena sesungguhnya engkau meredam bara apinya tanpa dia sadari".

📘(Mudarah Naas, Ibnu Abi Dunya 38)

Kata-kata ini mengajarkan kita tentang pentingnya mengendalikan emosi dan menghadapi provokasi dengan kebijaksanaan. Ketika seseorang menyakiti atau berbuat tidak baik kepada kita, alih-alih membalas dengan kebencian atau kemarahan, sebaiknya kita merespons dengan hal yang baik, seperti memberi mereka kebaikan atau menunjukkan sikap yang menyenangkan. Ini adalah cara yang efektif untuk meredakan ketegangan dan menghindari perpecahan. Bahkan tanpa mereka sadari, kita sudah memadamkan api kebencian yang ada di dalam hati mereka, dan menjaga hubungan dengan cara yang penuh hikmah.

Pesan ini juga mengingatkan kita untuk menjaga akhlak dan selalu berusaha menjadi orang yang sabar, dengan niat untuk menjaga kedamaian dalam hubungan antar sesama.
Wallahu A'lam Bishawab

a19603286e5b324e41233ec7eeb4cc6e


🎥 AGAR HIDUP MULIA DUNIA DAN AKHIRAT
.
👤 Syaikh Sulaiman bin Salimullah Ar-Ruhaily Hafidzahullah
.
➡️ Official Youtube ShahihFiqih : Link
.

64d448d3284f01caab4d036ef0787ca4


Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dan apa saja yang ada pada kalain beruapa kenikmatan hidayah kesehatan jasmani keluasan rizki dan anak dan lain-lain, maka itulah adalah dari Allah semata, Dia lah pemberi kenikmatan-kenikmatan itu kepada kalian. Kemudian bila turun kepada kalian penyakit, bala dan paceklik, maka kepada Allah lah kalian riuh dengan doa.
Referensi : Link

e3942ea57d3bc9c752fdfa8134a22803


⤵️⤵️⤵️
MUSLIM ITU
TIDAK EKSTRIM

Asy-Syaikh Mugbil bin Hadi Al-Wadii rahimahullah ta`ala mengatakan :

"Orang yang membiarkan jenggotnya, mengharamkan gambar, mengharamkan alat-alat musik dan mengingkari apa yang Allah ingkari, maka orang seperti ini tidak boleh dijuluki mutasyadid (keras, ekstrim, ed.)".

Sumber : Gharatul Asyrithah hal, 183
.
Follow @positif reminds
.
Temen partner : @thequran
path
.

187627d9d32e2dea55d64c719115041e


MENJAUHI RIYA DALAM SETIAP AKTIVITAS

✍🏻 Syaikh Rabi’ bin Hadi Umair al-Madkhali hafizhahullahu menasihatkan,

فإياكم والرياء في الأعمال، إياكم والرياء في√ الأقوال، يتكلم الإنسان يريد بذالك وجه الله، ويتعبد يريد بذالك وجه الله، ويتصدق يريد بذالك وجه الله، ويخالق الناس بالأخلاق الطيّبة ابتغاء وجه الله تبارك وتعالى.

“Jauhilah oleh kalian, riya dalam beramal. Jauhi pula oleh kalian, riya saat berucap!

Seseorang  seharusnya berucap untuk mengharapkan wajah Allah, beribadah juga dalam rangka mengharap wajah-Nya. Demikian pula  halnya saat bersedekah, dia hanya berharap wajah Allah. Ketika bersikap kepada manusia dengan akhlak yang baik pun tetap berusaha ikhlas (mengharapkan wajah Allah) Tabaraka wa Ta’ala.”

📚  Al-Lubab min Majmu`i Nashaikhi Syaikh Rabi’ lisy Syabab, hlm. 445

Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullahu memberikan nasihat yang sangat berharga mengenai pentingnya menghindari riya dalam setiap aspek kehidupan kita, terutama dalam beramal, berucap, dan berinteraksi dengan sesama.

