Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

 
1

SEMUA KEBAIKAN ITU ADALAH SEDEKAH

Dari sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
"Semua kebaikan itu adalah sedekah, dan termasuk dari kebaikan adalah menemui saudaramu dengan wajah yang ceria."
(HR Tirmidzi no. 1970)



layanan Ambulance MBISC
24 Jam Gratis Dalam Kota Surabaya
Sidoarjo & Gresik
(Syarat & ketentuan berlaku)
https://mbisc.my.id/ambulance*whatapp">mbisc.my.id/ambulance*whatapp">https://mbisc.my.id/ambulance*whatapp

Instagram
https://mbisc.my.id/instagram">mbisc.my.id/instagram">https://mbisc.my.id/instagram

Join Member
https://mbisc.my.id/joinus">mbisc.my.id/joinus">https://mbisc.my.id/joinus

Whatapp Group Dakwah
https://mbisc.my.id/gdmbisc">mbisc.my.id/gdmbisc">https://mbisc.my.id/gdmbisc

Info
mbisc.my.id">https://mbisc.my.id

854844d2df06efece9090720b2cc39ce


📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari`ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

Siapapun yang dapat mentadabburi firman Allah : { لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ } dia tidak akan berani untuk menghinakan manusia ciptaan Allah, dan tidak pula ia akan menghinakan setiap makhluk ciptaan Allah yang dipuji oleh-Nya.

Referensi : Link

98a792bd7f1043d69bfc170257bc38fd


Apa arti shalawat dan salam dari Allah ﷻ pada Nabi Muhammad ﷺ?

Kalau kita bershalawat dengan kalimat “shallallahu wa sallam ‘ala nabiyyina Muhammad”, semoga shalawat dan salam dari Allah ﷻ kepada Nabi kita Muhammad, apa maksudnya?
Imam Nawawi Al-Bantani rahimahullah berkata bahwa yang dimaksud “shalawat dari Allah ﷻ” adalah semoga Allah menambahkan kemuliaan. Sedangkan “salam” yang dimaksud adalah semoga Allah memberikan penghormatan yang tinggi dan derajat yang mulia. (Lihat Kasyifah As-Saja Syarh Safinah An-Najaa, hlm. 29)
Ada ulama yang mengatakan bahwa shalawat dari Allah ﷻ artinya ‘rahmat’, shalawat dari malaikat artinya ‘ampunan’, sedangkan shalawat dari manusia artinya ‘do’a’.
Jika kita mengatakan semoga shalawat pada beliau dari malaikat, maksudnya adalah doa berupa ampunan dari malaikat.
Jika kita mengatakan semoga shalawat pada beliau dari seorang khatib (yang berkhutbah), maksudnya adalah doa kebaikan dari khatib.
Jika kita mengatakan semoga shalawat pada beliau dari Allah, maksudnya adalah semoga Allah merahmati beliau.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah menyatakan bahwa shalawat itu lebih spesial lagi dari do’a rahmat. Lihat saja, para ulama sepakat mendoakan rahmat pada setiap orang beriman. Namun mengenai shalawat pada selain Nabi, para ulama berbeda pendapat, apakah boleh ataukah tidak. Kalau do’a itu bermakna rahmat, maka tentu tidak ada perbedaan. Sebagaimana kita mendo’akan seseorang dengan rahmat, berarti juga boleh kita bershalawat padanya semoga shalawat pada orang tersebut dari Allah, seperti itu doanya.
Perhatikan pula, Allah menyebutkan shalawat sendiri dan rahmat sendiri dalam satu ayat,
أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ
“Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”
(QS. Al-Baqarah: 157).
Penyebutan shalawat dan rahmat di sini menunjukkan akan perbedaan keduanya. Karenanya pula para ulama rahimahumullah menggunakan shalawat dari Allah pada satu tempat, menggunakan kata rahmat juga pada tempat yang lain. Kesimpulannya, shalawat tidak sama dengan rahmat.

33e84d1425832b35bba06ce26401f064


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

7. Wahai Bani Israil! Seandainya kalian memperbaiki amalan kalian, dan mengerjakannya sesuai tata cara yang diperintahkan, niscaya ganjaran amalan tersebut pasti kembali pada diri kalian, sebab Allah tidak membutuhkan amalan-amalan tersebut. Sebaliknya, andai kalian berbuat keburukan maka balasannya juga akan kembali kepada kalian, sebab kebaikan amalan kalian sama sekali tidaklah memberikan manfaat kepada Allah, dan keburukan kalian tidak pula mendatangkan kerugian bagi-Nya. Apabila masa kerusakan yang kedua telah tiba, Kami akan memberikan kekuasaan pada musuh-musuh kalian agar merendahkan, menginjak-injak harga diri dan menyuramkan wajah kalian dengan menimpakan atas kalian ragam penghinaan dan siksa. Mereka juga pasti akan memasuki Baitul Maqdis lalu menghancurkannya sebagaimana yang mereka lakukan pada penguasaan mereka yang pertama, lalu menghancurkan semua negeri yang mereka kuasai secara menyeluruh.

Referensi : Link

1613487cb299b065000e90f773ee659e


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

29. Sesungguhnya orang-orang yang durhaka dengan kekufurannya dahulu menertawakan orang-orang yang beriman sebagai bentuk ejekan.

