Born to Pray - Journey to Jannah

MUSLIM BIKER INDONESIA SURABAYA CHAPTER

Indahnya Touring Nikmatnya Kajian

Join With Us

Muslim Biker Indonesia (MBI) adalah wadah biker untuk belajar tentang keislaman, bagaimana menjadi muslim yang benar-benar hanya beribadah kepada Allah dan mengetahui cara beragama yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. MBI terbuka untuk semua biker, mulai dari motor dengan cc kecil sampai besar, mulai dari pecinta motoran sampai dengan anak komunitas dan club motor. Secara bentuk MBI bukanlah sebuah komunitas layaknya kelompok motor lain dan juga club motor, tapi wadahnya anak motor. MBI dibentuk pada Oktober 2017 atas kebutuhan para biker. Mereka berkumpul untuk menemukan cara mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat ilmu tentang cara beribadah yang selayaknya dilakukan berdasarkan contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kegiat dilakukan melalui kegiatan touring sambil diskusi tentang keislaman. Bahkan slogan MBI dalam menyemangati setiap perjalanan adalah Indahnya Touring Nikmatnya Kajian. Join with us

 
1

SIFAT MUNAFIK

Dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu Anhu, dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:
Empat perkara, barangsiapa yang ada padanya keempat perkara tersebut maka ia munafik. Jika ada
padanya satu diantara perangai tersebut berarti ada padanya satu perangai kemunafikan sampai mau
meninggalkannya:
(1) seorang yang jika bicara dusta,
(2) jika membuat janji tidak menepatinya,
(3) jika berselisih melampui batas, dan
(4) jika melakukan perjanjian mengkhianatinya.
HR. Al-Bukhari no. 34 dan Muslim no. 58



layanan Ambulance MBISC
24 Jam Gratis Dalam Kota Surabaya
Sidoarjo & Gresik
(Syarat & ketentuan berlaku)
https://mbisc.my.id/ambulance*whatapp">mbisc.my.id/ambulance*whatapp">https://mbisc.my.id/ambulance*whatapp

Instagram
https://mbisc.my.id/instagram">mbisc.my.id/instagram">https://mbisc.my.id/instagram

Join Member
https://mbisc.my.id/joinus">mbisc.my.id/joinus">https://mbisc.my.id/joinus

Whatapp Group Dakwah
https://mbisc.my.id/gdmbisc">mbisc.my.id/gdmbisc">https://mbisc.my.id/gdmbisc

Info
mbisc.my.id">https://mbisc.my.id

aac56d8301f8c0150ffcc166e41e08f1


MENYELA JARI SAAT BERANGKAT SHOLAT ITU DILARANG
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Kapan boleh menyela-nyela jari (tasybik)?

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam pernah kurang rakaat shalatnya karena lupa. Beliau hanya shalat 2 rakaat kemudian pergi ke tepi masjid dan bersandar di tiang kayu sambil ber-tasybik (HR. Ibnu Hibban). Beliau mengira shalatnya tersebut sudah sempurna dikerjakan.

Hal ini menunjukkan bahwa jika shalat sudah selesai maka boleh ber-tasybik. Sedangkan jika belum, maka tidak boleh. Karena orang yang menunggu shalat itu sebagaimana orang yang shalat.

Adapun orang yang berjalan ke masjid, maka hukumnya juga sebagaimana hukum orang yang shalat (tidak boleh ber-tasybik, pent.). Dan hendaknya orang yang berjalan ke masjid menghadirkan keagungan Allah dalam hatinya. Demikian yang nampaknya lebih tepat.

Sumber: Fatawa Munawwa’ah Syaikh Abdul Aziz Ar Rajihi, 6/24, Asy Syamila

Diantara sumber : Link

Link

3d6e4200213e7171568b0d86d0a221e4


BERSEDEKAH DENGAN KEMAMPUAN MAKSIMAL
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Imam al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah berkata, “Hendaknya seorang memilih untuk bersedekah dengan kelebihan hartanya, dan menyisakan secukupnya untuk dirinya karena khawatir terhadap fitnah fakir (kemiskinan). Sebab, boleh jadi dia akan menyesal atas apa yang dia lakukan (dengan berinfak seluruh atau melebihi separuh harta) sehingga merusak pahala. Sedekah dan kecukupan hendaknya selalu eksis dalam diri manusia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengingkari Abu Bakar yang keluar dengan seluruh hartanya, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tahu persis kuatnya keyakinan Abu Bakar dan kebenaran tawakkalnya, sehingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak khawatir fitnah itu menimpanya sebagaimana Beliau khawatir terhadap selain Abu Bakar. Bersedekah dalam kondisi keluarga sangat butuh dan kekurangan, atau dalam keadaan menanggung banyak utang bukanlah sesuatu yang dikehendaki dari sedekah itu. Karena membayar utang dan memberi nafkah keluarga atau diri sendiri yang memang butuh adalah lebih utama. Kecuali jika memang dirinya sanggup untuk bersabar dan membiarkan dirinya mengalah meskipun sebenarnya membutuhkan sebagaimana yang dilakukan Abu Bakar dan itsar (mendahulukan orang lain) yang dilakukan kaum Anshar terhadap kaum muhajirin.”