Riya, yaitu melakukan sesuatu dengan niat agar dilihat atau dipuji oleh orang lain, adalah penyakit hati yang bisa merusak setiap amal perbuatan yang kita lakukan. Seorang hamba yang melakukan ibadah atau amal kebaikan hanya untuk mendapatkan pujian atau pengakuan dari manusia akan kehilangan nilai amal tersebut di sisi Allah. Oleh karena itu, kita diingatkan untuk senantiasa menjaga niat kita, agar semua amal yang kita lakukan semata-mata karena mengharap wajah Allah Ta'ala, bukan untuk mendapatkan pujian dari sesama.

Penting untuk kita ingat bahwa dalam setiap aktivitas, baik itu ucapan, ibadah, atau perbuatan, tujuan utama kita seharusnya adalah mengharapkan ridha Allah. Seseorang yang berbicara dengan tujuan agar kata-katanya diterima dan dihargai oleh orang lain, atau yang beribadah semata-mata untuk dilihat oleh orang, telah terjerumus dalam riya. Begitu juga, saat kita bersedekah atau berinteraksi dengan orang lain dengan akhlak yang baik, niat kita harus tetap murni untuk mendapatkan keridhaan Allah, bukan untuk mencari perhatian atau pujian dari makhluk.

Riya adalah bentuk penyimpangan dari tujuan utama hidup sebagai seorang Muslim, yaitu untuk beribadah kepada Allah dengan tulus dan ikhlas. Rasulullah ﷺ sendiri mengingatkan kita dalam banyak hadis untuk senantiasa menjaga keikhlasan dalam beramal. Setiap amal yang dilakukan dengan riya tidak akan mendatangkan pahala, bahkan bisa menjadi sia-sia.

Oleh karena itu, kita harus senantiasa memeriksa niat kita dalam setiap langkah kehidupan kita, baik dalam berucap, beramal, ataupun bersedekah. Jika niat kita terjaga dan murni hanya untuk mengharapkan wajah Allah, maka amal kita akan diterima dan mendatangkan pahala yang besar. Jika sebaliknya, kita harus segera bertobat dan memperbaiki niat kita.

Syaikh Rabi' mengingatkan bahwa kita harus selalu mengingat tujuan hidup kita yang sesungguhnya: mencari keridhaan Allah semata. Dalam setiap amal, jangan biarkan hati kita terpengaruh oleh pandangan manusia. Jadikanlah Allah sebagai satu-satunya tujuan, dan ikhlaskan setiap amal hanya untuk-Nya, agar kita mendapatkan keberkahan dan pahala yang tidak terhingga di dunia dan akhirat.

Semoga kita bisa menghindari riya dan menjaga keikhlasan dalam setiap amal yang kita lakukan, dan semoga Allah menerima amal kita sebagai amal yang murni dan penuh berkah. Aamiin.
Wallahu A'lam Bishawab

261f53cdb127cb2ef823ac3ce085c375


📎 PENYEBAB ANAK-ANAK MENJADI JAHAT

📝 Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhu, bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan doa berikut ini bagi seseorang yang hendak mencampuri istrinya:

 بِاسْمِ اللَّهِ ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا 

“Dengan (menyebut) nama Allâh, ya Allâh jauhkanlah kami dari (gangguan) syaithan dan jauhkanlah syaithan dari rezki yang Engkau anugerahkan kepada kami”

Doa ini memuat keutamaan yang besar bagi orang yang mengamalkannya. Keutamaan itu tertuang dalam lanjutan hadits, di mana Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:                               

فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِى ذَلِكَ لَمْ يَضُرُّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا

Kemudian jika ditardirkan (lahirnya) anak  bagi mereka berdua dari hubungan intim tersebut, maka syaithan tidak akan bisa mencelakai anak tersebut selamanya” [HR. al-Bukhâri no. 6388 dan Muslim no. 1434].

