Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

 
1

PERBANYAKLAH BERDOA DI KALA LAPANG

Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda,
"Siapa yang senang agar Allah mengabulkan doanya di kala susah dan derita, hendaklah ia memperbanyak doa di kala lapang."
Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah no. 593



layanan Ambulance MBISC
24 Jam Gratis Dalam Kota Surabaya
Sidoarjo & Gresik
(Syarat & ketentuan berlaku)
https://mbisc.my.id/ambulance*whatapp">mbisc.my.id/ambulance*whatapp">https://mbisc.my.id/ambulance*whatapp

Instagram
https://mbisc.my.id/instagram">mbisc.my.id/instagram">https://mbisc.my.id/instagram

Whatapp Group Dakwah
https://mbisc.my.id/gdmbisc">mbisc.my.id/gdmbisc">https://mbisc.my.id/gdmbisc

eTiket System
https://mbisc.my.id/tiketinfo/">mbisc.my.id/tiketinfo/">https://mbisc.my.id/tiketinfo/

Join Member
https://mbisc.my.id/joinus">mbisc.my.id/joinus">https://mbisc.my.id/joinus

Info
mbisc.my.id">https://mbisc.my.id

e88243104873fd328cef4b9d1f3e3760


Banyak rumah tangga yang hancur karena suami tidak belajar agama, istri tidak patuh syariat agama.

‎Pentingnya paham menjadi pasangan yang pandai menunaikan hak dan kewajibannya, bukan malah sibuk menuntut.

‎Ustadz Syafiq Riza Basalamah حفظه الله

3bee33b9a1472d9611cfe5c1ecc20e85


Serial 02: Membaca Doa Setelah Berwudhu

-------

Amalan ringan berikutnya adalah membaca doa setelah berwudhu.

Dari ‘Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu; ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ فُتِحَتْ لَهُ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ »

“Siapa yang berwudhu dengan memperbagus wudhunya lalu ia mengucapkan ‘ASY-HADU ALLA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKALAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN ‘ABDUHU WA ROSULUH, ALLOHUMMAJ’ALNII MINATTAWWAABIINA WAJ’ALNII MINAL MUTATHOHHIRIIN’ (artinya: Aku bersaksi bahwasanya tiada sesembahan yang benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku hamba yang bertaubat dan jadikanlah aku sebagai orang yang bersuci), dengan ia membacanya melainkan akan dibukakan baginya delapan pintu surga, ia akan masuk lewat pintu mana saja yang ia mau.” (HR. Tirmidzi, no. 55. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Ada juga doa yang diajarkan dibaca bada wudhu,

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

“SUBHANAKALLOHUMMA WA BIHAMDIKA, ASY-HADU ALLA ILAAHA ILLA ANTA, ASTAGH-FIRUKA WA ATUUBU ILAIK (artinya: Mahasuci Engkau Ya Allah dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau, aku memohon ampunan kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu).” (HR. An-Nasai dalam ‘Amal Al-Yaum wa Al-Lailah, hlm. 173 dan lihat Irwa’ Al-Ghalil, 1:135)

Bacaan doa setelah berwudhu secara lengkap,

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

ASY-HADU ALLA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKALAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN ‘ABDUHU WA ROSULUH, ALLOHUMMAJ’ALNII MINATTAWWAABIINA WAJ’ALNII MINAL MUTATHOHHIRIIN.

SUBHANAKALLOHUMMA WA BIHAMDIKA, ASY-HADU ALLA ILAAHA ILLA ANTA, ASTAGH-FIRUKA WA ATUUBU ILAIK.

Artinya: Aku bersaksi bahwasanya tiada sesembahan yang benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku hamba yang bertaubat dan jadikanlah aku sebagai orang yang bersuci.

Mahasuci Engkau Ya Allah dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau, aku memohon ampunan kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu.

Nantikan kumpulan amalan ringan berikutnya berserial, dan insya Allah akan menjadi sebuah buku.

Penulis: Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

Sumber: Link

__

Silahkan disebarluaskan, Dan tetap mencantumkan penulisnya. Jazakumullahu khayran.

5159f7ead1f211d7895ad530850e8f89


QS. HUD : 90

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dan mohonlah kepada tuhan kalian ampunan bagi dosa-dosa kalian, kemudian kembalilah kepada ketaatan kepadaNya, dan teruslah di atas itu. Sesungguhnya tuhanku Mahapengasih lagi Maha penyayang terhadap orang yang bertaubat dan kembali kepadaNYa, Dia akan mengampuni dan menerima taubatnya.” maka, dalam ayat ini terdapat penetapan sifat (rahmat) menyayangi dan mawadah (mengasihi) bagi Allah , sesuai dengan (keagungan)Nya.

Referensi : Link

06009cda3870e04e280a20926e14528b


Pilihlah laki-laki yang sederhana, yang tak banyak gaya, pandai hati dan pandangannya,

dan tak pernah tinggalkan shalat subuh berjamaah, rajin kerja dan bertanggung jawab. Itu sudah cukup dan membuat bahagia.

Ustadz Aris Munandar hafidzahullah

8ce6a633558c48350dc2fb0f12bfb2be


TAUHID DAN ITTUBA` ITU SATU PAKET PENYEBAB AMAL DITERIMA
➖➖➖➖➖➖

“Maka barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Rabbnya hendaklah dia beramal shalih dan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Nya dalam beribadah kepada-Nya.” (QS. Al Kahfi: 110). Ayat ini sudah menunjukkan syarat diterimanya ibadah yaitu tauhid dan ittiba’. Tauhid maksudnya mengikhlaskan ibadah untuk Allah semata, sedangkan ittiba’ maksudnya adalah mengikuti petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam beramal.

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, “Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh”, maksudnya adalah mencocoki syariat Allah (mengikuti petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen). Dan “janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadat kepada Rabbnya”, maksudnya selalu mengharap wajah Allah semata dan tidak berbuat syirik pada-Nya. Inilah dua rukun diterimanya ibadah, yaitu harus ikhlas karena Allah dan mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 9: 205). Ini berarti jika akidah seseorang tidak beres, maka amalannya tidak diterima. Ini dalil pertama yang menunjukkan seseorang harus memiliki akidah yang benar.


sumber : Link

43fa25a33df23295ec20d2669841f79f


JANGAN LUPA UNTUK DZIKIR PETANG NYA

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا , وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (QS. Al-Ahzab: 41-42)

3f003c7b048a1ba315f33096ae1157e7



💐      UJIAN YANG MEMBUAT MANUSIA TIDAK SABAR

‘Abdurrohman bin ‘Auf rodhiyallahu ‘anhu berkata,

ابتُلِينَا مع رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّم بالضَّرَّاءِ فصَبَرْنا، ثم ابتُلِينا بعدَه بالسَّرَّاءِ فلم نَصْبِرْ

“Dahulu kami bersama Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam diuji dengan kesusahan tapi kami bersabar.. Kemudian setelah beliau wafat, kami diuji dengan kesenangan, ternyata kami tidak bersabar..” (Riwayat At-Tirmidzi)

Kesenangan membuat kita lalai..
Membuat kita ujub dan sombong dengan harta dan tahta..
Membuat kesabaran kita pendek karena terbiasa dengan kenikmatan..
Membuat ibadah menjadi berat karena terbiasa dengan syahwat..

Maka orang yang tak tertipu dengan kesenangan dunia..
Hatinya selalu berharap akherat dan takut akan siksa Neraka..
Sungguh luar biasa..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

5e2621fff87b788604ea505fb4ea980e


‏﷽⁣⁣⁣⁣

Tips Pahala Shalat Semalaman

Rasulullah ﷺ bersabda,

"Barangsiapa melaksanakan shalat Isya berjamaah maka ia mendapatkan pahala shalat setengah malam, dan barangsiapa melaksanakan shalat Isya dan Subuh dengan berjamaah maka ia mendapatkan pahala shalat satu malam."

(HR. Tirmidzi: 205, potongan terjemahan)
__
🌵 Free Repost / Save
🌲 Referensi : Aplikasi Ensiklopedi Hadits
🌳 @kiriman islami x @thequran path

2596f265ae0f3bb05c225256681090e9


Fakir Pun Bisa Bahagia
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:
"Orang-orang yang banyak melakukan ketaatan merasakan ketenangan dan ketenteraman, walaupun salah seorang dari mereka fakir maka sesungguhnya Allah memberinya pikiran yang luas dan perasaan cukup."
• Tafsir Surat al-Maidah, jilid 2 hlm. 90.

6781037735d063fece95a360253d096b


Mungkin Aku Hanya - Butiran Debu.
"Jika bukan karena Engkau yang menguatkan, Mungkin aku sudah menyerah bahkan mungkin sebelum memulai langkah,
Link

b8146cd31502ea2ab5bbc667f4c7216e


UNTUK PARA BIKERS

Kendaraanmu (motor) adalah wasilah untuk sampai pada tujuan. Jangan sampai kendaraanmu mengantarkanmu hanya kepada kemaksiatan atau hal yang sia-sia.