Referensi : Link

7038f3fe9156e5158dd3cdfd01b3ea00


PALING KAYA WALAU TIDAK PUNYA

Al Hasan bin Shalih rahimahullah  pernah mengatakan:

“Seringkali aku bangun di pagi hari, aku tidak punya 1 dirham pun, tapi perasaanku seperti orang yang punya semua isi dunia!”

(Siyar Alam an-Nubala)

Rezeki terbagi menjadi dua: rezeki zahir dan rezeki batin. Rezeki batin berupa jiwa yang
merasa cukup lebih mahal dari rezeki zahir karena itulah yang membuat para ulama merasa menjadi orang yang paling kaya
walau tidak memiliki satu dinar pun.

(instagram Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafidzahullah)

050f9b77285d27352d4baf0812bb9e21


Allah Subhanahu Wa Ta`ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِا لصَّبْرِ وَا لصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanusta`iinuu bish-shobri wash-sholaah, innalloha ma`ash-shoobiriin

"Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 153)

5d697b8d3fd09f8c0020e9b140b3b496


WASPADALAH! AMBISIMU BISA MERUSAK AGAMAMU

“Dua ekor serigala yang lapar kemudian dilepas, menuju seekor kambing, (maka kerusakan yang terjadi pada kambing itu) tidak lebih besar
dibandingkan dengan kerusakan pada agama
seseorang yang ditimbulkan akibat ambisi terhadap harta dan kehormatan”.

(HR. Tirmidzi no. 2482: dishahihkan Syaikh Al Albani)

219d27f0ad3d978be5f12a05ba197c4f


~ Diantara Posisi Adam alahissalam dan Iblis

Syaikhul Islam Ahmad bin Abdil Halim Ibnu Taimiyyah rahimahullah menegaskan,

فمن تاب أشبه أباه آدم، ومن أصر واحتج بالقدر أشبه إبليس.

"Siapa pun yang bertaubat, maka ia serupa dengan ayahnya, Adam. Namun, barang siapa justru terus-menerus dalam dosa dan berdalih dengan takdir, berarti ia serupa dengan Iblis."

[Majmu' al-Fatawa, jilid 8, hlm. 108]

a0f8542ee5d2948f0ebc7f496cfa2c98


Tinggi atau rendahnya harga barang-barang sama sekali tidak mengurangi jatah rezeki yang telah Allah tetapkan untuk kita.

Maka hendaknya kita tetap bersabar, banyak bersyukur dan tidak mencela keadaan.

Yakinlah, bahwa rezeki kita sudah Allah jamin, Sebab selama kita masih hidup maka selama itu pula jatah rezeki kita akan tetap ada.

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَوْفِىَ رِزْقَهَا وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ خُذُوا مَا حَلَّ وَدَعُوا مَا حَرُمَ

“Wahai umat manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga ia benar-benar telah mengenyam seluruh rezekinya, walaupun terlambat datangnya. Maka bertakwalah kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki. Tempuhlah jalan-jalan mencari rezeki yang halal dan tinggalkan yang haram.” (HR. Ibnu Majah no. 2144, dikatakan sahih oleh Syaikh Al Albani).

“Lalu apa yang membuat kita khawatir ?"

Allah yang memberikan rezeki kepada kita disaat harga barang-barang murah, dan Allah pula yang memberikan rezeki kepada kita disaat harga barang-barang mahal.

“Lalu apa yang membuat kita khawatir ?"

Allah yang memberikan rezeki kepada kita disaat sehat, dan Allah pula yang memberikan rezeki kepada kita disaat sakit.

"Lalu Apa yang membuat kita khawatir?"

Allah yang memberikan rezeki kepada kita disaat dalam kandungan, dan Allah pula yang memberikan rezeki kepada kita disaat dewasa.

"Lalu Apa yang membuat kita khawatir?"

Dikatakan kepada Salamah bin Dinar rahimahullah:
“Apakah engkau tidak melihat barang-barang telah mahal?”
Lalu beliau berkata:
“Apa yang membuat kalian khawatir? Sesungguhnya Zat yang memberikan rezeki kepada kita di saat barang-barang murah adalah Zat yang memberikan rezeki kepada kita di saat barang-barang mahal.” [Hilyatul Auliya 3/239]

Karena itu mari jadikan setiap keadaan yg telah Allah takdirkan sebagai sarana ladang kebaikan, seperti halnya saat kita menghadapi kenaikan harga barang-barang, kita tidak perlu terlalu sedih dan khawatir dalam menghadapinya, sebab kewajiban kita adalah beribadah kepada Allah, Dan Dia yang akan menjamin rezeki kita, sebagaimana yang telah Dia janjikan kepada setiap makhluknya.

Semoga Allah mudahkan ikhtiar kita, lapangkan rezeki kita serta limpahkan pahala kita.

Barakallahu fiikum.

✍ Habibie Quotes, 28/03/22

897fd4cf43497a6d4328d0ed905ec680


KETETAPAN ALLAH TA`ALA ITULAH YANG TERBAIK

🎙️ Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,

"إنه سبحانه لا يقضي لعبده المؤمن قضاء إلاّ كان خيرا له، ساءه ذلك القضاء أو سره."