Hadits di atas menunjukkan salah satu adab dalam berjima’, yaitu seorang lelaki membaca basmalah dan mengiringinya dengan doa di atas. Manfaatnya, apabila Allâh Azza wa Jalla menakdirkan lahirnya anak bagi mereka dalam hubungan badan tersebut, maka anak itu melalui keberkahan nama Allâh Azza wa Jalla dan doa yang dibaca itu akan berada dalam perlindungan, sehingga syaithan tidak bisa mencelakainya. [Taisîrul Allâm 2/210].

🌐 Referensi : Link

fb87b64b35751afc767e96c8a6fa8026


📎 Berpegang Teguh dengan Sunnah Nabi

Rasulullah ﷺ bersabda:
"Berpegang teguhlah kalian dengan sunnahku dan sunnah para Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk, gigitlah dengan gigi gerahammu (peganglah kuat-kuat)."
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Hadis ini mengingatkan kita tentang pentingnya berpegang teguh dengan sunnah Nabi ﷺ dan ajaran para sahabat yang mengikuti jalan yang benar. Sunnah Nabi ﷺ adalah petunjuk hidup yang sempurna bagi setiap Muslim, dan para Khulafaur Rasyidin, yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali, adalah teladan terbaik dalam mengikuti jalan yang benar dan mendapatkan petunjuk.

Berpegang teguh pada sunnah berarti kita mengikuti ajaran yang telah diajarkan oleh Nabi ﷺ, baik dalam hal akidah, ibadah, akhlak, dan kehidupan sehari-hari. Keteguhan dalam berpegang pada sunnah ini adalah salah satu tanda kecintaan kita kepada Rasulullah ﷺ dan upaya kita untuk meniti jalan yang diridhai oleh Allah.

Allah Ta'ala berfirman:
"Siapa yang menaati Rasul (Muhammad), maka sungguh telah menaati Allah. Siapa yang berpaling, maka Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad) sebagai pemelihara mereka."
📘 (QS. An-Nisa: 80)

Semoga kita diberikan kekuatan untuk selalu berpegang teguh pada sunnah Nabi ﷺ, mengikuti jejak para sahabat yang mendapat petunjuk, dan menjadikan sunnah sebagai pedoman hidup yang senantiasa kita amalkan. Aamiin.
Wallahu A'lam Bishawab

3b5bd3df467ea73794e9df03654e0887


Pembelaan Ulama Kepada Rasullah ﷺ

Yahya bin Ma`in رحمه الله berkata:

"Bila Ahli bid`ah yang menjadi musuhku kelak di hari kiamat jauh lebih kusenangi daripada Nabi yang menjadi musuhku, karena aku  tidak membela sunnahnya".

"Al Alamu Asy Syamikh 388"

__


Website : Link
Facebook: Link
YouTube : Link
Instagram: Link
Twit: Link
Telegram: Link
Ebook: Link

d825268b97038804860647e1b6810201


📎 Introspeksi dari Dosa

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:
"Dahulu seorang salaf, apabila dia tertusuk duri saja, maka dia mengatakan: Sungguh aku tahu bahwa engkau adalah karena dosa, karena Rabbku tidak mungkin berbuat dzalim kepadaku."
📘 (Az-Zuhud, 1647, karya Ahmad)

Nasihat ini mengajarkan kepada kita pentingnya introspeksi diri (muhasabah) saat mengalami musibah, sekecil apa pun itu. Para salafush shalih senantiasa mengaitkan ujian yang menimpa mereka dengan dosa-dosa yang telah mereka lakukan, karena mereka memahami bahwa musibah adalah bentuk peringatan atau teguran dari Allah agar seorang hamba kembali bertaubat.