Pandailah mengarahkan kemana gas kendaran itu akan kau kencangkan, karna nanti di hari akhir kita akan ditanya kemana saja motor itu kita gaskan..

.

1711895765359d30147bbfdf91b35b4a


">Link">mbisc.my.id/kajian">Link 20240801
🎥🛑⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️🛑📹

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

VIDEO KAJIAN SPESIAL

👤 BERSAMA
Ustadz Muhammad Syahputra, Lc حفظه الله

📝 TEMA
Menggapai Kesucian Jiwa
Belajar Membersihkan Hati
Kitab Tazkiyatun Nafs Karya Dr. Ahmad Farid_

DOA

🕌 TEMPAT
Masjid Al-Firdaus
Pepelegi Indah Blok E Kec. Waru Kabupaten sidoarjo
Map : Link">mbisc.my.id/masjidalfirdauspepelegi">Link
Contact Person : Link">mbisc.my.id/divisiDakwah">Link

WAKTU
🗓 Kamis, Pekan Pertama
▪️ 19:30 WIB
▪️ 01 Agustus 2024
▪️ 26 Muharram 1446 H

FREE TO SHARE

🌐mbisc.my.id">Link

90e25038557196d02cf4f798ffaa0207


SIAPAKAH SUAMI BAGI WANITA YANG MASUK SURGA?
➖➖➖➖➖➖➖

Kaidah baku yang berlaku bagi penduduk surga, bahwa.mereka semua memiliki pasangan. Ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

وَمَا فِي الْجَنَّةِ أَعْزَبُ

“Tidak ada orang yang melajang di surga.” (HR. Ahmad 7152 dan Muslim 2834).

Karena sesungguhnya bagian dari kesempurnaan nikmat yang Allah berikan kepada hamba-Nya adalah menikah dan melakukan hubungan badan.

Untuk itu, wanita yang ketika di dunia belum menikah sampai mati, atau wanita yang dicerai oleh suaminya dan tidak nikah lagi sampai mati, maka dia akan dinikahkan dengan seorang lelaki yang menjadi penghuni surga yang sangat menyejukkan hatinya. Dia memiliki sifat yang sempurna, sebagaimana penghuni surga lainnya.

Sedangkan wanita yang pernah menikah dan tidak dicerai sampai mati, dia akan dikembalikan dengan suaminya ketika dunia. Allah jadikan suaminya sebagai penghuni surga, dan Allah sempurna segala sifatnya.

Sementara wanita dicerai oleh suaminya, kemudian menikah lagi dengan lelaki yang lain maka dia akan dinikahkan dengan suami yang terakhir. Ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أيما امرأة تُوفي عنها زوجها ، فتزوجت بعده ، فهي لآخر أزواجها

“Wanita manapun yang ditinggal mati suaminya, kemudian si wanita menikah lagi, maka dia menjadi istri bagi suaminya yang terakhir.” (H.R. Thabrani; dinilai sahih oleh Al-Albani)

Tidak perlu terlalu dirisaukan. Siapapun suami wanita di surga, itu sudah menjadi kebahagiaan yang tak terkira bagi setiap wanita. Allah berikan kebahagiaan penuh, sehingga tidak mungkin mengharapkan nikmat yang Allah berikan kepada orang lain. Wanita juga tidak perlu khawatir, karena anda tidak mungkin cemburu dan sakit hati dengan bidadari. Karena semua sifat itu telah Allah cabut, tinggal ketenangan dan kebahagiaan. Allah berfirman,

وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَى سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ

“Kami hilangkan segala rasa kebencian yang berada dalam hati mereka. Mereka semua merasa bersaudara. Mereka duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.” (QS. Al-Hijr: 47).

Tinggal saatnya menyiapkan diri agar bisa menjadi bidadari surga.

Link

57aef1f9bcf62e798e26727bcefde5c7


LAWANLAH

Berkata Malik bin Dinar rahimahullah,

"Lawanlah hawa nafsu kalian,
sepertimana kalian melawan musuh kalian."

Al-kamil fil lughah wal adab. 187

4ae22d257769e7ae37e39b3c44bd3817


JAUH DIMATA DEKAT DIHATI

"Sesungguhnya do’a seorang muslim kepada saudaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah do’a yang mustajab (terkabulkan)"
- HR. Muslim -

Salah satu ciri ahlak seorang muslim yang baik adalah saling mendoakan kebaikan untuk saudara muslimnya meskipun ia tidak mengetahui.

.

742b4f4f81a85fc17ff7022288038042


Sholat Terasa Berat & Ingin Cepat-cepat
_
Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,

"Seseorang yang hatinya kosong dari mengingat Allah dan akhirat akan diuji dengan kecintaan terhadap dunia. Perkara yang paling berat baginya adalah sholat, yang paling ia benci adalah belama-lama di dalam sholat."

(Risalah Ibnul Qoyyim ila ahadi ikhwanih 39)

c6ec2163e78f50b49790614f980d3264


KEBAIKAN DAN KEBURUKAN SESEORANG

قال أبو الدرداء رضي الله عنه :

( لَوْلاَ ثَلاَثٌ صَلُحَ النَّاسُ : شُحٌّ مُطَاعٌ، وَهَوًى مُتَّبَعٌ،
وَإِعْجَابُ كُلِّ ذِي رَأْيٍ بِرَأْيِهِ )

أحمد في الزهد (١٦٩)

Sahabat Nabi yang mulia, Abu Darda' rodhiyallohu anhu pernah berkata :

"Seandainya tidak ada tiga perkara, niscaya manusia akan berada dalam kebaikan, yaitu :

• Kekikiran/kebakhilan yang ditaati

• Hawa nafsu yang dituruti

• Setiap orang yang berpendapat, dia merasa bangga (terkagum-kagum) dengan pendapatnya sendiri !"

(Kitab Az-Zuhud (hal. 169), karya Al-Imam Ahmad bin Hambal rohimahulloh)

Catatan :

1. Ya benar. Seandainya saja tiga perkara tersebut di atas tidak ada pada diri seseorang, niscaya dia akan selalu dalam kebaikan.

Tetapi sayang, tiga perkara itulah yang justru banyak terdapat pada diri orang-orang, terutama yang hidup di saat ini .....

Dan justru dengan tiga perkara inilah, mereka akan menjadi binasa, terutama biasanya atau rusaknya agama mereka .......

2. Dalil yang menunjukkan hal itu adalah hadits yang shohih berikut ini :

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمِ: ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ، وَثَلَاثٌ مُنَجِّيَاتٌ، وَثَلَاثٌ كَفَّارَاتٌ، وَثَلَاثٌ دَرَجَاتٌ، فَأَمَّا الْمُهْلِكَاتُ: فَشُحٌّ مُطَاعٌ، وَهَوًى مُتَّبَعٌ، وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ، وَأَمَّا الْمُنَجِّيَاتُ: فَالْعَدْلُ فِي الرِّضَى وَالْغَضَبِ، وَالْقَصْدُ فِي الْفَقْرِ وَالْغِنَى، وَخَشْيَةُ اللَّهِ فِي السِّرِّ وَالْعَلَانِيَةِ، وَأَمَّا الْكَفَّارَاتُ: فَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ، وَإِسْبَاغُ الْوُضُوْءِ فِي السَّبَرَاتِ، وَنَقْلُ الْأَقْدَامِ إِلَى الْجَمَاعَاتِ، وَأَمَّا الدَّرَجَاتُ: فَإِطْعَامُ الطَّعَامِ، وَإِفْشَاءُ السَّلَامِ، وَالصَّلَاةُ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ

Dari Abdullah bin Umar rodhiyallohu ‘anhuma , dia berkata : Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Ada tiga perkara yang membinasakan, tiga perkara yang menyelamatkan, dan tiga kaffarat (penghapus dosa), dan tiga amalan peningkat derajat.

Adapun hal-hal yang membinasakan , yaitu :

(1) kekikiran yang ditaati.

(2) hawa nafsu yang diikuti.

(3) perasan ujub (bangga diri) seseorang terhadap dirinya sendiri.

Adapun hal-hal yang menyelamatkan , yaitu :

(1) sikap adil di kala ridho dan marah.

(2) sikap sederhana ketika dalam keadaan kekurangan dan berkecukupan.

(3) dan takut kepada Alloh ketika dalam keadaan sendirian dan ketika bersama orang lain.

Adapun hal-hal sebagai kaffaraat (amalan penghapus dosa) , yaitu :

(1) menunggu kehadiran sholat (berikutnya) setelah mengerjakan sholat.

(2) menyempurnakan wudhu dalam kondisi-kondisi yang tidak disukai (seperti, di musim yang sangat dingin dll)

(3) dan melangkahkan kaki menuju sholat-sholat berjama’ah (di masjid).

Adapun hal-hal yang akan meningkatkan derajat , yaitu :

(1) memberikan makan (terhadap orang yang membutuhkan).

(2) menebarkan salam.

(3) dan sholat malam (tahajjud) di kala manusia tengah tidur.”