"Sesungguhnya Allah Subhaanahu wa ta`ala tidaklah menetapkan bagi hamba-Nya suatu ketetapan kecuali pasti baik baginya. Sama saja apakah keputusan tersebut membuat hamba itu sedih atau bahagia."

📚 Madaarijus Saalikiin 2/207

654a5db10ded92d89e18b06fcf4e8eec


Fake Account

Instagram: Link
Grup WA: Link MS2

Di antara tanda pengecut adalah ketika seseorang berani berkoar-koar, komentar miring, nyinyir, debat sana sini di media sosial, namun ia melakukan itu semua dengan menggunakan nama alias atau palsu.

✍🏻 Ustadz Boris Tanesia hafidzahullah

__
Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF

Telegram: Link
Youtube: Link
Group WhatsApp: Link">wa.me
Twitter: Link
Web: Link
Instagram: Link
Facebook: Link

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

f973821e630d39e041839198c2b58e6f


Syirik bukan hanya diartikan dengan seseorang menyembah berhala atau mengakui ada pencipta selain Allah. Tapi kesyirikan sebenarnya lebih luas daripada itu.

Perlu diketahui bahwa kesyirikan memiliki bahaya yang amat besar dan pengaruh ini akan dirasakan di dunia dan akhirat kelak. Berikut ini bahayanya dosa syirik:

1. Orang yang berbuat syirik akan sesat di dunia dan akhirat.

Allah ﷻ berfirman, artinya : “Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” (QS. An Nisa’: 116)

2. Orang yang berbuat syirik akbar (besar) tidak akan diampuni oleh Allah jika mati dan belum bertaubat.

Allah ﷻ berfirman, artinya : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisa’: 48)

3. Jika seseorang berbuat syirik akbar (besar), seluruh amalannya bisa terhapus.

Allah ﷻ berfirman, artinya : “Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al An’am: 88)

4. Orang yang berbuat syirik akbar (besar) pantas masuk neraka.

Rasulullah ﷺ bersabda, artinya : "Barangsiapa yang mati dalam keadaan tidak berbuat syirik pada Allah dengan sesuatu apa pun, maka ia akan masuk surga. Barangsiapa yang mati dalam keadaan berbuat syirik pada Allah, maka ia akan masuk neraka." (HR. Muslim no. 93)

Sumber referensi caption diringkas dari tulisan:
Ustadz Abduh Tuasikal

3f693aeaf029d33c6feca13a1b1aece3


TERLARANG MENCELA PARA SAHABAT RASULULLAH

Para shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang-orang mulia yang paling dalam ilmu agama dan hujjahnya.

Mereka telah mendapatkan bimbingan dan tarbiyah langsung dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sehingga mereka betul-betul memahami agama sesuai dengan apa yang Allah Ta’ala turunkan kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dan kita dilarang mencela serta mencaci para shahabat. Hal itu terlihat dari sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana pada hadits berikut,

‌‎عَنْ أَبِيْ سَعِيْدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ‏ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا تَسُبُّوْا أَصْحَابِيْ، فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَوْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيْفَهُ. البُخَارِيُّ

Dari Abu Said Al-Khudri radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا تَسُبُّوْا أَصْحَابِيْ، فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَوْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيْفَهُ

”Janganlah kalian mencaci shahabat-shahabtku, sesungguhnya jika salah seorang dari kalian infaq sebesar gunung uhud berupa emas, maka belum bisa mencapai nilai infaq mereka meskipun (mereka infaq hanya) satu mud (yaitu sepenuh dua telapak tangan) dan tidak juga setengahnya”. (HR. Al-Bukhari).

Hadits ini menjelaskan kepada kita akan kedudukan dan kemuliaan serta keutamaan para shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allahu a’lam

e56eacffdb6749487e1aa6ba911f74ea


3 SIFAT CALON PENGHUNI N3R4K4

Dalam Shahih Muslim, Nabi Ṣallallahu ʿAlaihi wa Sallam bersabda,

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ؟

"Maukah kalian aku beritahu tentang penduduk neraka?

كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ

"(Yaitu) setiap orang bersifat ʿUtul, Jawwadz, dan Mustakbir."

Pertama adalah `Utul,

ʿUtul artinya kejam, kasar, dan tidak punya kasih sayang, hatinya sekeras batu.

Orang ini —Semoga Allah Melindungi kita— dideskripsikan oleh Nabi Ṣallallahu ʿAlaihi wa Sallam bahwa dia termasuk penghuni neraka.

Kedua adalah Jawwadz,

Para ulama mengatakan bahwa Jawwadz itu artinya tamak lagi kikir.

Orang ini mati-matian mengumpulkan kekayaan, uang, dan harta benda, tetapi kikir sekali, bakhil (pelit). Semoga Allah Melindungi kita.

Dia bakhil (pelit) dalam membelanjakannya pada perkara yang Allah Wajibkan baginya.

Ketiga adalah Mustakbir.

Ada kesombongan dalam dirinya.
Takabur di hadapan manusia.

وَالْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain; merendahkan mereka, memandang mereka dengan pandangan merendahkan.

Orang ini —Semoga Allah Melindungi kita— dideskripsikan oleh Nabi Ṣallallahu ʿAlaihi wa Sallam bahwa dia termasuk penghuni neraka.