Allah Ta’ala berfirman:
"Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu)."
📘 (QS. Asy-Syura: 30)

Hal ini juga sejalan dengan hadits Rasulullah ﷺ:
"Tidaklah seorang mukmin ditimpa kelelahan, penyakit, kekhawatiran, kesedihan, gangguan, atau kesusahan, bahkan hingga duri yang menusuknya, kecuali Allah menghapus dosa-dosanya dengan hal itu."
📘 (HR. Al-Bukhari, no. 5641; Muslim, no. 2573)

Musibah bukanlah bentuk kezaliman dari Allah, melainkan wujud kasih sayang-Nya agar kita sadar, bertaubat, dan memperbaiki diri. Seorang mukmin sejati akan memanfaatkan setiap ujian sebagai peluang untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak istighfar, dan menguatkan keimanan.

Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, memberikan keteguhan dalam menghadapi ujian, dan menjadikan kita hamba yang senantiasa introspeksi diri. Aamiin.


Wallahu A`lam Bishawab

a63e387942995b935dfc1ff05122d68b


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ ذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِيْنِ

"dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku,"

(QS. Asy-Syu'ara' 26: Ayat 80)

ea2c2a179a05a41478581b8771a44286


💐🌻🌹🌷 Hakikat Bertetangga yang Baik

✍🏼 Imam Amir bin Syarahil asy-Sya'bi rahimahullah berkata:

"Bertetangga dengan baik bukan sebatas Anda tidak mengganggu tetangga. Akan tetapi, bertetangga yang baik adalah Anda bersabar terhadap gangguan tetangga."
📚 Tahdzibul Kamal, jilid 14 hlm. 38

Perkataan ini membawa kita untuk memahami makna husnul jiwar — berbuat baik kepada tetangga — dari sudut pandang yang lebih dalam dan mulia. Sebagian orang mengira bahwa asal ia tidak mengganggu tetangganya, maka ia sudah termasuk tetangga yang baik. Padahal menurut salafus shalih, standar kebaikan kepada tetangga tidak cukup hanya dengan “tidak mengganggu”.

Bahwa hakikat bertetangga yang baik adalah bersabar atas gangguan tetangga. Ini adalah maqam yang lebih tinggi dari sekadar menahan lisan dan tangan dari menyakiti. Ia menunjukkan kelapangan dada, keteguhan iman, dan pengendalian diri yang luar biasa.

📌 Realita Kehidupan Bertetangga
Hidup bertetangga pasti tidak lepas dari gesekan. Terkadang ada suara berisik, parkir sembarangan, anak-anak yang mengganggu, atau sikap yang tidak menyenangkan lainnya. Namun semua itu adalah bagian dari ujian dalam interaksi sosial. Maka, siapa yang ingin mendapatkan pahala dan kedudukan mulia di sisi Allah, hendaknya ia bersabar dan membalas gangguan dengan kebaikan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya."
📖 (HR. Bukhari dan Muslim)

Memuliakan tetangga tidak hanya dengan memberi hadiah atau sapaan hangat, tetapi juga dengan menahan diri dari membalas keburukannya, serta terus menunaikan hak-haknya.

📌 Sabar Itu Kunci
Sabar terhadap gangguan tetangga bukan tanda kelemahan, tapi justru tanda kekuatan jiwa dan keutamaan akhlak. Allah mencintai orang-orang yang sabar, dan salah satu bentuk sabar itu adalah menahan diri dari marah dan dendam terhadap sesama manusia, khususnya mereka yang dekat dalam kehidupan, seperti tetangga.

"Orang yang paling agung kedudukannya di sisi Allah adalah yang paling banyak bersabar atas gangguan manusia."

Maka bersabarlah. Mungkin gangguan itu hanya sepele, tapi dengan sabar, kita dapat memadamkan api permusuhan dan menyalakan cahaya kasih sayang.

📌 Hakikat bertetangga yang baik bukan hanya diam dan menjauhkan diri dari konflik, tetapi juga bersabar atas gangguan yang mungkin datang. Itulah ajaran Islam yang luhur dan penuh rahmat. Semoga Allah menghiasi hati kita dengan akhlak sabar dan menjadikan kita tetangga yang membawa ketentraman, bukan ketegangan.