(HR. Ath-Thobroni di dalam Al-Mu’jam Al-Ausath , no. 5754. Dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani rohimahulloh dalam Shohih Al-Jami’ no. 3039 dan 3045, dan Shohih At-Targhiib wa At-Tarhib no. 53)

3. Ya, perkara-perkara yang bisa menyebabkan kebinasaan/kerusakan bagi agama seseorang itu sangatlah banyak, diantaranya adalah seperti yang disebutkan di dalam hadits dan perkataan tersebut atas .....

Yang Pertama adalah : Kekikiran yang Ditaati !

Yakni, kekikiran atau kebakhilan yang ditaati oleh seseorang, sehingga mengakibatkan dirinya tidak menunaikan hak-hak yang harus dia tunaikan.

Ar-Raghib rohimahulloh mengatakan :

“Dikhususkannya dengan ungkapan “yang ditaati” di sini adalah untuk memberikan penjelasan, bahwa kekikiran dalam diri seseorang itu bukanlah termasuk perkara yang berhak untuk dicela, karena hal itu merupakan tabiat manusia, yakni dia kikir dengan hartanya.
Yang tercela itu adalah ketika seseorang tunduk kepada kekikirannya tersebut (yakni dengan terus memperturutkan keinginannya)." (lihat, Faidhul Qodiir, 3/405).

Contoh kekikiran yang ditaati itu adalah : misalnya, seorang suami bersikap kikir atau bakhil terhadap istri dan anak-anaknya , di mana dia tidak memberikan hak-hak istri dan anak-anaknya berupa nafkah yang cukup, padahal dia mampu untuk melakukannya.

Seperti juga misalnya, seorang diberikan oleh Allah harta yang melimpah, lalu dia enggan menunaikan hak-hak orang-orang fakir miskin berupa zakat dan sedekah. Perbuatan seperti ini merupakah perbuatan yang buruk.

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan buruknya sifat ini dalam sabda beliau :

شَرُّ مَا فِى الرَّجُلِ شُحٌّ هَالِعٌ وَجُبْنٌ خَالِعٌ

“Seburuk-buruk sifat yang ada pada seseorang adalah sifat kikir yang sangat kikir , dan sifat pengecut yang sangat pengecut.” ( Shahih Ibnu Hibban, no. 3250)

Perbuatan buruk semacam ini akan membinasakan pelakunya. Sebagaimana tercermin dalam firman Allah ta'ala :

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya, mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka . Apa saja (harta) yang mereka kikirkan itu, akan dikalungkan (di lehernya) pada hari Kiamat…” (QS Ali Imron : 180)

Dalam hadis, dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu , dia berkata, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَلَمْ يُؤَدِّ زَكَاتَهُ مُثِّلَ لَهُ مَالُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شُجَاعًا أَقْرَعَ لَهُ زَبِيْبَتَانِ يُطَوَّقُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ يَأْخُذُ بِلِهْزِمَتَيْهِ يَعْنِي بِشِدْقَيْهِ ثُمَّ يَقُولُ أَنَا مَالُكَ أَنَا كَنْزُكَ ثُمَّ تَلَا {لَا يَحْسِبَنَّ الَّذِيْنَ يَبْخَلُوْنَ} الْآيَةَ .

“Barangsiapa yang Alloh berikan kepadanya harta, lalu dia tidak menunaikan zakatnya, niscaya hartanya tersebut kelak pada hari Kiamat akan diserupakan dengan ular jantan yang rambutnya rontok karena banyak terdapat racun dan bertaring. Ular tersebut dikalungkan di lehernya pada hari Kiamat, kemudian ular tersebut memegang dengan kedua sudut mulutnya, seraya berkata : "aku adalah hartamu, aku adalah simpananmu."

Kemudian beliau membaca (ayat, yang artinya) : "Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil menyangka ..." (HR. Al-Bukhori )

Oleh kerena itu, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam telah mewanti-wanti umatnya dari hal buruk yang membinasakan pelakunya ini, sebagaimana dalam hadits :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ خَطَبَ رَسُوْلُ اللَّهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- فَقَالَ « إِيَّاكُمْ وَالشُّحَّ فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِالشُّحِّ أَمَرَهُمْ بِالْبُخْلِ فَبَخَلُوْا وَأَمَرَهُمْ بِالْقَطِيْعَةِ فَقَطَعُوْا وَأَمَرَهُمْ بِالْفُجُوْرِ فَفَجَرُوْا »

Dari Abdullah bin ‘Amr rodhiyallohu anhuma, dia berkata, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah berkhutbah, seraya bersabda :

“Jauhilah oleh kalian kekikiran, karena yang telah membuat orang-orang sebelum kalian binasa adalah karena kekikiran. Kekikiran itu memerintahkan mereka untuk terus bersikap bakhil, maka mereka pun berlaku bakhil. Dan, kekikiran itu pun memerintahkan mereka untuk memutus hubungan shilaturrahim, maka mereka pun melakukan pemutusan hubungan dengan orang-orang yang memiliki hubungan rahim. Dan, kekikiran diri itu pun memerintahkan mereka untuk melakukan kefajiran (perbuatan dosa), maka merekapun melakukannya.” (HR. Abu Dawud , no. 1700)

Oleh karena itu, waspadailah sifat kekikiran ini dalam diri Anda, wahai saudaraku kaum Muslimin ....

Peliharalah/jagalah diri Anda dari hal tersebut, niscaya Anda akan beruntung, selamat dari kebinasaan, baik di dunia maupun di akhirat.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

وَمَنْ يُّوْقَ شُحَّ نَفْسِهٖ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَۚ
“Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung …” (QS. Al-Hasyr : 9)

Terus, bagaimana caranya agar kita bisa terjaga/terpelihara dari Kekikiran diri kita sendiri ?!

Salah satu caranya adalah dengan berdoa kepada Alloh, agar Alloh melindungi kita semua dari sifat yang buruk ini.

Sebagaimana hal ini dicontohkan oleh seorang Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang mulia, yang bernama Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu, seorang yang sangat kaya lagi dermawan, yang terpelihara dirinya dari kekikiran.

Al-Imam Muhammad bin Jarir ath-Thobariy rohimahulloh menyebutkan di dalam kitab tafsirnya, sebuah kisah berikut ini :

عَنْ أَبِي الْهِيَاجِ اَلْأسْدِي، قَالَ: كُنْتُ أَطُوْفُ بِالْبَيْتِ، فَرَأَيْتُ رَجُلًا يَقُوْلُ: اَللَّهُمَّ قِنِي شُحَّ نَفْسِي، لَا يَزِيْدُ عَلَى ذَلِكَ، فَقُلْتُ لَهُ، فَقَالَ : إِنِّي إِذَا وُقِّيْتُ شُحَّ نَفْسِي لَمْ أُسْرِقُ، وَلَمْ أَزْنِ، وَلَمْ أَفْعَلْ شَيْئًا، وَإِذَا الرَّجُلُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ.

Dari Abul Hiyaj Al-Asdiy rohimahulloh, dia berkata :

“Aku pernah thowaf di Ka’bah. Aku melihat seorang laki-laki, dia berdoa : "Ya Alloh, peliharalah aku dari kekikiran diriku.” Dia tidak menambahkan doa yang lainnya.

Maka, aku pun katakan kepadanya (mengapa Anda melakukan hal itu) ?" Maka dia pun menjawab : ”Sungguh, apabila diriku terpelihara dari kekikiran diriku, niscaya aku tidak akan mencuri, tidak pula akan berzina, dan tidak pula bakal melakukan sesuatu (yang buruk)."

(Abu al-Hiyaj al-Asdiy berkata) : "Ternyata lelaki itu adalah Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu."

( Jami’ al-Bayan Fii Takwili al-Qur’an, 23/286)

Semoga Alloh ta'ala menjauhkan dan melindungi kita semua dari akhlak yang rendah seperti ini (yakni kikir/bakhil terhadap harta).

Yang Kedua : Hawa Nafsu yang diikuti

Sebagaimana halnya kekikiran merupakan hal yang buruk dan membinasakan, demikian pula halnya dengan “Hawa nafsu yang diikuti” , ini merupakan hal buruk dan akan mengantarkan pelakunya kepada kebinasaan.

Oleh karena itulah, Allah ‘Azza wa Jalla melarang tindakan mengikuti hawa nafsu ini, sebagaimana dinyatakan dalam firman-Nya :

وَلَا تَتَّبِعِ ٱلْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌۢ بِمَا نَسُوا۟ يَوْمَ ٱلْحِسَابِ

“Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu , karena akan menyesatkan kamu dari jalan Alloh. Sungguh, orang-orang yang sesat dari jalan Alloh akan mendapat azab yang berat, kerena mereka melupakan hari perhitungan.” (QS. Shood : 26)

Bahkan, tindakan “mengikuti hawa nafsu” itu merupakan kesesatan yang sangat parah.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِنَ اللَّهِ

“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya tanpa mendapat petunjuk dari Allah sedikit pun ? ..” (QS. Al-Qosshosh : 50)

Mengikuti hawa nafsu, termasuk penyakit hati yang sangat berbahaya, karena dia akan menjadi penghalang untuk mendapatkan hidayah dari Alloh ta'ala.