Semoga menjadi renungan bagi kita semua dan semoga Allah beri kita taufiq dan hidayah dalam kebaikan dan menjauhi tiga sifat di atas.

Sumber :
🎙Syaikh Shalih Sindi - Nasehat Ulama Yufid TV

5736cac264d22a6f48252c483a1c5825


Tanda Keikhlasan Penuntut Ilmu

Imam Abdur Rahman bin Hasan Alu Syeikh berkata:

"Diantara tanda Keikhlasan Penuntut ilmu adalah dia diam dari hal-hal yang tidak bermanfaat baginya, merendah kepada Rabbnya dan rendah hati terhadap sesama manusia, bersikap wara` (hati-hati), beradab. Tidak penting baginya apakah kebenaran nampak lewat lisannya atau lisan orang lain.

Dia tidak membela untuk dirinya, tidak sombong, tidak dengki dan iri hati, tidak mengikuti hawa nafsu dan tidak terlena dengan gemerlapnya dunia".

"Ar Risalah An Najdiyyah 4/406"

┈┉┅━━••••━━┅┉┈

2121144db36661032c7f808c7e0ea839


Jika engkau jujur ingin meneladani rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

277bcfd99cba3b97c8597e2fa5aba1d8


Sering kali ujian datang saat kita sedang enak-enaknya, sedang santai-santainya, sedang berada di zona nyaman.

Sesungguhnya itu adalah ujian, apakah kita akan tetap menjaga ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta`ala walaupun dampaknya kehilangan zona nyaman tersebut?

45. SEBUAH POLA UJIAN | Riyaadhushshaalihiin

Link

📩
Facebook, Instagram, YouTube, Telegram, SoundCloud:
@muhammadnuzuldzikri
Link

d19535718daeef71856668aab12a5ddb


Keberhasilan itu adalah kehendak Allah Subhanahu Wa Ta`ala. Oleh karena itu, mintalah pertolongan kepada-Nya.

Nabi Shallallahu `Alaihi Wasallam bersabda, "Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu, minta tolonglah kepada Allah, dan janganlah engkau lemah."
(HR. Muslim)

46. SEBAB GAGALNYA IBADAH | Riyaadhushshaalihiin
Link

📩
Facebook, Instagram, YouTube, Telegram, SoundCloud:
@muhammadnuzuldzikri
Link

0c88606c0d601ec33d99c73b60924b17


Sebagian orang berkata bahwa dirinya ingin menjadi orang yang shalih. Namun, apakah semua orang berhasil menjadi orang shalih? Sementara manusia itu diciptakan dalam kondisi yang lemah.

وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيْفًا

"Karena manusia diciptakan (bersifat) lemah." (QS. An-Nisa`: 28)

Dan yang lemah, hendaknya meminta pertolongan kepada Allah Subhanahu Wa Ta`ala.

47. YANG TERTINGGAL DI KOTA MADINAH | Riyaadhushshaalihiin
Link

📩
Facebook, Instagram, YouTube, Telegram, SoundCloud:
@muhammadnuzuldzikri
Link

d92e7914bdde91ea9b92ced1feb10ec9


Menjaga Sholat Malam seperti ketika menjaganya di bulan Ramadhan

Shalat malam memiliki banyak sekali keutamaan, dan di antaranya:

[1] Shalat terbaik setelah shalat wajib. Dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda,
“Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah –Muharram-. Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163)

[2] Jaminan masuk surga dan selamat dari adzab neraka. Dari Abdullah bin Salam radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,
“Wahai manusia! Sebarkanlah salam, jalinlah tali silturahmi (dengan kerabat), berilah makan (kepada istri dan kepada orang miskin), shalatlah di waktu malam sedangkan manusia yang lain sedang tidur, tentu kalian akan masuk ke dalam surga dengan penuh keselamatan.” (HR. Tirmidzi no. 2485 dan Ibnu Majah no. 1334. Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 569 mengatakan bahwa hadits ini shohih)

[3] Dicatat sebagai orang yang berdzikir kepada Allah
Dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda,
“Apabila seseorang bangun di waktu malam, lalu dia membangunkan istrinya, kemudian keduanya mengerjakan shalat dua raka’at, maka keduanya akan dicatat sebagai pria dan wanita yang banyak berdzikir pada Allah.” (HR. Ibnu Majah no. 1335. Syaikh Al Albani mengatakan dalam Shohih wa Dho’if Sunan Ibnu Majah bahwa hadits ini shohih). Hadits ini menunjukkan bahwa suami istri dianjurkan untuk shalat malam berjama’ah.

f84d81427d61639c179f36e5ef9d2860


Orang yang beriman itu hendaknya tidak ghibah (membicarakan aib orang lain) & tidak fitnah. Dan, jika ada orang lain yang ghibah & fitnah, janganlah menikmati obrolan ghibah & fitnah tersebut.

48. BERAMAL DI TENGAH TEKANAN | Riyaadhushshaalihiin
Link

📩
Facebook, Instagram, YouTube, Telegram, SoundCloud:
@muhammadnuzuldzikri
Link

4001b58ceaae20dd446eed3a77686327


Saat Engkau Mengubur jenazah Ayahmu dan kembali ke rumah

bf5ca98e1cc15acde9ce608bec067786


Ada kalanya, manusia itu tertinggal dari orang lain dan terkadang manusia suka merasa bahwa kesempatan baik itu sudah tertutup, sehingga dia tidak mengejar kembali ketertinggalannya tersebut.