Wallahu A'lam Bishawab

7deaec85c76bb54865daeda7960e6625


Doa agar dilapangkan hati dan dimudahkan dalam urusan

رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

“Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)” (QS. Al Kahfi: 10).

© 2023 Link
Sumber: Link

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Ingatlah (wahai rasul) ketika sejumlah pemuda yang beriman kepada Allah mencari tempat berlindung ke dalam gua, karena takut menghadapi fitnah dari kaum mereka yang dilancarkan kepada mereka dan paksaan terhadap mereka untuk menyembah berhala-berhala. Mereka berkata, ”wahai tuhan kami, berikanlah kepada kami rahmat dari sisiMu untuk meneguhkan kami dengannya dan melindungi kami dari keburukan. Dan mudahkanlah bagi kami jalan yang benar yang mengantarkan kami untuk melakukan apa yang Engkau cintai, sehinga kami menjadi manusia-manusia yang lurus, bukan orang-orang yang sesat.

Referensi : Link

271de3ad2d70f89e51ff4c5c15d93f33


Ramadhan Waktu Perbaikan Diri

Di riwayatkan dari Abu Said Al-Khudry radhiallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Taala memiliki hamba-hamba yang di merdekakan dari Api Neraka, pada setiap hari dan malam -yakni di bulan Ramadhan-, dan sesungguhnya setiap muslim memiliki doa yang mustajab pada setiap harinya"
[HR. Al-Bazzar, Shahih Targhib hadits 1002 bab puasa]

Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, di dalamnya bertabur keridhaan Allah dan pahala dari-Nya. Mudah bagi seorang untuk berbuat kebaikan dan berebut pahala di bulan ini, maka tepatlah bila bulan ini kita jadikan acuan perbaikan diri.

Oleh Ustadz Abu Abd rahman bin Muhammad Suud Al-Atsary hafidzhahullah
generate by :Link

acbd0066619f301b7de0a1c79601f0aa


PERINTAH MEMAKAI PAKAIAN BERWARNA PUTIH
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Nabi ﷺ mengarahkan laki-laki agar memakai pakaian yang berwarna putih serta menggunakannya untuk mengafani orang yang meninggal karena merupakan pakaian yang paling baik.

Faidah dari Hadis
1- Anjuran memakai pakaian putih, namun dibolehkan warna lainnya.
2- Anjuran mengafani jenazah dengan warna putih.
3- Asy-Syaukāniy berkata, "Hadis ini menunjukkan perintah memakai pakaian berwarna putih serta mengafani jenazah dengannya karena ia lebih bersih dan lebih baik dari warna lainnya. Alasan warna putih lebih baik, jelas. Adapun alasan ia lebih bersih karena sekecil apa pun sesuatu yang mengenainya akan terlihat jelas. Oleh karena itu, warna putih diutamakan."


sumber: Link


95b26181ce52951f2185a90659050267


HATI-HATI DENGAN LISANMU

Jaminan bagi orang yang menjaga lidahnya dengan baik.

Nabi Muhammad ﷺ bersabda,

مَنْ يَضْمَنْ لِي مَا بَيْنَ لَحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ

Siapa yang menjamin untukku apa yang ada di antara dua rahangnya dan apa yang ada di antara dua kakinya, niscaya aku menjamin surga baginya. (H.R. Bukhari, no. 6474; Tirmidzi, no. 2408; lafazh bagi Bukhari).

Beliau juga menjelaskan, bahwa.menjaga lidah merupakan keselamatan.

Dari ‘Uqbah bin ‘Aamir, dia berkata, “Aku bertanya, wahai Rasulallah, apakah sebab keselamatan?” Beliau menjawab, “Kuasailah lidahmu, hendaklah rumahmu luas bagimu, dan tangisilah kesalahanmu”. (H.R. Tirmidzi, no.2406)

Yaitu janganlah engkau berbicara kecuali dengan perkara yang membawa kebaikanmu, betahlah tinggal di dalam rumah dengan melakukan ketaatan-ketaatan, dan hendaklah engkau menyesali kesalahanmu dengan cara menangis. (Lihat Tuhfatul Ahwadzi Syarh Sunan Tirmidzi).