Sebaliknya, orang yang mampu menahan hawa nafsunya dan tidak menurutinya, Alloh akan memberikan balasan surga baginya, sebagaimana dinyatakan dalam firman-Nya :

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ، فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ

“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Robb-nya, dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, maka sungguh, surgalah tempat tinggal(nya).” (QS. An-Naazi’aat : 40-41)

Semoga Alloh ta'ala juga melindungi dan menjaga kita dari akhlak buruk semacam ini .....

Yang Ketiga : Perasaan Ujub (merasa bangga diri) seseorang kepada diri sendiri.

Hal ini juga termasuk perkara yang membinasakan pelakunya, sebagaimana halnya kekikiran yang ditaati, dan hawa nafsu yang diikuti.

Maka, barangsiapa yang dirinya terhinggapi oleh penyakit ini, sungguh berarti musibah besar sedang menimpa dirinya.

Mengapa begitu ? Ya, karena Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam merasa sangat kuatir, umatnya terjangkiti penyakit seperti ini.
Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini :

عَنْ أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : لَوْ لَمْ تَكُوْنُوْا تُذْنِبُوْنَ خَشِيْتُ عَلَيْكُمْ مَا هُوَ أَكْبَرُ مِنْ ذَلِكَ اَلْعُجْبَ اَلْعُجْبَ

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Jika kalian tidak berdosa (yakni tidak melakukan dosa sama sekali), maka aku takut kalian ditimpa dengan perkara yang lebih besar darinya, (yaitu) ujub..., Linkb !” (HR Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman no. 7255)

Hal itu karena, pelaku kemaksiatan/dosa itu boleh jadi dia akan mengakui kekurangannya, sehingga masih bisa diharapkan dia akan bertaubat nantinya dari kemaksiatannya.

Sedangkan orang yang ujub , dia tertipu dengan amalannya, sehingga taubatnya jauh dari harapan (yakni, tidak mungkin dia akan pernah bertobat, karena merasa dirinya dalam sebaik-baik amalan, kecuali orang yang dirahmati oleh Alloh ta'ala).

Allah ta’ala berfirman :

وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا

“Sedangkan mereka mengira telah berbuat yang sebaik-baiknya..” (Qs. Al-Kahfi : 104)

( Faidhul Qadiir Syarh Al-Jami’ Ash-Shoghir, 5/331)

Karena itulah, Al-Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh pernah berkata :

“Tidak ada suatu perkara yang lebih merusak amalan, daripada perasaan ujub dan terlalu memandang jasa diri sendiri…” ( Al-Fawa’id , hal. 147)

Demikianlah penjelasan ringkas tentang tiga penyakit berbahaya ini, yang mana jika penyakit-penyakit seperti ini ada pada diri seseorang, hal itu akan bisa membinasakan dirinya sendiri .....

Nas-alulloha As-Salamah minal Fitan .....

Akhirnya, hanya kepada Alloh ta'ala sajalah kita memohon pertolongan dan perlindungan dari semua keburukan .....

Dan semoga Alloh ta'ala senantiasa memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita semua, agar selalu memiliki akhlak yang mulia, dan dijauhkan dari akhlak yang rendah dan hina .......

Nas-alulloha At-Taufiq wal Istiqomah ....

Surabaya , Kamis pagi yg sejuk, 5 Robi'ul Awal 1445 H / 21 September 2023 M

✍ Akhukum fillah, Abu Abdirrohman Yoyok WN Sby

Silahkan joint pada channel telegram kami :

Link

Atau, untuk materi dakwah BIMBINGAN MERAWAT JENASAH SESUAI SUNNAH , silahkan joint di telegram kami :

Link

Semoga bermanfaat bagi kita semuanya.

7b92fbbc718d1a96ff5d78410b7a1b17


BUTA KEBENARAN KARENA DOSA & MAKSIAT
Syekh al-Utsaimin rahimahullahu berkata,
"Dosa & kemaksiatan dapat menghalangi (pelakunya) dari melihat kebenaran."
(Asy-Syarh al-Mumti', 1/23)

9e05f68fd06ca5746fc9f559b1028a65


Simak Kajian Lengkapnya

1515. SURGA YANG DIPERCEPAT

di Youtube Channel “Muhammad Nuzul Dzikri”

Potongan dari Kajian Rutin Riyaadhush Shaalihin
Link

d60216d4e552304181e4c3279a02a3f9



“Tidak ada bayi yang dapat berbicara dalam buaian kecuali Isa bin Maryam dan (bayi di masa) Juraij”
“Lalu ada yang bertanya,”Wahai Rasulullah siapakah Juraij?” Beliau lalu bersabda, ”Juraij adalah seorang rahib yang berdiam diri pada rumah peribadatannya (yang terletak di dataran tinggi/gunung). Terdapat seorang penggembala yang menggembalakan sapinya di lereng gunung tempat peribadatannya dan seorang wanita dari suatu desa menemui penggembala itu (untuk berbuat mesum dengannya).

(Suatu ketika) datanglah ibu Juraij dan memanggil anaknya (Juraij) ketika ia sedang melaksanakan shalat, ”Wahai Juraij.” Juraij lalu bertanya dalam hatinya, ”Apakah aku harus memenuhi panggilan ibuku atau meneruskan shalatku?” Rupanya dia mengutamakan shalatnya. Ibunya lalu memanggil untuk yang kedua kalinya. Juraij kembali bertanya di dalam hati, ”Ibuku atau shalatku?” Rupanya dia mengutamakan shalatnya. Ibunya memanggil untuk kali ketiga. Juraij bertanya lagi dalam hatinya, ”lbuku atau shalatku?” Rupanya dia tetap mengutamakan shalatnya. Ketika sudah tidak menjawab panggilan, ibunya berkata, “Semoga Allah tidak mewafatkanmu, wahai Juraij sampai wajahmu dipertontonkan di depan para pelacur.” Lalu ibunya pun pergi meninggalkannya.

Wanita yang menemui penggembala tadi dibawa.menghadap raja dalam keadaan telah melahirkan seorang anak. Raja itu bertanya kepada wanita tersebut, ”Hasil dari (hubungan dengan) siapa (anak ini)?” “Dari Juraij”, jawab wanita itu. Raja lalu bertanya lagi, “Apakah dia yang tinggal di tempat peribadatan itu?” “Benar”, jawab wanita itu. Raja berkata, ”Hancurkan rumah peribadatannya dan bawa dia kemari.” Orang-orang lalu menghancurkan tempat peribadatannya dengan kapak sampai rata dan mengikatkan tangannya di lehernya dengan tali lalu membawanya menghadap raja. Di tengah perjalanan Juraij dilewatkan di hadapan para pelacur. Ketika melihatnya Juraij tersenyum dan para pelacur tersebut melihat Juraij yang berada di antara manusia.

Raja lalu bertanya padanya, “Siapa ini menurutmu?” Juraij balik bertanya, “Siapa yang engkau maksud?” Raja berkata, “Dia (wanita tadi) berkata bahwa anaknya adalah hasil hubungan denganmu.” Juraij bertanya, “Apakah engkau telah berkata begitu?” “Benar”, jawab wanita itu. Juraij lalu bertanya, ”Di mana bayi itu?” Orang-orang lalu menjawab, “(Itu) di pangkuan (ibu)nya.” Juraij lalu menemuinya dan bertanya pada bayi itu, ”Siapa ayahmu?” Bayi itu menjawab, “Ayahku si penggembala sapi.”

Kontan sang raja berkata, “Apakah perlu kami bangun kembali rumah ibadahmu dengan bahan dari emas?” Juraij menjawab, “Tidak perlu”. “Ataukah dari perak?” lanjut sang raja. “Jangan”, jawab Juraij. “Lalu dari apa kami akan bangun rumah ibadahmu?”, tanya sang raja. Juraij menjawab, “Bangunlah seperti sedia kala.” Raja lalu bertanya, “Mengapa engkau tersenyum?” Juraij menjawab, “(Saya tertawa) karena suatu perkara yang telah aku ketahui, yaitu terkabulnya do’a ibuku terhadap diriku.” Kemudian Juraij pun memberitahukan hal itu kepada mereka.”

(Disebutkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod) [Dikeluarkan pula oleh Bukhari: 60-Kitab Al Anbiyaa, 48-Bab ”Wadzkur fil kitabi Maryam”. Muslim: 45-Kitab Al Birr wash Shilah wal Adab, hal. 7-8]

Pelajaran dari Kisah Juraij

1- Hadits ini menunjukkan keutamaan orang berilmu dibanding ahli ibadah. Seandainya Juraij seorang alim (yang berilmu), maka tentu ia akan lebih memilih untuk menjawab panggilan ibunya dibanding melanjutkan shalat. Baca artikel: Keutamaan Belajar Islam.