Padahal, kesempatan itu masih terbuka lebar. Pintu taubat masih dibuka selebar-lebarnya selama nyawa belum sampai di kerongkongan & matahari belum terbit dari Barat.

Oleh karenanya, kejarlah ketertinggalan itu. Bisa jadi, hidayah datang saat kita mengejar kembali.

49. ANTARA KEJUJURAN & KEBOHONGAN | Riyaadhushshaalihiin
Link P G1Ao

📩
Facebook, Instagram, YouTube, Telegram, SoundCloud:
@muhammadnuzuldzikri
Link

e6d13fe2255ebfa4efd571e1dbf76bd9


KETATNYA ULAMA HADITS DALAM MENYELEKSI PARA PERIWAYAT HADITS
➖➖➖➖➖➖

Abu Nu’aim Al-Ashbahaaniy rahimahullah berkata:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا عَرُوبَةَ، يَقُولُ: سَمِعْتُ الْمُسَيِّبَ بْنَ وَاضِحٍ، يَقُولُ: سَمِعْتُ ابْنَ الْمُبَارَكِ، وَقِيلَ لَهُ: الرَّجُلُ يَطْلُبُ الْحَدِيثَ لِلَّهِ يَشْتَدُّ فِي سَنَدِهِ، "إِذَا كَانَ يَطْلُبُ الْحَدِيثَ لِلَّهِ، فَهُوَ أَوْلَى أَنْ يَشْتَدَّ فِي سَنَدِهِ"

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ibrahim, ia berkata : Aku mendengar Abu ‘Arubah berkata : Aku mendengar Al-Musayyib bin Wadlih berkata : Aku pernah mendengar Ibnul-Mubarak : Dikatakan kepadanya : “Seseorang yang mencari hadits karena Allah, apakah ia harus memperketat sanadnya ?”. Ia menjawab : “Apabila ia mencari hadits karena Allah, maka itu lebih pantas baginya untuk memperketat sanadnya” [Hilyatul-Auliyaa’, 8/166].


sumber: Link

9e895cfe96fe9aef21d208b515cdfd8e


🎥 TETAP SANTAI, KETIKA DIHINA ORANG LAIN

👤 Syaikh Abdurrozzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr Hafidzahullah

➡️ Official Youtube ShahihFiqih : Link

a40f0d0e4abeac783f9a22afeee8c485


LIMA KIAT MEREDAM MARAH
➖➖➖➖➖➖➖

1. Membaca ta’awudz, A’UDZU BILLAHI MINASY SYAITHONIR ROJIIM

2. Diam dan tidak melanjutkan bicara

3. Berganti posisi, dari berdiri menjadi duduk

4. Segera mengambil air wudhu

5. Ingat sabda Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, “Jangan engkau marah, bagimu surga.” (HR. Thabrani dalam Al-Kabir)

Baca selengkapnya di sini:
Link

eb15b8395c538409f79fb3b5208218bc


AMBULANCE SIAP MENJALANKAN TUGAS !

Dengan Pelayanan Ambulance Gratis 24 Jam

Bagi masyarakat yang membutuhkan bisa langsung kontak Hotline 082177334455

Link">wa.me

InsyaaAllah 24 Jam Gratis Untuk wilayah Surabaya, Sidoarjo Kota dan Gresik Kota.

Agar layanan Ambulance Gratis ini terus di rasa manfaatnya oleh masyarakat. yuk mari saling mendukung dalam operasional ambulnce muslim biker indonesia Surabaya Chapter agar bermanfaat semakin luas.

gratis mbisurabaya

25637b4e5c4b5b551a25ae41e1bccad7


Doa Saat Terkena Musibah

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ
اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيْبَتِي
وَأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْهَا

INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI ROOJI’UUN
ALLAAHUMMA’JURNII FII MUSHIIBATII
WA AKHLIF LII KHOIRON MINHAA

Sesungguhnya kita milik Allah, dan kita akan kembali kepada-Nya. Ya Allah, berilah aku pahala atas musibah yang menimpaku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik darinya.”
(HR. Muslim)

HR. Muslim: 2/632.

Link

Faedah Doa:
Dari Ummu Salamah radhiaallahuanha, Rasulullah bersabda: Tidaklah seorang hamba mendapat satu musibah, lalu ia mengucapkan (doa diatas) melaikan Allah akan memberikan pahala kepadanya dalam musibahnya tersebut serta memberikan ganti baginya dengan yang lebih baik.
(HR. Muslim: 918)

Sumber: Buku Doa dan Dzikir dari as-Sunnah Karya Ustadz Yazid rahimahullahu ta’ala

013b20abfbf737c9886b97658c2f648f


Ojo seneng Nesu

Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya rahmat itu tidak turun kepada kaum yang di tengah-tengah mereka ada seorang yang memutuskan silaturrahim (persaudaraan)."
(HR. Bukhari)

Hadis ini mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga hubungan silaturrahim dengan sesama Muslim. Rahmat Allah sangat terkait dengan bagaimana kita saling berhubungan dan berbuat baik satu sama lain. Memutuskan tali persaudaraan atau hubungan yang baik dengan sesama hanya akan mendatangkan kerugian bagi diri kita, baik di dunia maupun di akhirat.