Imam An-Nawawi rahimahullah (wafat 676 H) berkata, “Ketahuilah, sepantasnya bagi setiap mukallaf (orang yang berakal dan baligh) menjaga lidahnya dari seluruh perkataan, kecuali perkataan yang jelas mashlahat padanya. Ketika berbicara atau meninggalkannya itu sama mashlahat-nya, maka menurut Sunnah adalah menahan diri darinya. Karena perkataan mubah bisa menyeret kepada perkataan yang haram atau makruh. Bahkan, ini banyak atau dominan pada kebiasaan. Sedangkan keselamatan itu tiada bandingannya. Telah diriwayatkan kepada kami di dalam dua Shahih, Al-Bukhari (no. 6475) dan Muslim (no. 47), dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ beliau bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam.”

Aku katakan: hadits yang disepakati shahihnya ini merupakan nash yang jelas bahwa sepantasnya seseorang tidak berbicara, kecuali jika perkataan itu merupakan kebaikan, yaitu yang nampak mashlahat-nya. Jika dia ragu-ragu tentang timbulnya mashlahat, maka dia tidak berbicara.

Sumber : Link

87433e5b0f5da961d33bd41c9eee341d


MENJAGA RAHASIA

Berkata As-Syaikh Shaleh Al-Fawzan Hafizhahullah:

Apabila saudaramu telah mempercayaimu dan membuka sebuah rahasia dari rahasia-rahasianya kepadamu, maka sesungguhnya wajib atasmu untuk tidak menyebarkannya di tengah-tengah manusia, karena yang demikian termasuk dari bentuk khianat terhadap sebuah amanah.

Syarah Al-Kabair (hal. 416)
----------------
قال العلاّمةُ صالح الفوزان حفظه اللهُ :

فإذا وثق بك أخوك ‌وأفشى إليك سراً من أسراره، فإن عليك أن لا تنشره بين الناس، لأن هذا من خيانة الأمانة.

-شرح الكبائر  [٤١٦]

e577c4a63f896325a54666f713e5cd0f


SEMAKIN TERSEMBUNYI SEMAKIN BAIK

Wanita Muslimah itu, semakin ia tersembunyi dari pandangan lelaki itu semakin baik dan semakin terhormat. Semakin terlihat, semakin kurang baik. Inilah yang diyakini oleh para shahabiyat diantaranya Fathimah radhiallahu’aha, dan disetujui oleh Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Dalam sebuah hadits disebutkan,

“Ali bin Abi Thalib berkata:
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ‘apa yang paling baik bagi wanita?’. Lalu Ali tidak tahu harus menjawab apa. Ia pun menceritakannya kepada Fathimah. Fathimah pun berkata: ‘katakanlah kepada beliau, yang paling baik bagi wanita adalah mereka tidak melihat para lelaki dan para lelaki tidak melihat mereka‘. Maka aku (Ali) sampaikan hal tersebut kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Lalu beliau bersabda: ‘sungguh Fathimah adalah bagian dari diriku, semoga Allah meridhainya‘”

(HR. Ibnu Abid Dunya dalam Al ‘Iyal no. 409, semua perawinya tsiqah).

Wanita yang tidak meng-upload fotonya, menutup dirinya, berusaha tidak dilihat oleh lelaki itu lebih baik dari pada wanita yang mengumbar-umbar foto dirinya sehingga bisa dipandang dengan bebas oleh para lelaki.


e9df4344b249362e7dc36573dccb69ff


KEUTAMAAN MEMASUKKAN KEBAHAGIAAN KE HATI SEORANG MUKMIN
➖➖➖➖➖➖

Memasukkan kegembiraan (idkhalus surur) ke dalam hati seorang mukmin termasuk amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Dari Umar bin Al-Khatthab radhiyallahu `anhu bahwa Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda,

أفضل الأعمال إدخال السرور على المؤمن كسوت عورته وأشبعت جوعته أو قضيت له حاجة

"Seutama-utama amalan adalah "idkhalus surur" yaitu memasukkan kegembiraan dalam hati seorang mukmin, engkau beri pakaian untuk menutupi auratnya, mengenyangkannya ketika lapar, dan memenuhi kebutuhannya."