2- Seorang anak harus berhati-hati dengan kemarahan orang tuanya. Karena jika ia sampai membuat orang tua marah dan orang tua mendoakan jelek, maka itu adalah do’a yang mudah diijabahi. Lihat kisah Juraij di atas, ia tahu akan hal itu, sehingga membuatnya tersenyum.

3- Bukti do’a jelek dari ibu terkabul karena Juraij akhirnya dipertontonkan di hadapan wanita pelacur sebagaimana do’a ibunya.

4- Berbakti pada orang tua adalah akhlak mulia, lebih-lebih lagi berbakti pada ibu.

5- Juraij menunjukkan sikap yang benar ketika menghadapi masalah yaitu harus yakin akan pertolongan Allah.

6- Zuhudnya Juraij karena hanya meminta tempat ibadahnya dibangun seperti sedia kala. Ia tidak minta diganti dengan emas atau perak. Baca artikel: Memiliki Sifat Zuhud.

7- Ketika musibah menimpa, barulah orang ingat akan dosa, ada juga yang mengingat akan do’a jelek yang menimpa dirinya seperti dalam kisah Juraij ini.

8- Bakti pada orang tua adalah wajib, termasuk di antaranya adalah memenuhi panggilannya. Sedangkan shalat sunnah hukumnya sunnah, artinya berada di bawah bakti pada ortu.

9- Do’a ibu Juraij tidak berlebihan yaitu tidak sampai mendoakan Juraij terjerumus dalam perbuatan keji (zina). Ia hanya do’akan agar Juraij dipertontonkan di hadapan para pelacur, tidak lebih dari itu.

10- Tawakkal dan keyakinan yang tinggi pada Allah akan membuat seseorang keluar dari musibah.

11- Jika ada dua perkara yang sama-sama penting bertabrakan, maka dahulukan perkara yang paling penting. Seperti ketika bertabrakan antara memenuhi panggilan ibu ataukah shalat sunnah, maka jawabnya, memenuhi panggilan ibu.

12- Allah selalu memberikan jalan keluar (jalan kemudahan) bagi para wali-Nya dalam kesulitan mereka. Baca pula artikel: 1 Kesulitan Mustahil Mengalahkan 2 Kemudahan.

13- Hadits ini menunjukkan adanya karomah wali, berbeda halnya dengan Mu’tazilah yang menolak adanya karomah tersebut.

Hanya Allah yang memberi taufik pada ilmu dan amal.



Sumber Link

75440f7a3bb61b9047d6e2e43f769b9e


AMALAN YANG DI CINTAI ALLAH
Dari Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhuma, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
"Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yangmuslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beriktikaf di masjid ini -masjid Nabawi- selama sebulan penuh."
(HR. Thabrani di dalam Al-Mu'jam Al-Kabir no. 13280, 12: 453. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana disebutkan dalam Shahih Al-Jaami' no. 176)

75b99e1c38c4088b46ba1e349ee93333


9 Tips Liburan Bareng Istri dan Anak-Anak, agar Rumah Tangga Makin Bahagia

1. Sesuaikan isi dompet (jangan sampai berhutang).

Allah Ta’ala berfirman,

“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya” (QS. Ath-Thalaq: 7).

2. Perhatikan waktu shalat, pilih liburan yang mudah untuk menjalankan ibadah shalat lima waktu.

Semoga dengan rutin menjaga shalat meskipun dalam keadaan safar dan berlibur, Allah menghapus dosa kita antara shalat yang satu dan shalat yang berikutnya.

Dari ‘Utsman, Rasulullah ﷺ bersabda,

“Tidaklah seorang muslim memperbagus wudhunya, lantas ia mengerjakan shalat melainkan Allah mengampuni baginya dosa di antara shalat tersebut dan shalat berikutnya.” (HR. Bukhari, no. 160 dan Muslim, no. 227)

3. Pelajari fikih safar.

Di antaranya yang mesti dipelajari:
- kapan disebut safar, kapan disebut mukim sehingga boleh menjamak dan mengqashar shalat,
- cara menjamak shalat, baik dengan jamak takdim dan jamak takhir,
- cara mengqashar shalat,
- cara bersuci baik dengan wudhu atau tayamum,
- cara shalat di kendaraan, yaitu di bus, kapal, kereta, atau pesawat.

4. Cari makanan yang halal.

Karena Nabi ﷺ bersabda,

“Sesungguhnya Allah itu thayyib (baik). Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang thayyib (baik).” (HR. Muslim, no. 1015)

5. Tetap memperhatikan aturan syariat, misalnya: jangan bermudah-mudahan membuka aurat.

Nabi ﷺ telah mengingatkan wanita yang berpakaian tetapi telanjang. Dalam hadits disebutkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (1) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim, no. 2128)

6. Perhatikan teman yang membersamai saat berlibur, yaitu teman yang senantiasa mengajak untuk ibadah dan menjauhi maksiat.

Nabi ﷺ memerintahkan pada kita untuk mencari teman yang baik dengan membuat ibarat berteman dengan pemilik minyak wangi,

“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang saleh dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari no. 2101, dari Abu Musa)

7. Manfaatkan waktu dengan baik. Walau bersafar, tetaplah menjaga dzikir pagi dan petang, serta amalan-amalan saleh lainnya.

Karena nikmat waktu akan ditanya,

“Kemudian kamu pasti akan ditanya tentang kenikmatan (yang kamu bermegah-megahan di dunia itu).” (QS At Takaatsur: 8)

8. Perhatikan waktu cuti, jangan sampai berlebih melebihi masa cuti karena seorang muslim hendaklah memenuhi perjanjiannya.

Allah Ta’ala berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad itu.” (QS. Al-Maidah: 1)

9. Banyak bersabar dan tahan emosi karena waktu liburan akan banyak berinteraksi dengan orang dengan berbagai macam karakter.

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi ﷺ bersabda,

“Seorang mukmin yang bergaul di tengah masyarakat dan bersabar terhadap gangguan mereka, itu lebih baik daripada seorang mukmin yang tidak bergaul di tengah masyarakat dan tidak bersabar terhadap gangguan mereka.” (HR. Tirmidzi, no. 2507. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sahih).

Sumber Link

babd7ebf72ec1999950c843a3826d9fd


ORANG YANG PALING BURUK

“Maukah kalian aku beritahu siapa orang-orang terbaik diantara kalian?” Para Sahabat menjawab, “Mau, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Yaitu orang-orang yang jika mereka terlihat maka nama Allah pasti disebut-sebut.” Beliau melanjutkan, “Maukah kalian aku beritahu siapa orang-orang terburuk diantara kalian? Yaitu orang-orang yang suka kesana-kemari menebarkan desas-desus, merusak (hubungan) diantara orang-orang yang saling mencintai, dan berusaha menimbulkan kerusakan serta dosa di tengah-tengah orang yang bersih.”
(Hadits hasan, riwayat Ahmad).
.

6020258d290744e5ef5d57b9bcf6ef79


🎥 BEDA PASAR DUNIA DAN PASAR SURGA
.
👤 Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Rahimahullah
.
➡️ Official Youtube ShahihFiqih : Link

420bb00c063e35df4088290e3e86bff8


💐     SAUDARAKU, JANGANLAH KITA BERUBAH SETELAH RAMADHAN !?

Imam Ibnul Jauzi رحمه الله berkata :

"Wahai yang telah menunaikan Ramadhan dengan sebaik-baik keadaan, janganlah engkau itu berubah setelahnya di bulan Syawal !? Wahai yang telah melihat hari raya dan (juga) telah sampai kepadanya, kapankah engkau itu bersyukur kepada Dzat yang telah "memberikan" berbagai kenikmatan dan engkau memuji-Nya !?"

(Kitab At-Tabshirah II/121)

Ada yang berkata kepada Bisyr al-Haafi :

"Ada suatu kaum yang telah beribadah, dan mereka juga bersungguh-sungguh dalam beramal shalih di bulan Ramadhan, namun saat Ramadhan berlalu, mereka pun meninggalkannya (mereka tidak lagi bersungguh-sungguh dalam beribadah)"

Maka Bisyr al-Haafi رحمه الله berkata :

بئس القوم قوم لا يعرفون الله إلا في رمضان

"Seburuk-buruk kaum adalah mereka yang tidak mengenal Allah "melainkan" hanya pada "bulan Ramadhan saja" (Miftaahul Afkaar lit Ta-ahhubi li Daril Qarar II/283)

Syaikh Shalih Fauzan حفظه الله berkata :

ونهاية العمل تكون بالموت لا بخروج رمضان

"Dan batas akhir dari beramal (shalih) itu adalah saat datangnya "kematian", bukan dengan berakhirnya Ramadhan" (Link

✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar hafidzahullah


Referensi : najmiumar_official

3d936724c665cd2b370c30786db7645f


JADILAH ORANG YANG BERMANFAAT BAGI MANUSIA
Dari Jabir bin 'Abdillah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
Seorang mukmin itu adalah orang yang bisa menerima dan diterima orang lain, dan tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak bisa menerima dan tidak bisa diterima orang lain. Dan sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya."
(HR. Thabrani dalam Al-Mu'jam Al-Awsath, no. 5949, Syaikh Al-Albani menghasankan dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 426)

31447bde93d9c60444a0f206c8017d11


GEMAR MINUM SUSU

Sunnah yang satu ini mungkin banyak ditinggalkan, mulai dari sekerang mari gemar
minum susu , selain juga susu memiliki manfaat yang sangat baik bagi kesehatan
tubuh kita jika diniatkan mengikuti sunnha nabi, maka kita mendapatkan pahala.