Allah berfirman:
"Dan bertakwalah kepada Allah, yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta (kepada-Nya), dan (peliharalah) hubungan silaturrahim."
📘 (QS. An-Nisa: 1)

Silaturrahim adalah salah satu sebab turunnya rahmat Allah, dan memutusnya dapat menghalangi keberkahan dan kasih sayang dari-Nya. Oleh karena itu, kita hendaknya berusaha menjaga hubungan yang baik dengan keluarga, sahabat, dan sesama Muslim, serta tidak mudah memutuskan tali persaudaraan.

Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk selalu menjaga silaturrahim dan mendatangkan rahmat-Nya kepada kita. Aamiin.



2a1ceba7a0769cbaec6d18bab6af1531


​LEBIH BAIK DARIPADA INFAQ EMAS DAN PERAK​

Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

​“Maukah kuberitahukan kepada kalian amal yang paling baik dan paling suci menurut Rabb kalian, dan yang paling tinggi derajatnya untuk kalian, juga lebih baik bagi kalian daripada menginfakkan emas dan perak, serta lebih baik bagi kalian daripada bertemu dengan musuh kalian lalu kalian menebas batang leher mereka dan mereka membalasnya?” Para sahabat berkata, “Tentu mau.” Beliau menjawab, ​“Dzikir mengingat Allah.”​​

(HR. Tirmidzi. Al-Hakim mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih) [HR. Tirmidzi, no. 3377; Ibnu Majah, no. 3790. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

95994b6645cd23c6b3bc47bb81726bac


📎 Berbaju Baru Yang Berpahala

Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

“Barangsiapa memakai baju bagus dalam rangka menampakkan nikmat Allah maka dia berpahala.”
📘 (Majmu’ Fatawa 22/139)

Perkataan ini menunjukkan bahwa perkara yang tampak sederhana seperti berpakaian pun bisa bernilai ibadah, tergantung pada niat di dalam hati. Seorang mukmin tidak hanya memperhatikan apa yang ia pakai, tetapi juga untuk apa ia memakainya. Ketika seseorang mengenakan pakaian yang baik dengan niat mensyukuri nikmat Allah dan menampakkannya tanpa kesombongan, maka hal itu menjadi amal yang berpahala.

Islam tidak melarang keindahan, bahkan Allah itu indah dan menyukai keindahan. Namun, keindahan yang dimaksud adalah yang tidak disertai dengan kesombongan, pamer, atau merendahkan orang lain. Pakaian yang bagus hendaknya menjadikan seseorang semakin bersyukur, bukan semakin sombong.

73895b05877e17c71c8f30186789a62f


Kematian itu tiba-tiba

Luqman رحمه الله berkata kepada anaknya,

"Wahai anakku janganlah engkau menunda-nunda bertaubat karena sesungguhnya kematian itu datang secara tiba-tiba"

(At-taubat karya Ibnu Abi Dunya hal. 29)


10113a8278b8c65557715ee1a607b5b7


📎 Jangan Lupa Doakan Orang Tuamu

Al Allamah Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata:

"Saya anjurkan kepada saudara-saudara kami untuk sering mendoakan orang tua mereka, baik yang masih hidup atau yang sudah meninggal dunia, karena demikianlah kriteria anak-anak yang shalih".

📘 (Fatawa Nur `Ala Darb 1/270)

a3b84377357a36fb8391d81594f94c08


Jika seseorang rajin salat, rajin bersedekah, rajin beribadah itu artinya Allah memuliakannya.

Namun jika dia malas beribadah, maka Allah telah menghinakan dia. Dan demikianlah musibah yang sebenarnya, tatkala seseorang dijauhkan dari ketaatan kepada Allah. Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berdoa:

ولا تجعل مصيبتنا في ديننا

“Ya Allah, janganlah Engkau jadikan musibah yang menimpa kami dalam urusan agama kami.”

• HR. Tirmidzi | Tafsir At-Taysir QS. Al-Fajr: 15-16

271de3ad2d70f89e51ff4c5c15d93f33


Ramadhan Waktu Perbaikan Diri

Di riwayatkan dari Abu Said Al-Khudry radhiallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Taala memiliki hamba-hamba yang di merdekakan dari Api Neraka, pada setiap hari dan malam -yakni di bulan Ramadhan-, dan sesungguhnya setiap muslim memiliki doa yang mustajab pada setiap harinya"
[HR. Al-Bazzar, Shahih Targhib hadits 1002 bab puasa]

Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, di dalamnya bertabur keridhaan Allah dan pahala dari-Nya. Mudah bagi seorang untuk berbuat kebaikan dan berebut pahala di bulan ini, maka tepatlah bila bulan ini kita jadikan acuan perbaikan diri.

Oleh Ustadz Abu Abd rahman bin Muhammad Suud Al-Atsary hafidzhahullah
generate by :Link

c256402e8ab6daa2759d863121c9c535


INILAH HAKEKAT ORANG YANG KAYA

Nabi Muhammad shollallohu alaihi wa sallam pernah bersabda :

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

"Kekayaan itu bukanlah yang banyak hartanya, tetapi kekayaan (yang sebenarnya) itu adalah kekayaan hati (yakni orang yang kaya hatinya)."