📚 HR. Ath-Thabarani "Al-Mu`jamul Awsath (5/202) dihasankan Syaikh Nashir "Shahih At-Targhib" (2090)

Siapa yang membahagiakan saudaranya dia juga akan mendapatkan kebahagiaan, al-jazaa`u min jinsil `amal.

sumber: Link

3d6e4200213e7171568b0d86d0a221e4


BERSEDEKAH DENGAN KEMAMPUAN MAKSIMAL
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Imam al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah berkata, “Hendaknya seorang memilih untuk bersedekah dengan kelebihan hartanya, dan menyisakan secukupnya untuk dirinya karena khawatir terhadap fitnah fakir (kemiskinan). Sebab, boleh jadi dia akan menyesal atas apa yang dia lakukan (dengan berinfak seluruh atau melebihi separuh harta) sehingga merusak pahala. Sedekah dan kecukupan hendaknya selalu eksis dalam diri manusia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengingkari Abu Bakar yang keluar dengan seluruh hartanya, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tahu persis kuatnya keyakinan Abu Bakar dan kebenaran tawakkalnya, sehingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak khawatir fitnah itu menimpanya sebagaimana Beliau khawatir terhadap selain Abu Bakar. Bersedekah dalam kondisi keluarga sangat butuh dan kekurangan, atau dalam keadaan menanggung banyak utang bukanlah sesuatu yang dikehendaki dari sedekah itu. Karena membayar utang dan memberi nafkah keluarga atau diri sendiri yang memang butuh adalah lebih utama. Kecuali jika memang dirinya sanggup untuk bersabar dan membiarkan dirinya mengalah meskipun sebenarnya membutuhkan sebagaimana yang dilakukan Abu Bakar dan itsar (mendahulukan orang lain) yang dilakukan kaum Anshar terhadap kaum muhajirin.”

Oleh karena itu, para ulama mensyaratkan bolehnya bersedekah dengan semua harta apabila orang yang bersedekah kuat, mampu berusaha, bersabar, tidak berutang dan tidak ada orang yang wajib dinafkahi di sisinya. Ketika syarat-syarat ini tidak ada, maka bersedekah ketika itu adalah makruh.


sumber : Link

c7f3cf7f3237bbfdda9e23cd7d3cab24


Kisah Tragis Hafidz Quran yang Murtad Karena Wanita
🎙️ Ustadz Muhammad Syahputra, Lc
🎥 Link

📝 Jangan remehkan satu pandangan mata yang haram. Pernah ada seorang pemuda shalih, ahli ibadah, dan hafidz Quran murtad seketika hanya karena terpikat kecantikan wanita di atas benteng musuh. Semoga Allah Subhanahu wa Ta`ala menjaga iman kita semua.


1ff1641d942be6ccaa779ddbed2ea747


📎 Dua Musibah Terbesar

Ahmad bin Abul Hawari rahimahullah berkata:

"Tidaklah Allah menimpakan musibah kepada seorang hamba dengan suatu musibah yang lebih berat dari lalai dan kerasnya hati".

📘 (Ar Risalah Al Qusyairiyyah 1/68)

d6708062ec44c934a0c90a89715c96a4


Nasihat Muslim Bikers

Jeleknya seorang yang Nganggur Ibnu Az Zubair rahimahullah berkata
"Sesungguhnya perkara yang paling jelek di dunia adalah menganggur"
( Faidhul Qodir 2/290 )