Rasulullah Shalallahu`alaihiwasallam bersabda :
“Sesungguhnya Allah ‘Azza Wajalla ketika menurunkan penyakit pasti juga menurunkan obatnya, kecuali penyakit tua. Lalu hendaklah kalian meminum susu sapi, karena ia terkumpul dari berbagai macam tumbuhan”

(HR. Abu Daud Ath Thayalisi dalam Musnad-nya, hadits ini shahih secara musnad
dan mursal. dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ahadits Shahihah, 2/45-47).


5728c00a3cb6e9c21cba3d23e5fb4664


📎 DOA MEMOHON EMPAT PERKARA YANG SANGAT PENTING
.
Nabi shallallahu`alaihi wa sallam berdoa :
.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى
.
"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu Al-Hudaa (petunjuk), At-Tuqaa (ketakwaan), Al-`Afaaf (terjaganya kehormatan), dan Al-Ghinaa (rasa cukup)." (HR. Muslim no. 2721 dari sahabat Abdullah bin Mas`ud radhiyallahu `anhu)

8f17d2a17af649e4d3c0ecb25b6334ad


Doa mohon ampunan dan rahmat Allah

رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ

“Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik” (QS. Al Mu’minun: 109).


© 2023 Link
Sumber: Link

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Sesungguhnya dahulu ada segolongan dari hamba-hambaKu, (yaitu kaum Mukminin) yang berdoa memohon, “Wahai Tuhan kami, kami telah beriman, maka tutuplah dosa-dosa kami, dan rahmatilah kami. Dan Engkau adalah sebaik-baik yang mengasihi.”

Referensi : Link

54f9dfddaf9690071a015073ac1375fc


__📎 Akibat Sifat Licik__

Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata:

"Sungguh orang-orang telah menyaksikan dengan mata kepala mereka, bahwa seseorang yang hidup penuh makar, ia mati dalam keadaan fakir."

📚 (Ighatsatul Lahafan, jilid 1 hlm. 358)

Sifat licik atau berbuat curang dalam kehidupan, meskipun tampaknya memberikan keuntungan sesaat, pada akhirnya akan mendatangkan kerugian yang besar. Ibnu Qayyim rahimahullah mengingatkan kita bahwa orang yang mengandalkan tipu daya dan kelicikan dalam hidupnya pada akhirnya akan menghadapi kenyataan yang pahit: hidupnya berakhir dengan kehinaan dan kekurangan, baik dari segi materi maupun spiritual.

Sifat licik akan membawa pelakunya ke jalan yang salah, di mana ia tidak hanya merugikan orang lain tetapi juga merusak dirinya sendiri. Kebahagiaan dan keberkahan dalam hidup akan menjauh dari orang yang mengandalkan kejahatan dan kelicikan. Sebaliknya, orang yang hidup dengan kejujuran, kebenaran, dan ketulusan akan meraih kebahagiaan yang sesungguhnya, meskipun mungkin ia harus menghadapi tantangan.

Ibnu Qayyim mengingatkan kita bahwa.meskipun dunia ini terkadang memberikan celah bagi mereka yang licik untuk meraih keuntungan sekejap, pada akhirnya ia akan berakhir dengan kerugian yang jauh lebih besar. Oleh karena itu, sebagai umat Islam, kita harus senantiasa menjauhkan diri dari sifat-sifat buruk seperti kelicikan dan senantiasa hidup dengan integritas serta mengandalkan takdir dan pertolongan Allah.
Wallahu A'lam Bishawab

25c2367a8849e3abac7f91df4388a82c


MEMBERI PETUNJUK (CONTOH/KETELADANAN) KEBAIKAN KEPADA ORANG LAIN

قال الشيخ العلّامة محمد بن عثيمين رحمه الله تعالى :

الـدلالـة على الخـير تنقـسم إلى قسمين :

(❶) دلالة بالـقول،
(❷) ودلالـة بالـفعل،

والـناس يقتدون بالـقول ويقتدون بالـفعل، وربما كان اقتداؤهم بالـفعل أكثر،

فمثلا :ً إذا اقتدىٰ بك إنسـان في الـتهجد باللـيل، أو في إعـانة الـضعيف، أو الـصدقة على فقير، اقتدىٰ بك وأنت لـم تقل ذلك، فـهذا يعتبر دلالة فعلية،

وكذلك من دل على ترك المحـظور وترك الـشر بنية صالحة وتركه غيره بهذه الـنية فلـه مثل أجر فاعلـه
📚 [ فتح ذي الجلال والإكرام (١٤٠/١٥) ]

Syaikh Al-'Allamah Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin rohimahulloh pernah berkata :

"Memberikan petunjuk kepada orang lain itu, bentuknya terbagi menjadi dua bagian :

1. Petunjuk dalam bentuk ucapan/perkataan.

2. Petunjuk dalam bentuk perbuatan/amalan.

Seseorang itu, akan meniru/meneladani orang lain, (terkadang) dalam bentuk ucapan, (terkadang) dalam bentuk perbuatan.

Dan terkadang (umumnya), mencontoh/meneladani orang lain dalam bentuk perbuatan itu, adalah lebih banyak (daripada dalam bentuk perkataan).

Contohnya, apabila ada seseorang mencontoh/meneladanimu dalam perkara sholat tahajjud di malam hari, atau dalam hal menolong/membantu orang-orang yang lemah, atau dalam hal bersedekah kepada orang yang miskin, maka dia mencontoh/meneladani perbuatanmu, padahal kamu tidak mengucapkan apapun tentang perkara tersebut (yakni tidak pernah menyuruh mereka mencontoh dirimu).

Maka hal ini dianggap sebagai memberikan petunjuk kepada orang lain dalam bentuk perbuatan !

Demikian pula orang yang menunjukkan (mengajari) orang lain untuk meninggalkan perkara yang dilarang/dibenci, dan juga meninggalkan suatu kejelekan, dengan niat yang benar (karena Alloh). Demikian pula (agar) meninggalkan kejelekan-kejelekan yang lainnya, juga dengan niat yang benar seperti itu.....

Maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukan perbuatan tersebut (yakni orang yang melakukan perbuatan seperti yang kamu tunjukkan/kamu ajarkan kepadanya) !"

( Fathu Dzil Jalali wal Ikrom, bi Syarhi Bulughil Marom , 15/140)

Catatan :

1. Ya, diantara dalil yang menunjukkan hal itu adalah, hadits Ibnu Mas'ud rodhiyallohu anhu, bahwa Nabi shollallohu alaihi wa sallam pernah bersabda :

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ, فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan (kepada orang lain), maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya (yakni melakukan perbuatan baik yang ditunjukkannya).” (HR. Muslim no. 1893)]

Dalil lainnya adalah, hadits dari Abu Huroiroh rodhiyallohu anhu, bahwa Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً، فَلَهُ أَجْرُهَا، وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ، وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

"Barangsiapa memberi contoh/keteladanan dalam Islam dengan suatu contoh/keteladanan yang baik, maka dia akan mendapatkan pahalanya, dan pahala orang yang melakukannya setelahnya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun.

Dan barangsiapa memberi contoh/keteladanan dalam Islam dengan suatu contoh/keteladanan yang buruk, maka dia menanggung dosanya dan dosa orang yang mengerjakannya setelah dia, tanpa mengurangi dosa-dosa mereka sedikitpun." (HR. Muslim , no. 1017)

2. Nabi Muhammad shollallohu alaihi wa sallam juga pernah menjelaskan salah satu keutamaan yang sangat besar, bila kita bisa menjadi sebab bagi orang lain untuk mendapatkan hidayah/petunjuk dari Alloh ta'ala, karena usaha dakwah/ajakan yang kita lakukan !

Dalam hadits dari Sahl bin Sa'ad As-Sa'idy rodhiyallohu anhu, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam juga telah bersabda:

فَوَاللهِ لَأَنْ يَهْدِيَ اللهُ بِكَ رَجُلًا وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ يَكُونَ لَكَ حُمْرُ النَّعَمِ
"Demi Alloh, bila Alloh memberi petunjuk kepada satu orang melalui tanganmu (yakni melalui usaha dahwah/ajakanmu), maka hal itu lebih baik bagimu daripada (engkau mempunyai) unta-unta merah (yakni harta yang paling berharga di kalangan bangsa Arab ketika itu)." (HR. Al-Bukhâri, no. 3009, dan Muslim , no. 2406)

3. Demikianlah, masih banyak lagi dalil-dalil yang lainnya.

Hal itu semua menunjukkan, betapa besarnya keutamaan dan pahala yang sangat besar, yang akan diraih oleh orang-orang yang senantiasa memberikan petunjuk, tuntunan, bimbingan dan keteladanan yang baik bagi orang lain .....