(Hadits Muttafaq Alaihi , yakni yang disepakati Shohih-nya oleh Imam Al-Bukhori dan Imam Muslim, dari hadits Abu Huroiroh rodhiyallohu anhu)

Al-Imam Ibnu Baththol rohimahulloh menjelaskan :

"Makna hadits ini adalah : "Bahwa hakekat kekayaan itu bukanlah dengan banyaknya harta. Sebab, betapa banyaknya orang yang Alloh Azza wa Jalla berikan kepadanya kelapangan (kelebihan) harta , tetapi dia tidak merasa puas dengan apa yang telah diberikan kepadanya itu. Sehingga dia terus bersungguh-sungguh untuk menambah hartanya, tanpa peduli darimana dia memperolehnya. Maka seakan-akan dia tetap saja miskin, karena dia terlalu rakus (terhadap harta dunia itu).

Tetapi hakekat kekayaan itu adalah kekayaan jiwa, yaitu orang yang merasa cukup dengan apa yang telah diberikan (oleh Alloh) kepadanya. Maka dia merasa cukup dan ridho , dan tidak rakus untuk menambahnya, dan tidak pula memaksakan diri dalam mencarinya, sehingga dia seperti orang yang telah berkecukupan (yakni orang yang kaya, meskipun mungkin hartanya sedikit).”

📚 Fathul Bari (18/ 264), karya Al-Imam Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqolani rohimahulloh.

Subhanalloh .....

Semoga Alloh subhanahu wa ta'ala senantiasa memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita semua, agar selalu bersikap qona'ah (ridho dan menerima apapun yang telah Alloh berikan kepada kita, baik yang sedikit maupun yang banyak).

Sehingga kita benar-benar bisa menjadi orang yang selalu merasa kaya (cukup) dengan pemberian Alloh, meskipun mungkin sebenarnya kita sangat kekurangan ....

Nas-alulloha At-Taufiq wal Istiqomah .....

Surabaya , Senin pagi yg sejuk, 18 Shofar 1445 H / 4 September 2023 M

✍ Akhukum fillah, Abu Abdirrohman Yoyok WN Sby

Silahkan joint pada channel telegram kami :

Link

Atau, untuk materi dakwah BIMBINGAN MERAWAT JENASAH SESUAI SUNNAH , silahkan joint di telegram kami :

Link

Semoga bermanfaat bagi kita semuanya.

cd59cfc62230b9a77c85dade1ffab557


SUNNAHNYA BERSEDEKAH KETIKA BERTAUBAT
➖➖➖➖➖➖➖

Mungkin banyak yang belum tahu sunnah ini, sehingga jarang yang melakukannya.

Dalil sunnah ini diambil dari kisah Ka`ab bin Malik -rodhiyallohu `anhu- ketika dia bertaubat dari `ketergelincirannya` tidak ikut dalam Perang Tabuk.

Setelah Allah menurunkan wahyu kepada Nabi -shalallahu ‘alaihi wasallam- tentang diterimanya taubatnya, yaitu dalam Surat At-Taubah : 118, maka dia (Ka’ab bin Malik) mengatakan kepada beliau ﷺ

Wahai Rasulullah, sungguh termasuk dari (kesungguhan) taubatku adalah aku akan melepaskankan diri dari hartaku sebagai sedekah kepada Allah & kepada Rasul-Nya ﷺ...” Maka beliau mengatakan: “Tahan sebagian hartamu untukmu, karena itu lebih baik bagimu..” [HR. Bukhori: 2757, dan Muslim: 2769].

----------

Al-Hafizh Ibnu Hajar -rohimahulloh- ketika mensyarah hadits di atas mengatakan,

"Dalam hadits ini … terdapat anjuran BERSEDEKAH ketika bertaubat, dan bahwa orang yang bernadzar untuk bersedekah dengan seluruh hartanya; dia tidak wajib menunaikan semuanya.." [Fathul Bari 8/124-125].

_ Dalam hadits ini juga terdapat pelajaran, bahwa belum tentu bersedekah dengan seluruh harta lebih afdhol daripada bersedekah dengan sebagian harta.. karena kemampuan dan tingkat keimanan yang berbeda pada setiap orang.

Lihatlah bagaimana Rosululloh -shollallohu `alaihi wasallam- mengijinkan Abu Bakar -rodhiyallohu `anhu- menyedekahkan seluruh hartanya [HR. Abu Dawud: 1678, hasan], namun tidak mengizinkan Ka`ab bin Malik -rodhiyallohu `anhu-, wallohu a`lam.

Ditulis oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa` Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ref : Link


9af99742114042491044407539ad77cd


🔰 Tauhid Adalah Kunci Utama Untuk Meraih Syafa`at

Sebab utama mendapatkan syafa’at yaitu dengan memurnikan tauhid dan menjauhkan diri dari noda-noda syirik.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, ada yang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

يا رسولَ اللهِ ، مَن أسعَدُ الناسِ بشَفاعتِك يومَ القيامةِ ؟ قال رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم : لقد ظنَنتُ – يا أبا هُرَيرَةَ – أن لا يَسأَلَني عن هذا الحديثِ أحدٌ أولَ منك ، لمِا رأيتُ من حِرصِك على الحديثِ ، أسعَدُ الناسِ بشَفاعَتي يومَ القيامةِ ، مَن قال لا إلهَ إلا اللهُ ، خالصًا من قلبِه ، أو نفسِه.