Oleh karena itu, para ulama mensyaratkan bolehnya bersedekah dengan semua harta apabila orang yang bersedekah kuat, mampu berusaha, bersabar, tidak berutang dan tidak ada orang yang wajib dinafkahi di sisinya. Ketika syarat-syarat ini tidak ada, maka bersedekah ketika itu adalah makruh.


sumber : Link

e7d1e110a20b35c5fef132647f27ee9c


Dua Syarat Utama Diterimanya Dakwah
🎙️ Ustadz Moch. Danu Kurniadi, Link
🎥 Link

📝 Agar dakwah diterima Allah Subhanahu wa Ta`ala, harus memenuhi dua syarat mutlak: Ikhlas hanya mengharap wajah-Nya dan mengikuti tuntunan Sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Jangan pernah mengada-ada dalam urusan agama.



fc910def6ca15ddcb308dcceff2b4bcd


📎 Bila Hati Tak Hadir Saat Shalat

Ibnu Qudamah Al Maqdisi rahimahullah berkata:

"Kapan saja engkau dapati hatimu tidak hadir saat shalat maka ketahuilah bahwa faktornya adalah lemahnya iman. Oleh karenanya, bersungguh-sunggulah memperkuat iman".

📘 (Mukhtashar Minhaj Al Qashidin, 30)

Ibnu Qudamah Al-Maqdisi rahimahullah memberikan nasihat yang sangat dalam terkait kualitas shalat. Beliau menyatakan bahwa ketika hati tidak hadir atau tidak fokus dalam shalat, itu adalah indikasi lemahnya iman seseorang. Shalat seharusnya menjadi ibadah yang menghubungkan kita dengan Allah, dan ketidakhadiran hati dalam shalat menunjukkan bahwa kita belum sepenuhnya merasakan kedekatan dengan-Nya.

Oleh karena itu, beliau mengingatkan agar kita bersungguh-sungguh dalam memperkuat iman. Memperkuat iman tidak hanya melalui pengetahuan tentang agama, tetapi juga dengan meningkatkan ketakwaan dan keikhlasan dalam setiap amal perbuatan. Salah satu cara untuk memperbaiki kualitas shalat adalah dengan menyadari pentingnya kehadiran hati di setiap gerakan dan bacaan dalam shalat. Ini membutuhkan usaha yang terus-menerus, seperti mengingat kembali tujuan shalat dan berdoa kepada Allah agar diberikan kekuatan untuk menjaga konsentrasi dan keikhlasan dalam ibadah.

Dengan memperkuat iman, insya Allah, kita akan merasakan kekhusyukan dalam shalat, dan shalat pun akan menjadi sumber kekuatan dan ketenangan hati yang sesungguhnya.
Wallahu A'lam Bishawab

51aa592e6b6320e396686d8f805a2cb9


𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐩𝐞𝐜𝐚𝐡 𝐛𝐞𝐥𝐚𝐡.
.
Sahabat,
.
Jika ingat firman Allah yang menjelaskan bagaimana dahulu kalian berpecah belah kemudian Allah satukan hati-hati kalian, maka persatuan adalah harga yang sangat mahal dan termasuk nikmat dari Allah
.
Allah Ta’ala berfirman,
.
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
.
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu karena nikmat Allah, menjadilah kamu orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. “(Ali-Imran:103)
.
Ingat pesan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam agar tidak saling membenci dan sebagainya,
.
لاَتَبَاغَضُوْا وَلاَ تَحَاسَدُوْا وَلاَ تَدَابَرُوْا وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ إِخْوَاناً. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
.
“Janganlah kalian saling membenci, saling mendengki dan saling membelakangi. Jadilah kalian sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara.” [ Muttafaqun ‘alaih ]
.
Kaum muslimin, mereka saling menyayangi, mencintai dan berlemah lembut, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
.
مَثَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ فِى تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ، تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهْرِ وَالْحُمَّى
.
“Perumpamaan kaum mukminin satu dengan yang lainnya dalam hal saling mencintai, saling menyayangi dan saling berlemah-lembut di antara mereka adalah seperti satu tubuh. Apabila salah satu anggota badan sakit, maka semua anggota badannya juga merasa demam dan tidak bisa tidur.” [ HR. Bukhari dan Muslim, ini adalah lafazh Imam Muslim ].