Semoga Alloh subhanahu wa ta'ala senantiasa memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita semua, agar mudah mengikuti Al-Haq (kebenaran) dan selalu berpegangteguh dengannya, hingga akhir hayat kita nanti ......

Nas-alulloha At-Taufiq wal Istiqomah ....

Surabaya , Kamis pagi yg sejuk, 7 Shofar 1445 H / 24 Agustus 2023 M

✍ Akhukum fillah, Abu Abdirrohman Yoyok WN Sby

Silahkan joint pada channel telegram kami :

Link

Atau, untuk materi dakwah BIMBINGAN MERAWAT JENASAH SESUAI SUNNAH , silahkan joint di telegram kami :

Link

Semoga bermanfaat bagi kita semuanya.

7b359b16a6064b92b6af6ac541ad03dd


JADIKAN SATU PEMIMPIN

Jika ada tiga orang keluar untuk bepergian, hendaknya mereka mengangkat seorang dari mereka sebagai pemimpin

[HR. Abu Daud No. 2609]



design by biker_tobat

a0ba7abe70484b757b658b9a6c0f828d


KARNA ALLAH KITA SALING CINTA

Al Hasan Al Bashri berkata:

إنَّ أحبَّ عبادِ الله إلى الله الذين يُحببون الله إلى عباده ويُحببون عباد الله إلى الله ، ويسعون في الأرض بالنصيحة

“Sesungguhnya hamba yang dicintai di sisi Allah adalah yang mencintai Allah lewat hamba-Nya dan mencintai hamba Allah karena Allah. Di muka bumi, ia pun memberi nasehat pada orang lain.”
(Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 224).

Dianjurkan dengan sangat bagi kita mencintai seudara seiman dan saling mengasihi
Sebagaimana sabda Rasulullullah Shalallahu`alaihi Wasallam:

“Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Saudaraku.,
Mari saling mencintai dan mengasihi atas dasar kecintaan dan ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu Wata`ala.

Allahu`alam.




8a6a93d47c019f3921047b6371cee54e


BUMI AKAN MENYAMPAIKAN BERITANYA
Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata :
"Sesungguhnya dalam keterbiasaan seseorang berdzikir di jalan, di rumah, di saat mukim dan safar adalah upaya untuk memperbanyak saksi bagi seorang hamba di hari kiamat kelak. Sebab suatu tempat, hamparan tanah, gunung juga bumi, mereka akan bersaksi terhadap orang-orang yang selalu dzikir mengingat Allah, yaitu pada hari dimana bumi menyampaikan beritanya."
(Al-Wabilus Shayyib, hlm.81)

180f27d26c772ad1992197dc8ff1aa74


✋🏻📢⚠️❌ BAHAYA ORANG YANG SUKA MENGADU DOMBA

✍🏼 Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

وليحذر الإنسان من النمام، فإن من نقل كلام الناس فيك إليك، فإنه سينقل كلامك في الناس إليهم.

"Hendaklah seseorang mewaspadai orang yang suka mengadu domba. Sebab, orang yang suka menyampaikan kepadamu celaan orang lain terhadapmu, sungguh dia juga akan menyampaikan kepada mereka celaanmu terhadap mereka."

📚 Adh-Dhiya` al-Lami’, hlm. 293

Mengadu domba adalah salah satu sikap yang sangat berbahaya dalam masyarakat, yang bisa memicu perpecahan dan konflik. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah mengingatkan kita untuk berhati-hati terhadap orang yang suka mengadu domba. Beliau berkata, "Hendaklah seseorang mewaspadai orang yang suka mengadu domba. Sebab, orang yang suka menyampaikan kepadamu celaan orang lain terhadapmu, sungguh dia juga akan menyampaikan kepada mereka celaanmu terhadap mereka."

Mengadu domba adalah kebiasaan yang dapat merusak hubungan baik antar sesama. Orang yang suka mengadu domba sering kali menjadi penghubung antara dua pihak yang tidak saling berkomunikasi secara langsung. Mereka membawa perkataan atau keluhan satu pihak kepada pihak lainnya, yang sering kali mengarah pada fitnah dan kesalahpahaman. Tanpa disadari, orang yang terlibat dalam adu domba tersebut mungkin merasa tersinggung atau bahkan terbawa emosi, yang akhirnya dapat merusak hubungan mereka dengan orang lain.

Hal ini menjadi semakin berbahaya karena orang yang suka mengadu domba biasanya menyembunyikan niat buruk mereka dengan berpura-pura menjadi pembawa kabar atau perantara yang baik. Mereka sering kali menggunakan kata-kata yang tampak netral, namun tujuannya adalah untuk menebar kebencian atau menciptakan konflik. Ketika kita mendengar kabar buruk atau celaan tentang orang lain, sebaiknya kita tidak langsung mempercayainya tanpa klarifikasi. Kita perlu memeriksa kebenaran informasi tersebut dan tidak terjebak dalam permainan orang yang memiliki niat jahat.

Islam mengajarkan kita untuk menjaga hubungan yang baik antar sesama. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an, "Hai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu dengan membawa berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya." (QS. Al-Hujurat: 6). Ayat ini mengingatkan kita untuk selalu berhati-hati dalam menerima informasi dan tidak mudah terjebak dalam perbuatan mengadu domba.

Selain itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga mengajarkan kita untuk menjaga lisan dan tidak menyebarkan keburukan orang lain. Beliau bersabda, "Tidaklah seseorang yang mengadu domba itu akan masuk surga." (HR. Muslim). Hadis ini menunjukkan betapa seriusnya peringatan terhadap perbuatan mengadu domba dalam Islam. Orang yang suka menyebarkan keburukan dan memecah belah umat tidak akan mendapatkan tempat di surga.

Menghindari orang yang suka mengadu domba adalah langkah yang bijak. Kita harus menjaga diri agar tidak terjebak dalam permainan mereka. Jika kita merasa ada masalah atau perselisihan dengan orang lain, sebaiknya kita menyelesaikannya langsung dengan orang tersebut dengan cara yang baik dan bijaksana. Komunikasi yang jujur dan terbuka adalah kunci untuk menghindari fitnah dan menjaga keharmonisan dalam hubungan.

Selain itu, kita juga perlu memperbaiki diri kita sendiri dengan menjaga lisan kita. Hindari menyebarkan perkataan buruk atau menggosip tentang orang lain. Setiap kata yang keluar dari mulut kita bisa memberikan dampak besar, baik itu positif maupun negatif. Oleh karena itu, menjaga lisan adalah salah satu cara untuk menghindari kerusakan hubungan dan menjaga persatuan di antara umat.

Sebagai umat Islam, kita diajarkan untuk saling mencintai dan menjaga persaudaraan. Mengadu domba adalah salah satu perbuatan yang bisa merusak ikatan tersebut. Oleh karena itu, mari kita waspada terhadap orang yang suka mengadu domba dan berusaha untuk menjaga hubungan baik dengan sesama. Semoga kita semua bisa terhindar dari fitnah dan senantiasa menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
Wallahu A'lam Bishawab

a72d0745a35371adf3d0dac187c6323d


▶️ DOA MEMINTA AGAR DITETAPKAN DI ATAS HIDAYAH

Ketika hidayah datang menyapa, tentu hal ini merupakan sebuah kenikmatan yang Allah Subhanahu wa Ta`ala anugerahkan kepada kita agar menjadi pribadi yang lebih baik. Hidayah tidaklah cukup diperoleh hanya dengan kecerdasan seseorang, karena tidak sedikit dari kita memiliki kecerdasan yang sangat luar biasa namun kehidupannya terjebak di dalam kesesatan yang sangat nyata, akan tetapi hidayah adalah sebuah petunjuk dari Allah Ta’ala yang diberikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, dan Allah Ta’ala juga yang berhak menahannya dari siapa yang Dia kehendaki, Nabi ﷺ bersabda,

مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ

“Barangsiapa yang Allah memberinya petunjuk, niscaya tidak ada yang akan menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan, niscaya tidak ada yang bisa menunjukkannya (kepada hidayah).” (HR. Muslim no. 867)

Hal ini membuktikan betapa mahalnya hidayah yang Allah berikan, namun sebagai manusia kita diperintahkan untuk berusaha mencari sebab datangnya hidayah diantaranya dengan menuntut ilmu syar’i, karena seorang hamba sangat membutuhkan hidayah kapanpun dan dimanapun ia berada, seperti seorang hamba yang melakukan kesalahan karena kebodohannya maka ia membutuhkan hidayah agar bisa dalam kembali kepada jalan yang benar, Wallahu Ta’ala a’lam bisshowaab.