“Katakanlah wahai Rasulullah, siapa yang berbahagia karena mendapat syafa’atmu pada hari kiamat kelak?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Wahai Abu Hurairah, aku merasa tidak ada yang bertanya kepadaku tentang hal ini selain engkau. Yang aku lihat, ini karena semangatmu mempelajari hadits. Yang berbahagia dengan syafa’atku pada hari kiamat nanti adalah yang mengucapkan laa ilaha illallah dengan ikhlas dalam hatinya.” (HR. Bukhari, no. 99)

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan mengenai hadits ini, “Inilah sebab utama (paling besar) yang membuat seseorang bisa mendapatkan syafa’at Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu dengan memurnikan tauhid. Hal ini berkebalikan dengan kelakukan orang-orang musyrik yang meyakini bahwa syafa’at itu diperoleh dengan menjadikan para wali dan para hamba selain Allah sebagai syafi’ (pemberi syafa’at). Dalam hadits ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membalikkan sangkaan mereka (orang-orang musyrik) yang dusta.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan bahwa sebab memperoleh syafa’at adalah dengan memurnikan tauhid. Dengan melakukan hal ini, barulah Allah mengizinkan pemberi syafa’at (syafi’) untuk memberikan syafa’at. Sungguh ini adalah kebodohan orang-orang musyrik. Mereka berkeyakinan bahwa siapa yang menjadikan para wali sebagai pemberi syafa’at, maka para wali tersebut akan memberi manfaat (dengan menolong mereka) di sisi Allah. Sebagaimana mereka menyangka bahwa para raja bisa menolong mereka karena adanya rekomendasi dari pembantu mereka. Padahal tidak ada yang dapat memberi syafa’at kecuali melalui izin Allah. Tidak ada izin dari-Nya selain pada orang yang Dia ridhoi perkataan dan amalnya.” (Madarijus Salikin, 1/341, Maktabah Syamilah)

Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan syafa’at di hari kiamat kelak. Aamiin

Rumayshocom

48ef63825d218cf92edf82ad91b2e1db


AMBULANCE SIAP MENJALANKAN TUGAS !

Dengan Pelayanan Ambulance Gratis 24 Jam

Bagi masyarakat yang membutuhkan bisa langsung kontak Hotline 082177334455

Link">wa.me

InsyaaAllah 24 Jam Gratis Untuk wilayah Surabaya, Sidoarjo Kota dan Gresik Kota.

Agar layanan Ambulance Gratis ini terus di rasa manfaatnya oleh masyarakat. yuk mari saling mendukung dalam operasional ambulnce muslim biker indonesia Surabaya Chapter agar bermanfaat semakin luas.

gratis mbisurabaya

36de5e8efdebd47b7c11f2baee131105


Dunia Hanya Tempat Persinggahan
🎙️ Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA
🎥 Link

📝 Jangan tertipu dengan indahnya dunia. Allah Subhanahu wa Ta`ala telah menetapkan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. Mari kembali ke jalan Allah sesuai petunjuk Al Quran dan Sunnah.


45d3e19e005c9496ab484b5f4f8b035d


TAWAKAL BUKAN HANYA DIAM SAJA

Dari Umar bin Al Khoththob radhiyallahu `anhu, Nabi shallallahu `alaihi wa sallam bersabda,

"Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang."

HR. Ahmad (1/30), Tirmidzi no. 2344


4d03a16220c7154d3dabb118e31c04cf


Sampai-sampai ada yang berkata, “Kamu kok tidak mentahlilkan saudaramu yang meninggal??, seperti nguburi kucing aja !!!”.

Tidaklah diragukan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah kehilangan banyak saudara, karib kerabat, dan juga para sahabat beliau yang meninggal di masa kehidupan beliau. Anak-anak beliau (Ruqooyah, Ummu Kaltsum, Zainab, dan Ibrahim radhiallahu ‘anhum) meninggal semasa hidup beliau, akan tetapi tak seorangpun dari mereka yang ditahlilkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apakah semuanya dikuburkan oleh Nabi seperti menguburkan kucing??.

Al-Imam Asy-Syafi’i berkata dalam kitab “Al-Umm” : “Dan aku benci al-maatsim yaitu berkumpulnya orang-orang (di rumah keluarga mayat –pen) meskipun mereka tidak menangis. Karena hal ini hanya memperbarui kesedihan, dan membebani pembiayayan….”. ini adalah lafal nash (pernyataan) Al-Imam Asy-syafi’i dalam kitab al-Umm. Dan beliau diikuti oleh para ahli fikih madzhab syafi’i.

Dan penulis (kitab al-Muhadzdzab) dan yang lainnya juga berdalil untuk pendapat ini dengan dalil yang lain, yaitu bahwasanya model seperti ini adalah muhdats (bid’ah)” (Al-Majmuu’ Syarh Al-Muhadzdzab 5/278-279)

Link
📝Judul kajian: 20180929 Ustadz Riyadh Bajrey - Syubhat Sekitar Tauhid
🎙️Penceramah Ustadz Riyadh bin Badr Bajrey
🖥️ Editor hidayah_videodakwah