271de3ad2d70f89e51ff4c5c15d93f33


Ramadhan Waktu Perbaikan Diri

Di riwayatkan dari Abu Said Al-Khudry radhiallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Taala memiliki hamba-hamba yang di merdekakan dari Api Neraka, pada setiap hari dan malam -yakni di bulan Ramadhan-, dan sesungguhnya setiap muslim memiliki doa yang mustajab pada setiap harinya"
[HR. Al-Bazzar, Shahih Targhib hadits 1002 bab puasa]

Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, di dalamnya bertabur keridhaan Allah dan pahala dari-Nya. Mudah bagi seorang untuk berbuat kebaikan dan berebut pahala di bulan ini, maka tepatlah bila bulan ini kita jadikan acuan perbaikan diri.

Oleh Ustadz Abu Abd rahman bin Muhammad Suud Al-Atsary hafidzhahullah
generate by :Link

bde2afdc12767190a8811dc2da4f9348


⁨⚠️ Larangan menggulung pakaian ketika sholat

Sebagian ulama tidak membolehkan menggulung (melipat) pakaian pada saat shalat berdasarkan hadits sebagai berikut:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُمِرْتُ أَنْ أَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظُمٍ عَلَى الْجَبْهَةِ وَأَشَارَ بِيَدِهِ عَلَى أَنْفِهِ وَالْيَدَيْنِ وَالرُّكْبَتَيْنِ وَأَطْرَافِ الْقَدَمَيْنِ وَلَا نَكْفِتَ الثِّيَابَ وَالشَّعْرَ

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma, dia berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Aku diperintah (oleh Allah) untuk bersujud pada tujuh tulang, yaitu pada dahi –dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menunjuk dengan tangannya pada hidung beliau-, dua (telapak) tangan, dua lutut, dan ujung-ujung dua telapak kaki. Dan kami tidak (boleh) menahan pakaian dan rambut”. [HR Bukhari, no. 812; Muslim, no. 490; dan lain-lain].

Ibnul Atsir rahimahullah mengatakan: “Menahan pakaian, yaitu: menghimpunnya dan mengumpulkannya dari menyebar”. [an Nihayah fii Gharibul Hadits].

Termasuk “menahan pakaian” adalah menyingsingkan celana panjang atau lengan baju.

Referensi : almanhaj⁩

322f65fba9b0c755d51f5f7ec4faca67


📌Kesudahan dari orang yang suka menentang wahyu dengan akal

Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:

"Tidaklah seseorang menentang wahyu dengan akalnya, kecuali Allah akan menjadikan akalnya rusak. akibatnya, dia akan mengatakan hal-hal yang menjadi bahan tertawaan orang-orang yang berakal sehat."

(Ash shawa`qul Mursalah : 3/1002)

38d371195ec375588baa3ba6064b253b


Lembutkan Hatimu dengan Dzikir

شكا رجل إلى الحسن قساوة قلبه فقال: ادنه من الذكر.

Seseorang mengeluh kepada al-Hasan perihal kerasnya kalbu. Beliau mengatakan, "Dekatkan kalbumu dengan zikir kepada Allah."

📚 Lathaiful Ma`arif hlm. 48

8a442ac6b08934e75087edbe64d36d9d


Kadang jari dan mulut lebih gercep buat share info tentang orang lain yang belum valid kebenarannya..

So, daripada sibuk mengurus kehidupan orang lain lebih baik jaga lisan dan jari kita, dan sibukkan diri dengan hal yang lebih bermanfaat dan berpahala yes 👌🏻

3d6e4200213e7171568b0d86d0a221e4


BERSEDEKAH DENGAN KEMAMPUAN MAKSIMAL
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Imam al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah berkata, “Hendaknya seorang memilih untuk bersedekah dengan kelebihan hartanya, dan menyisakan secukupnya untuk dirinya karena khawatir terhadap fitnah fakir (kemiskinan). Sebab, boleh jadi dia akan menyesal atas apa yang dia lakukan (dengan berinfak seluruh atau melebihi separuh harta) sehingga merusak pahala. Sedekah dan kecukupan hendaknya selalu eksis dalam diri manusia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengingkari Abu Bakar yang keluar dengan seluruh hartanya, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tahu persis kuatnya keyakinan Abu Bakar dan kebenaran tawakkalnya, sehingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak khawatir fitnah itu menimpanya sebagaimana Beliau khawatir terhadap selain Abu Bakar. Bersedekah dalam kondisi keluarga sangat butuh dan kekurangan, atau dalam keadaan menanggung banyak utang bukanlah sesuatu yang dikehendaki dari sedekah itu. Karena membayar utang dan memberi nafkah keluarga atau diri sendiri yang memang butuh adalah lebih utama. Kecuali jika memang dirinya sanggup untuk bersabar dan membiarkan dirinya mengalah meskipun sebenarnya membutuhkan sebagaimana yang dilakukan Abu Bakar dan itsar (mendahulukan orang lain) yang dilakukan kaum Anshar terhadap kaum muhajirin.”

Oleh karena itu, para ulama mensyaratkan bolehnya bersedekah dengan semua harta apabila orang yang bersedekah kuat, mampu berusaha, bersabar, tidak berutang dan tidak ada orang yang wajib dinafkahi di sisinya. Ketika syarat-syarat ini tidak ada, maka bersedekah ketika itu adalah makruh.


sumber : Link

e15d45ec866b0fc791663137e5ee8526


Istighfar: Kunci Kekuatan Laki-Laki
🎙️ Ustadz Bisri Tujang Lc, Link
🎥 Link

📝 Imam Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan bahwa istighfar adalah solusi untuk mendapatkan kekuatan fisik, mental, hingga ibadah. Melalui istighfar, Allah Subhanahu wa Ta`ala memberikan ketangguhan menghadapi fitnah akhir zaman sesuai petunjuk Al Quran dan Sunnah.



df5498b19e828dbede6a4538d6b10bc4


📢✋🏻💐🌾 Keselamatan Terbesar: Menjaga Agama dari Syubhat dan Syahwat

✍🏻 Ibnu Al-Hanbali rahimahullah berkata:

"Keselamatan terbesar bagi seorang hamba adalah tatkala agamanya bersih dari kotoran syubhat dan syahwat. Maka dari itu, seorang hamba wajib bersungguh-sungguh menapaki kesabaran di atas agamanya dan mengokohkan dirinya di atas Sunnah. Sebab, berpegang erat kepada keduanya adalah jalan keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat."

📚 Sulwanu As-Salafi, hlm. 10

✅ Keselamatan yang Hakiki Bukan Duniawi
Banyak manusia menyangka bahwa keselamatan itu berarti selamat dari musibah dunia: tidak sakit, tidak miskin, atau tidak celaka. Padahal keselamatan yang sejati adalah keselamatan agama dari penyimpangan dan kerusakan. Karena jika dunia hancur namun agama selamat, maka seorang hamba masih memiliki harapan besar di sisi Rabb-nya. Tapi jika agama rusak—karena syubhat yang menyesatkan atau syahwat yang menjerumuskan—maka dia dalam bahaya nyata, walaupun dunia terlihat baik-baik saja.


⚠️ Dua Racun Utama: Syubhat dan Syahwat
Syubhat adalah keraguan yang merusak keyakinan. Ia masuk melalui jalan ilmu yang salah, pemahaman yang menyimpang, atau mengikuti tokoh tanpa dalil.

Syahwat adalah nafsu yang menodai ketaatan, melemahkan keimanan, dan menyeret ke dalam maksiat.

Kedua hal ini adalah perusak agama, yang menjauhkan seorang Muslim dari jalan lurus. Maka seorang hamba harus sadar: menjaga diri dari syubhat dan syahwat adalah bentuk jihad terbesar dalam kehidupannya.

🛡️ Jalan Keselamatan: Sabar di Atas Agama
Bahwa keselamatan itu hanya bisa diraih dengan mujahadah (kesungguhan) dan kesabaran. Agama tidak bisa dipegang sambil lalu. Ia butuh usaha untuk tetap istiqamah di tengah godaan dunia, tekanan syubhat, dan tarikan syahwat.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya berpegang teguh pada Sunnah sebagai penentu keselamatan. Di zaman fitnah dan perpecahan, Sunnah menjadi tali pengikat ke jalan keselamatan. Tidak cukup hanya dengan klaim cinta agama—harus disertai dengan pengamalan Sunnah Nabi ﷺ dan pemahaman para Salafus Shalih.

🌿 alan Kebahagiaan Dunia-Akhirat
Bahwa berpegang teguh pada agama dan Sunnah adalah jalan keselamatan dan kebahagiaan di dunia maupun akhirat. Kebahagiaan sejati tidak terletak pada harta, jabatan, atau popularitas—melainkan pada ketenangan hati yang lurus dalam iman dan amal.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang istiqamah di atas agama yang haq, dijauhkan dari syubhat dan syahwat, dan dimatikan dalam keadaan husnul khatimah.

Wallahu A'lam Bishawab

9bae2cbcae27d5b484774b90df6c74ae


Hati diciptakan dalam keadaan mencintai kebenaran, menginginkannya, dan mencarinya